Love Really Hurt [Part 5]

December 13, 2012 at 9:42 AM Leave a comment

Title     : Love Really Hurt

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating:  AG (All Age)

Cast     : Kim Jongwoon, KAI, Shim Changmin, Im Soraand the other casts

Type    : Chaptered

 

**********

SORA

Aku ini bodoh apa bagaimana!

Jongwoon mendekatiku karena aku seperti Han Nara

Namun aku masih terus berdiri melihatnya!

Sadar Sora!! Jongwoon tidak menganggapmu Sora, melainkan Nara!!

Walaupun kau sudah jujur, semuanya malah semakin sulit!

 

“aaa, michigeseo!!” aku mengutak-atik ponselku dan berniat mengirimi Jongwoon pesan singkat ‘selamat malam’. Tapi itu terlalu..

 

*kring*kring*kring*

“omo…”

Aku tersenyum dan kemudian menghela napas cukup panjang, lalu mengangkat telpon darinya

 

“yeobseyo..” ujarku senatural mungkin padanya di line sebrang

“aniya. Aku belum tidur. Masih berkutat dengan sesuatu” ya berkutat dengan pikiranku karena memikirkanmu, Kim Jongwoon!

“waeyo?”

“ah jigeum?” sekarang!!

“geurae.. I’m waiting”

“nee?”

“ahaha, aniya, gwenchana”

“see you”

“nee~”

*klik*

 

“KYAA…. Aduh!” aku berdiri dan hendak bersorak senang namun aku lupa aku sedang duduk di bawah tangga. Kepalaku….

“ah, harus ganti baju!!” aku berlari menuju kamar. Saat ingin membuka pintu kamar.. “eish, sudahlah Sora. Tidak usah ganti baju”

“seperti ini juga tidak apa. kaus + jaket dan celana training kiriman ibu ini juga bagus” aku menutup pintu kamar dan memilih menunggu Jongwoon di ruang tamu

“ada apa ia ingin jalan-jalan? Apa ia mengingat Han Nara itu?”

 

Selalu saja Han Nara

Yang ada di pikiran, hati, dan hidupnya hanyalah Nara

Aku? tidak pernah ada di salah satunya…

 

*tok*tok*tok*

“nee” aku berjalan ke arah pintu depan

 

*kreeeet*

“annyeong..” ujar seseorang di hadapanku

“cepat sekali! Kau dari mana?”

“rumah… kajja~”

“nee”

 

Jongwoon… 15 menit?

astaga serius?

 

*Hongdae*

*café*

“kalau ingin camilan kue beras, kita bisa membuatnya di rumahku” gerutuku sambil meminum air putih

“ibuku juga bisa membuatnya”

“lalu, kenapa malam-malam begini keluar dan makan seperti ini?”

“sedang ingin saja”

“kau besok libur?”

“aniya~”

“……..”

“kau merindukan Nara?”

“……..”

 

Aku hanya diam memandanginya memakan kue beras, spaghetti, jus mangga, dan pudding yang ada di meja. Ia terus tersenyum melihatku tanpa sepatah katapun. Aku pun memilih diam melihatnya, walaupun sesekali melihat keluar dan mengatur napasku

 

“kau mau?” ia menyodorkan kue beras padaku “buka mulutmu…”

“nee?”

“ppalli…”

“aaaa….” Aku membuka mulutku dan ia benar-benar menyuapiku dengan kue beras itu. ia tersenyum dan terus melihatku. Tuhan… hatiku berdegup sangat kencang

“spaghetti nya mau di tambah saus?” ujarnya sambil mengaduk-aduk dengan garpu

“terserah kau saja, kau kau yang makan”

“nih, buka mulutmu…”

“hentikan… aku tidak mau makan berat jam segini” aku menutup mulutku dan ia terlihat kecewa “aku makan pudding saja ya” aku mengambil pudding dan menyendoknya sendiri dengan tanganku

“sini… aku yang suapi” ia mengambil pudding dan sendok dari tanganku “muka mulutmu…” ia menyuapiku lagi, namun aku sedikit menjauh dan menutup mulutku

“………”

“ada apa lagi?”

“……..”

“Nara? kau baik-baik saja”

 

Nara? Nara?

I’m not Nara. I’m Sora!

Jadi sedari tadi Jongwoon…

 

“nee, nan gwenchana…”

“makanlah, puddingnya enak. Kau suka strawberry kan??”

“………”

“open your mouth, then aaaa….”

“aaaa~” aku membuka mulutku seperti yang ia pinta. Ia tersenyum dengan sangat baik saat ini. jahat sekali bila aku berteriak dan mengatakan ‘aku adalah sora, bukannya nara’. aku tidak bisa

“why you look so cute Nara”

“of course, I am”

“……..”

 

*on their way to home*

“terima kasih hari ini. Im Sora” ujarnya santai saat menyebut namaku

“nee?”

“saat aku memanggilmu Nara, kau diam saja dan ….”

“arasseo, aku tidak apa-apa”

“kau memang… teman yang sangat baik”

“……”

“maafkan aku hari ini”

“…….”

 

Ia sadar saat ia salah mengucapkan namaku.

Dan saat aku diam saja, ia berterima kasih.

Lalu ia kembali memanggilku Sora

Hey Kim Jongwoon, haruskah aku menjadi NARA agar kau mau terus bersamaku

Aku sangat bahagia bersamamu. Namun, lihatlah aku sebagai SORA

Aku juga mencintaimu, Kim Jongwoon.

What should I do now?

 

** 3 Days Later **

*After Work*

Seperti apa sifat dari Han Nara?

Mengapa Raekyung unnie dan Jongwoon terlihat begitu …

Saat Raekyung unnie memberikanku cake itu, ia spontan memberikan strawberry

Apa strawberry adalah buah kesukaan Han Nara juga?

 

*bruuuk*

“aduh…”

“ma.. maaf…”

“……”

“aku minta maaf”

 

Aku pikir yang menubrukku adalah Jongwoon

Karena hanya ia yang selalu menubrukku seperti ini

Ternyata bukan…

 

“kau tidak apa-apa?” ujar lelaki tinggi ini

“nee~”

“maaf aku tidak sengaja”

“tidak apa-apa”

 

Setelah meminta maaf, ia pergi.

 

‘jika kau bahagia melihatku menjadi orang lain itu, aku juga akan berusaha bahagia, Jongwoon’

 

Aku tak habis pikir…

Sejak aku bertemu dengan Jongwoon, aku tak bisa berhenti memikirkannya

Ia bisa membuatku kesal, sedih, dan bahagia di saat yang bersamaan.

Walaupun aku tahu, saat ia bersamaku, yang ia lihat adalah Nara

Han Nara~ tolong izinkan aku menjadi dirimu, sebentar saja…

 

JONGWOON

*Raekyung & Changmin Apartment*

Aku benar-benar sangat bersalah pada Sora

Berulang kali aku memanggilnya Nara. tapi ia diam saja

Ia diam saja hingga aku sadar bahwa aku salah menyebut namanya

Ia tidak marah, tidak menghentikanku, tidak juga melarangku memanggilnya Nara

Aku semakin bimbang… aku harus bagaimana…

 

“Raekyung kau dari mana?” tanyaku saat Raekyung datang dengan tas belanja di tangan kanan dan kirinya

“kemana changmin?” ujarnya

“di kamar mandi. Hey, kau dari mana?”

“kau buta? Hah! aku dari berbelanja!!”

“eish! Galakmu tidak bisa ku hilangkan?”

“tidak jika denganmu’

 

Dasar… ia selalu saja ketus

Namun, aku yakin, ia akan menjadi istri dan seorang ibu yang sangat baik

Walaupun terkadang aku sangat was-was. Uri Shin Raekyung

 

“kau habis belanja dimana?” changmin datang dan langsung melihat isi tas belanjaan Raekyung

“Nah! Seharusnya itu yang kau tanyakan Jongwoon” gerutu Raekyung sambil melempar bantal

“eish… kalau begitu kau berbelanja dengan siapa? Tidak mungkin kan kau sendiri” tanyaku dan Changmin tertawa

“dengan Sora…”

“nee?”

“Sora?” imbuh Changmin smbil sibuk mengeluarkan seluruh belanjaan istrinya

“kami sering makan siang bersama, dan hari ini aku ada kesempatan berbelanja bersamanya. Ia sangat menyenangkan, fashionable dan keren!”

“…….”

“tapi Jongwoon… tolong, jangan kau paksakan perasaanmu”

“maksudmu?”

“ingat, ia adalah Im Sora. Bukanlah Han Nara, dan kau….”

“tidak boleh meyamakan mereka. Right?” ujarku melanjutkan kalimat Raekyung dan ia tersenyum

“walaupun ia sudah jujur tentang hatinya, ingatllah, yang di hadapanmu sekarang bukanlah Nara”

“dari mana kau…”

“aku wanita, dan bisa melihat itu di raut wajah Sora”

“berhenti memanggilnya Nara. berhenti melihatnya sebagai Nara. dan berhenti untuk menanggapnya adalah Nara” imbuh Changmin “Im Sora neun uri Nara noona aniragoyo”

“aku tahu..”

“jika kau tidak bisa melupakan Nara noona, setidaknya, jangan memanggil Sora dengan sebutan Nara lagi. Ia bertahan seperti itu, dan rasanya sangat sakit”

“……”

“jika kau tidak mau melepaskan Sora, maka…”

“maka?”

“mulailah kau cintai dia sebagai Sora, paling tidak belajar mengenalnya sebagai Sora. Atau…”

“atau?”

“kau akan kehilangannya…”

“……..”

“kau tidak akan tahu sampai mana batas hatinya, Jongwoon” imbuh Raekyung di akhir kalimat yang membuatku cukup tertegun

“……”

 

Rasanya aku seperti di tampar lagi…

Aku tahu aku tak seharusnya bersikap tidak adil pada Sora

Sora.. aku berharap kau lupa ingatan…

Dan saat itu tiba, aku akan mengatakan bahwa kau adalah Nara

Bolehkah aku berharap begitu?

 

**Few Days Later**

sejak ia mengatakan perasaannya beberapa waktu lalu hatiku semakin tak karuan. aku masih tidak bisa membedakan, apakah aku benar-benar mulai menyayanginya sebagai Sora, ataukah masih menganggapnya Nara

 

“Jongwoon… na yeogi isseo!!” teriaknya dari tengah taman

“nee….” aku duduk di sampingnya dan tersenyum. dia tidak merubah apapun…

“Jongwoon kemarin photo ini jatuh dan…”

“………” belum sempat Sora menyelesaikan kalimatnya, tanganku langsung merebut photo itu dari tangannya

“hahaha, kau sangat menyayanginya ya?” ujarnya

“aku sangat merindukannya Sora. hingga aku pikir, aku akan mati karena terlalu merindukannya”

“……..”

“ah maaf….”

“kau sangat amat mencintainya ya?”

“……..”

“jawab saja… aku baik-baik saja. aku jujur mengenai hatiku, bukan berarti kau berhenti untuk bercerita tentang gadis manis itu” ia tertawa sambil memakan ice creamnya. Nara juga sangat menyukai ice cream, terutama strawberry

“………”

“tersenyum Jongwoon…. i hate when your face turn like this” ujarnya semangat

“arasseo…”

“aku harus cepat pulang..”

“kau membenciku?”

“eish.. aniya”

“lalu ada apa?”

“ada Siwan di rumahku. kasihan ia belum makan siang”

“Siwan?”

“uri namdongsaeng…”

“kapan ia datang?”

“beberapa hari lalu. Mulai besok ia akan bekerja di FNC Corp di bagian Export Import”

“woah daebak…”

“nee, ia akan tinggal bersamaku di rumah”

“jadi sudah malam begini, ia belum makan siang?”

“ahaha, nee”

“lalu kenapa kau malah ingin bertemu denganku, Sora bodoh”

“karena aku tahu itu adalah benda yang sangat berharga makanya ku dahulukan”

“……..”

“Bai Bai…”

“terima kasih banyak Sora. kau sahabat yang baik”

“sama-sama Kim Jongwoon” ia bangkit dari duduknya dan berbalik memunggungiku

“Sora…” aku memegangi lengannya

“ada apa?”

“kau.. yakin tidak apa-apa?”

“ha?”

“masalah waktu itu…”

“tsk tsk, kan sudah ku katakan, aku baik-baik saja Jongwoon”

“jika kau merasa sedih atau…”

“hahaha, aku baik-baik saja”

“yakin?”

“tentu saja. sudah ya, Bai Bai”

“nee~”

 

KAU BOHONG SORA! HATIMU SAKIT KAN?

PERASAANMU TERLUKA KAN?

KATAKAN JIKA KAU MEMANG TERLUKA! JANGAN MENYEMBUNYIKANNYA!

KARENA AKU TIDAK AKAN MENGERTI! KU MOHON…..

berhentilah untuk bersikap seperti Han Nara! kau adalah Im Sora, bukanlah Han Nara!

Im Sora.. bukanlah… Han Nara…

 

SORA

“aku pulang” ujarku saat membuka pintu rumah. aku melihat Siwan asyik menonton We Got Married di tv

“wah kau sudah pulang. akhirnya…”

“Siwan, kau mau makan apa?”

“tidak usah noona”

“nee?”

“aku sudah membeli makanan, kau tidak perlu masak”

“wah pintarnya… ya sudah kau makan saja”

“kau bagaimana?”

“nanti saja aku sudah makan. atau sisakan dan masukkan kulkas, untuk besok”

“nee… ah noona kau tidak apa-apa?”

“waeyo?”

“wajahmu terlihat pucat”

“aku tidak apa-apa, dasar bodoh. hahaha”

“memangnya kau dari mana?”

“bertemu dengan Jongwoon”

“Jongwoon?”

“lain kali aku kenalkan. ya sudah aku ke kamar dan mandi dulu”

“arasseo”

“ah iya, aku sangat lelah hari ini. jika kau mengetuk pintuku dan aku tidak menjawab, jangan iseng ya”

“arasseo noona, i know you very very well”

“thankyou….”

“you’re welcome”

“ah Siwan…”

“waeyo?”

“aniya… goodnight”

“goodnight too noona”

 

*blaaam*

pintu kamarku tertutup dan air mataku mengalir begitu saja. ia tidak mau berhenti meskipun aku sudah mengatakan bahwa aku pasti baik-baik saja. hatiku terasa sesak, ah tidak, jauh lebih sesak karenanya. aku tahu aku salah, aku masuk ke kehidupan Jongwoon dan berusaha mengambil posisi gadis itu di hatinya. setelah bertahun-tahun, aku mengerti, seperti inilah perjuangan cinta. tapi mengapa harus Jongwoon?? mengapa harus milik orang lain?

 

*BGM Closer [Taeyeon]*

 

“sebentar lagi….” ujarku pada selembar photo tak bernyawa

“aku akan bertahan sebentar lagi”

“maafkan aku…..”

 

cinta ternyata sangat menyakitkan

cinta ternyata juga sangat lucu

kau bisa bahagia dan tertawa karenanya namun di saat yang bersamaan, kau bisa sedih dan menangis tiada henti. rasanya begitu sakit hingga kau tidak tahu kapan rasa sakit ini akan berhenti.

aku tidak sehebat dirinya yang bisa menunggu seseorang yang ia cintai kembali selama bertahun-tahun. aku tidak mungkin bisa…

 

after a long time, i can feel it.

It’s hurt here and it keeping hurt.

really hurt until i though that i might died because of those things

 

**3 Days Later**

Mungkin ini yang dinamakan’ketidaknyaman’

Aku pikir ‘mengutarakan isi hati’ bisa membuatku tenang

Namun itu malah membuat beban berat di pikiranku

Jongwoon… Nara… Jongwoon… Sora…

 

*tiiiin*tiiiin*tiiiin*

*ciiiittt*

 

*bruuuk*

“nona anda tidak apa-apa?” seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil dan menghampirku yang terduduk karena syok

“kau tidak apa-apa noona?” tanya seseorang lagi sambil memegangi tanganku. Aku merasa banyak orang berkerumun di sekitarku

“jawablah agassi, apa kau terluka?”

“kau tidak apa-apa?”

“unnie-ya?”

 

pertanyaan dari banyak orang saling sambut saat melihatku terduduk di hadapan mobil besar ini. aku syok karena hampir saja aku meregang nyawa karena kecerobohanku menyebrang. Aku menatap mereka satu-persatu dan kemudian tersenyum

“terima kasih, aku tidak apa-apa. maaf membuat masalah” ujarku meminta maaf dan mereka semua tersenyum. Pikiranku kosong dan aku tidak tahu harus bicara apa

 

“hati-hatilah jika berjalan Agassi, berbahaya” seorang laki-laki memapahku ke tepi jalan dan memberikanku air mineral

“benar unnie, kau tadi membuat kami takut”

“syukurlah kau tidak apa-apa”

“mau ku antar? Di mana rumahmu?”

 

“tidak, aku tidak apa-apa. tadi aku hanya kaget dan tidak fokus”

“kau yakin?”

“nee, terima kasih banyak atas perhatiannya”

“baiklah kalau begitu”

“nee, sekali lagi maafkan aku”

 

*Few Days Later*

Siapa mereka itu?

Apa maksud dari semua perkataannya itu?

 

“jaga dirimu…”

“kau harus sembuh…”

“bertahanlah…”

“jalani semua dengan baik…”

 

Mengapa sejak kejadian itu, mereka terus muncul?

Mengapa ia terlihat begitu sedih, dan mengapa ia bisa bersimbah darah di mobil itu?

Mengapa aku disana? Apa yang aku lakukan?

 

“aarrrghh… sakit!!”

aku memegangi kepalaku yang terasa sangat sakit.

Aku mencoba mengingat, dan terus mengingat.

Tapi hanya rasa sakit teramat sangat yang aku dapat.

 

JONGWOON

*Changmin & Raekyung’s Apartment*

sudah beberapa bulan aku dan Sora saling mengenal. Raekyung dan Changmin pun sudah cukup akrab dengan wanita ini. ia memiliki sifat yang ceria, ramah, dan hangat. Mengingatkan aku pada Nara. dan saat itu juga pasti siluet Nara muncul lagi, terus dan terus membelengguku. Hal ini selalu sukses membuat mentalku jatuh untuk beberapa saat.

 

“Jongwoon?” tegur Sora. ia membawakanku coklat panas dan garlic bread “tidak mau gabung menonton dengan Raekyung dan Changmin di ruang tamu?”

“tidak, disini saja, lebih tenang. Kau sendiri?”

“……..”

“bukankan kau suka menonton? Bergabunglah dengan mereka, aku akan disini”

“kau disini sendirian, mana mungkin aku meninggalkanmu dan memilih disana”

“…….”

“aku akan menemanimu disini saja”

“……..”

 

** BGM: aRtisT [Teen Top] **

 

Ucapannya hampir sama dengan ucapan Nara. ia juga tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi. Ia akan selalu di sampingku, bersamaku, dan menemaniku. Dulu sekali… sekarang? Ia tak tahu ada dimana. Ia meninggalkanku sendirian disini.

Di sampingku sekarang ada Sora, wanita unik yang lucu, hangat, dan baik. aku nyaman saat bersamanya, entah mengapa rasanya tenang saat ia di sampingnya. Aneh memang, tapi mungkin ia sudah jadi bagian penting di hidupku setelah Nara. mungkin apa yang di katakan Changmin ada benarnya, aku mulai mencintainya, atau belajar mencintainya sebagai dirinya, yaitu Sora. Apakah aku bisa? aku masih belum bisa melepaskan nama ‘Nara’ saat melihat Sora

 

**Next Day**

*Sora’s house*

“siapa laki-laki ini?”

“dia namdongsaengku, Siwan”

“jadi dia yang bernama Siwan?”

“nee, lain kali ku kenalkan. Ia belum pulang training”

“kalian sangat dekat ya?”

“begitulah. Terkadang jika ia sedang di kejar-kejar wanita, maka ia akan mengenalkanku sebagai kekasihnya. Begitu juga sebaliknya. Hahaha”

“terang saja, kalian tampan dan cantik, tampak sangat serasi”

“he? Aku apa? ulangi, ulangi?”

“tidak..”

“hahaha, terima kasih Jongwoon”

“huh…”

 

Aku kelepasan bicara saat melihat wajah innocent nya di photo. Ia terlihat mirip dengan adiknya, Siwan. Namun di lain sisi, aku melihat kemiripan yang teramat sangat antara dia dan Nara. aku harus menyingkirkan pikiran ini jika aku tak mau di bencinya. Tapi kenyataannya adalah ia memang sangat mirip dengan Nara. rasa sakit itu masih terus ada

 

“mengapa note-nya IM’s?” tanyaku penasaran saat melihat photo keluarga di pasang di dekat teleponnya. Ia mendekat dan tersenyum pada photo itu

“ini ibuku, Im Yoona. ayahku, Im Seulong. adikku, Im Siwan. dan aku, Im Sora”

“woaah daebak, so IM’s Big Family?”

“yapp, tapi ibuku anak tunggal. Jadi saudara lain aku dapat dari keluarga ayahku. Keluarga bahagia kan Jongwoon??”

“……”

 

‘Keluarga bahagia kan Jongwoon’

Kalimat itu, seperti…

 

**Flashback**

“Jongwoon, nanti antar aku ke supermarket ya”

“sepedaku sedang di pakai Jonghyung hyung, kesana naik apa?”

“bus saja. mau tidak?”

“mau beli apa sebenarnya ke supermarket. Mini market saja di ujung jalan itu”

“sayuran, mie instan, gula tepung, daging sapi, susu, roti, sosis, ….”

“stop!! kau membuat list belanja?”

“ini…” ia memperlihatkan list belanjanya yang sangat banyak. Masih smp, apa ia bisa masak? Bukankah di rumah itu hanya ada ia dan Kai Hyung? “tissue toilet juga sudah menipis”

“siapa yang memasak? Siapa yang membersihkan rumah?”

“aku dan Kai oppa tentu saja”

“berdua saja?”

“jika ayah dan ibu masih hidup, mungkin kami berempat yang akan mengurusi rumah. Hahaha”

“maaf, aku tidak bermaksud”

“ah aniya, tidak apa-apa. asalkan ada Kai oppa dan Jongwoon, aku tidak akan merasa kesepian lagi”

“……”

“Keluarga bahagia kan Jongwoon??”

“keluarga?”

“hmm…”

“yes, we are happy family and happy friends”

“…….”

“ayo ini hampir sore, nanti rebutan dengan yang lainnya”

“arasseo, kajja”

**Flashback End**

 

Nara selalu melakukan semua sendirian, begitu juga dengan Kai hyung.

Di umur mereka yang masih terbilang sangat muda, mereka mampu untuk hidup mandiri

Keluarga Bahagia… ya, jika kau disini, pasti hidupku jauh lebih bahagia Nara

 

“Jongwoon?”

“nee?”

“apa yang kau lamunkan?”

“aniya, aku ingat Nara”

“…….”

“ah maafkan aku, aku…”

“tidak apa-apa. kau melihat photo keluargaku, ingat Nara? atau melihatku di photo ini?” ujarnya

“aniya, kalimatmu tadi ‘Keluarga bahagia kan Jongwoon’, mengingatkanku pada Nara dan Kai Hyung”

“bagaimana bisa?”

“mereka hidup hanya berdua karena orangtuanya meninggal saat Nara berumur 4 tahun. Selama 10 tahun mereka hidup berpindah mengikuti bibinya, dan akhirnya mereka memutuskan tinggal di seoul berdua”

“berarti Nara masih berumur 14 tahun?”

“nee, ia masih sangat mudah untuk mengatur rumah tangga. Ia selalu bahagia, bangga, dan bersyukur dengan apa yang ia miliki”

“ah arasseo. ya, Keluarga Bahagia”

“…….”

“dan saat itulah kau mulai mengenal sisi lain Nara yang sangat hangat dan berbeda?” ujarnya antusias

“……” aku hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi penuturan Sora

“ya sudah, ayo ke apartment Raekyung unnie”

“nee…”

 

That I just want you to know

I found the reason for me

To change you I used to be

All reason just star over new

And the reason is you

I’m sorry that I hurt you

I hurting you damn much

 

JONGWOON  HOUSE

Sunk in the longing that gets heavier as time passes

Can I travel back time?

If you hug me just like you did before

Then I will be better

 

**BGM Instrumental Back in Time [Lyn]**

 

‘aku tak akan pernah bisa menggantikan Han Nara di hatimu’

‘Han Nara adalah nafasmu, kau tak bisa sehari saja tidak memikirkannya’

‘aku memang mencintaimu. tapi aku tahu, hampir seluruh hatimu adalah miliknya. aku hanya seseorang yang kebetulan lewat’

 

“aaargghhh!! bukan begitu!!” semua perkataan Sora sampai detik ini masih terngiang jelas di pikiranku. Senyumnya saat mengatakan semua kalimat pahit itu, masih terpendam disini, di hatiku. Tak ada beban atau kesedihan yang terlihat di matanya saat mengatakan semua itu. aku.. aku merasa sakit… tapi mengapa?

 

I’m miss you like I’m going to be crazy

Wanting to stop and forget like I’m going to be crazy

I’m tired… I’m so tired… my tears cover my eyes

Even now your image still remains…

 

“katakan, aku harus bagaimana Nara?” ujarku pada tumpukan photonya.

saat ia tersenyum, saat makan ice cream dan cake, saat bermain kembang api, saat ku peluk, dan saat semuanya berakhir, aku tidak tahu. yang aku tahu, saat melihat Sora, yang ku lihat adalah dirimu. aku menganggap kau selalu disini bersamaku.

namun kenyataannya adalah kau benar-benar sudah pergi jauh meninggalkanku, melepasku, membuangku, dan melupakanku. Aku ingin menahanmu, tapi kenyataannya memang aku tak bisa menahanmu pergi….

 

“haruskah aku melepasmu selamanya?” ujarku pada diri sendiri.

satu persatu ku lempar photo Nara di perapian. kenangan dimana ia tertawa bahagia, menangis karena lapar, terdiam karena sakit, dan marah-marah karena selalu ku jahili, semua harus ku lenyapkan. bahkan di perapian ini aku masih bisa melihat dengan jelas siluet wajahmu yang tersenyum bahagia saat memanggil namaku. aku mengingatnya… masih. dengan sangat jelas

 

“tidak bisa…” aku berhenti melempar photonya ke perapian. aku tidak bisa membakar semua kenangan ini

 

“Han Nara, kembali!!!!” aku berteriak sekeras mungkin untuk melegakan amarahku dan melempar semua photo ke arah berlawanan. emosiku benar-benar memuncak

 

“Jongwoon…”

 

“………” aku menoleh ke arah suara yang memanggilku. disana aku melihat Sora berdiri mematung di pintu rumahku. aku hanya bisa menatapnya pilu. Ia tersenyum melihatku, lalu degan langkah kecil, ia memundurkan langkahnya dan pergi dari pandanganku. Dan aku hanya bisa diam saat melihatnya pergi. aku begitu egois!

“aku menyakitimu lagi… maaf…” maafkan aku Sora, maafkan aku. bencilah aku, hukumlah aku, aku memang tak pantas di cintai!

 

Tuhan, kini aku berusaha untuk mencintai orang lain untuk melepaskannya.

namun sekuat apapun aku berusaha mencintai orang lain, aku semakin mencintainya.

dan orang lain itu harus terus terluka karenaku.

Sekarang aku harus bagaimana…

 

If I wait here…

will I be able to see you?

Then will I be able to tell you how I feel right now?

I Love You…

 

SORA

“mengapa aku tidak bisa melupakanmu, Jongwoon~”

 

**BGM  I Can’t Forget You [Seo Young Eun]**

 

ternyata tidak mungkin aku bisa menggantikan posisi wanita itu di hati Jongwoon. walaupun hanya sebentar, aku rasa itu tidak pernah terjadi. dari sorot matanya terlihat bahwa selama ini ia memang benar-benar hanya menganggapku Nara, bukanlah Sora. hatiku sakit menerima kenyataan ini. walaupun aku sudah tahu bahwa akhirnya pasti akan jadi begini dan berusaha menerima. tapi tetap saja, rasanya sangat sakit.

 

Aku tidak bisa selalu menungguumu

Aku juga tidak selalu bisa melihatmu

Namun…

Aku tidak mungkin bisa melupakanmu

 

‘AKU SORA, BUKAN NARA!!!’

 

**ciiiitttt**

“aaaarrghhh!!!”

 

*bruuuk*

 

“agassi!!!”

“nona…”

“hey kau tidak apa-apa?”

“nona.. nona..”

“bangun nona..”

 

suara itu..

tolong aku…

 

—–

‘Kai oppa, cepat!’

‘Jongwoon, ayo kemari, kita photo bersama Kai oppa’

‘Nara, Jongwoon kemari’

‘Han Nara’

‘NARA!!!’

‘kalian jangan berkelahi’

‘noona….’

‘jaga dirimu dengan baik’

‘hiduplah dengan baik’

‘Nara’

‘babo Nara’

—–

 

Untuk beberapa alasan yang tidak jelas…

aku terus berdiri melihatmu,

aku terus berusaha menjadi seseorang yang kau cintai,

aku terus berubah untuk kau lihat,

aku terus berdiri di bayang-bayang orang lain.

namun jika pada akhirnya aku tetap semu, maafkan aku.

karena pada dasarnya, aku, hanya ingin melihat dan di lihat olehmu.

sungguh, maafkan aku .

 

aku masih menunggumu melihatku.

namun aku rasa, aku tidak sekuat itu.

aku mengatakan perasaanku, semuanya.

kau juga mengatakannya, semuanya.

semuanya yang membuat perasaanku hancur

hatiku sakit, beribu-ribu sakit.

namun semua itu tidak akan pernah merubah perasaanku

bahkan jika aku harus pergi, aku tidak akan melupakan semua.

karena aku sungguh-sungguh mencintaimu

selamanya….

 .

.

TBC

.

BGM DOWNLOAD LINKS:

CLOSER

INST. BACK IN TIME

I CAN’T FORGET YOU

ARTIST

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Romance, Super Junior, T. Tags: .

Destiny Of Love Part 4 Love Really Hurt [Part 6]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

December 2012
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: