Love Really Hurt [Part 9]

February 10, 2013 at 10:30 AM Leave a comment

Title     : Love Really Hurt

Author : Anastasia

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating:  AG (All Age) / T

Cast     :  KAI (Jongin), Im Sora (Han Nara), Shim Changmin, Kim Jongwoon, and the other casts

Type    : Chaptered

****

 JONGWOON

Selama sora di rumah sakit, pikiranku kacau.

Pagi dan Sore aku selalu menjenguknya, dan menjaganya.

Aku tidak mau ada sesuatu terjadi padanya.

Apakah ini berarti…

 

“hyung ada apa melamum?” tanya Changmin sambil menyuguhkan the

“hanya memikirkan Sora”

“ada apa memangnya?”

“beberapa hari ini, pikiranku stuck di Sora”

 

“Jongwoon, kau mencintai Sora!” ujar raekyung sambil mengacungkan tasnya

“aniya. Aku lebih mencintai Nara”

“itu dulu hyung, sekarang ada Sora” imbuh Changmin “bukankah kau berpikir yang sama??”

 “jangan keras kepala Jongwoon!! Aku tahu kau dengan sangat baik!”

“jangan terpaut pada Nara noona, hyung. karena jika kalian berjodoh, suatu saat akan bersatu”

 

“jika tidak bagaimana?” ujarku pasrah. Entah mengapa aku sulit melepaskan Nara, dan tidak berani menggapai Sora. Siapa yang aku cintai sebenarnya?

 

“JONGWOON, LIHAT AKU” Raekyung mendekat dan tersenyum “kau sudah banyak merasakan sakit saat menunggu Nara. lihat  di depanmu, Sora. Ia mirip Nara, bahkan kita tahu, ia seperti duplikasi Nara dulu”

“aku mencintainya bukan karena itu”

“aku tahu, aku tahu. jangan terlambat untuk kedua kalinya”

“……”

“Temui Sora di rumah sakit, katakan padanya kau mencintainya. Paling tidak biarkan ia tahu. jangan seperti Nara dulu”

“cepat hyung…”

“Jongwoon, segeralah ke…”

 

*BRAAAAK*

“HYUNG!!!!” Siwan membuka pintu apartement Raekyung dengan sedikit kasar. Napasnya begitu tersengal-sengal “NOONA…”

“Siwan. waeyo?”

“SORA NOONA….”

“ada apa?”

 

**HOSPITAL** (BGM  Like We Used To – A Rocket To The Moon)

“noona… Jongwoon hyung, Changmin hyung, Raekyung noona, dan Minkyung datang…” ujar Siwan dengan suara serak saat memasuki ruangan rumah sakit. Siwan menggendong Minkyung dan menepi di dinding. “itu uri noona…” ia menunjuk seseorang itu

 

aku bisa mendengar suara tangisan Raekyung,

aku bisa merasakan sesak di dadaku,

dan aku bisa melihat Sora terbaring tak bernyawa di ranjang itu

 

“SORA!!!!” Raekyung spontan berteriak dan berlari ke arah Sora “Sora… Sora… bangun sayang!” aku mendengar dengan sangat jelas tangisan Raekyung. sudah lama sekali aku tidak melihatnya menangis “BANGUN, AKU MOHON!”

 

“Rae..” aku ingin menghampiri namun Changmin menahanku

Changmin menggeleng pelan dan menatapku “biarkan dia sebentar hyung, Raekyung sangat terpukul atas kepergian Sora”

“baiklah….”

 

Raekyung masih tetap histeris dengan kenyataan yang ada. aku sampai bingung, mengapa Raekyung seperti itu. suaranya sangat…

 

“Sora… bangun sayang! demi aku”

“Sora, lihat!! Minkyung sudah bisa membedakan kami!!!”

“bangun Sora, bangun!!”

 

setelah hampir satu jam menangis dan berteriak, akhirnya Raekyung melepas Sora, mengikhlaskannya pergi selamanya. aku? aku hanya berdiri di tepi dan melihat wanita yang ternyata aku cintai meninggalkanku. sama seperti Nara yang meninggalkanku dan sekarang entah dimana. aku menyadari betapa aku mencintai mereka, setelah mereka pergi

 

“hyung….” Siwan mendekat dan tersenyum padaku. ia pasti sangat terpukul atas kepergian Sora

“Siwan… sebenarnya ia sakit apa?”

“uri noona?”

“ya”

“kanker otak stadium 3″

“Geotjimal!”

“itu benar. setelah pulang dari paris, noona ke rumah sakit. aku juga sangat terkejut atas hasil rontgen itu”

“bagaimana bisa ia sakit separah itu?”

“penggumpalan darah di otak yang terjadi 10 tahun lalu”

“mengapa ia tidak bercerita padaku? pada kami?!” ujarku dengan suara sedikit pelan. aku tidak ingin Raekyung pingsan karena ini “ini sakit yang parah”

“ia menyuruhku tutup mulut. bahkan orang tua kami tidak tahu”

“sekarang?”

“tadi sudah ku kabarkan, dan tampaknya ibuku pingsan”

“sora adalah wanita yang sangat baik. Tuhan pasti memberikan tempat yang layak untuknya”

“nee hyung, semoga….”

 

*****

keesokan harinya Siwan dan orang tua mereka membawa Sora pulang ke Paris. hatiku sesak. karena aku tahu, aku tidak mungkin kesana untuk mengunjungi pusaranya.

Tuhan apakah aku di takdirkan untuk tidak bisa menggapai orang yang ku cintai?

setelah Nara pergi, Sora juga pergi?

tidak bisakah aku mendapat cerita cinta seperti drama atau semacamnya?

 

** 3 Weeks Later **

sudah 3 minggu.. dan kau tahu, rasanya sangat berbeda.

biasanya ada Sora yang siap sedia menemaniku sepulang kerja. ke cafe atau hanya duduk-duduk sambil makan cake

mendengar suaranya… melihat senyumnya… merasakan kehadiarannya…

itu semua anugrah yang luar biasa yang Kau berikan, Tuhan. tapi sekarang, aku hanya bisa diam, dan meratapi nasib. selamat tinggal IM SORA

 

**HOME**

*tok*tok*tok*

“selamat siang… Jongwoon hyung” ada suara dari luar rumah

“sebentar…” aku berjalan ke arah pintu dan membuka pintu untuk tamu yang ada di luar rumahku. Pasti dia mengenalku

 

*kreeet*

“Siwan?” gumamku saat melihat siapa yang bertamu

“annyeong hyung…”

“silahkan masuk… duduklah”

“nee gomawo”

“kapan datang??”

“kemarin hyung. aku ingin membereskan rumah”

“ah arasseo. oh iya mau minum apa?”

“tidak usah repot-repot”

“aniya gwenchana”

“aku hanya ingin menyampaikan sesuatu”

“sesuatu? ah baiklah”

“………”

“apakah semua lancar?”

“nee hyung, semuanya lancar. noona sudah berada sangat dekat dengan Tuhan, dan orang-orang yang sangat mencintainya” ujarnya sedih. wajar saja, Sora baru pergi 3 minggu. rasanya Sora seperti sedang tugas keluar kota, dan tidak tahu kapan ia akan kembali

 

“oh iya, ini…” Siwan memberikanku sebuah kotak yang cukup besar

“kotak apa ini?

“photo, dan beberapa barang”

“photo?” dan benar saja. saat ku buka ada banyak sekali photo di dalamnya, dan kertas-kertas

“ini handycam… untukmu”

“untukku? ah jangan bercanda. ini milik Sora kan”

“aku tidak bercanda. itu memang milik noona”

“lalu mengapa di berikan untukku?”

“nanti kau juga tahu” ujarnya, dan aku penasaran, apa isi kotak sebesar ini

 

aku melihat photo banyak sekali, aku bingung maksudnya apa. hingga aku melihat sebuah photo yang sangat aku kenal. photo dari seseorang di masa lalu yang sangat aku cintai. Nara

 

“hyung, apa kau kenal wanita itu?” siwan menunjuk sebuah photo

“ini… kau dan Sora dapat dari mana?” ini photoku dan Nara di depan rumahnya

“katakan padaku siapa dia, dan apa kau mengenalnya?” aku diam menatap photo itu. kenangan yang sungguh indah “hyung kau tak apa-apa?”

“aku sangat amat mengenalnya” aku memperlihatkan photoku dan Nara yang ku letakkan  di meja tamu “namanya adalah Han Nara. ini kami sekitar 11 tahunan yang lalu”

“11 tahun?”

“11 tahun lalu ia pindah ke Spanyol bersama kakaknya. Dan sampai sekarang, aku tidak tahu dimana mereka berada. Aku sangat merindukan Nara. ia mirip sekali dengan Sora bukan?? Tapi aku sadar, Sora bukan Nara, jadi…” aku menghela napas dan tersenyum. Siwan hanya dia memperhatikan photo kami

“andai bisa bertemu lagi, pasti bahagia”

“kau pikir begitu?” ujarnya tiba-tiba

“Siwan, kau kenapa?”

 

**BGM  It Has To be You – Yesung**

 

Ia tidak menjawabnya langsung

Ia meneteskan air mata saat melihat photo Nara

Genggaman tangan dan keratan giginya begitu kuat

Ternyata Nara dan Sora memang mirip

Bahkan di mata keluarga Sora sendiri

 

“apa kau tidak sadar?”

“sadar apa?”

“kau sudah bertemu dengannya”

“bertemu?”

“ia yang menemukanmu.. ingatan, dan kenangannya”

“maksudmu?”

“ini…” Siwan menyodorkan photo lain

“kau dengan Sora?”

ia mengangguk “ini sekitar 10 tahunan lalu” lalu ia menyodorkan photo lagi

“ini aku dengan Nara?” photoku dan Nara 10 tahun lalu, dan Ia mengangguk lagi. Lalu ia melipat kedua photo tersebut, yang akhirnya hanya terlihat photo Nara dan Sora.

 

Tunggu??

 

“ini Nara.. ini Sora..” Sora 10  tahun lalu mengapa….

“tak bisakah kau menerka hyung?”

“aku tak mengerti maksudnya apa. tapi, mereka sangat amat mirip. Apa mereka kembar? Ya Tuhan~”

“aniyo~”

“lalu?”setiap aku bertanya, Siwan selalu menghela napas dan terlihat pasrah “ada yang kau ingin sampaikan?”

“aku bingung menyampaikannya hyung. karena …”

“pelan-pelan saja, katakan ada apa”

 

“baiklah.. sekitar 11 tahun lalu sebuah kecelakaan hebat terjadi di daerah A. banyak korban yang berjatuhan, dan salah satunya adalah saudara dekat ibuku. Hyung itu meminta agar ayah merawat adiknya yang juga sekarat sangat parah. Hyung itu sangat dekat dan baik padaku, begitu juga noona itu. aku sangat menganggap mereka seperti noona dan hyungku sendiri. Namun nasib hyung itu tidak baik, dan ia harus pergi dengan cara seperti itu” ujarnya sangat sedih, aku masih mendengarkan cerita itu “noona koma selama 1 bulan di rumah sakit. Akhirnya ia siuman dari tidur panjangnya, namun kami kaget saat ia tidak ingat apapun. Menurut dokter, amnesia total. Ayah dan ibu memutuskan mengadopsinya dan merahasiakan semua kenangan masa lalunya”

“apa yang kau ingin coba katakan padaku?”

“singkatnya, gadis itu adalah uri noona, Im Sora”

“mworago!! jadi kalian bukan saudara kandung?”

“bukan” ia menggeleng pelan “Kau tahu hyung, kakak kandungnya yang meninggal itu bernama siapa?”

“siapa?”

“Jongin Hyung”

“nee?” Jong In??

“Kai Hyung…”

“MWORAGOYO!!!” aku syok dengan apa yang di katakan Siwan barusan, Kai Hyung meninggal? Ia sudah meninggal? “katakan sekali lagi”

“ini photoku dan Kai hyung. ini beberapa minggu sebelum kecelakaan itu terjadi. Sedangkan ini photoku dan Nara noona 2 hari sebelum kecelakaan itu terjadi”

“taman?”

“nee.. Saat itu…”

 

**Flashback** (Siwan POV)

“oppa, lihat bunganya bagus… wah gerbangnya, hahaha” ujar Nara noona dengan semangat “Siwan kemari”

“ada apa noona??”

“let’s capture some photos here” ujarnya lalu aku langsung merangkul Nara noona  dengan erat

“jangan rangkul begitu. Have a seat” ia memberontak karena tanganku menyentuh rambutnya

“disini? kotor noona!”

“cepat duduk dan kita jalan lagi”

“ppalliwa Siwan!”

“arasseo”

“oppa I’m ready…”

“tentu…” Kai hyung mendekat dan mengambil photo kami

 

*klik*

 

“ini…” Kai hyung memberikan Polaroid kami

“ah uri noona neomu yeppeo!!!” aku memeluk Nara noona dan tertawa

“tentu saja… ah rambutku!!”

“aish arasseo noona” aku langsung menjauhkan tangannya dari rambut noona

“lucu ya photonya…”

“tapi…” aku melihat gerbang dan motif bajunya bergantian, dan merasa aneh

“garis-garis ya? hahaha”

“ternyata ini alasanmu menyuruh berphoto!!”

“tak apa Siwan. yang penting kan senang. Right oppa??

“we are happy family, hahha” imbuh Kai hyung sambil terus mengabadikan photo-photo kami

“ayo jalan lagi..”

“kajja~”

**Flashback End**

 

Ia menunjukkan photonya bersama Kai Hyung!

Lelaki itu memang Kai Hyung!!

Dan itu, itu adalah Nara! Gadis itu memang Nara!

 

“Kai hyung meninggal?” air mataku jatuh perlahan

“nee” ujarnya tegas. pikiranku langsung buyar, dan aku mulai mengerti arah pembicaraan ini

“Im Sora bukan kakak kandungku. Ia adalah adik kandung dari Kai Hyung, yang artinya…”

“Sora adalah Nara…” ujarku pelan dan Siwan hanya memperhatikan photo-photo itu “am I right??”

“ya, Sora noona adalah Nara noona…” ujarnya sambil membantuku merapikan photo-photo ini “Nara noona yang selama ini kau tunggu adalah Im Sora noona”

“dan aku tidak tahu itu? aku merasa, bahkan sangat merasa aura Nara di dalam diri Sora, dan aku tidak mencari tahu?”

“hyung…”

“Nara di samping kami selama ini, dan kami tidak tahu”

“maaf, aku tidak bisa membuka luka lamanya. Jika ia ingat semua, maka ia akan jauh menderita karena kehilangan Kai hyung”

 

“jadi aku kehilangan lagi… dan ini untuk selamanya??”

 

sarang cham apeuda neomu apeuda

swimeobsi nal utgehago kkeuteobsi nareul ullinda

sarang cham useumda jeongmal duryeopda

jebal ije geuman kkumeul kkaege haejwosseumyeon jogetda

 

*****

Setelah hampir 1 jam berbincang dengan Siwan akhirnya ia pamit pulang. rasanya seperti di injak-injak dengan pesumo, dan aku merasakan remuk luar biasa di sekujur tubuhku. aku  langsung membereskan semua photo, beserta handycam. Lalu ku ambil kunci mobil, dan bergegas menuju apartemen sahabatku. Rasanya aku ingin mati mendengar semuanya. Setelah aku sadar bahwa aku kehilangan Sora, sekarang aku di hadapkan kenyataan bahwa aku ternyata sudah kehilangan Kai Hyung, sekaligus Nara. sulit untuk menerimanya. Tapi..

 

@ Raekyung Apartement

Setelah tiba di rumah Raekyung, aku langsung duduk di lantai

Semuanya buram… serasa runtuh

 

“ada apa Jongwoon wajahmu tertekuk seperti itu?” tanya raekyung pelan sambil terus mendekat ke arahku. Namun aku lebih memiih untuk diam “minumlah teh hangat ini. sebentar lagi Changmin kembali” Raekyung menyuguhkan teh untukku

“Minkyung bagaimana?”

“ia baik-baik saja, sehat” ujarnya santai sambil terus mengawasiku. Mataku terus tertuju pada kotak dan handycam itu. tanpa ku sadari air mataku jatuh, dan Raekyung melihat itu engan jelas

“kau.. ada apa menangis??” ia menghapus air mataku

 

“aku di beri kesempatan oleh Tuhan beberapa bulan untuk merasakan bahagia dan menemukan apa arti hadirnya”

“Sora?”

“selama ini aku menunggu, menunggu, dan menunggu hingga aku merasa lelah menunggunya”

“Nara?”

“seharusnya aku menyelidiki dengan serius mengenai dia dan masa lalunya”

“ada apa sebenarnya?!”

“kenapa aku begitu bodoh!!!!” aku menampar diriku sendiri dan Raekyung kaget

“YAA!! kau ini kenapa? apa maksudmu?”

“kenapa saat ia sadar dan tahu, ia malah terus diam dan berpura-pura jadi orang lain, raekyung??” teriakku dan Raekyung tampak clueless dengan ucapanku memilih diam “ia tahu bahwa aku mencintainya dan terus menunggunya. Tapi mengapa tanpa rasa bersalah ia membuatku harus melupakannya”

“Jongwoon… aku tidak mengerti apa dan siapa yang kau maksud”

“Nara…”

“nee?”

“Nara’s back”

“MWORAGO!!! Nara? HAN NARA? eodi?” ternyata Raekyung masih sangat sensitive dengan nama Nara. ia menggenggam tanganku dan matanya sangat fokus “Marhebwa!!”

“Nara…”

“Jongwoonie!!!”

“ia di sekitar kita, tapi kita tidak sadar akan kehadirannya”

“di??”

“Kita terus menganggapnya orang lain sampai ia pergi, kita baru sadar kalau ia adalah seseorang yang sangat kita tunggu selama ini”

“apa maksudmu?” ujarnya panik

 

**BGM Ave Maria**

 

Aku terus diam menatap Raekyung. Lidahku kaku untuk berbicara lebih banyak lagi. Siluet Nara dan Sora menjadi satu di pikiranku. Hatiku seperti di genderangi bunyi yang luar biasa yang membuatku ingin terus diam. Sesak mulai menyelimuti dan aku ingin berteriak sekeras-kerasnya. Namun aku harus mengatakannya…

 

“JONGWOON!!”

“Sora…Sora adalah Nara”

“Sora? IM SORA?”

“Sora adalah Nara yang mengalami kecelakaan parah 10 tahun lalu. kau ingat Sora pernah cerita bahwa ia mengalami kecelakaan 10 tahun lalu?”

“nee.. ia amnesia dan..”

“itu dia! Ternyata ia adalah Nara…”

GEOTJIMAL!! Kan sudah pernah ku katakan! Jangan membandingkan mereka!!

“Sora memang Nara!!”

“GEUMARHAE JONGWOON!!!”

“lihat ini…”

 

Dengan emosi memuncak, aku menyebar photo yang tadi di berikan oleh Siwan ke lantai. Air mataku jatuh tak terbendung. Aku mengepalkan tanganku dan kembali memukul lantai kuat-kuat.

Raekyung mendekat dan melihat satu persatu, tak lama kemudian ia menangis

Ia memukul-mukul lantai dan terus menangis dengan keras

 

“ini…” ia menatapku dengan tatapan menyedihkan

“kau mengerti Raekyung?”

“jadi Sora dan Nara adalah orang yang sama?”

“nee”

“kenapa kau bodoh Jongwoon!!! KAU BODOH!!!”

“kan sudah ku katakan, ia mirip dengan Nara. kalian tidak peduli!!”

“tapi…”

“kalian membuatku merasa seperti orang gila…”

“aku ingin bertemu dengannya, meminta maaf padanya, dan.. dan…”

“dan Kai Hyung meninggal dalam kecelakaan itu…”

“Kai? Jongin? Maksudmu Jongin oppa?!”

“nee”

Raekyung menangis dan mengepalkan tangannya “YA TUHAN!!”

“aku sungguh tidak tahu harus seperti apa…”

“Nara…”

 

*cekleek*

“aku pul.. Raekyung!!!!” Changmin kaget karena melihat kami menangis “ada apa? Minkyung baik-baik saja? atau kau sakit??”

“aniya”

“atau kau hyung? kau baik-baik saja bukan?” Changmin makin panik karena kami memilih diam “kalian katakan padaku ada apa sebenarnya!!!”

“yeobo, lihatlah photo ini, maka kau akan mengerti. Kau pasti mengerti”

“photo?”

 

Changmin duduk dan melihat photo yang berserakan

Itu menatap photo itu dengan seksama

Satu persatu ia lihat photo itu hingga photo yang kesekian

Apa ia tidak tahu? bukanlah ia sangat mengenal Nara?

 

“kau tidak mengerti?” Raekyung bergeser mendekati Changmin dan ia hanya diam

“aku yakin kau paham kan Changmin. Perlu ku jelaskan?” ujarku menyambung kalimat Raekyung

 

“tidak perlu… hanya dengan melihatnya pertama kali dulu, sebenarnya aku sedikit punya keyakinan bahwa ia adalah Nara noona”

“keyakinan?”

“saat aku mengatakan soal pelukan, ia ingin memberontak saat ku peluk erat rambutnya. Mungkin ia tidak enak karena tidak mengenalku jadi ia memilih diam. Tapi di sana aku merasa ia adalah noona”

“kenapa kau tidak bilang?”

“mana mungkin aku seperti itu. namun sorot matanya, itu titik keyakinanku. saat ke tempat Paman Suho, ia selalu memesan Strawberry Cake dan Orange Float, seperti yang biasa ia pesan. Selain itu… senyuman ketika sendokan cake yang pertama, aku tidak akan melupakannya”

“Nara…”

 

“Siwan memberikan ini padaku. Ia bilang, tontonlah bersama yang lain” aku membuka tas handycam

“handycam?”

“isinya apa?”

“lebih baik kita tonton sekarang”

 

Changmin membenahi tv dan menyalakan video

Satu, dua, tiga, empat, lima detik, video itu masih buram

Namun tiba-tiba gambar Sora, ah aniya, Nara muncul

 

**BGM  It Ended Admist Love [Brian Joo]**

 

“annyeonghaseyo, Cho neun Han Nara imnida”

 

*DEG*

Han Nara~ Ia mengakui dirinya adalah Han Nara

Ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada kamera

Raekyung terus menangis di pelukan Changmin

 

“sudah hampir 11 tahun tidak bertemu kalian. Kalian apa kabar? Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa saat bertemu kalian aku berpura-pura tidak tahu. jujur, aku memang tidak mengenal kalian saat pertama kali bertemu. Aku hanya merasakan suasana yang sangat hangat bila bersama kalian, terutama kau, Jongwoon”

 

Nara tersenyum di video message tersebut.

Sedangkan kami menangis seperti orang bodoh disini

Melihat kebodohan kami karena sangat melewatkanmu

 

“hampir 1 tahun aku bersama kalian dan hingga saat itu aku sebagai Sora menyadari bahwa aku sangat mencintaimu, Jongwoon. Namun aku sadar, hatimu hanya untuk Han Nara seorang. Seberusaha apapun diriku mencintaimu, kau tak pernah melihatku. Kau hanya melihat Nara selama 10 tahun. Aku salut padamu. Kau tahu, hatiku sakit, perih…”

“namun di lain sisi, aku sangat berterima kasih karena selalu percaya pada  Nara”

 

Ia menangis dan terus menangis. Berulang kali ia berusaha menahan dan menghapus air matanya. Aku sangat jarang melihatnya menangis seperti itu. Selama aku mengenalnya ia selalu tersenyum dan ceria. Dan kini, aku melihatnya tersenyum dan menangis terakhir kalinya… terakhir kali? Sungguh kata yang berat!

Aku tak melepaskan pandanganku dari video tersebut

Kembalilah, Nara~

 

“di saat aku mulai melepasmu, aku mengingat sesuatu. Seorang laki-laki yang bersimbah darah, ia menangis untukku. Ada lagi, anak yang selalu memboncengku setiap hari sepulang sekolah. dan anak laki-laki yang selalu menjagaku di sekolah. namun aku ada kenangan buruk dengan seorang gadis, ia membentakku luar biasa hebat. Bentakkan yang membuatku pergi dari hidup anak yang memboncengku itu. Aku tidak tahu itu siapa, hingga saat aku pingsan, dan memoriku kembali seperti semula. Akhirnya aku bisa mengingat semuanya dengan sangat jelas. Lelaki itu adalah Kai oppa! Anak yang memboncengku adalah kau Jongwoon. Anak yang menjagaku adalah kau Changmin. Dan gadis menyebalkan itu ternyata kau Raekyung, hahaha. tapi tenang, aku sama sekali tidak membencimu sekarang, aku sangat sangat menyayangimu Shin Raekyung unnie”

 

“Nara, maafkan aku! kembalilah, demi unnie-mu”

“Raekyung jangan menangis”

“Jongwoon katakan padanya, aku meyayanginya!!”

“Raekyung…”

 

“kalian hiduplah dengan baik, HARUS!! kau berdua, jaga Minkyung dengan baik. berikan ia semua yang terbaik di hidupnya kelak”

“dan kau Jongwoon… terima kasih sudah mencintaiku dan menungguku. Aku juga sangat sangat mencintaimu. Aku sebagai Sora, maupun aku sebagai Nara. aku dan Kai hyung akan mengawasimu dari surga. Mulai sekarang, aku tidak boleh lagi mencintaimu, begitu juga kau. Kau harus terus melanjutkannya. Hiduplah, dan berbahagialah, Jongwoon. I LOVE YOU. Bai Bai…

*kreeep*

 

Selesai.. Video message itu selesai.

Sangat amat singkat.

Namun sakit yang di akibatkannya, seumur hidupku

Nara…

 

“NARA!!! JEBAL DORAWAJWEO Raekyung histeris lalu pingsan

 

“Raekyung!!!”

“Raekyung!! Changmin cepat bawa ia ke kamar!!” Changmin dengan sigap menggendong Raekyung ke kamar. Ia begitu shock dengan semuanya. Aku tahu, selama ini Raekyung hanya berusaha membantah jika Sora memang sangat mirip dengan Nara. dan ketika hal ini terjadi, ia tidak bisa menerimanya. Tidak sedikitpun

 

“hey babo, aku masih ingat bagaimana bencinya Raekyung padamu. namun lihat sekarang, ia yang sangat tertekan…” gumamku sendiri saat membereskan handycam dan memasukannya lagi ke tas. Kai hyung sudah pergi, begitu juga Nara. dua orang penting di hidupku pergi selamanya

 

‘Because it ended in the midst of love

Because you left me so easily

Our many memories, the many promises we made

They all ended with your few words.

In the warm sunshine, I alone am frozen now.

With the cold expression

And your back quickly turning from me

We ended’

(Reff: It Ended Admist Love – Brian Joo)

 

“Hyung…” Changmin kembali dari kamar dan mendekat ke arahku. Ia membantuku merapikan photo yang berserakan dimana-mana

“terima kasih”

“hyung?”

“ada apa?”

“Kai Hyung sudah meninggal? Sebelum noona?”

“nee… Kai hyung sudah meninggalkan kita”

“ia adalah hyung yang sangat amat baik. aku juga menganggapnya hyungku sendiri. Hyung yang peduli pada kita, dan selalu…” ia berhenti, lalu aku mendengarnya terisak pelan. Ku tolehkan kepalaku melihat Changmin, dan ia datar menatap photo kami saat masuk SMA. Kai hyung, Nara, aku, dan Changmin di depan gerbang Neul Paran. Air matanya perlahan jatuh membasahi photo yang digenggamnya. Aku sudah lelah menangis selama 10 tahun, namun tak lama, air mata itu turun lagi dan membasahi pipiku.

“aku juga tidak percaya Kai hyung sudah pergi. Uri hyung…” di tanganku, terdapat photo kedua saudara yang sudah meninggalkan kami, Jongin dan Nara

“lalu kau bagaimana hyung?”

“aku.. menjalani hidupku…”

“seperti biasa?”

“nee.. seperti biasa”

 

**Few Days Later**

HOME

 

“Jongwoon, mau di bawa kemana photo itu?” tanya Luna noona dan aku hanya tersenyum. aku menuruni tangga dengan langkah yang begitu berat

“harus ku lakukan!” bathinku saat melihat perapian di hadapanku. seseorang menepuk bahuku, dan ternyata ia adalah Luna noona

 

“mau membakarnya?”

“nee”

“jangan lakukan jika kau belum siap. kalau kau memaksanya, kau bisa jauh lebih hancur nantinya”

“aku harus noona, jika tidak, aku yang akan hancur sekarang” ujarku datar dan noona tersenyum. ia menganggukkan kepalanya pelan dan memberikanku sebuah besi panjang “ini untuk apa noona?”

“gunakan itu agar kau tidak membakar dirimu sendiri, arasseo?” ujarnya lalu kembali ke dapur. aku hanya bisa tersenyum pahit mendengar kalimat itu

 

“setelah dewasa, kau menjadi sangat cantik ya, Nara….” gumamku pada photonya. akhirnya satu persatu ku buang ke perapian. terbakar, hangus, hilang, dan tinggal debu. photomu hangus, tapi aku sangat berharap kenanganku akan dirimu selalu utuh disini “thank you for being here…”

 

Nara… aku tidak percaya ternyata Sora adalah kau. ku gunakan waktu belasan  hari untuk menerima kenyataan bahwa kau sudah tidak ada. kau pergi meninggalkanku selamanya. kau dan Kai hyung. aku lelah menunggumu 11 tahun, aku sudah cukup tersiksa mengharapkan kau tiba-tiba kembali dan mengisi hidupku lagi, dan setelah kau datang, kau berbohong!! kau tidak jujur padaku. mulai sekarang, aku akan belajar melupakanmu, melepasmu, dan kembali menata hidupku yang berantakan. entah bagaimana caranya aku akan berusaha

 

“selamat malam, Nara, Sora. dan selamat tinggal” ujarku pada photo  terakhir sebelum ku lemparkan ke perapian. semoga dengan ini aku bisa menjadi seseorang yang jauh lebih baik

 

“paman… ayo temani aku tidur” ujar Myungsoo, keponakanku

“arasseo. sudah cuci tangan dan kaki, dan muka?”

“sudah”

“sudah gosok gigi?”

“sudah”

“kalau begitu kajja~”

“nee~”

 

jika kita bertemu di Surga nanti, jangan pernah beralasan jika aku tidak menunggumu ya? aku sudah sangat menunggumu. semoga suatu saat aku bisa bahagia, demi bagianmu juga. jika suatu saat aku mencintai seseorang, kau tidak perlu khawatir, karena kau mempunyai ruangan khusus di hatiku, Han Nara.

 

“I STILL LOVE YOU THIS MUCH, HAN NARA”

 

 

To Be Continued🙂

Thanks For Reading~

TBC :)

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Kim Shin Yeong, Romance, Super Junior, T. Tags: , , .

Love Really Hurt [Part 8] [FREELANCE] The Unexpected – Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

February 2013
M T W T F S S
« Jan   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: