Enter The Darkness [PART 1]

August 21, 2012 at 8:10 AM 3 comments

Author         : Yanlu

Length          : Chaptered

Genre            : Dark, Fantasy, Romance, Mystery dll

Main Cast    : Byun Baekhyun, Kai, Sehun, Luhan, Hwang Minyoung (OC), Kim Chanra (OC), Song Jisun (OC)

Minor Cast  : find it by yourself

Rating            : PG 15

Akhirnya saya post nih part 1 fullnya, pemainnya udah kebongkar semua kan? yang main cast mungkin cuma itu, tapi minornya bertambah seiring cerita, cari sendiri ya siapa minornya. Ok cerita awal mungkin masih berupa penjelasan dan potongan-potongan peristiwa. Masih perkenalan. In the end cek in below ok!

̴̴̴̴Baekhyun̴̴̴̴

                Atmosfir  hangat menyelimuti tubuhnya saat matahari menyentuh permukaan kulit. Di tengah padang rumput dia merebahkan diri menghadap pantulan sinar matahari, menyerap energy panas serta cahayanya. Beginilah cara dia mendapat suplai kekuatan saat turun ke bumi. Sebentar-sebentar ia membuka mata, memantulkan sinar di dalam matanya serta tangannya.Mungkin kalian bertanya kenapa ia terlentang bebas di padang rumput tanpa khawatir jati dirinya terungkap. Memang sejak turun ke bumi tempat ini menjadi persinggahan utamanya saat matahari baru terbit dari cakrawala langit. Dia memilih tempat itu karena tempat itu aman dari keramaian makhluk-makhluk bumi. Selain itu ia dengan leluasa mengeluarkan kekuatan yang ada dalam dirinya tanpa diketahui seseorang. Di bagian depan sepanjang mata memandang hanya ada deretan pepohonan rimbun. Hutan. Begitu kata orang-orang bumi menyebut benda-benda mirip tiang tapi berambut dengan warna hijau berkerumun itu. Hutan juga menjadi tempat persembunyian yang sangat bagus baginya.

“Aih…sudah mulai panas, tapi aku ingin bersantai-santai sedikit. Ini pertama kalinya aku merasakan hawa panas yang sangat nyaman di kulitku. Lagipula tugasku masih bisa ditangguhkan, baru kemarin aku turun kesini” dia membatin.

“Hey! Dasar pemalas!” seseorang dengan tiba-tiba duduk berada disampingnya membuat laki-laki berkulit porselen itu terbelalak. Maklum ia masih belum terbiasa.

“Jangan mengagetkanku! Aku tahu kamu bisa bertelepati tapi tidak sopan membaca pikiran orang tanpa ijin” elaknya tak ingin pikirannya terbaca.

Sebelum mereka berdua melanjutkan cekcok tiba-tiba rumput disekitar mereka bergerak melambai dengan cepat seperti ada angin yang berhembus kencang menggoyangkan. Lalu daun-daun kecil mulai berterbangan membentuk sebuah pusaran angin. Perlahan-lahan daun-daun itu semakin banyak berkumpul terseret pusaran kecil membentuk sebuah portal. Lalu dengan kilat daun-daun itu berjatuhan saat seorang pemuda yang memilki jenis kulit sepadan dengan Baekhyun berdiri persis dihadapan mereka berdua.

“Sehun! Ckck kau merusak pemandangan. Lihat pakaianku jadi kotor!” kini giliran Luhan yang kesal pada Sehun seraya membersihkan daun-daun yang menempel pada bajunya.

Dengan gerakan cepat Sehun memutar tangannya menciptakan pusaran angin lalu dengan cepat daun-daun yang berserakan dan menempel di sekitar baju Baekhyun dan Luhan berada kembali ke tempatnya seperti semula. Baju keduanya bersih tanpa terlihat bekas daun-daun kering yang tadi menempel di baju mereka.

“Arasso! Kami sudah bersih seperti semula” Baekhyun melirik Sehun yang sedang menatapnya tajam. Sehun selalu saja mempunyai raut tegang dan dingin sehingga jarang sekali senyuman terukir dari bibirnya. Dia lebih dingin dari angin yang diciptakannya sendiri itu menurut Baekhyun. Sehun duduk disamping Luhan membisikkan sesuatu ke telinga Luhan. Baekhyun yang melihat itu mencibir.

“Kalian itu! Tidak etis berbisik-bisik saat ada seseorang disamping kalian, ada apa sih?

“Baiklah Luhan gunakan telepatimu saja” Sehun menyarankan.

Baekhyun melirik mereka berdua tajam lalu kembali menatap cahaya matahari. Lebih tepatnya menyerap sinar yang dipancarkan darinya.

“Manusia-manusia itu cantik ya!” celetuk Baekhyun secara tiba-tiba.

PLETAK!

“Appo!!” Baekhyun meringis kesakitan. Sehun benar-benar menjitaknya dengan penuh tenaga. Baekhyun menatap tajam pada Sehun. Luhan hanya tertawa saja melihat tingkah mereka.

“Ingat Baekhyun! Kita sedang fokus dengan misi kita ini. Jangan semakin menghambat misi kita.” Luhan menimpali.

“Arasso! Arasso. Aku tidak serius, hanya bercanda”

“Jangan bohong. Aku juga bisa tahu isi pikiranmu” desak Luhan.

“KYA! Awas kalau kau berani-berani membaca pikiranku lagi!” sembur Baekhyun menunjuk Luhan dengan telunjuknya tepat di depan wajahnya.

“Berisik! Ayo kita pergi dari sini. Matahari sudah mulai panas” Sehun yang memiliki kulit sensitive merasa tak nyaman berlama-lama menjemurkan diri dihadapan matahari.

Mereka berdua bangun dari tidurnya kemudian berdiri dan berjalan kearah perkotaan. Perjalanan menuju kota cukup memakan waktu lama jika manusia normal yang melakukan perjalanan itu namun bagi mereka perjalanan itu hanya beberapa kejap mata dapat mereka lakukan. Luhan bisa menggunakan telepatinya bersamaan dengan kecepatan berlarinya yang menyerupai cettah. Sesampainya di perkotaan mereka berhenti sejenak menatap kagum pada bangunan-bangunan gedung-gedung yang sangat tinggi itu namun juga bising mendengar mesin-mesin kendaraan yang berlalu lalang. Matanya tak berkedip sama sekali melihat pemandangan kota yang menurut mereka sangat keren. Di planet mereka tidak ada satupun bangunan atau kendaraan yang menyerupai itu sehingga jelaslah kalau mereka ber’oh’ ria memandangi bangunan-bangunan itu. Disela-sela itu Baekhyun bukannya menatap kagum seperti yang dilakukan oleh kedua temannya melainkan seorang makhluk bumi yang ada dihadapannya.

*EARTH*

                Bis jurusan kota berhenti di dekat halte sekolah Chunyang High School. Seorang gadis turun dengan langkah tergesa-gesa. Ia harus segera lari menuju gerbang sekolahnya agar tidak terlambat. Gerbang beberapa centi lagi tertutup dengan rapat. Ia semakin melebarkan langkahnya.

Lima…empat…tiga…dua…

Kali ini gadis itu tidak selamat. Gerbangnya tengah tertutup. Dia mendorong-dorong gerbang itu namun karena pintu menutup otomatis hal itu tampaknya sia-sia.

“Seseorang tolong aku, jebal!!” teriakkannya membuat beberapa siswa menoleh heran ke arahnya. Bukannya pertolongan yang ia dapatkan tapi justru tatapan aneh yang didapat olehnya kemudian berlalu begitu saja. Seakan pemandangan itu sudah biasa terjadi. Maklum sekolah itu berisi murid-murid yang tidak biasa atau dikategorikan mampu dan hidup mewah. Sekolah yang berisi orang-orang individualis.

“Sekolah tak berperikemanusiaan!!” gadis itu kembali berteriak. Kini tidak ada lagi yang berada di sekitar halaman sekolah. Semua terlihat memasuki kelas masing-masing. Gadis itu menendang gerbang cukup keras alhasil ia sendiri yang mengadu kesakitan.

“Aw…Tsk! Kalau begini sekalian saja aku membolos”

Gadis itu melangkah pergi dari depan sekolah. Sekolah itu benar-benar sekolah yang kejam. Bagaimana tidak kejam setiap siswa yang terlambat hanya beberapa detik saja gerbang sudah otomatis terkunci sampai pulang sekolah. Salah dia juga karena tidak memanajemen waktu dengan baik.

Gadis itu bingung akan mengarahkan langkah kakinya kemana. Tidak mungkin jika ia kembali ke rumahnya. Akhirnya ia memilih berjalan-jalan di tempat yang tidak lumayan ramai. Dari kejauhan seorang namja tengah menatapnya. Gadis yang dipandangi itu tidak tahu bahwa seseorang tengah memperhatikannya. Akhirnya namja itu menghampiri gadis itu. Ia melihat dari atas sampai bawah dan melihat label bertuliskan Minyoung. Rupanya gadis ini bernama Minyoung. Minyoung yang ditatap oleh seseorang mulai menyadari kehadiran namja itu didekatnya.

“Nugu?” Tanya Minyoung pada namja aneh itu.

“Baekhyun imnida” namja bernama Baekhyun itu memperkenalkan dirinya tapi ia tak yakin dengan dirinya bagaimana cara memperkenalkan diri yang benar. Sepertinya terlalu terburu-buru terlihat dari tatapan Minyoung yang merasa tak mengerti heran padanya. Mereka berdua kembali diam.

“Sedang apa kau disini?” Baekhyun mengawali percakapan kembali.

“Mian…nuguya? Minyoung masih tidak mengerti dengan Baekhyun karena tiba-tiba seorang namja mengenalkan diri padanya.

“Naneun Baekhyun imnida. Aku hanya ingin berkenalan denganmu, tidak boleh? Oh ya aku tadi melihatmu sedang mendorong-dorong pintu gerbang. Memangnya kenapa sih?” Tanyanya sok tahu.

“Aku terlambat jadi aku tidak bisa masuk sekolah” Minyoung mulai tertarik untuk berbicara padanya tapi tidak dengan pandangan matanya yang terlihat was-was pada Baekhyun.

“aw… appo!” ringis Baekhyun saat seseorang dengan gemas menjitak kepala Baekhyun. Sehun menyeringai senang yang membuat Baekhyun benci untuk melihatnya.

“Baekhyun, ingat kau disini bukan untuk mengenal mereka! Kau ini, kalau terjadi apa-apa kita  yang akan terancam” Sehun memperingati seraya mengecilkan volumenya agar tidak terdengar oleh Minyoung.

“Arasso! Tapi bisakah ia ikut dengan kita, dia tampak sendirian” pinta Baekhyun sedikit memohon.

“Andwae!. Kau mau mengungkap jati diri kita? tegur Sehun.

“Jebal! Aku janji tidak akan membongkar atau menunjukkan hal-hal aneh padanya” Baekhyun menunjukkan muka sok-innocentnya pada Sehun. Melihat tingkah Baekhyun yang memuakkan baginya Sehun membuang muka memandang Luhan yang hanya ditanggapi kedua bahu terangkat oleh Luhan.

“Baiklah, tapi aku tidak mau ambil resikonya” Sehun menyetujuinya.

“Ayo, kita pelan-pelan mencarinya” ajak Luhan.

Baekhyun mengulurkan tangannya pada gadis itu. Gadis itu menatap ragu mendapati tangan Baekhyun yang terulur. Jangan bilang kalau laki-laki ini benar-benar mau mengajaknya. Apa yang ada di benak Minyoung terjawab saat Baekhyun mengendikkan dagu pada tangan yang sedang terulur itu. Karena terlalu lama responnya Baekhyun segera mengambil alih tangan Minyoung dengan cepat. Minyoung memberontak ingin dilepas tapi tangan Baekhyun benar-benar kuat. Genggaman itu mengunci tangan Minyoung.

*QUAOAR*

                Upacara pelepasan salah satu mahkluk yang diandalkan di planet Quaoar dimulai. Lingkaran api mengelilingi seorang laki-laki yang tengah berdiri dalam diam sedang menatap lekat-lekat ke tanah. Beberapa orang berjubah mengelilinginya sedangkan makhluk Equalin menjaga area sakral tersebut di pinggir hutan. Diantara mereka mulai membuka upacara itu dengan tangan menjulur ke arah api tersebut. Lalu satu persatu dari mereka duduk di tanah dan membuka topeng mereka masing-masing. Setelah acara pembukaan topeng itu seseorang memekik ringan pada mereka. Kim Sarang, ratu berdarah dingin dan tidak kenal perasaan itu berteriak cukup cepat namun mereka semua tampak mengerti apa yang diucapkannya.

“Fire…fire line up! Libation oh! Lucifer”salah satu dari orang-orang berjubah hitam itu mengucapkan suatu persembahan lalu semua melafalkan itu bersama-sama. Ritual ini begitu hikmat. Namun tiba-tiba api itu mulai memercik dengan ganas mengenai beberapa orang berjubah hitam itu. Suasana sedikit ricuh. Sarang mulai panik dan menenangkan mereka semua dalam sekali teriakkan.

“Shut up! Dia akan mengganas jika keadaan sekitar menjadi gaduh” Suaranya meredam kegaduhan hanya dalam sepersekian detik. Tidak ada satupun dari mereka yang mampu bertahan mendengar lengkingan darinya yang sanggup merusak telinga. Mereka lebih memilih diam jika sudah begini meskipun rasa was-was mendera beberapa dari mereka.

Ritual ini tidak lama lagi selesai. Beberapa orang yang dianggap punya keistimewaan maju menghadap lingkaran api itu untuk dicap oleh kaum Quaoar sebagai kaum penerus yang tidak akan pernah mengkhianati bangsanya sendiri dan berlaku sama seperti kaum-kaum terdahulu.

“Kai, the first candidat. Silahkan melingkar di sekitar api.” Sarang mengumumkan kandidat pertama dan meyuruhnya maju kedepan. Kai melingkar di sekitar api dan menunduk dalam. Setelah itu Sarang memanggil beberapa kandidat lagi untuk maju.

Setelah kandidat-kandidat itu berdiri di hadapan pusat api yang melingkar, tiba-tiba cahaya api memercik keluar, mengejutkan beberapa orang yang berada jauh dari jangkauan api tersebut. Kandidat-kandidat itu tetap menunduk tanpa memedulikan keadaan sekitar yang berubah menjadi kacau karena api terus memercik dan mulai membentuk gulungan spiral yang semakin tinggi. Perlahan-lahan lingkaran api itu mewujudkan diri sebagai makhluk yang lebih mirip monster ketimbang gulungan tornado.

“Siapa kandidat yang bisa diandalkan? Cepat maju kemari!!” monster api itu memerintah dengan suara yang menakutkan.

“Tenang Yang Mulia, dia berada persis didepanmu” Sarang melunakkan nada bicaranya sembari menunjuk Kai yang berbalut jubah hitam.

“Baiklah, tapi syarat itu harus kau penuhi dan tepati janjimu!”

Sarang hanya menjawab dengan membungkukkan badannya serendah mungkin. Dilihatnya monster api itu mulai mengeluarkan abu hitam hasil pembakaran dan mengumpulkannya menjadi satu membentuk kumpulan abu yang lumayan banyak. Tiba-tiba monster api itu menghempaskan abu hitam itu dan mengintari Kai. Namun pemandangan di depan mereka tiba-tiba menjadi tidak jelas. Abu hitam itu menutupi lingkaran yang berada di tengah begitu juga dengan kandidat itu. Tak lama kemudian abu mulai turun menyisakan serpihan-serpihan di sekitar jubah mereka. Ketika semua mata memandang ke pusat lingkaran, api itu sudah padam dan satu lagi kandidat itu menghilang begitu saja. Hanya meninggalkan sekain jubah.

“Ini saatnya!” gumam Sarang, lirih.

*EARTH*

                Tiga orang namja berjalan dengan santai menelusuri setiap bangunan yang mereka temui. Salah satu dari mereka jalan menyejajari seorang gadis. Gadis itu tampak gelisah dan bingung saat mengekor dibelakang mereka. Ia juga tak habis pikir kenapa pemuda yang satu ini mengajaknya jalan-jalan.

“Tidak tahukah kamu kalau aku masuk kategori membolos sekolah?” pikirnya.

Minyoung berjalan pelan-pelan mencari ide untuk kabur dari hadapan namja-namja aneh ini. Sebuah halte bus menjadi incarannya saat ini. Tapi ia harus mengira-ngira waktu agar bus tepat datang untuk memperlancar rencana kaburnya.

“Aish!! Kenapa aku harus repot-repot merencanakan. Lagipula ini bukan kabur! Ini hanya modus untuk menghindari mereka” decaknya pada diri sendiri.

Saat itu juga ia melihat bus datang dari kejauhan. Untung saja tiga namja itu sedang dalam posisi jauh di depan Minyoung. Kesempatan untuk lari dari mereka cukup lenggang sehingga dengan cepat Minyoung mengendap-ngendap ke halte bus. Tepat saat di halte bus, bus berhenti dan Minyoung menjajaki kaki menunggang bus tanpa melihat keberadaan namja-namja itu.

Baekhyun mulai menyadari tidak ada gadis itu lagi di belakangnya. Ia menepuk pundak Luhan.

“Tunggu! Yeoja yang tadi ada dimana? Kenapa tiba-tiba dia menghilang?” tanyanya pada Luhan. Luhan ikut mendongakkan kepala terlihat mencari-cari yang sosok dimaksud oleh Baekhyun.

“Molla, mungkin dia kabur dari kita. Biarkan saja! begini lebih baik daripada dia berada disekitar kita.” Jelasnya.

“Kalian, cepat kemari!” Sehun meneriakki mereka dari kejauhan. Rupanya sedari tadi mereka mengobrol tanpa memperhatikan langkah Sehun yang tidak ikut berhenti. Mereka menghampiri Sehun yang kini berada di depan toko Jewellery. Sehun menunjuk barang-barang berkilauan yang di lingkupi meja berkaca.

“Wah! Banyak sekali permata-permata itu, tapi memangnya kita memerlukan itu?”

“Aniyo. Tapi diantara batu-batu permata itu mungkin ada batu yang sedang kita cari.” Jawabnya. Matanya tak lepas menyoroti satu-persatu permata itu. Untuk lebih jelasnya mereka bertiga memutuskan masuk ke dalam toko. Saat mereka bertiga masuk suasana sedikit berubah. Gadis-gadis menatap mereka tanpa berkedip. Semua menyunggingkan senyum tidak jelas kepada mereka tapi tak satupun dari mereka bertiga terpengaruh dengan keadaan itu. To the point, Sehun menyuruh Baekhyun menyoroti setiap batu-batu permata itu. Luhan menelepati mereka satu-persatu kembali membuka pikiran mereka. Hijau, zamrud!. Mereka mulai mencari-cari permata berwarna hijau satu-persatu.

“Chogiyo, yogi! Warna hijau ini bisa kulihat?” Tanya Luhan sembari tersenyum manis ke arah pelayan wanita dihadapannya. Senyuman itu membuat yeoja itu bergeming dari tempatnya yang sedari tadi hanya ternganga dengan pemandangan tiga namja dihadapannya. Yeoja itu mengambil permata hijau yang ditunjuk oleh Luhan. Kalung bergandul permata itu diamati oleh Luhan dengan sorotan yang berasal dari Baekhyun. Semua orang tersihir oleh tatapan Luhan yang menariknya untuk memperhatikan dirinya sehingga dengan leluasa Baekhyun mengeluarkan sinarnya. Mereka juga melakukan hal yang sama terhadap beberapa batu emerald hijau tapi hasilnya nihil. Semua hanya batu emerald biasa tidak ada keistimewaan apa-apa di dalamnya. Akhirnya mereka kembali menormalkan suasana dan beranjak pergi dari tempat itu sebelum orang-orang mulai menaruh curiga pada mereka.

“Sial! Ternyata sebanyak itukah batu yang mirip dengan batu yang kita incar. Tidak mungkin kita turun ke bumi harus mencari satu persatu tanpa tahu ciri-ciri batu itu dari bentuk luarnya.” Umpat Baekhyun.

“Ya, kita harus berapa lama tinggal disini? Aish…itupun belum seberapa dibandingkan dengan luasnya bumi dan kita harus bersabar mencari satu-persatu permata yang kita tuju.” Terang Sehun ikut kesal. Luhan hanya mengiyakan. Tanpa disadari oleh keduanya Luhan memandang satu persatu dari yeoja yang tengah lalu lalang di depan jalan. Ia menjentikkan jarinya.

“Ah, I have an idea!” celetuknya. Dua orang yang ada disampingnya menoleh melihat sikap Luhan. Mereka berdua mulai mendekat melihat aba-aba dari Luhan lalu ia membisiki sesuatu.

*HEMMA*

                Makan malam terhindang begitu banyak di meja oval memanjang. Di ujung sana duduk Tao yang sedang menyuap nasi ke mulutnya tapi sesekali ia berhenti menyendoknya. Hyun Young menyadari sikap yeobonya yang tidak biasa. Ia menyendokkan makanan ke mulut Tao saat itu juga. Menyadari Young akan menyuapinya, ia kembali bergeming saat sendok yang disodorkan oleh Young menyentuh bibirnya.

“Apa yang kau pikirkan, chagi? Tidak baik makan tersendat-sendat seperti itu” ujar Young sembari menatap lembut padanya. Tao berusaha memperlihatkan senyumnya, menenagkan apa yang menjadi kegelisahan Young . Sesuatu tampaknya terus menggelayuti pikirannya saat ini. Young melanjutkan aktifitas menyuapi yeobonya yang justru memainkan sendok di atas piring mengacak nasi dan lauk pauknya tanpa melihat piring. Tao menerima suapan itu lalu mencubit pipinya. Young hanya membalasnya dengan senyuman karena cubitan itu lembut dan penuh kasih sayang.

“Hmm…kita harus memberitahu mereka ciri-ciri batu magis itu, aku belum sempat memberitahukan hal itu pada mereka. Pasti mereka kebingungan mencarinya.” Tao meminta pendapat mengenai pernyataan itu. Young mengambil lap makan dan menyodorkannya pada Tao. Lalu ia meletakkan kedua tangannya dengan dagu berpangku.

“Panggil mereka kembali, lalu beri mereka petunjuk yang jelas supaya mereka lekas menyelesaikan tugas itu. Juga…sebelum kaum Quaoar bertindak” terangnya. Tao mengangguk lalu berdiri dari kursinya. Sekarang ia berjalan ke ruang pribadinya yang berisi meja berkeramik biru saphire berdiameter 1 m dengan wadah kaca berisikan batu pualam biru sapphire di tengah-tengahnya. Ia membuka wadah kaca itu dengan hati-hati. Sedetik kemudian batu itu berpendar-pendar mengeluarkan cahaya yang perlahan-lahan berubah menjadi gelombang putih panjang. Gelombang itu menyebar tapi menyudut ke satu arah. Tao melakukan itu untuk mengirim sinyal. Ia mulai mengirim pesan yang ingin disampaikan melalui sentuhan tangannya. Gelombang putih itu terus mengikuti setiap kata-kata yang dikirim membentuk sebuah gelombang panjang yang semakin membesar dan tidak beraturan disetiap jeda.

*EARTH*

                “Chakanman! Apa kau mendengar panggilan? Telingaku mendengar sesuatu, sepertinya Tao mengirim sinyal pada kita.” Sehun menghentikan tuangan airnya ke dalam gelas. Luhan dan Baekhyun ikut berhenti melakukan aktifitas minumnya. Ia mencermati keadaan, Luhan memejamkan mata sebagai tanda menyerap sinyal-sinyal itu.

“Tao, mengirim sinyal pada kita. Tentang ciri-ciri batu magis itu.” Luhan dengan mimic serius menatap satu persatu dari mereka. Mereka mulai penasaran.

“Seperti apa?”

“Kita harus mencari satu persatu dan batu itu mengincar pemiliknya. Batu itu peka terhadap seseorang yang benar-benar tulus merawatnya. Batu itu akan berpendar jika pemilik batu itu dalam keadaan terancam”

“Dan yang pasti kita harus berpencar…

Tbc

Entry filed under: Action, Chaptered, EXO-K, EXO-M, FanFiction, Fantasy, Indonesia, Mysteri, PG, Romance. Tags: .

Songfict – First Love [Eunhyuk Version] You Make My Life Complete (Part 6)

3 Comments Add your own

  • 1. keiroro96  |  August 21, 2012 at 9:43 PM

    ayoo lanjutin~~
    aku suka part minyoung and baekhyun😀 ㄱ.ㄱ
    fighting!

    Reply
    • 2. yanluwritinganything  |  August 21, 2012 at 9:44 PM

      hehe, itu masih baekhyun, nanti ada juga Sehun dan Luhan
      wait ya
      gomawo udah mbaca n komen

      Reply
      • 3. kasihwright  |  August 27, 2012 at 12:53 PM

        LIKE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

August 2012
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: