Love Really Hurt [Part 8]

February 8, 2013 at 10:22 PM Leave a comment

Title     : Love Really Hurt

Author : Anastasia

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating:  AG (All Age) / T

Cast     :  KAI (Jongin), Im Sora (Han Nara), Shim Changmin, Kim Jongwoon, and the other casts

Type    : Chaptered

*****

Sejak bertemu di hari itu, Jongwoon memperlakukanku sebagai Sora dengan baik. ia sangat berusaha melihatku sebagai Sora. Namun, aku sekarang bahagia jika ia menganggapku Nara. karena aku memang Nara, bukan Sora

 

“noona…”

“ada apa?”

“ibu menyuruh kita kembali…”

“ibu!” ujarku kaget “apa kau mengatakan sakitku?”

“…….”

“Siwan, jangan bilang kau jujur pada mereka? apa kau gila!! kau…”

“aniya, kau melarangku mengatakannya. aku mau tidak mau harus menurut”

“ahaha, dongsaeng pintar. lalu mengapa ibu menyuruh pulang?”

“ayah dinas ke Swedia, dan ia sendirian”

“aigoo, kau saja yang pulang. pekerjaanku banyak”

“aku juga tidak bisa, dan aku harus menjagamu. aku sudah bilang kita tidak bisa pulang”

“lalu?”

“ibu tidak apa-apa”

“nanti akan ku video call ibu”

 

aku kembali duduk di sofa dan menikmati holidayku.

memang paling nyaman di rumah seperti ini

 

“noona… apa kau akan pergi?” tanya Siwan tiba-tiba

“tidak, hari ini libur dan tidak ada janji dengan siapapun. kita di rumah saja, ara?”

“bukan itu maksudku”

“lalu?”

“pergi… pergi ke tempat yang lain”

“kemana?”

“tempat yang sangat jauh…”

“Siwan…”

 

aku langsung mengerti apa maksudnya

ia meneteskan air matanya,

namun ia tetap tersenyum melihatku

ia tidak menundukkan kepalanya

tetap menatapku, dengan deraian air mata

 

“kkajima.. Nara noona” ia sergap memelukku erat. ia menangis, menangis, hingga aku ingin menangis. ia bahkan memanggilku dengan Nara

“kau sudah besar tapi mengapa masih seperti ini?”

“aku tidak mau kau pergi noona”

“jika aku harus pergi, kau harus ikhlas”

“kau gila! kau sakit saja aku tidak ikhlas!!! kau pikir setelah aku kehilangan Kai hyung, aku bisa ikhlas? TIDAK!! Butuh waktu lama bagimu untuk menerimanya”

“tapi….”

“aku tidak mau kehilangan lagi untuk yang kedua kalinya. jebal”

“Siwanie~”

 

**malam harinya**

di taman ini… begitu banyak kenangan. Saat dimana aku menunggu oppa berbelanja, saat oppa janji bertemu denganku selepas kuliah, saat aku ulang tahun, dan sebagainya.

Kai oppa yang pergi meninggalkanku, selamanya. 
Kenapa? kenapa saat itu kau tidak membawa serta diriku juga?

 

“Sora?” tegur seseorang dengan suara besarnya

“ah kau… sedang apa?”

“aku baru pulang kerja. kau yang sedang apa disini sendirian?”

“nee?”

“melamunkan apa?”

“ahaha aniyo, Kyuhyun. sedang merasa bosan, akhirnya aku datang ke taman ini”

“bosan?”

“nee”

 

untuk beberapa alasan yang tidak jelas, aku selalu berusaha menutupi hatiku saat melihat Kyuhyun. ini bukan berarti aku menyukainya. tapi, apakah aku mulai melihatnya?

 

“eh?” aku kaget. Kyuhyun duduk di sampingku dan langsung mengenggam erat tanganku

“apakah lelaki yang bernama Jongwoon itu menyakitimu?” tanyanya tiba-tiba, dan aku menggeleng spontan “lalu kenapa?”

“aku mengingat seseorang yang sangat amat penting di hidupku”

“apakah ia adalah orang yang kau cintai?”

“ya, dia adalah orang yang ku cintai melebihi dari nyawaku” ujarku sambil melihat matanya yang tajam. Kyuhyun diam dan seakan-akan ingin memalingkan wajahnya dariku. namun ia malah tersenyum

“siapa dia? boleh aku tahu?”

“tentu. Kai, uri Kai oppa”

“kakakmu? kau punya kakak?”

“nee, tapi ia sudah meninggal, 10 tahun lalu”

“maafkan aku. aku tidak tahu”

“tidak apa-apa” Kyuhyun masih diam melihat ke arah depan, dan tangannya masih menggenggam tanganku. aku tidak mengelak, tidak juga mengiyakan. dia yang menggenggam, dan rasanya nyaman

“sudah makan malam?”

“ah belum”

“mau makan bersama?”

“tentu. ah tapi, bisa kau lepaskan genggamanmu dulu, Kyu?”

“nee?”

“ini…” aku menggerakan tanganku pelan dan ia spontan melepaskan tanganku

“maaf.. maaf.. aku tidak menyadarinya” ujarnya gelagapan, dan entah mengapa aku suka

“hahaha, tidak apa-apa. genggamanmu membuatku tenang”

“akan ku pinjamkan tanganku kapanpun kau inginkan, Sora” ujarnya sambil mengulurkan tangannya. aku bingung, lalu ia membuka telapak tangannya “kajja~”

“nee” aku menyambut tangan hangat ini dan kemudian aku genggam. rasanya begitu hangat. aku seperti sudah mengenalnya. hmm, aku memang mengenalnya, dia Cho Kyuhyun!

 

**Next Day**

“kau ingin jujur pada mereka noona?” tanya Siwan sambil terus menatapku

“ada apa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“aniya”

“kemari…”

 

Siwan mendekat ke arahku, lalu menidurkan kepalanya di pangkuanku. ia terus diam, memilih menggoyangkan kakinya dan memainkan rambutku seperti anak kecil

 

“aku harus memanggilmu apa jadinya?”

“he?”

“kan kau sudah tahu siapa dirimu sebenarnya. apa….”

“panggil aku seperti kau biasa memanggilku, Sora noona. nama bukan masalah bagiku, asal kau tetap menjadi dongsaengku”

“Nara noona?”

“nee”

“Sora noona?”

“gwenchana”

“babo noona?”

“YAAA!!!”

“ahaha mianhae…”

“arasseo”

“noona…”

“waeyo?”

“saranghaeyo” ia memeluk pinggangku

“arayo”

“jeongmal saranghaeyo”

“nado saranghaeyo uri Siwanie” ujarku sambil menepuk-nepuk kepalanya seperti biasa. ia diam, dan aku bisa merasakan bahwa ia menangis. ia menangis?

 

aku merasa bersalah pada Siwan. aku yang terlihat begitu ingin kembali ke masa lalu, seperti tidak memikirkan perasaannya. saat ia bertanya akankah aku jujur pada mereka, sesungguhnya aku ingin menjawab ‘ya tentu saja’, namun….

 

**Few Days Later**

@ Hospital

Imunku menurun drastis, lalu Siwan membawaku ke rumah sakit. sudah beberapa hari aku disini. aku menelpon dan mengirimi sms ke Jongwoon seperti biasa, tanpa memberi tahu bahwa aku sakit. tidak usah, dan memang tidak perlu

 

“Siwan, jika aku pergi, berikan ini pada Jongwoon dan lainnya”

“noona jangan mengatakan yang tidak-tidak. kau pasti sembuh!”

“………”

“apa kau tidak mau kembali sebagai Nara dan membahagiakan Jongwoon hyung yang sudah menunggumu 11 tahun?”

“……….”

“noona….”

“Siwan dengarkan aku”

“aku tidak mau!! dari kecil, kau selalu menyuruhku untuk mendengarkanmu”

“tapi…”

“bahkan sebelum kau pindah ke Spanyol, dan masih di Seoul, kau sering menyuruhku begini dan begitu!!”

“Siwanie”

“setiap kau menyuruhku mendengarkanmu pasti….”

“Im Siwan….”

“nee noona”

“ini terakhir kalinya kau mendengarkanku…”

“noona!!!”

“kau tahu benar bagaimana seorang Nara sangat mencintai Jongwoon kan?”

“dari dulu, bahkan jauh sebelum kecelakaan itu, kau selalu mengatakan kau sangat menyayanginya dan akan melakukan apapun untuknya”

“geuraedo..”

“kau tidak bisa begitu saja melepaskan Jongwoon hyung bukan?” ujarnya tegas “berjuanglah untuk sembuh noona! jika kau tidak ada, aku… aku sendirian….”

“…….”

“Kai hyung tidak ada, dan jika kau tidak ada, aku hidup harus bagaimana?!”

“Siwan….” apa yang Siwan katakan sama persis seperti yang aku katakan pada Kai oppa di kecelakaan itu. Oppa…

“jika tidak untuk mereka, berjuanglah untukku. selain itu untuk ayah dan ibu, ku mohon…. Im Sora noona”

“aku akan berusaha”

 

hal yang menyakitkan selanjutnya adalah kau tahu batas umurmu hingga saat ajal menjemputmu. tapi kau tahu, kau tidak bisa begitu saja pergi karena ada seseorang yang akan sendiri tanpamu. Siwan, katakan, aku harus bagaimana

 

*tok*tok*tok*

“nee…” ujar Siwan, dan ia membuka pintu “Hyung.. Noona.. silahkan masuk”

“ah Jongwoon, Changmin, Raekyung.. uri Minkyung” ujarku senang saat mereka menjengukku

 

“annyeong…”

“Sora, kau bagaimana masuk rumah sakit!” Jongwoon menjengukku dan terus memanggilku Sora. Ternyata rasanya menyebalkan ya

“mungkin kelelahan saja. i’m fine” ujarku “dari mana kalian tahu aku di rumah sakit?” tanyaku

“aku bertemu Siwan tadi pagi di jalan, dan ia bilang kau di rumah sakit. lalu aku member tahu hyung, dan disinilah kami. Ahaha” ujar Changmin dengan gaya khasnya. Ia tidak berubah, tetap ceria dan perhatian pada sekitarnya. di belakang ada Raekyung yang tersenyum melihatku

“jaga anak kalian baik-baik ya, dan kau Raekyung, kurangi marah-marah, kasihan Minkyung”

“hahaha, arasseo uri Sora”

“……….”

 

Siwan yang duduk di sofa hanya melihatku sedih. aku tahu apa yang ia pikirkan, ia benci melihatku seperti ini. tapi ini adalah takdirku. andai aku bisa berubah sedikit takdirku, aku pikir semua akan terasa lebih baik. namun aku sadar, aku bukanlah Tuhan ataupun malaikat yang bisa merubah apapun yang telah terjadi. itu kehendakNya

 

“noona, boleh aku menggendongnya?” tanya Siwan pada Raekyung

“tentu saja.. ah iya, kami tunggu di luar ya”

“nee”

“Minkyung, ayo ikut paman” ujar Siwan, dan Raekyung memberikan Minkyung pada Siwan. mereka keluar bersama Changmin dan Raekyung. disini hanya ada aku dan Jongwoon

 

“Sora, mau jeruk?”

“tidak”

“Sora, mau kue?”

“tidak”

“Sora, mau makan?”

“tidak?”

“Sora, mau keluar?”

“tidak?”

“Sora, mau jadi kekasihku?”

“tidak”

 

apa? barusan dia bilang apa?

setelah mengatakan itu dan ku jawab ‘tidak’ ia diam menatapku. aku juga terus menatap arah lain dan berusaha santai.

apa ia serius? atau hanya ingin membuat lelucon? jujur aku sangat kaget

 

“Sora…”

“apa?”

“kau marah padaku?”

“tidak”

“kau benci padaku?”

“tidak”

“kau ingin aku pergi?”

“…..”

“kenapa kau diam?”

“tidak apa-apa”

“lebih baik aku pulang saja. kau harus istirahat, cepat sembuh. dan aku janji, aku akan memberitahumu sesuatu”

“……….”

“get well very soon, my princess”

“……….”

 

ia keluar dari ruanganku, dan aku sendiri lagi. maaf, aku harus melepaskanmu. aku sebagai Nara, ataupun aku sebagai Sora. kau harus move on, Jongwoon. tapi akan ada saat dimana aku akan jujur padamu. agar kau tidak salah sangka kalau Nara sudah meninggalkanmu. tidak, seorang Nara tidak pernah meninggalkan seorang Jongwoon. percayalah…

 

“mengapa kau gunakan kalimat ‘My Princess’ untuk Sora juga? bukankah kau berjanji hanya menggunakan kalimat itu untuk Nara, dan seseorang yang kau cintai?” air mataku mengalir membasahi pipi. kenapa aku harus kembali? kenapa ingatanku harus kembali?

 

**FLASHBACK**

“dasar bodoh, bagaimana bisa sakit?” Jongwoon menjitak kepalaku dengan keras, dan aku hanya bisa menggerutu menahan sakit

“aku tidak tahu di makanan itu ada udangnya. Jongwoon…”

“apa?”

“tenggorokanku sakit. haus, mau minum, tapi perih. lapar, mau makan, tapi sakit” aku menangis memegang tenggorokanku, lalu Jongwoon memelukku

“jangan menangis, kau pasti sembuh, My Princess”

“rasanya sakit sekali….”

“sakit adalah proses imunitas, oleh karena itu minum obatmu dan istirahat” ujar Jongwoon

“aku mau tidur saja”

“baiklah aku pulang…”

“andwaeyo!! temani aku….”

“kau mau memberi aku apa jika aku menemanimu?”

“setelah aku sembuh akan ku traktir cake di kedai paman Suho”

“promise me?”

“i will My Prince”

“so close your eyes, and sleep my Princess”

“ah!!”

“ada apa lagi?”

“jangan gunakan kalimat ‘My Princess’ untuk gadis lain selain aku, tunangan atau istrimu, atau orang yang kau cintai nanti. janji?”

“waeyo?”

“jangan ya jangan!! tidak mengerti?”

“arasseo My Princess”

“……….”

“tidurlah, aku disampingmu. saat kau buka mata, yang kau lihat adalah aku”

“jika aku membuka mata esok hari bagaimana?”

“aku akan disini, sampai kau buka mata, dan tersenyum seperti sedia kala”

“janji?”

“tentu”

“terima kasih”

“………..”

*FLASHBACK END*

 

“singkat kata, Jongwoon mencintai Sora. lalu, kemana Nara? apa kau benar-benar ingin berhenti menunggu dan mencintai seorang Nara?” gumamku menatap photoku dan Jongwoon saat sekolah dulu. ku robek photo itu dan ku selipkan di tasku. ia mencintai diriku yang lain, bukan diriku yang sebenarnya. air mataku mengalir deras. hatiku sakit, sangat sakit

 

“kau menangis karenanya di hadapanku, dan itu membuatku sakit”

“Kyu… Kyuhyun…” ia datang tiba-tiba dan tersenyum

“annyeong….” ia mendekat ke arahku

“………”

“jika dengan begini kau bisa bahagia, aku rela melepasmu. walaupun aku tahu, itu bukan hal yang mudah”

“Kyuhyun…..”

“jangan menangis, aku disini….” ia memelukku erat, dan hangat

“Kyuhyun…..”

“i love you Sora….”

“i’m sorry Kyuhyun”

“don’t mind it, i’m fine. at least until now”

“…….”

 

air mataku kembali mengalir saat Kyuhyun memelukku. ia mencintaiku dengan tulus, tapi aku tidak bisa mencintainya. aku adalah Han Nara, Han Nara yang sangat mencintai KIM JONGWOON… tapi sekarang Jongwoon menyerahkan hatinya untuk Im Sora, diriku yang lain.

Aku harus bagaimana??

Haruskah aku pergi sebagai Sora dan membiarkan Jongwoon dengan kenangannya tentang Nara?

Haruskah Nara pergi dengan cara yang tidak baik di matanya?

 

I need to hold back my tears

because you’re suffering too

I need to let you go as I smile

but it’s too hard for me

 I just need to look at you

and have a small smile on my face

(Now You – The Grace)

TO BE CONTINUED….

THANKS FOR READING ^^~

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Kim Shin Yeong, Romance, Super Junior, T. Tags: , , .

[FREELANCE] The Unexpected – Part 1 Love Really Hurt [Part 9]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

February 2013
M T W T F S S
« Jan   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: