“Saranghandago”

October 18, 2012 at 7:47 AM 6 comments

Author : Sung Hyeri / Jisankey

Cast     :

  • Gong Chan Shik [B1A4]
  • Park Ji Yeon [T-Ara]
  • No Min Woo [Boyfriend]
  • Sandeul [B1A4]
  • Eunjung [T-ara]

Leght   : ONE SHOOT

Genre  : Sad Romance – Friendship

Rating : G

Note    : FF ini milik author! Hasil banting tulang author (??) jikalau ada kesamaan nama, tempat, dan tokoh, itu mungkin hanya fiktif semata.

^just^ FIKSI. ~Fiction Fiction Fiction~

Gongchan POV

 

Kesal!

Perasaan apa ini?

Mengganggu saja!

 

Sudah 16 tahun, 16 tahun kami bersahabat. Park Jiyeon, dia sahabatku sekaligus tetanggaku. Orang tua kami memang bersahabat, wajar bila kamipun bersahabat. Kami sangat dekat, seperti keluarga. Aku kakaknya, dia adiknya. Menurutku dia manja, cengeng, dia selalu ingin menang sendiri. Keras kepala, tapi aku menyukainya! Aku bingung, kenapa ini bisa terjadi? Kenapa bukan yeoja lain? Kenapa harus dia yang aku sukai?

Apakah perasaanku ini berlebihan? Kurang wajar? Aku ini namja normal! Ya, aku bisa merasakan apa itu jatuh cinta. Walau aku belum benar-benar yakin akan hal ini. Perasaanku goyah tiap melihat dia tersenyum… aneh! Aku sudah sering melihatnya, namun akhir-akhir ini seperti itulah faktanya. Rasa kesal yang begitu ‘janggal’, sangat membuat bingung!

—***—

“Saranghae…” sulitkah aku mengatakan kata seperti itu? “Saranghaeyo…” apalagi itu!

Apa aku terlalu malu untuk berkata seperti itu? Berkata di depannya secara langsung. Mengungkapkan perasaan aneh yang men-janggal setahun lebih di hatiku. Ini benar-benar membuatku gila! Di satu sisi aku ingin menyatakannya agar perasaanku sedikit tenang. Aku ingin tahu perasaannya padaku, apapun itu. Tapi di sisi lainnya, aku takut.. pernyataanku ini hanya menghancurkan persahabatan yang sudah lama kami jalin. Aku berpikir dua kali, untuk saat ini, biarkanlah perasaan ini mengalir.

—***—

Hari itu, pulang sekolah. Seperti biasa, walau kami berbeda kelas, kami tetap pulang bersama (satu sekolah tidak sulit untuk saling menemukan) Dia tidak langsung pulang kerumahnya, dia mengikutiku ke rumahku.

“Waeyo?!” tanyaku berpura-pura kesal. Sampai sekarang, aku memang masih ingin menyembunyikannya. Perasaan aneh yang membuat anginpun bingung untuk mencernanya.

“Em, Chanie, ada yang mau aku bicarakan. Aku ingin menceritakan sesuatu padamu…!” seperti biasa. Dia tidak memanggilku dengan embel-embel “oppa”. padahal aku lebih tua setahun darinya, –‘

“Oke, kajja!” aku menarik tangannya. Aku membawanya ke rumah pohon di halaman belakang rumah. Itu memang tempat paling sepi (menurutku) di wilayah rumahku ini. Di sana aku dan Jiyeon sering bercerita apapun. Everything… except about love.

“Kau tahu Minwoo, kan? dia namja yang sangat kyeopta!” ujarnya memulai pembicaraan. Aku yang tengah meminum soda seketika tersedak. Mwoya? Dia membicarakan namja? Aku mulai curiga..

“Minwoo? Minwoo mana?!” tanyaku memastikan sambil mengelap-elap asal tumpahan soda di lantai. Kebersihan sebagian dari iman (?)-abaikan

“Teman sekelasku! Masa kau tidak tahu dia? Dia ketua OSIS!” jawabnya.

“Terus?” tanyaku. Aku pincingkan mata dan pertajam pendengaranku. Jangan.. jangan.. jangan..

“Aku menyukainya! Kagum…” sahutnya yang sontak membuat aku memelototinya.

“Ish, waeyoo?!” dia menegurku.

“Ah, aniyo.. jinjjayo? Kau menyukainya? Aku jadi penasaran, seperti apa rupanya!” jawabku sekenanya. Walau sebenarnya hati ini terasa sesak, penuh, aku hanya bisa berteriak sekencang-kencangnya. “ANDWAE!!” dalam benakku. Ah.. ia baru menyukainya. Sadarlah Gong Chan Shik! Belum tentu Jiyeon menyukainya permanen!

—***—

Hana… Dul… “ARGH….!!!” batinku berteriak sangat keras. Batinku menjerit kesakitan, perih, sangat perih. Aku ingin menangis, tapi aku namja! Aku tidak boleh menangis, aku tidak boleh seperti ini! Yang tidak aku harapkan ternyata  terjadi. ANDWAE!!

 

_Start of Flashback_

Aku tengah memetik gitarku, di kamarku. Aku terus bersenandung, aku tidak peduli suaraku terdengar seperti apa. Fals? Aku tidak peduli! Saat itu yang ada di pikiranku hanyalah “Jiyeon, kau sedang apa?!”

Dia pergi dengan teman-temannya. Aku tidak pernah se-khawatir ini sebelumnya. Yang aku khawatirkan itu karena apa? Dia pergi bersama Minwoo! Ya, walau memang ada Sandeul hyung, dan Eunjung Noona yang juga ikut bersama mereka, tapi tetap saja aku gundah. Kenapa aku tidak di ajak? Aku tidak tahu! Jiyeon sepertinya tidak ingin aku ganggu (aku memang berniat mengganggu). Aku tidak akan memaksa, lagipula tugasku menumpuk setinggi mount everest. Aku sampai bingung harus mengerjakan yang mana dulu =.=a

_Finish of Flashback_

 

BRAK!!

Pintu kamarku dia dobrak (?). aigo.. dia yeoja atau namja? Kenapa kekuatannya begitu dahsyat?

Aku terbangun dari tidurku, aku mengucek-ucek kedua mataku lalu memandang ke arah suara keras tadi berasal. Jiyeon, senyuman tersungging di wajahnya. Dia tersenyum-senyum sendiri di ambang pintu sambil memegang knop pintu kamarku. Saat dia sadar aku sudah bangun (walau setengah sadar) dia segera menghampiriku dan mengguncang-guncangkan bahuku.

“Gongchan… Gongchan…!!”

“Ne ne, waeyo?!” kurubah posisiku menjadi posisi duduk. Aku memandangnya lekat-lekat, sedikit mencoba menghilangkan ke khawatiran tadi pagi. Jikalau dia tahu, pertanyaan menumpuk di benakku. “Bagaimana? Kemana? Minwoo seperti apa? Pasti tidak seru, ya? Kenapa kau tidak mengajakku~~ bla..bla..bla..” semacam itu yang sebenarnya ingin aku tanyakan saat dia kembali.

“Tau ga?!” dia memulai dengan mencubit pipiku keraaaaas sekali! Sakit..

“Enggak!” jawabku sambil mengusap-usap pipi yang sepertinya sudah memerah dan berjejak.

“Minwoo menembakku!” ujarnya dengan nada yang saaaaangat bahagia. Senang. Namun lagi-lagi aku tersedak! Padahal aku sedang tidak minum atau makan apapun. Apa aku masih belum sadar?

“Jinjja?” apa hanya kata itu yang dapat aku ucapkan? Mungkin untuk saat ini memang benar.

“Ne, aku serius..!! Oh Gongchan, aku sangat bahagia!! Aaa…. Minwoo Minwoo oppa..!!” dia berteriak-teriak bak orang gila. Ish, ingin sekali aku menjitaknya.

“Ko bisa?” tanyaku lagi. Sekarang aku yakin, aku sudah sepenuhnya sadar. Teriakan Jiyeon itu sangat keras!

“Iya bisalah, dia kan tadi.. mm, darimana ya aku memulainya? Eum.. ya bisa deh!”

“Kenapa kau menjawab itu, aku bertanya, kenapa bisa setelah di tembak kau masih hidup!” aku Vsign dengan senyuman datar di wajahku. Lalu aku pergi meninggalkannya yang masih setengah tak percaya. Taman bunga telah terbuat di hatinya, namun hujan badai telah mencabik-cabik hatiku (?).

—***—

Oh begitu?

Apa hasilnya hanya begitu?

Setelah aku mengetahui jawaban nya?

Terdahului, oleh orang lain?

 

Aku berjalan goyah, menuju ke suatu tempat. Aku mencari Sandeul hyung, aku masih sukar untuk menerima keadaanku. Aku menyesal, aku terdahului, aku kalah, oleh No Minwoo.

“Channie.. ketahuilah, persahabatan itu lebih indah dan berarti dari pada cinta.” Ucap Sandeul hyung menasehatiku. Ya, memang benar, tapi… apalah rasanya, batinku sesak! Aku sulit mendefinisikannya, karena aku benar-benar menyesal!

“Ada kalanya, cinta dan benci manusia itu mengerikan Channie, jangan di butakan oleh mereka..” seraya tersenyum Sandeul hyung menambahi. Aku mengangguk lemas. Aku pusing, denyut-denyut itu muncul kembali. Seperti 3 tahun yang lalu… aniyo! Jangan muncul lagi, aku belum… siap

Rasanya sakit, tentu saja. denyutan di dadaku itu seperti jarum beracun, menghantamku sekaligus. Aliran darahku seperti membeku, aku sulit membuka mataku. Kututupi wajahku dengan kedua tanganku, aku menunduk. Yang sakit itu dadaku, tepat di sebelah kiri. Aku meringis, tangan kananku mencengkram bajuku. Tepat di dada sebelah kiri. Sementara tangan kiriku? Masih menutupi wajahku. keringat-keringat dingin sukses mengaliri tubuhku, tanganku dingin. Dapat kurasakan sendiri.

“Channie… Channie.. gwenchana?” hanya kata-kata itu yang terakhir aku dengar. Suara Sandeul Hyung. “Hyung…” gumamku pelan. sampai aku tidak ingat apa-apa lagi.

—***—

Author POV

Daun-daun berguguran, tandakan musim gugur datang. Menyeret musim panas dengan senyuman, tepatnya menjatuhkan keputus asa-an. Seseorang tengah tersenyum sambil membersihkan batu nisan. Daun daun yang gugur itu dia kibas perlahan, tetap memandangi batu nisan. Sebuah nama yang telah di kenalinya terukir dengan indah. Jelas. Dan semakin dia lihat, semakin ingin dia menangis. Matanya panas, hatinya sesak, tak terbendungkan butiran-butiran bening itu mengalir dengan mulus di pipinya.

 

_Flashback_

Tiba-tiba saja, Gongchan terjatuh tak sadarkan diri di rumah Sandeul. Tangannya gemetar, apa yang harus aku lakukan?” tanya Sandeul. Dengan perasaan kaget, khawatir, dan bingung. Sandeul membawa Gongchan ke rumah sakit. Sebelum itu, Sandeul mendapatkan selembar kertas yang terjatuh tepat di samping Gongchan. Dia membawanya, namun dia belum membacanya. sekarang, Sandeul hanya terfokus pada Gongchan yang terbaring lemah tak berdaya. *jiah…*

Setibanya di rumah sakit, Gongchan segera di tangani. Sandeul terdiam, dia masih terdiam. Ada apa dengan dongsaengnya? Apa hanya karena patah hati dia jadi seperti itu? Ah, tidak mungkin.. segera Sandeul mengabari eomma appa Gongchan dan tentu saja Jiyeon.

“Waeyo channie??” sebuah suara terdengar jelas. Sandeul masih mematung, dia berusaha merangkai kata untuk berbicara pada jiyeon.

“Hei Gong Chanshik?!!” tukas Jiyeon sedikit berteriak.

“AH, mm, ne, tapi aku bukan Gongchan..” Sandeul tersadar dari lamunannya. Dia baru sadar, semenjak tadi dia menelpon memakai ponsel Gongchan.

“Eoh? Waeyo? Nugu?” tanya Jiyeon heran.

”Ini aku, Sandeul. bagaimana aku menjelaskannya ya.. mm.. sebaiknya, kau kemari sajalah! Rumah Sakit BANA Diadems. Jalan Everlast, kau tahu kan?” jelas Sandeul singkat padat tidak jelas.

“tapi memangnya dia kena-..?” telpon terputus. Jiyeon masih berpikir, kenapa bisa di Rumah Sakit?

Jiyeon segera pergi ke Rumah Sakit, setibanya disana. Terlihat Sandeul yang berbolak-balik panik. Jiyeon menghampirinya, sedikit canggung.

“Waeyo?” tanya Jiyeon.

“Dimana orang tuanya?” jawab Sandeul yang malah balik bertanya. Dari nadanya, sudah dapat di tebak dia sangat panik.

“Eh? Ahjussi dan Ahjumma pasti pulang malam, waeyo? Gongchan kenapa?” kali ini terlihat Jiyeon yang panik.

“Itu, aku tidak tahu kenapa..” Sandeul menunjuk sebuah ruangan tempat dimana Gongchan terbaring, kritis.

“Tiba-tiba saja dia jatuh pingsan. Dia terlihat parah, dia mengidap penyakit?” tanya Sandeul.

“Aku tidak tahu..” jawab Jiyeon yang mulai berjalan mendekati ruangan dimana Gongchan berada. “Hanya.. yang aku tahu, jantungnya lemah..” ucap Jiyeon terbata. Sandeul tak percaya, dia menatap Jiyeon lekat-lekat. “Tapi itu dulu.. ku kira sudah sembuh..” tambahnya.

“Kau pasti berbohong,” tuduh Sandeul. Jiyeon menggeleng. Tak lama berselang, dokter keluar dari ruangan itu.

“Di sini, siapa keluarganya?” tanya Dokter itu memandang Jiyeon dan Sandeul bergantian.

“Aku kakaknya,” jawab Sandeul. “Bagaimana keadaanya?” tambahnya.

“Saya tidak yakin dia bisa bertahan, keadaanya sangat kritis. Kenapa dia membiarkan penyakitnya sampai seperti ini? Lama-lama kan menjadi parah. Jatung itu salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Pusat peredaran darah!” dokter yang ‘sewot’ itu berbicara panjang lebar.

“Ne, arra..” Jiyeon memasuki ruangan dimana Gongchan terbaring.

“Aku tidak percaya, maksudmu apa Channie..? Kenapa kau mendiamkan penyakitmu ini? Ini bukan main-main! Kau itu masih muda… bangunlah..!!” Jiyeon mengguncang-guncangkan Gongchan yang tidak sadarkan diri. Dia menenggelamkan wajahnya sambil menangis.

“Kau itu sahabatku, sahabatku yang paling aku sayangi. Yang paling aku cintai! Gongchan…” Jiyeon menangis tanpa dia sadari. Sandeul masuk dan memberikan selembar kertas pada Jiyeon. Kertas yang di temukannya tadi.

Jiyeon mulai membaca….

 

Saranghaeyo… sulitkah aku berkata seperti itu?

Sarang hal sueopda… karena aku sahabatmu..

Sarang han dago… My Friend…

*Saranghaeyo = Aku mencintaimu

*Sarang hal sueopda = Tak bisa mencintai

*Sarang han dago = Aku bilang, aku mencintaimu

 

_Flashback End_

 

Jiyeon POV

 

Kau itu kenapa, hah? Kenapa kau menipu dirimu sendiri? Aku juga menyukaimu!! Kau tahu, demi kau aku menolaknya! Aku memilihmu dari pada No Minwoo!! Tapi kenapa kau pergi hah? Kenapa secepat itu… kau belum menyatakan perasaanmu padaku secara langsung. Aku ingin mendengarnya Gongchan… kumohon,

END
 
Treng Treng…!! Mianhae gaje, bikin bingung atoo apalah. Kritik dan saran selalu kutunggu…
Ini FF gaje bin ajaib, aku buat beberapa taun yang lalu, kapan yaah? Ahahah… aku lupa*toeng
Waktu itu.. nama authorku masih SUNG HYERI, jadi aku bukan plagiat*jika ada yang pernah baca FF abal ini di akun FB ku*
Kemampuan menulisku masih bener2 WAW, ahahaha.. tapi aku suka sama alurnya*terharu
Mungkin, dulu, otaku lebih berjalan dalam urusan ide ide an =.=”

Entry filed under: B1A4, FanFiction, Friendship, G, Indonesia, One Shoot, Sad Romance, T-ara. Tags: .

Enter The Darkness [PART 5] Love Really Hurt [Part 1]

6 Comments Add your own

  • 1. Queen's_Black'Q  |  October 30, 2012 at 10:16 PM

    Huaaa… Mian,aku baru baca ni FF+comment, soal’a blog ini baru ketemu.. Butuh perjuangan menemukan blog ini, sampai hrs ϑĩ ubek2.. Aku suka bgt sma ni ff,soal’a main cats’a Jiyeon eonni, aku suka bgt sma jiyeon eonni.. Kalau bisa banyakin ff Ƴğ main cats’a Jiyeon ya eon… Tapi kalo gg bisa jga gpp… #kyk’a ni comment kebanyakan.#author:baru tau?# *abaikan*

    Reply
    • 2. Jisankey  |  October 31, 2012 at 9:07 AM

      ne gpp ko udah ada yang bca aja spekta banget kkk~
      wah, selamat perjuanganmu membuahkan hasil kk~😄
      wah..😄 seringsering kunjungi park jiyeon ff disanaa banyak banget ff jiyeon kan hhe~
      oia, aku punya satulagi ff jiyeon, mau baca gak? *plak kkk~
      gomawo udah baca + komen yaa😀

      Reply
  • 3. NO NAME  |  November 1, 2012 at 10:47 PM

    Reblogged this on The Warm Smile.

    Reply
  • 4. Dwi  |  March 13, 2013 at 11:27 AM

    Maaf… tp crtanx krang sedih

    Reply
    • 5. Jisankey  |  March 13, 2013 at 5:23 PM

      ne..😀 aku tahu kok chinguu😄
      masih harus banyak belajar hehehe😀
      gomawo udah baca + komen yaa😀

      Reply
  • 6. aputriarsanti  |  June 9, 2013 at 8:25 PM

    Agak gantung gitu alurnya thor. Tapi tetep daebak kok!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

October 2012
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: