[FREELANCE] Memories

January 11, 2013 at 4:17 PM 1 comment

KyuG_kpsctcag7E1qa1yc8o1_500

Author: Kyu-G (Ghina)

Main Cast: Lee Sungmin – Han Jinhye (OC)

Genre: Romantic, Angst

Length: Oneshoot

Rated: PG-15

ooOoo

Note: Flashback with blue colors


Sungmin’s Apartement, Sydney, Australia

11:00 PM

Angin dingin musim gugur berhembus dan masuk ke salah satu kamar yang jendelanya sengaja di buka lebar. Seorang pria yang ada didalamnya tampak tidak berniat beranjak dari tempatnya hanya sekedar untuk menutup jendela itu. Bahkan ia tidak merasa kedinginan sedikit pun. Tatapan matanya yang kosong dan lurus ke depan menandakan bahwa ia sedang asyik dengan pikiran-pikiran yang ada di otaknya. Baju lengan pendek berbahan tipis yang dikenakannya, penampilan rambut yang acak-acakan, dan kantung tebal yang ada di bawah kedua matanya menambah kesan bahwa ia tidak merawat dirinya dengan baik selama beberapa hari ini. Dan itu semua memang benar adanya.

Lee Sungmin—nama pria itu—bangkit dari ranjang yang ditidurinya tadi dan beranjak duduk ke meja rias di sudut ruangan kamarnya. Tangannya meraba ke bawah meja. Berusaha mencari sesuatu yang sangat ingin dilihatnya sekarang. Sebuah box berbalut kertas berwarna merah muda kini sudah ada di atas mejanya. Ia menutup kedua matanya rapat-rapat sebelum akhirnya membuka matanya kembali dan menghembuskan napas dengan keras. Mencoba untuk menghilangkan rasa sesak yang tiba-tiba menyerang dadanya.

Kepalanya menunduk, menatap barang-barang yang ada di dalam box berukuran sedang itu. Tangannya terulur dan mengeluarkan sebuah barang dari sana. Sebuah bingkai foto dengan seorang gadis muda yang menjadi objeknya. Foto itu menunjukkan seorang gadis yang sedang berpose manis di sebuah tempat yang dikelilingi berbagai macam bunga. Bibirnya mengeluarkan senyum yang sangat lebar. Menunjukkan bahwa ia benar-benar bahagia dengan kehidupan yang dimilikinya dan Sungmin meragukan itu.

Tangan Sungmin bergetar memegang foto itu. Sedangkan tangannya yang lain bergerak menelusuri wajah gadis yang menjadi objek di foto itu. Ia menutup kedua matanya dan menyentuh foto itu dengan sangat amat lembut. Terlalu berhati-hati. Seolah merasakan kehadiran gadis itu disisinya. Dan pada akhirnya cairan bening itu keluar dari kelenjar matanya yang tertutup rapat tanpa bisa ditahannya lagi. Dia merindukan gadis di foto itu. Gadis itu, gadisnya.

***

Sungmin menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan melepaskan seatbelt-nya. Tatapannya beralih ke arah gadis yang tertidur di sebelahnya. Tubuhnya bergerak mendekat ke arah gadis itu. Sedangkan tangannya bertumpu pada kedua sisi tubuh gadis itu hingga ia bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu dari depan. Wajah gadis itu tampak tenang seperti bayi. Tanpa bisa Sungmin tahan, seulas senyum tersungging dibibirnya.

Sungmin mendekatkan bibirnya ke wajah gadis itu. Mengecup kedua kelopak mata gadisnya dengan lembut. Lalu beralih ke telinga gadis itu dan berbisik lembut, “Bangunlah sayang. Kita sudah sampai.”

Gadis itu menggeliat pelan merasakan hembusan napas Sungmin di cuping telinganya. Membuat Sungmin kembali menatap wajah gadisnya. Kedua mata gadis itu mengerjap sesekali, “Kita sudah sampai?” tanyanya dengan suara serak. Ia menutup mulutnya dan menguap pelan. Tangannya tergerak ke atas untuk mengucek-ucek kedua matanya.

Sungmin yang melihat itu tidak tahan untuk tidak mengecup bibir gadisnya. Dan sebuah kecupan manis hinggap di bibir gadis itu. Mata gadis itu seketika terbuka lebar. Menunjukkan keterkejutannya atas tingkah pria yang ada dihadapannya. Sedangkan yang ditatap malah menampilkan senyum aegyo-nya. Sekuat tenaga gadis itu mendorong tubuh Sungmin dari hadapannya. Menyebabkan kepala Sungmin terbentur pintu mobil dengan keras. Seorang gadis yang menjadi pelaku disini menegakkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya di depan dada. Tatapan matanya tajam. Seolah tidak mau tahu bahwa ia baru saja melakukan tindak kekerasan pada seorang pemilik perusahaan elektronik terbesar se-Asia.

“Yak!! Apa yang kau lakukan, hah? Aish, jinjja apayo.” Sungmin meringis dan mengelus-elus kepalanya pelan.

Gadis itu mengacuhkan teriakan Sungmin dan mengangkat kedua bahunya dengan malas, “Jangan muncul tiba-tiba di depan wajahku Lee Sungmin. Kau membuatku takut.” Setelah mengatakan kalimat itu, dengan santainya gadis itu keluar dari mobil. Meninggalkan Sungmin yang membelalakkan matanya dengan mulut terbuka sempurna. Shock!

“Yak!!! Kenapa kau meninggalkanku sendirian di mobil hah? Dan lagi, kau tega sekali padaku. Aish.” Sungmin segera menghampiri gadis itu dan menggenggam tangannya. Mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki gadisnya.

“Sungmin lihat! Ayo kita kesana. Cepat.” gadis itu berujar riang begitu melihat pemandangan alam yang tersuguh dihadapannya. Matanya berbinar sedangkan tangannya menarik tangan Sungmin untuk lebih dekat melihat hasil ciptaan Tuhan yang luar biasa indahnya itu. Membuat Sungmin merasa sedikit kesal karena gadisnya itu tidak mempedulikan kepalanya yang sudah membengkak akibat perlakuannya tadi.

“Ini…menakjubkan. Aku ingin di foto.” gadis itu berlari-lari kecil mencari posisi yang pas sebagai tempat ia akan berfoto nanti. Sedangkan Sungmin kembali ke mobil sebentar dan mengambil kamera yang ditaruhnya di bagasi belakang.

“Lee Sungmin, disini saja.” teriakan semangat gadis itu membuat Sungmin melangkah mendekat ke arahnya. Ditangannya sudah ada kamera yang akan mereka gunakan untuk berfoto nanti. Sungmin sudah bersiap untuk segera membidik objeknya sebelum dilihatnya gadis itu terlihat kebingungan dan tidak bergaya sama sekali. Ia mendekati gadisnya lalu bertanya, “Kau kenapa?” gadis itu mendongak dan menatap Sungmin dengan kening berkerut. Membuat Sungmin seketika merasa panik dan khawatir karena gadis itu lebih memilih diam.

“Sungmin-ah…aku tidak tahu harus bergaya seperti apa.” jawab gadis itu pelan.

“Yak!!! Kenapa kau membuatku khawatir hah? Kupikir kau sakit, kau tahu? Ck! Kau seorang pria atau seorang gadis? Berpose saja tidak bisa. Cih!” Sungmin menaikkan sudut bibirnya membentuk sebuah smirk, mencoba menggoda gadis itu.

“Yak!!! Jangan menghinaku. Aku hanya tidak tahu harus berpose seperti apa. Tidak ada hubungannya dengan aku seorang gadis atau bukan. Kau bodoh sekali. Sudahlah. Aku tahu harus berpose seperti apa sekarang. Cepat foto aku.” kata gadis itu dengan suara manja. Sungmin hanya bisa tersenyum menanggapi kekesalan gadis itu. Dirapikannya rambut gadis itu sekilas lalu beranjak dan segera membidikkan kameranya ke arah objek yang akan difotonya.

JEPRET!!!

“Kyaa aku mau lihat. Mana Sungmin-ah? Wah, cantik sekali. Tidak salah lagi! Kau memang cantik Han Jinhye haha.” gadis itu tertawa keras sembari menengadahkan kepalanya. Dengan kedua tangan yang diletakkannya di pinggang membuatnya terlihat seperti seorang penguasa. Sungmin menghadiahi satu jitakan di kepala gadis itu. Membuat gadis itu mengelus-elus kepalanya sembari mengerucutkan bibirnya. Kebiasaan gadis itu ketika ia merasa kesal. Dan hal itu selalu berhasil membuat Sungmin tertawa melihat tingkah gadisnya yang menurutnya sangat lucu.

***

Maorin Hill, Seoul, South Korea

07:00 AM KST

Pria itu memasuki sebuah pemakaman elit di tengah-tengah kota Seoul. Menuju ke salah satu makam yang terlihat paling mencolok disana karena dikelilingi dengan berbagai macam bunga. Sepertinya ada banyak orang yang baru saja mengunjungi wanita itu. Terang saja, wanita itu adalah orang paling baik yang pernah Sungmin temui dan ia merasa beruntung dengan fakta bahwa ia pernah memiliki wanita itu.

Ia berjongkok di samping makam itu. Menaruh sebuket bunga lili yang dibelinya tadi tepat di atas makam itu. Lalu berusaha tenang meskipun ia merasa sesak dan ingin mengeluarkan airmata. Tidak! Ia tidak boleh terlihat lemah dihadapan wanita ini. Bagaimana pun juga ia harus menuruti perkataan terakhir wanita itu yang menyuruhnya untuk tidak menangis atas kepergiannya.

Sungmin memang selalu datang ke makam ini jika ia ingin mencurahkan seluruh perasaannya. Atau jika ia memang sedang ada masalah dan tiba-tiba merindukan wanita itu. Wanita itu yang selalu setia mendengarkan keluh kesahnya selama ia masih hidup. Ia yang hidup sendirian di Seoul ini sekarang, benar-benar membutuhkan sosok wanita itu. Sosok yang bisa menenangkan perasaannya karena ia jauh lebih tahu mengenai lika-liku kehidupan setelah hidup selama 85 tahun, neneknya.

“Apa kabar nenek? Sudah lama aku tidak berkunjung, aku merindukanmu.” ucap pria itu.

“Kau tahu, nek? Aku merasa hidup ini tidak adil bagiku. Aku sudah kehilangan kedua orang tuaku karena kecelakaan itu, kehilangan adikku satu-satunya, lalu kehilangan dirimu. Dan sekarang, aku juga kehilangannya.” Sungmin menerawang. Ia tahu, ketika ia membicarakan gadis itu pada neneknya yang berada di bawah sana, maka pada akhirnya ia pasti akan merasa sangat sakit dan terisak pelan.

“Dia…pergi, nek. Gadis itu pergi meninggalkanku. Sudah setahun ini. Dia pergi dan aku tidak tahu kemana. Terakhir kali aku bertemu dengannya, ia hanya memintaku untuk menjaga diriku dengan baik selama di Seoul. Aku tidak menyadari bahwa itu adalah pertemuan terakhirku dengannya sebelum ia memilih menghilang dari kehidupanku.” pria itu menelan ludahnya dengan susah payah.

“Aku sempat mendatangi apertemen yang ia tinggali sendiri mengingat ia memilih hidup mandiri dan terpisah jauh dengan orang tuanya yang berada di Gwangju dan hasilnya sama saja. Ia tidak ada. Aku mencari tahu alamat orang tuanya dari kantor tempat ia bekerja, dan ya aku menemukannya. Aku langsung melesat ke rumah orang tuanya yang ada di Gwangju. Dan begitu sampai disana, aku terkejut. Kau tahu, nek? Rumah itu bahkan sudah dijual. Dan tetangganya bilang kalau mereka telah pindah ke Australia seminggu yang lalu.” airmatanya jatuh begitu saja.

“Aku lantas tidak menyerah. Aku berangkat ke Australia dan menjatuhkan tanggung jawab Lee company ke Kyuhyun untuk sementara waktu. Aku mengelilingi Australia untuk mencarinya. Menyewa beberapa detektif swasta yang aku datangkan langsung dari Seoul untuk mencari keberadaannya. Enam bulan aku bertahan disana dan hasilnya sama saja. Aku tetap tidak menemukannya dan memilih kembali ke Seoul. Ia hilang seperti ditelan bumi, kan?” pria itu berusaha terseyum, meskipun yang keluar justru senyum menyakitkan.

“Aku membutuhkannya, nek. Aku membutuhkan dirinya. Dia penyemangat hidupku. Semenjak nenek sudah pergi meninggalkanku, hanya gadis itu yang aku miliki. Hanya dia yang ada disisiku dan terus mendukungku. Tapi sekarang ia bahkan pergi meninggalkanku. Dan parahnya aku tidak tahu sama sekali kemana gadis itu. Aku terlalu menyedihkan ya, nek.” ia tertawa miris, menertawai dirinya yang entah mengapa mendapati hidup yang terlalu menyedihkan seperti ini.

“Sebenarnya dosa apa yang telah ku perbuat, nek? Mengapa semua orang meninggalkanku? Kedua orang tuaku dan adikku bahkan meninggalkanku. Dan kau juga ikut pergi menyusul mereka, meninggalkan aku sendiri disini. Dan sekarang, gadis yang sangat aku cintai juga ikut pergi entah kemana. Aku benar-benar sendirian di dunia ini.” ia terisak, tangisnya semakin pecah. Seolah air mata yang mengalir itu dapat mengurangi rasa nyeri di dadanya.

“Sepertinya aku memang orang jahat, nek.”

***

Sehabis dari taman bunga, Sungmin mengajak gadis itu pergi ke sebuah pantai yang ada di pulau Jeju. Sepasang kekasih itu memilih duduk di kursi yang mereka persiapkan tadi dan menatap langit yang sudah berubah warna menjadi merah ke kuning-kuningan. Menandakan bahwa sebentar lagi hari berubah menjadi malam dan matahari akan terbenam. Tapi itulah yang mereka tunggu-tunggu sedari tadi, sunset.

Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu sang pria menikmati matahari yang perlahan-lahan terbenam jauh di atas sana. Pria itu sesekali mengecupi puncak kepala kekasihnya.

“Sungmin-ah…” panggil gadis itu.

“Hmmm…”

Gadis itu mengangkat kepalanya dari bahu Sungmin dan menatap pria itu dengan sendu, “Berjanjilah satu hal padaku.”

“Apa?” kata pria itu sembari tersenyum.

“Kau harus hidup dengan baik ada atau tanpanya diriku, hmm?”

“Aku tidak mau.”

“Lee Sungmin!” gadis itu berteriak, merajuk kesal. Sungmin yang melihat itu hanya tertawa lalu menarik pinggang gadis itu mndekat. Membawa tubuh gadis itu dalam dekapan hangatnya.

“Iya, aku janji. Lagipula apa-apaan perkataanmu itu. Kau mengatakan seolah-olah kau akan pergi meninggalkanku.”

“Ti…tidak. Aku tidak akan meninggalkan.”

“Aku tahu. Kau kan sangat mencintaiku.”

***

3 years later…

Lee Company

04:29 PM KST

 

Ini sudah tiga tahun semenjak gadis itu pergi dari kehidupan pribadi seorang Lee Sungmin. Di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih mengharapkan gadis itu kembali padanya meskipun kecil kemungkinannya. Ia butuh penjelasan. Ia ingin tahu alasan gadis itu memilih pergi dan menghilang dari kehidupannya. Karena kalau ingin jujur, ia masih sangat mencintai gadis itu. Tiga tahun bahkan tidak mengurangi rasa sayangnya pada gadis itu sedikit pun.

Sampai sekarang, pria itu masih belum bisa membuka hatinya untuk gadis lain meskipun banyak gadis cantik dan pintar yang ditawarkan rekan-rekan kerjanya pada dirinya. Terang saja, diumurnya yang sudah menginjak 26 tahun seharusnya ia sudah memiliki pendamping hidup sekarang. Tapi ia selalu menolak gadis-gadis yang datang kepadanya. Karena hatinya, telah ia berikan seluruhnya pada gadis itu dan ia tidak menyisakannya untuk yang lain. Jadi, bagaimana bisa ia menaruh hati pada gadis lain sedangkan hatinya telah ia berikan kesuluruhannya pada gadis itu dan gadis itu belum mengembalikannya?

Sungmin berjanji dalam hati, jika ia menemukan gadis itu, mau tidak mau, suka tidak suka, gadis itu harus kembali kepadanya dan ia tidak akan membiarkan gadis itu pergi lagi untuk yang kedua kalinya. Sekalipun gadis itu yang meminta untuk pergi, Sungmin akan tetap menahannya. Egois memang. Tapi begitulah dirinya jika sudah menyangkut gadis itu. Egois atau apapun itu ia tidak akan pernah peduli.

Sungmin masih sibuk melihat dan menandatangani berkas yang diberikan sekertaris sementaranya tadi. Sekertaris pertamanya mengundurkan diri beberapa hari yang lalu dan memilih melanjutkan pekerjaannya di bidang politik. Perusahaannya yang sedang berada di puncak membuatnya sangat sibuk sehingga tidak bisa melakukan interview untuk mencari sekertaris baru. Jadilah ia memakai sekertaris sementara yang dibawa Donghae dan mulai membuka lowongan kerja sebagai sekertarisnya mulai hari ini.

Sebuah ketukan di pintu menyadarkan Sungmin dari pekerjaannya. Kyuhyun masuk dengan senyum cerah. Membuat Sungmin menatapnya bingung.

“Calon sekertaris pertama. Dan aku yakin kau akan langsung menerimanya.” ucap Kyuhyun senang. Ia mengedipkan sebelah matanya, lalu memanggil orang itu. Beberapa menit menunggu, orang yang dipanggil Kyuhyun tak kunjung masuk. Membuat Sungmin menatap sahabat yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri itu dengan wajah menahan tawa. Kyuhyun tersenyum kaku dan berlalu keluar ruangan.

Sungmin memutarkan kedua bola matanya kesal. Baiklah, Cho Kyuhyun memang sangat suka bermain-main, jadi abaikan dia dan lanjutkan pekerjaanmu Lee Sungmin. Sampai dimana ia tadi?

Sungmin baru saja kembali fokus pada berkasnya ketika Kyuhyun membuka pintu dengan kasar tanpa mengetuknya sedikitpun sehingga ia menjadi kaget dan hendak memarahi Kyuhyun. Pria itu berdiri dan menatap Kyuhyun garang. Tapi wajahnya langsung menegang begitu melihat Kyuhyun masuk bersama seorang gadis. Bukan, bukan itu yang membuat tubuhnya berjengit seperti ini. Tapi gadis yang dibawa Kyuhyun, gadis itu, gadis yang dicarinya selama tiga tahun belakangan. Gadisnya.

Sungmin berdiri dan berjalan mendekat ke arah Kyuhyun dan gadis itu. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kerjanya, mengamati gadis itu dari atas sampai bawah. Tidak ada yang berubah, fisik gadis itu masih sama. Bahkan gadis itu terlihat jauh lebih cantik dan anggun sekarang. Gadis itu menatap Sungmin yang sedang menatapnya dengan pandangan merindu dan memberikan senyum kaku. Kyuhyun yang menyadari itu memilih keluar dari ruangan itu. Memberikan privasi bagi dua orang kekasih yang baru saja bertemu kembali setelah kurang lebih tiga tahun berpisah.

“Ha…hai. Lama tidak bertemu, Lee Sungmin.” ucap gadis itu dengan senyuman kaku.

Sungmin menatap gadis itu lalu memejamkan matanya. Menahan gejolak emosi dan kerinduan yang melebur menjadi satu di dalam tubuhnya. Ia merasa marah pada gadis yang telah membuatnya menjadi seperti orang gila tiga tahun belakangan hanya karena mencari keberadaanya. Merasa marah karena gadis itu meninggalkannya tanpa sebab yang jelas. Dan sekarang tiba-tiba ia kembali begitu saja seolah tidak pernah terjadi sesuatu pada mereka. Bukankah gadis itu sedang mencoba mempermainkan perasaannya? Tapi toh ia juga tidak bisa memungkiri bahwa ia merasa lega dan bahagia. Karena pada kenyataannya gadis itu memilih kembali padanya. Ia membuka matanya dan menatap gadis itu dengan tajam.

“Kau! Tidak boleh lari lagi dariku. Aku akan menawanmu seumur hidupku, Han Jinhye.”

ooOoo

 

Visited my own blog: sapphirebluever.wordpress.com

Entry filed under: Angst, FanFiction, Freelance, Genre, Indonesia, Language, One Shoot, PG, Rating, Romance, Super Junior, Type. Tags: .

[FREELANCE] It’s My Life – Part 3 End [FREELANCE] Mianhae

1 Comment Add your own

  • 1. pnadia957  |  August 25, 2013 at 2:52 PM

    sequelnya dong
    hehehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

January 2013
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: