Love Really Hurt [Part 3]

November 3, 2012 at 10:00 AM Leave a comment

Title     : Love Really Hurt

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating:  AG (All Age)

Cast     : Kim Jongwoon, KAI, Shim Changmin, Im Soraand the other casts

Type    : Chaptered

JONGWOON

Do you know how much I miss you and how much my heartache?

I miss you so much, through the ravages of the passage of time

My tired footsteps bring me to your side, unknowingly

Even though I know there’s nothing I can do for you

 

CAN I TRAVEL BACK IN TIME?

 

** 3 WEEKS LATER**

aku tak habis pikir, apa ada seseorang yang terlihat begitu mirip satu sama lain selain orang tersebut kembar. aku hampir tidak percaya bahwa Sora bukanlah Nara. andai saja ia tidak memberikan kartu nama itu & memberi respon cepat atas tindakan Changmin, aku bisa menyakini dialah Nara, uri Han Nara. sayangnya, aku harus menerima kenyataan bahwa ia memang bukan Nara. seseorang itu adalah Sora, Im Sora. itu artinya aku masih harus menunggu, dan entah sampai kapan harus seperti ini

 

“Kim Jongwoon!” Raekyung memukul pelan tanganku dan menatapku dengan tatapan dinginnya

“ada apa??”

“tsk tsk… aku memanggilmu berulang kali! ada apa denganmu?”

“aniya, gwenchana”

“apa.. kau memikirkan Sora?”

“nee??” aku tersedak dan langsung melihat ke arah lain. namun aku tahu, mata tajam Raekyung melihatku sekarang. pisau di tangan kanannya seperti ingin menikam dan memotongku seperti irisan steak yang ia makan. wanita bisa menjadi mahluk yang begitu menakutkan jika mereka marah “hentikan tatapan itu…”

“ingat, dia bukan Nara!” ujarnya datar

“arasseo…”

“jangan membandingkan Sora dengan Nara. wanita benci di perlakukan seperti itu. karena Sora dan Nara adalah pribadi dan seseorang yang berbeda”

“aku tidak seperti itu”

“tapi dari tatapanmu mengatakan YA, kau menganggap Sora adalah Nara”

“……..”

“aku memang tidak mengenal dekat Nara. bahkan bisa di bilang, dulu aku membencinya karena sangat dekat denganmu. tapi jujur, aku selalu memperhatikannya saat bersamamu. bagaimana ia bersikap, bagaimana ia menatap, bagaimana ia tersenyum, dan bagaima ia membuat seorang Jongwoon yang brandal menurut padanya”

“itu sudah berlalu. sebaiknya tidak usah di bicarakan”

“karena kau membuatku harus membicarakannya Jongwoon”

“memangnya ada apa?”

“karena…. kau menganggap Sora adalah Nara

“kan sudah ku katakan, tidak!”

“tapi yang aku dan Changmin lihat tidak seperti itu! kau bisa menyangkal padaku, ataupun Changmin. tapi tidak dengan hatimu sendiri!”

“……….”

“ketika kau memilih untuk mempertahankan cintamu. jangan lupa, di luar sana mungkin ada juga yang berusaha mempertahankan cintanya. namun jangan kau tutup mata hatimu, mungkin ada juga seseorang yang berusaha mempertahankan cintamu disini. ingat itu Jongwoon”

“apa yang kau maksud itu kau sendiri?”

“tsk.. sembarangan! tentu saja bukan. kau bukan tipe yang bisa ku jadikan kekasih apalagi suami. lagipula aku sudah menjadi istri Changmin dan aku tak mungkin mengkhianati cintanya yang tulus. mungkin seseorang yang lain….”

“seseorang… yang lain?”

“kau harus ingat apa yang ku katakan barusan. jangan sekali-kali kau melupakannya dan salah jalan”

“maksudmu?”

jika kau salah jalan, maka kau akan sulit kembali Jongwoon

“sulit bukan berarti tidak bisa bukan?”

“tergantung bagaimana kau mencoba mengartikannya”

“……….”

 

setelah mengeluarkan uneg-unegnya yang luar biasa mengejutkan, Raekyung melanjutkan makan siangnya tanpa menatapku. kalimatnya yang begitu jujur sangat menamparku secara tidak langsung. apa aku seperti itu? aku mencoba untuk menarik Sora ke dalam kehidupanku. tapi aku sadar, masih ada Nara di dalamnya. siapa yang harus ku geser? Sora… Nara…

 

‘I missing you like crazy, Han Nara’

 

Due to misunderstanding, we hurt each other

Even back in those days when we were still young

We knew that we were embraced by true love

 

*Next Day*

aku berjalan menyusuri jalan dimana aku dan Nara sering bersama.

ya jalan menuju rumahnya lah jalan dimana kami berbagi cerita

 

*BGM Shout To the World – December* (LINK)

 

‘Jongwoon….’

‘Kim Jongwoon….’

‘oppa….’

‘Jongwoon oppa…’

 

samar-samar aku mendengar suara lembutnya di telingaku, ah masih begitu terasa. ku bentangkan tanganku dan menengadahkan kepalaku di langit malam yang begitu indah. aku masih ingat dengan jelas saat memboncengnya pulang, saat bergandengan tangan dengannya, dan melihatnya tertawa. dan saat ini, tidak ada lagi yang menggenggam tanganku erat seperti yang ia lakukan setiap hari. aku percaya suatu saat aku bisa bertemu lagi denganmu, Han Nara

 

“ternyata memang tak ada yang bisa menggantikanmu….”

 

“menggantikan siapa?” ujar seseorang di belakangku, dan aku langsung membalikkan tubuhku

“haaa!!!”

“aaaa….” seseorang dengan tudung hitam menakutkan berada tepat di belakangku dan berteriak keras di hadapanku

“yaa!!! siapa kau?” aku mundur seketika dan mencari batu untuk menimpuknya “ja.. jangan men.. mendekat!!!”

“yaa!!! na-ya, Sora…” ia membuka tudungnya dan terlihat wajah seseorang yang sangat ku kenal, Im Sora “kau ini kenapa berteriak tiba-tiba sih!! aku hampai mati karena kaget!”

“aku jauh lebih kaget! kau yang tiba-tiba di belakangku!”

“dari ujung jalan sudah ku teriakkan namamu. tapi kau malah membentangkan tanganmu seperti orang bodoh dan terus jalan!!” ujarnya kesal sambil menirukan gayaku saat membentangkan tanganku barusan

“………” jadi suara itu suara Sora? bukan suara Nara?

“tsk tsk… apa yang kau lakukan? ini jalanan, bukan lautan. apa kau melakukan scene seperti titanic, huh? sedepresi itukah kau?”

“mwo?”

“YA!! BABO!!!”

“HAHAHAHA…” ternyata aku salah paham, itu adalah suara Sora. astaga, aku pikir suara Nara

“waeyo?”

“HAHAHAHA…”

“Jongwoon!!”

“HAHAHA….”

“YAA! KIM JONGWOON!!!”

“mianhae… hahaha”

“ish!!”

 

aku tidak berhenti tertawa karenanya. ia yang tiba-tiba hadir di hidupku dan membawa kembali kenangan tentang Nara. ia yang datang dan membuatku tertawa bahagia seperti bersama Nara. sekali ini, bolehkan aku menganggap Nara ada disini? biarkan aku menganggap Sora adalah Nara. hanya sebentar, setelah itu, aku akan kembali ke kenyataan

 

‘yeaah, welcome back, Han Nara…’

 

aku berhenti di sebuah rumah dengan halaman yang cukup besar. rumah yang sangat familiar yang setiap hari ku kunjungi. rumah yang memiliki beribu-ribu kenangan di dalamnya.

rumah milik Han Nara

 

“woaah rumah yang bagus ya” ujar Sora sambil mengintip melalui gerbang

“………”

“aku sangat ingin memiliki rumah dengan pekarangan dan bunga yang indah seperti ini, pasti indah”

“kau tidak memiliki pekarangan?”

“eish! bukan pekarangan, tapi bunga. ibuku alergi bunga, jadi di rumah tidak ada bunga yang seperti ini. rasanya nyaman pasti tinggal disini”

“nee, memang sangat nyaman, dan saat hujan, bunga-bunga itu mengeluarkan bau yang sedap”

“tahu dari mana?” alis Sora terangkat saat bertanya padaku dan membuatku sedikit aneh dengannya, she’s just like you, Nara

“aku mengenal pemiliknya dulu”

“jeongmalyo? bolehkah aku masuk? katakan pada temanmu, izinkan aku masuk sebentar saja”

“andai aku bisa…”

“maksudmu?”

“Han Nara was the owner of this house”

“mwo?”

“ya, Nara adalah pemiliknya. bunga matahari itu yang menanam adalah aku, dan lihat ayunan kayu itu? aku dan Kai hyung yang membuatnya untuk Nara”

“kalian membuatnya sendiri?”

“tentu”

“lalu sekarang ini rumah siapa?”

“rumah keluarga lain. mereka membelinya dari Kai hyung sebelum pindah ke Spanyol”

“Kai?”

“Kai hyung adalah kakak dari Nara”

“…….”

“mereka sangat menyukai rumah ini, terutama pekarangannya. Setidaknya, itu yang aku tahu”

“tentu saja! pekarangan seperti ini sangat indah dan menenangkan jiwa!”

“mereka tidak merubah apapun di pekarangan ini, aku sangat bersyukur”

“kau sangat merindukan Nara itu ya Jongwoon?”

“nee. ia sahabat terbaik yang pernah aku miliki”

“……….”

 

Sora…

entah mengapa aku nyaman bersamanya

bercerita tentang apa saja terasa begitu damai

aku belum lama mengenalmu. Namun…

 

*1 Month Later*

hampir 4 bulan aku mengenal Sora.

sebagai seorang consultant, ia sangat berbakat, pintar, dan bisa mengendalikan situasi

sebagai seorang wanita dan sekaligus teman, ia sosok yang bisa di andalkan, baik, peduli, dan sabar.

mungkin aku masih belum bisa melepaskan Nara dari diri Sora. walaupun Raekyung sudah sangat memperingatkan aku mengenai ini, aku masih tidak tahu harus bagaimana. aku… terlalu merindukan Nara

 

“disini, dimana aku bisa temukan ladang bunga?” tanya Sora sambil memperhatikanku

“ada apa?”

“aku ingin melihat bunga-bunga yang cantik bermekaran”

“……….”

 

‘aku ingin melihat bunga-bunga cantik bermekaran’

seketika aku melihat silauan Nara di hadapanku. mengingat saat makan di kedai cake paman Suho dan bercerita tentang bunga-bunga di pekarangannya. sesekali ia tertawa dan tersenyum seperti bunga. Nara, andai kau ada disini

 

“Jongwoon?” Nara menepuk pipiku. ah bukan, Sora! ia adalah Sora “kau tidak apa-apa?”

” aku sedang bad mood”

“karena apa?”

“……….”

“pekerjaanmu?”

“ya itu salah satunya”

“kau pulanglah saja. lagi pula sudah cukup malam” ujarnya sambil merapikan tasnya “ayo…”

“ku antar kau dulu, baru aku pulang. mobilku di…”

“tidak usah”

“nee?”

“aku harus kembali ke kantor. masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan”

“kau tidur di kantor?!” Sora di kantornya? menginap? “sendirian?”

“tidak, bersama 9 orang lainnya. sudah ya” ia bangkit dan berjalan melewatiku. aku memegang tangannya erat

 

“Nara. ah maksudku Sora!” ia menoleh pelan dan tersenyum

“nee?”

“kau yakin tidak apa-apa?”

“tentu saja. sudah ya” ujarnya, lalu ia berjalan santai keluar cafe. apa aku menyinggungnya? aku menyebut Sora sebagai Nara. apakah ia marah padaku? Wajahnya terlihat biasa saja, namun aku takut, ada hal yang tidak aku pahami di hatinya

“…….”

 

Again today, you say pointless things

Why are you doing this,

why are you stressing me out?

 

**Keesokan Harinya**

*Min-Kyung’s Apartement*

Aku menceritakan semua yang aku rasakan kemarin saat bertemu Sora pada Raekyung. Wajahnya, hmm, aku tidak tahu, terlihat datar. entah mengapa, aku ingin menjadi ninja dan pergi dari sini secara instan. Wajah Changmin juga terkesan acuh tak acuh. Aku semakin ingin menghilang dari sini. Karena…

 

YA!! kan sudah ku katakan!” maki Raekyung padaku. Ternyata wajah datarnya berdampak seperti ini! segala kotak tissue, bantal, remote tv apartementnya ia lemparkan padaku “DASAR BODOH!!” ia mengamuk. ya aku memang pantas di amuk

“Raekyung… Raekyung… tenangkan dirimu!” Changmin berusaha melindungiku dengan lengannya, dan aku memilih pasrah di amuk oleh Shin Raekyung ini

“DIAM KAU CHANGMIN!!! untuk apa membela hyungmu yang BODOH! SHE’S NOT NARA! GOT IT!!” imbuhnya hingga ia meneteskan air mata. aku dan changmin hanya bisa diam saat melihatnya menumpahkan segala emosinya

“Hyung duduklah… Raekyung kau juga tenang, jangan emosi. kita pikirkan dengan kepala dingin”

 

rasanya aku mulai paham peringatan Raekyung waktu itu. ia takut aku melihat Sora sebagai Nara dan memberikan perhatian untuknya. saat Sora mulai memahami perasaannya, saat itu juga aku menyakitinya. karena aku mencintai Nara, bukanlah Sora

 

“bagaimana jika mencintainya?” ujarku memecah keheningan di apartement mereka

“siapa mencintai siapa?” tanya Changmin dan Raekyung menaikkan alisnya

“aku… mencintai Sora”

“mwo?” seru Raekyung dan Changmin bersamaan

“kau mencintai Sora sebagai Nara. bukan mencintai Sora sebagai Sora, hyung” ujar Changmin dengan nada yang cukup keras

“aniya….”

 

“aniya?” ujar Raekyung pelan dan aku mengangguk

 

*pryaaang*

Raekyung membanting gelas di atas meja kacanya hingga pecah. aku dan Changmin syok bukan main melihatnya “YAA IMMA!! jangan pernah sekali-kali kau katakan kau mencintai Sora jika pikiranmu masih mengatakan bahwa Sora itu Nara. mereka orang yang berbeda!!!

 

“Raekyung kendalikan emosimu! kau mau habiskan semua barang di rumah kita?”

“beli lagi!”

“hentikan, bisa habis semuanya”

“beli yang bekas bisa!!”

“masih ada yang cicilan! sembarangan beli lagi!”

“jual mobilku, beli semuanya!!”

“chagiya…”

sekarang diam!!!” Raekyung membuat Changmin tak berkutik, terutama aku. aku yang super syok melihatnya mengamuk, bahkan memecahkan gelas di depan mataku sendiri.

 

“mengapa kau begitu marah aku mencintai Sora!!” emosiku ikut terpancing

“………..”

“jawab SHIN RAEKYUNG!!!”

“kau sudah menjawabnya”

“mworago?”

“jika kau mencintai Sora, lepaskan Nara dari hidupmu”

“………”

“jangan kau tunggu dia lagi, dan jangan pernah katakan kau merindukannya!!”

“tapi….”

“jika kau mencintai Nara, kau masih bisa menunggunya, dan mencarinya. kau juga masih bisa merindukannya setiap hari. tapi, lepaskan Sora”

“………”

“jangan kau buat ia menderita Jongwoon. perasaan bukanlah mainan”

“menunggu… Nara?”

“ya… menunggu Han Nara kembali”

 

“jika noona tidak kembali….”

“…….”

“bagaimana jika uri noona tidak ingin kembali?”

“maka aku akan bersalah seumur hidupku, yeobo”

“………”

“karena aku, ia pergi dari hidup kalian. karena kalimat makianku yang terlalu kasar, membuatnya sakit, dan pergi hingga sekarang”

“……..”

 

Raekyung terus menangis di pelukan Changmin, ia membela Nara, menjaga hatiku untuk Nara. namun, apa yang aku lakukan ini sungguh tidak adil. mengapa aku seperti ini? mengapa Tuhan juga tidak adil padaku? mengapa ia menegaskan perasaanku setelah Nara benar-benar pergi?

 

‘kau tidak akan mengerti ketika orang yang biasa di sampingmu tiba-tiba tidak ada’

 

Kalimat itu…..

 

*Flashback*

“Jongwoon, kenapa pulang sekolah hilang begitu saja kemarin?”

“aku hanya jalan-jalan Nara”

“tapi mengapa tidak memberitahuku dulu?”

“ha?”

“kau bisa menyuruh changmin mengabari. atau menelpon rumahku dan mengatakan kau ingin pergi”

“kenapa cerewet sekali sih!”

“aku mencarimu kemana-mana dan tidak ada yang tahu. aku panik”

“aku ini laki-laki, tak usah kau khawatirkan”

“hanya aku khawatir, kau tidak pulang bersamaku”

“hanya karena aku tidak di sampinmu, bukan berarti kau harus khawatir Nara!”

“kau salah….”

“salah?”

“kau tidak paham?”

“baiklah aku minta maaf. lain tidak seperti itu”

“……..”

“mianhae Nara..”

“bukan minta maaf yang aku ingin tegaskan, oppa”

“lalu?”

kau tidak akan mengerti ketika orang yang biasa di sampingmu tiba-tiba tidak ada

“maksudmu?”

“aniya… kajja~”

“Nara, maksudnya apa?”

“tidak apa-apa! sudah jangan berisik!”

“kenapa masih mengamuk?”

“aniya.. sudahlah…”

“maaf ya, nanti ku traktir strawberry cake di paman Suho”

“……..”

“two slices!!”

“oke! janji…”

“cih, kalau makanan saja, pasti cepat”

“jongwoon!!!”

“arasseo.. arasseo..”

*Flashback End*

 

ya, ia sangat amat benar, kau tidak akan mengerti ketika orang yang biasa di sampingmu tiba-tiba tidak ada. rasanya sangat sepi, dan khawatir. Nara, kau harus kembali. jika tidak, aku akan rapuh, dan mulai mencintai Im Sora. Bukan Im Sora sebagai Im Sora, tapi Im Sora sebagai Han Nara…

 

Don’t you know me? The reason I’m here is because of you

But my eyes tingle with the cold so I can’t say anything

I just look toward you by myself

The person I miss like crazy

The words I want to hear from you like crazy

I love you, I love you – where are you?

The person I long for, who is deeply stuck in my heart

(Missing You Like Crazy – Kim Taeyeon)

 

RAEKYUNG

aku sudah menikah dengan Changmin selama 2 bulan. rasanya sungguh sangat bahagia. walaupun kami sibuk dengan pekerjaan, kami selalu menyempatkan makan bersama.

biasanya setelah menikah, yang di pikirkan adalah memiliki anak, lalu mencari uang sebanyak-banyaknya untuk masa depan. namun tidak dengan pikirkanku. yang aku pikirkan adalah mengembalikan Nara ke sisi Jongwoon. Harus mencari dan memperbanyak relasi-relasi di sekitaran Spanyol, lalu meminta bantuan untuk mencari keberadaan gadis bodoh itu. bila perlu, aku sendiri yang akan memintanya kembali. Semua itu… sangat sulit untuk dilakukan…

 

“mengapa kehidupan ini begitu sulit, dan mengapa gadis bodoh itu tidak berusaha mempertahankan Jongwoon disisinya saat itu! eh malah pergi begitu saja…” gumamku menatap langit dari balkon apartementku

 

“sedang apa?” ujar Changmin sambil melingkarkan kedua lengannya dan memelukku dari belakang

“aniya…”

“hei, I know you. kau tidak akan seperti ini jika tidak ada yang mengganjal di pikiranmu”

“aku… sedang memikirkan noona mu”

“Nara?”

“nee”

“aku sangat merindukan Nara noona. mengapa ia pergi selama ini?”

“ini salahku memakinya luar biasa kasar dan …..”

“sudahlah, semua sudah terjadi. kita hanya bisa menunggu dan menunggu. menunggu kabar dari relasi-relasi kita”

“dan menunggu Han Nara kembali”

“……..” ia hanya diam dan memelukku dari belakang. ia mencium kepalaku dan terus memelukku

 

 

aku menyadari bahwa Jongwoon sangat memerlukan Nara, tepat di saat Jongwoon tahu bahwa Nara pergi ke Spanyol. ia lupa semua yang harus di kerjakan, ia lupa kemana ia harus pergi, ia lupa semua barang yang harus di ambil, dan ia lupa mencatat hal-hal penting. hingga akhirnya Changmin datang dan memberikan sebuah buku yang berisi semua data yang ia lupakan, sebuah buku dengan tulisan Han Nara. ya, saat itu aku sadar, Nara dan Jongwoon sangat saling mencintai. hanya saja, mereka tidak sadar, dan terus seperti itu

 

*Few Days Later*

“kau tak bisa keluar?” ujarku berbicara pada changmin di line telpon

“arasseo, gwenchana”

“nee, aku akan makan sendiri saja”

“oke, take care dear”

“love you so much too”

*klik*

 

“Raekyung-ssi?” tegur seseorang yang ternyata adalah Sora

“Sora?” aku tersenyum dan melihat wanita yang membuat semua begitu rumit

“nee…”

“senangnya bertemu saat makan siang. kau sendiri saja?” ujarku dan ia mengangguk “mau makan bersama?”

“aku sedang malas makan nasi. mianhae. tapi akan ku temani kau makan jika kau mau”

“hmm, kau suka cake?”

“cake?”

 

*Kedai Cake Paman Suho*

“cake disini sangat enak, sudah 20 tahun lho”

“benarkah?”

“aku, changmin, jongwoon sering kemari”

“oh…”

 

“Raekyung-ssi, ini orange cake dan strawberry cake mu. silahkan” ujar Paman Suho, dan aku mengangguk. Ia menaruh orange cake di hadapanku, dan strawberry cake di hadapan Sora

 

“orange cake kesukaanku, dan strawberry….”

“………”

 

entah mengapa aku spontan memilihkan strawberry untuknya.

ia diam dan hanya menatapku. apakah ia merasakan sesuatu?

aku….

 

“tidak apa-apa… aku suka strawberry”

“nee?”

“tepatnya aku makan apapun, hehe” ujarnya santai lalu mulai menyendok cake itu

“maaf aku tidak bertanya padamu dulu”

“aniya gwenchana… woaah, rasanya sangat sempurna, it’s perfect!”

“………”

“strawberry cake ini sangat enak, Raekyung-ssi”

“syukurlah kau suka”

“nee….”

 

wajahnya ketika makan cake….

sekilas mirip dengan wajah gadis itu.

senyumnya, tawanya, dan bahagianya, terpancar dari wajahnya.

 

“ah apa-apaan aku!! jangan sampai otakku konslet seperti Jongwoon” bathinku saat melihatnya melahap cake tersebut

 

“kau tidak makan Raekyung?”

“ah nee, ini aku makan” aku mulai menyendok cake ku dan mulai mengobrol dengannya

 

Aku rasa Jongwoon benar…

Wanita ini memang seperti Nara.

Sangat sedih rasanya membandingkan Nara dengan seseorang yang tak ku kenal.

Namun.. seperti inilah keadannya

Atau aku yang mulai gila…

 

“terima kasih atas cake-nya Raekyung-ssi”

“ah sama-sama. Bagaimana kau memanggilku Raekyung saja?”

“nee?”

“agar lebih akrab…”

“bagaimana jika unnie?”

“…..”

“Raekyung unnie…”

 

‘Raekyung unnie~’

 

“nee… tidak masalah”

“aku harus pergi. Bai Bai unnie”

“nee, bye”

 

‘Raekyung unnie’

Aku ingat saat Nara memanggilku Raekyung unnie.

Suara dan intonasinya… seperti..

 

“eish Shin Raekyung, kau bisa gila seperti ini!” ujarku kesal pada ponselku dan berjalan menjauhi Kedai Cake Paman Suho “mulai gila sepertinya…”

 

JONGWON

Sudah lama aku tidak bertemu Sora

Padahal baru beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya

Karena bunga semuanya kacau.

 

“ah dress itu!” aku tiba-tiba ingat dress itu. aku berlari dan masuk ke kamar. Aku menemukan dress manis, yang ku simpan rapi hampir 11 tahun “long time no see you hey cute dress”

“dress yang manis.. apa ini muat ya untuk Sora?” aku mengangkat-angkat dress itu dan tersenyum “ya, pasti pas”

 

Aku segera meraih ponselku dan mencari nama Sora di contact list ponselku.

Menghela napas berulang kali, then call her…

 

“annyeong Sora…”

“kau ada dimana?”

“apa kau sibuk?”

“istirahat ya. ya sudah”

“aniya, hanya merasa bosan dan ingin mengajakmu jalan”

“jinjja?”

“baiklah, tunggu aku di rumahmu ya”

“aku pergi sekarang”

“arasseo, bye~”

*klik*

 

Aku bergegas ke garasi dan menyalakan mobilku lalu menuju rumah Sora. 20 menit kemudian aku sampai di rumahnya, dan langsung mengetuk pintu rumahnya. tak lama ia membuka pintu dan ia terlihat begitu manis dengan dress selutut itu. ah iya, aku ingat….

 

“Sora…”

“nee?”

“untukmu…” aku memberikan sebuah tas untuknya “dress bunga…”

“kau serius? untukku? dalam rangka?”

“serius. kau kan temanku, jadi sekali-kali ku traktir”

“apa kau suka memberikan sesuatu juga pada Changmin dan Raekyung?”

“tentu saja…”

“woaah yeppundae… jinjja?”

“nee… pakailah sekarang”

“jigeum?”

“cheorom…”

“hahaha, baiklah. masuklah, aku ganti baju dulu”

“aku tunggu di luar saja. cepat ya Sora”

“arasseo…”

 

dress itu sebenarnya ingin ku berikan pada Nara di hari kelulusan dulu. namun sekarang dress itu di pakai oleh Sora. firasatku mengatakan dress itu pantas dan cocok di pakai olehnya.

Andai saja…

 

“Jongwoon, bagaimana?” Sora keluar setelah 5 menit mengganti bajunya, dan…

“……..” i can say nothing when she wears that dress

“bagus tidak?” tanyanya lagi sambil berputar dan tersenyum

“……..”

“Jongwoon!!”

“perfect….” ujarku pelan dan ia tersenyum “kajja~”

“nee”

 

saat aku melihatnya memakai dress itu, mengingatkanku pada Nara. sebenarnya, Nara pernah mencoba dress itu, dan ya, terlihat seperti apa yang Sora kenakan. she looks so perfect

 

‘sampai kapan aku harus terus menganggap Sora adalah Nara. sampai kapan aku harus menganggapnya sebagai orang lain, bukan sebagai dirinya. Sora, bukan seperti ini maksudku. maafkan aku’

 

Like my tangled up hair, the inside of my heart is becoming a mess

These days, living doesn’t really seem like living
I just miss you…

I don’t know what was so great or hard about love and a girl like you

What to do with these sad memories that I keep thinking of or this sleepless night?

 .

TBC

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, Family, Friendship, Indonesia, Romance, Super Junior, Uncategorized. Tags: .

Love Really Hurt [Part 2] SISTER (언니)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

November 2012
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: