Certainty [확실성]

September 29, 2012 at 8:19 PM 2 comments

Author            : @andinarima (Lee Ji Hae)

Title                : Certainty (확실)

Genre             : Romance, friendship, school

Main Cast      :           – Kyuhyun Super Junior

– Han Jung Young (OC)

– Suho EXO-K

Support Cast :           – EXO-K’s member (Kai, Sehun, Baekhyun)

Rating             : Teen

Length            : Oneshoot

Credit Poster : Rara Putriey

Disclaimer      : holla, I’m back. Aku kembali dengan membawa oleh-oleh berupa fanfiction kedua aku, hehehe. Sebenarnya FF kali ini adalah ff request-an temen aku. Namanya ya yang dipake buat OC. Temen aku nge-fans berat sama maknae dan leader yang unyu-unyu banget itu, jadi aku diminta untuk membuat sebuah khayalan tentang temen aku dan kedua namja tampan itu.

                        Oh, ya kalau banyak typo maap yah soalnya nulisnya kadang lagi enggak mood atau mentok ide. Jangan lupa Read, Like and Comment!!! Itu kudu, wajib, harus dan muueeeessstiiii. Karena aku hanya manusia biasa mohon kasih kritik dan sarannya untuk kebaikan diriku dan para readers (read: ff aku selanjutnya).

Sudah pernah diposting di My Blog

Y Enjoy, and check it out!!! J

ooOoOoo

 “Aaargh!” Seorang gadis yang duduk sendirian di kantin sekolah mengeluh keras. “Kenapa aku selalu tidak bisa mengerjakan soal ini?”. Kepala gadis itu terkulai lemas menyentuh meja.

Gadis itu sedang berkutar dengan soal-soal matematika yang diberikan oleh Kim seonsaeng-nim karena ia tidak mengerjakan pr yang diberikan kepadanya.

“Jung-ah, kau kenapa?” tanya seorang namja.

Gadis yang dipanggil ‘Jung’ itu mengangkat kepalanya. “Kyu-ah, aku sedang mengerjakan soal matematika,” jawabnya lemah.

Kyuhyun duduk di depan gadis itu lalu mengambil bukunya.

“Ya! Soal ini gampang sekali, Jung-ah,” serunya setelah meneliti beberapa soal.

Jinjja?” kalau begitu kau saja yang mengerjakannya. Aku mau ke kelas. Annyoeng!” Gadis itu meninggalkan Kyuhyun yang terbengong-bengong melihat tingkah laku temannya itu.

ooOoOoo

Gadis itu berjalan sambil menunduk dengan tatapan cemas. Ia tahu soal matematika yang menurutnya sulit pun akan mampu diselesaikan oleh sobatnya itu, Kyuhyun. Tetapi bukan itu yang membuatnya cemas, melainkan perasaan Kyuhyun yang belum dibalasnya itu.

Tadi malam, Kyuhyun mengajaknya makan malam di tempat yang sangat-sangat romantic. Dan kalimat tak terduga itu pun meluncur dari bibir Kyuhyun. Gadis itu belum menjawabnya karena perasaannya menjadi kacau.

Ia dan Kyuhyun sudah berteman sejak kecil. Orang tua mereka yang memperkenalkan mereka karena orangtua gadis itu dengan orangtua Kyuhyun adalah rekan kerja. Dan mulai dari saat itulah mereka bersahabat hingga sekarang. Perasaan cinta antara mereka tak pernah terpikirkan sebelumnya dalam benak gadis itu.

BUG!!!

Gadis itu terjatuh setelah menabrak seseorang. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat orang yang ditabraknya. Orang itu seorang namja yang cukup tampan.

Jeongmal mianhae. Mian,” ucap gadis itu seraya berdiri.

“Kalau jalan lihat-lihat,” desis namja itu. Matanya beralih ke bagde name gadis itu. “Han Jung Young. Nama itu akan selalu kuingatv apabila aku ingin mencelakaimu.”

MWO??” Mata Jung Young melebar. “Kau ingin balas dendam?”

Ne, tapi mungkin tidak sekarang, “ ujar namja itu sambil tersenyum licik.

“Memangnya kamu siapa?” Jung Young melihat badge name namja itu. “Kim Joon Myeon. Apa kamu orang kaya? Pewaris grup terkenal? Atau orang miskin enggak tahu diri?” tanya Jung Young tajam.

Namja itu sudah membuka mulutnya, namun tertutup kembali karena ada seorang namja yang memanggil gadis itu.

“Sebentar lagi kamu juga akan tahu!” kata cowok itu lalu pergi dengan ketiga temannya (Kai, Baekhyun dan Sehun).

Kyuhyun menghampiri Jung Young. “Gwaenchana?” tanyanya cemas.

Ne, nan gwaenchana. Hanya saja aku tak sengaja menabrak orang gla yang sok kaya,” ujar Jung Yooung yang masih kesal. “Kyu-ah, apa kau kenal dengan orang itu?” Tangannya menunjuk punggung Kim Joon Myeon.

“Ya! Kau tidak tahu?” Jung Young menggeleng. “Dia itu Suho, pewaris grup Venus, yang punya sekolah ini. Kalau tidak mau dikeluarkan lebih baik kamu tidak usah berurusan dengannya,” jelas Kyuhyun.

“Tapi… tadi katanya ia… akan mencelakaiku?” Raut wajah Jung Young berubah cemas.

“Tak usah khawatir. Aku akan melindungimu.” Kyuhyun menatap dalam mata cokelat Jung Young.

Keurae. Kau kan sahabat terbaikku,” kata Jung Young seraya memnberikan senyuman manisnya.

Kyuhyun hanya menatap nanar mendengar perkataan Jung Young…

ooOoOoo

suho menjalankan mobilnya menuju perumahan di pinggiran kota Seoul lalu menghentikannya di sebuah rumah mewah bergaya Eropa klasik. Ia menekan tombol intercom.

“Siapa?” tanya seseorang dari intercom.

“Temannya Han Jung Young,” jawab Suho.

Kemudian pagar di depannya perlahan terbuka dan ia kembali menjalankan mobil hingga berhenti di pintu masuk.

Suho yang ingin mengetuk pintu mengurungkan niatnya ketika pintu itu terbuka dari dalam dan keluarlah seorang gadis manis.

“Kamu? Tahu darimana rumahku?” Tapi Jung Young yang tak memerlukan jawabannya lagi mengingta Suholah pemilik sekolah.

“Mau apa ke sini?” desis Jung Young.

Mata Suho meneliti bagian dalam rumah gadis itu. Cukup mewah, pikirnya.

“Ternyata kamu anak orang kaya, ya!” kata Suho dengan nada meremehkan.

“Tapi aku tidak sombong,” sindir si Nona rumah.

“Aku kemari hanya ingin memberimu ini.” Tangan Suho menyerahkan selembar undangan dan tak lama ia pergi.

ooOoOoo

Party? Dasar anak sombong, belagu. Menyebalkan!” sungut Jung Young saat istirahat.

“Siapa lagi yang kamu maki-maki sekarang?” tanya Kyuhyun yang mendatangi kelas Jung Young. Dua orang yang bersahabat ini memang tidak sekelas.

“Itu tuh cowok kaya yang super-duper-hiper menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Kim Joon Myeon,” kata Jung young emosi.

“Suho-ssi maksudmu?”

“Ya siapa sajalh namanya. I don’t care.” Jung Young memandang Kyuhyun. “Apa kamu juga diberikan undangan olehnya?”

“Satu sekolah diundangnya,” jawab Kyuhyun ringan.

Mwo? Aishh, dia memang benar-benar sok kaya.” Jawaban Kyuhyun semakin membuat emosi Jung Young meledak-ledak.

“Apa kamu akan datang?”

Aniyo, aku tidak akan datang!” Jung Young berjalan menuju lokernya untuk mengambil sesuatu.

“Aah!” Jung Young terlonjak kaget ketika menyadari Suhp berdiri dibalik pintu lokernya.

“Kamu akan datang ke pestaku, kan?” tanyanya.

Jung Young menggeleng. “Aku tidak akan datang ke pesta murahan seperti pestamu.” Setelah berkata seperti itu ia berjalan pergi namun namja di depannya menghalangi jalan gadis itu sehingga buku yang dipegang Jung Young jatuh berserakan. Gadis itu melayangkan tatapan tidak senang ke Suho lalu berjongkok untuk memunguti buku-bukunya yang terjatuh.

“Dengar! Tidak semuanya bisa dibeli dengan uang. Uang memang penting tapi tidak lebih penting dari seorang teman maupun orang yang kita sayangi!”

ooOoOoo

Rabu malam.

Matanya yang indah memandang ke layar televise namun pikirannya tak lagi terfokus pada acara yang ditayangkan. Pikirannya melayang ke pesta yang diadakan anak dari  pemilik grup ternama, Suho. Entah mengapa gadis itu ingin datang ke pesta itu. Mungkin hanya ingin melihat bagaimana reaksi teman-teman sekolah terhadap pesta itu. Mungkin juga ia hanya ingin datang karena sudah diundang. Atau, ada alasan lain?

Jung Young mengambil ponselnya yang kemudian dipakainya untuk meng-SMS sahabatnya, Kyuhyun agar segera bersiap-siap dan menjemputnya. Setelah itu ia membuka lemari pakaiannya yang penuh dengan barang-barang bermerek. Pilihannya jatuh pada dress selutut berwarna madu yang ia kombinasikan dengan tatanan make-up natural dan rambut cokelatnya ia biarkan tergerai melewati pundaknya. Selesai!

Tak lama bunyi klakson mobil yang sudah sangat familiar mampir ke telinga gadis cantik itu. Ia berlai keluar rumah dan langsung duduk manis di sebelah si pengemudi.

“Kenapa tiba-tiba ingin datang?” tanya sobatnya itu heran melihat teman kecilnya berubah pikiran.

“Entahlah, aku tidak tahu. Ayo cepat nati kita terlambat.” Kyuhyun hanya bisa menghela napas lalu mulai menjalankan mobil mewahnya ke tempat pesta.

Ballroom itu sudah ditata seapik mungkin dengan nuansa modern yang terasa sekali. Tamu-tamu yang hadir juga bisa dipastikan hanya kalangan menengah atas mengingat sekolah tempat pewaris grup Venus adalah sekolah nomor satu di negaranya yang hanya menerima murid-murid ber-IQ tinggi serta ekonomi yang tinggi juga.

Ballroom itu sudah sangat ramai ketika Jung Young dan Kyuhyun tiba. Pesta yang bernuansa glamor ini sangat meriah. Suho yang melihat kedatangan mereka langsung menghampirinya.

“Akhirnya kau datang juga,” ujar Suho. Tak lupa ia memberikan senyuman manis untuk gadis dengan pita putih itu.

Mendengar itu Jugn Young langsung balik kanan maju jalan. Tetapi lengannya ditahan seseorang.

“Jangan pergi dulu. Aku punya hadiah untukmu.” Suho berjalan menuju panggung, mengambil gitar lalu duduk di kursi yang tersedia di tengah panggung. “Selamat malam semuanya. Saya ingin membawakan sebuah lagu untuk seseorang. Seseorang yang telah menyadarkan saya bahwa uang tak lebih penting dari orang yang kita sayangi. Seseorang yang menyadarkan saya betapa pentingnya dirinya untuk saya. Seseorang itu adalah… Han Jung Young. Saranghamnida, Jung-ah!”

I lost my mind
Noreul choeummannasseultte
No hanappego modeungoseun Get in slow motion
Nege marhejwo ige sarangiramyon
Meil geudewa
Sumaneun gamjong deureul lanwojugo bewogamyo
Ssaugo ulgo anajugo

Kemudian terdengarlah suara merdu seorang namja yang diiringi oleh petikan gitar.

My babe, baby babe, baby baby
Nolaraboneungol
Ige sarangingolga
Aichorom nol jaju utgemandeulgo
Chingguchorom nol gajang pyonhage mandeulkkoya
My babe, baby babe, baby baby
Marhejwo nege What Is Love?

Jung Young terpaku di tempat. Ia tidak menyangkan akan seperti ini jadinya. Pernyataan cinta sahabatnya saja membuanya begitu frustasi apalagi ditambha dengan pernyataan cinta dari seorang lelaki yang baru ia kenal. Kepalanya menjadi pening. Matanya tak lagi focus.

Jung Young tiba-tiba ambruk lalu…. Gelap!

ooOoOoo

“Whoaah!” Jung Young tersadar. Ia terbangun di kamarnya sendiri. Ingatannya kembali pada peristiwa semalam. Aigoo, secantik apa sih dia sampa dua orang namja keren menyukainya?

Tok… Tok… Tok. Eomma membuka pintu.

“Sayang, kau sudah bangun?”

Jung Young menoleh lalu tersenyum. “Eomma, hari ini aku tidak sekolah, ya!”

Waeyo, Sayang?” Eomma membelai lembut rambut putrinya.

Eomma, apa eomma pernah ditembak dua namja sekaligus? Kalau pernah pasti Eomma tahu bagaimana rasanya!” Jung Young termenung.

Eomma tahu, Sayang. Baiklahm tapi besok kau harus sekolah. Ara?

“Jung Young mengangguk. “Arasseo, Eomma!”

Eomma keluar dari kamar Jung Young.

Jung Young memutuskan hari ini dia akan merefleksikan pikirannya. Menjernihkan perasaannya. Tempat yang paling tempat adalah Sungai Han.

Di sungai yang terkenal itu Jung Young duduk menyendiri. Menikmati aroma musim gugur di sekitar Sungai Han. Jung Young merapatkan mantelnya. Setelah beberapa saat hanya menikmati kesunyian, gadis itu beranjak pergi. Matanya menelususri apa saja yang menarik di hadapannya, hingga berhenti di sosok namja yang sedang meminum kopi dan memakai sweater tebal sedang berjalan ke arahnya. Sepertinya namja itu tidak menyadari kalau Jung Young terus memperhatikannya. Karena penasaran Jung Young berjalan menghampiri.

“Kai-ssi?”

Namja itu mendongak, lalu tersenyum. “Annyeong. Sedang apa kau disini?”

“Hanya ingin jalan-jalan.” Jung Young kembali merapatkan mantelnya. “Cuaca disini dingin sekali,” lirihnya.

Kai membuang gelas kopinya lalu menggenggam tangan Jung Young. “Ayo kita mengobrol di tempatku.”

“Tempatmu? Apartemen atau rumah?” tanya Jung Young takut. Hei, Kai kan cowok jadi enggak apa-apa kan kalu Jung Young sedikit takut?

“Bukan, markas Venus.” Kai membka pintu mobilnya.

Jung Young bergeming. Ia memandang takut-takut kepada Kai. “Apa Suho juga ada disana?”

“Tenang saja, ia sekarang sedang berada di sekolah. Mungkin sibuk mencarimu,” goda Kai, ia melihat semburat merah muncul di pipi mulus gadis itu. “Ayo cepat. Nanti kita keburu menjadi patung es!” Jung Young masuk ke mobil disusul si empunya mobil.

Mau tahu bagaimana keadaan di dalam markas Venus? Lihat saja markas F4 di BBF, tidak beda jauh kok. Hehehe.

Kai mempersilahkan Jung Young untuk duduk di sofa.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Kai.

“Hah?” Gadis itu masih belum connect , karena terlalu mengagumi markas Venus yang seperti arena bermain itu.

“Bagaimana perasaanmu setelah ditembak namja seperti Suho?” Kai mengulangi pertanyaannya.

“Aku tidak tahu. Aku… aku sangat bingung!”

Waeyo? Menurut kebanyakan gadis Suho itu tipe ideal. Tampan, kaya dan yah, lumayan baik,” kata Kai, mencoba member penilaian terhadap temannya.

“Sahabatku juga menyukaiku. Aku bingung harus menjawab apa, karena aku belum pasti dengan perasaanku.” Jung Young terlihat frustasi.

Kai merasa bersalah karena sudah mendesak gadis itu. “Ikuti kata hatimu. Mudah-mudah itu memberimu sebuah kepastian.”

Gomawo, Kai-ssi. Aku pulang dulu!”

Di halte bis, Jung Young merenung. Ia menyayangi Kyuhyun tapi sebagai sahabat. Ia tidak ingin merusak persahabatannya dengan Kyuhyun. Gadis itu cukup senang kalau Kyuhyun menjadi sahabatnya bukan pacar. Keputusan untuk Kyuhyun sudah diambilnya, sekarang hanyatinggal untuk Suho. Ia baru bertemu pemuda itu karena sebuah insisden kecil, yaitu tabrakan tak sengaja dan beberapa hari kemudian pemuda itu menyatakan perasaannya. Hati Jung Young belum sepenuhnya yakin tentang perasaan itu. Ia harus mendapatkan kepastian lagi.

“Jung-ah?” Gadis itu mengangkat wajahnya dan mendapati Kyuhyun yang baru turun dari bis dengan setelan seragam sekolah.

Jung Young berdiri. “Kyu-ah, kenapa kau turun disini ? ayo cepat naik!” Gadis itu mendorong tubuh sobatnya agar segera kembali masuk ke dalam bis, namun tangannya yang digenggam Kyuhyun membawanya ikut masuk ke dalam bis.

Kedua orang itu sama-sama duduk dalam kegelisahan. Kyuhyun ingin sekali bertanya tentang peristiwa semalam namun takut akan jawabannya, jadi ia menahannya dengan mati-matian. Jung Young masih takut untuk menyampaikan kepastian jawabannya kepada Kyuhyun, takut akan melukai perasaan sahabatnya itu.

Tetapi Jung Young tidak tahan dengan kesunyian ini, maka ia memberanikan membuka percakapan. “Kyu-ah, kenapa kau naik bis? Mobilmu kemana?”

“Mobilku ada di rumah. Kalau aku naik mobil aku akan merasa sendiri soalnya enggak ada suara-suara berisik yang memenuhi mobilku. Auw!” Kata terakhir di lontarkan Kyuhyun karena mendapat hadiah dari gadis disebelahnya di bagian kepala.

Tak berapa lama bi situ berhenti di halte selanjutnya. Jung Young dan Kyuhyun turun dari bis, menelusuri jalanan yang sepi menuju rumah Jung Young.

Ini waktu yang tepat untuk memberikan kepastian ini kepada Kyuhyun, batin Jung Young ketika sudah sampai di depan rumahnya.

“Kyu-ah!” Jung Young membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan sahabatnya, “mengenai pernyataanmu malam itu, aku… err–maksudku…” mendadak ia begitu gelisah.

Kyuhyun yang belum mengerti kemana arah pembicaraan itu hanya diam menunggu Jung Young melanjutkan kalimatnya.

Tiba-tiba saja Jung Young memeluk Kyuhyun. “Aku tidak bisa kehilanganmu…sebagai sahabatku,” kata Jung Young pelan. “Aku hanya ingin kau menjadi sahabatku selamanya!” Sekarang airmata sudah mengalir di pipi mulus Jung Young.

Kini barulah Kyuhyun paham. Sahabatnya itu mencoba menjawab perasaannya dengan kata-kata yang tidak akan melukainya. Kyuhyun melepaskan pelukan Jung Young.

“Aku janji tidak akan meninggalkanmu dan akan menjadi sahabatmu selamanya!” Kyuhyun mencoba tersenyum walau hatinya sakit. Tapi ia akan mencoba menerimanya. Menerima kalau sahabatnya tidak menyukainya. Mungkin bagi gadis itu Kyuhyun hanyal seorang kakak, tidak lebih.

Jung Young tersenyum mengetahui Kyuhyun baik-baik saja setelah ia mengatakan keputusannya. “Gomawo. Err!” jung Young merapatkan mantelnya.

“Masuklah. Kau pasti kedinginan!”

Jung Young menurut. Ia masuk ke dalam rumah setelah melambai singkat ke sahabatnya.

ooOoOoo

“Err. Kyu-ah, sampai kapan kau akan disini?” teriak Jung Young. Ia mulai menggigil setelah hampir tiga puluh menit menemani sobatnya itu bermain basket di musim dingin ini.

Kalian tahu kan bagaimana seragam sekolah di Korea? Walaupun sudah memakai rompi dan kaos kaki yang panjangnya melebihi lutut tatap saja dinginnya menusuk. Jung Young merutuki dirinya sendiri karena lupa membawa mantelnya.

Jung Young menedang butiran salju untuk mengurangi rasa bosan.

“YA! Kyuhyun-ah. Aku sudah membeku disini!” Jung Young terus saja memaki sahabatnya itu.

“Pakai ini!”

“Eh…?!” Jung Young tak tahu harus berkata apa ketika Suho memakaikannya mantel.

“Masukkan tanganmu ke saku mantel agar merasa hangat!” saran Suho yang langsung diikuti Jung Young.

Tak jauh dari tempat Jung Young dan Suho berdiri, Kyuhyun melihat kejadian itu merasa hatinya menjadi panas, namun ia akan mencoba merelakan sahabatnya itu agar bahagia.

ooOoOoo

“Kyu-ah!” rengek seorang gadis dengan tampang memelas.

Mianhae, Jung-ah. Tapi aku benar-benar tidak bisa pulang sekarang. Kim seonsaeng-nim ingin melatihku untuk olimpiade. Jadi aku tidak bisa mengantarmu!” ujar Kyuhyun. Terlihat jelas di wajahnya ia sangat merasa bersalah.

“Ya! Kenapa kau tidak bilang sebelum pulang? Aku kan bisa minta jemput,” rajuk Jung Young.

Kyuhyun mengacak-acak rambut sahabatnya. “Sudahlah, kau pulang naik bis saja. Aku harus menemui seonsaeng-nim.” Setelah itu pemuda itu berjalan pergi.

Jung Young hanya mendengus setelah meratapi kepergian sahabatnya itu. Kakinya membawanya menuju halte bis, namun sudah beberapa bisa dibiarkan lewat begitu saja. Entahlah, ia sedang tak ingin menaiki angkutan umum tersebut. Akhirnya Jung Young memutuskan untuk berjalan kaki.

Ternyata keputusannya untuk berjalan pergi tak terlalu merugikan. Ia jadi bisa memanjakan matanya dengan pemandangan jalan di musin dingin ini. Pemandanga yang sangat romantis–menurutnya. Di halte–entah halte ke berapa, Jung Young berhenti. Ia merentangkan tangannya lalu menghirup dalam-dalam udara musim dingin yang sejuk. Ia tak peduli dengan pandangan aneh dari orang-orang disekitarnya. Ia hanya memejamkan matanya lalu asik sendiri dengan alam fantasi yang dibuatnya.

“Hei, yeoja babo! Kenapa kau berdiri seperti itu? Gadis aneh.”

Suara seseorang yang dengan seketika menghancurkan khayalan Jung young. Tadinya ia ingin memaki orang tersebut karena sudah mengganggunya tetapi ketika ia membuka matanya yang dirasakan selanjutnya adalah malu!

“Suho-ssi!” lirihnya.

“Apa yang kau lakukan? Cepat ke mobil kalau tidak ingin tambah malu.” Suho membuka pintu penumpang, tapi gadis itu hanya berdiam diri. “Cepat!” Mau tak mau ia harus masuk ke mobil kalau tidak ingin mempermalukan diri sendiri.

ooOoOoo

Malam ini malam natal, tetapi bukannya menikmatinya Jung Young malah harus menemani orangtuanya untuk bertemu rekan bisnis mereka. Entah ada rencana apa orangtua Jung Young mengajak putrid semata wayangnya. Padahal di pertemuan sebelum-sebelumnya Jung Young tak pernah ikut. Bahkan Eomma meminta Jung Young untuk berdandan semanis mungkin.

Tadinya Jung Young ingin menolak, namun setelah dibujuk beberapa kali ia akhirnya luluh juga. Dan mau tak mau ia harus menuruti keinginan Eomma untuk berdandan. Jung Young pasrah ketika Eomma langsung turun tangan untuk membantu putrinya itu berdandan.

Setelah hampir satu jam berdebat mengenai pakaian, make-up dan tetek bengek lainnya, Eomma berhasil membuat putrinya lebih manis dari biasanya. Dengan gaun musim dinginnya Jung Young mampu membuat terkesima semua cowok di Seoul–menurut Ibunya, sih.

Sesampainya di restoran yang menjadi tempat pertemuan, Jung Young melirik sana-sini mencari tahu maksud dari rencan orangtuanya. Tiba-tiba matanya tertuju pada keluarga yang terdiri dari sepasang suami-istri dan anak lelaki mereka. Jung Young mencoba memfokuskan pandangannya ke keluarga kecil itu yang berdiri di pintu masuk, si istri berbisik kepada suaminya yang lalu mengarahkan langkah mereka menuju tempat duduk keluarga Han.

Annyoenghaseo, Tn dan Ny Han. Apa kabar?” sapa si istri.

Jung Young tak mampu berkutik setelah mengetahui siapa keluarga itu. Mereka adalah pemilik grup yang terkemuka itu, Grup Venus! Dan tentu saja, pemuda yang tadi ia lihat sudah pasti Kim Joon Myeon a.k.a Suho.

Tn dan Ny Han menyambut hangat kedatangan keluarga Kim.

“Tn dan Ny Kim perkenalkan ini putri kami, Han Jung Young. Sepertinya putri kami dan putra Anda bersekolah di tempat yang sama. Bukan begitu?” Tn Han melirik Jung Young dan mendapati putrinya mengangguk pelan.

Lalu kedua pengusaha sukses itu terlibat perbincangan yang cukup seru. Sesekali Jung Young mendengar orangtuanya menyebut namanya dan hanya dibalas dengan senyuman tipis dari bibirnya. Gadis itu tidak tahan dengan suasana seperti ini. Ia merasa sanagt sesak. Maka sebelum ia benar benar kehabisan napas, ia memutuskan untuk pergi ke atap gedung itu. Menghirup udara sejuk. Menikmati pemandangan Kota Seoul di malam hari.

“Apa yang kau lakukan?”

Jung Young berbalik dan terkejut ketika mendapati Suho berdiri di depannya. Pemuda itu berjalan mensejajari posisinya. Mata gadis itu tak lepas dari wajah pemuda tampan itu.

“Ada apa?’ Suho menatap Jung Young.

Tiba-tiba saja Jung Young merasa gugup berdekatan dengan lelaki yang hampir saja menjadi musuhnya.

Suho mengacak pelan rambut gadis itu. “Tidak usah merasa gugup,” katanya seraya tersenyum.

Seketika mata gadis itu membesar. Ia menepis kasar tangan pemuda itu dari kepalanya. Gadis itu memalingkan wajahnya. Ia sangat yakin pasti wajahnya memerah. Tangan Suho perlahan-lahan menyentuh dagu gadis itu lalu menyejajarkan wajah mereka. Suho memandang lembut manic mata Jung Young sementara ia hanya membalas tatapan Suho dengan malu-malu.

“Ke… ke.. napa?” Gadis itu bertanya kikuk.

Aniyo. Hanya saja aku ingin lebih lama menikmati wajah vantik ini,” ujar Suho. Pernyataan itu kembali membuat Jung Young memalingkan mukanya tetapi dagunya ditahan oleh pemuda itu. Suho semakin mendekatkan wajahnya. Sekarang hanya tersisa beberapa centi saja jarak keduanya. Jung Young memejamkan matanya, namun ketika ia merasakan napas pemuda itu semakin dekat ia membuka matanya dan berjalan mundur.

“Em, aku tidak bisa melakukan itu, karena aku bukan pacarmu,” kata Jung Young susah payah.

Suho tersenyun. “Kalau begitu, maukah kau menjadi yeojachingu-ku?”

“Hah? Hanya ingin mendapatkan ciuman dariku?” Gadis itu bertanya heran.

Suho mengangguk.

“Ya! Kau tidak bisa tulus mencintai seseorang ya?” sungut Jung Young, merasa dipermainkan.

“Aku hanya bercanda… Chagiya!”

Gadis itu membelalakan mata namun tidak membantah.

“Kalau begitu…” Jung Young kembali mendekat. Ia berhadapan dengan cowok tampan itu, lalu mendaratkan kecupan singkat di pipi namjachingu-nya. Suho tersenyum penuh kebahagiaan.

oOoOo

The End

Entry filed under: EXO-K, FanFiction, Friendship, Romance, Super Junior. Tags: , , , .

Destiny Of Love Part 2 Destiny Of Love Part 3

2 Comments Add your own

  • 1. bulansparkyu  |  February 14, 2013 at 5:15 PM

    cool bget ^^

    Reply
  • 2. bulansparkyu  |  February 14, 2013 at 5:16 PM

    cool… cerita anak sma bgt ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

September 2012
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: