100 Days of Love [Last Part]

July 21, 2013 at 2:00 PM Leave a comment

Title     : 100 Days of Love

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family, Life

Rating:  AG (All Age) / T

Cast     :  Park Chanyeol (EXO-K), Kim Nara (OC)

Type    : Chaptered

When all the love songs become sad break up songs

I will listen as I think of you. I confess inside my heart

I will remember. When I think back to the stories we shared

Where would we each be?

Will we be in different relationships, as we forget about each other

CHANYEOL

be a good man, because you will be a father someday, chanyeol-ssi

kalimat itu terus memenuhi pikiranku beberapa hari ini.

 

“Chanyeol….” panggil Baekhyun dan ia menyuruhku mendekat ke arahnya “cepat!!”

“ada apa?” tanyaku datar dan Baekhyun mengarahkan pandangannya ke lapangan

“Nara begitu tertekan….” ujarnya  sambil mendekati kaca gedung “Seohyun mencoba membuatnya tersenyum. tapi si bodoh malah menangis di depan Nara, dan malah Nara yang selalu membuatnya tersenyum”

aku terus memandang Nara dari atas. senyuman khas itu, sudah tidak ada. hanya untuk Jo seorang

“kau tahu lagu ini??” *9th street – nothing said*

 

Maldo obshi sarangeul algae hago

Maldo obshi sarangeul naegae jugo

Sumgeol hana jo cha nol dam gaehae no kho

Ee rokhae do mang ga ni ka

 

“…” ku dengarkan baik-baik lagu yang keluar dari ponsel Baekhyun, “ballad?” ia mengangguk

“aku mengirim lagu ini dari the most played di ponsel Nara” ujarnya sambil terus menatap Seohyun dan Nara, “menyesakkan”

”…”

“sikap apa yang kau akan ambil??”

“aku belum thau”

“kau harus benar-benar berusaha…”

“berusaha?”

“aku tahu kau sangat mencintai Nara dari dulu dan sebaiknya….”

 

tiba-tiba suara Baekhyun tidak terdengar lagi. telingaku benar-benar tertutup dan lagu itu benar-benar terngiang di telingaku. Nara, aku tidak becus menjaga Jo. maafkan aku. apakah setelah ini kau akan menbenciku dan tidak mau menemuiku?

 

*Perjalanan Pulang*

“kau baik-baik saja” tanyaku pada Nara yang sibuk dengan ponselnya

“lihat… photo Jo banyak sekali di ponselku” Nara menunjukkan koleksi photo Jo

“Nara….”

“Chanyeol, jika suatu saat kau benar-benar jadi appa. kau harus mengajarkan anakmu dengan baik” anak? maksudnya

“…”

“jangan sampai ia hilang dari pengawasanmu. jangan sampai kejadian Jo terulang lagi” ujarnya sampai meneteskan air mata, “jaga anakmu dengan baik”

“aku appa yang bodoh ya…”

“tidak. kita sudah mencoba jadi orangtua yang baik. tapi mungkin, belum cukup baik untuk Jo” ia menghapus air matanya dan mencoba tersenyum

“lihat photo Jo” aku menyabet ponsel Nara dan tersenyum sendiri melihat gaya Jo saat di photo “posenya bagus juga”

“lihat yang ini. dia sangat berbakat jadi ulzzang. ahahaha”

“ah benar. hmm, ini juga. wah tampannya menurun” ujarku bangga dan akhirnya aku dapat melihat Nara tersenyum. ya, teruslah tersenyum Nara. walaupun aku tau hatimu hancur. setidaknya aku mengerti, kasih sayang seorang ibu memang beginilah adanya. kasih sayang ibu memang sepanjang masa

 

sudah 2 minggu Jo pergi dari hidup kami. kami sudah berusaha mencarinya, dan saat itu juga ketahuan orangtua kami. mereka langsung mengultimatum kami keras, jika kami melanggar dan tetap mencari Jo, appa kami akan berbuat hal yang bahkan kami tak bisa bayangkan

“bukankah harusnya kau senang tak ada Jo?” ujar Baekhyun dan wajah datarnya. aku tak tahu sifat siapa yang diturunkan kepadanya padahal noona dan kedua orangtuanya begitu ramah “heh! apa yang kau pikirkan?!”

“ah aniya”

“meja itu awalnya ingin ku pindahkan” Baekhyun menunjuk meja kecil milik Jo dan membuatku mengingat Jo

“………”

“tapi entah kenapa, aku punya firasat ia akan menempati meja itu lagi”

“ah prakiraanmu selalu meleset” ujar Nara bergabung dalam obrolan kami “jangan berfirasat itu. appa, tidak mungkin mengembalikan Jo pada kami lagi”

“aku hanya tak mau meja itu dipindahkan, atau sekedar di geser dari tempat semula!”

“…”

“jangan berani-beraninya memindahkan meja itu” ujarnya keras dan kami hanya mengangguk

“terserahmu saja Bacon” jawabku santai, dan Nara terus saja tersenyum. hei bodoh! jika sedih menangislah, jangan tersenyum! senyummu saat ini menandakan hatimu sakit berkali-kali lipat, Nara

 

**Few Weeks Later**

NARA

‘eomma.. kemari’

‘ayo main’

‘eomma, aku mau jajan’

‘eomma, ayo kesana;

‘lihat eomma. Bagus ya’

‘itu apa?’

‘i love you’

‘eomma…’

‘eomma…’

 

kalimat itu terus terngiang di kepalaku sejak aku, Chanyeol, dan Jo tidak bersama lagi. Chanyeol benar-benar dilarang bertemu denganku. lalu Jo? Aku tak tahu ia dimana saat ini. aku seorang calon ibu yang gagal. maafkan aku, Jo

“Nara, ayo makan…” suara eomma menyeruak dari dapur dan membuyarkan total lamunanku

“nee~” aku berjalan dengan malas ke meja makan. melihat appa dan eomma, rasanya ingin marah. tapi tak mungkin

 

disetiap sudut rumah ini, aku selalu melihat senyuman Jo. tak peduli seberapa kuat inginku menutupnya, ternyata semua malah semakin terbuka. Tak inginkah kau memberikanku kesempatan kedua? Hey Hyunjo?

 

“kau sakit?” tanya appa dengan suara khawatir, lalu aku menggeleng pelan, “yakin? kau lebih kurus. ia makan dengan baik kan?” tanya appa pada eomma dan mereka berbicara di pojok ruangan. raut khawatir, marah, sedih terlihat jelas di wajah appa.

“aku selesai” aku langsung bangkit dari meja dan berlari keluar rumah. nafsu makanku hilang

 

Jo, kau dimana?

bukankah kau hapal nomor ponselku?

kenapa tidak menghubungiku?

kau tidak merindukanku?

 

*TAMAN*

“kenapa aku kesini?” setelah berjam-jalan berjalan tanpa arah. kini tanpa sadar, kakiku melangkah ke taman.

 

i missing you so much, HyunJo.

i feel so desperate because i can see you no more.

Can you comeback to me?

 

“Nara…” that deep voice….

“…”

“ternyata benar kau” ujar Chanyeol. Ia duduk di sampingku

“hei…”

“hampir 1 minggu tidak bertemu, kenapa kau jadi kurus begini?”

“…”

“tidak sekolah juga….”

“Chanyeol….” aku memeluknya erat. aku takut, aku bingung. semuanya tampak…

“Nara” ia membelai rambutku sama seperti Jo

aku menepis tangannya, “jangan begitu”

“ada apa?? apa aku melakukan salah?”

“tidak” ujarku pelan, “hanya saja, jangan memainkan rambutku seperti tadi”

“memangnya kenapa?”

“Jo sering melakukannya”

“nee, arasseo”

“chanyeol”

“hmm?”

“aku… aku rindu Jo….” tangisku kembali pecah. aku tidak kuat! Chanyeol hanya diam memelukku. karena hanya diam yang bisa dilakukan

“ayo kita cari Jo…” ujarku parau

“kemana?”

“kemana saja. bukankah kita punya photo? sebarkan!”

“Nara, kita-”

“kita minta tolong polisi Seoul atau dimana saja”

“tapi-”

“kirmkan photo Jo ke setiap panti asuhan”

“Kim Nara…”

“kita perbanyak, lalu sewa orang untuk menempel”

“dengarkan aku-”

“minta bantuan Baekhyun dan Seohyun untuk…..”

 

“NARA!! DENGARKAN AKU!!” chanyeol membentakku keras dan membuatku kaget, “tidak boleh, Nara….” dan aku langsung sadar kalau aku tak boleh melakukan itu. jika kami nekat, kami tidak tahu apa yang akan orangtua kami lakukan dengan Jo, “maaf aku ayah yang gagal”

“kita tidak becus menjaganya….” ujarku datar, lalu chanyeol memalingkan wajahnya, “Park Hyunjo… kita kehilangan dia, bukan??”

“kau diam. Artinya ya” aku berjalan menjauhi Chanyeol. yang ada di otakku sekarang hanya Jo, Jo, dan Jo

“mau kemana Nara?” Chanyeol menarikku

“berjalan, mengitari taman ini” aku melihat tangan kiriku yang biasa digenggam Jo jika berjalan-jalan “sekarang tangan ini…. kosong”

“sudahlah Nara. mau sampai kapan kau begitu?”

“aku hanya butuh waktu. biarkan aku sendiri ya”

 

ia tidak menjawab kalimatku dan memilih memalingkan tubuhnya. aku tahu, kau yang paling tertekan dengan kepergian Jo. tapi aku ibunya, aku merasakan sakit yang sama. walaupun aku tidak mengandung dan melahirkannya. tapi…

 

Chanyeol berlari dan memelukku, “aku tidak mau kehilanganmu lagi!!!”

“maksudmu?”

“aku sudah pernah kehilanganmu, dan membuatmu membenciku bertahun-tahun. tapi…”

“tapi?”

“aku tidak mau hal itu terjadi” ia meneteskan air mata. seorang Chanyeol? menangis?

“ada apa denganmu? jangan menangis sambil bicara. Suaramu tidak cocok”

“aku sudah kehilangan Jo, dan aku hanya diam. kali ini tidak! aku tidak mau kehilanganmu meskipun appa melarangku”

“Chanyeol…” aku memeluknya, “terima kasih kau masih disini. aku juga tidak mau kehilanganmu”

“maafkan aku. aku tidak mengerti kesedihanmu…”

“aku rindu Jo…”

“kita eomma dan appa yang jahat”

“………..”

 

kami merasa sangat terpukul. ternyata, menjadi seorang ayah dan ibu begitu sulit. kerap diliputi rasa khawatir yang terkadang berlebihan mengenai anaknya. tapi itu wajar, dan sekarang, kami merasa tak bisa merasakan hal itu. no more Jo in our life. missing you, my son.

 

“eomma!!!”

“appa!!!”

“Chanyeol, aku merasa suara Jo menggema di telingaku”

“aku juga. ternyata rasa rindu padanya membuat suara itu…”

 

“eomma!! appa!!”

kami saling menatap karena merasa mendengar suara yang benar-benar….

 

“eomma… appa….”

suara itu lagi dan sekarang kami jadi takut

 

“si.. siapa sih?” Chanyeol mengedarkan pandangannya kesegala arah, “jadi horor ya?”

“aku… mendengar dengan jelas suara itu”

“Nara… mungkin otak kita konslet…” ujar Chanyeol sambil memegang kepalanya sendiri. Sudahlah, otaknya yang konslet

 

“mungkin iya” ujarku pasrah, “mungkin juga tidak…” imbuhku saat melihat sesosok malaikat kecil di hadapanku

“apanya yang ti-”

“apa itu nyata?” ujarku

“nyata.. nyata…” ujarnya semangat. kami tersenyum melihat malaikat kecil itu berlari ke arah kami “dia nyata!!!!”

 

“appa!!! eomma!!!”

 

“JO-YA!!!!”

“HYUNJO!!”

 

Jo melompat ke arah kami. ia menangis hebat dipelukanku, begitu juga aku “jeongmal bogoshipoyo!!!”

 

“eomma sangat rindu padamu Jo”

“appa juga… kau kemana??”

 

ia tersenyum lalu menghapus air matanya dan kembali memeluk kami “bersama mereka….” ujarnya menunjuk…

 

“astaga tuhan!!!” ujarku dan Chanyeol bersamaan saat melihat orangtua kami dan Suho oppa berjalan berdampingan kemari

“chanyeol.. mataku buram tidak?” ujarku berbisik

“tidak. kalau aku?” lalu aku menggeleng, “Nara, mereka??”

 

“eomma, appa, ada apa??” ujar Jo sambil terus menarik jaketku

“Jo mengenal mereka?” tanyaku dan Jo tersenyum

“aku bersama mereka, eomma”

“jadi tidak ke panti asuhan?”

“jerman itu apa sih, appa??”

“hee?”

 

“dia… selama sebulan, kami yang merawatnya” ujar Chanyeol eomma. Rasanya sudah lama sekali tidak bertemu

“tidak kurang 1 helai rambut pun kan??” imbuh eommaku sambil menggandeng appa

 

“kalian benar-benar seperti keluarga ya” imbuh Suho oppa sambil memperlihatkan smirk terbaiknya, “good job”

“ha?” Chanyeol bingung, aku bingung. Kami sangat bingung.

“Jo anak yang sangat cerdas” imbuh Suho oppa sambil melirik ke arah Jo “dia sangat cepat merespon semua pelajaran”

“………..”

“kalian mengajarinya sangat baik setelah ia bersama kalian”

 

“oppa, jadi kau tahu?”

“hyung…..”

 

“tentu saja~ aku yang mengajarinya banyak sekali kalimat manis dan kelakuan kalian” ujar Suho oppa sambil menaik turunkan alisnya, “benar kan Jo?”

“nee ahjussi~”

 

hal yang membuat kami kaget bukan itu saja, tapi sepasang orangtua yang….

“Chanyeol…” aku menyikut Chanyeol dan ia langsung diam

“tunggu~” Chanyeol mundur beberapa langkah dari mereka, “bukankah kalian….”

 

“oh kami? Sudah tidak apa-apa” ujar Jungsoo ahjussi, Chanyeol appa.

“kami sudah berbaikan hampir 2 tahun yang lalu” ujar Gyuri ahjumma, eommanya Chanyeol “tapi kalian…”

“kalian malah terlihat bermusuhan jauh lebih parah dari kami” imbuh eomma dengan suara parau “kami menyesal memisahkan kalian”

“berulang kali kami berpikir bagaimana kalian bisa kembali seperti dulu”

“jadi rencana kami adalah, menggunakan Jo” ujar appa dengan tegas dan kami bingung

 

“Jo? digunakan? untuk apa?” tanya Chanyeol dengan wajah yang terlihat kurang bersahabat

“hentikan tatapan itu…” ujar jungsoo ahjussi,  dan Chanyeol memalingkan wajahnya ke arahku

“kami mencari seorang anak kecil yang sikap dan sifat mirip kalian”

“percayalah, butuh waktu lama mencarinya. kami menemukan Jo di panti asuhan di Jeju. jauh bukan?” ujar appa ku dengan wajah datarnya, “kami bergilir mengajarkannya banyak hal tentang kalian berdua. membuatnya benar-benar memiliki sikap dan sifat seperti kalian”

“dan mendoktrinnya bahwa ia bernama Park Hyunjo, anak dari Kim Nara dan Park Chanyeol” ujar jungsoo ahjussi, dan langsung membuat kami syok bukan main. anak sekecil ini??

 

“appa, eomma, mendoktrin itu apa?” tanya Jo dengan wajah lugunya, dan aku syok. masih ada Jo disini

“Nara sumpal telinganya dengan lagu” perintah Chanyeol, dan aku membawa Jo menjauhi mereka

 

Aku mendudukannya di bangku, “kemana eomma??”

“Jo, kau disini dan dengarkan lagu saja ya” aku langsung memakaikan headset ke telinganya. tapi ia malah melepasnya dengan cepat

“Jo dengarkan eomma. setelah ini kita jalan-jalan. arasseo” imbuh Chanyeol dan Jo mengangguk

“nee. aku mau dengarkan musik” ia menyetel musiknya sendiri dan terus tersenyum menatapku

 

“uri Nara sudah jadi eomma yang baik”

“uri Chanyeol juga. kalian sudah berhasil mendidiknya”

 

“siapa anak itu sebenarnya?” tanya Chanyeol, dan seketika jantungku berdetak hebat

“anak itu, bernama Goo Hyunjo. ia di panti asuhan sejak umur 1 tahun. orangtuanya, meninggal karena kecelakaan. dia sebatang kara”

 

*DEG*

aku syok mendengar latarbelakang Jo, “ia tidak tau apa-apa?” tanyaku dengan suara parau, namun genggaman Chanyeol membuatku sedikit tenang

“tidak” appa menggeleng, “ia belum tau apa-apa”

 

“di umurnya yang ke 2,5 tahun, kami datang dan mengatakan tentang kalian” ujar Jungsoo ahjussi, “Nara dan Chanyeol adalah orangtuanya. Park Hyunjo adalah namanya. Seoul adalah kota ia dilahirkan. dan sebagainya. kami membuat ia benar-benar yakin bahwa kalian orangtuanya”

 

“appa!!!!” Chanyeol berteriak dan membuat kami syok “kalian keterlaluan!!”

“ssstt… Chanyeol” aku menyikut lengannya

“andaikan kami tetap mengacuhkan Jo di saat ia datang? apa kalian pikirkan hatinya??” teriak Chanyeol dengan wajah marah

kalimat Chanyeol membuatku sadar bahwa Jo masih sangat rapuh. Ya Chanyeol benar. Terlebih di saat itu kami masih benar-benar bermusuhan dan selalu saja berkelahi seperti petinju.

“bagaimana jika kami tidak bisa akur untuk menjaga Jo?”

“…”

“bagaimana jika Jo terpukul melihat kami selalu ribut?”

“Chanyeol…” aku mengeratkan genggamanku

“BAGAIMANA JIKA JO MEMBENCI KAMI!!!!” teriaknya kasar dan membuat orangtua kami menunduk, dan hebatnya, termasuk appaku, Jongwoon. jadi selama mendoktrin Jo, mereka tidak berpikir kesana?

“KAMI YANG BAHKAN MENGURUS DIRI TIDAK BECUS! KAMI YANG BAHKAN BELUM DEWASA DALAM BERPIKIR. APALAGI MENJAGA…”

 

“aku tidak membenci appa dan eomma kok” ujar Jo tiba-tiba menggenggam tanganku dan Chanyeol, dan membuat kami semua syok menatapnya

“Jo…” aku cepat-cepat menggendongnya langsung, “kenapa dilepas?”

“suara appa besaaaar, sekali. terdengar tahu!!” ujarnya menggerutu, “jangan kasar pada harabojie dan haramonie” ujarnya mencubit pipi Chanyeol

“he?”

“kan kata appa dan eomma, kita harus saling menghargai. apalagi untuk orang yang lebih tua dari kita”

“…”

 

“Jo sayang pada harabojie dan haramonie??”

“tentu saja. Jo sayang kalian semuanya. appa, eomma juga”

aku menangis sambil memeluknya

“eomma… saranghanda. jebal ullijima eomma” ujarnya, “appa do saranghaeyo”

 

“maafkan kami Nara, Chanyeol”

“menyakiti Jo, bukan ingin kami”

“tujuan kami mendamaikan kalian memang berhasil. namun kami tidak memikirkan perasaan Jo” ujar eomma sambil membelai kepala Jo

“benar. kami sangat salah” imbuh appa “mianhaeyo Jo”

“maukah kau memaafkan kami, Jo?”

 

Jo meminta turun dari gendonganku dan memeluk jungsoo ahjussi, “Jo sayang sekali pada harabojie dan haramonie”

“geurae.. haramonie” eomma mencium Jo

“memiliki cucu sepertinya tak buruk” ujar appa dengan wajah datar. aku tidak mengerti mengapa appaku sedikit rigid untuk tersenyum. Appaku, Jongwoon, yang sangat aneh jika bersikap seperti ini

 

“kita bagaimana?” bisik Chanyeol

“apanya?”

“masih tak paham?” ia merangkulku dan tersenyum

“haha, kau aneh”

 

“appa… eomma….” Jo kembali ke kami dan tertawa, “aku punya banyak sekali permen, mau?” ia menawarkan sebungkus permen. permen yang sama

“ia mirip denganmu ya Nara, suka sekali permen”

“ya sangat mirip dengan kelakuanmu juga”

 

‘mirip? sama’

 

“ah!! DNA itu?” ujar kami bersamaan. Mendadak kami ingta masalah DNA itu

“ah iya. bagaimana bisa??” imbuhku

“biasa… trik kami mencampurkan darah kalian di sampel. hahaha” ujar appa dengan bangga. Hey appa ku bisa bersikpa sangat aneh. Mukjizat sekali

 

Aku memutar bola mataku, “melakukan trik??”

“jadi orang rumah sakit itu benar-benar di bodohi. hahaha”

“darah yang diambil itu, bukan murni milik Jo. bukan juga milik kalian bedua” imbuh Suho oppa “tapi campuran kalian bertiga di tambah sedikit pelarut”

“…”

“jika seperti itu, otomatis itu akan terlihat DNA Jo cocok sekitar 90% dengan kalian” imbuhnya lagi dan membuat kami tercengang atas kepintarannya

 

“pantas saja!!!”

“tapi jadi 98%. errghh!!”

“ku rasa tanpa darah, Jo tetap anak kami ya??”

“nee~”

 

*jiiiiit*

para appa dan eomma memandang kami tajam dan menarik pelan Jo dari kami, “mwosum marieyo??”

 

“harabojie… kenapa aku ditarik?” gerutu Jo

“tunggu sampai mereka lulus sekolah” ujar appa dan kami berdua bingung

“maksudnya?”

“setelah lulus, lalu bertunangan, lalu cari universitas, lalu Jo boleh tinggal bersama mereka” eomma mencubit pipi Jo “paham?”

“…”

“hey bodoh, dengar tidak? hahaha” Suho oppa mengangkat ibu jarinya dan tertawa

 

“jadi kalian mengizinkan kami….”

“tentu saja…”

“jinjjayo??”

“nee, pasti”

“kalau tidak diizinkan anakku bisa pergi entah kemana!” ujar Jungsoo ahjussi melirik ke Chanyeol

“appa….”

 

“eomma… appa….” Jo berlari ke arah kami, “kalian tidak akan pergi lagi kan?”

“tentu saja mereka harus pergi” ujar appa dengan wajah datar dan membuat kami syok

“appa…..”

“pergi untuk sekolah dengan baik” imbuh appa sambil menaik-turunkan alisnya “Jo butuh penghidupan yang layak lho”

“ah geurae!!!”

 

“appa!!!” aku berlari memeluk appa, “terima kasih! terima kasih”

“iya, paham”

“ahjussi, gomawoyo. aku janji akan menjaga mereka berdua”

“panggil appa boleh juga” ujar appa dengan wajah rigidnya. Mungkin kau akan tertaa melihat wajah datar appaku. Tapi bagaimanapun, Jongwoon appa yang terbaik

 

‘appa….’

 

Tuhan apakah ini mimpi?

mimpi pemberianmu sangat indah

Tuhan bisakah terus menjaga kami

menjaga dari orang yang ingin memisahkan kami?

 

**3 Months Later**

CHANYEOL

kini setiap hari aku bisa bersama Nara. menjemputnya ke sekolah dan pulang bersamanya.

hanya saja…

 

**SEKOLAH**

“kepalaku.. aaaaa!!!” teriak Baekhyun

“Baekhyun jangan berisik” tegur Seohyun dengan suara halusnya

 

Nara terlihat murung akhir-akhir ini. memang sih tidak menangis. tapi itu malah aneh, “ada apa Nara?” aku mencium kening Nara. kening? ya, sudah membuat kesepakatan. kami akan seperti ini. berpacaran dulu juga tidak buruk. Saling mengoreksi diri sendiri

“rindu Jo. sudah hampir 1 bulan tidak bertemu” ujarnya dengan wajah memelas, “errghh….”

“Suho hyung sedang mengajarinya”

“kenapa harus ke Jepang!”

“disana pendidikan pra sekolah sempurna, Nara”

“aigoo~ Jo….”

“sabar ya Nara…”

“apa kau tak rindu padanya?”

“Kim Nara!! aku appanya, tentu rindu”

“ah iya… tapi rindu seorang eomma lebih dalam. aaghh” gerutu Nara sambil mengacak-acak rambutnya. kasihan juga sih kalau dia begitu

 

“kapan Jo kesini” tanya temanku

“kami rindu padanya!!!” imbuh yang lainnya

“sudah janji akan membawanya kan??”

“aku sudah membeli buku cerita yang baru. bawa ia kesini Chanyeol”

“aku sudah belajar membuat panekuk permintaannya”

 

“mereka ini!! seenaknya saja menyuruhku untuk membawa Jo. kalian kira aku dan chanyeol bisa bertemu??” gumam Nara dengan wajah ketusnya. benar-benar gadis unik

 

“appa!!!”

“eomma!!!”

 

“JO!!!…..” suara Jo menggema di kelasku dan membuat heboh seketika

 

“kyaaa~”

“uri Jo dorawa!!”

“Jo, bogoshipo”

 

Nara ingin berlari ke arah Jo tapi kalah oleh mereka. mereka antusias bertemu dengan anakku!! lucunya wajah bodoh Nara~

 

“Park HyunJo!!!!” Nara berteriak sekuat tenaga dan membuat kami semua sukses menutup rapat telinga kami, “kemari sekarang!!!” dengan sigap Jo sudah di depan Nara dengan wajah, hmm, bodoh~

“nee!!!”

“tidak rindu appa dan eomma??”

“rindu!!!”

“kenapa tidak memeluk kami?”

“appa!! eomma!!!”

 

aku, Nara, dan jo berpelukan erat. ah rindunya seperti ini. Nara memiliki suara yang benar-benar bazoka dan membuat Jo bertekuk lutut atas suara itu. hahaha. namun aku sangat bangga padanya. Mungkin jika suatu saat nanti akumenikah dengannya, dan kami benar-benar memiliki anak, ia akan menjaga anak kai dengan baik. mungkin Jo bisa membantu menjaga adiknya. Namun aku harus berlatih. Berlatih agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. belum tentu jika hal itu terjadi lagi, hanya ada candaan karena untuk memberikan kejutan seperti dulu. Sudahlah, hahaha. kami masih butuh memperbaiki diri sendiri

 

“Chanyeol!! boleh gantian tidak memeluknya??” gerutu Seohyun sambil menggeret seragamku, ah tidak. wajahnya sungguh mengesalkan

“aku.. juga.. rindu..!!! kemarikan Jo!” imbuh Baekhyun dengan wajah menyeramkan. kami melepaskan Jo dan dengan cepat ia berlari ke arah Baekhyun dan Seohyun. Seperti anak kucing yang melihat makan siangnya. Sangat lucu

butuh beberapa bulan lagi, aku akan selalu mendengar kicauan Jo memanggilku appa dan merasakan pelukan hangat Nara setiap hari. eventough it’s very tough, but we’re sure that we’re more than family

 

 

THE END  :)

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Life, Romance, T. Tags: , , , , , .

THE REASON [UNTOLD – Part 4] Always n Forever -part 1-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

July 2013
M T W T F S S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: