Love Really Hurt [Part 7]

December 22, 2012 at 12:00 PM 1 comment

Title     : Love Really Hurt

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating:  AG (All Age) / T

Cast     :  KAI (Jongin), Im Sora (Han Nara), Shim Changmin, Kim Jongwoon, and the other casts

Type    : Chaptered

*****

 Aku melihat sendiri Jongwoon menangis memegang surat itu.

Mengapa ia baru melihatnya sekarang?! 11 tahun!!!

Ternyata benar kata Kai oppa. Kita memang tidak bisa bertumpu dari keyakinan saja

Namun ada sedikit bahagia…

Ia masih sangat mencintaiku sebagai Nara

Selama ini ia setia menungguku, dan yakin jika suatu saat aku akan kembali.

Aku menciumnya… my First Love with my First Love.

That’s great isn’t is?

 

*kring*kring*kring*

“yeobseyo?”

“ah..”

“aniya, aku tahu”

“nee?”

“nanti malam?”

“arasseo

*klik*

 

**Kedai Cake Paman Suho**

“Sora!!” teriak seseorang saat aku baru saja sampai di kedai. Aku menengok ke arah suara itu dan tersenyum

“nee” aku berjalan ke arahnya yang terlihat muram

 

“annyeong..” ujarnya ragu-ragu

“annyeong Jongwoon”

 

“ini pesanan kalian” ujar Paman Suho sambil meletakkan Lemonade Cake dan Strawberry Cake with marmalade Syrup

“terima kasih” ujar Jongwoon

“terima kasih Paman” imbuhku, dan Paman Suho kembali ke kitchen set-nya

 

“ah iya ada apa Jongwoon?” ujarku sambil menyantap cake, namun Jongwoon dia saja. ia tak bergeming. Tidak menatapku, tidak mengubah ekspresi wajahnya, tidak memakan cake, apalagi menjawab pertanyaanku. Jadi ku putuskan menunggunya bicara. Apakah ini masalah beberapa hari yang lalu?

“Sora…”

“nee?” akhirnya ia mulai bicara

“aku minta maaf karena…”

“tidak usah di pikirkan, Jongwoon”

“mudah kau mengatakannya. tapi aku tidak bisa berpikir dengan benar setelah hari itu” ujarnya, lalu aku diam saja menyimak setiap kalimat yang keluar dari mulutnya “selama ini aku sangat menyakitimu. Dengan sengaja atau tidak, aku selalu melakukannya. Dan kau selalu diam”

“aku tidak masalah”

“tapi kau adalah Sora, bukannya Nara. aku tidak berhak melakukan ini padamu Sora”

“……” aku syok saat ia berkata demikian. Sesungguhnya aku Nara, dan saat ini aku sangat bahagia Jongwoon

“aku akan berusaha untuk tidak menyebut dan menyinggung apapun mengenai Nara di hadapanmu”

“aku tidak masalah, dan…”

“apa kau mau menungguku?”

“nee?”

“hingga aku siap berdiri lagi, dan tidak menyakitimu?” ujarnya sederhana dan aku pun menjawabnya dengan sederhana. tersenyum

 

**BGM  Love Really Hurt**

 

Setelah bertemu dengan Jongwoon di kedai, hatiku sungguh lega. lalu ia pulang ke rumahnya dan aku berjalan-jalan sendiri. Memikirkan banyak sekali hal yang sangat luar biasa sakit.

akhirnya ingatanku kembali. semua yang ku anggap sangat aneh, ternyata adalah masa laluku. namun aku harus menerima kenyataan bahwa Kai oppa sudah tiada di kecelakaan itu, dan juga aku yang tidak akan hidup lebih lama lagi. antara bahagia dan tidak. Bahagianya, aku bisa lepas dari tekanan kehilangan Kai oppa. sedangkan untuk tidak bahagianya, aku akan meninggalkan semua orang yang aku cintai, termasuk Siwan dan Jongwoon. Tuhan, semua yang Kau berikan padaku sudah lebih dari cukup. kau berikanku 10 tahun hidup lebih lama, dan mendapatkan keluarga baru yang sangat mencintaiku. mengizinkanku memiliki ayah dan ibu yang sangat baik hati, dan adik laki-laki yang sangat menyayangiku. aku tidak berani meminta apapun lagi padaMu. apapun yang akan Kau berikan padaku nanti, akan ku terima dengan ikhlas, Tuhan

 

aku berjalan untuk memuaskan hatiku dan mengenang masa-masa indah dahulu. melewati kedai cake paman suho dimana aku dan yang lainnya bersenda gurau, melewati pohon-pohon rindang dimana aku dan Jongwoon sering duduk dan bercerita, melewati sekolah tempat dimana aku merasakan kebahagiaan luar biasa bersama Kai oppa, Changmin, dan Jongwoon, melewati jalan menuju rumahku yang setiap hari ku lewati bersama Kai oppa. rasanya, aku ingin mengulang kembali waktu yang ada. aku tahu tidak boleh ada kata penyesalan. aku ingin meminta. tapi aku tidak berhak lagi meminta padaNya

 

akhirnya aku sampai di rumah sederhana ini. tanamannya tumbuh sangat subur dan indah. bahkan semuanya masih di tempat yang sama. ayunan itu? sudah terlihat jauh lebih kokoh dari sebelumnya. mungkin mereka memperbaikinya. ternyata keluarga itu benar-benar tidak merubah apapun dari rumah ini. semua sama

 

“hai apa kabar? lama tidak bertemu” ujarku pada pagar cantik ini. aku menyentuhnya dan aku merasa melihat diriku di masa lalu. di tengah pekarangan aku melihat ada Kai oppa yang sedang membuat pengait tanaman di bantu Sehun oppa, lalu Changmin dan aku yang menari-nari di tengah hujan karena mendapat nilai A di ujian pertama, ada juga Kai oppa dan Jongwoon yang sedang membuat ayunan, dan semua kebahagiaan itu, aku masih melihat dan merasakannya disana. namun di luar itu… aku hampa

 

“terkadang aku harus berlari untuk melupakanmu. meski harus terjatuh puluhan kali, aku harus bangun dan meneruskan berlari hingga kau tidak melihatku lagi”

 

**FLASHBACK 11 YEARS AGO**

apakah ini keputusan tepat? apakah aku tidak akan menyesal karena pergi dari Jongwoon? ia orang yang sangat aku sayangi,

namun…

apakah aku tidak menyesal jika membiarkan oppa pergi sendiri ke Spanyol? ia keluarga kandungku satu-satunya

 

“Nara…”

“ah waeyo?” aku menghentikan makanku dan melihat oppa

“jangan melamun jika makan, tidak baik”

“nee”

“sudahlah kau disini saja. ada Jongwoon, Sehun oppa, dan Changmin”

“aniyo”

“Siwan akan meneruskan sekolah di Neul Paran bukan? nah kau tidak akan sendirian, dan…”

“tapi kau yang akan sendirian, oppa”

“aku sudah besar lho”

“aku tetap akan ikut denganmu…”

“tapi…”

“lagi pula Jongwoon sudah tidak mau menjagaku. ia risih dan membenciku. ternyata selama ini aku mengganggunya ya”

“kata siapa?”

“Shin Raekyung”

“si manis yang menyebalkan itu ya? ahaha. dia terobsesi dengan Jongwoon. percayalah”

“aniyo”

“Jongwoon hanya melihatmu, begitupula denganmu, Nara”

“jangan sok tahu oppa” aku langsung bangkit meninggalkan meja makan dengan wajah kesal

 

“Nara…” panggil oppa

“waeyo?” aku berbalik dan melihat oppa dengan wajah datarku

“kau tidak selesaikan makanmu?”

“tidak. di pending saja!!”

“dasar… kau pikir apa di pending!” gerutu Kai oppa. oppa tidak suka saat aku tidak menyelesaikan atau menghabiskan makananku

 

aku langsung naik ke kamarku dan mulai membereskan semua barang. photo-photo di dinding semua ku lepas dan ku turunkan, hingga tidak ada lagi photo yang tersisa. semua kertas, poster, dan beberapa barang juga ku taruh di kardus agar rapi. ku susun dari yang terbesar hingga terkecil.

 

“aku harap kau datang ke bandara, Jongwoon….” gumamku menatap satu-satunya photo yang masih terpajang di meja belajarku

 

*keesokan harinya*

“kau tidak sekolah?” tanya Kai oppa sambil sibuk membereskan perkakas dapur yang ingin di paketkan. dapur dan ruang belakang sudah terlihat hampir kosong. bahkan barang-barangku dan Kai oppa juga sudah di paketkan kemarin sore

“tidak, kemarin aku terakhir ke sekolah”

“tidak mau bertemu Jongwoon atau Changmin?”

“aku sudah memberitahu Changmin dan Jongwoon agar ke bandara besok. Changmin akan ikut”

“Jongwoon?”

“kenapa??”

“kau tidak ingin jalan-jalan untuk yang terakhir?”

“tidak usah… hanya jika ia datang besok, aku pasti akan kembali ke Seoul”

“dan jika ia tidak datang, kau tidak akan kembali?” Kai oppa berjalan ke arahku sambil membawa pancake “bagaimana jika ia terlambat? atau yang paling buruk ia tidak membaca suratmu? atau suratmu malah hilang? atau mungkin…”

“oppa… hal itu tidak mungkin terjadi”

“dari mana kau tahu? kau bukan Tuhan?”

“karena aku hanya percaya pada apa yang ku yakini…”

“kenapa kau begitu keras kepala, Nara?”

“keras kepala lebih baik di bandingkan kau, Keras Hati!”

“YA!! maksudmu apa?”

“jelas sudah, kau menyukai gadis menyebalkan itu kan?”

“siapa?”

“Shin Raekyung. tapi kau acuh dan malah terlihat membencinya”

“mworago?”

“saat kau mengajar di kelasnya, aku melihat tatapanmu berbeda. kau menyukainya kan??”

“YA! jangan sembarangan, aku tidak…”

“oppa…. your eyes telling me the truth”

“hah… gracias Nara!”

“ahaha sama-sama. di Spanyol nanti pasti kau menemukan yang lebih cantik dan lebih ramah di bandingkan unnie menyebalkan itu”

“kau juga. semoga mahasiswa disana memperlakukanmu dengan baik. jadi aku bisa punya adik ipar orang spanyol”

“eish… berlebihan”

“aniyo!!”

“oppa!!”

“Nara!!”

“Jongin!!”

“eish arasseo..”

 

Semenjak lulus dari SMA, Kai oppa di tarik menjadi guru part time bahasa inggris di SMA Neul Paran. Aku jadi sering bertemu dengan oppa di sekolah. menurut oppa, bekerja sebagai guru bisa sembari menjagaku dan mendapatan uang tambahan di samping tabungan dan kiriman dari paman. ini alasan aku tidak bisa tetap tinggal. Kai oppa akan sendirian, dan tidak akan ada yang ribut dengannya seperti aku saat ini. aku yakin, itu yang sangat ia rindukan nanti. aku tidak ingin itu terjadi

 

** Keesokan Harinya **

“Nara kau yakin??” ujar Kai oppa di taksi sebelum berangkat ke Incheon

“yakin, sangat yakin”

“sudah kau hubungi Changmin dan Jongwoon?”

“dari kemarin Changmin sudah menghubungiku, dan ia akan ada di bandara tepat waktu”

“Jongwoon!?”

“ia tidak menghubungiku. mungkin ia masih marah dan tidak mau datang”

“dan kau ikhlas??”

“aniyo!! sudah tidak usah di bahas” ujarku ketus “ahjussi tolong jalan ya” pintaku pada paman supir taksi ini

“nee agassi”

 

@ Incheon Int’ Airport

“noona kau yakin mau pergi?” ujar Changmin dengan wajah sedihnya

“nee, aku harus ikut oppa”

“……..” wajah Changmin sangat muram. aku jarang melihatnya begini

“jangan sedih yaa”

“kau harus terus hubungi aku. telepon, email, surat, atau apapun” pinta Changmin saat memelukku, dan aku sungguh tidak bisa memastikan itu. jadi aku hanya diam dan tersenyum “ah maaf rambutmu noona” changmin menekan rambutku dan ia langsung melepaskan pelukannya

“ahaha tidak apa-apa. ah iya, titip buku ini untuk Jongwoon”

“ah iya, kemana hyung?”

“ia tidak bisa datang. jadi tolong katakan padanya semua yang harus di lakukan ada disini”

“nee?”

“ia pasti mengerti”

“arasseo”

“kau jangan berkelahi lagi dengan Raekyung ya. kau bisa-bisa mencintainya lho”

“tidak mau! wanita menyebalkan itu?? eish, tidak terima kasih”

“aku pergi ya Changmin, jaga dirimu”

“nee… hati-hati noona, kabariku jika sudah sampai”

“arasseo” arasseo yang artinya ya aku akan pergi. aku mengerti, aku akan menghilang dari kehidupan kalian

 

i’m gonna miss you so damn much Jongwoon. i will forget you and i promise to not disturbing you with my annoying behave. for unreasonable reason, i hate to have this appart. but good bye

 

S P A I N – BARCELONA

** Few Weeks Later **

“kuliahmu kapan mulai?” tanya Kai oppa sambil sibuk membenahi buku-bukunya. karena ia mengambil kelas internasional, maka buku yang ia gunakan adalah bahasa inggris. walaupun ada beberapa yang menggunakan spanyol

“sekitar bulan depan oppa” jawabku sambil membalik halaman majalah di ranjang oppa

“kau harus rajin belajar. kita harus kuat dan bangkit. paham??”

“arasseo oppa”

“oh iya, aku mau ke kampus sebentar siang ini. kau mau sekalian ku drop ke rumah Siwan? besok ia ujian, bantulah ia belajar”

“ahaha, aku ikut”

“jangan berkelahi lagi. aku pusing mendengarnya”

“kan kau di kampus oppa. apa kau bisa teleport? hah!”

“ah iya aku lupa. yang jelas kau ajari dia dengan baik ya”

“tentu saja oppa”

 

Memulai sesuatu dari awal ternyata tidak semudah membuat pancake strawberry yang berlapis atau berusaha bangkit dari jatuh ke parit saat membonceng Jongwoon dengan sepeda laki-lakinya. aku benar-benar berusaha sangat keraa untuk mengabaikan semua teman-teman disana, termasuk Changmin dan Kau. rasanya sangat amat sulit. kau tahu, aku seperti mau mati rasanya

 

**Siwan House**

“noona, si Jongwoon itu, hmm, kau tidak rindu padanya?”

“Siwan hentikan bicara itu”

“Nara noona, bukankah dari dulu kau selalu mengatakan bahwa…”

“IM SIWAN! geumarhae jebal”

“arasseo noona, mianhae”

“arasseo, nado mianhae”

“noona..”

“apa?”

“kapan jalan-jalan?”

“kerjakan dulu tugasmu!! beri aku nilai sempurna!!”

“eish galaknya!! arasseo!! akan ku berikan 100 point untukmu! PUAS?”

BELUM SAMPAI KAU BERIKAN NILAI ITU PADAKU!!

“eish, arasseo noona! wish me luck. hehehe”

“ahaha, good boy”

“tapi… boleh kita main nitendo dulu? sebentar, 2 jam saja…”

“YAAA!!!”

 

disini ada Kai oppa dan Siwan

disana ada Jongwoon dan Changmin

Tuhan jika boleh, buatlah aku melupakan mereka yang disana.

aku tidak mau memaksa melupakan mereka. rasanya sangat amat berat. hatiku sakit

 

**Next Day**

*Siwan’s High School*

“siwan kemari…”

“noona!!”

“sudah selesai sekolah?”

“nee, tumben menjemputku”

“mau tahu nilaimu” ujarku asal. sebenarnya aku kesini karena sangat bosan di rumah, jadi aku menjemputnya

“ini…” ia memperlihatkan sebuah kertas dengan angka ’100′ di pojok kanan atas dan sukses menghilangkan mood ku yang buruk “bagaimana? sempurna?” imbuhnya dengan bangga, dan memang, ia memang harus bangga

“woaaa, daebak!!! selamat ya Siwan” aku memeluknya erat

“semua berkat dirimu noona. gomawoyo”

“nee, sama-sama. ah iya, kita jalan-jalan yaa, bagaimana?”

“yeeey, asyik. belikan ice cream dan coklat ya?”

“tentu. apapun untukmu”

“noona…”

“waeyo?”

“kenapa kau baik sekali hari ini??”

“apa aku tak pernah baik!!”

“ahaha galaknya…”

“SIWAN!!!”

“arasseo… setiap hari selalu berteriak dan membentak”

“kau sayang padaku?”

“eish noona… I love you so damn much ahaha” ia memelukku erat

“me too my dongsaeng”

 

**2 Weeks Later**

“mau mengunjungi Seoul?” ujar Kai oppa tiba-tiba

“nee?”

“kuliahmu masih sekitar 2 minggu kan? ayo temui Jongwoon”

“tidak mau. ia tidak peduli padaku”

“ia pasti tidak membaca suratmu, bodoh! aku tahu Jongwoon dengan sangat baik”

“tidak mungkin!”

“jangan keras kepala aegi..”

“menurutmu ia begitu?”

“dia pasti berpikir kau pergi tanpa pamit. ia pasti sedih. kau bahagia disini, tapi Jongwoon…”

“hmmm…”

“bagaimana? aku juga mau bertemu Sehun, Luna dan Jonghyun”

“oke.. kita ke Seoul!!”

“ahaha baiklah. lusa kita ke Seoul”

“lusa? benarkah oppa?”

“apapun untukmu manisku”

“aigoo, gomawoyo”

“arasseo”

 

i will see you once again Jongwoon

and i will say goodbye with own

i just wish that you won’t let me gofor this once

would you??

 

“Nara… kau tahu, kau adalah adik yang sangat baik”

“ahahaha, aku tahu. dan kau tahu, kau adalah kakak terbaik di dunia”

“aku akan melindungimu, selamanya”

“aku juga. kita saling melindungi ya oppa”

“nee…”

 

*TIIIIN*TIIIIN*TIIIN*

“oppa awas!!!!”

“aaaarrgghhh!!”

“oppa!!!!”

 

*BRAAAAAK*

aku merasakan benturan yang luar biasa hebat. kepalaku terbentur benda yang sangat keras.

Kai oppa… dimana??

 

“oppa??” aku melihat Kai oppa bersimbah darah. kepalanya mengenai kaca depan mobil

“Na.. Nara…” ia memanggilku terbata-bata

“oppa…” aku berusaha menggapainya, namun tubuhku sakit

“kau harus bertahan yaa… aku menyayangimu” ujarnya dengan suara sangat pelan, hingga aku merasakan sakit di dadaku

“oppa, jangan tinggalkan aku”

“kau tidak akan sendirian”

“aku sendirian oppa…”

“i love you, Nara…”

“oppa….”

“lakukan yang terbaik untuk hidupmu”

“tapi…”

“……” ia tersenyum

“Kai oppa…”

 

mata Kai oppa pun terpejam, sepertinya mataku juga ingin terpejam.

tubuhku seperti mati rasa

 

Tuhan jika ini akhir dari hidup kami, tolong pertemukan kami dengan ayah dan ibu kami.

satukanlah kami kembali. jangan pisahkan kami lagi

Jongwoon… I’m sorry, but I Love You…

**FLASHBACK END**

 

Air mataku jatuh… terus, dan terus jatuh…

Oppa, aku sangat merindukanmu..

Mengapa kau meninggalkanku sendirian?

Mengapa tak kau bawa saja aku?

Mengapa aku melupakanmu begitu lama?

Mengapa? Mengapa?

 

“now I know the truth is.. and why it still so hurt”

TBC~

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, Friendship, Indonesia, Romance, Super Junior, T. Tags: .

[Drabble] Penjara Dimensi (Ficlet) Gerimis dan Secangkir Cappucinno

1 Comment Add your own

  • 1. Naadd  |  July 28, 2013 at 8:15 PM

    akhirnya ketauan juga. sedih banget😦

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

December 2012
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: