[FF] Lovely Life – Chapter 1

May 28, 2015 at 9:04 PM 4 comments

lovely life

Lovely Life

 

 

Author                   : Mieyonn

Type                       : Chaptered

Lenght                   : [1/…]

Genre                     : Romance, Married-Life, AU

Rated                     : PG 17

Cast                        :

  1. Cho Kyuhyun : Seorang pengusaha kaya dan keturunan konglomerat. Sudah 2 tahun menjabat sebagai CEO di perusahaan yang dibangunnya sendiri. Dingin dan angkuh. Sulit untuk jatuh cinta.
  2. Hani (Ahn Hee Yeon) : Anak dari pengusaha kaya dan keturunan konglomerat. Baru selesai kuliah di Amerika jurusan Fashion Design. Polos. Belum pernah jatuh cinta.
  3. Seungri (Lee Seung Hyun) : Seorang anak yang sedang dipersiapkan untuk jadi penerus perusahaan milik keluarganya, namun karena suatu hal akhirnya dihukum pulang ke korea. Playboy. Dia dijuluki dewa cinta karena mudah sekali jatuh cinta.
  4. Other

Disclaimer              : I am owns the plot, dont be a plagiator. Keep Creative!!

 

 


 

 

 

“hah” hani mendengus kesal sambil menghempaskan badannya ke kursi di dalam pesawat yang sedang ditumpanginya menuju Incheon, Korea Selatan. Perjalanan melelahkan yang harus dilewati olehnya selama seharian demi pertunangan yang akan dia laksanakan besok. Oh-ralat, pertunangan ini bukan pertunangan biasa tapi ini adalah pertunangan perjodohan yang diatur oleh keluarganya dan keluarga calon tunangannya.

Seseorang disebelahnya memperhatikan dengan seksama. Dengan mata jernih penuh tanya, akhirnya orang itu memberanikan diri untuk bertanya pada gadis yang duduk disebelahnya yang sedang dalam keadaan gelisah tersebut. “ada yang bisa aku bantu?” dia mencoba berbicara dengan nada berteman.

Hani yang merasa bahwa orang disebelahnya berkata sesuatu segera menoleh. Matanya berkedip dan kepalanya sedikit bergerak, dia mencoba untuk mengingat wajah orang itu, ‘apa dia orang yang aku kenal?’ pikirnya.

Orang itu mengedutkan keningnya, dia kemudian memundurkan posisi duduknya, memberikan jarak antara dirinya dan hani, “maaf kalau aku tidak sopan, tapi aku bukan orang jahat, sungguh” orang itu mencoba meyakinkan sebisa mungkin. Kepalanya dianggukkan dengan cepat.

Bibir hani terbuka, mata bulatnya kini memancarkan ekspresi lega, “ah, kau berniat membantuku?” dengan jari telunjuknya yang dipanjangkan.

Orang itu mengangguk. Orang yang memakai jaket putih dan celana hitam, lengkap dengan topi hitam yang sudah duduk selama 11 jam di sebelah hani adalah seorang lelaki putih berperawakan tidak macho tapi lebih cocok disebut pretty-boy.

Hani tersenyum ramah, “terima kasih telah mencoba membantu” ucapnya sambil menunduk, “tapi aku rasa masalahku terlalu rumit untuk diceritakan” keluhnya. Hani dengan mata memelas mencoba meyakinkan lelaki itu.

Seungri mengangguk tanda mengerti, “hm” dia menggerakkan bola matanya ke samping seraya berfikir sesuatu, “bagaimana kalau kita bermain sesuatu?” ajaknya dengan ekpresi semangat.

Hani kembali mengerutkan keningnya, “maksudnya?” oh tidak! Sudah cukup kesialan yang menimpa dirinya mulai tadi malam dan hari-hari berikutnya, apakah bertemu lelaki aneh ini juga merupakan kesialan yang terjadi padanya hari ini? Apa mulai tadi malam hidupnya sudah di kutuk oleh langit? Hani menggeleng kuat. Dia kembali mengingat bagaimana telepon dari ayahnya tadi malam membuatnya sakit jantung. Ayahnya berkata bahwa dia harus pulang ke korea untuk melaksanakan acara pertunangan dan minggu depan akan melaksanakan pernikahan dengan orang yang sudah ditentukan oleh ayahnya, “haaa, jangan lakukan hal aneh padaku, aku mohon” rengeknya sambil menggeleng dan menggoyangkan kedua tangannya tanda tak setuju pada lelaki itu.

Dengan wajah polos, lelaki itu kembali salah tingkah, gawat pikirnya! Niatnya hanya membantu kegelisahan orang lain, kenapa malah membuat orang itu tambah gelisah. ‘Ini kegagalan’, pikirnya lagi. “maaf – maaf, aku hanya berniat membantu, sebenarnya aku…” kata-kata itu terhenti, lelaki itu kembali berfikir akan meneruskan ucapannya atau tidak.

Wajah hani menatapnya dengan penasaran. Matanya yang bulat kini terlihat serius mendengarkan cerita lelaki itu, “sebenarnya?” tanya nya tak sabaran.

Tanpa sadar, kelakuan hani membuat lelaki itu berkata jujur padanya, dia merubah posisi duduknya. Wajahnya kini terlihat menyedihkan. Sepertinya dia juga punya masalah seperti hani. “sebenarnya, aku mengalami kesialan akhir-akhir ini” ucapnya pelan.

“wah!!” teriak hani yang kaget, ‘plak’ dipukulnya kuat lengan lelaki itu. lelaki itu terlihat meringis namun mencoba menahan karena tentu saja dia adalah lelaki. Hani menatap lelaki itu lekat-lekat.

‘deg’ tiba-tiba jantung lelaki itu berdetak sangat kuat, membuat aliran darahnya mengalir lebih cepat. Tiba-tiba saja tubuhnya seakan lemas karena hal itu. ‘apa yang terjadi padaku?’ batinnya.

Hani mengedipkan matanya lagi pada lelaki itu. itu hanya sikap spontan hani ketika tertarik akan sesuatu, bukan karena maksud lain. Tapi sepertinya hal itu ditangkap berbeda oleh lelaki itu. ‘apa dia sedang menggodaku sekarang?’ batinnya lagi, ‘apa yang harus aku lakukan?’ dia memutar otak dengan cepat, ‘oh tidak! Aku sedang dihukum sekarang!!! Aku tidak boleh melakukan kesalahan yang sama!!!’ perintah otaknya pada tubuhnya. Namun sepertinya jantungnya tak berminat melaksanakan perintah itu. Kini jantung berdetak tidak seirama lagi. Wajahnya yang putih pucat kini merah padam.

“aku juga sedang dilanda kesialan!” ucap hani memecahkan keheningan. “oh?” hani memperhatikan sesuatu. Dia melihat wajah lelaki yang sudah merah padam itu lekat-lekat.

“ken..apa…?” ucap seungri terbata. Jantungnya berdetak tidak beraturan. Suhu tubuhnya memanas, seakan bakal meledak.

Hani mengerjap, “kau kepanasan ya?” tanya hani polos. Segera ditutupnya jendela pesawat disebelahnya yang memancarkan cahaya matahari dari luar.

‘gubrak’ nyawa seungri seakan terjatuh ke lantai. Tubuhnya mematung. Ya, saat ini dia sedang mengalami mental breakdown.

Hani menghela nafas gelisah, “sebaiknya kita istirahat saja, perjalanan ini akan melelahkan, lagi pula setelah sampai ke korea aku akan langsung melakukan sesuatu, ya! kesialan akan datang menimpaku mulai sekarang, jadi aku harus bersiap-siap” ucapnya. Dia langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi dan membuat kursi vvip itu senyaman mungkin untuk tidur.

Seungri masih mematung. Sekali lagi dia mengalami mental breakdown. Seungri si playboy sekarang gagal memikat wanita.

***

Akhirnya setelah terbang beberapa jam, pesawat itu mendarat di bandara incheon. Keduanya sempat berbincang-bincang ketika mengambil barang mereka di bagasi dan berpisah ketika seungri lebih ditemukan oleh ‘orang-orang’ yang menjemput mereka. Ya, mereka terlihat lebih mirip pasukan.

Hani memperhatikan sekeliling dan tak ada yang ia kenal. Tak ada yang menjemput sepertinya. Masalahnya adalah dia sudah lupa tentang korea. Terang saja, terakhir kali dia berada di korea adalah saat dia tamat sd.

Hani menatap langit-langit bandara yang terlihat begitu jauh. Dia duduk diantara kursi-kursi panjang disana. Perutnya tiba-tiba berbunyi, segera ekspresinya berubah meringis. “tak ada yang peduli padaku, sebaiknya aku kabur saja lagi ke amerika” gumamnya. Tak ada yang mendengar dan memperhatikan. Semua manusia yang ada disana sibuk dengan urusan masing-masing. Dilihatnya jam di tangan, sudah menunjukkan pukul 3 sore. Selama terbang dia belum makan sedikitpun karena tak berselera. Tapi sepertinya lambungnya tak sepakat. Kini lambung yang melakukan aksi demo itu beraksi. Hani terasa pusing dan mual. Asam lambungnya meningkat karena kelaparan. Itu membuat tubuhnya yang kurang energi terasa lemas, bibirnya memucat. Dijatuhkannya dagunya diatas barang-barang miliknya. Pelupuk matanya tertutup dan dirinya sudah melayang ke dunia mimpi.

Hani merasakan tubuhnya terasa diguncang oleh sesuatu yang membuatnya kembali dari dunia mimpi balik ke dunia nyata. Dibukanya mata perlahan dan didapatinya seorang lelaki yang bernafas terengah-engah dengan peluh dikening.

“maaf, apa kau hani?” tanya lelaki dengan baju jas yang sangat formal berwarna hitam dan kertas bertuliskan ‘hani’ yang yang masih bertengger di tangan yang satunya.

Hani yang masih belum menyadari situasi apa ini hanya mengangguk. Perutnya kembali berbunyi. Otomatis dia melirik jam ditangannya dan sudah menunjukkan pukul 5 sekarang.

“hah…” lelaki itu mencoba mengatur nafasnya dan duduk disebelah hani dengan perasaan lega. “nona, ayo ikut denganku, pernikahanmu dijadwalkan jam 8 malam, kau perlu mencari gaun dan berias sekarang”, lelaki itu menarik trollie barang hani.

‘jedar’ sepertinya guntur terjadi dikepala hani. Apa maksudnya ini? Bukannya hari ini baru pertunangan? Oh ayolah, kakiku baru mendarat di korea dan kesialan sudah menimpa. Tidak-tidak sepertinya aku masih bermimpi sekarang. Hani menggeleng-gelengkan kepalanya membuat lelaki tadi bingung.

“nona? Ayo ikut, calon suami anda sudah menunggu di toko pakaian pengantin” jelas lelaki itu lagi.

Hani mendongak, kepalanya masih pusing. Tak ada asupan energi yang bisa membuatnya bangkit, “sebelumnya, boleh belikan aku roti atau apapun? aku benar-benar lapar sekarang” pintanya.

***

“jadi kau hani?” tanya seorang lelaki dengan baju formal lengkap dengan tuxedo berwarna putih. Lelaki itu duduk di sebuah sofa cantik yang berwarna sama dengan bajunya. Tangannya sibuk dengan kamera DLSR yang terlihat mahal.

Hani hanya mengangguk tak berminat bercengkrama panjang lebar dengan manusia itu, kini dia menoleh pada salah satu pelayan disana, “aku harus kemana?” tanya hani dengan senyum yang mengembang.

“ikut aku nona” ucap pelayan itu membalas hani dengan ramah. Keduanya berjalan mengitari ruangan yang penuh dengan koleksi-koleksi baru.

Hani adalah anak yang ramah, dia tak pernah bersikap sombong dengan siapapun. Termasuk orang yang menjemputnya tadi. Lelaki itu adalah sekretaris calon suaminya. Walaupun sekretaris, hani sudah menjadi temannya sekarang.

Hani mengutarakan keinginannya pada pelayan, ya hani adalah seorang fashion designer, tentu saja seleranya cukup tinggi, bisa dilihat dari pakaian yang ia kenakan sekarang. Sangat stylist dan nyaman tentunya.

Setelah menemukan gaun yang menurutnya paling cantik, dia segera beralih ke ruang fitting. Tidak, dia tidak sedang fitting baju sekarang, wajahnya juga dirias. Dia akan melangsungkan pernikahan sesungguhnya sebentar lagi.

“silahkan dibuka tirainya” ucap seseorang dari luar. Seketika tirai dibuka. Lelaki itu memperhatikan orang yang akan jadi istrinya dengan seksama. Sungguh cantik ciptaan Tuhan yang satu ini, batinnya. Dia menjaga agar dirinya tetap tenang. Hani terlihat bingung kenapa dia harus dihadapkan dengan lelaki itu.

“bagaimana menurutmu calon istri anda tuan?” tanya si ketua pelayan. Hani menganga mendengar kalimat barusan. Jadi lelaki yang tidak dia ketauhi namanya ini akan jadi suaminya seumur hidup.

Kyuhyun mengangkat kedua alisnya, “gaun ini cukup bagus”, kyuhyun terlihat puas. Dia memotret hani dengan kameranya dan kembali membuat hani kaget.

“anda pasti bahagia, calon istri anda begitu cantik” puji salah satu pelayan disana.

Dengan ramahnya, hani tersenyum dan mengucap terima kasih pada orang itu.

“kyuhyun, kau beruntung dapat istri secantik dan sebaik ini” komentar sekretarisnya dengan wajah bahagia.

Hani tersipu malu dan sedikit menggembungkan pipi tanda tak terima, “jangan berlebihan” ucapnya pada lelaki itu. Hani mengalihkan pandangannya pada kyuhyun yang sudah kembali sibuk dengan kameranya. Ya, bagaimanapun akan lebih baik kalau mereka berdua akrab, pikirnya. “calon suamiku, apa kau suka melihatku memakai gaun ini?” tanya hani dengan nada berteman.

“ya” ucapnya singkat. Hani terkejut dengan jawaban singkatnya. Sombong sekali orang ini, batinnya. Seketika niat hani untuk berhubungan baik dengan orang yang akan jadi suaminya itu berubah. Moodnya berubah menjadi lebih gloomy. Ekpresinya berubah datar. Aku tidak perduli lagi mulai saat ini, dia menekankan pada dirinya sendiri.

“wah mereka serasi sekali, aku jadi iri” ucap pelayan lain.

Sang sekretaris melirik jam di dinding, sudah pukul setengah delapan sekarang, mereka perlu berangkat. “kalian, bantu nona ini untuk masuk ke mobil, kyuhyun ayo berangkat” lelaki itu memberi kode pada kyuhyun.

“oke changmin” ucap kyuhyun menurut.

***

Kyuhyun terlihat sempoyongan berjalan keluar kamar. Dilihatnya istri barunya sedang berbincang dengan salah satu pembantu yang biasa terlihat di rumahnya. Sepertinya beberapa pembantu lama dari rumahnya di transfer kesini. Hm, ada beberapa pembantu baru juga terlihat.

Mereka tinggal di salah satu rumah di perumahan kalangan elit korea selatan. Rumah mereka cukup besar mengingat mereka hanya berdua sekarang. Oh-ralat, mereka tidak berdua, jumlah pastinya sendiri kyuhyun tidak tau. Tadi malam, pernikahan berlangsung dengan khidmat. Banyak kolega yang datang yang bahkan mereka berdua saja tak terlalu kenal. Setelah pernikahan berlangsung, keduanya diantar ke rumah baru yang tentu saja mereka tak tau tentang hal itu. Tak ada tegur sapa setelahnya, mereka langsung masuk ke kamar pilihan mereka masing-masing.

Bola mata mereka bertemu. Hani sebenarnya sedang menunggu kyuhyun untuk bangun. Disudut terdalam hatinya ingin sekali untuk tidak peduli, namun dia masih mengingat ucapan kakeknya untuk menghormati suaminya tadi malam.

“bibi jung, siapkan makanan untuk kyuhyun ya” ucap hani pada pembantu tua itu dengan ramah.

Kyuhyun mengerutkan keningnya ketika mendengar namanya disebut. Bibi jung adalah salah satu pembantu lamanya.

“ya nona” pembantu itu segera bergegas menuju dapur.

Hani kembali menatap orang yang sudah menjadi suaminya itu. Kyuhyun terlihat berantakan. Oke ahn heeyeon, mari mencoba bersikap baik sekali lagi. Hani mencoba meluruskan kembali niatnya. “hm, sebelum sarapan sebaiknya cuci mukamu dulu, aku akan siapkan handuk kecil dan kaos untukmu” hani berbicara dengan perlahan masih mencoba dengan nada berteman pada kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan perempuan itu dengan seksama. Ya dia memang cantik, pikirnya. Hani berdandan santai dan modis sekali. “oh” jawabnya. Sejujurnya dia orang yang sangat kaku hingga tak tau mau mengucapkan apa lagi.

Dilain pihak, hani malah menganggap ucapan itu sebagai berkibarnya bendera perang antara dirinya dan suaminya. Sombong dan dingin, batinnya. Hani tak dapat membohongi ekspresi wajahnya. Kembali masam hanya hitungan detik. Ahn heeyeon, mulai dari sekarang, teguhkan hatimu untuk bisa menang dari perang ini! Perintahnya pada dirinya sendiri.

Kyuhyun masih berdiri mematung dan hani sudah tak peduli padanya. Diliriknya seorang pembantu yang baru saja lewat dekatnya, “hei kau yang cantik” panggilnya dengan senyuman.

Pembantu itu terlihat gugup. Sepertinya dia pembantu baru. Kyuhyun bingung dengan sikap hani, dia lebih tertarik untuk melihatnya dari pada untuk membasuh muka.

ne?” ucap pembantu muda dengan rambut lurus dan pendek itu.

“siapa namamu?” tanya hani dengan mata bulan sabit dan senyum yang mengembang. Membuat kegugupan pembantu itu berkurang.

“euijin nyonya…” ucapnya pelan. Sungguh pelan sekali.

Hani berjalan merangkul anak itu, “euijin? Oke jinnie, jangan panggil aku nyonya, memangnya aku terlihat seperti ibu-ibu?” ucapnya cemberut tapi hanya bercanda, “bagaimana kalau panggil aku eonni saja?”

“ta..tapi..nyonya kan..ah! maksudku..hm..eonnie..? ah, tidak, maksudku, kepala pelayan akan memarahiku kalau tau aku memanggilmu eonnie, kau kan nyonya besar dirumah ini” euijin berbicara terbata dengan ekpresi takut.

Kyuhyun cukup bingung dengan adegan tadi, dia melirik hani yang terkekeh kecil, “tenang saja, kepala lee tidak akan berani memarahimu, bilang saja aku yang suruh, ok, kau kan yang termuda dirumah ini, aku akan anggap kau seperti adikku sendiri” hani meyakinkan.

Kyuhyun terkesima, baru ini dia mengenal perempuan macam hani.

“benarkah?” pembantu polos itu menatap hani tak percaya.

“tentu saja, lain waktu aku akan mengajakmu jalan-jalan ok!!” hani menatap euijin dengan mata bulatnya. Ya dia sangat serius sekarang.

Pembantu itu mengangguk senang, “ne~ eonnie~” ucapnya dengan senyum mengembang.

Kyuhyun ikut tersenyum melihatnya, kini dia ingat tugasnya untuk mencuci muka. Dia segera kembali masuk ke kamarnya. Sedangkan hani, dia masih bercengkrama dengan teman barunya.

“oh ya, dimana kamar yang berisi baju-baju suamiku dan baju-bajuku?” tanya hani sambil memperhatikan seluruh ruangan di lantai 2 itu.

“ayo ikut aku eonnie” euijin berjalan di depan hani dan hani mengikutinya. Rumah ini seperti rumah eropa yang didalamnya terdapat banyak sekali ruangan-ruangan terselubung. Ini pertama kalinya hani benar-benar memperhatikan isi rumah barunya. Mereka berhenti disebuah ruangan besar. Euijin membuka pintu dan wow, semua tertata dengan rapi. Senyum mengembang kembali, hani menyukainya. Banyak sekali ide terlintas untuk mendandani kyuhyun setiap hari.

“oke, lanjutkanlah pekerjaanmu tadi, terima kasih” ucap hani.

ne~

***

Seketika mood hani meningkat setelah dia meletakkan baju dan handuk kecil di atas tempat tidur kyuhyun. Dengan headset yang terpasang di telinga, dia memperhatikan sekeliling ruangan dengan tubuh yang bergerak sesuai irama hentakan musik. Dibukanya tirai jendela hingga sinar matahari bisa masuk ke dalam kamar. Dibukanya jendela agar sirkulasi udara berjalan bagus. Dirapikannya lagi sprei yang sudah berantakan bersamaan dengan selimutnya. Dirapikannya kabel-kabel stik PS dan juga kabel-kabel charger laptop yang berantakan di lantai.

“hm, begini lebih bagus” hani mengangguk. Lagi tubuhnya menari-nari dibantu oleh sinar matahari. “nanana~” ucapnya menyanyikan lagu yang di dengar.

Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan kini kembali mengerutkan keningnya pada hani. Anak ini riang sekali, pikirnya. Dia melirik kaos dan handuk kecil diatas tempat tidur.

Hani tersadar dirinya diperhatikan oleh kyuhyun namun entah kenapa dia bersikap biasa saja. ‘ah, kapan dia keluar dari kamar mandi? Aku malu sekali terlihat seperti orang gila seperti ini!!! Hm, sudahlah, toh dia sudah melihatnya, santai saja’ lagi-lagi dia menyelesaikan masalahnya dengan cepat.

Kyuhyun yang melihat hani tetap biasa saja juga berekspresi biasa saja. Dia berjalan mengambil handuk kecil dan mengeringkan wajah serta rambutnya. Dibukanya kaosnya hingga hani bisa melihat tubuh pucat kyuhyun.

“ha? Itu kenapa?” hani menunjuk bekas jahitan di kulitnya yang cukup banyak dan panjang. Kyuhyun sadar hani memperhatikannya, dia segera mengenakan kaos yang hani siapkan.

“kecelekaan tahun 2007 lalu, aku bahkan hampir mati” ucap kyuhyun datar.

Hani kaget mendengarnya, dia tak menyangka manusia dingin ini pernah mengalami hal mengerikan seperti itu. matanya terlihat berkaca-kaca. Kyuhyun yang melirik hani kini kembali mengerutkan keningnya untuk kesekian kalinya.

“oh begitu” ucapnya mengangguk. Dia menahan nafasnya yang tercekat. Ahn heeyeon, berbuat baiklah padanya, dia mungkin punya alasan kenapa jadi sedingin itu, batinnya. “kau pasti laparkan? ayo sarapan” hani mengajak suaminya itu dengan ramah.

“oke” kembali kyuhyun menjawab hani dengan dingin. Membuat mood hani kembali jelek. Sesaat kemudian hani sudah kembali ketus lagi pada kyuhyun. hani ingin berdamai namun sepertinya Tuhan berkehendak lain.

Keduanya duduk saling berhadapan namun hanya ada makanan untuk kyuhyun di atas meja.

“bibi jung, ajari aku lagi ya?” pinta hani pada bibi jung. Hani membuka lagi halaman-halaman sebuah buku yang dibuat khusus untuk mengenal keluarga hani, kyuhyun dan pembantu dirumah mereka.

Kyuhyun memperhatikan menunya pagi ini, terlihat aneh baginya megingat ini disediakan oleh orang yang seumur hidupnya mengerti dirinya, “bibi, sejak aku lahir kau selalu membuatkan makan untukku, tidakkah menu hari ini terasa aneh?” protesnya.

Bibi jung dan hani seketika menoleh pada kyuhyun, “aku yang menyuruhnya, aneh atau tidak itu urusanmu, bukan urusan bibi jung, apalagi urusanku” jawab hani ketus. Bibi jung dan pelayan lain disana kaget mendengarnya. Baru kali ini ada yang melawan kyuhyun terang-terangan.

Kyuhyun menganga, sepertinya hanya pada kyuhyun lah hani pertama kali terdengar ketus. “apa menurutmu ini makanan? Hanya ada rerumputan dipiring ini” dia tetap menolak memakannya.

“ada daging tuna juga disitu, dan itu makanan sehat” hani memberikan argumen yang cukup valid.

Kyuhyun menghentakkan sendok dan garpunya ke atas meja, dia menggeleng, “lebih baik aku pesan pizza saja sekarang” ucap kyuhyun.

“cih, cepat sekali menyerahnya” sindir hani.

“apa maksudmu?” jiwa setan kyuhyun sepertinya bangkit kembali. Dia membentak hani cukup kuat. Pelayan disana mulai takut terjadi perang dirumah baru.

“hm, tidak…” hani merasa menang kali ini, ‘ahn heeyeon, kau keterlaluan, masa harus menjatuhkan suamimu sendiri di depan pembantunya’, tiba-tiba saja rasa tidak enak menghinggapi diri hani, “akan ku tunjukkan bagaimana cara memakannya agar terasa enak” ucap hani semangat.

Ya ekspresinya berubah lagi. Hani punya mood yang sangat mudah berubah-ubah. Kyuhyun sepertinya menurunkan amarahnya dan memperhatikan tangan hani yang lincah.

“aaa” ucap hani sambil memberikan sendok berisi sayur, daging dan saus itu tepat dihadapan kyuhyun, kyuhyun mengerjitkan matanya pertanda bingung dengan sikap hani.

“aaa” ucap hani lagi. Kini pelayan yang melihat hanya senyam-senyum sendiri. Bibi jung memberi kode untuk mereka agar pergi dari sana begitu juga bibi jung sendiri. Kyuhyun akhirnya membuka mulutnya, dicobanya mengunyah makanan yang dia rasa langsung bisa membuatnya sekarat. Dan, enak. Sausnya yang membuat enak. Kembali kyuhyun mengedutkan keningnya.

“bagaimana bisa enak?” tanya kyuhyun yang masih mengunyah makanan itu dengan lahap.

“aku punya resep rahasia” bisik hani dengan memainkan alisnya. Dia berlagak sekarang. Kembali disuapinya suaminya yang masih terkesima dengan rasa yang menempel di lidahnya sekarang hingga semuanya habis.

“maaf, tuan dan nona” kepala pelayan lee mengagetkan keduanya, “kamar yang ditempati nona hani akan kembali dialih fungsikan sebagai kamar tamu. Barang-barang dari kamar nona hani akan diletakkan ke kamar tuan kyuhyun.

‘deg’ kedua pasang mata itu membulat secara tiba-tiba. Itu artinya mereka mulai nanti malam akan tidur bersama. Bibir mereka terlalu kaku untuk mengucapkan sesuatu sekarang.

“ada yang ingin ditanyakan?” tanya kepala lee yang berperawakan tua dengan rambut yang tinggal beberapa helai dan menggunakan kaca mata itu dengan elegan.

Hani teringat sesuatu, “ah! Bisakah ruangan wardrobe berada di sebelah kamar utama? Atau direnovasi, terlalu jauh kalau harus mengganti pakaian dan mengambilnya keruangan yang sekarang” pinta hani.

“anda kan bisa menyuruh pelayan nona” kepala lee memberi alasan yang tegas.

“apa kau mau melihat pakaian dalamku? Atau pakaian dalam suamiku?” ucap hani dengan ekspresi mengerikan.

Tiba-tiba kepala lee jadi gugup mendengarnya, “bu..bukan seperti itu” ucapnya terbata. Kyuhyun terkesima melihat hani yang sepertinya bisa mengendalikan fikiran orang lain.

Hani kembali mengubah ekspresinya, kali ini dia memasang wajah manja, “maka dari itu, aku mohon, ya?” pintanya lagi.

ne~ akan dilaksanakan” ucapnya. Masih dengan keadaan gugup dia langsung pergi dari sana.

Kembali keadaan berubah menjadi hening. Tak ada interaksi apapun dari kedua insan yang duduk saling berhadapan ini. Wajah lelah hani muncul. Sepertinya dia masih jetlag dan sekarang sangat mengantuk.

“dimana aku akan tidur sekarang” gumamnya pelan namun kyuhyun masih bisa mendengarnya. “dikamar euijin saja sepertinya asik juga” gumamnya lagi.

“kenapa tidur dikamar pembantu?” tanya kyuhyun dengan nada yang cukup arogan. Dia sebenarnya lebih ingin agar hani tidur dikamarnya. Tidak nyaman tidur dikamar pembantu karena ruangannya lebih kecil.

“agar kau bisa menggendongku dan memindahkan menuju kamarmu” ucap hani dengan gaya menggodanya. Tentu saja dia sedang bercanda sekarang, namun hal ini ditanggap lain oleh kyuhyun. Dia sangat serius dan memasukkannya ke otak. Hani berjalan menuju bagian kamar pembantu dan meninggalkan kyuhyun yang masih duduk disana.

***to be continued***

ah! akhirnya kesampean deh bikin ff kyuhyun – hani yang temanya AU🙂 oh ya, ini ff juga mau dibawa kemana juga ga ngerti, pokoknya mah ini tentang hidup kyuhyun sama hani aja gitu. ANW, thanks buat yang udah baca🙂 maaf lama ngelarin The Albums, at least udah kelar ya sekarang. Doa’in aja WGM sama Lovely Life bisa fast progress yup🙂

footer

Entry filed under: Big Bang, Chaptered, Comedy, Drama, EXID, Family, FanFiction, Indonesia, Life, PG, Romance, Super Junior. Tags: , , , , , , , , , , , .

[FF][Series] We Got Married? (1) [FF] Lovely Life – Chapter 2

4 Comments Add your own

  • 1. BubbleGeum  |  May 30, 2015 at 3:02 PM

    Akhirnya nemu juga ff baru yang bagus 😂 tapi bukan berarti yang lainnya jelek. Cuma gatau knapa aku kaya udah kecantol sama ff ini.. Aku nemuin sesuatu yang baru wkwk xD
    Menarik ceritanya 😍 polos polos gitu lucu wkwkwk 😁
    Salam kenal juga author-nim.. Saya mungkin reader baru disini ^^
    Dan semangat buat lanjutin nulisnya ya.. Ditunggu chap selanjutnya 😘 fighting!!

    Reply
    • 2. Mieyonn (미언)  |  May 31, 2015 at 10:00 PM

      Happy birthday ya🙂 wish you all the best!!
      Wah, makasih ya udah kecantol sama ff gajelas ini *lem cantolannya biar nyantol terus* #yaapaan ._.v
      Salam kenal juga ^^)/ selamat datang di blog ini~
      Yosh!! Fighting!! Fighting!! *semangat nulis membara*
      Anyway kebeneran, baru buka blog pas mau posting nih, chapter 2 update😉

      Reply
  • 3. BubbleGeum  |  May 30, 2015 at 3:05 PM

    Dipostnya pas hari ultahku lagi wkwkwk special kan 😜😝

    Reply
  • 4. Just Me  |  May 30, 2016 at 2:06 AM

    Ceritanya menarik. Jarang nemuin yg castnya Hani, apalagi dipasangin ama Kyu. Hahaha rasanya pikiran mereka selalu berlawanan dengan maksud yg sebenarnya. Semoga mereka bisa segera saling memahami makna dari sikap dan tutur kata masing-masing deh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

May 2015
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: