Mysterious School [신비학교]

August 28, 2012 at 3:50 PM Leave a comment

Poster MS

Title : Mysterious School || Author : andinarima || Main Cast : Bae Suzy, Lee Donghae, Kwon Yuri, Lee Jieun and Kimbum || Other Cast : You’ll find out in this story || Length : Oneshot || Genre :  Romance, mystery, friendship, school || Rating : General

http://andinarima.wordpress.com

Di sebuah sekolah favorit di kota Seoul, terdapat empat murid baru yang sanggup memecahkan misteri. Seoul International School (SIS) rumornya adalah sekolah paling misterius di seantero kota Seoul. Keempat anak yang bergabung dalam Pemecahan Misteri Rahasia (PMR) ini adalah Suzy–sangat pintar dan selalu memakai feeling serta logika; Kim Bum–kuat dan yang paling ditakuti; Jieun–cewek imut yang sangat bisa menyamar; dan Donghae–cowok cool yang dapat melihat makhluk gaib. Mereka ditugaskan oleh sang kepala sekolah SMA SIS untuk memecahkan misteri yang baru-baru ini terjadi, yaitu ‘Hantu Pelahap Maut’. Namun mereka harus sanggup menjaga identitas asli mereka.

Annyeong haseo. Apa benar ini SMA SIS?” tanya Suzy kepada seorang kakak kelas cewek yang cukup cantik, bernama Jessica.

Ne. Kalian anak baru itu, ya?” tanya Jessica ketus.

“Iya, Sunbae-nim. Apa kalian tahu dimana ruang kepala sekolah?” tanya Jieun. Sementara Kim Bum dan Donghae membawa barang-barang mereka ke asrama yang disiapkan sekolah.

Keurae. Follow me!” Jessica dan kedua temannya–Yonna dan Tiffany, membawa Suzy dan Jieun menuju lorong-lorong gelap di sepanjang koridor SMA SIS. Suzy yang mempunyai feeling sangat kuat merasa kalau mereka sedang dipermainkan oleh sunbaesunbae ini. Tapi karena tidak melihat gelagat mencurigakan, maka Suzy tenang-tenang saja.

Namun ketenangan itu tak bertahan lama, karena ketiga sunbae itu secara tiba-tiba mendorong masuk Suzy dan Jieun ke dalam toilet perempuan dan menguncinya dari luar.

“Ini tempat ketua hantu itu beroperasi. Selamat tinggal dan bersenang-senanglah. Hahaha!” ejek Tiffany, yang diikuti suara tawa kedua temannya yang semakin lama semakin menghilang.

“Aduh, Suzy. Kok kita bisa sampai terkurung disini sih? Kamu kan punya feeling yang kuat. Terus cara kita keluar dari sini bagaimana?” rengek Jieun.

Mianhae. Sebenarnya tadi aku sudah punya firasat, tetapi belum yakin. Bagaimana kalau kita telepon Kim Bum dan Donghae?” usul Suzy sambil merogoh saku di rompinya. “Tapi aku tidak membawa henpon.”

Jieun juga merogoh sakunya, dan mendapati ponselnya mati. “Terus sekarang bagaimana?”

Sementara itu, Donghae dan Kim Bum sudah kembali ke sekolah. Mereka mencari-cari dan mencoba menghubungi kedua teman wanitanya itu, namun kalau memakai cara manual tidak akan ketemu.

“Aha! Kita coba pakai jam pelacak ini saja,” usul Kim Bum, lalu mulai memancarkan sinyal pelacak ke seluruh pelosok sekolah. “Ketemu! Mereka berada di toilet wanita di ujung lorong kedua. Ayo!” Mereka pun berjalan menuju tempat yang dituju.

“Bagaimana kalian bisa sampai terkurung di toilet itu?” tanya Donghae, malam harinya ketika mereka berkumpul di kamar asrama khusus bagi PMR yang sudah disiapkan ketua PMR dan kepala sekolah.

“Ceritanya panjang,” kata Suzy pendek.

“Persingkat,” tuntut Kim Bum yang sedang searching mengenai SIS.

“Kita ditipu,” ujar Jieun.

“Terus?” tanya Donghae.

“Itu versi singkatnya.” Suzy melengos pergi keluar kamar. Dia lalu berjalan menuju kamar yang menurut dia ditempati ketiga sunbae yang tadi pagi mengerjai ia dan IU. Setelah sampai di sebuah kamar di ujung lorong, ia menempelkan telinganya ke daun pintu. Menguping!

“Kedua cewek tadi sepertinya adalah anggota PMR deh.” Terdengar sebuah suara yang diyakini Suzy sebagai suara Yoona.

Suzy tersentak. Kok mereka bisa tahu siapa aku? Menurut insting, pembicaraan ini pasti serius dan menyangkut ‘Hantu Pelahap Maut’. Maka, dengan menggunakan alat-alat canggih yang hanya bisa ditemui di markas PMR–yaitu pulpen (yang bisa merekam pembicaraan) dan koin (yang dapat mengirimkan isi pembicaraan itu ke jam di tangan para agen PMR) Suzy memasangkan alat itu ke daun pintu. Di jam tangannya sendiri ia bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi di dalam.

“Kalau begitu kita lapor saja ke Miss ‘Why’,” sahut Tiffany, lalu menghubungi si Miss ‘Why’ itu melalu webcam. Webcam itu memunggungi kamera pengintai, jadinya wajah si Miss ‘Why’ ini tidak terlihat.

“Baik, Miss. Kami akan membuat mereka mengundurkan diri dari sekolah agar tidak merusak rencana kita.” Lalu mata Yoona menatap kamera pengintai, yang membuat Suzy kaget. Yoona merusak kamera itu dengan cara melemparkan permen karet yang sudah ia kunyah. Suzy buru-buru merapikan alat pengintainya dan kembali ke kamar.

Keesokan paginya, mereka digegerkan dengan kejadian menghilangnya sepuluh murid teater di ruang latihan mereka. Keempat agen PMR pun langsung beraksi sebelum polisi menggeledah TKP.

“Hei, aku menemukan surat. Sepertinya dari si ‘Penculik’,” kata Suzy yang mengacungkan sebuah amplop.

“Tunggu dulu, sebelum kita baca kita cek sidik jarinya, kemudian kita bandingkan dengan sidik jari penjahat bernama Miss Y,” ujar Jieun, lalu mengambil alat yang bisa mendeteksi sidik jari. Namun setelah hasilnya terlihat, sidik jari itu bukan sidik jari Miss Y.

“Hemm, terus sekarang bagaimana?” kata Suzy putus asa.

“Kita baca saja dulu suratnya.” Lalu mereka membaca isi surat itu.

“Kalian tidak akan pernah menemukanku. Kalian akan gagal dalam misi kali ini, karena aku sudah lebih pintar dari masa lalu. Tapi aku bisa membantu kalian. Temui anak paling tampan di sekolah ini, lalu tanyakan kepada dia tentang aku. Kalian akan menemukan pencerahan”

“Siapa anak paling tampan di sekolah ini? Aku?” kata Donghae ge-er.

“Issh, kalau kamu orangnya aku tidak bakal mau menyamar untuk mendekati kamu,” ledek Jieun.

Akhirnya mereka keluar dari TKP karena polisi sudah datang untuk melakukan penyelidikan. Mereka berniat untuk menemui kepala sekolah, namun tidak berniat untuk membeberkan penemuan terbaru mereka.

Keluar dari ruang kepala sekolah, mereka berpisah untuk mencari siswa paling tampan di sekolah ini–mengikuti petunjuk dari si ‘penculik’.

“Aduh, Suzy, kita mau kemana lagi. Capek!” keluh Jieun.

Namun Suzy tidak menjawab, melainkan terus menatap kerumunan di koridor dekat tangga. Ia menarik lengan IU untuk mendekati tempat itu. Siapa tahu orang yang dicari ada disitu. Dengan seenak jidatnya, Suzy menerobos kerumunan lalu berdiri dengan gagahnya di depan cowok yang cute sekali.

“Kamu cowok paling tampan di sekolah ini?” tanya Suzy langsung dengan ciri khasnya–sombong dan angkuh.

Ne. Tapi itu sih menurut cewek-cewek disini. Aku tidak merasa seperti itu kok,” kata cowok itu, yang bernama Suho–terlihat di bagde name-nya.

“Suzy, mungkin ini orangnya. Dia terlihat… terlihat… cute sekali,” bisik Jieun.

Lalu tanpa ba-bi-bu lagi, Suzy menarik kasar tangan Suho menuju tempat sepi diikuti Jieun yang berjalan sambil menunduk tak sanggup melihat tatapan menusuk dari para fans Suho.

Di tempat sepi itu, Suho duduk di bangku di sekitar tempat itu. Suzy mendekati Jieun.

“Sana kau interogasi dia. Tapi aku rasa kau tidak perlu berpura-pura ramah,” goda Suzy. Jieun hanya tersipu, lalu dia mendekati Suho. Suzy memberikan sinyal kepada kedua teman cowoknya untuk segera ke tempat itu.

Annyeong, Jieun-imnida. Bolehkah aku bertanya sebentar kepada kamu?” tanya Jieun seramah mungkin.

Annyeong, Suho-imnida. Tapi mau tanya apa dan mengapa harus di sini?” Suho terlihat bingung.

Jwisonghamnida. Tapi ini sangat penting.”

Keurae. Mwo??”

“Mm.. apa kamu kenal dengan Miss Y?” Saat pertanyaan itu diluncurkan Kim Bum dan Donghae sudah tiba lalu berkumpul bersama Suzy di pojok ruangan untuk mendengarkan pembicaraan itu.

Suho terkejut. “Miss Y! Bagaimana kamu tahu Miss Y? Itu panggilanku buat kakak sepupuku.”

Mwo??! Nama aslinya siapa?” tanya Suzy yang mendekati mereka.

“Mm… Yuri. Kwon Yuri!”

“Yuri? Apa dia berteman dengan ketiga cewek yang bergabung dalam The Popular Girls (PG)?” tanya Donghae.

“PG? Siapa?” Suzy bertanya karena dia baru pertama kali mendengar nama geng itu.

“Mereka terdiri dari Jessica, Yoona dan Tiffany,” jawab Kim Bum.

“Mereka kan yang mengerjai aku dan Jieun, juga yang memberitahu tentang PMR kepada Miss ‘Why’.”

“Miss ‘Why’. ‘Why’ kenapa atau ‘Y’?” ledek Donghae bingung.

“‘Y’. Mian, pronounciation-ku jelek,” kata Suzy.

Jamkkan. Kalian agen PMR? Yuri pernah bercerita tentang itu,” potong Suho.

Mwo?” tanya para agen PMR antusias.

“Dia pernah mengikuti audisi untuk menjadi agen PMR, berhasil lolos. Namun suatu hari dia difitnah oleh teman akrabnya yang berubah menjadi musuh bebuyutannya. Yuri difitnah telah membocorkan rahasia terbesar yang dimiliki PMR ke seluruh dunia memakai jaringan internet. Dia tidak pernah melakukan itu, namun dia berubah menjadi sangat kejam dan licik. Ia ingin membalas perbuatannya kepada agen-agen muda PMR,” jelas Suho panjang-lebar.

“Rahasia terbesar? Apa rahasianya? Kita saja tidak tahu,” ujar Kim Bum.

Bimil! Bimiriya! Namanya rahasia pasti tidak akan ada yang tahu kecuali orang-orang tertentu,” ketus Suzy.

Gamsahamnida, Suho-ssi,” kata Jieun tulus.

Cheonmaneyo. Kalau kalian perlu bantuanku, kalian cari saja aku. Aku pergi dulu,” pamit Suho.

Tiba-tiba Suzy mengejar Suho yang sudah berjalan cukup jauh. “Jamkkan, Suho-ssi,” teriaknya.

Suho berbalik. “Mwo?”

“Agar kita tidak repot mencarimu kemana-mana, ini aku kasih pin. Di pin itu ada pelacak dan sinyalnya. Dan kami akan segera tahu kau dimana kalau kami membutuhkanmu.”

Gomawo.” Suho berjalan pergi.

Jieun, Kim Bum dan Donghae menghampiri Suzy.

“Apa yang kau berikan tadi, Suzy-ah?” tanya IU.

“Hanya pin pelacak, agar kita bisa melacak keberadaannya,” jawab Suzy pendek.

*

Gomawo atas makan malamnya, Suho-ah,” kata Jieun tulus.

“Tidak apa-apa. Aku pergi dulu. Sampai jumpa!” Suho pun meningalkan kamar para agen PMR.

“Hayyoo, tadi itu siapa?” goda Suzy yang tiba-tiba muncul.

“Informan kita,” jawab Jieun tak menggubris nada ledekan di suara Suzy.

“Ngapain kamu dinner dengan informan dan satu-satunya petunjuk yang kita punya?” tanya Kim Bum ketus.

Wae?” tanya Jieun heran.

Ne, memangnya kenapa kalau dia jalan dengan Suho? Apa kamu cemburu?” tebak Suzy.

Kim Bum salah tingkah. Dengan cepat ia menjawab, “Ani. Hanya saja… hanya saja…”

“Hanya saja apa?” kejar Suzy.

Tiba-tiba datanglah Donghae entah darimana. “Hei, kau mau tahu saja urusan orang, ya. Urus sana urusanmu sendiri.”

“Eh?” Suzy menatap Donghae kesal. “Kenapa kamu yang marah? Lagipula aku tidak bicara denganmu.”

Donghae diam.

“Hei, kok diam? Waeyo? Udah ngerasa bersalah ya?” tanya Suzy dengan bangga.

“Tadi katamu kau tidak bicara denganku. Maka tidak aku jawab.”

“Ish…” Suzy speechless.

“Kalian kenapa sih setiap bertemu selalu berantem?” tanya Jieun heran.

“Jieun-ah, mungkin mereka saling menyukai namun tidak mau mengakuinya,” tebak Kim Bum seenaknya.

“Yaa, Kim Bum-ah. Kamu ini ada-ada aja,” teriak Suzy.

Neo micheosseo!” desis Donghae, lalu memasuki kamar diikuti Jieun.

Sebelum masuk, Suzy memeletkan lidahnya kepada Kim Bum.

*

“Whoah. Siapa sih pagi-pagi buta begini nelpon?” Jieun yang baru bangun karena mendengar suara dering ponsel menggerutu, namun setelah melihat siapa yang menelpon dia langsung tersenyum sumringah.

Yoboseyo?”

Annyeong, ini aku Suho.”

“Ada apa? Apa ada berita tentang Miss Y?” tanya Jieun berharap.

Ne. Bisa kita bertemu di sekolah? Dengan teman-temanmu juga ya. Aku tunggu.”

IU segera membangunkan teman-temannya lalu bersiap-siap untuk menemui informan mereka. Tak lama mereka sudah sampai di tempat yang dituju, namun disitu tidak ada siapa-siapa.

Tiba-tiba terdengar tepukan dari belakang mereka. Mereka menatap tak percaya. Kedatangan PG membuat mereka semua terpaku.

“Ckckck!” Jessica berdecak. “Daebak!! Daebakida! Kalian sudah menemukan orang yang tepat. Tapi sayang informan kalian telah berkhianat. Hahaha.”

“Apa maksudmu?” tanya Suzy ketus.

“Suho telah berkhianat kepada kalian dengan cara memberitahukan kepada kami,” sahut Tiffany.

“Lalu dimana Suho?” tanya Jieun sambil melangkah maju mendekati mereka.

“Mmm… dimana ya?” ledek Yonna.

“Cepat kasih tahu!!” teriak Jieun histeris. Kalau Suho sampai kenapa-napa karena geng PG ini, dia telah bertekad tidak akan pernah memaafkan mereka. Dan mungkin IU akan ‘melenyapkan’ mereka. Who knows?

“Dia sudah kami lenyapkan,” kata Jessica tajam.

Mwo?” seru keempat agen PMR.

Ne. Walaupun kalian akan menemukannya, mungkin dia …..”

“Stooooooooppp!! Kalau sampai kalian ngapa-ngapain Suho, kalian akan tahu akibatnya…!” Omongan Yoona terpotong dengan teriakan histeris Jieun. Karena tidak dapat mengontrol emosinya, Jieun memutuskan untuk menenangkan diri di toilet. Dia sempat mendengar Suzy memangilnya namun tak ia hiraukan.

“Kami tahu kalian adalah komplotan Miss Y. Kalau kami dapat menemukan Miss ‘Y’ kalian tidak akan kami lepaskan.” Donghae memperingatkan.

“Jieun-ah, sudahlah. Jangan menangis terus. Aku yakin Suho tidak akan kenapa-napa,” hibur Suzy.

“Tapi kamu kan juga tahu kalau Miss Y itu sangat kejam. Dia pasti tidak segan-segan menghabisi nyawa orang lain, apalagi sepupu-nya sendiri,” ujar Jieun hopeless.

“Aku janji kita akan temukan Suho-ah dalam keadaan yang selamat.” Suzy memberikan harapan.

Yaksok?”

Suzy mengangguk pasti. “Ayo kita ke kelas.”

Malam harinya Jieun tidak bisa tidur. Ia masih memikirkan pujaan hatinya. Memang dia menyukai Suho sejak pertama kali melihatnya. Dia termasuk cowok popular di sekolah, namun dia tidak sombong. Itulah yang disukai Jieun dari cowok cool itu.

Tapi sekarang tidak ada yang tahu nasib cowok itu selain Miss Y, geng PG dan, of course, Tuhan! Sekarang dia ada dimana ya? Pertanyaan itu sudah dari tadi siang berseliweran di kepalanya. Namun tidak ada yang bisa menjawab. Selain dirinya. Tentu saja. Kalau dia tidak bertindak, tidak akan ada yang tahu Suho masih hidup atau tidak. Ya kan?

Maka dengan tekad yang kuat, Jieun turun dari ranjang lalu membuka pintu kamar pelan-pelan. Mengikuti insting dia berjalan keluar dari asrama. SIS adalah sekolah yang dilengkapi oleh hutan buatan. Walaupun cuma hutan buatan, tapi sangat lebat dan … menakutkan! Banyak cerita mistis mengenai hutan itu, namun tidak ada yang tahu kebenarannya.

Jieun berjalan menyusuri hutan itu. Aisshi, dia lupa membawa senter! Dengan mengandalkan cahaya bulan, ia berjalan memasuki bagian hutan yang sangat gelap. Bahkan hanya sedikit cahaya bulan yang dapat masuk. Jieun mengendap-endap menelusuri hutan, namun ia merasa seperti ada yang mengikutinya dari belakang. Berkali-kali ia menengok tapi tidak ditemukan siapa-siapa atau apa pun.

Jieun berhenti sejenak untuk mengatur napas. Karena cukup ketakutan dengan suasana hutan ini, Jieun sampai menahan napasnya. Sekarang dia tidak mempunyai tujuan. Dia bingung dan merasa … tersesat. Waduh, tersesat di hutan yang sangat-sangat-sangat mengerikan ini? Tidak akan ada yang mau. Tapi demi pujaan hatinya Jieun memantapkan diri untuk terus menelusuri bagian hutan.

Tak lama kemudian ia melihat sebuah gubuk yang cukup tua di depannya. Ia menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada yang mengikutinya. Dengan langkah pelan namun pasti, ia mendekati rumah itu.

Annyeong. Ada orang disini?” kata Jieun pelan.

Tiba-tiba dia tersengat seperti diestrum beberapa watt listrik. Ada suara mengerang! Walaupun takut gadis itu melangkah menuju arah suara itu. Erangan itu semakin keras. Untuk memastikan ia kembali berteriak. “Halo? Apa ada orang?” Erangan itu semakin keras. Jieun memasuki sebuah ruang yang ia anggap sebagai kamar. Lalu, “Suho-ah?” teriak IU begitu menyadari siapa orang yang mengerang itu. Dia mendekati Suho lalu melepaskan tali yang mengikat tubuhnya. “Suho-ah, kenapa kau bisa ada disini?”

Suho mengerang kesakitan. Matanya menatap penuh arti ke arah gadis itu. Jieun balik menatap sesaat ia tidak tahu arti tatatpan itu.

Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dengan keras.

Annyeong!” sapa Jessica ramah. Tentu saja pura-pura ramah.

Sunbae? Kalian–” Jieun tidak menyelesaikan kalimatnya karena mulutnya tiba-tiba dibekap oleh Suho menggunakan sapu tangan yang sudah diberi kloroform. Suho menatap mata Jieun, yang dibalas oleh gadis itu. Sebelum pingsan Jieun tahu arti tatapan itu. Tatapan bersalah!!

*

“Jieun, kau dimana? Jieun!” teriak Suzy. Lalu terdengar suara yeoja dibelakangnya. Dia Miss Y. “Mau apa kau? Dimana temanku?” Suzy berteriak.

“Temanmu? Jjieun? Dia ada di sekitar sini kok,” jawab Miss Y datar.

“Dimana? Kalau kau sampai berani menyentuh sehelai rambutnya saja, kau akan mati,” ancam Suzy.

“Kau berani? Tapi sebelum kau menyentuh sehelai rambutku, kau akan berada di dunia lain.” Lalu dalam sekejap mata Miss Y sudah mengeluarkan pedang panjang yang siap menebas tubuh lawannya.

“Kau? Kau mau apa?” Suzy berjalan mundur.

“Aku? Aku mau…” Lalu Miss Y sudah melayangkan pedangnya menembus tubuh Suzy.

“Aaaaaaaaaaaaahhhhhh….” Suzy bangun dari mimpi buruknya. Tubuhnya bergetar dan berkeringat. Untuk memastikan, Suzy memandang ranjang IU, dan tidak ada orangnya. “Jieun? Dimana dia?” lalu Suzy membangunkan Donghae.

Mwoya?” sungut Donghae.

“Jieun hilang,” kata Suzy pelan sambil terisak.

Mwo? Mworago?” Donghae tidak percaya.

Suzy mengangguk. “Ne, Jieun hilang. Dia tidak ada di ranjangnya. Aku takut kalau dia mencari Suho. Dia kan menyukai namja itu.”

“Baiklah. Kita akan cari dia. Aku mau ganti baju, kamu bangunkan Kim Bum!” Donghae beranjak pergi.

“Huh!” Suzy menghapus air matanya lalu mendengus. Sebal dengan sikap angkuhnya Donghae. Suzy membangunkan Kim Bum, lalu menceritakan tentang Jieun yang menghilang. Reaksi Kim Bum sungguh diluar dugaan Suzy. Kim Bum bersikap berlebihan. Entah dia menganggap gadis manis itu sebagai dongsaeng-nya atau yeojachingu-nya. Tak ada yang tahu selain dirinya dan Tuhan!

Donghae keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan seragam SIS! Suzy heran dengan pakaian yang dikenakan Donghae itu. “Hei, ngapain kamu pake seragam?”

“Kamu tidak tahu sekarang jam berapa?” Donghae mendekatkan jam tangannya ke wajah Suzy. “Pikyeo!” Suzy menggeser sedikit tubuhnya, lalu Donghae berjalan melewatinya.

Suzy, Kim Bum dan Donghae sudah mencari sekeliling sekolah, namun sosok Jieun belum ditemukan. Suzy kembali merasa sangat cemas. Takut kalau mimpinya akan terjadi. Tiba-tiba tubuhnya bergetar disusul keringat dingin. Wajahnya pucat.

Donghae yang duduk di sampingnya terlihat cemas, namun wajahnya tetap dingin. “Suzy-ah, gwaenchana?”

Ne. Nan gwaenchana.” Terbalik dari omongan Suzy kenyataannya ia semakin pucat, matanya berkunang-kunang.

“Suzy-ah, kau benar-benar tidak apa-apa?” Sekarang giliran Kim Bum yang bertanya.

Untuk memastikan, Suzy menoleh kepada Kim Bum lalu tersenyum lemah. “Aku baik-baik saja. Tidak usah kha–” Tiba-tiba kepala Suzy terkulai di pundak Donghae. Donghae kaget. Ia menoleh lalu mengangkat wajah cantik Suzy. Pucat. Walaupun begitu Donghae sempat terpana. Cantik, pikirnya.

Uri pyeongwon kachi kaja!” ajak Kim Bum. Donghae mengangguk lalu menggendong Suzy menuju rumah sakit terdekat.

*

“Suzy-ah,” panggil seseorang. “Tolong aku!” tambah orang itu lagi.

Sekarang Suzy berada di sebuah ruangan olahraga yang dipenuhi lemari. Ia seperti mendengar suara Jieun, tapi dimana? Ia tidak tahu.

“Suzy-ah, aku sudah tidak tahan. Sakit sekali,” rintih suara itu lagi.

“Jieun-ah, kau dimana?”

“Suzy-ah, kau hanya punya waktu 15 menit, sebelum temanmu yang cantik ini hanya tinggal raganya,” kata seseorang.

“Aaaaaaaahhhhh…. Hhhhhh!” Suzy membuka matanya. Ia kehabisan napas seperti baru lari dari sesuatu yang sangat kejam. Ia menoleh ke samping dan mendapati Donghae dan Kim Bum menatapnya cemas. Ralat. Hanya Kim Bum. Donghae malah menatapnya tanpa ekspresi.

“Kamu kenapa, Suzy-ah?” tanya Kim Bum cemas. “Kenapa kau teriak-teriak seperti itu?”

“Kim Bum, aku tahu dimana Jieun!” kata Suzy pelan, karena napasnya masih belum stabil.

“Dimana?” tanya Donghae datar.

“Di ruang olahraga di sekolah, dan kita hanya punya waktu 15 menit sebelum seseorang bernama Suho menghabisi nyawa Jieun,” desis Suzy.

“Suho? Bagaimana kau tahu?” tanya Kim Bum panik.

“Aku mimpi itu. Ayo, kita tidak punya banyak waktu.” Suzy dan Kim Bum langsung berlari menuju pintu.

“Hei, Suzy! Kau ini masih masih sakit. Kenapa lari-lari seperti itu?” kata Donghae tajam.

Suzy langsung berhenti, lalu berbalik. “Kesehatanku tidak penting. Yang penting sekarang adalah teman kita, tahu!” Suzy kembali ke sekolah disusul Kim Bum. Jauh di belakang Donghae memperhatikan Suzy lalu berlari menghampiri mereka yang sepertinya sudah hampir sampai.

Mereka sudah sampai di ruang olahraga yang dimaksud di mimpi Suzy. Persis seperti di mimpinya, Suzy melihat beberapa loker. Mungkin salah satu dari loker itu menuju tempat dimana Jieun disembunyikan.

“Jieun-ah, kau dimana? Jieun,” teriak Suzy. Ia mebuka setiap pintu loker, namun hasilnya nihil. Lalu terdengar suara yeoja dibelakangnya. Dia Miss Y. “Mau apa kau? Dimana teman kami?” teriak Suzy sambil berjalan maju perlahan.

“Teman kalian? Lee Jieun maksudmu? Dia ada di sekitar sini kok,” jawab Miss Y datar.

“Dimana? Kalau kau sampai berani menyentuh sehelai rambutnya saja, kau akan mati,” ancam Suzy.

“Kau berani? Tapi sebelum kau menyentuh sehelai rambutku, kau akan berada di dunia lain.”

Tidak, ini persis seperti di mimpiku. Apa aku akan berakhir seperti di mimpiku pula?

“Apa maksudmu?” tanya Donghae tajam.

“Kalian tidak mengerti maksudku? Hemm, tapi sebelum aku membunuh kalian satu per satu aku akan memanggilku teman terbaik kalian. Jessica bawa Lee Jieun kemari,” perintah Miss Y kepada salah satu anggota PG.

Lalu keluarlah Jieun digiring oleh ketiga anggota PG. Tubuhnya yang dulu cantik sekarang sangat kurus. Walaupun belum 24 jam. Mungkin pengaruh obat yang diberikan kepadanya. Tidak, tidak hanya tubuhnya, melainkan rambut dan wajahnya. Rambutnya sangaat berantakan dan, ya ampun, wajahnya terlihat sangat tirus dan pucat. Matanya terlihat sayu dan ada lingkran hitamnya. Bibirnya juga kering.

“Suzy-ah,” panggilnya. “Tolong aku!” tambah orang itu lagi.

Suzy terlihat sangat terpukul dengan keadaan sahabatnya itu. Dia berjalan mendekat namun dihadang oleh Miss Y.

“Suzy-ah, aku sudah tidak tahan. Sakit sekali,” rintih Jieun lagi.

“Jieun-ah,” seru Suzy pelan. “Kamu apakan sahabatku? Hah?” Suzy mulai histeris.

“Hanya membuatnya mati perlahan,” jawab Miss Y enteng.

Mwo? Mati perlahan?” desis Kim Bum.

Lalu entah mendapat kekuatan dari mana, ia mengambil balok di pojok ruangan yang diarahkannya ke Miss Y. Namun Miss Y cepat menghindar malah ia sudah mengambil pedang panjangnya yang akan diarahkan ke Suzy. Dengan sigap Donghae menghalangi tubuh Suzy yang mendadak terpaku melihat kejadian cepat di depannya. Seruan tertahannya dikalahkan suara rintihan Donghae. Yap! Pedang panjang itu menancap di perut Donghae tanpa dapat dicegah.

Donghae terjatuh ke pelukan Suzy. Matanya sempat bertatapan dengan mata Suzy namun tak lama kemudian Donghae pingsan. “Donghae-ah!!” seru Suzy. Ia menangis, namun dengan cepat ia menghapusnya. Yang kemudian ada di hatinya kali ini hanyalah sebuah kemarahan.

“Miss Y, neo jugeullae?” desis Suzy. Ia melirik jam tangannya. Waktunya tinggal 8 menit untuk menyelamatkan nyawa Jieun dan Donghae.

Tanpa diketahui Suzy dan Kim Bum, ketiga anggota PG menarik paksa seorang namja dari tempat persembunyiannya. Lalu Tiffany member sebuah pistol yang akan digunakan namja dalam mimpi Suzy itu untuk mngeksekusi keltiga agen PMR.

“Suho-ssi? Ternyata kamu juga terlibat?” desis Suzy.

Suho berdiri di samping kakak sepupunya, Miss Y. Dia menatap Suzy dan Kim Bum.

“Tatapan apa itu? Bersalah, takut, atau menantang?” tanya Kim Bum kejam.

Tinggal 6 menit.

Noona, aku akan mengeksekusi mereka sekarang,” kata Suho rendah.

Suho mengarahkan pistolnya ke kepala Suzy. Ia bergeser sedikit memberi jarak kepada Miss Y. dengan cepat ia menekan pelatuk. Semua yang ada di ruangan itu menutup mata termasuk Miss Y dan Suzy. Selama beberapa menit tidak ada suara siapapun. Namun keheningan itu dipecahkan oleh suara rintihan yang cukup keras. Semua orang membuka mata, lalu mendapati Miss Y tergeletak di lantai. Mulutnya mengeluarkan busa. Dan Suzy baik-baik saja.

“Kim Bum-ah bereskan anggota PG. Cepat!” perintah Suho. Dia sendiri membantu Jieun melepaskan ikatan tali yang mengikatnya dari tadi malam. “Mianhae, Jieun-ah.”

“Tidak apa-apa.” Nyaris tidak ada suara yang keluar dari mulut gadis pucat itu, sekejap kemudian ia pingsan.

Suzy menghampiri Donghae yang berlumuran darah. Dengan ponselnya ia melapor polisi dan memanggil ambulans. “Donghae-a bertahanlah.”

Kim Bum sudah memberesakan ketiga anggota PG. mereka semua mengaku kalau mereka adalah anak buah dari Miss Y.

Tinggal 1,5 menit.

Tak lama polisi datang disusul ambulans. Jieun dan Donghae dibaringkan dalam ranjang beroda. Lalu dibawa ke rumah sakit. Polisi menginterogasi mereka. Semua diceritakan, kecuali hal yang belum Suzy dan Kim Bum ketahui. Sepeninggal polisi mereka menginterogasi Suho.

“Kenapa kamu tidak menembak aku? Dan apa isi pistol itu?” tanya Suzy.

Suho tampak malu-malu. “Sebenarnya aku menyukai Lee Jieun. Dia lucu dan baik…” Suho berhenti sejenak karena melihat ekspresi muka Kim Bum yang menunjukkan ketidaksukaan. “Tenang saja Kim Bum-ssi, aku tidak akan menyatakan perasaanku. Aku tahu kau juga menyukainya dan aku tidak akan merebutnya darimu.” Suho menepuk bahu Kim Bum lalu tersenyum.

“Hei, ternyata bukan aku saja yang tahu kalau kau suka dengan Jieun, Kim Bum-ssi. Hahaha,” ujar Suzy meledek.

“Dan kayaknya kamu juga suka tuh dengan pahlawanmu,” sindir Kim Bum tak mau kalah.

“Hei, siapa yang suka sama pangeran kutub itu?” elak Suzy.

“Yang suka sama pangeran kutub ya cuma putri kutub.” Kim Bum tetap saja meledek Suzy. Suho hanya tersenyum melihat tingkah kedua ‘teman’nya ini.

“Ya! Jadi maksudmu aku putri kutub gitu? Utkijima!” sungut Suzy. Untuk mengalihkan pembicaraan Suzy bertanya kepada Suho tentang isi pistol yang ia gunakan untuk menembak kakak sepupunya sendiri.

“Oh, itu cuma alat bius biasa kok. Dia akan tidur selama 8 jam. Dan selama 8 jam itu kalian akan tenang, dan dia juga akan tenang saat di bawa ke penjara. Hehe.” Suho terkekeh.

“Hei bagaimana dengan anak-anak yang diculik?” tanya Kim Bum.

“Mereka baik-baik saja. Mereka bukan diculik namun anak buah Yuri.”

“Oh. Hei kita ke rumah sakit yuk,” ajak Suzy.

*

Sesampainya di rumah sakit, mereka mendatangi ruang ICU tempat Jieun dan Donghae di rawat. Untunglah ruangannya dijadikan satu, kalau tidak pasti akan repot.

Annyeong,” sapa mereka bertiga. Untung saja Jieun dan Donghae sudah siuman.

Kim Bum dan Suho tentu saja ke ranjang Jieun. Sementara Suzy ke menemui Donghae yang sudah menyelamatkannya.

Annyeong,” sapa Suzy pelan. Dia berjalan menunduk lalu menarik kursi. “Kamu tidak apa-apa?”

Ani. Nan gwaenchana,” kata Donghae lembut. Tumben, biasanya dia akan sangat dingin. Apa dia gegar otak ya sampe-sampe jadi baik begitu?

Gamsahamnida…”

“Untuk?”

“Mm… kan kamu udah nyelametin aku,” kata Suzy. Ia memberanikan diri untuk mendongak dan mendapati tatapan licik di mata Donghae. “Mwo??” tanya Suzy ketus begitu menyadari tatapan itu.

Donghae bangkit lalu menyandarkan kepalanya ke bantal. Donghae menatap mata Suzy lembut. “Apa kamu mau jadi pacarku?”

Mwo??” tanya Suzy kaget.

Lalu terdengar sorakan di belakangnya. Suzy menoleh dan mendapati Jieun–yang duduk di kursi roda–Kim Bum dan Suho bersorak, “Terima! Terima! Terima.”

Suzy kembali memandang Donghae. Dan Donghae hanya bisa tertawa. “Hahaha, emang aku beneran suka sama kamu? Hahaha.”

Aisshi. Nongdamhajima,” sungut Suzy kesal. Dia hampir saja masuk dalam jebakan muka-innocent-nya Donghae. Hampir saja ia mau bilang ‘Ne’.

Mian,” ucap Donghae tulus, ketika melihat muka cewek-yang-mampu-meluluhkan-hatinya cemberut.

Suzy hanya mendengus. Lalu mereka tertawa bersama-sama.

Haloooo. Gimana ? Ini fic pertama ku dan cuma di buat selama 3 jam. 3 JAM!! /sengaja capslock biar dramatis kkk~~ Nah dibutuhkan kritik dan saran yang membangun. Oh iya aku gak ada niat buat nge pair Suzy-Donghae, yaa. Itu cast langsung muncul begitu saja. Kalau IU-KimBum, yaa anggep saja IU tuh yang cewe di BBF, kan sama-sama imut, hehe😉

Entry filed under: FanFiction, Friendship, Indonesia, IU, Kim Bum, miss A, Mysteri, One Shoot, Romance, SNSD, Super Junior, T. Tags: , , , .

My First Kiss [chapter 3] [FREELANCE] Stand My Ground

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

August 2012
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: