100 Days of Love [Part 3]

July 18, 2013 at 6:00 PM Leave a comment

Title     : 100 Days of Love

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family, Life

Rating:  AG (All Age) / T

Cast     :  Park Chanyeol (EXO-K), Kim Nara (OC)

Type    : Chaptered

Can I believe it If it’s a dream.

I won’t be hurting this much
While hugging the whitely lit you
If everything stopped like this

An instant Heart Attack This time’s end
The world overpowering me The most entrancing feeling’s Heart Attack
Even if my breathe stops, you’re so close, that I like it

(HEART ATTACK – EXO)

AUTHOR

Nara berlari tunggang langgang ke arah Chanyeol, “Chan.. Chanyeol!!!”

“ada apa??” Chanyeol panik seraya merengkuh wajah Nara

“eomma.. eomma dan appa pulang!!”

“ha?”

“mobil mereka.. ada di rumah”

 

“haaah?”

“kyaaa~”

“YAA!! mengapa kalian yang berteriak histeris!!” Chanyeol menatap sinis mereka. Nara yang sangat panik mulai membuat Jo ketakutan. Jo terus berdiri di samping Chanyeol sambil terus memeluk kaki jejang Chanyeol

Nara mulai menangis dan menarik Jo, “sekarang bagaimana??”

“ini terlalu mendadak”

“katakan… bagaimana…” Nara menangis sambil memeluk Jo

“eomma kenapa menangis” Jo merangkul Nara dan ikut menangis, “ullijima jebal, eomma”

 

“Jo ikut aku dulu ya” Seohyun membujuk Jo. namun Jo menggeleng dan mengeratkan pelukannya pada Nara, “tak mau belajar lagi?”

Jo diam menatap eommanya –Nara- yang terus saja memandang appanya -Chanyeol-. Jo anak yang cerdas dan suka sekali belajar. Hanya ini jalan satu-satunya untuk mengajak Jo menjauh dari percakapan ini

“nanti kita belajar matematika. dan kita akan ke lab. bagaimana?” imbuh Baekhyun, dan Jo langsung berlari ke Baekhyun dengan senang, “good boy. kajja” Baekhyun dan Seohyun menggandeng Jo menuju kelas

 

“kami akan di kelas, jika sudah siap dengan semua, hubungi Seo. Kami akan membawa Jo kepada kalian” ujar Baekhyun, lalu mereka bertiga pergi ke kelas

 

“mengapa kau tak bisa menahan tangis dari dulu?” Chanyeol memeluk Nara

“setidaknya selama bertahun-tahun aku tidak menangis”

“…”

“Jo bagaimana…”

“kita hadapi bersama”

“mana mungkin!! sejak saat itu… mereka… mereka saling membenci bukan??”

“itu-”

“bahkan kalian pergi dan-”

“Nara…”

“chanyeol, uri ga eottohkkae??”

Nara dan Chanyeol sebenarnya sahabat sejak kecil. namun karena kesalahpaham orangtua mereka, mereka dilarang bersahabat. dan sejak saat itu mereka mulai saling membenci tanpa alasan. Keluarga Chanyeol pun pindah dari rumah yang lama yang bersebelahan dengan rumah Nara. mereka tidak pernah bertemu, hingga di sekolah itu merek bertemu. walaupun di lubuk hati mereka paling dalam, mereka saling merindukan

 

NARA

**HOME**

aku mendekat ke arah mereka yang sekarang sedang memandangku dengan penuh kemarahan. mungkin. Karena mereka sudah menyusuri seluruh rumah dan melihat semuanya. Aku takut hal buruk akan terjadi. Entahlah, hanya aku khawatir, “eomma, appa?”

“siapa anak itu?” eomma mendekat ke arahku dan menunjuk Jo, “dan Chanyeol? apa yang ia lakukan disini?”

“anak ini, Jo. Dan Chanyeol, hmm, dia tinggal disini”

“mworago?!” ujar eomma syok, dan aku tahu mulai kemana arah percakapan kami. Chanyeol dan Jo berada di belakangku. Aku yang akan maju di masalah ini. ini urusanku

 

*BRAAAAK*

Appa menendang kursi hingga jatuh, “sudah ku katakan!! jangan berhubungan dengan keluarga mereka!!”

“yeobo…” eomma menarik lengan appa dan aku benar-benar takut saat ini

“apa ini tidak-”

“apa telingamu tidak bisa mendengarkan dengan baik!?” appa menatapku tajam, “tak usah berhubungan dengan keluarga mereka lagi!!!!” appa menunjuk Chanyeol yang berada tepat di belakangku dengan wajah murka, “apa perlu ke rumah sakit untuk memeriksa telingamu? hah!!”

 

“eomma…” Jo berteriak memanggilku. aku dan Chanyeol syok, terutama orangtuaku. Kenapa Jo harus memanggilku ‘eomma’ di saat genting begini. Matilah aku dan Chanyeol.

“ssstttt-” Chanyeol menutup mulut Jo. namun Jo memberontak, “jangan berisik ya…”

 

“eomma??” appa menatapku geram, “kenapa bisa?”

“Nara… dia memanggilmu eomma??” imbuh eomma dengan linangan air matanya. astaga, matilah aku!

“dia anakmu??” imbuh appa dengan wajah yang, tak tahulah, “dengan chanyeol ini???” appa semakin berteriak “jawab Kim Nara!!!”

aku benar-benar tak tau harus bagaimana. aku memberi isyarat pada Chanyeol untuk mundur beberapa langkah dariku

“Nara jawab appamu” ujar eomma dengan isakannya. mianhae eomma

*PLAAAK*

appa menamparku sangat keras dan membuatku terjatuh.

pipiku sangat panas. sakit. sangat sakit….

 

“NARA!?” Chanyeol mendekatiku dan membantuku, “kau tidak apa-apa?”

“eomma!!!!” teriak Jo, lalu dia sudah ada di kakiku, “harabojie, jangan pukul eomma!!!!” Jo berteriak melindungiku. tatapannya benar-benar seperti kemarahan Chanyeol. Ia membentangankan kedua tangnnya untuk melindungiku

“jangan panggil aku harabojie” ujar appa datar, “aku bukan harabojie-mu!”

“appa jangan sekasar itu” ujarku pelan

“ahjussi… mohon dengarkan penjelasan kami” Chanyeol berdiri di sampingku dan menjauhkan Jo dari appa, “Jo ini-.”

 

“diam kau!!” appa menatap lamat Chanyeol, “jangan memberi pengaruh buruk bagi anakku!!!”

“tapi ahjussi…” Chanyeol berusaha mendekat

“KAU-”

 

“appa, hentikan!!” aku menghalangi appa yang hampir memukul Chanyeol, “jangan melakukan kekerasan dihadapan Jo. ku mohon…” ujarku, lalu eommaku menangis keras

“kau berani melawanku KIM NARA!!!!”

“ampun appa” aku menunduk takut dengan teriakan appa, “maafkan aku

 

“eomma…..” Jo semakin menangis, lalu aku mundur dan menatap chanyeol

“Chanyeol bawa Jo keluar. Jo, nanti aku menyusulmu. ini IPadmu, bermain dengan chanyeol ya” pintaku, lalu ia mengangguk dan keluar bersama Chanyeol

 

hampir setengah jam aku dalam keadaan hening seperti ini. lalu eomma berjalan ke arahku dengan gontai, “Nara…” eomma memelukku erat “kenapa kau bohongi kami?”

“mungkin jika kau langgar, dan berhubungan dengan Chanyeol, aku tidak semarah ini” ujar appa. ia membalikan tubuhnya dariku, “tapi anak itu? kau…. mau jadi perempuan murahan?”

JONGWOON!” eomma berteriak ke appa dengan nada sangat keras. Aku syok appa mengatakan hal itu. apakah aku sehina itu hingga appa berbicara sekasar itu?

 

“kapan kau hamil Nara? kapan kau melahirkannya?” eomma menggenggam tanganku

“aku tidak pernah hamil dan melahirkannya!!” akhirnya aku mulai melindungi Chanyeol dari pemikiran appa. Aku tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh! Lagi pula aku juga baru bertemu dan dekat dengan Chanyeol karena adanya Jo

“anak itu jelas-jelas memanggil kalian appa dan eomma!! Aku tidak setua itu untuk tidka mendengar apa yang anak itu katakan!””

“dia memang memanggil kami appa dan eomma”

“anak itu tak mungkin berbohong!!!”

“tapi aku tidak pernah hamil dan melahirkannya!!”

“jangan bohong! aku benci pembohong KIM NARA!!

*DEG*

‘aku benci pembohong’

teriakan appa barusan membuatku runtuh. rasanya sakit saat appa sendiri mengatakan itu padaku. Seperti mau mati saja~

 

“aku bukan pembohong appa!!!”

aku langsung berlari dari rumah dengan tas seadanya yang kubawa. tak ada suara appa atau eomma memanggilku untuk kembali. Rasanya sangat sakit.

 

**taman**

Chanyeol mengirimiku pesan kalau mereka sedang di taman. dan sesampainya aku disana, aku melihat sisi seorang ayah di diri Chanyeol. Mereka begitu mirip. Aku beryukur bertemu dengan Jo. Ia membuat hidupku lebih dewasa, dn Chanyeol? Aku sudah  mengenal jauh sebelum ini, an akhirnya aku bisa sedekat ini lagi dengannya. Lagi? Dulu keluarga kami pernah ada masalah dengan keluarganya. Karena salah paham itu akhirnya kami di pisahkan, dan entahlah, jadi aling membenci satu sama lainnya.

 

“Hyunjo” aku berteriak, dan Jo yang mendengar suaraku berlari cepat dan memelukku

“eomma kau tidak apa-apa??” ia meraba pipiku dengan wajah khawatir. ini wajah Chanyeol! ya, ia memang mirip Chanyeol, “sakitkah? harabojie jahat!!”

“tidak jahat kok. orangtua tidak akan jahat pada anaknya” ujarku melindungi pikiran Jo yang mulai mengarah ke pikiran ‘jahat‘. Anak sekecil ini tidak boleh mendengar kalimat yang keluar konteks.

“eomma, jeongmalyo gwenchana?”

“aku tidak apa-apa. main apa saja dengan Chanyeol appa??”

“main ini” ia menunjukkan mobil kecil padaku,  “tadi beli ice cream juga” ujar Jo antusias saat aku mengalihkan perhatiannya dari pipiku “senang sekali deh”

 

aku dan Chanyeol saling melihat. entah sejak kapan kami sudah terbiasa dengan panggilan eomma dan appa untuk kami. Justru sangat aneh jika kami tidak mendengar kata-kata itu.

“katakan pada eomma tadi kau kemana??” ujar Chanyeol

“kau kemana?”

“aku bertemu hyungnya appa disana…”

 

“hyung?” jantungku sempat berhenti berdetak mengdengar nama ‘hyung’

“nee”

“maksudmu… Suho oppa?”

“nee… aku sudah menjelaskan semuanya padanya”

“ya kemarin”

“apa ia mengerti?”

“ya, berusaha mengerti. tapi, tidak tau dengan eomma dan appa ku. pipimu tidak apa-apa?” Chanyeol menyentuh pipiku dengan lembut, “lain kali, tak akan ku biarkan siapapun mengasarimu” ujarnya dan aku tersenyum. ya, kami juga tidak tau sejak kapan, kami sudah dewasa dan jadi sedekat ini. yang jelas semua berkat Hyunjo.

“yang paling berhak akan diriku adalah orangtuaku. Haha, dasar bodoh”

“hmm, kalau begitu tunggu hingga aku yang paling berhak memilikimu”

“YA!!! Park Chanyeol!” aku memukul pelan lengannya dan ia tertawa

 

“appa janji yaa!!” ujar Jo tiba-tiba, dan ia tertawa

“tentu. kau juga harus melindungi eomma”

“hyaatt. tentu saja” Jo memasang kuda-kuda dan tertawa, “i love you so much”

 

“eh?” kami kaget dengan kalimat yang baru saja ia ucapkan, “ucapkan sekali lagi”

“ayo ucapkan lagi, appa mau dengar” kami menjadi sangat antusias dengan perkembangannya. menjadi orangtua, rasanya deg-degan saat anak mempelajari kosakata baru

 

“i love you so much” ujarnya fasih dan Chanyeol sangat bangga mendengarnya

“siapa yang mengajarimu?”

“HyunSeo…”

“HyunSeo… siapa?” tanyaku, dan Chanyeol terlihat bingung. Apakah kam imemiliki teman yang bernama ‘Hyunseo’ di sekolah?

 

Jo melipat tangannya, “Baekhyun ahjussi dan Seohyun ahjumma. hahaha”

“YAA! jangan digabung. jika mereka tahu, mereka marah lho. hahaha”

“ah, jinjja?” Jo menunduk lalu menggaruk kepalanya

“geuraeyo”

“appa, eomma, jangan bilang-bilang ya. ssttt…”

“hahaha…”

“arasseo…”

 

Tuhan, aku tidak menyesal memilikinya. bahkan aku sangat bersyukur kau memberikannya padaku. aku tidak menyesal karena kerepotan mengurusinya, uangku habis untuk membahagiakannya, aku lelah saat mengajarkannya sambil sekolah, aku juga tidak menyesal atas semua rasa sayang yang tumbuh dihati ini. tapi jangan ambil dia lagi dariku. ia terlalu berarti untuk kau ambil, Tuhan.

 

Saat kembali ke rumahku, appa dan eomma tidak ada. apa mereka benar-benar membenciku? Haruskah aku melepas Chanyeol dan Jo demi mereka? aku… aku tidak tahu

“Nara?” Chanyeol tersenyum, “kita akan hadapi bersama ya”

“aku akan berusaha”

“pasti. untuknya” ujar Chanyeol sambil memandang Jo yang sudah tidur di sofa. Ia terlihat sangat lelah

*Next Day*

Pagi ini aku bangun dan tidak menemukan Jo dimana-mana, “HYUNJO!!” aku panik mencari-cari dimana dia berada. Namun nihil

“barang-barangnya pun tidak ada. aku menendang kertas “to Nara?”

 

‘Hyunjo aku ajak jalan-jalan ya. bye Chanyeol’

Astaga ternyata ia bersama chanyeol. Aku tertawa

 

Sudah sore, tadi kenapa mereka belum pulang ya? ponsel chanyeol juga tidak aktif. Mereka jika sudah bermain suka lupa waktu. Akhirnya ku putuskan mnyusul mereka ke atamn. Hampir satu jam aku mengelilingi taman, nihil aku tidka menemukan mereka

“kemana mereka?”

Aku mulai kesal karena mereka tidak ku temukan

 

“NARA!!” Chanyeol berlari ke arahku. Kenapa ia terlihat lelah

“Chanyeol! Kau ini dari mana?”

“aku-”

Aku mencari-car keberadaan Jo dan tidka mendapatinya di sekitar Chanyeol, “kemana Jo?”

“hmm…”

“hey, kemana Hyunjo?”

“itu-”

“Chanyeol!! Jangan main-main. Mana dia?”

 

“ini-” ia memberikanku sepucuk surat dengan wajah pucatnya,

 

‘nara, ini appa. Aku menitipkan Hyunjo ke panti asuhan terbaik. Aku akan memberikan pendidikan terbaik untuknya. Dan aku pastikan ia akan selalu baik-baik saja. ingat! Suatu saat aku akan memberikan petunjuk dan kalian bisa bertemu dengannya. Aku janji. JANGAN KAU COBA UNTUK MENCARINYA. TIDAK KAU. TIDAK JUGA CHANYEOL! Jika kalian melanggar, aku tidak akan segan-segan menjauhkan Hyunjo dari kalian selamanya! Dan janjiku untuk kalian agar bisa bertemu batal! Aku akan membuat kalian menyesal karena terus mencari Hyunjo. Camkan itu baik-baik, KIM NARA!’

 

“appa membawa Jo?” air mataku mengalir deras. Rasa bersalahpun hinggap di pikiranku, “Chanyeol, kau tadi kemana?”

“aku… aku hanya membelikannya ice cream sebentar”

“mengapa tak kau ajak dia?”

“aku-”

“ia sekarang pergi, dan-”

“maafkan aku Nara”

 

“HYUNJO!!”

Aku menangis dan terjatuh.

Seharusnya tadi aku langsung menyusul mereka.

Hyunjo…

 

** 2 WEEKS LATER **

CHANYEOL

**Taman**

“chanyeol ahjussi… kemana Jo” tegur beberapa anak kecil, teman bermain Jo “kok tidak pernah kesini?”

“kami merindukannya ahjussi” imbuh yang lain. bahkan dengan kelakuan bodoh anak itu, ia menciptakan persahabatan dimana-mana

 

“Jo sedang pergi, ia tidak bisa bermain” jelaaku pada anak-anak ini “maaf ya”

“oh begitu ya”

“sampaikan salam kami ya ahjussi”

“nee~” jawabku ramah dan mereka pamit pergi lagi. mereka saja rindu, apalagi kami

 

hanya disini aku bisa sangat mengingat Jo. setiap pagi, siang, dan sore, kami sering lewat sini. ah andai kau tau, appa rindu padamu, Jo. jika kau kembali, aku akan lakukan apa saja untuk melindungimu. maafkan aku….

 

“Chanyeol?” tegur seseorang

“ah…..”

“sedang apa disini?”

“kau juga sedang apa?”

“mengikuti kemana kaki melangkah. hahaha”

“…….”

 

[Backsound: Storm – Super Junior]

 

Nara, gadis disampingku ini. seseorang yang mungkin paling terpukul atas kepergian Jo. seorang anak kecil yang beranjak remaja dan merangkap sebagai seorang ibu. merasakan lelah dan beban mental yang cukup berat saat menjaga seorang anak. menangis karena terlalu lelah atau terlalu stres memikirkan semua.

 

“kenapa melihatku begitu?” ujarnya datar

“ah tidak. pandangan kosongmu, seperti Jo” ujarku. ia tersenyum dan terus menatap kotak pasir di hadapannya

“biasanya Jo bermain di pinggir dan membuat istana pasir”

“dan ia bilang akan membuatkan kita rumah setelah ia besar”

“akan ada taman di belakang yang lebih besar dari rumahku”

“rumah yang berwarna putih dan biru di dalamnya”

“akan ada beberapa kamar dan ruang yang besar”

“ia juga akan membuat ruangan menonton tv sendiri”

“membuat teras yang lebih besar agar ia bisa bermain disana. Lalu-” Nara tidak melanjutkan kalimatnya

 

“kau tak apa-apa?” Nara meneteskan air matanya dan membuatku merasa tak berguna, “Nara….”

“aku rindu padanya….”

“aku juga, dan aku senang bersamamu disini Nara”

“…….”

“andai kita selalu bersama….”

“tidak mungkin”

“Nara…”

“itu beda mereka kita membiarkan kita….”

“cukup Chanyeol” ia menatapku dengan matanya yang berkaca-kaca “Jangan katakan itu lagi”

“bagaimana bila aku…..” aku terhenti sejenak dan memikirkan apa yang Nara pikirkan jika aku jujur padanya tentang hati ini “aku….”

“bila kau?”

“aku…..”

“ada apa ?”

“ah sudahlah….”

 

Nara terus menatapku. aku ingin mengatakan ‘aku mencintaimu’ , ‘aku akan menjagamu’ , ‘aku pasti bisa menemukan Jo untukmu’. tapi aku tahu, aku tidak berhak mengatakan itu. aku tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. i’m missing you

 

*ddrtttt*ddrrtt*

ponsel Nara berbunyi dan raut wajahnya berubah ketakutan, “ada apa?” aku menggenggam tangannya, “siapa yang telepon?”

“appa… appa menelpon” Nara sangat takut kepada appanya. Jongwoon ahjussi memang terlihat sangat galak walaupun hatinya baik

“angkat saja dan bilang kau dijalan menuju pulang” ia terus menatap ponselnya

“tapi…”

“angkat!!!”

 

“yeoboseyo” Nara mengangkat telponnya lalu berjalan menjauh

 

aku tak ingin kau dapat masalah. aku memang mulai mencintaimu. tapi jika perasaanku ini membuatmu tersiksa, aku lebih memilih pergi dan menutupnya. bukan karena aku pengecut, aku hanya takut tak sengaja melepasmu dari pandanganku dan membuatmu pergi dari hidupku. sama seperti yang aku lakukan pada Jo. Terkadang aku bisa mengulangi kesalahan yang sama. Dan aku tidak mau itu terjadi padamu, Nara

 

“hehehe…..” ia kembali ceria dan duduk di sampingku, “tak apa. appa hanya tanya kegiatanku hari ini”

“kau tidak bilang bersamaku kan?”

“tentu saja tidak chanyeol. aku bisa dibunuh jika jongwoon-ssi tau! errghh”

 

rasanya, hmm, kecewa saat ia mengatakan kalimat itu. walaupun itu kenyataannya. Mereka tidak akan membiarkan anaknya ku temui. Mereka bahkan seperti membuat barikade saat melihatku

“kita harus hati-hati jika bertemu….” ujarku lalu ia memeluk lenganku erat

“tapi aku akan terus menemuimu hingga aku tak bisa menemuimu lagi Park Chanyeol”

“nee?” ia mengendurkan pelukannya dan tersenyum

“jangan perlihatkan wajah sedih itu. aku sudah sangat terpukul kehilangan Jo waktu itu. dan kau…” aku langsung memeluknya erat. Nara, berhenti katakan itu. jika kau begini, aku tak bisa melepasmu

be a good man, because you will be a father someday, chanyeol-ssi

“nee~”

 

Don’t hesitate another minute please take away my heart

Yes, the sharper the better, the night that even the moon has closed her eyes
If it were any other man, if it were a single verse taken from a comedy
Burn all the scars you’ve exchanged for that love

(Baby Don’t Cry – EXO)

 

 

TO BE CONTINUE . . . 

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Life, Romance, T. Tags: , , , , , .

The One That Got Away [Prologue] THE REASON [UNTOLD – Part 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

July 2013
M T W T F S S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: