What Is Love? [Last Part]

September 19, 2012 at 3:34 PM 2 comments

Title     : What Is Love?

Author : Anastasia (@keiichiro_nana)

Genre : Friendship, Romance

Cast     : Park Chanyeol (EXO-K), Han Nara, and for the Other Cast, found them by yourself ^^

Type    : Chapter

****

Setelah kejadian di gereja, aku dan Chanyel semakin dekat

Rasanya, hmm, sangat senang

Tak tau maksudnya apa.

Tapi…

 

“mwo Villa?” ujarku histeris

“villa siapa?” tanya Ren santai

“milik Baekhyun hyung. nanti sore kita berangkat. bagaimana?”

“hyung-mu??”

“hmm,,,,” ujar Chanyeol sambil tersenyum dan aku mulai stres

“tapi mendadak sekali” aku lemas dan menenggelamkan kepalaku di kedua kakiku

“dekat Nara. hanya 2 jam dari sini” ujar Chanyeol meyakinkanku

“jangan seperti bocah!!” imbuh Ren

“kajja~” ujarku semangat, dan Ren menatapku bringas “hentikan tatapan bodoh itu” ujaku datar, dan Ren langsung memalingkan mukanya

 

AT VILLA

Chanyeol meminjam villa hyungnya dan akhirnya kami bertiga berlibur bersama. Minki!

 

“di luar sepertinya segar” aku berjalan keluar rumah. aku sadar, Ren mengikutiku, namun aku pura-pura tak tau “manuia bodoh” gumamku

 

“Nara….” Chanyeol memanggilku, ia sedang menata kayu balok “sedang apa??”

“jalan-jalan saja. balok itu?” tanyaku saat menatap gunungan balok di hadapanku

“kayu bakar buat nanti malam” ujarnya semangat “kita pesta barberque!!” aku tersenyum padanya. tatapannya begitu hangat

 

“ternyata kau punya otot yang cukup baik juga ya” ujarku sambil mengerling dan ia tertawa “next jangan pakai itu saja” gerutuku ia hanya memakai kaus dalam

“kenapa?” tanyanya, dan aku tersenyum saja

“kau bisa sakit, udara disini ding,,,”

 

Chanyeol menarikku ke dalam pelukannya “ada apa?” wajahku sudah merah padam

“tidak apa-apa” ia menatap wajahku, begitu lekat, dan aku merasakan hembusan nafasnya. aku memundurkan langkahku darinya “tetap disini Nara,,,,”

 

Chanyeol meletakkan dagunya di bahuku, dan terus memeluku erat. ia mendekatkan wajahku hingga hidung kami bersentuhan. perasaan ini sangat berbeda saat Ren melakukan ini padaku waktu itu. ia menciumku hangat dan pelan, ia tiba-tiba terhenti dan menatapku

“ah bolehkah??” tanyanya pelan dan aku tersenyum. lalu ia menciumku lagi, dan aku mengikuti permainan bibirnya yang entah membuatku senang.

aku tau REN ada di balik pohon itu mengintip kami. tapi aku hanya ingin fokus dengan Chanyeol. is this something called love? or what?

 

“nghh,,,” Chanyeol melepaskan ciumannya dan tersenyum

“kenapa?” tanyaku bingung

“aniya,,,, kemari” ia memelukku erat, dan aku sangat senang. MINKI, dia sangat baik. aku menyukainya, MINKI!!! “maaf ya aku menciummu tiba-tiba” imbuhnya sambil menundukan kepala “aku sudah mencoba lurus. tapi tatapanmu membuatku belok tak karuan”

“………….” aku bingung. antara tersenyum, tertawa, diam, atau apa

“aku janji tak akan melakukan ini lagi” ujarnya seraya meminta maaf, dan aku tersenyum

 

**BRAAAK**

dari belakang aku mendengar gebrakan yang begitu keras

“Chanyeol!! jauhkan tanganmu darinya!!” REN berlari ke arah kami dengan tatapan bringas

 

*BUAAK*

hantaman REN tepat mengenai pipi kiri Chanyeol, dan membuatnya tersungkur ke arah balok-balok itu. 

 

“Chanyeol!!” aku berlari ke arah Chanyeol dan melihat pipinya lebam akibat hantaman tinju Ren “ya REN!!!!”

“kau diam!!” REN menatapku tajam, dan aku sangat takut

“kan kau sudah ku bilang jangan dekati Nara!!!” mata Ren memerah saat menatap Chanyeol “kau ikut aku!!!” ia menarikku berlari menjauhi Chanyeol. tempat yang sangat sepi, dan aku takut REN memukulku seperti ia memukul Chanyeol

 

“……..” aku berdiri 1 meter dari tempat dimana Ren berdiri. aku takut!

“kan sudah ku bilang! JAUHI CHANYEOL!” suara Ren begitu keras hingga aku merinding mendengarnya “kenapa masih kau lakukan!!!” aku syok melihatnya begini “kau mau melihatnya remuk? hah!”

“………” aku mendekat pelan ke arahnya “kita pulang saja” aku menggenggam tangan Ren

“tidak mau” ia menarik tanganku sekuat tenaga hingga aku terbawa ke dadanya. ia memelukku erat dan menaruh dagunya di bahuku

“Ren…” aku menjauhkan tubuhku darinya, tak ingin ia melakukan itu lagi “bagaimana jika aku katakan,,, jika aku menyukai Chanyeol?”

“mwo?”

“aku menyukainya,,, sangat”

“……..” ia terdiam menatapku, lalu ku putuskan untuk memalingkan tubuhku darinya “jangan pergi” ia memelukku dari belakang

 

“Nara…” dia membalikkan tubuhku dan tersenyum. senyum itu?? MINKI!! “harusnya kau melawan dan menolak dari awal Nara” ujarnya sedih. matanya berkaca-kaca. aku lalu mendudukannya dan kami saling pandang “aku tidak bisa melawanmu Nara”

 

“aku harus kembali ke Chanyeol” aku cepat-cepat melepaskan diri dari genggaman Ren

“kenapa Chanyeol?” tanyanya sinis “ia tak lebih sempurna dariku”

“menjadi sempurna saja tidak cukup!!!” ujarku kasar pada Ren. cukup sudah!! “Chanyeol? ia lebih dari sempurna”

 

*BRUUK*

“aaw!” Ren menindih tubuhku dan menatapku. aku tak bisa menggerakan tubuhku, dan mulutku seperti terkunci

“you are mine” ia berbisik di telingaku, lalu mencium leherku, lalu menjalar ke bibirku

“hentikan,,, REN!” aku berusaha memberontak sekuat tenaga, tapi sia-sia. aku tidak punya cukup tenaga. ciumannya mulai ganas. tangannya menjalar masuk ke bajuku dan menyentuh tubuh bagian belakangku “REN!!!!” ia tak mau mendengarku, aku semakin panik “REN!! Hentikan!!” aku berteriak keras, dan ia berhenti menciumku. ia bangun dan menatapku kacau “apa yang kau lakukan barusan”

“apa yang aku lakukan!!” ia memukul kepalanya sendiri “maafkan aku!! maaf Nara, maaf!”

 

tadi aku membencinya karena ia benar-benar menciumku seperti itu. namun saat ini aku melihatnya, ia menyentuhku terlalu jauh!

REN,,,

 

“aku sangat membencimu!! Kau tidak lebih dari seonggok sampah!!” ujarku kasar

“maafkan aku….”

“aku tak memahami cara berpikirmu!!” ujarku kesal, lalu bangkit lalu berlari menjauhinya.ingin menangis, tapi tak bisa. MINKI, aku kenapa!! dadaku sesak rasanya

 

*RUANG PERAPIAN VILLA*

sentuhan itu,

tatapan itu,

teriakan itu,

semuanya berkecamuk hebat di pikiranku. bagaimana bisa ia,,,

 

“Nara….” suara lembut itu membuyarkan lamunanku. aku menengok dan tersenyum “pakai ini”

“terima kasih Chanyeol” aku memeluknya erat. kenapa REN melakukan ini!! “………” air mataku menetes dan pelukan Chanyeol semakin kuat

“menangislah,, aku akan terus disini” ujarnya lembut “terus disini hingga kau tenang”

“maafkan aku, kau jadi,,,”

“tidak apa-apa. Ren tidak sengaja”

“kenapa kau membelanya? sudah kita pulang hari ini!!” pintaku lalu ia menggeleng pelan

“tidak apa-apa. lihat” ia menunjuk luka bekas hantaman Ren “sudah tidurlah sini” ia menepuk kepalaku untuk tidur di pangkuannya

“Chanyeol…”

“apa? aku disini kok. istirahatlah”

“………

 

MINKI, aku tau!!

aku merasakan sesuatu itu!

Minki, aku harus bagaimana??

 

**NEXT DAY**

Ren belum keluar dari kamarnya “Nara, panggil Ren” pinta Chanyeol. astaga! kenapa ia begitu baik pada Ren padahal Ren sudah,,, “Nara jangan bengong”

“ah arasseo~”

 

*kreek*

“Ren,, bang,, un??” ia tidak ada di kamar. aku berlari menghampiri Chanyeol “Ren tidak ada”

 

kami mencarinya di seluruh penjuru rumah. tapi kami tetap tidak bisa menemukannya

“kemarin kalian kemana?” tanya Chanyeol tiba-tiba, dan aku kaget

“bukit belakang” jawabku senatural mungkin

“cek kesana!” Chanyeol menggenggam tanganku dan berlari ke arah bukit kemarin

 

*Bukit*

“Ren!!” “Ren!!!”

“kau dimana?” “Ren!” aku berteriak sekuat tenaga, aih, suaraku habis

“apa yang kalian lakukan di tempat sejauh ini” gerutu Chanyeol, tapi aku tetap diam “bahaya Nara”

“maafkan a,,, ah, REN!!!” aku melihat REN tidur di dekat pepohonan “bangun!!”

“Ren bangun!” Chanyeol menepuk pipi Ren. tapi tidak bereaksi “bantu aku meletakkan Ren di punggungku!” Chanyeol menggendong Ren di punggungnya dan berlari secepat mungkin dan meninggalkanku. Chanyeol sangat panik barusan. kenapa ia begitu,,,,

 

*DI RUMAH*

Ren, apa yang kau lakukan disana

Ren, kenapa kau begini

Ren, bangun!

 

“titip Ren sebentar, aku ke apotek”

“dimana??”

“hmm, 20menit dari sini”

“mworago? aku sendirian?”

“gwenchana,,,” Chanyeol tersenyum lalu bergegas ke arah mobil. tak lama, aku mendengar suara mobil menyala, lalu menjauh.

 

“bangun Ren” aku membelai wajahnya “eh?” ia menyergap tanganku, matanya terbuka, dan ia tampah lemah menatapku “Na,, ra?”

“iya, aku disini” aku menepuk lengannya “kau sudah di villa”

“maafkan perbuatan hinaku kemarin” air matanya jatuh membasahi pipinya “aku jahat. maafkan aku”

 

“beraninya kau menyentuhku begitu?” ujarku dan ia menunduk

“………”

“kau mau apa?” ia memaksa bangun “kau masih sakit”

“aku sangat amat mencintaimu” ujarnya “tak bisakah kau melihatnya?”

 

*deg*

“aku melihatnya. tapi aku tidak bisa mempertahankannya” ujarku, dan ia menunduk “Chanyeol,,, mungkin aku menyayanginya lebih dari yang aku tau”

“………….” ia membuang mukanya dan memilih diam

“kau orang pertama yang menyentuhku sejauh itu Ren” ujarku, lalu ia tersenyum “kau tak seharusnya,,,,” ia membekap mulutku dengan tangannya dan tersenyum lagi

 

“baru denganmu aku mencium seorang gadis seperti itu, baru denganmu aku berani seperti tadi, dan baru denganmu aku berbuat sejauh itu” ujarnya dengan nada bersalah “maafkan aku Nara, sungguh!!”

 

aku tak tau harus bagaimana lagi

senyuman tulus Chanyeol menutupi akal sehatku. tapi sentuhan lembut Ren benar-benar menutupi sebagian otakku! Minki!!

 

“mau tau sesuatu?” celetuk Ren

“apa?” ia duduk tegap di hadapanku

“sebelumnya aku ingin minta maaf padamu” ujarnya, dan aku memiringkan kepalaku “dan meminta maaf untuk bagian Chanyeol juga” imbuhnya, dan aku semakin bingung

“ada apa??” ujarku super penasaran

“………….” Ren diam menatap lantai seraya berpikir “huuuh~” ia menghembuskan nafas begitu keras

 

“katakan saja Ren” ujar Chanyeol dari arah pintu

“Chanyeol” aku bangkit dan mendekatinya “katakan apa?”

“kau yakin?” tanya Ren dan Chanyeol mengangguk “hmm,,,,, baiklah”

 

mereka berdua duduk berdampingan di hadapanku. aku cukup terkejut mereka bisa duduk begitu “kami minta maaf sebelumnya” mereka membungkuk ke arahku

“ada apa sebenarnya??” aku mulai gerah dengan kelakuan mereka “katakan sekarang!!”

 

“aku dan Ren,,,,,” Chanyeol terlihat kikuk dan menelan air liurnya berulang kali

“kami,,,,” imbuh Ren dengan nada yang tidak kalah kikuk

“saudara,,,,,” ucap mereka bersamaan “kami saudara”

 

“oh saudara” oh jadi mereka saudara, aku mengangguk “APA??? SAUDARA!!!” teriakku syok dan mereka mengangguk “saudara katamu??” pantas Chanyeolbgitu peduli!!!

“appaku dan eommanya menikah sekitar 5 tahun lalu. dan beginilah kami” ujar Chanyeol santai

“tak banyak yang tau hal ini, karena appa dan eomma memang tinggal di luar negeri” imbuh Ren “appa di Jerman, eomma di Kanada” Ren bangkit dari duduknya dan menuju pintu “aku harap kau tidak marah”

“maafkan kami sudah menyembunyikan ini” ujar Chanyeol. aku tak habis pikir! aku seperti dipermainkan kedua orang ini

“oleh karena itu aku benar-benar melarangmu terlalu dekat dengan Chanyeol” ujar Ren, dan Chanyeol hanya menunduk “aku tidak mudah mengendalikan emosi, aku takut aku menyakiti dongsaengku” apa-apaan ini!!

“dongsaeng??” sialan, pikiranku berkecamuk hebat!! “chanyeol ikut aku! Ren, tetap disini!!” aku menarik tangan Chanyeol dan berlari menuju bukit

 

**Bukit**

“ada apa?” tanyanya santai

“permainankah?” tanyaku sinis

“Nara,, tak ada permainan disini” ujarnya mendekat “ren sangat mencintaimu”

 

*Deg*

“mworagoyo??”

“oleh karena itu aku lebih baik mundur. Ren itu hyungku”

“…………”

“tidak etis jika kami……”

 

*JLEB*

telingaku seperti tertutup. aku bingung harus bagaimana. kedua namja ini sudah menyentuhku terlalu jauh. apalagi Ren. aku harus bagaimana?!!

“kan aku sudah janji tak akan melakukan hal bodoh seperti kemarin” ujarnya santai “Ren itu… dia menyayangimu, sangat”

“……..”

“terlihat dari semua sikapnya yang berubah”

“kau tidak??” tanyaku spontan dan Chnayeol hanya tersenyum dengan tatapan khasnya “jawab aku” imbuhku semakin mendekat, dan ia menunduk “arasseo”

“nee??”

“aku hanya mainan yang tidak berguna di mata kalian. dan yang lebih menyedihkan lagi, seseorang yang mulai aku sayangi… melepasku!”

“Nara……”

 

aku berjalan menjauhinya,

air mataku benar-benar menetes.

bagaimana ia bisa begitu!

 

Minki!! aku mencintai Chanyeol!

Minki aku sangat menyayanginya!

tapi mengapa ia menyerahkanku untuk orang lain.

mengapa Minki? mengapa?

 

**NEXT WEEK**

setelah kejadian itu, Chanyeol menjadi pendiam. Ren juga, aku tak mengerti pikirannya. aku merasa muak di sekolah ini. haruskah?

 

*Ruang Guru*

aku mencari-cari Yesung ssaem, dan akhirnya ku dapati ia sedang mengemil biskuit (?)

“permisi ssaem” tegurku

“ah kau Nara. ada apa??” ia tersenyum “ah silahkan duduk. kau mau??” ia menawarkan koala march-nya. sungguh aneh

“tidak, terima kasih ssaem”

“ada apa mencariku?”

“aku,,, ingin kembali ke California” ujarku mantab dan Yesung ssaem tersenyum

“baru sebentar kau disini, dan sekarang mau pindah lagi?”

“nee~”

“perubahan sikap Chanyeol dan Ren pasti ada hubungannya denganmu ya?” ujar Yesung ssaem tanpa menghentikan kunyahan biskuitnya, aku hanya bisa menunduk

“Ren. Namja itu bukan tipe yang mudah bergaul dengan orang baru. meskipun banyak yang menyukainya kare adia tampan. namun kau bisa membuatnya seperti itu. Dan Chanyeol?’

“………”

“disekolah ini, cukup banyak yang menyukainya. Tapi ia seperti menutup diri. Sejak kau ada, ia sangat berubah. Jauh lebih, ceria”

“aku tak tau ssaem”

“kau yakin akan kembali??”

“nee, sudah cukup yakin”

“jangan hanya cukup” ujarnya lagi, dan aku memiringkan kepalaku “tapi ‘yakin’!”

“aku yakin! tolong bantu aku ssaem” aku memohon dan Yesung langsung mengangguk. ia berdiri dan mencari-cari sesuatu

“isi data ini, ini, dan satu lagi, ini” Yesung ssaem memberikan lembaran surat keterangan “jika sudah siap dan yakin, datanglah kemari” ia tersenyum dan menepuk kepalaku “masalah itu harus di pikirkan baik-baik. jangan berlari dari kenyataan, Nara” aku mengangguk mendengar ucapannya barusan. mengapa cara bicaranya seperti ‘pengalaman’

“ssaem, tolong jangan katakan hal ini kepaad yang lain sebelum aku selesai mengurus semuanya”

“hmm, baiklah” Yesung ssaem menepuk bahuku “tapi Chanyeol dan Ren. Kau lebih menyayangi Chanyeol”

“nee?” aku laget mendengar kalimatnya. Ssaem ini benar-benar memiliki pemikiran dan skap yang berbeda

 

**AUTHOR**

**3 DAYS LATER**

selama 3 hari ini, Nara sama sekali tidak masuk sekolah. Chanyeol yang awalnya tidak mau tau, akhirnya beranikan diri bertanya

“Ren.. kau tau dimana Nara?” Ren mengangkat bahunya “kemana ya dia”

“kau saja tidak tau, apalagi aku. pasti ia sangat amat menbenciku” ujar Ren dengan nada pasrah “tapi dimana ya dia?”

“aku mungkin menyakitinya, Ren…”

“tentu saja! bagaimana tidak, ia mencintaimu tapi kau malah mengatakan hal tolol itu”

“maksudku….”

“lain kali, pikirkan perasaanmu, perasaannya juga, Chanyeol” kalimat Ren barusan menyadarkan Chanyeol kalau selama ini ia menyayangi Nara. terbesit rasa kecewa di wajah Chanyeol

 

*kreeet*

“siang anak-anak” Yesung ssaem memasuki kelas

“siang ssaem!”

 

Yesung ssaem menatap kursi kosong Nara, dan mendekat ke arah murid-murid “mulai sekarang, Han Nara sudah tidak sekolah disini lagi” ujar Yesung ssaem, sontak Ren dan Chnayeol berdiri karena kaget

“ma.. maksudnya ssaem?”

“Nara pergi dari Shinhwa??”

“nee. beberapa hari lalu, ia meminta surat pindah. ia langsung mengurusnya, dan ia sudah tidak disini lagi”

 

anak-anak cukup kaget mendengar berita yang sangat tiba-tiba, termasuk Ren, terlebih lagi Chanyeol “oh iya, barusan Nara mengambil surat jalannya. mungkin ia masih ada di sekolah ini” ujar Yesung ssaem sambil sibuk menumpuk kertas

“………..”

“Ren, Chanyeol! kalian cepat pergi menemuinya”

“ayo Chanyeol!” Ren menarik tangan Chanyeol, namun ia hanya diam “cepat!!”

“………..”

“Chanyeol, jika kau tak menemuinya sekarang… kapan kau akan menemuinya?” Yesung ssaem mengingatkan Chanyeol “pergilah”

“………..”

“ppalli Park Chanyeol!!!”

 

Chanyeol dan Ren bergegas mencari Nara di koridor bawah “Itu Nara!!!” Ren melihat Nara yang hendak keluar gerbang “Nara!!!!” teriak mereka, dan Nara berhenti melangkah dan menatap mereka

 

NARA

*bruk*bruk*bruk*

aku mendengar langkah kaki seseorang di belakangku dan aku berbalik “Ren? Chanyeol?”

 

“kau… mau kemana??” Tanya Ren dengan napas tersengal-sengal

“aku? mau kembali ke California”

“………” Chanyeol menatapku sinis

“hentikan tatapan itu” aku langsung memeluknya erat “senang bisa mengenalmu, Chanyeol” namun Chanyeol seakan tak mau ku peluk “baik akan ku lepaskan…” aku sedikit menjauh dari mereka

 

“Nara kau tak harus pergi” ujar Ren

“Ren??” chanyeol menatap Ren seakan melarangnya mengatakan hal itu

“apa sih??” gerutu Ren “Nara aku memang sudah menyentuhmu. tapi ia sudah merebut hatimu kan” ujar Ren sambil menatap Chanyeol “tetaplah tinggal”

“hyung~” Chanyeol melotot kearah Ren “hentikan!!”

“Nara… jangan pergi” Ren menggenggam tanganku. Rasanya sagat berat pergi dari mereka. Tapi…

 

untuk pertama kalinya aku mendengar Chanyeol memanggil Ren ‘hyung’. Tuhan, pria ini terlalu sempurna untukku

“sayang sekali, Ren” ujarku sambil merapikan kemejaku

“sa,, yang??”

“berkasku, barang-barangku, sudah ada disana kemarin”

“………..” mereka diam menatapku. aku harus cepat pergi, atau akan menangis hebat

“kenapa tak pamit pada kami??” Ren menatapku sinis

“kau datang dan pergi sesuka hatimu. kau melihat dan mengabaikan juga sesuka hatimu. apa itu sifatmu” ujar Chanyeol kasar dengan tatapan yang tak kalah sinis “pergilah~” Chanyeol membalikkan tubuhnya “pergi dan jangan kembali”

 

*Deg*

aku tidak menyangka ia mengatakan hal itu.

aku malah berharap ia menghalangiku

“Chanyeol.. apa yang kau katakan!”

“Ren, sudah biarkan saja. itu haknya”

 

“salmyeosi nal jabajudeon geu songil, nal bodeon ttatteuthaetdeon geu miso. nunmul jocha areumdabdeon sarang. nae mameun ajig geudaeronde”

(The arms reached out for me and grabbed me silently. The heartwarming smile that looked at me. The love that even made tears beautiful) (SEOHYUN – I’LL WAIT FOR YOU)

 

aku menyanyikan lagu yang sangat amat ingin aku nyanyikan jika aku bisa menemukan CINTA. aku menemukannya, tapi tidak bisa memilikinya.

Minki, hatiku sakit

 

“Nara…” Ren menatapku iba, sedangkan Chanyeol tidak bergeming

“selamat tinggal REN” ujarku ramah dan ia mengangguk

“Nara, maafkan aku”

“tak apa, Ren. aku memaafkanmu” aku tersenyum menatap Ren “Chanyeol, senang bisa bertemu denganmu. semoga, semoga, dan semoga” aku langsung berbalik menjauhi mereka menuju airport

“Nara!!” Ren melambaikan tangannya padaku “hati-hati…”

“nee~ gomawo” Chanyeol masih saja tak bergeming. Jahat kau Chanyeol

 

ya, senang bisa bertemu denganmu, Park Chanyeol. aku berjalan meninggalkannya, menangis, dan tak tau harus bagaimana. MINKI!! na maemeun apasseo!

 

INCHEON AIRPORT

“Agassi, sebentar lagi pesawat anda datang” ujar bagian ticketing “silahkan tunggu sebentar”

“terima kasih” aku langsung menuju ruang tunggu

 

“semoga aku bisa melupakanmu” gumamku saat melihat photo di gereja bersama Chanyeol

apakah aku bisa melihat senyumannya lagi?

apakah aku bisa mendengar suaranya lagi?

Aku memikirkan dia teramat sangat.

Sampai aku benar-benar membenci diriku karena terlalu memikirkannya

 

“Ketika aku percaya akan cinta, cinta itu meninggalkanku. Aku tak mengerti kenapa cinta itu begitu rumit Aku ingin pergi dan melupakanmu, tapi tak bisa”

 

MINKI, aku bodoh ya

Maaf aku tidak menyadari cintamu dulu

Aku merindukanku, MINKI

 

***FLASHBACK***

“MINKI!!”

“jangan berteriak, aku disini”

“tadi di kelas aku menonton film tentang cinta”

“terus?”

“cinta itu apa?”

 

Minki tersenyum dan terus menatapku

“ayo sambil jalan” ujarnya sambil merangkul bahuku. Ya aku dan Minki sekarang satu sekolah. Kami selalu bersama, dan itu menyenangkan

“Minki…”

“hmmm”

“jawab dong”

 

“kau mau aku jawab apa?”

“setidaknya kau kan lebih tua 2 tahun, pasti kau paham”

“kenapa harus mengatakan kata tua?” ia mendengus

“ayolah Minki…. Jelaskan agar aku mengerti”

 

“Nara, kau tidak akan mengerti jika kau tidak merasakannya”

“maksudnya?”

“cinta itu abstrak. tak bisa di lihat, tak bisa di sentuh, hanya bisa di rasakan. Disini”

 

Minki tersenyum dan mengacak-acak rambutku

“Minki… kau pernah merasakannya??”

“apa?”

“cinta…” Minki terdiam dan lurus memandang ke depan

 

“nee. Aku sedang merasakannya Nara….”

“rasanya bagaimana?”

“hangat, dan bisa membuatmu memikirkannya setiap hari”

“apa lagi??”

“kau tak bisa tak melihatnya, kau rasanya ingin terus disampingnya, dan menjaganya”

“lalu?” ujarku antusias mendengarkan penjelasan Minki

“kau akan merasa bahagia jika bisa melihat ia tersenyum dan bahagia”

“terus?”

“kan sudah ku katakan, sulit mengerti jika kau tidak merasakannya”

“rumit ya?”

“untuk saat ini, perasaan yang kurasakan memang rumit”

“lalu apa kau mau bertahan memiliki perasaan begitu?”

“nee. Aku akan bertahan, sampai di titik dimana aku tak bisa bertahan lagi”

“……”

***FLASHBACK END***

 

Ya, aku merasakannya sekarang, Minki!

Seperti yang kau katakan padaku dulu.

Tapi mengapa bukan kau yang mengajarkannya?

Mengapa bukan kau yang datang dan memberikannya pertama?

Kenapa kau harus pergi?

 

Minki..

Aku sudah mengerti apa itu cinta.

Tapi cinta itu tak berpihak padaku

Rasanya ternyata sangat sakit ya, Minki

 

I smile even if it hurts, tears flow even if I smile.

I am at the place where your memory remains.

 

***FLASHBACK**

“paman!! Paman!! Kenapa Minki!!”

“Minki.. Minki kecelakaan Nara”

“kecelakaan??”

“ayo ikut…” paman menggandengku menuju ruangan Minki

Setelah sampai di ruangan dimana Minki di rawat, aku melihat ada tubuh yang sudah tertutup kain putih. Keadaan sangat amat hening. Tampak eomma, appa, bibi, dan paman berdiri di dekat ranjang.

Itu Minki? Uri MINKI? “Minki?”

“Nara… Minki sudah tidak ada. Ia pergi” bibi menangis keras sambil memeluk suster. Aku masih tidak mengerti. Aku mendekat dan tanpa terasa air mataku jatuh “Minki pergi Nara…”

“Nara kau harus tabah ya” ujar eomma sambil menepuk bahuku. ini serius?? Aku mendekat ke ranjang dan menatap seseorang di balik selimut ini “……”

“ini oppa??” tanyaku pada paman, dan ia mengangguk lemas. Aku menelan ludah dan terus menatap seseorang di balik selimut ini. rasanya tubuhnya menggigil

perlahan aku membuka selimut putih yang menutupi wajahnya ”Oppa?” aku membelai wajahnya yang begitu dingin “bangun….” Matanya tertutup rapat. Ia tidak mendengarku “appa, kenapa Minki diam saja?” aku menatap appa-ku yang berdiri di pojok kamar menatapku “Minki, aku sudah datang. Bangunlah”

“Minki, sudah tidak ada Nara. ia pergi, untuk selamanya” ujar appa menenangkanku “ikhlas ya”

“ikhlas??” entah mengapa aku merasa hatiku seperti di hantam batu keras. Rasanya benar-benar sakit “…….”

“Minki sudah meninggal akibat pendarahan” imbuh paman di belakangku “tabrakan itu membuatnya langsung… pergi”

“tabrakan?” air mataku tak mau berhenti, terus jatuh dan jatuh

*bruuuk*

“Minki!!!” aku memukul tubunya “kau belum menjelaskannya padaku Minki. Minki bangun. Ku mohon” aku berlutut di ranjang di mana Minki menutup matanya selamanya

“Nara.. sabar. Tabahkan hatimu”

“miss, calm please. You have to be strong” ujar suster sambil menepuk bahuku

Bagaimana aku bisa tenang!

Bagaimana aku bisa sabar!

Di hadapanku, ia benar-benar menutup matanay!

Untuk selamanya!

“MINKI BANGUN SEKARANG JUGA!!!! MINKI!!!!”

“CHOI MINKI!!!!!”

 

**3 DAYS LATER**

*Minki’s house*

Mengapa begitu terasa? Minki, aku rindu padamu.

Senyumanmu, tawamu, tatapanku, kasih sayangmu, dan pelukanmu

Kau dimana sekarang, Minki!!

“bibi, boleh aku masuk kamar Minki?” pinta meminta izin, dan bibi mengangguk

“Nara…”

“nee?” aku menatap Bibi, matanya masih terlihat jelas air mata yang tertahan “ada apa?”

“Minki… dia ingin kau bahagia” ujar Bibi dengan senyum. Senyum manis itu di dapatkan Minki dari Bibi ternyata “jadi bahagialah” aku mengangguk dan langsung menuju kamar Minki di lantai 2

*kreeet*

Ruangan ini kosong, di tinggal selamanya oleh pemiliknya

Hidupku kosong, di tinggal selamanya oleh Minki

“buku rahasianya Minki. Hahaha” aku membuka buku harian Minki. Buku keramat yang Minki paling anti jika aku menyentuhnya, bahkan meliriknya saja dikatakan haram “aku lihat ya Minki oppa” ku buka lembar demi lembar. Tapi ini buka seperti buku, melainkan…

“ini scrapbook ya??” aku membuka halaman ke-3, dan aku kaget “aku?” banyak sekali ini. lho photo ini ketika SD dan SMP ya? “kapan ia mengumpulkannya?”

Setiap lembar hanya ada photoku dan beberapa keterangan dibawahnya. Air mataku jatuh membasahi scrapbook milik Minki. Lembar demi lembar ku buka, dan tangisannku pecah saat sampai di 3 halaman terakhir

‘Nara, waktu itu kau tanyakan apa itu cinta padaku. Tapi kau tak bertanya apakah aku mencintaimu. Andai kau tanyakan, aku akan menjawab, ya, sangat. Aku sangat mencintaimu, Han Nara’

‘hari ini kau sudah masuk SMA, kau cantik menggunakan seragam itu. Akhirnya aku bisa selalu menjagamu. Kita akan pergi dan pulang bersama. Dan saat kau mulai bertanya akan cinta, aku akan disini dan mengajarkanmu’

‘aku bercerita pada orangtua kita tentang perasaanku, dan mereka mendukungku. Kau tau rasanya senang sekali. Maukah kau membuka hatimu untukku?’

‘Nara, aku sangat mencintaimu sampai-sampai aku tidak tau harus bagaimana bila tak melihatmu. Aku akan menunggumu sampai waktuku benar-benar habis Nara. karena aku mencintaimu’

Aku menutup Scrapbook dan terduduk di ranjang “kenapa kau tak katakan Minki!” aku semakin menangis mengingat semua kalimat Minki untukku di setiap photo. Minki!! Kenapa hanya aku yang tidak tau tentang hatimu!! “MINKI!!!!!”

***FLASHBACK END***

Kini, aku hanya bisa melihatmu di dalam hatiku.

Cintamu, akan selalu ada disini, di hatiku.

Tetaplah bantu aku, MINKI

“gate pesawat menuju California sudah dibuka. Bagi penumpang yang sudah memiiki tiket, harap menyiapkan diri di bagian gate. Pesawat akan berangkat dalam waktu 10menit. Terima kasih”

“saatnya kembali” aku bangkit dari kursi setelah mendengar informasi tentang kedatangan pesawatku. Aku langsung menuju gate pesawatku

“afternoon, miss. May I check your ticket please?”

“oh yes, of course, this is” aku menyerahkan tiketku pada pramugari cantik ini

“done. please follow this gate”

“thank you”

aku berjalan melewati lorong menuju pesawat dengan pikiran dan hati berkabut. Semua sudah tak lagi nyata “selamat tinggal Chanyeol” dan berakhir, terima kasih.

I can’t be seen, my words can’t be heard

It doesn’t matter, even if you forget me

I will be okay after a few days

If I can’t see you again, I really wanna forget all about you that hold me

Goodbye~

** 3 YEARS LATER **

**Pusara Minki**

“morning Minki!! This is my first day into college. Yeaay” aku menyematkan bunga di pusara Minki dan tersenyum “aku akan berjuang untuk bagianmu. Tenang” aku tersenyum melihat photonya yang sangat manis “ah aku harus ke kampus sekarang. Wish me luck oppa”

Aku melangkahkan kaki menuju masa depan

Tanpa Minki,

Tanpa Chanyeol,

Tapi mereka akan selalu disini, di hatiku

**UNIVERSITY OF SAN FRANCISSCO**

“hey my name is Krystal”

“my name’s Key”

“I’m Kris” tegur beberapa teman baru. ya aku kembali ke bahasa lamaku, inggris.

“my name is Nara, and I’m Korean” ujarku santai

“woaah, your  English is great!! How long you….”

“I was born in California” dan mulut mereka membulat saat mereka tau aku sudah lama tinggal disini “is that okay?”

“of course, we’re friends right now. Don’t worry babe” Krystal merangkul bahuku “hey, let’s chit chat there. Come on”

“that’s good idea”

Mulai sekarang, aku akan fokus disini.

Mencoba melupakan Chanyeol.

Harus bisa!! atau tidak sama sekali

“My love just can’t seem to reach you.

Just as much as the amount of tears that flowed, it’s still far away to go.

I have to forget you, I miss you so much.

Even if you never know how much it hurts, I will forget.

I’m a fool, you know me.

My heart’s been ripped apart, but I can only smile.”

(SM THE BALLAD – MISS YOU”

**6 DAYS LATER**

“hot summer! Oh hot hot summer!” gerutu Krytal dan mengibaskan rambut panjangnya “oh my God!!”

“hey! Stop doing that!” gerutu Key yang tampaknya terganggu dengan kibasan rambut Krystal

“what’s your problem, bro?

“hey you two. Today is so hot, so stop doing stupid things” ujar Kris sambil mengipas-ngipas menggunakan buku “Nara, are you  okay?” Kris tiba-tiba mengarahkan kipasnnya ke arahku

“yeah, I’m fine. Hahaha”

“Nara is Miss Simple” ujar Krystal dengan mimiknya yang unik “ah in Korea, what ‘so hot’ called??”

“neomu durowo” ujarku dan mereka mengangguk. Ah key sangat lucu ketika memiringkan kepalanya

Entah mengapa beberapa hari ini benar-benar panas. Bahkan suhu AC sudah cukup tinggi. Tapi bagi wanita seperti Krystal ini termasuk panas. Hmm, aku juga sih. hahaha

 

****

“thanks for today. ah remember to checking you badge before next week” ujar salah satu dosenku

“how if we’re late sir?” tanya salah satu temanku

“better not late. hmm, 8 days to go. so prepared it. understand??”

“yes sir!!” dosen itu meninggalkan kelas kami. ini adalah hari ketiga semester 7. dan seperti itulah rutinitasku

aku memandang keluar jendela, teringat senyum manis Chanyeol

“keputusanmu sudah tepat Nara” bathinku

“hey!! i have an information!!” teriak Kris dari arah luar

“what’s information?” tanyaku malas

“there is a new friend for us” imbuh Krystal centil

“ah Nara, you are an Korean right??” tanya Kris sambil menyiapkan kursi, dan aku mengangguk “today there’s an student from Sul” imbuhnya dan aku bingung Sul

“do you mean S-E-O-U-L?”

“yaap!! i was wrong. hahha, sorry” ia tertawa lalu keluar kelas “here’s he, Chanyeol Park”

“afternoon, my name is Chanyeol Park. i’m from Seoul”

Chanyeol?

aku mendengar suara Chanyeol. tapi tidak mungkin itu Chanyeol. ia saja tak mau melihat kepergianku waktu itu. ia kan tidak bisa bahasa inggris

“so you come from Seoul. Nara from Seoul too right??”

“yes. i’m following her” ujar seseorang itu, dan aku benar-benar syok saat aku menatap siapa murid baru itu ‘Chanyeol’

“Chanyeol!!!” aku bangkit dari kursi dan menatapnya

“bangapta, Nara” senyumnya padaku! senyum itu, nyata!!

“annyeong uri Chanyeol”

“hey stop that conversation. we don’t even know your words” gerutu salah satu temanku, Krystal

“how if we try to learn Korean? hahha” ujar Chanyeol

“Nara already teach us, but it seems so difficult”

“Nara and Me will help” imbuhnya lagi dan mereka setuju

“Chanyeol!!!” aku berlari ke arahnya dan menangis “bogosipeoyo”

“nado bogosipeoyo. ah, saranghaeyo”

“ah bukankah kau tak suka bahasa inggris”

“tak suka bukan berarti tak bisa. appa dan eomma kan tinggal di luar negeri”

“oh iya ya! ah payaah”

“…….”

yeah this story end up here

unpredictable love from him

i can’t even think when he around me

that’s way, i really love him

“mana REN??” ujarku centil, dan ia manatapku tajam

“nih!!” ia mengepalkan tangannya ke arahku

“hahahha”

.

.

.

——

astaga Tuhan, akhirnya ke post juga semua part-nya🙂

terima kasih yang sudah baca, terutama juga yang sudah comment🙂

saya sedang sibuk mengurus PI, maklum sudah semester 7 jadi sibuk😦

maaf lama~😀 gamsahamnida~ ….. by: Anastasia (author)

——

Entry filed under: Chaptered, EXO-K, FanFiction, Friendship, Indonesia, Romance. Tags: .

I Remember You – Chapter 6b End… Destiny Of Love Part 1

2 Comments Add your own

  • 1. aneeta  |  October 20, 2012 at 9:43 AM

    ednnya keren

    Reply
  • 2. aneeta  |  October 20, 2012 at 9:44 AM

    endnya keren

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

September 2012
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: