[FF] Lovely Life – Chapter 2

May 31, 2015 at 9:49 PM 5 comments

lovely life

 

Lovely Life

 

 

Author                   : Mieyonn

Type                       : Chaptered

Lenght                   : [2/…]

Genre                     : Romance, Married-Life, AU

Rated                     : PG 17

Cast                        :

  1. Cho Kyuhyun : Seorang pengusaha kaya dan keturunan konglomerat. Sudah 2 tahun menjabat sebagai CEO di perusahaan yang dibangunnya sendiri. Dingin dan angkuh. Sulit untuk jatuh cinta.
  2. Hani (Ahn Hee Yeon) : Anak dari pengusaha kaya dan keturunan konglomerat. Baru selesai kuliah di Amerika jurusan Fashion Design. Polos. Belum pernah jatuh cinta.
  3. Seungri (Lee Seung Hyun) : Seorang anak yang sedang dipersiapkan untuk jadi penerus perusahaan milik keluarganya, namun karena suatu hal akhirnya dihukum pulang ke korea. Playboy. Dia dijuluki dewa cinta karena mudah sekali jatuh cinta.
  4. Other

Disclaimer              : I am owns the plot, dont be a plagiator. Keep Creative!!

 


 

-Previous Part-

Kembali keadaan berubah menjadi hening. Tak ada interaksi apapun dari kedua insan yang duduk saling berhadapan ini. Wajah lelah hani muncul. Sepertinya dia masih jetlag dan sekarang sangat mengantuk.

“dimana aku akan tidur sekarang” gumamnya pelan namun kyuhyun masih bisa mendengarnya. “dikamar euijin saja sepertinya asik juga” gumamnya lagi.

“kenapa tidur dikamar pembantu?” tanya kyuhyun dengan nada yang cukup arogan. Dia sebenarnya lebih ingin agar hani tidur dikamarnya. Tidak nyaman tidur dikamar pembantu karena ruangannya lebih kecil.

“agar kau bisa menggendongku dan memindahkan menuju kamarmu” ucap hani dengan gaya menggodanya. Tentu saja dia sedang bercanda sekarang, namun hal ini ditanggap lain oleh kyuhyun. Dia sangat serius dan memasukkannya ke otak. Hani berjalan menuju bagian kamar pembantu dan meninggalkan kyuhyun yang masih duduk disana.

***

Hani mengerjapkan mata dan menarik otot-otot di tubuhnya. Akhirnya dia bangun dari tidur panjangnya. Diperhatikannya sekeliling ruangan, gelap. Sebenarnya tidak terlalu gelap karena sedikit cahaya dari luar masih mampu menembus kaca jendela ruangan itu. Dirasakannya sesuatu bergerak di atas perutnya. Sebuah tangan yang cukup kekar. Segera dia menoleh ke samping kiri dan di dapatinya seorang manusia lain yang tidur disebelahnya.

“ha?” teriaknya tertahan. Dia menutup mulutnya rapat-rapat dengan tangannya. Matanya terbelalak dan jantungnya memompa tidak karuan. Dia kaget setengah mati saat ini. Tapi rasa kaget itu seketika berubah saat perutnya mulai berbunyi. “ah aku belum makan, dan sudah jam berapa ini?” bisik hani. Dipindahkannya lengan kyuhyun perlahan dari atas perutnya. Dengan sempoyongan dia turun dari tempat tidur mewah dan besar itu. jemariya meraih hp yang terletak di atas meja kecil. Entah siapa yang memindahkannya, pastinya berkat para pelayan yang memindahkan barang-barangnya dari kamar satu lagi. Sepertinya barang-barangnya juga sudah selesai dipindahkan ke kamar itu. Dilihatnya layar hp, disana tertera pukul 02:45 AM KST.

heung” keluhnya lagi. Hani yang memang punya masalah lambung itu tidak berenergi dan membuatnya malas untuk bergerak menuju dapur. Dia duduk disebelah ranjang. Tiba-tiba moodnya turun drastis. “ahn heeyeon, kau benar-benar sudah menikah sekarang” bisiknya. Sepertinya dia sedang berbicara dengan dirinya sendiri. “kenapa mereka begitu tamak? Percuma saja aku bersikap baik sampai saat ini, pada akhirnya aku akan terus dimanfaatkan hingga mati” gumamnya.

Tak ada energi dan dia merasa begitu terpuruk sekarang. Hani adalah satu-satunya cucu perempuan keluarga Ahn. Kakeknya sangat menyayanginya. Kakeknya memiliki 2 anak lelaki, ayahnya dan adiknya. Ayahnya sebenarnya baik namun ketamakan adiknya membuat ayahnya juga ingin memperjuangkan harta kakeknya agar juga bisa ikut dirasakan oleh hani dan abangnya. Adiknya ingin merebut semua saham di perusahaan mereka dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengirim hani ke luar negeri dengan alasan sekolah. Awalnya ayahnya sangat setuju, namun ternyata dibalik itu maksud mereka adalah untuk membeli saham milik hani. Hani yang berada di luar negeri membuat sahamnya tak berguna dan ayahnya mudah sekali terbujuk oleh rayuan adiknya. Setelah ayahnya tau, tiba-tiba saja ayahnya jadi murka dan sekarang berlomba untuk menjadi pemilik perusahaan kakeknya. Abangnya jadi cacat mental karena keracunan makanan dan makanan itu berasal dari pembantu adik ayahnya. Ayahnya merasa sangat membenci adiknya karena tega melakukan hal itu pada anak sendiri. Saham abangnya pun akhirnya beralih ke sepupunya karena dianggap tidak kompeten. Kakeknya merasa sedih melihat anaknya yang saling bertengkar. Maksud dan tujuan ayahnya menikahkan hani dengan kyuhyun adalah untuk memperkuat dukungan karena perusahaan ayah kyuhyun juga memiliki saham disana. Hal ini ditolak mentah-mentah oleh hani, terutama karena ayahnya memaksa, namun bujukan kakeknya mampu meluluhkan hati yang keras itu. Hani mau melakukannya.

Dengan pikiran yang kosong, hani memutar lagu favoritnya, Heart Attack dari Demi Lovato. Tubuhnya bergerak sendiri tanpa perintah dari hatinya. Badannya kini meringkuk dengan kepala ditundukkan. Lagu berputar dan terdengar suara sang penyanyi yang menyanyikan lagu itu dari hati. Ingin rasanya ia menjerit seperti sang penyanyi. Menghilangkan sesak dihatinya. Dia merasa tak tahan. Dunianya seakan sudah runtuh. Sekarang dia hanya seorang ibu rumah tangga. Ya, dia belum siap menjadi seorang istri yang dituntut harus bisa menjaga sebuah rumah yang didalamnya banyak orang yang menopang hidup.

Kyuhyun terbangun mendengar lagu yang diputar oleh hani. Diliriknya sekeliling, orang yang tidur disebelahnya menghilang. Kyuhyun kemudian turun dari tempat tidur dan mencari asal suara tadi. Kakinya terhenti ketika melihat seorang perempuan sedang meringkuk disebelah ranjang. Kyuhyun tertegun, dia bingung harus melakukan apa sekarang.

“apa yang kau lakukan?” ucapnya sambil duduk diatas tempat tidur namun masih disebelah hani.

Hani kaget dan melirik ke arah kyuhyun dengan wajah pucat dan penuh air mata, “ah, hahaha, tidak” ekspresinya berubah. Ya, dia tengah berakting sekarang. Dia tersenyum dengan matanya bulan sabitnya, “aku sedang kelaparan” ucapnya meringis sambil memegang perut.

‘anak ini aneh sekali’ batin kyuhyun, seraya menganalisa, kyuhyun sepertinya cukup setuju dengan alasan hani barusan, toh dia hanya Cuma sarapan pagi, “hm, panggil saja pelayan untuk membuatkan makanan untukmu” ucap kyuhyun datar.

Tak ada jawaban keluar dari bibir hani. Pandangannya kembali kosong. Dia mengangguk, sepertinya dia sedang berusaha menghentikan air mata yang masih terus keluar. Hani berdiri dan tiba-tiba sempoyongan. Matanya sedikit gelap sebentar. Mungkin ini efek yang timbul dari asam lambung yang meningkat. Jalannya terhenti. Dipegangnya kepalanya yang masih terasa pusing. Kyuhyun masih memperhatikan istrinya dalam diam. Hani kembali melangkahkan kakinya menuju telepon yang ada di atas meja. Ditekannya sebuah nomor. Nomor telepon yang tersambung ke bagian kamar pembantu.

Tdak seperti perencanaan, hani menutup telepon sepihak, “tiba-tiba aku tidak merasa lapar lagi” ucapnya mencari alasan. Ya, nafsu makan hani mudah sekali hilang.

Kyuhyun menggeleng tak mengerti, “jangan terlalu bertingkah, tak ada siapapun disini yang akan membujukmu untuk makan” ucapnya datar. Sungguh terdengar sangat kasar terutama untuk hani yang memang sedang merasa terpuruk.

‘kejam sekali’ batin hani tak terima. Rasa amarahnya ditahan hingga kembali membuat air matanya meleleh deras. “ya, harusnya aku sadar dan tak banyak tingkah” hani mengangguk dan pasrah. Hancur sudah hidupnya. Hidup seperti ini rasanya lebih mengerikan dari pada hidup dipenjara.

Kyuhyun tertegun. Dia fikir semua masalah selesai setelah dia memberi motivasi pada anak itu. kata-kata kasar itu dianggapnya sebagai motivasi. Hanya kyuhyun yang bisa begitu. Nalurinya adalah seorang anak yang dingin dan angkuh. Diperhatikannya hani berjalan menuju pintu. Walaupun ruangan itu gelap, cukup untuk sekedar melihat bayangan manusia disana.

Hani yang lemas itu mencoba mengerahkan tenaganya untuk sekedar berjalan keluar kamar. Di rumah yang sangat luas itu, hani melangkahkan kakinya menuju ruang makan.

‘ya hani, dirumah yang besar ini, kau hanya sendirian! Kau tak kenal siapapun disini!’ batinnya. Tangisan hani semakin kuat dengan isakan yang ditahan. Kepalanya yang pusing juga tidak memberikan kontribusi apapun, malah membuat tubuhnya semakin tidak bertenaga. Perlahan, langkah kaki itu akhirnya sampai ke ruang makan. Diperhatikannya sekeliling ruangan, ya ini pertama kalinya sejak sampai ke rumah ini semalam, dia baru memperhatikannya. Ruang makan saja sangat besar dengan dekorasi yang sangat indah.

Kepalanya semakin terasa berat. ‘hani, mungkin suratan takdirmu memang untuk terus dimanfaatkan orang lain, untuk apa hidup begini, lebih menyedihkan dari pada hidup dipenjara, tak akan ada orang yang menolongmu, suamimu sendiri menganggapmu merepotkan’ kata-kata itu kembali bergema di sudut kepala hani. Isakannya semakin tak tertahan. Kini tenaganya terkuras untuk menahan isakan yang otomatis dikeluarkan oleh tubuhnya. Perlahan-lahan suara isakan yang tadinya tak terdengar itu menjadi semakin jelas.

~Kyuhyun’s POV~

“tiba-tiba aku tidak merasa lapar lagi” ucap orang yang sudah menjadi istriku itu. aneh sekali, bukankah dia orang yang bersemangat? Seingatku, sejak kami bertemu dia terlihat sangat riang.

Aku rasa aku perlu memberikan motivasi untuknya, mungkin jetlag membuatnya lelah, “jangan terlalu bertingkah, tak ada siapapun disini yang akan membujukmu untuk makan” ucapku dengan fikiran logisku.

“ya, harusnya aku sadar dan tak banyak tingkah” balas perempuan itu dengan nada cukup lirih. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa malah semakin tidak bersemangat? Kulihat samar-samar, hani berjalan perlahan keluar dari kamar. Bukannya dari awal aku sarankan untuk menyuruh pelayan saja kesini? Dia ini orang kaya bodoh atau apa? Itu kan alasan kenapa para pelayan dipekerjakan? Kalau semua dikerjakan sendiri tandanya terlalu egois karna para pelayan itu sudah tidak artinya lagi.

Atau dia secara pribadi mau membangunkan pelayan yang bernama euijin itu? Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan, dia tidak boleh terlalu dekat dengan pelayan. Aku sebagai kepala rumah tangga sepertinya harus membuat aturan padanya. Ku langkahkan kakiku dengan cepat untuk melombanya. Semakin ku perhatikan semakin terlihat tubuhnya yang rapuh. Dia berjalan dengan gontai sambil memegang perut bagian atas. Atau mungkin lambungnya sudah sakit karena tak diberi asupan apapun sejak semalam?

Kini dia sampai ke ruang makan. Apa mungkin dia mau memasak makanan sendiri? Aku coba untuk kembali menganalisa. Aneh, dia menatap langit-langit. Kini dia memutarkan tubuhnya sambil tetap menatap sekeliling ruangan, tapi sepertinya dia tak menyadari keberadaanku. Kenapa pipinya terlihat mengkilat ketika terpantul sinar lampu? Ah! Kyuhyun bodoh! Dia sedang menangis sekarang. Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku berjalan kesana atau pura-pura tidak melihat?

Kakiku masih kaku dan tak bergerak sesentipun. Tangisannya semakin terdengar dan semakin kencang, apa perutnya sesakit itu?

“kau menangis?” tanya ku cukup khawatir dan mulai memberanikan diri untuk mendekatinya.

Hani sepertinya cukup terkejut. Dia terlihat menahan isakan tangisnya dengan tubuh yang berguncang. Dia membalikkan tubuhnya membelakangi tubuhku. Kali ini aku yang terkejut. Apa aku melakukan kesalahan?

“maaf kalau mengganggu telingamu, aku sudah coba menahannya tapi ternyata tidak bisa, aku akan mengunci diriku dikamar mandi agar kau tak mendengarnya” ucapnya cepat sambil berjalan menjauhiku.

Aku hanya bisa menganga. Aku tak pernah merasa terganggu sekalipun. Apa dia benar-benar tak ingat waktu masih kecil dulu? Dia benar-benar tak mengenalku? Bagaimana kakek bisa lupa menceritakan siapa aku kepadanya? Ya memang aku sadari, aku sendiri tak mengenali wajahnya ketika dewasa dan aku tau dia juga pasti seperti itu, tapi ayolah, kenapa dia tidak mencoba mencari tahu terlebih dahulu tentang calon suaminya?

“AAAAHHKKK” teriakan hani mengembalikanku kembali dari lamunan. kejadian itu begitu cepat. Hani yang berjalan gontai mencoba berlari dan terpeleset di lantai.

“HANI!!” teriakku seraya berlari menuju arahnya. Demi apapun, jantungku seakan mau lepas. Ku sentuh pipinya tapi hani tak sadarkan diri. Banyak darah yang mengalir dari telinganya. “AKU MOHON BUKA MATAMU!!” ya Tuhan, aku mohon, aku membutuhkan hani. Aku butuh hani untuk tetap bisa bernafas di dunia yang penuh dengan orang-orang egois ini.

~Kyuhyun’s POV end~

Kyuhyun nampak pucat, dia berteriak-teriak histeris. Para pelayan yang mendengar kemudian berhamburan dan segera saat itu juga hani dibawa menuju rumah sakit. Tubuh kyuhyun bergetar, kakinya terasa lemas dan wajahnya sangat pucat. Sorot matanya terlihat kosong. Nyawanya seakan hilang dari tubuh.

***

Kyuhyun terbangun ketika jemari yang sedang ia pegang terasa bergerak. “hani?” ucapnya memperhatikan hani yang mulai membuka matanya. Hani akhirnya bangun dari tidur panjangnya selama 2 minggu. Wajahnya terlihat bingung. “apa badanmu terasa sakit?” tanya kyuhyun yang cemas.

Hani menggeleng sambil tetap memperhatikan sekeliling. “aku dimana?” tanyanya pelan.

“rumah sakit, kita pulang sekarang dan kau akan dirawat di rumah” kyuhyun bergegas menelepon perawat jaga dari telepon yang disediakan ditiap kamar.

“rumah siapa?” hani masih memperhatikan sekeliling. Semuanya bertuliskan hangul. “ini di korea?” tanyanya memastikan, “lagipula kau siapa?”

Kyuhyun mematung mendengar ucapan itu. sepertinya dia tau hani terkena gangguan lain yang ditimbulkan dari cedera otaknya.

***

Kyuhyun merasa hari ini sangat penat. Ya dia kembali bekerja setelah hani dirawat dirumah. Abang tirinya kembali mengulah dan mempermasalahkan saham yang dimiliki kyuhyun di perusahaan yang diwariskan ayah mereka. Sebenarnya kyuhyun sudah tidak peduli dengan hal itu, toh dia sudah memiliki perusahaan sendiri. Tapi kakek hani terus menyemangatinya. Kakek hani sangat dekat dengan kyuhyun. Dari silsilah keluarga sendiri seharusnya hanya kyuhyun yang pantas mewarisi perusahaan itu karena dia satu-satunya anak kandung ayahnya namun abang tirinya yang didapat ketika ayahnya menikah lagi sangat egois. Kyuhyun pernah dituduh memiliki kelainan jiwa oleh abangnya sendiri agar sahamnya bisa dialihkan untuk mereka. Menurut mereka, pemicunya adalah kematian ibunya yang tiba-tiba. Awalnya ayahnya percaya atas fitnah itu sampai-sampai kyuhyun menyerah ketika dia hampir dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa. Dia pasrah karena saat itu umurnya baru 15 tahun. Kakek hani adalah orang yang paling getol membantu kyuhyun hingga akhirnya terbukti bahwa kyuhyun tidak memiliki gangguan mental. Walaupun begitu, efek psikologis yang ditimbulkan cukup besar. Kyuhyun berubah menjadi anak yang pendiam, dingin dan kaku.

Pekerjaan yang menumpuk selama 2 minggu membuatnya harus pulang larut hari ini. Ini hari kedua setelah hani kembali tidur disebelahnya sejak pulang dari rumah sakit. Ya, hani tak menolak walaupun terasa sangat canggung. Dibukanya daun pintu kamar perlahan. ‘hm, kenapa masih terang?’ fikirnya.

“selamat datang!!” hani berteriak dari atas tempat tidur.

Sikapnya berbeda sekali, kenapa tiba-tiba berubah? Seingatnya hani juga tidak pernah sesemangat ini bercengkrama dengannya sejak pulang dari amerika. “oo..oh, selamat malam” balas kyuhyun yang bingung harus bersikap seperti apa.

Hani berjalan menuju kyuhyun yang masih bengong. Dikaitkannya tangannya pada lengan kyuhyun. hani mengambil tas yang kyuhyun pegang, “ayo” ucapnya sambil menarik tubuh kyuhyun pelan. Kyuhyun mengikutinya dengan wajah bingung.  Hani mengajak kyuhyun berjalan mendekati ranjang mereka. Kini mereka berdiri saling berhadapan.

Dletakkannya tas tadi ke atas ranjang, “pasti kau lelah” hani menatap kyuhyun sebal namun kasihan, diraihnya dasi kyuhyun dan melepaskan ikatan. Tiba-tiba dada kyuhyun berdegub dengan kencang. Dibukanya jas suaminya perlahan. “apa kau sudah makan malam?”

Kyuhyun mengangguk tak tertarik, “kenapa belum tidur?” tanya nya langsung. Tetap dengan datar dan dingin.

“karena aku ingin menunggu suamiku pulang” jawab hani polos. Diambilnya handuk dan pakaian yang sudah disiapkannya untuk kyuhyun di atas ranjang. “ini” hani menyerahkannya, “sana kau harus bersihkan tubuhmu sebelum tidur”

‘apa dia sudah ingat? Tidak-tidak terakhir kali kan dia marah padaku, atau kakek sudah menceritakan siapa aku dan dia ingat dan…ah, ada yang aneh’ masih dengan kepala yang penuh pertanyaan, kyuhyun mengikuti perintah kyuhyun.

15 menit berlalu. Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan didapatinya istrinya sedang duduk di atas ranjang sambil menggambar sesuatu. Hani tersenyum ke arahnya, namun kyuhyun yang kaku tak mengerti harus melakukan apa, dia hanya terus berjalan menuju hani dan duduk tepat disebelahnya.

“bagus tidak?” tanya hani sambil memberikan sketsa nya pada kyuhyun. Gambar sebuah seragam kerja.

“jadi kau sudah ingat?” tanya kyuhyun cepat dengan serius.

-flashback-

“sebenarnya efek yang ditimbulkan tidak parah, dia dibius selama 2 minggu karena syaraf itu sangat sensitif, cairan yang keluar dari telinga juga sudah kembali digantikan oleh cairan baru, tapi…” dokter tidak melanjutkan ucapannya.

“tapi kenapa dia lupa dok?” Tanya kyuhyun yang masih khawatir.

“mungkin dia mengalami depresi, karena guncangan itu membuat otaknya otomatis menghapus memori sedih dan memori yang memang ingin dia lupakan”

‘deg’ kyuhyun tertegun, “apa yang membuatnya depresi?”

“kalian baru menikah saat itu, mungkin saja dia mengalami stress saat awal pernikahan, hani masih terlalu muda dan sepertinya memang belum menyiapkan mentalnya untuk menikah. Bagi perempuan menikah itu seperti titik balik kehidupan” dokter tersebut menjelaskan.

Ini tak pernah terfikir oleh kyuhyun, ternyata hani punya beban mental yang sangat besar, “jadi dia depresi karena menikah, apa yang harus aku lakukan dokter? Apa harus bercerai?”

“tidak, kalian harus jalani kehidupan pernikahan ini dengan normal hingga hani perlahan bisa kembali mengingat anda, dan jangan dipaksakan untuk mengingat karena itu bertolak belakang dengan perintah otaknya”

flashback end

Hani menggeleng, “yang kulupakan hanya tentang kau dan keluargaku, selebihnya aku masih ingat. Aku tak ingat kalau aku pulang ke korea. Ingatan ku hanya sampai aku berada di amerika”

Ada rasa kecewa namun bahagia yang terselip dari kalimat hani barusan bagi kyuhyun. ya dia bahagia karena hani tak perlu mengingat insiden pertengkaran malam itu.

“lalu, ada apa denganmu?” tanya kyuhyun lagi sambil menatap hani.

Hani mendengus kesal, dijatuhkannya kepalanya ke bahu kyuhyun, “dingin sekali! Tepat seperti yang diceritakan euijin” komentar hani.

Tak ada balasan bagi kyuhyun. dia hanya sibuk memikirkan betapa berbedanya sikap hani padanya.

“orang-orang yang bekerja disini telah menceritakan semuanya tentang kita. Kau kan suamiku maka aku harus berbakti padamu. Euijin juga bilang bahwa kau sangat dingin, tidak banyak berbicara dan ketus. Semua pembantu takut padamu…” belum sempat hani menyelesaikan penjelasannya keburu dipotong oleh kyuhyun.

“tapi kita dijodohkan” kembali pikiran logis kyuhyun berbicara.

“aku rasa pertanyaan itu juga cocok untuk ditujukan padamu” ucap hani sambil berjalan mengambil sesuatu dari laci meja. Kamera DSLR kyuhyun. “semua foto disini adalah fotoku, apa kau sebegitu tertariknya padaku?” kyuhyun tertangkap basah. Kamera itu memang baru saja dibelinya sehari sebelum acara pernikahan mereka. Dia tak sanggup menjawab pertanyaan hani, hanya pipinya saja yang memerah. “lagi pula itu wajar kalau kita saling tertarik dan saling mencintai karena kita suami istri” hani meyakinkan. “maaf karena aku yang bodoh ini malah melupakan orang yang harusnya aku cintai…” mata jernihnya terlihat sendu.

Kyuhyun menggeleng, dia masih ingat bagaimana hani menangis karena menikah dengannya, ini bukan pernikahan bahagia seperti yang hani duga. “lain kali ketika kau sudah ingat semuanya baru kita bicarakan lagi”

Hani kembali berjalan menuju kyuhyun. Dia menggeleng tak setuju “lagipula masa lalu itu tidak penting, yang lebih penting adalah masa depan” hani meyakinkan. Hani mengangkat kepala dan menatap kyuhyun, teduh.

“tidak merasa canggung sedikitpun?” tanya kyuhyun cukup tenang kali ini.

Hani tersenyum mendengar ucapan suaminya barusan, dia menggeleng, “tadi pagi kakek menelepon, katanya satu-satunya orang yang kau miliki hanya aku, jadi aku, dengan segenap jiwa dan raga akan selalu mendukungmu walau dalam keadaan susah maupun senang”

Kyuhyun bernafas lega, tubuhnya semakin rileks, “jadi kakek sudah memberitahukan tentangku ya”

Hani menggeleng, “belum! Kakek hanya berbicara itu saja tentangmu, sisanya dia bercerita bahwa dia akan jalan-jalan ke eropa”

Kyuhyun menghela nafas, tidak terlalu berat, rasa bahagianya lebih besar dari rasa kecewanya. “begitu ya?” komentarnya singkat.

“lagipula, euijin menceritakan padaku, walaupun kau itu dingin tapi ternyata kau juga romantis”

“romantis?” kyuhyun menggelengkan kepalanya tak setuju.

“tentu saja, dihari pertama menikah, kau menggendongku yang tertidur dikamarnya kan?” hani menggoda suaminya yang kemudian jadi salah tingkah itu.

“karena kau bilang harus seperti itu” kyuhyun merasa gengsi mengakui.

Mata hani membulat, dia mendekatkan wajahnya ke wajah kyuhyun, serius. Hani yang polos itu penasaran dengan cerita kyuhyun, “benarkah? Memang aku berkata apa? Aish! Kenapa aku harus lupa” ucapnya kesal.

Kyuhyun tertawa kecil melihat tingkah lucu istrinya barusan, diusapnya kepala hani dengan ringan. “besok saja ceritanya, sekarang kepalamu ini butuh istirahat” ujarnya meyakinkan. Hani mengangguk tanda setuju, senyum kembali mengembang diwajah anak yang ceria itu.

***

Hani menggeret tirai jendela membuat mata kyuhyun yang masih tertidur langsung silau karena sinar matahari. Refleks kyuhyun langsung bangun dari tidurnya, “siapa yang berani membuat mataku sakit?” tanya nya seakan memarahi para pelayannya.

Hani membalasnya dengan ejekan berupa lidah yang dipanjangkan. Kyuhyun yang tersadar bahwa itu adalah hani kemudian tersenyum. Hani kembali sibuk dengan aktivitasnya membereskan kamar mereka. Terselip sebuah kabel headset di telinga sebelah kirinya. Dia memutar lagu dari Mandy Moore yang berjudul Only Hope kali ini.

Kyuhyun bangkit dari tidurnya namun tetap duduk di atas ranjang. “sekarang jam bangunku?” tanyanya malas, masih dengan gaya singkat dan padat.

“pakaianmu sudah kusiapkan di dalam kamar mandi, hari ini CEO Cho Kyuhyun akan lebih stylist dari biasanya” ucapnya semangat.

‘seakan sesuatu yang menarik tiba-tiba muncul dalam hidupku, membuatku menantikan hari-hari selanjutnya datang lebih cepat. Apa Tuhan ingin memberikanku hadiah atas kesabaran selama ini?’ batin kyuhyun yang masih mematung memperhatikan hani.

Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan mulai melaksanakan aktivitas sehari-hari. Hari ini untuk pertama kalinya dia bangun dengan tepat. Biasanya dia bangun lebih dulu karena dia tak mau terlambat masuk ke kantor.

Hani membantu suaminya berpakaian. Setelah itu keduanya berjalan menuju meja makan. Makanan sudah disiapkan oleh bibi Jung. Hani mungkin juga lupa bahwa dia pernah berniat memberi kyuhyun sarapan sehat. Kyuhyun menyempatkan diri untuk mengecek bahwa hani tidak lupa meminum obatnya di pagi hari. Setelah kegiatan sarapan pagi yang tenang itu, hani mengantar suaminya berjalan ke depan mobil.

Hani menatap kyuhyun, seakan memberi kode bahwa dia melupakan sesuatu. Namun kyuhyun yang merasa semuanya sudah lengkap, tanpa basa-basi segera melangkahkan kakinya ke arah mobil yang sudah ditunggui oleh supir pribadinya.

‘tap’ tangan hani berhasil meraih lengan kyuhyun. Dengan tatapan bingung kyuhyun menoleh pada istrinya yang sudah dalam keadaan cemberut.

“kau tidak melupakan sesuatu?” tanya hani yang cemberut.

“tidak” jawab kyuhyun pasti.

“hm” hani menyerah, “bukankah biasanya suami itu mencium istrinya dulu sebelum berangkat kerja?” hani menjelaskan maksud hatinya.

“oh?” kyuhyun tak pernah memikirkan hal itu. Yang dia fikirkan adalah hari ini akan melakukan tanda tangan kerja sama tender dengan perusahaan lain.

Supir yang sedang berdiri di depan pintu mobil tertawa pelan dan tatapan tajam kyuhyun segera memberhentikannya.

‘cup’ tanpa basa-basi kyuhyun mengecup kening istrinya. “aku pergi” ucapnya pamit sambil melangkahkan kakinya cepat.

Senyum mengembang dari wajah hani. Sepertinya dia mulai merasa menjadi istri sekarang. “hati-hati dijalan” balas hani yang masih menunggui.

***

Hari ini kyuhyun kembali pulang larut malam. Kepalanya penuh dengan gerutu hasil pertemuan tadi. Ya, aneh-aneh saja, kali ini dia malah terlibat pertengkaran ayah dan anak dari perusahaan lain.

Seungri. Pegawai barunya. Dia adalah anak tunggal dari pengusaha yang mengadakan kerja sama untuk tender kali ini. Perusahaan mereka sangat besar, perusahaan baru seperti milik kyuhyun pastinya tidak sanggup untuk melawan. Rasanya dia ingin membatalkan kontrak itu namun ketika ingat jerih payah anak buahnya agar tender itu berhasil terutama dikerjakan selama kyuhyun tidak diperusahaan saat harus menjaga hani di rumah sakit, dia merasa iba dan akhirnya ikut menandatangi kontrak dengan syarat super bodoh.

flashback

Kyuhyun dan CEO Lee sudah menyepakati semuanya. Sampailah saat penandatanganan kontrak. 2 kontrak asli sudah berada di hadapan mereka. Namun ketika kyuhyun ingin menandatanganinya, tiba-tiba CEO itu kembali berbicara.

“kyuhyun, kau itu terkenal diantara pengusaha lain. Orang tuamu punya perusahaan besar di dunia stasiun TV namun kau malah membuka perusahaan baru dibidang properti dengan jerih payahmu sendiri. Baru 2 tahun dan perusahaan kalian sudah cukup diperhitungkan” ucapnya tenang. Lelaki tua itu menatap lurus ke depan.

“terima kasih, kalimat barusan akan saya simpan untuk tetap semangat menjalani bisnis” jawab kyuhyun menghormati.

“aku punya permintaan, kalau kau mau menyetujuinya, akan kuberikan 5% saham perusahaanku untukmu”

Kyuhyun terkejut, 5% bukan angka main-main untuk level perusahaan pak Lee, “
apa itu pak?”

“biarkan anakku bekerja disini, ajari dia, dia masih belum dewasa, aku mohon kau memaklumi, namanya adalah Lee Seunghyun, aku biasa memanggilnya seungri. Sebenarnya ini hukuman untuknya karena dia selalu bermain-main dengan hidupnya”

“tapi pak, saya rasa saya masih terlalu muda untuk mengajari orang lain”

“kalau kau tak mau sebaiknya tender ini juga dibatalkan saja, untuk apa aku bekerja kalau satu-satunya penerus perusahaanku juga tidak kompeten” ucapnya mengeluh, bukan dengan nada mengancam.

Kyuhyun terdiam, bagaimana dia bisa masuk ke permasalahan ayah dan anak? Dia saja benci sekali dengan keluarganya.

“aku mohon” bisik changmin, sekretarisnya dengan penuh harap. Dia kembali mengingat harapan para pegawainya yang sangat semangat mengerjakan untuk proyek kali ini tanpa dirinya.

“baiklah, saya akan coba sebisa mungkin” ucap kyuhyun meyakinkan.

flashback end

‘aku harap semuanya akan baik-baik saja’ batin kyuhyun. Dibukanya daun pintu dan seperti kemarin malam, hani sedang menggambar sesuatu.

“selamat datang!!!” teriak hani. Dia langsung berjalan ke arah kyuhyun dan membantu suaminya melepaskan pakaian. Kyuhyun mengenal pattern ini, dalam diam dia berjalan menuju kamar mandi.

15 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian pilihan hani yang sudah dia letakkan di kamar mandi.

“bagaimana pekerjaanmu dikantor? Menyenangkan? Kau terlihat lelah sekali” tanya hani polos.

Kyuhyun kurang terbiasa dengan pertanyaan barusan, biasanya tak ada yang peduli padanya. Tak akan ada yang bertanya bagaimana hari yang dia lewati, “cukup melelahkan” jawab kyuhyun yang berjalan menaiki ranjang. Dia merebahkan badannya disebelah hani yang masih memegang sketsanya. Mereka tidak sedekat itu, tetap ada jarak ‘canggung’ diantara keduanya walaupun hani memaksakan sekuat hati untuk tidak canggung dengan suaminya.

Kyuhyun melirik dan dia dapat melihat gambar hani. Dia menggambar sketsa baju seragam sepertinya. Kyuhyun yang tak terbiasa untuk mengurusi urusan orang lain pun tak tergerak untuk mengkonfirmasikan anggapannya.

Hani yang masih duduk dan bersandar di kepala tempat tidur kemudian memperhatikan suaminya. Matanya terlihat lebih cekung dari kemarin. “kemarikan kepalamu” ucap hani sambil menunjuk pangkuannya.

Kyuhyun mengerutkan kening namun wajah polos hani tak bisa membuatnya tidak mematuhi perintahnya. Hani kemudian memijiat tubuh suaminya itu. Pada awalnya terasa aneh, karena kyuhyun tak biasa disentuh seperti itu oleh orang lain. Namun lama-kelamaan tubuhnya terasa rileks dan dia menikmati.

oppa” hani memanggil kyuhyun yang menutup matanya dan merasakan sensasi pijatan hani.

“hm?” jawabnya sekenanya.

“cium aku” ucap hani dengan wajah polosnya. Sontak kyuhyun membuka matanya dan kemudian duduk di depan hani. Dia kaget dengan permintaan hani barusan. Jangan dilupakan bahwa kyuhyun adalah seorang lelaki normal. Ditatapnya istrinya lekat-lekat. Wajah bersihnya, matanya yang bulat, hidungnya yang tajam dan bibirnya yang mungil. Tiba-tiba hal itu memicu meningkatnya hormon kelaki-lakian kyuhyun. Hani yang merasa ditatap dengan intens malah bingung, “memangnya kenapa? Kita kan suami-istri” ucapnya meyakinkan.

‘cup’ kyuhyun segera menyentuh bibir mungil itu dengan bibirnya. Dia menahan agar dirinya tak lepas kendali. Ciuman itu sangat singkat dan pelan.

Hani kaget dengan kegiatan tiba-tiba kyuhyun tadi. Tiba-tiba jantungnya berdegub kencang. ‘cup’ dibalasnya ciuman kyuhyun seperti yang kyuhyun lakukan. Cepat.

Kali ini kyuhyun yang kaget. Tubuhnya memanas. Sial! Fikiran kotornya muncul! ‘tidak-tidak! Cho kyuhyun sadar! Jangan menghayal terlalu jauh!’ dia menekankan nafsunya.

“wah, ini menyenangkan” ucap hani tersenyum senang. Riang sekali ekspresi yang tergambar diwajahnya. Tidak seperti kyuhyun yang fikiran kotornya muncul, hani malah lurus-lurus saja. Dia bahkan berkata ini menyenangkan.

‘Tidakkah dia sadar dia sedang membangkitkan singa yang sedang tertidur?’ batin kyuhyun yang masih diam.

“bibirmu lembut sekali seperti kapas!! Jadi seperti ini rasanya berciuman, aku seumur hidup tidak pernah berkencan, berarti bibirku eksklusif untuk suamiku seorang” ucap hani gembira.

‘polos sekali, bagaimana kepolosan seseorang malah membuatnya terlihat lebih menggoda dari para wanita penggoda?’ batinnya, sungguh kacau, dia masih berusaha mengendalikan diri.

“ayo ajari aku lagi caranya berciuman” pinta hani dengan manja.

Kyuhyun kalah dari nafsunya, segera setelah kalimat itu keluar, bagai lampu hijau, kyuhyun langsung mengecup bibir mungil itu dengan agresif. Hani terdiam dan tak pintar untuk mengimbangi. Tengkuknya dipegang oleh kyuhyun sehingga ciuman ini berlangsung tidak sesingkat ciuman awal mereka. Ini pertama kalinya jantungnya berdegub sekencang ini karena lelaki.

***to be continued***

Lagi seneng-senengnya ngelanjutin Lovely Life nih, chapter selanjutnya happy-happy deh ya, klimaksnya ntaran aja wkwk pengen bikin lovey-dovey versi hani & kyuhyun🙂

footer

Entry filed under: Big Bang, Boyband, Chaptered, Comedy, Drama, EXID, Family, FanFiction, Indonesia, K-Pop, Life, PG, Romance, Super Junior. Tags: , , , , , , , , , , , , , .

[FF] Lovely Life – Chapter 1 [FF] Lovely Life – Chapter 3

5 Comments Add your own

  • 1. BubbleGeum  |  June 1, 2015 at 11:38 AM

    Akhirnya kluar juga part 2 nya
    Seneng bacanya… Wkwkw
    Keep write yaa fighting 😆

    Reply
    • 2. Mieyonn (미언)  |  June 4, 2015 at 5:34 PM

      fighting!!
      chapter 3 update🙂

      Reply
  • 3. siska yanuar  |  June 2, 2015 at 7:57 AM

    Nih ff beneran bikin gemes….
    Semoga mereka selalu bahagia ya…

    Reply
    • 4. Mieyonn (미언)  |  June 4, 2015 at 5:35 PM

      Amin ya, hehehe~
      Chapter 3 update🙂

      Reply
  • 5. Just Me  |  May 30, 2016 at 2:27 AM

    Sepertinya ada untungnya juga hani kehilangan beberapa memorinya. Hmm mereka bisa memulai kehidupan baru bersama. Tapi kenapa kesannya hani jadi makin polos banget kaya anak-anak? Hahaha
    Hani uda kenal Kyu dari kecil kah? Kenapa dia bisa ga kenal?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

May 2015
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: