100 Days of Love [Part 2]

July 8, 2013 at 12:14 PM Leave a comment

Title     : 100 Days of Love

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family, Life

Rating:  AG (All Age) / T

Cast     :  Park Chanyeol (EXO-K), Kim Nara (OC)

Type    : Chaptered

It came over me in a rush

When I realized that I love you so much

That sometimes I cry, but I cant tell you why

why I feel what I feel inside

 

NARA

**3 days later**

karena Chanyeol yang akan menjaga Jo, jadi kuputuskan mengambil hasil DNA sendirian. perasaanku tidak begitu bagus…

 

** RS **

suasana begitu tentram. beda saat kami melakukan tes dna beberapa waktu lalu “maaf suster, saya Kim Nara. ingin mengambil test dna yang waktu itu”

“apa anda bawa pendaftarannya?”

“ah nee, ini silahkan” aku menyerahakn selembar kertas yang di berikan suster pada waktu itu

“ah Hyunjo eomma?”

“nee~”

“ah ini silahkan” suster tersebut sigap memberikan sebuah amplop putih padaku

“gamsahamnida”

“ah agassi…”

“nee?”

“kalian sudah 26 tahun, tapi masih terlihat sangat sangat muda, benar-benar seperti keluarga sempurna” ke.. keluarga sempurna??? “menikah muda ya?”

“ah nee”

“sekarang sedang tren ya?”

“aniyo eonni. perasaan tidak ada kaitannya dengan tren. ahaha”

“ah iya kau benar. maaf ya”

“gwenchana. saya permisi”

“silahkan”

 

setelah mendapatkan hasil dari lab, aku langsung duduk dan membacanya. betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa hasilnya Seperti ini

“ige mwoya….”

 

*HOME*

“aku pulang….” aku membuka pintu dengan sangat malas. Chanyeol sudah dihadapanku bersama Jo dengan wajah semangatnya

“eomma sudah pulang??” ujar Jo dan dia celingukan melihat tanganku. ah iya!! aku janji membelikannya Cake. aku terlalu stress untuk sekedar mampir memenuhi janjiku

“maaf ya eomma belum bisa membelinya” ujarku pada Jo dan ia tampak sedih “belilah bersama appa, aku lelah hari ini” aku memberikannya uang agar cukup membeli beberapa cake. Chanyeol tampak kaget saat aku mengatakan kata ‘appa’. Memang aneh, tapi memang harusnya seperti ini bukan?

“tidak mau” ia menolak lalu tersenyum “aku mau bersama eomma saja. kajja” ia menggandengku menuju ruang keluarga dengan semangat. Ku tatap Chanyeol yang berdiri tegap di sampingku. mengapa terkadang kau begitu aneh sih, Chanyeol-ssi

 

“Jo bisa ambilkan air dingin?” pintaku dan ia langsung menuju dapur.

 

keadaan hening setelah Jo pergi. Chanyeol masih terus di hadapanku menunggu laporan hasil dna. Aku ingin jujur tapi rasanya aku sendiri pun belum bisa menerima semuanya dengan baik. aku masih berpikir apakah ini serius? Atau hanya bercanda? Jika pun bercanda, hal seperti ini tidak mungkin terjadi. Changyeol terus menatapku heran “mengapa melihatku begitu?”

“aniyo, hanya ingin tahu hasilnya”

“hmm…”

“bagaimana?” tanyanya pelan

“98%”

“negatif?” ujarnya dengan nada ragu-ragu, lalu aku diam. wajahnya sedikit panik seketika

“hmm..”

“Nara….” ia terus mendekat ke arahku hingga kami benar-benar sangat dekat “jangan bilang…. po… positif??” ujarnya dan aku mengangguk cepat “what!!!!”

“sssttt…..” aku membekap mulutnya agar Jo tidak mendengar

“bagaimana mungkin?!”

“aku juga tidak tahu”

“tapi kan…” ia kemudian diam dan melihat ke arah depannya. aku membalik tubuhku dan melihat Jo berjalan ke arahku dengan repotnya membawa gelas berisi air dingin. mengapa aku menyuruhnya sih! Nara bodoh!

 

“aigoo, gomawo…” aku buru-buru mengambil minumku

“nee~ ” ujarnya ramah “ini untuk appa” Jo menyerahkan teh kotak kesukaan Chanyeol

 

Jo tersenyum lalu berjalan ke arah kamar dan kembali lagi dengan tas sekolahnya, membuka-buka buku yang diberikan Baekhyun dan teman lainnya. ia memilah buku-buku dengan baik. alat tulis ia masukkan semua ke dalam tempat pensil dan merapikan kertas-kertas gambarnya

 

“dia anak kita ya?” ujar Chanyeol dan membuatku, hmm, sedikit aneh mendengarnya

“hmm…” aku tidak mengelak, tidak juga mengiyakan. hanya bingung menanggapi pertanyaan chanyeol

“anak laki-laki kita” imbuhnya sambil terus menatap Jo

aku terus menatap Chanyeol yang entah mengapa menjadi kikuk seketika “anak laki-laki ya?”

 

“Nara…”

“waeyo?”

“bagaimana kita memiliki anak jika aku tidak pernah menyentuhmu” ujarnya spontan dan aku kembali kaget dengan apa yang barusan di katakannya “melakukan itu juga tidak” ia terus mengatakan kalimat yang masih sedikit tabu untukku “kau juga tidak hamil dan melahirkannya. semua sangat…..”

“nan molla….”

“aku juga tidak mengerti. tapi… tapi aku akan berusaha menjadi appa yang baik untuknya”

“nee?”

“bukankah dia…”

“aku mengerti. setidaknya belajar menjadi appa”

“hmm…” sebelum ku katakan maksudku, ia menjawab pertanyaanku dengan tepat “aku juga. akan berusaha menjadi eomma”

“setidaknya ketika semuanya terungkap dan Jo kembali ke asalnya semua”

“sekarang kita hanya bisa mendidiknya dengan baik”

“hingga, ia kembali ke orangtua aslinya”

“orang tua aslinya…..”

 

Chanyeol terus mengamati Jo dengan seksama. Jo selalu menjadi kebanggaan kami sejak ia datang. entah mengapa ia membuat semua begitu berbeda. Bagaimanapun juga umur kami baru 18 tahun, dan sekarang kami di hadapkan bahwa kami memiliki seorang anak. Dan anak itu berumur 4 tahun. Terkadang aku berpikir, bagaimana ini bisa terjadi?!

 

“Jo besok pulang sekolah kita ke mall beli kartun yang bahasa inggris, mau??” ujar Chanyeol antusias

“kartun yang bahasa inggris?” ujar Jo polos, dan Chanyeol yang super bodoh tampak kebingungan menjelaskannya. seharusnya ia tidak usah mengatakan ‘yang bahasa inggris’, Jo belum paham “hmm… pokoknya kartun itu sangat bagus. bagaimana??”

“mau!!!”

“bolehkah kita membeli papan tulis kecil?” imbuhku dan Chanyeol mengangguk setuju

“mau tidak jalan-jalan besok?”

“mau appa!!! eomma juga ikut kan?” ujarnya sangat antusias dan aku mengangguk “ah yes!! haengbokkaeso!!”

 

** Backsound: Infinite – With… **

 

**1 Week Later**

setiap hari ia ikut kami ke sekolah. ia duduk di belakang bersamaku dan Chanyeol. hari ini Jo belajar banyak kosakata baru. termasuk kosakata-kosakata bodoh dari Chanyeol!! Tuhan, mengapa sifat mereka berdua sama! errghh!!

“eomma!!”

“apa sayang??”

“kata paman Baekhyun, aku mulai pintar membaca. ia membelikanku buku ini”

“sudah berterimakasih kepada paman?”

“tentu saja. ia sangat baik ya eomma”

“ia, dia sahabatku yang baik”

“eomma….”

“nee?”

“kenapa ya eomma tidak menikah dengan paman Baekhyun saja? pasti aku lebih tampan”

“mworagoyo?”

“hihihihi….”

“hei dari mana kosakata itu?”

“dari drama yang biasa di tonton ssaem di ruang guru”

“ya tuhan…”

“hihihi….”

 

di kelasku ia selalu duduk dengan tenang dan belajar menggunakan buku anak TK. belajar membaca dan mendengarkan lagu bahasa inggris. Baekhyun dan Seohyun bersama teman-teman juga sering sekali mengajarkannya dan membelikannya banyak buku dan makanan. beruntungnya Jo

“aku membuat gambar ini…” Jo menunjukkan gambar yang ia buat “ini appa, eomma, dan…. ini aku”

“kenapa jaraknya begitu jauh?”

“sebelum membuat gambar ini, Jo menonton drama bersama Sica ssaem dan Taeyeon ssaem di ruang guru”

“apa yang kau tonton? ada hikmahnya tidak?” aku dan Chanyeol selalu menyeleksi tontonan Jo. dan selesai menonton aku selalu bertanya hikmah dan pelajaran yang dapat di ambil dari tontonan tersebut

“ada eomma…”

“apa itu?”

“tentang anak yang tidak diinginkan orangtua mereka”

 

‘tentang anak yang tidak diinginkan orangtua mereka’

 

*DEG*

bagaimana bisa anak ini…

tontonan itu…

 

“itu bukan hikmah. itu cerita tentang…”

“dengarkan dulu” ujarnya tak mau kalah, dan aku mengangguk “anak itu tiba-tiba datang ke appanya dan bilang bahwa dia anaknya. tapi….”

“tapi apa?”

“appanya bilang ‘kau bukan anakku. aku tidak punya anak sepertimu’. begitu” ujarnya antusias, sedangkan aku syok setengah mati “aku sedih sekali melihat drama itu. sedang menonton bola. tapi tiba-tiba ada drama tadi, eomma”

“itu namanya iklan”

“oh iklan ya…”

“hmm. Jo kalau bisa jangan menonton drama seperti itu”

“waeyo? ssaemdeul selalu….”

“umurmu belum cukup Hyunjo”

“dulu eomma memarahiku karena drama, sekarang juga!! aku mau menonton itu….” dengusnya kesal. bukan seperti itu maksudku sebenarnya

“mianhae. tapi tunggu paling tidak 5 tahun lagi. setelah itu kau boleh menonton drama sesukamu”

“5 tahun itu berapa lama??”

“hmm, sebentar kok”

“hmm, apa besok pagi sudah boleh?”

“ya Hyunjo! kau pikir kau anak Jin, sehari bertambah 5 tahun??”

“hahaha~ mianhae”

 

Jo menatapku dengan mata mungilnya lalu tersenyum “eomma.. apa aku bukan anak yang diinginkan seperti di drama itu?” ujar Jo seketika saat dihadapanku. aku terpaku mendengar ucapan bocah berusia 4 tahun ini

“nee??”

“benarkah aku…” ucapannya terhenti ketika aku menariknya dalam pelukanku. rasanya sakit saat ia mengatakan ‘bukan anak yang diinginkan’ “eomma.. mianhae. Jo tidak bermaksud, eomma. mianhae”

“jangan pernah bilang seperti itu lagi” aku tak seharusnya menangis dihadapannya, tapi ini menyakitkan. sangat. aku bukan ibunya, tapi rasanya sangat sakit!

“arasseo”

“kau paham?” tanyaku dengan cukup keras dan ia mengangguk dengan wajah bersalahnya

“paham…” ia menghapus air mataku dengan tangan mungilnya “eomma ulljima” dan aku mulai tersenyum

 

Even if my heart is worry about such a resentment

I don’t hate you,

I can’t erase you,

I continue to think of you

But I really love you…

 

“ulljima~” ia menghapus air mataku. Chanyeol. Ia datang dan tersenyum kepadaku

“nee eomma, jebal ullijima~” Jo mencium pipiku lembut dan kembali memelukku “Jo sayang sekali pada eomma”

“pada appa tidak?”

“Jo juga sayang appa” Jo memeluk erat aku dan Chanyeol

 

aku dan chanyeol saling menatap. kami memikirkan hal yang sama mengenai Jo. jika orangtua kami datang, bagaimana menjelaskan keberadaan Jo. dan hasil DNA yang mungkin tak bisa terbantahkan, bagaimana kami menyangkal hubungan kami. terlalu runyam…

 

“bagaimana kita jalan-jalan ke mall?” usul Chanyeol sambil menunjuk hidung Jo “mau?”

“mall?”

“nee? kau suka ke mall kan Nara?”

“hei uang dari mana??” aku menatap Chanyeol dan ia tertawa “kenapa tertawa?”

“ada ini, masih banyak. tenang” ia mengeluarkan atmnya dengan bangga

 

“woaah. appa, aku mau beli mainan boleh?”

“tentu, beli apa yang kau mau. eomma mau ikut?” ujar Chanyeol tiba-tiba. mwoya? eomma?

“ayo!!” Jo menarik tanganku dengan semangat, dan akhirnya aku mengalah dan mengikuti kedua namja aneh ini. namja aneh yang sangat aku sayangi, Park Hyunjo, dan Park Chan… yeol? aish! apa sih!

 

**MALL**

aku dan chanyeol berpakaian sedewasa mungkin agar terlihat seperti orangtua.

namun…

 

“mereka appa dan eommaku!!!”

“tak mungkin!! mereka terlihat muda!! pasti masih sekolah”

“benar!!!”

“mereka eomma dan appa!!”

“bohong!!”

“mereka kan masih sma!”

“aniyo!!”

 

“hei ada apa~” aku mendekat ke arah mereka. Jo dan kedua anak laki-laki sedang bertengkar hebat “eomma appa!! mereka bilang kalian bukan appa dan eommaku!! bilang pada mereka eomma!!!”

 

‘mereka bilang kalian bukan appa dan eommaku’

 

*DEG*

“noona dan hyung, kalian pasti kakaknya kan??”

“benar kan??”

“mereka eomma dan appaku!!!” Jo berteriak sangat keras hingga menangis “pergi kalian!!”

 

“kwangmin, youngmin, jangan nakal!!!” ibu kedua anak ini datang dan menjewer mereka “aduh maafkan anakku ya. mereka sangat nakal”

“eomma, lihat hyung dan noona itu masa katanya orangtuanya!!”

“youngmin jangan nakal. lihat mata mereka berdua mirip!! aduh maafkan anakku ya, mereka sangat nakal” ujarnya lagi mengulangi kalimat barusan. aku hanya tersenyum melihat ibu ini memohon maaf atas kelakukan anaknya

“tidak apa-apa. anakku hanya sedang ngambek hari ini” ujar Chanyeol menjawab pertanyaan ibu mereka, lalu mereka pergi dari hadapan kami

 

“tidak boleh seperti itu ya” ujar ku setelah mencium kening Jo

“jangan menangis” Chanyeol mengambil Jo dari gendonganku dan menenangkannya

“habis mereka jahat sih! ingin ku cekik mereka!!”

“eh?” aku syok dengan yang barusan ia katakan

“lalu ku cincang!!! ku tendang, dan…”

“hush!” aku menutup mulut Jo dan melotot padanya “tidak boleh begitu!” lalu Jo tertawa kecil

“wah uri Jo hebat!” chanyeol memuji kalimat kasar Jo dan membuatku gerah “hajar yang menyakitimu!!”

“yeaah”

“ternyata memang sifatmu ya Chanyeol!!!” sindirku pada Chanyeol, dan ia hanya menjulurkan lidah seperti biasa “pengaruh jelek dasar”

“di tendaaaang….” ujar Jo sambil menggerakkan kakinya

“yeaaah!!”

“Chanyeol!! kau ajarkan apa anak ini!!” ujarku geram saat menatap Chanyeol, dan ia berlari meninggalkanku bersama Jo “astaga…..”

 

Ada saat dimana aku sangat menbenci kalimat kasar Jo, apalagi Chanyeol

Aku tidak mau Jo tumbuh menjadi anak yang nakal dan kasar

Lelaki harus bisa menjaga martabak dirinya dan orang yang ia sayangi

Oleh karena itu aku ingin mendidik anakku menjadi orang yang ramah.

eh? Anakku?

 

*HOME*

“woaah mainannya bagus!!”

“kau suka?”

“nee eomma. gomawoyo”

“suka baju barunya tidak?”

“suka appa!! keren sekali”

 

Jo sangat antusias mencoba semua baju, celana, dan mainan yang kami beli tadi. ia melupakan total insiden di mall. tapi tidak denganku yang dengan jelas mendengar ucapan kasar Jo dan kemarahannya pada kedua anak tadi

 

“eomma ayo main. besok kan libur sekolah”

“kau tidak sedih tidak bertemu Baekhyun?”

“sedih sih appa. tapi lebih sedih tidak bertemu appa dan eomma. hahaha”

 

*DEG*

semua kalimat polos keluar begitu saja dari mulut Jo, anak yang notabene masih berusia 4 tahun. kalimat yang selalu sukses membuatku meratapi nasib. Chanyeol hanya melihatnya saja, menyebalkan

“ayo eomma..”

“Jo main sendiri ya, aku mau istirahat di balkon sebentar”

“eomma sakit ya??” Jo mendekat dan memeriksa keningku “karena Jo tadi ya” ia memelukku dan memainkan rambutku “aku janji tidak akan nakal dan berkata kasar lagi. eomma jangan sedih ya”

“………..”

“Jo janji akan rajin belajar biar pintar dan sering membantu eomma. jangan marah ya eomma”

“aku tidak apa-apa. kau main ya” aku mencium pipi mungilnya untuk membuatnya tenang “………”

“arasseoyo”

 

*Balkon*

sudah 3 minggu kami begini. tes dna itu, kemiripan itu, kasih sayang itu, dan kejadian itu, membuatku berpikir keras tentang Jo. bagaimana bisa DNA Jo cocok denganku dan Chanyeol, bahkan 98%? bagaimana mungkin sifatnya benar-benar mirip kami jika…

 

“Nara….” tegur Chanyeol dari dalam rumah dan aku menegok ke arahnya

“lho Jo main sendiri?”

“dia tertidur”

“eh?” aku melihat Jo meringkuk memeluk boneka teddy bearku dan tersenyum cerah “baiknya ku bawa dia ke kamar….”

 

“tunggu…” Chanyeol melarangku mendekati Jo “nanti saja”

“kenapa?”

“biarkan dia istirahat begitu… aku, aku juga mau bicara”

“………..”

 

tatapan serius chanyeol membuat suasana begitu tegang. ia tak pernah seperti ini sebelumnya

“sampai detik ini, aku masih tidak mengerti keadaan ini”

“keadaan.. ini?”

“kita tidak pernah saling melihat, berdampingan, berpegangan tangan, bersentuhan, berpelukan, apalagi….”

“apalagi?”

“melakukan itu…” ujarnya pelan sambil menundukkan wajahnya, dan wajahku seketika menjadi panas “ya kau pasti paham maksudku”

“iya aku tahu”

“kau juga tidak hamil dan melahirkan Jo. bagaimana mungkin….”

“bagaimanapun hasil itu adalah nyata”

“kau benar…”

 

“appa, eomma saranghaeyo”

 

“eh?” kami berdua langsung melihat Jo “oh mengingau…” ujar Chanyeol lega dan kami tersenyum melihat wajah bahagianya “Jo, dia yang ku maksud” imbuhnya

 

CHANYEOL

“Jo, dia yang ku maksud” ujarku melanjutkan pembicaraan

“hmm…” Nara mengalihkan pandangannya ke langit

“kita harus menyerahkannya pada orangtuanya” ujarku, tapi Nara diam tak menjawab

“Nara?” aku mendekatinya karena ia terus diam “Kim Nara?” ia menangis, matanya merah

“aku tidak mau menyerahkan Jo pada siapapun” ujarnya dengan suara serak, aku langsung memeluknya “tidak, tidak, tidak” lanjutnya sambil terus menangis di pelukanku “tidak mau, chanyeol. tidak!!”

“arasseo…” aku mencium keningnya “aku tak akan membiarkan Jo lepas dari kita”

“jangan lepaskan dia, kumohon”

“arasseo. sudah jangan menangis”

 

aku benar-benar terbawa suasana hingga menciumnya. aku sadar ini salah, dan mungkin dia akan marah. karena ku tau ia masih sangat amat membenciku. tapi untuk kali ini, aku ingin berguna di matanya. Nara, semua terserah padamu

 

** Few Days Later **

NARA

“eomma, ayo cepat!!” teriak Jo dari luar rumah

“iya, iya sebentar” aku buru-buru keluar karena Jo tidak sabar ingin ke sekolah dan bertemu Bacon. menggunakan pelet apa Bacon hingga Jo lengket dengannya di sekolah “Chanyeol, bawa tas Jo” aku memberikan ransel Jo pada Chanyeol

“sini…” Chanyeol membawa tas Jo, lalu menggandeng Jo. seperti ayah dan anak yang ingin camping

“hahaha…..” aku menahan tawa saat melihat kelakuan mereka menari-nari “hentikan beradegan bodoh di jalan!!”

“kami tidak bodoh. kami tampan!” ujar Chanyeol dan Jo mengangguk seakan mengiyakan kalimat Chanyeol

“eomma, mau ikut” Jo memasang wajah super duper lucu “sini…” ia menggandeng tanganku dengan semangat

“Chanyeol… otaknya konslet sepertimu ya?”

“lumayan, tapi kan dia tampan. hahaha”

“eish…”

 

itulah banyolan kami tiap hari saat ke sekolah.

menyenangkan. tapi sampai kapan??

 

*SEKOLAH*

“aigoo~ Jo sudah datang”

“sini….”

“ahjussi punya cake untukmu…”

“ahjumma punya buku cerita. mau dibacakan??”

“lihat panekuknya berlapis….”

 

dia seperti artis dikelasku. setiap hari mereka membawa sesuatu untuk Jo. bahkan ssaem dan anak-anak dari kelas lain juga sering datang. dan Jo sepertinya sangat menikmatinya. dasar bodoh

 

*LUNCH*

“Jo makan siang ya” aku membuka bekal makan siangnya

“eomma aku mau makan sendiri” ia membuka tempat makan dengan antusias “tapi kuahnya bagaimana eomma??” aduh, rasanya ingin tertawa melihat wajah bodohnya

“akan aku suapi….” aku membuka mangkuk kecil dan menuangkan kuah “sini.. aaa~” ia membuka mulutnya sangat lebar seperti chanyeol makan “jangan selebar chanyeol juga”

“nee?”

“hei! aku tinggi!!” ujar Chanyeol tiba-tiba dan Jo tertawa geli hingga nasinya keluar semua. aku dan seohyun syok

“Jo-ya, jorok!!” ujarku keras tapi ia tetap tertawa “bersihkan mulutmu dengan tissue!!!” aku memberikan tissue padanya

“lebar mulutku appa, bukan badanmu!” ia masih melanjutkan tertawanya dan akhirnya aku mengerti apa yang Chanyeol maksud. dasar bodoh!

“kau bodoh chanyeol”

“jadi appa kok bodohnya keterlaluan” ujar Baekhyun santai dan membuat kami sekelas tertawa ” Park Chanyeol super payah~”

“kau ini…”

 

sejak ada Jo, kelas ini berwarna. kelakuan Chanyeol juga semakin dewasa, hmm, aku juga. Baekhyun jadi makin terbuka, dan Seohyun juga makin banyak bergabung dengan lainnya. aku dan chanyeol saat ini benar-benar dituntut untuk bersikap layaknya orang dewasa demi Jo. aku dan chanyeol belum waktunya dewasa, tapi hasil test itu membuatku serba salah dan membuatku harus melakukannya. bagaimana….

 

**TAMAN**

“hei….”

“ah kau.. ada apa?”

“kau berubah ya sejak ada dia”

“dia siapa? aku berubah apa?”

“Hyunjo. ya jadi lebih mandiri, sabar, hmm, jadi lebih baik”

“bukankah kau selalu mengatakan agar aku harus maju dan berubah jadi lebih baik?”

“hahaha, masih kau ingat itu?”

“…………”

 

Baekhyun…

ya, sejak masuk di sekolah ini, Baekhyun termasuk sahabat baik Chanyeol. di samping itu ia juga sahabatku dan Seohyun. namja sempurna yang ku sebut cinta pertama. uri Byun Baekhyun. namun ada hal dimana aku tidak mungkin mencintainya, ia mencintai orang lain

 

“melamun kenapa?”

“aniyo. hahaha”

“Bacon….”

“apa?” aku melingkarkan tanganku manja di lengannya “masih saja manja. hei ingat, sudah punya Jo. hahaha”

“geumarhae….” aku bahagia jika bersama Jo. namun saat Baekhyun mengingatkanku bahwa aku punya Jo. rasanya sungguh sedih

“ada masalah?”

“this is too much”

“terkadang kau harus melihat dirimu dari sisi orang lain untuk mengetahui sejauh mana dirimu berubah”

“……….”

“sudah ayo, jangan disini” ia menggandengku menuju kelas “cepat Kim Nara~”

“hoo…”

 

rasa itu memang sudah tidak ada

tapi saat ia tersenyum, aku ingin memeluknya dan jujur mengenai masa laluku tentangnya. enyahlah dari pikiranku, Byun Baekhyun

 

*PERPUSTAKAAN*

‘terkadang kau harus melihat dirimu dari sisi orang lain untuk mengetahui sejauh mana dirimu berubah’

 

“dari sisi orang lain bagaimana?” gumamku mengingat kalimat Baekhyun tadi siang

“Nara…. waeyo?” tegur Seohyun

“ah aniya….”

“kemana Jo, Chanyeol, dan Baekhyun?”

“bermain bola di lapangan belakang. biarkan sajalah mereka”

 

“hahaha, uri Nara benar-benar seperti seorang ibu ya”

“menurutmu begitu?”

“nee. kau berubah jadi lebih baik”

“Seo, kau tau, kau sangat baik. semoga namja itu juga menyukaimu ya” ujarku pelan saat namja yang disukai Seo muncul, dan terlihat guratan senyum simpul seorang Seo Joohyun

“aku harap juga begitu. hihihi” ujarnya pelan sambil menatap Sehun sunbaenim. senyumnya, tawanya, perhatiannya begitu tulus. i’ll be you guardian, girl. trust me

 

** Next Week**

*TAMAN*

“jika tidak ada Jo, pernahkah kau berpikir kita akan berdiri berdekatan seperti ini?” ujar Chanyeol, aku langsung terdiam menatap Chanyeol yang terus memandangi Jo bermain di kotak pasir. sedetik yang lalu pikiranku melayang entah kemana

“maksudmu?”

“jika tidak ada Jo, pernahkah kau berpikir kita akan berbicara sehalus dan selembut ini?” imbuhnya pelan, aku merasa Chanyeol berubah, sekarang ia menatapku dan aku hanya mampu menggelengkan kepalaku. mataku terus tertuju pada Jo, dan entah mengapa hatiku sakit mendengar setiap kenyataan itu

“Jika Jo tidak ada, mungkinkah kita bisa kembali sedekat ini?” imbuhnya lagi sambil terus memandangku “bisa saling memahami lagi seperti dulu?”

“aniya”

“Nara… secara tidak langsung, Jo adalah penghubung kita” ujarnya dengan nada senang “aku bersyukur ia datang. jadi kita… kita bisa dekat… lagi”

“Yeolie…..”

“masalah dia anak kita atau bukan. aku tidak terlalu bermasalah. jika ia harus bersama kita, aku tak masalah”

“……….”

“aku sangat amat menyayanginya. ia membuat kita benar-benar dekat seperti dulu”

“……….”

 

dekat seperti dulu?

ya, aku sangat merindukan itu.

banyak hal yang dilewati sendiri-sendiri, terlalu banyak malah.

meskipun pada akhirnya, tidak tau harus bagaimana menyingkapi masalah Jo

 

“jika suatu saat orangtuanya datang, aku akan menyerahkan Jo kembali dengan tenang”

“menyerahkannya?”

“tentu… di luar sana ada yang berhak, dan paling berhak atas dirinya”

“…………”

 

sesaat aku tidak suka chanyeol mengatakan demikian. walaupun begitu, apa yang ia katakan memang benar. ia punya orang tua kandung

 

“eomma!!” teriakan Jo membuyarkan lamunanku

“ada apa?” aku mendekati Jo perlahan dan memandang sebal kotoran di bajunya. mungkin ini perasaan eomma ketika aku pulang dengan baju super kumel “bajumu…”

“mianhae bajuku kotor” ujarnya menyesal “ayo pulang, aku lapar” imbuhnya buru-buru, dan aku mengangguk

“kajja”

“appa!!!” teriakan dahsyat Jo dimulai saat Chanyeol mulai mengabaikannya dan melirik ke anak-anak lain “ppalliwa!!!” aku melotot dan memberi syarat agar ia bangkit dan pulang

“arasseo. tidak usah teriak bisa?” ujar Chanyeol dengan tampang lusuh

“tidak.. bisa.. selama.. appa.. melihat.. yang.. lain..!!!” ujar Jo dengan gerutuan kepada Chanyeol “tidak boleh!!”

 

kami hanya tertawa melihat tingkahnya. sudah 1 bulan lebih kami bersama, dan sifatnya memang sangat mirip Chanyeol ketika kecil, sedangkan suara teriakannya sama sepertiku. tapi, apa yang di ucapkan Chanyeol tadi membebani pikiranku. Jo…

 

**2 WEEK LATER**

“kenapa sih tidak boleh?”

“appa bilang tidak ya tidak!!”

“tapi aku mau, appa!!”

“kan tadi eomma sudah bilang, tidak usah. jadi jangan membantah”

“waeyo!!! eerghh!!”

 

Dia ingin menonton drama! ya hari ini Jo ingin ke ruang guru dan menonton drama bersama ssaemdeul. namun aku masih tetap melarang karena banyak kosakata yang kurang pantas untuknya. karena ia benar-benar bersikeras, akhirnya Chanyeol turun tangan. timbulah perselisihan diantara dua orang bodoh ini. yang satu susah sekali diberitahu, yang satu juga bodoh, terlalu memikirkan ucapan anak kecil. Jika kau mendengarnya, aku yakin bantal, tas, atau bahkan kursi bisa kau layangkan pada mereka.

 

“Nara..” tegur Baekhyun “apa mereka suka begitu?”

“lumayan sih”

“Jo juga begitu??” imbuh Seohyun

“pengaruh buruk….” ujar Baekhyun datar saat melihat Chanyeol teriak-teriak tidak karuan karena Jo

“kan sudah ku katakan. mereka itu saling memberi pengaruh buruk. dasar kelakuan bodoh” ujarku datar sambil menatap sebal kea rah mereka.seketika mereka diam dan menatapku tajam

 

“eomma diam!!!” bentak Chanyeol dan Jo bersamaan. aku, Baekhyun, dan Seohyun kaget setengah mati dibentak seperti tadi. eerrghhh, aku dibentak? terlalu….

 

“yaaa!!!” akhirnya aku menjewer kedua anak ini “berani-beraninya berteriak kepadaku!!!!”

“Nara… Nara.. sakit!! sakit!” Chanyeol meringis

“kau pikir kau berteriak pada siapa? hah!!!”

“eomma… eomma.. mianhae… appayo” tanpa pandang bulu, aku melakukan hal yang sama pada Jo. Ia terlihat lebih meringis lagi. kelakukan mereka berdua benar-benar membuatku gerah

 

“sekali lagi membentakku, habis kalian!!!” ku lepas jeweranku dari mereka dan Jo langsung bersembunyi di belakang Chanyeol. Chanyeol sebenarnya terbiasa dengan teriakanku dan kekasaranku seperti tadi. tapi tidak dengan Jo

 

“maaf eomma… ” ujar Jo dengan nada sedih. apakah aku terlalu kasar padanya? biar! biar dia… “jeongmal mianhae” suaranya parau, tapi ia tidak menangis dan tetap menatapku. iba sekali habis memarahinya seperti tadi

“Nara, maafkan Jo. aku juga minta maaf” Chanyeol menggendong Jo dan berjalan ke arahku “mianhae”

“aku tidak akan meminta menonton drama lagi, aku tidak akan merengek melihat tv lagi, aku tidak akan ribut dengan appa lagi” ujarnya sedih “tapi jangan marah, eomma” ia berpindah ke pelukanku “jebal eomma. mianhanda, saranghanda”

 

“arasseo” ujarku dan Chanyeol langsung memelukku. aku seprti seorang ibu yang mendamaikan ayah dan anak yang bertengkar

 

“kalian ini so sweat sekali” ujar Baekhyun sambil memoto kami

“bukan sweat Bacon, tapi sweet!!” gerutu Seohyun membenahi kalimat Baekhyun

“hahaha, ya begitulah namanya”

“sini aku photokan” ujar Seohyun antusias

 

“nih…” Chanyeol memberikan ponselnya pada Baekhyun dan Seohyun mengerutkan dahinya

“kenapa bukan aku?!” gerutu Seohyun dan Baekhyun hanya bisa tertawa melihat kelakuannya

 

*klik*

jadilah photo keluarga pertama kami. sangat lucu dan terlihat bahagia.

tapi sampai kapan??

 

HOME

CHANYEOL

Nara sibuk mengerjakan tugas rumah, sedangkan Jo membuka-buka buku bergambar.

dan aku? duduk diam tak tau harus apa

 

“Yeolie…”

“nee?”

“tolong masukan jemuran ya. langit sangat mendung”

“nee~”

“Jo tolong kemarikan handuk di belakangmu”

“nee~”

 

aku merasakannya!

menjadi appa, dan suami?

rasanya menyenangkan sekali.

melihat Jo semangat membuka buku bergambar, dan Nara yang selalu tersenyum. apa ini yang dirasakan appa dan eomma saat aku masih kecil?

 

“apa yang kau pikirkan?” ujar Nara dan ia duduk disampingku “minumlah” ia menyuguhkan teh dan biskuit padaku

“terima kasih….”

“jika ada sesuatu yang mengganjal, bicarakan. kita hadapi bersama. nee?” ujarnya “habiskan cemilanmu. aku mau mengawasi Jo belajar” Nara bangkit dari duduknya dan menghampiri Jo

 

“uri Jo sedang apa?”

“melihat sapi eomma”

“chagiya~ ini bukan sapi tapi gajah. ini sapi”

“oh gajah punya telinga lebar. nah kalau sapi punya badan yang besar”

“gajah telinganya lebar, sapi badannya besar”

“gajah makan banyak?”

“geurae. gajah makan banyaak sekali”

“appa makannya banyaak!!” ujar Jo sambil menunjukku dan Nara tertawa “appa adalah ga..jah..”

 

“hei aku dengar itu” aku menghampiri mereka “Jo yang makannya banyak”

“aniyo….”

“kalian makannya banyak….” ujar Nara sambil tertawa

“eomma badannya besaar” ujar Jo dan aku tertawa geli. Nara memonyongkan bibirnya seperti anak kecil

“hahaha, eomma badannya besar. eomma adalah sapi” ujarku dan Jo tambah tertawa

 

“ckckck…. kalian masaklah sendiri” Nara ngambek dan menyetel tv

“woaaah! mianhae…”

“eommaku cantik” ujar Jo merayu “eommaku lucu”

“Naraku cantik” ujarku mengikuti kalimat Jo “Naraku lucu”

“errghh…….”

 

kami bahagia. sangat bahagia.

meskipun kami disibukan dengan berbagai tugas dan persiapan ujian menuju kelulusan, karena ada Jo, semua tidak terasa

 

“eomma… kata Seohyun ahjumma, sebentar lagi kalian lulus sekolah ya?”

“nee~”

“lulus sekolah itu apa?”

“saat dimana kau tidak perlu ke sekolah dan memakai seragam. menyenangkan!!!” imbuhku dan Jo terlihat antusias

“Jo juga mau lulus!!” ujarnya heboh

“dasar bodoh. sekolah saja belum, kenapa minta lulus” gerutuku pada Jo, dan ia hanya tertawa kecil “aww!!” Nara menjitakku keras

“hentikan kosakata seperti itu!!”

“hahaha…..”

 

**at night**

“apa yang ia lakukan?” aku menghampiri Nara yang sejak tadi berkutat dengan bahan makanan di dapur “kenapa?”

“menyiapkan makanan. besok Jo makan apa ya??”

“telur dadar sayur dan sup kornet sapi saja. bawa susu dan air putih juga” ujarku membantunya membereskan dapur

“uri Park Chanyeol is completely change” ujarnya sambil tersenyum memandangku

“apanya?”

“aniyo~” ia kembali merapikan dapur

 

Nara, kau yang berubah. menjadi ibu, tidak semudah yang aku pikirkan. berusaha mengendalikan amarah dan harus selalu menjaga anak. menjadi orang tua yang harus selalu mengawasi kosakata dan perilaku sang anak, juga merupakan hal yang sangat sulit. Jo, tumbuhlah menjadi anak yang baik dan berguna. jangan kecewakan kami. karena walaupun kami tidak tau kau dari mana, kau sudah menjadi anak kami dari hati, dengan atau tanpa hasil test tersebut

 

There are so many things I couldn’t say

You have never heard them before but
I’m not someone
who just loves anyone I see

Because among the many people in this world
I could only see you

I am standing here as I only see you
After this love, I don’t really know what will happen
Just like child who is always this way,
Will you warmly hold me right now?

 

TO BE CONTINUE

 

yuuk di comment :3 :3 

Entry filed under: Chaptered, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Life, Romance, T. Tags: , , , , .

100 Days of Love [Part 1] The One That Got Away [Prologue]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

July 2013
M T W T F S S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: