Love Really Hurt [Part 6]

December 18, 2012 at 7:55 PM Leave a comment

Title     : Love Really Hurt

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating:  AG (All Age)

Cast     : Kim Jongwoon, KAI, Shim Changmin, Im Soraand the other casts

Type    : Chaptered

*****

SORA

Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan

Tidak terkecuali aku, bukan?

Namun jika aku bukan untukmu…

Tolong bantu mencari pasanganku…

 

*Hospital*

Saat itu aku merasa terpojokkan

Mobil itu terlalu dekat denganku

Aku bahkan tidak tahu apakah aku masih bisa hidup…

Apakah aku mati?

 

“Agassi?” dalam keadaan mataku yang tertutup, aku mendengar seseorang memanggil dan menepuk-nepuk tubuhku pelan

“…….” Aku masih diam dan merasakan suasana yang hangat, sangat hangat. Lalu ku coba membuka mataku perlahan

“Agassi?” suara seseorang itu menyeruak di telingaku. aku akhirnya membuka penuh mataku, lalu bangun dan melihat sekitar. semua serba putih “agassi kau tidak apa-apa?” ujar seorang laki-laki di sampingku

“aduh kepalaku sakit” aku memegangi kepalaku yang rasanya sakit luar biasa “aku dimana?”

“di rumah sakit”

“kau siapa?”

“aku yang tadi membawa mobil. tapi aku tidak menabrakmu. aku berhenti beberapa centi dari tubuhmu. tak lama kau pingsan, serius” aku terus memandanginya “an.. annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida” ujar laki-laki tinggi nan tampan ini. ia terlihat gugup menatapku “kau tidak apa-apa?” ia membenahi kacamatanya dan terus melihatku

“Im Sora imnida. nee, aku tidak apa-apa, terima kasih sudah membawaku ke rumah sakit”

“sama-sama Agassi. Maaf membuatmu pingsan”

 

lelaki itu muncul lagi.

Kai oppa? lalu mengapa ada Jongwoon disana?

Nara? apakah Nara yang dimaksud adalah Nara itu?

 mengapa semuanya berkelebat hebat di kepalaku.

mengapa semua itu terjadi berulang-ulang?

Apa aku memiliki kemampuan melihat masa lalu?

Tapi mengapa harus aku? dan mengapa harus dia?

 

“kau tidak apa-apa?”

“memangnya aku kenapa?”

“kau menangis Agassi…”

“menangis? aku?” aku menyetuh mataku dan ya, terasa ada air mata di pelupuk mataku. dan dadaku terasa begitu sesak. mengapa aku menangis?

“nee. kau menangis dan juga mengatakan ‘oppa kkajima!’, seperti itu. sungguh membuat kami takut”

“oppa siapa?” tanyaku pada pria tegap ini dan ia menggeleng

“mana aku tahu, aku kan baru saja mengenalmu” ujar laki-laki ini datar. ia sepertinya jujur, tapi yang jadi masalah adalah siapa oppa itu? apakah aku punya oppa? bukankah aku hanya punya namdongsaeng, yaitu Siwan?

 

**BGM Twinkle [SNSD TTS]** [start at 1:04] – LINK

 

Kyuhyun, seseorang yang hampir menabrak dan sekaligus menolongku ini duduk di sofa. dengan kacamata layaknya eksekutif muda, ia sibuk dengan IPad di tangannya. aku seperti pernah melihatnya… tapi dimana?

 

“Sora-ssi apa aku begitu aneh hingga kau terlihat bingung saat menatapku” ujar Kyuhyun tiba-tiba dan aku tertawa

“aniya.. aku seperti pernah melihatmu”

“benarkah?” ia tersenyum, lalu melepaskan kaca matanya dan melihatku fokus. Astaga tampan!!

“tapi dimana ya?” ujarnya sedikit terbata-bata, lalu ia terus tersenyum!!

“dimana ya….” imbuh Kyuhyun dengan mimik lucu. aku tertawa melihatnya. pria yang manis dan baik. jauh lebih tampan tanpa kacamata

“tidak tahu… sudahlah dimanapun aku melihatmu, sekarang aku berterima kasih padamu”

“nee, sama-sama”

“Kyuhyun…”

“nee?”

“mulai sekarang, aku akan memanggilmu begitu. jadi kau panggil aku Sora”

“arasseo..”

 

such a kind man…

ia menolongku dan membawaku ke rumah sakit.

bahkan fasilitas VIP yang hebat, ia berikan untukku.

aku tidak mengenalnya sama sekali…

terima kasih, Cho Kyuhyun…

 

“tapi dimana ya aku melihatmu?” ujarku sambil masih terus menatapnya. Namun ia malah tertawa

“ahaha, masih saja di bahas…”

“aku serius Kyuhyun….”

“ahahha… tak usah kau pikirkan”

 

He’s so different..

His smile.. I feel so warm beside him

Just looking at him, I feel that I’m okay

 

**4 Days Later**

Barusan ada kejadian ‘hampir tertabrak’ lagi…

Mengapa akhir-akhir ini ‘hampir tertabrak’ menjadi sebuah hobby..

Apakah sedang musim, dan…

 

“ah iya!!” aku terhenti sejenak dan mulai mengingatnya “Kyuhyun itu yang menolongku beberapa kali dari acara ‘hampir tertabrak’ ya Tuhan!!!” aku menjentikkan jariku. Aku baru mengingatnya! pantas aku seperti pernah melihatnya. aku juga pernah menubruknya, dan…

“aku berhutang sangat amat banyak padanya” bathinku saat menyadari tentang Kyuhyun. pikiranku sudah bercabang

“Cho Kyuhyun…”

 

*bruuuk*

“aduh…” aku menabrak seseorang hingga aku sendiri terjatuh

“kau tidak apa-apa?” ujarnya, lalu ia menjulurkan tangannya padaku

“nee, maaf aku tidak sengaja” aku meraih tangannya dan berusaha bangkit

“gwenchana, Sora…”

“nee…” aku menengadahkan kepalaku saat namaku di panggil dan tersenyum melihat siapa yang ada di hadapanku

“apa kabar?”

“……”

 

*Kedai Cake Paman Suho*

“maaf aku tidak sengaja…”

“gwenchana… kau selalu menubrukku…”

“ahaha, jadi kau yang menolongku saat hampir tertabrak beberapa kali ya?”

“nee?”

“sudah beberapa kali, aku melihatmu. Kau yang selalu ada dan menolongku”

“ehmm…”

“terima kasih banyak Kyuhyun”

“tidak apa-apa, bukan perkara besar”

“aniyo, gomawo, Cho Kyuhyun~”

“cheonmaneyo, Im Sora”

 

he’s the only one in here who call me like who i am, Sora.

such a kind-heart man who always help me.

i don’t know, it must be schedule before.

or just like this?

 

JONGWOON

Tadi siang aku melihat Sora bersama seorang laki-laki

Tinggi, tampan, dan mereka tampak serasi

Aku belum pernah melihat laki-laki itu

Mengapa mereka begitu dekat dan telihat akrab?

 

“siapa ya dia..” gumamku saat menatap wallpaper ponselku, Han Nara

“eish.. dia Sora, bukannya kau ya, Nara” aku langsung mengantongi ponselku, dan tersenyum menatp langit yang terlihat begitu hitam seperti ingin hujan

 

Saat bersama orang itu

Senyuman Sora begitu ringan

Tawanya juga begitu renyah

Rona merah di pipinya…

Aku belum pernah melihatnya seperti itu

 

“mengapa aku cemburu?” gumamku lagi “ia pantas bahagia… aku hanya menyusahkan hatinya”

“bagus jika ia menemukan cinta yang lain dan berbahagia” ujarku jantan.. tapi…

“tidak semudah itu…” ujarku sambil menggerutu menghadap jalanan yang ramai. Jalanan begitu ramai tapi aku merasa sangat sunyi senyap

 

**Few Days Later**

*Raekyung & Changmin’s Apartment*

“Jongwoon ambilkan buah di kulkas!!” teriak Raekyung dari ruang tamu

“Changmin.. mana selimutku!”

“Sora.. kau sedang apa?! cepat kemari!”

“Jongwoon…”

“Changmin…”

 

Seharian ini aku dan Changmin super sibuk! Ini kehamilan pertamanya tapi ia sangat amat teledor, bodoh, ceroboh, dan lain sebagainya! Bagaimana tidak, beberapa hari yang lalu ia baru tahu ternyata ia hamil! Hamilnya tidak tanggung-tanggung, sudah memasuki usia 4 bulan! How stupid is she! Kami panik dan kaget bukan main. Jika tidak ada Sora, entah bagaimana kandungannya! Dan saat ini Raekyung ingin ini dan itu… sungguh terlambat.

Yang lebih merepotkan lagi adalah, Sora! Bukan masalah Soranya, tapi Raekyung meminta Sora ke apartmentnya! Meninggalkan 2 meeting dan pekerjaanya seharian ini. Bahkan untuk menemani Raekyung yang manja, Sora terpaksa mematikan seluruh ponselnya yang terus berdering.

Maafkan ya…

 

“kau lelah?” ujarku pada Sora saat ia baru saja keluar dari kamar tidur Raekyung. Akhirnya hari ini selesai dengan sangat sukses dan lelah

“aduh hyung.. pingganggku.. ah mau patah!” Changmin tiba-tiba datang dan mengeluh soal pinggangnya. Ya ia memang yang paling lelah “Sora.. sungguh, terima kasih banyak atas bantuanmu seharian ini”

“sama-sama, aku juga senang membantu”

“kau sudah sangat lelah, mau pulang sekarang?” ujark bertanya pada Sora yang sudah terlihat lelah “aku yang antar…”

“aku tidak banyak melakukan apa-apa. ahaha” ujarnya sambil tersenyum

 

“tadi.. Minkyung … itu apa?” tanya Changmin dengan wajah polosnya

“ah iya, Raekyung tampak sangat bersemangat. dasar si bodoh!!”

 

“nama bayi perempuan..” ujarnya santai

 

“HA?” ujarku dan changmin syok bersamaan

 

“aku dan unnie sangat berharap, bayinya nanti adalah perempuan. Pasti sangat cantik” jelasnya

“lalu minkyung?”

“nama bayi itu…”

“eish apa tidak terburu-buru?” ujarku sambil mengibas-ngibas tanganku

“mengapa Minkyung?” Imbuh Changmin yang terlihat mulai tertarik

“changMIN dan raeKYUNG. Oleh karena itu, Minkyung pasti akan terlihat sangat sempurna”

“woaah daebak!!” Changmin langsung menyalami Sora dengan semangat “semoga perempuan ya..”

“memangnya kenapa?”

“changmin-ssi tidak berharap laki-laki?”

“bukanya begitu.. aku tidak punya ide nama untuknya”

 “ahaha…”

“jika laki-laki, Kyungmin juga bagus kan?” ujar Sora yakin dan kami semua tersenyum, cerdas!!

“ah iya, Sora benar”

“daebak!! Gomawo!!” ia kembali menyalami, bahkan memeluk Sora begitu erat!

 

eeerrrghh… Skinship Detected!!!

SHIM CHANGMIN!!!

 

SORA

**3 Weeks Later**

*BGM Instr. Back In Time* [start at 1:30]

 

we walked here together, we cried here together

tough i get weak sometime and go to you, will you understand me without a word?

I’ve thought about this before

you and me, can’t be together, you are someone else mine

i won’t hold you here to be with me

that’s doesn’t mean i don’t love you. because i love you this much and i already has much brave heart, i let you off. just go…

 

Pikiranku sangat bercabang…

Terlalu banyak yang menumpuk di semua bagian otakku.

Sepi saat Siwan harus pergi ke Indonesia sebagai perwakilan kantornya.

Aku tidak mungkin meminta bertemu dengan Jongwoon.

Tidak juga dengan Raekyung unnie ataupun Changmin-ssi.

Apalagi dengan Kyuhyun.. aku tidak tahu juga harus menghubunginya kemana.

 

“ke taman saja…” aku berlari santai. udara siang ternyata tidak buruk.

hemm, makan siang ya? pantas ramai… “kebab….”

 

*tiiiiiin*tiiiiin*

“aaarrrggghhh….”

 

‘annyeonghaseyo Han Nara imnida!’

 ‘Oppa!!!! Bangun…’

‘Jangan tinggalkan aku. KAI OPPA!’

‘aku pergi ya…’

‘NARA…’

‘PPALLI IREONA!’

 

**3 Days Later**

saat ku buka mata, aku berada di ruangan serba putih. ku coba membuka mata seutuhnya, dan aku sadar, aku berada di rumah sakit. astaga, aku benar-benar di rumah sakit lagi. apakah ‘hampir tertabrak’ lagi?  Atau sudah tertabrak?

 

**BGM ArtisT [Teen Top] **

 

aku bangkit dari ranjang dan berjalan mengitari kamar.

teringat semua kenangan itu….

 

‘cho neun Han Nara imnida!!’

‘ya babo nara!! ppalli ireona!’

‘nara, oppa belikan sosis panggang untukmu’

‘Kai oppa ppalli ireona”

‘mau makan apa nara?’

‘nara noona!!’

‘babo nara’

‘Han Nara…’

 

aku melihat cermin yang tepat di hadapanku dan memantulkan seluruh tubuhku.

aku tersenyum dengan air mata yang jatuh perlahan membasahi pipiku. DAMN!

“selamat datang kembali… Han Nara”

 

Jongwoon… aku kembali..

Berusahalah mengingatku lagi…

Lihat! Kau benar, aku memang Han Nara

Kim Jongwoon…

 

*cekreek*

“agassi… syukurlah kau sudah sadar?” ujar seorang dokter yang di bajunya tertulis nama Choi Minho. aku cepat-cepat menyeka air mataku dan tersenyum padanya

“nee ssaem, terima kasih”

“kau masih ingat siapa dirimu?”

“nee, Ha.. ah, Im Sora imnida”

“Sora-ssi, kau sudah tidur selama 3 hari, sungguh membuat kami semua khawatir” apa! 3 hari?! “tanpa pengenal apapun, hanya ada uang di saku belakangmu” imbuhnya

“……….”

“apa kau merasa ada rasa sakit di kepala daerah belakang??”

“iya, sangat amat sakit ssaem”

“sudah berapa lama?”

“sekitar setahun mungkin. ada apa?”

“apa kau pernah mengalami kecelakaan?”

“tidak….” jawabku, tapi… “ah iya, pernah!! aku juga koma sekitar 1 bulan”

“kecelakaan karena apa?”

“tabrakan mobil”

“ada sedikit trauma di kepala bagian belakangmu. Jadi setiap kau kaget dan berdekatan tiba-tiba dengan mobil maka..”

“karena di kecelakaan itu aku kehilangan oppa-ku”

“pantas~ aku minta maaf jika begitu”

“tidak apa-apa. tadi anda bilang aku pingsan dan tidur 3 hari??”

“ya kau hampir tertabrak mobil 3 hari lalu, dan kau langsung pingsan. oleh karena itu ia membawamu kemari”

“siapa?”

 

*cekreek*

“ah kau sudah bangun??” seseorang masuk dan tersenyum padaku

“Kyuhyun?” aku syok dengan apa yang aku lihat, dia?

“nah, dia yang membawamu kemari”

“kali ini bagaiamana? kau hampir menabrakku lagi?”

“tsk.. aniya! kau hampir di tabrak truk besar, dan kebetulan aku sedang istirahat makan siang, lalu melihatmu di kerumunan itu”

“apa aku tertabrak truk besar?!”

“ya!! sembarangan.. aniya, kau ‘hampir tertabrak’, lalu pingsan seperti biasa” ia menekan kata ‘hampir tertabrak’

“seperti biasa? Kau pikir itu hobby, tsk tsk” gerutuku pada Kyuhyun dan ia tersenyum

“kau itu aneh, sering sekali ‘hampir tertabrak’, lalu pingsan. hahaha”

“maaf, aku merepotkanmu lagi, lagi, dan lagi Kyuhyun”

“tidak merepotkan. hanya saja aku bingung kau selalu berada di sekelilingiku”

“aku juga tidak tahu, tapi percayalah, aku bukan penguntit atau semacamnya”

“hahaha, aku tahu itu Sora”

“hmm, terima kasih menyelamat hidupku”

“sama-sama. nah, kau istirahatlah, kami akan keluar”

“nee, gomawo”

 

“ah Sora-ssi” Minho ssaem mendekat dan tersenyum padaku

“nee ssaem?”

“aku harap sekitar 2 minggu lagi kau datang ya untuk memastikan rontgenmu”

“ah nee, algesseumnida”

“istirahatlah”

“gamsahamnida~”

 

 

**BGM  Now You [The Grace (Dana & Sunday)] [start at 1:05]**

 

setelah mereka berdua keluar ruanganku, aku kembali menatap cermin ini.

disana aku seolah-olah melihat bayangan Kai oppa yang tersenyum!

melihat Kai oppa yang selalu membuatkan makanan!

melihat seorang Nara yang menangis karena Jongwoon!

melihat seorang HAN NARA…

tanpa Kai oppa lagi disisiku…

tanpa JONGIN oppa…

 

‘namaku adalah Han Nara

namaku adalah Han Nara

namaku adalah Han Nara’

 

“Jongin oppa… ppalli ireona. Bogoshipda…”

 

disni aku sendirian..

Kai, kembali…

 

***

Keesokan harinya, Kyuhyun mengantarku pulang.

Namun aku ingin bertemu Siwan…

Memastikannya…

 

*on the phone*

“Siwan…”

“aku baik… kau sudah di Seoul?”

“aku.. ah aku pulang. tapi semalam lembur. Maaf aku tidak ada saat kau sampai”

“aniya, sembarangan!”

“tidak apa-apa. aku tahu kau sibuk”

“Siwan bisa bertemu? aku ada di taman depan kantormu”

“nee…”

*klik*

 

Sekitar 10 menit setelah ku tutup ponselku, aku melihat Siwan berlari menghampiriku sambil melambaikan tangannya padaku “Sora noona!!!”

“hai, kau sibuk?”

“no i’m free. besok aku sudah bebas dari tugas ekspor impor bodoh itu”

“ada apa?”

“mereka belum mengisi CIF, jadi sedikit runyam. dan eksportir itu meminta waktu”

“oh…”

“ada apa memanggilku?” ujar Siwan sambil mengerutkan dahinya. aku terus menatapnya, dan ia terlihat kebingungan

 

aku diam menatapnya

suasana terasa hening di taman yang ramai ini

aku ingin menangis dan berteriak

namun apa mungkin??

 

“sora noona? gwenchana?” tegurnya dan aku hanya bisa melihatnya. selama 10 tahun, itu adalah namaku. Namun aku saat ini menjadi sangat sangat asing mendengarnya…

“……….”

“waeyo?”

“kau tidak salah?”

“apanya?”

“namaku?”

“nee??”

“yakin?”

“noo.. noona..”

“Han Nara…”

“nee??” Siwan begitu kaget saat ku ucapkan Han Nara

“itu namaku kan?”

“apa maksudmu? kau Sora noona. uri noona”

“Siwan, ingatanku sudah pulih perlahan. bantu aku menemukan sisanya”

“ingatan apa? ah noona jangan bercanda. aku kembali ke apartemen saja ya”

“Im Siwan…” aku menarik tangannya dan menahannya pergi. aku berhadapan dengannya saat ini dan tersenyum “aku memang noonamu. tapi aku Han Nara. right?”

“noona jangan mengigau. aku tahu kau mencintai Jongwoon hyung tapi bukan begini caranya”

“begini apanya?” ujarku datar  “kau tahu kan kalau itu Jongwoon oleh karena itu kau terus-menerus membujukku kembali pulang?” imbuhku, lalu ia hanya diam melihat ke arah lain. Seakan-akan tidak mau melihatku saat ini “mengapa diam Siwan?”

“aniya…”

“apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku? 10 tahun ini, ada yang aku tidak tahu?”

“noona…”

“lusa kita pulang, kau ikut aku!”

“tapi pekerjaanku..”

“lupakan!”

“noona apa yang mau kau katakan sebenarnya?”

“setelah bertemu ayah dan ibu, kau akan tahu. sore ini kita pulang dengan penerbangan terakhir, rapikan pakaianmu!”

“tapi??”

“Siwan.. dengarkan aku!”

“nee noona…”

 

***

Aku pulang ke Paris dan menemui ‘orang tua’ ku.

lebih tepatnya paman dan bibiku. Orang tua kandung dari Siwan…

 

Setelah ku desak, mereka akhirnya jujur..

Mereka mengatakan semuanya tanpa kurang sedikitpun

Rasanya sangat sakit bahwa selama ini mereka berbohong padaku.

Termasuk Siwan! siwan, adikku yang sangat sangat aku sayangi, ternyata bukan adikku

Dan yang lebih menyakitkan, KAI OPPA SUDAH TIADA

Aku sebatang kara? Ya, aku sendirian, dan rasanya sakit

Mengapa kau tidak membawaku bersamamu, Oppa

 

Beberapa waktu berselang, aku menyadari sesuatu

Mereka juga sangat amat mencintaiku, seperti orang tua kandungku

Paman dan bibi yang selama ini ku panggil ayah dan ibu, dan Siwan, adikku

Kasih sayang mereka benar-benar tulus padaku.

Terima Kasih…

 

*Few Days Later*

Akhirnya aku kembali ke Korea

Hal pertama yang kulakukan adalah langsung ke rumah sakit

Selama di Paris kepalaku seperti mau pecah

Pasti ada sesuatu!!

 

**Hospital**

*tok*tok*tok*

“masuk…”

“minho ssaem?” aku masuk ke ruangannya

“ah Im Sora-ssi, silahkan duduk, aku sudah menunggumu”

“menungguku?”

“nee…”

 

Minho-ssi tersenyum, kemudian ia mengambil beberapa berkas dan rontgen yang bertuliskan ‘Im Sora’, namaku. raut wajahnya langsung berubah sayu. ia berusaha tersenyum di hadapanku. tapi menurutku gagal total…

 

“Sora-ssi.. ini berkas-berkas saat anda sakit” ssaem memberikan semua kertas berikut hasil rontgen padaku

“ah terima kasih ssaem”

“boleh aku bertanya?”

“silahkan…”

“apa akhir-akhir ini kepalamu sering sakit?”

“geurae, bahkan sangat sakit”

“berapa lama?”

“setahun belakangan. ah aniya, sebenarnya sudah hampir 2-3 tahun ini kepalaku sering sakit, tapi aku abaikan”

“dan puncaknya akhir-akhir ini?”

“nee. bagaimana….”

 

Minho-ssaem langsung memotong pembicaraanku dengan meletakkan hasil rontgen kepala milikku di meja. aku bukan berasal dari kedokteran, dan aku tidak mengerti apa arti hasil rontgen ini. ia menghela napas dan terus memandang hasil rontgen-ku. ada apa dengan kepalaku? mengapa raut wajahnya berubah seperti itu?

“minho-ssi” tegurku secara formal dan ia menatapku “ada apa sebenarnya?”

“mengenai keluhan sakit kepalamu… hmm…”

“katakan saja. aku sudah dewasa dan apapun yang terjadi aku akan terima” ujarku pasrah. entah mengapa firasatku sangat tidak enak

“kau yakin? ini berita yang… hmm, sangat buruk”

 

*DEG*

sangat buruk? ada apa denganku?

apa sakit kepalaku pertanda buruk?

apakah aku sakit… parah?

 

“Sora noona, mianhae…” ujar Minho dengan nada informal dan memanggilku noona. tapi bukan itu pointnya. Ia terus memandangku dengan wajah khawatir

“ada apa?”

“kau… sakit… Kanker otak”

“nee?”

“kanker otak stadium 3″

“kanker otak?”

“nee”

“kanker otak katamu?” ujarku pelan. rasanya seperti di tabrak oleh mobil-mobil bodoh dan aku terbang entah kemana. Antara jantung dan otak berpisah sejauh puluhan mill.

“noona, sakitmu sudah separah ini, bahkan menjalar ke organ lain. bagaimana bisa kau tidak tahu?” aku hanya diam mendengarkan setiap teguran yang keluar dari mulutnya “noona?” Minho mendekatiku dan menenangkanku. padahal aku tidak menangis, aku hanya sangat syok “gwenchana?

“nee, gwenchana”

 

“kita lakukan kemoterapi…”

“tidak usah”

“nee?”

“kau pikir kanker stadium 3 bisa di sembuhkan dengan kemoterapi?”

“setidaknya bisa menghambat…”

“menghambat kematianku?”

“noona….”

“tidak apa-apa Minho-ssi. aku baik-baik saja”

“tapi…”

“aku terima semua dengan lapang dada dan ikhlas” Minho diam mendengar ucapak santaiku. Wajahnya terlihat khawatir bertentangan denganku yang terlihat pasrah “boleh aku bertanya?”

“silahkan”

“berapa lama lagi waktuku?”

“nee?”

“iya, aku hidup berapa lama lagi?”

“noona!!! hentikan bicara pasrah seperti itu”

“aku hanya ingin melakukan semuanya sebelum aku pergi. aku harus menyelesaikan apa yang aku ingin katakan dan lakukan”

“………..”

“kau seorang dokter, perkirakan saja”

“tapi…”

“jika meleset dan aku hidup lebih lama tidak apa kan?”

“4-5 bulan”

“berarti 4 bulan ya…”

“noona”

“baiklah, aku pulang dulu ya. terima kasih atas semua info berharganya” aku bangkit dari kursi, namun Minho menghadangku hingga aku terduduk lagi “ada apa??”

“lakukan kemoterapi, rawat inap, dan berobatlah noona. Aku akan berusaha yang terbaik…”

“aku tidak bisa Minho”

“memang kenapa?”

“for unreasonable reason. Hmm, aku bisa minta tolong?”

“apa?”

“jangan katakan pada siapapun jika aku sakit”

“noona!! ini penyakit serius dan…”

“aku jauh lebih serius dari pada penyakit ini! jadi aku mohon, jagalah janji itu, jangan katakan pada siapapun”

“……….”

“Choi Minho-ssi?”

“nee.. nee.. arasseo”

“janji?”

“aku janji akan menutup mulutku”

“gamsahamnida…”

“tapi noona…”

“no more excuse please”

 

I pretended to smile,

I pretended to be fine,

But…

 

*3 Days Later*

“kepalaku…” aku memegang kepalaku karena rasanya mulai sangat sakit….

“bertahan Nara… bertahan…” aku mensugesti diri sendiri, dan mulai melangkah perlahan-lahan

 

Aku tidak berniat mengatakan ini pada siapapun.

Tidak pada Ibu, Ayah, Siwan, Kyuhyun, Raekyung, Changmin, dan tidak juga pada Jongwoon

Pasti mereka akan memperlakukanku berbeda. tidak, aku tidak mau itu.

Biarlah ini hanya menjadi rahasiaku, Minho-ssi, Kai oppa dan Tuhan yang di atas sana.

Aku akan melakukan semuanya yang terbaik..

Sebelum Kai oppa membawaku ke sisi-Nya…

 

***

Hari ini aku bertemu dengan Jongwoon

Selama aku kecelakaan, dan di Paris, aku sama sekali tidak menghubunginya

Ketika kembali ke rumah, aku melihat puluhan panggilan tak terjawab dan pesan di masing-masing ponselku. Bahkan telpon rumah juga…

Kau merindukanku? Atau merindukan Sora?

 

“Jongwoon…” aku melambai pada Jongwoon yang menunggu di ujung jalan

“Sora!!” ia berlari kencang ke arahku setelah aku memangilnya. Wajah panik itu…

“annyeong…” aku tersenyum dan menepuk bahunya

 

“apa yang terjadi Sora! kau hilang begitu saja selama lebih dari 10 hari!” Jongwoon mengguncangkan tubuhku dengan emosi memuncak “kau kemana??”

“aku? pulang sebentar”

“kau tidak menjawab bell, bagaimana…”

“Paris”

“hee?”

“aku pulang ke Paris bersama Siwan sebentar, ada urusan keluarga. dan masalah ponsel, aku lupa membawanya”

“semua?”

“nee…”

“apa disana tidak ada telpon? mengapa tidak menghubungiku? lewat apapun?” ujarnya kesal. sebenarnya apa yang kau kesalkan? dan siapa yang kau khawatirkan? aku sebagai Sora, atau Sora sebagai Nara? “kenapa diam!?”

“aku tidak punya banyak waktu Jongwoon. maafkan aku”

“ada apa memangnya?”

“aniya, tidak ada apa-apa”

 

di hadapanku kini adalah seseorang yang sangat aku cintai. seseorang yang tidak tahu bahwa aku ternyata adalah gadis yang selama 11 tahun ia tunggu. Jongwoon, terima kasih sudah menungguku selama itu. andai saat ini aku bisa mengatakan bahwa aku ini adalah Han Nara. tapi tidak bisa… suatu saat nanti aku akan menjelaskannya…

 

“ada apa melamun?” jentikan jari Jongwoon membuatku tersadar “kau sakit?”

“ah tidak, sedang tidak mood saja hari ini”

“mau mengunjungi Raekyung dan bayinya?”

“Raekyung?”

“nee”

 

Shin Raekyung…

ya gara-gara wanita itu, aku pergi meninggalkan Jongwoon. karena aku pergi, aku mengalami kecelakaan dan kehilangan Kai oppa selamanya. dan karena kecelakaan itu juga, aku kehilangan seluruh ingatanku tentang masa lalu. semua berawal darinya. namun sekarang, aku begitu menyayanginya. ia seperti unnie ku sendiri. aku sudah melihat dengan sangat jelas jika ia sangat menyesal dan ingin bertemu dengan Nara. semua sudah terjadi, tak boleh menyesali apapun. termasuk sakit ini…

 

“Sora…”

“ah iya. ada apa?”

“kau melamun lagi”

“aniya…”

“ayo jenguk Raekyung”

“nee?” aku kembali fokus dengan kata-kata ‘raekyung dan bayinya’, maksudnya?

“bayinya sangat lucu….”

“hah! ia sudah melahirkan?? bukankah usia kandungannya baru sekitar 7 bulan? apa ada masalah?” ujarku sedikit panik. Karena jujur, aku juga menantikan anak Raekyung dan Changmin “bagaimana bisa??”

“ia pendarahan, dan bayinya harus cepat di keluarkan. walaupun prematur, bayinya sangat sehat”

“dan Raekyung?”

“ia baik-baik saja walaupun sempat menangis berjam-jam, hahaha”

“apa perempuan?”

“nee, seperti yang kau dan Raekyung sendiri harapkan. ia sangat cantik!”

“ppalli kajja~”

 

uri Minkyung was born

please be health and grow faster dear, love you

 

**2 Months Later**

JONGWOON

“dimana tempat makan itu? dimana… dimana…”

 

seharian aku mencari tempat makan milik Nara.

benda terakhir yang ku punya dari Nara.

aku ingin menghadiahi Sora tempat makan itu.

bukankah ia sudah menjadi bagian terpentingku

 

“ah ini dia!!” aku mengangkat tempat makan, dan selembar kertas terjatuh di bawah kakiku “kertas apa ini?”

 

aku duduk dan mencoba melihat apa isi kertas ini. terlihat kotor.

mungkin kertas ini ada di sana sudah sangat lama

 

**BGM Ave Maria [Rebecca Luker] ** [start at 2:26]

 

saat ku lihat kertas ini, jantungku berdegup sangat kencang. aliran darahku memompa jauh lebih cepat. di bagian depan surat tertulis,

‘to Jongwoon-ssi’, ‘March 2001′, ‘from Han Nara’

“su.. surat dari Nara? 2001?” aku cepat-cepat membuka surat ini dan mulai membacanya

 

——————————–

annyeonghaseyo, Jongwoon…

sudah siang, ayo makan bekalmu. jangan sampai sakit karena telat makan. aku membuatkan masakan dan minuman spesial untukmu, jadi harus kau habiskan.

janji padaku? harus janji ya!

 

ini adalah bekal terakhir yang ku buat untukmu, Jongwoon. setelah ini mungkin aku tidak akan bisa membuatkanmu bekal lagi, karena aku harus pergi. selain itu aku ingin meminta maaf atas semua yang ku lakukan padamu. aku benar-benar tidak tahu dimana letak kesalahanku, dan aku tidak berani bertanya padamu. aku hanya ingin membuatmu nyaman. namun jika ternyata tidak, sungguh, aku minta maaf. bukan maksudku membuatmu risih

jumat ini, aku berencana pindah ke Spanyol bersama Kai oppa. aku akan melanjutkan kuliah dan kehidupan baru disana. aku harap kau datang ke bandara untuk menemuiku terakhir kali, dan kita akan terus menjadi teman, walaupun aku tidak disisimu lagi. namun jika kau tidak datang, aku anggap semuanya selesai, dan aku tidak akan pernah kembali kesini lagi. karena tak ada alasan bagiku untuk tetap tinggal kecuali bersamamu. Jika kau tidak mau melihatku, sebaiknya aku pergi. aku tidak bisa meraihmu, dan aku merasa seperti orang bodoh, Jongwoon. maafkan aku…

maaf selama ini aku mengganggumu dengan sifatku yang mungkin menyebalkan. rumah kami akan di tempati orang lain setelah kami pergi, Kai oppa menjualnya pada keluarga yang sangat baik. jika kau ingin datang berkunjung, mintalah pada mereka. aku sudah mengatakan bahwa Kim Jongwoon adalah sahabatku. terima kasih atas segalanya. jadilah seorang laki-laki yang hebat di masa yang akan datang. senang bisa mengenalmu, Jongwoon. ah, jika takdir mempertemukan kita, tolong panggil aku, jangan acuhkan aku. jika kau acuhkan, mungkin aku akan benar-benar pergi dari kehidupanmu, selamanya

 

With Love, Han Nara

——————————–

 

*BGM  It Hurt’s Here [Baek Ji Young]* (read it slowly)

 

aku menutup kembali surat itu dan menatap photo Nara yang tepat di depan mataku dengan linangan air mata yang terus jatuh. melalui surat ini, ternyata ia sudah memberitahuku bahwa ia akan pergi. ia memintaku datang untuk bertemu terakhir kali, tapi aku tidak datang. saat itu aku malah bersenang-senang dan tidak memperdulikannya. saat itu ia mengharapkanku datang, dan jika aku tidak datang, ia tidak akan kembali lagi. tak ada alasan lagi baginya untuk kembali. ternyata ia benar-benar tidak kembali. bahkan menghubungiku saja tidak untuk memberi kabar. ia sudah memberitahukan semuanya melewati surat ini dan …. aku tidak tahu itu…

 

“mengapa kau begitu egois padaku!!!!” aku berteriak sangat keras dan membanting barang-barang yang ada di dekatku “aaarrrggghh!!! NARA!!”

“aku sudah menunggumu 11 tahun, Nara!! aku hampir gila karenamu!!!”

“NARA!!!”

“kembali Han Nara!! kembali babo Nara!!!”

“ulangi semuanya.. AKU MOHON!”

 

saat itu, aku memang benar-benar menyakitinya. hatinya terluka hingga ia memilih pergi dari hidupku. haruskah aku pergi dan melepaskanmu? melepaskan harapanku selama 11 tahun?

 

tolong jangan katakan selamat tinggal padaku, Han Nara…. disini… rasanya sangat sakit

 

“Jongwoon….” aku berbalik ke arah dimana suara itu berada, disana aku melihat Sora berdiri kaku melihatku.

“So.. Sora…” aku terus melihatnya yang terus meneteskan air mata. aku menyakitinya untuk kesekian kalinya. menyebut nama ‘Nara’ saja mungkin membuatnya sedih, apalagi aku menangis karena Nara di hadapannya. aku melukainya dengan sangat sangat baik. sungguh maaf…

“………” ia terus menatapku dengan mata sayunya tanpa sepatah kata pun. aku merasa sangat bersalah padanya. aku tidak bisa berbuat apa-apa

“maafkan aku Sora….”

“……….”

“i hurt you so much because i can’t get over her. i still love her this much”

“………”

“i wanna say love you , but…”

“…….”

“Sora, mianhanda” ujarku, lalu ia menghapus air matanya. Ia mendekat ke arahku dan mata kami benar-benar bertemu. Ia menyentuh wajahku, lalu ia menempelkan bibirnya pada bibirku, hanya sebentar lalu ia melepasnya. Mengapa….

“why love really hurt??” ujar Sora, ia tersenyum begitu tenang “Jongwoon, yeogi ga apa, jakku apa. nae ga eottohkkae?” imbuhnya sambil menepuk dadanya pelan, lalu ia perlahan mundur dan berlari. aku bisa mendengar hentakan kakinya yang begitu keras menuruni tangga. aku berlari ke arah jendela dan melihat Sora berlari. aku hanya bisa melihatnya pergi, sama seperti aku melihat Nara pergi

 

“all i can say to you is, yeah, love really hurt. i love you too actually. but still i can’t go away from her. this is how love making fun at us. i’m sorry”

 

I wanna say love you

but right now, i can’t go away from her

i wanna be with you

but right now, i can’t let her go

this is super selfish side of me

i’m sorry. i really am.

 

‘THERE IS A SCAR THAT IS GREATER THAN A SCAR’

.

TBC

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Romance, Super Junior, T. Tags: .

Love Really Hurt [Part 5] [Teaser] First Meeting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

December 2012
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: