Love Really Hurt [Part 4]

November 6, 2012 at 4:07 PM 2 comments

Title     : Love Really Hurt

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating:  AG (All Age)

Cast     : Kim Jongwoon, KAI, Shim Changmin, Im Soraand the other casts

Type    : Chaptered

SORA

For some reason, I can’t let you go.

And for some reason too, I can’t stop to looking at you.

Even if I really know that loving you is really damn hurt.

I WON’T STOP IT.

My tears keep falling down. But, I don’t have any choice.

BECAUSE I LOVE YOU.

 

***

“aduh aku hampir terlambat meeting!!” aku keluar dari mobil dan bergegas menyebrang ke gedung tempat clientku menunggu. telat…

 

*tiin*tiin*

*ciiiiiiitttt*

“aaarrrgghhh…….”

 

‘tteo gakkai’

‘tteo tasuhi’

‘anhajullaeyo’

 

*tiiiiiin*tiiiiiin*

“kau tidak apa-apa nona??” tegur seseorang dari mobil itu

“nee, paman, aku tidak apa-apa” aku berusaha bngkit namun lemas

“kau ini bagaimana!”

“maafkan saya”

 

“kau tidak apa-apa?” ujar seseorang di sampingku. ia membantuku bangkit dan menepi di jalan sebrang

“nee, terima kasih banyak”

“kau tahu… nyaris sekali kau meregang nyawa”

“arasseo, aku sedang sangat buru-buru” ujarku sambil berusaha berdiri dan merapikan bajuku

“memangnya mau kemana?” ujarnya, dan…

“ah meeting!!!!”

“nee??”

“maaf aku harus segera pergi, aku ada meeting yang penting”

“nee, silahkan”

“terima kasih banyak sudah menolongku”

“sama-sama”

 

aku segera berlari secepat yang ku bisa! tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang tadi ku rasakan saat hampir meregang nyawa! bahkan seseorang yang tadi menolongku

 

“astaga… Im Sora, kau bodoh….” gumamku kesal pada diri sendiri

 

**Sore Harinya**

*Kedai Cake Paman Suho*

 

“sora kau sendirian?” tegur paman Suho sambil membawakan orange float dan strawberry cake pesananku

“nee, paman. sehabis pulang meeting di sekitar sini”

“kau sepertinya senang sekali?”

“ahaha, aku memenangkan tender perusahaan Belanda pagi ini. hebat kan?”

“waah, chukkahamnida!!!”

“nee, gamsahamnida”

“ini untukmu” paman memberikanku sebuah gelas kecil berisi sirup yang sangat harum

“sirup?”

“aku tidak sembarangan memberikan sirup kebanggaanku kepada orang lain lho” ujarnya sambil menyiramkan sirup tersebut di atas cake strawberry ku “makanlah dari ujung, tapi sisihkan dulu strawberry-nya”

“cake dengan sirup?”

“cobalah, maka kau akan tahu” ujar paman suho

“terima kasih banyak paman!”

“sama-sama. ah aku tinggal ya, anakku Kania hari ini datang”

“nee. Ah paman!”

“nee?”

“ini.. sirup apa?”

“marmalade… marmalade syrup!”

“eish intonasinya… haha”

“memang begitu mengucapkannya. haha. Sudah ya Sora”

“nee~”

 

setelah puas melihat cake ini, akhirnya dengan ragu-ragu ku sendok cake ini lalu memasukkannya ke dalam mulutku. one bite, then..

 

“astaga ya Tuhan….”

 

rasanya begitu lembut!

segar, harum, dan unbeatable cake ever!!!

sirup ini rasanya luar biasa!!

 

‘sirupnya mana… sirupnya mana….’

‘baiklah… silahkan nona cantik!’

‘ini bagianku!!’

‘yaa!!!’

 

“kepalaku….” aku memijit kepalaku yang terasa sakit karena suara-suara barusan. teriakan itu begitu nyata. namun aku tidak melihat siapapun! apa aku bisa melihat masa lalu seseorang? tapi…. mereka siapa?

 

**3 Days Later**

Aku kembali dari kantorku sudah cukup larut, di tambah lagi aku tidak membawa mobil.

Akhirnya aku harus jalan kaki sejauh 1 KM untuk meraih bus.

Akhir-akhir ini pikiranku sangat buram. Terlalu banyak yang aku pikirkan.

Bahkan aku sampai bingung karena aku merasa pikiranku campur menjadi satu.

 

*tiiiin*tiiiin*

“astaga….” Teriakku shock, mobil besar berhenti tepat 5cm di sebelahku!!

 

“hei pakai matamu jika menyebrang nona!” pemilik mobil itu berteriak kencang dan membuatku tambah shock

“ah maaf, saya tidak melihat ada mobil”

“hampir saja aku menabrakmu…”

“nee, maaf, maaf…”

“sudahlah…”

“……..”

 

Setelah memakiku, ia pergi dengan kecepatan tinggi

“ish, jalanan masih ramai begini mengapa menggunakan speed penuh!” gerutuku saat mobil tersebut sudah hilang entah kemana

 

*deg*

aku berhenti karena aku merasaa kepalaku cukup sakit “aku ini kenapa sih…”

akhirnya ku putuskan duduk di bangku panjang dan istirahat “apa karena terlalu lelah ya…”

“aku terlalu memporsir pekerjaanku akhir-akhir ini” ku tutup mataku sebentar dan menghirup udara malam lalu melepaskannya lagi…

 

‘ayo naik, panas nih!’

‘nee…’

‘oppa, aku beli buah’

‘jangan berlari di jalanan’

‘yaa!!’

 

ku buka mataku dan memikirkan apa yang baru saja terlintas di pikiranku

suara itu…

 

*Next Day*

JONGWOON

*Kedai Cake Paman Suho*

 

“Sora.. na yeogi isseo…” teriakku saat Sora baru saja masuk ke kedai

“Jongwoonie….” ia berjalan cepat menghampiriku

“ah akhirnya kita bertemu..”

“nee… sudah pesan?”

“aku menunggumu..”

“hmm kalau begitu mau pesan apa?”

“cappuccino blend dan lemonade cake. kau?”

“stawberry cake with marmalade syrup. Suho ahjussi….. aku mau pesan”

 

‘stawberry cake with marmalade syrup’

 

dari mana ia bisa tahu intonasi itu! marmalade syrup! bagaimana ia tahu?!

senyumannya saat mengatakan ‘stawberry cake with marmalade syrup’ sama seperti Nara!

astaga, ayolah Jongwoon, ia bukan Nara, ia Sora! Im Sora!!

 

“hei, ada apa?” Sora menepuk tanganku lalu tertawa. aku melamun lagi!

“ah aniya. aku sedang berpikir” ujarku lalu ia mengangkat alisnya “aku lupa menaruh sesuatu”

“eish, kau ini…”

“………”

 

ia sangat bersemangat saat cake pesanannya datang. ia memisahkan buah strawberry, dan mulai memakan cake dari ujung. dari mana ia tahu kebiasaan Nara!! ya Tuhan, salahkan aku jika aku terlalu menganggap wanita di hadapanku ini adalah wanita yang meninggalkanku dulu

 

‘maafkan aku Sora. sampai detik ini, aku masih saja menbandingkanmu dengan Nara. kalian terlalu mirip….’

 

“ada apa melamun lagi…”

“Sora, boleh aku katakan sesuatu?”

“tentu saja, apa?”

“………”

 

ia menatapku, menyimak, dan menunggu sebuah kalimat keluar dari mulutku. tapi aku takut! takut jika ia tersinggung dan sedih

 

“Jongwoon??”

“………”

“katakan saja…”

“aku ingin meminta bantuan…”

“bantuan? tentu katakan…”

“tapi bantuannya berat dan mungkin keterlaluan”

“………”

“sudahlah tidak usah…”

“katakan saja…” ujarnya ramah, dan ia menggenggam tanganku. tangan yang begitu lembut

 

“Nara…”

“nee?”

“aku mohon, berpura-puralah menjadi Nara hari ini”

“………”

“aku berjanji semua akan kembali normal setelah aku mengantarmu pulang malam ini”

“hanya beberapa jam?”

“nee…”

“Im Sora menjadi Han Nara ya?”

“……”

 

“……..” ia terus diam menatapku. hampir 10 menit kami saling pandang di tengah keheningan. aku sangat khawatir dengan apa yang akan dia katakan

“sudahlah tidak apa-apa…. mungkin aku yang terlalu terbawa suasana dan…”

“baiklah…”

“nee?”

“annyeonghaseyo cho neun Han Nara imnida”

“………”

“gwenchana??”

“kau yakin?”

“sifat kami tidak berbeda banyak”

“nama kalian..”

“oppa.. apalah arti sebuah nama”

“Nara…”

“………”

 

*BGM Now You – The Grace [start at 2:35]*

 

ia tersenyum…

ia melanjutkan makan cake nya dengan mulut penuh…

matanya… why they are look so similar?

 

“oppa… kau tidak makan?”

“nee, aku makan!”

“jangan melamun, tidak baik”

“ah arasseo… Nara?”

“waeyo!? kau itu berisik, aku ingin konsentrasi pada cake ku”

“arasseo….”

“hmm, rasanya enak ya”

“Nara, jangan makan cepat-cepat”

“oppa, aku mau orange float ya?”

“ya sudah”

“traktir!”

“ahaha, arasseo. pesan saja…”

“yess! Ahjussi….”

 

aku sangat jahat!

aku terang-terangan meminta Sora menjadi Nara.

aku juga memanggilnya Nara dengan lantang juga.

ia tersenyum dan tertawa. apakah kau ikhlas, Sora?

 

i love Nara for hundred times and everybody knows that

then…

i hurt Sora for hundred times and nobody knows that

 

gajimayo…

gajimayo…  chama motan mal

nunmullo heureugo itjanhayo…

 

**2 Days Later**

*Han River*

“Sora, kau datang?”

“nee, maaf aku harus merapikan sejumlah file”

“arasseo…”

 

di sungai ini, aku ingin mengatakan semuanya pada Sora. namun aku takut, setelah ini ia tidak mau bertemu denganku. aku pasti akan merasakan kehilangan lagi untuk kedua kalinya. bagaimana ini…

 

“Jongwoon…”

“ah nee?”

“boleh aku mengatakan sesuatu?”

“sesuatu? tentu… kau bebas mengatakan apapun yang kau inginkan”

“……….”

“Sora… apa kau baik-baik saja?” wajahnya terlihat pucat. apa terlalu banyak pressure di kantornya? “Sora…”

“………..”

“mau ke dokter dan…..”

 

**BGM Closer – Taeyeon**

 

“i love you….”

“nee?”

“i love you, Jongwoon” ujar Sora mengulang ucapannya. aku kaget dengan apa yang ia katakan

“maksudnya?”

“dangshin neun saranginga bwa…..” ujarnya serius dan membuatku merinding mendengarnya

“……….”

“aku tak akan pernah bisa menggantikan Han Nara di hatimu”

“aniya bukan begitu…”

“kau tahu, yang aku lihat selama ini, Han Nara adalah nafasmu, kau tak bisa sehari saja tidak memikirkannya”

“bukankah kau bilang kau mencintaiku?”

“nee, aku memang mencintaimu. tapi aku tahu, hampir seluruh hatimu adalah miliknya. aku hanya seseorang yang kebetulan lewat”

“Sora….”

“hentikan wajah bodoh itu oppa, hahaha”

“jangan tertawa. aku bingung harus bagaimana!”

“bagaimana apanya? aku hanya mengatakannya….”

“nee?”

“haaaa… leganya….”

“lega?”

“kau tahu, napasku sesak setiap menahan semuanya. tapi sekarang sudah lega…. ploong”

“Sora…”

“oppa…”

“……”

“berjanji padaku, kau akan terus di sampingku, dan kita akan terus berteman”

“……….”

“janji?” ia menyodorkan jari kelingkingnya dan tersenyum seperti Nara

“………” aku melihat jemari itu. begitu mungil dan..

“oppa…”

“nee, aku sangat janji” ia menautkan kelingkingku dan tersenyum

“aaaa gomawo uri oppa….”

 

‘aaa gomawo uri oppa….’

 

“hei kenapa melamun?” Sora menepuk tanganku

“an… aniya. siapa yang melamun?”

“aaa jangan bohong Jongwoon, haha”

“eish, geotjimal anirago!”

“hahaha….”

“Im Sora!!”

“mianhae, hehe” ia tersenyum dan mulai memakan ice cream yang ku berikan

“enak?”

“tentu. strawberry pasti rasanya enak”

“aku mau…”

“eish….”

 

ia mengatakan semuanya…

ia tidak pernah membicarakan tentang Nara

ia juga tidak membatasi pembicaraan tentang Nara

aku harus bagaimana….

aku harus memilih! tapi aku tidak bisa.

mungkin bukan karena tidak bisa, tapi… tidak mau!

aku tidak mau memilih antara Sora ataupun Nara…

 

SORA

sejak bertemu Jongwoon, yang di pikiranku adalah dia. bukan, hanyalah dia. sejak aku tahu bahwa ia baik dan perhatian padaku karena aku mirip dengan seseorang yang di cintainya, yang di pikiranku adalah terus melihatnya. tidak peduli bodohnya aku karena tidak terlihat olehnya. mataku sudah buta! buta karena tidak bisa melihat yang lain

 

*BGM Love All – T-ara, Gavy NJ, Shannon*

 

“kau sangat jahat Jongwoon…” gumamku sendiri sambil melihat photoku dan Jongwoon tempo hari. aku sudah jujur mengenai perasaanku tapi ia terus saja seperti itu

“kau.. ingin sampai kapan melihatku sebagai Nara?”

“aku bukan Nara…”

“aku adalah Sora… Im Sora”

 

air mataku menetes dengan sendirinya. semakin lama, semakin banyak, dan semakin sakit. bahkan aku tidak peduli sudah berapa orang yang lalu lalang menatapku aneh. Aku melihat Jongwoon dengan lebih aneh lagi.

 

‘OPPA!!!!’

 

“aargghh….. kepalaku…”

 

suara itu keras sekali!! aku melihat kesegala arah namun tidak menemukan keanehan.

suara itu berasal dari mana? mengapa begitu keras di telingaku?

 

“oppa…”

 

**3 Days Later**

sudah seharian ini tidak ada pesan dari Jongwoon. ah tidak hampir 2 hari.

ada apa dengannya? mengapa perasaanku…

 

*kring*kring*

“yeobseyo…”

“ah nee unnie…”

“nee!?”

 

Raekyung unnie mengabari jika Jongwoon demam. aku lari tunggang langgang ke mobil dan bergegas ke rumahnya. setelah sampai di rumahnya, aku melihat Changmin-ssi berbicara dengan seseorang yang tinggi tegap

 

“annyeonghaseyo…” ujarku menyapa mereka yang tengah asyik mengobrol

 

“ah Sora, kau sudah datang” Changmin mendatangiku dan tersenyum

“nee”

“ah ini Jonghyun hyung, hyung-nya Jongwoon, dan ini Luna noona, istrinya”

“annyeonghaseyo, Im Sora imnida”

“annyeong Sora”

“kau masuklah ke kamar Jongwoon, ada di lantai 2. di depan tangga” ujar Luna unnie. Unnie yang sangat manis

“nee, gomawo unnie”

 

ku langkahkah kakiku memasuki rumah indah ini. baru beberapa langkah, aku melihat beberapa photo Jongwoon bersama teman dan keluarganya, dan bersama seorang gadis. gadis ini….

 

“Sora?”

“ah Raekyung unnie…”

“kau naiklah. itu kamar Jongwoon”

“kau?”

“aniya, kau saja, ppalli”

“arasseo…”

 

perlahan ku langkahkan kakiku menuju kamar Jongwoon, dan ku lihat pintu kamarnya terbuka sedikit. ku beranikan diri mendekat dan membuka pintunya lebih lebar lagi

 

*kreeeet*

“Jongwoon?” aku melihat Jongwoon berbaring di ranjangnya

 

“Sora….” ia tampak kaget melihatku disini. ia bangkit dari posisi tidurnya dan tersenyum

“maaf baru bisa menjengukmu sekarang”

“aniya, terima kasih kau sudah datang” ujarnya dengan wajah pucat. tangannya panas. separah apa demamnya?

“bagaimana keadaanmu?”

“sudah lebih baik, dan lebih baik lagi karena kau kesini”

“eish.. hahaha”

“aku serius.. haha”

“tidak dengan air mukamu itu Jongwoon”

 

ku edarkan mataku ke penjuru kamar. kamar yang terbilang sederhana dan rapi untuk pria seusianya. banyak photo terpajang di dinding kamarnya, dan di photo itu aku melihat banyak sekali wajah yang sama. gadis itu…

 

JONGWOON

Sora datang ke rumahku dan membuatku kaget

Ia langsung masuk kekamarku begitu saja…

Mengingatkanku dengan Nara yang bodoh

Ia tersenyum dan membuatku tertawa

Lalu ia mulai mengedarkan matanya ke penjuru kamar

Ia bangkit dan melihat-lihat semuanya, termasuk photo-photo itu…

 

“Siapa wanita ini?” ujarnya saat menatap photoku bersama Nara 12 tahun lalu

“Nara”

“nee?”

“ia yang bernama Han Nara”

 “…….”

“ada apa?”

“she’s so cute and beautiful”

“geurae, hati dan kepribadiannya juga cantik. Sangat mirip denganmu bukan?”

“berarti aku cantik??” ujarnya sambil beraegyo

“eish.. haha”

“hmm, tunggu…”

“apa?”

“aku seperti pernah melihatnya. dimana ya?”

“eish…”

“aku serius oppa!!” ujarnya serius. aku bangkit dari ranjangku dan mendekatinya

“kau melihat Nara!!! dimana?”

“ha?”

“di Spanyol? Atau dimana?”

“aku tidak ingat, tapi wajah wanita ini familiar. bukan karena ia mirip denganku. tapi…”

“ayo Sora, sudah 10 tahun aku mencarinya”

“di sebuah jalan, tapi perlahan jalan itu menjadi gelap, gelap…”

“coba ingat lagi dimana??”

“semuanya gelap…”

“Sora!?”

“kepalaku sakit Jongwoon…”

“ah mi.. mianhae”

“nee~”

 

Aku tidak seharusnya menyuruhnya seperti itu

Ia pasti kaget karena ku bentak seperti tadi

Maafkan aku. karena aku ingin bertemu Nara, aku meyakiti Sora.

Aku tahu kau pasti sudah cukup sakit karena aku melihatmu seperti ini

Dan aku malah menambahnya dengan menanyakanmu tentang Nara

Sungguh maaf…

 

*beep*beep*beep*

Ponsel Sora bordering dan ia mengangkat telponnya dengan semangat

“flower boy!!!”

“ahaha, sorry”

“tidak apa-apa”

“sejauh ini fine”

“masih ada, tenang saja”

“ah benarkah?”

“baiklah, aku menunggu”

“bai bai”

*klik*

 

“siapa?”

“uri namdongsaeng, Siwan”

“ia tinggal dimana?”

“ia mulai bekerja dan menetap di Jerman”

“perbedaan kalian berapa tahun?”

“5 tahun, haha”

“tidak terpaut jauh”

“nee….”

 

Mind goes entirely empty, when I’m looking at you

Escaping from you, like a child

Perhaps you were thinking that I was strange and abnormal

Why did I become like this?

 

Mengapa kau seperti ini Sora?

Aku tidak tahu apa yang kau rasakan.

Jangan membuatku menebak apa yang kau pikirkan

Aku tahu, aku pasti menyakitimu, karena aku belum bisa mengontrol diriku

Namun aku tahu, jika aku melepasmu, aku takut menyesal

Seperti yang aku lakukan pada Nara.

Oleh karena itu, aku menahanmu…

 .

 .

TBC

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Romance, Super Junior. Tags: .

[FREELANCE] The Person Who Once Love Me Perfect Boy [1]

2 Comments Add your own

  • 1. fildza  |  December 10, 2012 at 9:48 PM

    part 5 nya dong thor, udah sebulan nih.. great ffnya, feelnya dpt bgt

    Reply
    • 2. Anastasia  |  December 11, 2012 at 2:22 PM

      minhae, belum update. as soon as possible aku update. 2 part sekaligus ^^ terima kasih sudah mampir, baca, dan comment

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

November 2012
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: