THE REASON [UNTOLD – Part 3]

June 25, 2013 at 11:36 PM 4 comments

Title     :  THE REASON [UNTOLD – Part 3]

Author :  Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre :  Friendship, Romance, Family, Life

Rating:   AG (All Age) / T

Cast     :  Park Chanyeol & Choi/Park Nara

 Other Cast: Found them by yourself :)

Type: Chaptered 

NARA

‘HAPPY 2ND ANNYVERSARY CHANYEOL-NARA’

 Hari ini ulang tahun pernikahan kami. Waaw aku ingat! Hebat kan? Hahaha. tapi Chanyeol santai sekali. Apa ia sedang stress dengan kuliahnya? Mengapa ia seperti lupa? Atau bolehkah ku katakan ia tidak peduli? Padahal aku sudah memberi kode dari kemarin lusa. Tetapi otaknnya sedang tidak tersambung! haaaah

Baiklah jika ia tidak mencintaiku dan hanya menganggapku ‘istri di atas kertas’,ya tidak apa-apa. Oke, itu terlalu menyakitkan. Bisakah kita menganggap bahwa aku dan chanyeol benar-benar menikah?

 

*daaak*daaak*

“Jung Daehyun!!” teriakku kaget. Ia mengetuk kaca jendela cukup keras seperti ingin memecahkan jenela rumahku. Ia menepati janjinya untuk membantuku mencari kado spesial untuk Chanyeol. Good boy.

Ia melambai seperti orang aneh, “cepat keluar. Ayoo!!” teriaknya

aku segera keluar menghampirinya, dan segera tersenyum melihat gaya-nya hari ini. waaw, super sekali, uri Jung Daehyun! aku melipat tanganku dan menggeleng pelan saat melihat style-nya. kau tahu, ia terlihat tampan. Ah maksudku ia memang tampan, aku tahu itu dari dulu. Hanya saja ini jauh lebih tampan. mengapa ia tidak bergaya seperti ini dari dulu? Haha. Ia pasti sangat terkenal. Sebenarnya ia tidak setampan suamiku. yah walaupun mungkin tidak setampan kekasih kalian, aku harus mengiyakan bahwa Chanyeol tampan. Hey, sudahlah keluar jalur. Oke!

 

“Nara…” panggil Daehyun dan ia menatapku dengan tatapan, ‘keluar kau bodoh’. aku segera menghampirinya.

Ia menatapku dari atas hingga bawah. apakah aku aneh?, “waeyo?”

“kau cantik” ujarnya, lalu tersenyum menatapku. Aku tersenyum dan mengangkat alisku

“bukankah aku sudah cantik dari dulu? Haha”

“ya pantas saja ‘mereka’ selalu bersikukuh mengejarmu”

“hei jangan ada penekanan begitu di kata ‘mereka’. haha”

“baiklah”

“kau juga tampan. haha”

“kita ini tampan dan cantik, seharusnya kita sudah jadi couple dari dulu. Hahaha”

“ah kau benar. Haha. Hari ini kita akan menjadi couple. Kau suka kan?”

“Cih malas”

“YAA!! JUNG DAEHYUN!!!”

 

Akhirnya setelah berjam-jam mengitari Honghae dan sekitarnya, aku menemukan hadiah yang pas. Aku membeli cincin perak yang sangat bagus. Kenapa aku membeli cincin, padahal ketika menikah kami memiliki cincin? yak jawabannya adalah cincin pernikahanku sangat mahal! Berlapis permata, dan kami sangat sayang jika harus memakainya. Apalagi kami tidak mungkin menggunakan barang sebagus itu untuk sekolah. Jadi aku putuskan untuk membeli cincin perak. Berkat‘the noisiest ninja, Daehyun, akhirnya aku mendapatkan cincin yang sangat indah. Selain tampan, ia berbakat. Ia memang serbaguna. Oops, salah. multi-talent maksudku, hahaha.

Sesampainya di rumah, aku langsung memasak dibantu Daehyun. Daaang!! Tidak ku sangka selain berbakat membuat masakan luar negeri, ia juga punya bakat terpendam untuk ‘merusak barang’! dua piringku pecah! Walaupun begitu aku sungguh berterima kasih padanya karena membantuku seharian ini. spaghetti, chicken soup, dan cocktail. Mewah bukan? haha. Setelah memasak aku segera mandi. Ketika aku mandi Daehyun membantuku merapikan masakan dan menatanya di meja makan. Hahaha. So much thank you for today, my best friend, Mr. Jung.

Sambil menunggu Chanyeol pulang, aku mulai menggunting ini itu dan juga membungkus hadiahku. Daehyun juga harus cepat pulang karena noona-nya, Jung Sooyeon pulang dari Amerika. Aku biasa memanggilnya Jessica eonni, nama luar negerinya. Kira-kira jika aku punya nama luar negeri, bagusnya apa ya? hmm, Krystal? Cathelain? EH SALAH! Cathelain itu merek dompet dan tasku. Oke stop! Keluar dari konteks!! Daehyun menatapku khawatir, haha, as always.

“kau tidak apa-apa sendiri di rumah?” tanya-nya sambil memakai bagpack-nya

“tenang sebentar lagi suamiku pulang”

“bangga sekali menyebut suami?”

“geureomyeon. Uri nampyeon, Park Chanyeol. haha”

“ya sudah, aku pulang ya, kau ha-” Daehyun menunduk tiba-tiba, lalu Ia mengucek matanya. Sepertinya kelilipan sesuatu

Aku menariknya agar duduk lagi, “kenapa matamu?”

“kemasukan debu sepertinya”

“sini aku tiup” Daehyun mendekatkan wajahnya padaku. Tentu saja harus begini, jika berjauhan namanya bukan meniup. Tapi mengusir!

 

“Nara, aku pu-”

Suara Chanyeol! Chanyeol pulang! Oke entah aku harus senang atau kaget atau bagaimana. Ia pulang disaat yang tidak tepat. Pertama, aku belum membungkus hadiah. Kedua, aku belum dandan! Ketiga, dekorasi belum siap! Tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah posisiku dan Daehyun saat ini!!

“apa yang kau lakukan Nara?!” Tanya Chanyeol dengan suara yang, hmm, bisa di bilang menakutkan. Oke aku takut dengan nada seperti itu.

“tidak melakukan apa-apa hyeong. Kami hanya-”

“maaf daehyun, tapi aku sedang bertanya istriku” ujar Chanyeol tegas, tapi tidak mengurangi kesopannya. Aku tahu ia marah. Bagaimana tidak, posisi kami sungguh…

Karena mata Daehyun kelilipan debu, maka aku meniup matanya. Otomatis tubuh kami berdekatan. Dan Chanyeol masuk ketika wajah kami sangat dekat. Posisi yang sangat DAAANG untuk di maki-maki. Walaupun bukan begitu.

 

“Chan… Chanyeol, kau pulang”

“ini rumahku, jadi aku pulang kemari. Kenapa? kau tidak senang aku pulang?”

“bukan begitu. Hanya-”

 

“maaf hyeong, Nara. Aku pulang dulu ya. Selesaikan masalah kalian. Ini sudah sangat intern” ujar Daehyun. APA? DIA PERGI BEGITU SAJA? SAMPAH!! Tidak membantuku?! Haaaah.

“baiklah. Kau hati-hati. Di luar mendung, cepatlah pulang” ujar Chanyeol. Aku sempat takjub dengan apa yang baru saja ia katakan pada Daehyun. Tatapan mata Daehyun padaku seperti mengatakan, ‘Nara, selesaikan urusanmu. Aku tidak mau ikut campur ya. Bai’. Mungkin begitu. YAA!! JUNG DAEHYUN!!

“permisi” Daehyun langsung berlari keluar rumah, dan di jendela aku melihatnya berlari secepat seseorang yang sedang dikejar oleh anjing. atau maling yang takut tertangkap hansip.

 

Aku menatap Chanyeol. Aku masih di posisiku sebelumnya. Duduk, “Chanyeol aku bisa jelaskan. Ini tidak seperti yang kau-”

 

*braaaak*

Chanyeol menendang kursi makan hingga patah. Oke patah!! Aku kaget bukan main. Astaga Park Nara, suamimu marah., ia mengamuk. Matilah kau!!

“posisimu! Kenapa kalian berposisi begitu?” Tanya-nya dengan suara berat. Kali ini aku tidak melting. tapi takut bukan main

“tadi mata Daehyun kelilipan debu. Makanya-”

“kelilipan debu, atau sengaja ingin seperti itu?”

“nee?”

“jadi jika aku pulang kuliah sore, dan kalian jalan-jalan. Di rumah kalian begini?” ujarnya kasar. Waw kalimat yang sangat menusukku! Aku kaget sampai aku tidak berkata-kata. Ia menepuk tangan, dan tersenyum miris dengan mata bulatnya, “BAGUS SEKALI PARK NARA!!”

bukan seperti itu! Aku ini istrimu!!! Chanyeol~” aku berteriak cukup keras. Ia menatapku. Perlahan amarahnya terlihat hilang, dan tersisa wajah menyesal karena salah bicara. Mungkin. Ia mengusap wajahnya, lalu menghembuskan nafas panjang.

Aku menunjuk ke arah meja makan dan kalender bergantian, “kau tak ingat hari ini hari apa?”

Ia berjalan mendekati meja makan, “kau masak banyak? ada apa?”

Ada apa? ia benar-benar tidak ingat? Oke. Congratulation Park Nara. keterlaluan, “ kau lihat saja”

kemudian ia melihat kalender yang berada di depannya. Jelas sekali terlihat raut syok di wajahnya, “hari ini, hari anniversary kita?”

“ya, anniversary kita, dan KAU MELUPAKANNYA. good job uri Chanyeol” ujarku menekan kata ‘kau melupakannya’.

“kau yang memasak semuanya?”

“ya, di bantu Daehyun! Bahkan kau tahu, kami seharian ini sangat lelah. berkeliling demi mencari hadiah untuk-” aku berhenti bicara, dan mengambil nafas cukup panjang, hampir saja aku kehilangan kontrol

Air mataku jatuh begitu saja. Hatiku sakit ia menunduhku seperti itu. Dengan Daehyun pula! Hey, kau tidak lupa kan Chanyeol, ia sahabatku! Sahabat yang selalu ada untukku! Teganya Chanyeol berkata sekasar itu padaku. Keterlaluan

Aku mengambil kotak cincin yang bahkan belum sempat ku bungkus dan ku serahkan pada Chanyeol, “happy 2nd anniversary, uri Chanyeol. Maaf belum di bungkus”

“Nara…”

“mungkin untuk anniversary selanjutnya, perlu di pikirkan lebih jauh” imbuhku sambil menangis. Aku berlari keluar rumah. Berlari sejauh mungkin untuk menenangkan diri. Beberapa jam mungkin cukup untuk menenangkan diri

 

‘maafkan aku berkata kasar. Aku sangat menyayangimu Park chanyeol’

 

CHANYEOL

Hari ini setelah bersenang-senang di kampus, aku segera pulang. Ingin melihat senyum Nara. Entah mengapa, akhir-akhir ini aku sering rindu padanya. Di saat aku stress dengan urusan kampus, ia selalu bisa mmebuatku melupakan itu sejenak. Entah dengan membantunya belajar, bermain bersama, sekedar karaoke, ataupun nonton tv bersama. Moment yang sangat sederhana. tapi sunggh aku bersyukur memilikinya. Di saat ia juga mungkin pusing dengan urusna kelas Tiga dan persiapan kelulusan, ia selalu  bisa membuatku merasa ‘aku tidak akan pernah sendiri’.

Namun sesampainya aku di rumah hari ini, apa yang aku lihat? Nara dan Daehyun–sahabat Nara-, berada di posisi yang, sungguh aku tidak mau menceritakannya. Setelah Daehyun pulang, aku membentak Nara luar biasa. Aku bahkan menendang kursi hingga kursi itu patah. Ia pun berteriak dan mengingatkanku bahwa ia adalah istriku dengan wajah sendu. Saat itu aku tahu, aku salah. Aku tak seharusnya seperti ituu. Nara menunjuk meja makan dan kalender bergantian, dan betapa terkejutnya aku setelah melihat kalender

‘Chanyeol – Nara 2nd anniversary’

Ya kira-kira begitulah yang tertulis dikalendar itu. Nara menangis! Ia menangis di hadapanku untuk pertama kalianya. Ternyata Daehyun datang untuk membantu Nara menyiapkan ini semua. Dan yang lebih mengagetkan lagi, ia memberiku sebuah kotak. Saat ku buka, sepasang cincin putih, sangat cantik. Dengan suara seraknya, ia mengatakan hal yang membuatku sangat amat amat menyesalkan sikapku tadi,

‘mungkin untuk anniversary selanjutnya, perlu di pikirkan lebih jauh’

Setelah mengatakan itu, ia berlari keluar rumah. Sedangkan aku, hanya terduduk dan menyesali apa yang terjadi tadi. Aku berteriak dan terus memukul lantai.

“maafkan aku Nara…”

Ku pandangi cincin ini dengan perasaan sangat amat menyesal dan bersalah. Bunuh aku jika tidak merasa bersalah karena hari ini. Kenapa aku egois sekali! Tidak mau mendengarkannya, malah menunjukkan bahwa aku marah besar padanya, bahkan membuatnya menangis!

 

-kring-kring-kring-

Ku lihat layar ponselku, dan terpampang nama ‘Jung Daehyun’ disana,

“yeoboseyo?”

“hyeong, ini aku Daehyun”

“ah nee daehyun-i”

“apa Nara ada di sampingmu?”

“Nara? eobseo, ia pergi”

“pergi? Ah baiklah hyeong”

“hubungi ponselnya saja”

“andai saja bisa. ponselnya tidak aktif hyeong. Aku bingung”

“hah! jeongmalyo?”

 

Aku kaget saat Daehyun mengatakan ponsel Nara tidak aktif. Ia tidak pernah menonaktifkan ponselnya selama ini. Apa aku terlalu kasar? TENTU SAJA PARK CHANYEOL! KAU STRESS.        

“sepertinya ia sakit hyeong. Wajahnya sangat pucat”

“sakit?”

“seharian ini belum makan”

“belum makan?”

“seharian ini aku mengantarnya mencari ini itu dan mempersiapkan makanan. Ia tidak mau makan”

“jadi kau yang mengantarnya seharian ini untuk mempersiapkan-”

“jangan bilang kau marah padanya?”

“ya aku marah besar padanya, dan sekarang ia marah padaku”

“tentu saja. ia sudah berkorban banyak hari ini untukmu. kau tahu ia kemana?”

“aku tidak tahu ia kemana”

“pergilah mencarinya, minta maaflah padanya hyeong. Ia melakukan semua ini karena hari ini dua tahun pernikahan kalian”

“ya aku tahu, aku akan berusaha”

“hyeong?”

“nee?”

“lakukan yang terbaik. Jangan sakiti Nara. aku harap kau bisa berbaikan dengan si bodoh lagi. Goodluck”

“hahaha terima kasih banyak Daehyun. Ya semoga aku dan Nara bisa berbaikan. Sekali lagi maafkan aku hari ini”

-beeeep-

 

~ [BACKSOUND: I SHOULD NOT SAY – MBLAQ] ~

Oke Chanyeol, selamat! Ini perayaan terburuk sepanjang masa! Kau memaki-maki istrimu hanya karena alasan yang tidak jelas. Salah paham, atau boleh ku katakan aku yang tidak mau mendengar penjelasannya dulu. Ia berusaha sangat keras hari ini untukku. Namun apa yang ku berikan padanya? MAKIAN.

Tidak ada hal baik yang ku berikan padanya. Ingat hari ini pun tidak. Ya Tuhan Chanyeol, terkutuklah kau sebagai suami!

“aku yang berjanji menjagamu dan melindungimu. Tapi aku malah yang membentak dan menyakitimu, di hari sepenting ini”

Aku berusaha menelpon Nara. Puluhan kali ku telpon, dan mengiriminya pesan, tidak ada jawaban sama sekali. Ketika ku tanyakan orangtua kami, Nara tidak pergi ke tempat mereka. orangtua kami mengucapkan selamat atas dua tahun usia pernikahan kami dengan suara sangat bahagia. Di hari sepenting ini, tidak ada Nara di sampingku, dan entahlah! Astaga aku bisa gila jika seperti ini. Menurut Daehyun, seharian ini dia belum makan atau minum apapun, terlebih lagi ia terlalu lelah dan menerima tekanan dariku. Aku takut ia sakit.

“Nara sungguh maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya tidak mau kau terlalu dekat dengan Daehyun, walaupun aku tahu kalian bersahabat sangat dekat. Kau istriku”

Ku pandangi photo Polaroid kami setahun lalu di hari pernikahan kami yang pertama. Hari itu aku yang mengingat dan menyiapkan semua untuk Nara. Hari itu sangat bahagia. Aku benar-benar merasa bahwa aku memang memiliki istri yang terbaik. Park Nara.

Berlari keluar rumah dan mencari Nara. Aku berlari dan terus berlari mencari petunjuk kemana ia pergi. Namun nihil. Sudah empat jam berkeliling dan mendatangi kemungkinan Nara berada, semuanya tidak ada hasilnya. Aku lelah berlari mencarinya. Taruhan, wajahku pasti kusut sepeti baju yang gagal disetrika oleh Nara ketika buru-buru. Sangat amat kusut! Tidak enak dipandang!

 

‘mungkin untuk anniversary selanjutnya, perlu di pikirkan lebih jauh’

Kalimat itu masih terus ternginang di telingaku. Entah kenapa hatiku sangat sakit. Aku lemas jika mengingat suara Nara yang begitu sedih saat mengatakannya.

Jangan Nara. Ku mohon. Maafkan aku. Kembalilah sekarang Nara. Aku masih sangat membutuhkan kau untuk mendampingiku. Bersamaku seumur hidup. Nara, maafkan aku

 

-ddrrttt-drrrttt-

Ponselku berbunyi, dan ada pesan masuk “Daehyun?”

‘hyeong, Nara ada di taman dekat sekolah!! ppalli~’

 

Berkat Daehyun aku menemukan Nara. Dan benar, ia terlihat sedang tertidur di atas rumput. Aku mendekat perlahan. Ia benar-benar tidur?  Sedangkan sekarang sudah jam 9 malam. Kau bisa sakit, “Na-” astaga ya Tuhan, tubuhnya dingin sekali!!! “Nara?”

Ia tidak bangun. Ku panggil berulang-ulang, dan tidak ada respon. Aku panik!!

“YA PARK NARA!!” teriakku lagi sekuat tenaga, dan aku merasakan tangannya bergerak.

akhirnya ia membuka matanya dan melihatku datar “apa?”

“astaga Tuhan! Nara ku pikir kau kenapa?!” lalu ia duduk dan menatapku dengan tatapan sayu. Wajahnya sangat pucat. Ia belum makan dan kedinginan.

“Kenapa atau bagaimana, aku bisa mengurus diriku sendiri” ia bangkit, lalu berjalan santai meninggalkanku. Aku berlari dan memeluknya dari belakang. Tubuhnya sangat dingin

“Nara tubuhmu dingin sekali”

“jangan pegang, nanti kau ketularan sakit! Sana”

“biarkan”

“Chanyeol. Sana!”

“tapi kau kedinginan. Nanti-”

“aku tidak mau kau sakit! lepaskan aku”

“maafkan aku. Maafkan aku yang jahat ini. Aku tahu seharusnya aku mengingat hari ini. Tapi aku malah sangat mengacaukannya. Maafkan emosi dan amarahku yang keterlaluan ini”

 

Ia berbalik dan menatapku, “kau tahu, rasanya ketika kau mengatakan hal sekasar itu padaku?”

“Marah? Kesal? benci?”

“SAKIT! kau seperti membantingku di atas aspal yang sangat keras, dan BRAAK, aku terkapar begitu saja. aku sangat sedih kau menunduhku seperti itu. AKU INI ISTRIMU! apa harus ku ingatkan lagi??”

Aku memeluknya erat dan terus mengeratkannya, “aku tahu, aku tahu. kau istriku. kemarin, hari ini, esok, lusa, dan selamanya”

“…”

“maafkan aku Nara. maafkan aku. sungguh”

“apa kau yakin mau mempertahankan semua ini?”

“maksudmu?”

“jika berakhir disini, ku rasa orangtua kita pun tidak akan terlilit hutang atau bermasalah lagi. Perusahaan masing-masing mereka sudah sangat stabil”

“mworago?”

“aku hanya tidak mau kau beranggapan bahwa aku istri yang buruk. Hey, aku masih belajar” ujarnya terisak. ia menangis. aku tidak pernah membayangkan bagaimana ia menangis. aku juga tidak ingin melihatnya menangis. namun saat ini dia menangis. menangis karena kesalahanku.

Air mataku jatuh melihatnya menangis, “hey jangan begini. Aku tahu aku salah. Tapi-”

Ia menghapus air mataku dengan kedua tangannya, “kau tidak boleh menangis. nanti manis-mu hilang. Aku benci melihatmu muram”

Ia tersenyum, dan aku hanya menunduk, “Nara…”

“Chanyeol. Aku ingin tidur di rumah eomma dan appa”

“kita selesaikan di rumah saja ya”

Ia menggeleng pelan. Ia mencium pipiku dan tersenyum, “Bai~”

 

Ia berjalan meninggalkanku sendirian. Aku harap ia berbalik dan tersenyum. Namun ia sama sekali tidak berbalik, apalagi kembali padaku. Aku merasa sekeliligku begitu suram. Lampu sekolah begitu remang-remang, gaaah, sempurna sekali untuk kegalauan malam ini.

“Nara…  kembali padaku. Aku mohon maafkan aku”

 

I shouldn’t have, I shouldn’t have said anything. I knew I was going to regret, but like this I did it again. That doesn’t work, it doesn’t work as I planned. Because of my worthless pride.

Don’t trust a single word I’m saying. I am pretending to send you away. Don’t forget that. No matter what I do. In my head are only thoughts of you. I’m in love it you. The place I need to be at is only right here

(I SHOULD NOT SAY – MBLAQ)

TO BE CONTINUED

 

yuuk di comment :3 :3

Entry filed under: B.A.P, Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Kim Shin Yeong, Life, Romance, T. Tags: , , , , , .

THE REASON [UNTOLD – Part 2] 100 Days of Love [Part 1]

4 Comments Add your own

  • 1. kiran lika  |  July 5, 2013 at 5:26 AM

    yah yah kok tbc ._._._.
    Ini dia konfliknya huahahahah =))
    Tp duh kasian chanyeol sama nara😦
    Chanyeol jg sih salah seenaknya aja marahin nara T.T
    Skg akibatnya gini kan😥 tengkar mereka………….
    Eonniiiii, aku tau mgkn para author sebel klo disuruh cepet2 publish ff nya mereka tp gmna dums hiks rasa penasaran reader itu terlalu besar……
    Maaf yaa eon, tp tlg cepetan publish wkwkkw
    Aku bakalan nunggu deh😀 tp jgn lama2 jg xD

    Reply
    • 2. Anastasia  |  July 7, 2013 at 9:15 AM

      iya aku paham kok haha selow :3
      aku usahain yaa ada lanjutannya lagi ^^

      thankyou for reading.

      Reply
  • 3. auliiara  |  July 10, 2013 at 4:43 AM

    Baguss….
    Bagusss….

    lnjutkan thor….

    Reply
  • 4. Naadd  |  July 28, 2013 at 8:10 PM

    BAAAAAH!! chanyeol bodoh bangets -,-
    geregetan parah ini😦
    keren..keren..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

June 2013
M T W T F S S
« Feb   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: