SARANGHAE… Ae Ren (Part 1)

August 11, 2012 at 8:46 PM Leave a comment

Author : Choi Ri Ri (@Choiri_23)

Genre : Comedy, Romance

Length : Two Shoot , FF Request

Main Cast :

Lee Ae Ren (Ocs)

Kyuhyun Super Junior

Other Cast :

Gikwang BEAST

Super Junior Member

Note :

Alur cerita REAL from @Choiri_23 , dan ide cerita PARK NARI (Perequest)

author sengaja bikin twoshoot karena ceritanya sangat panjang. Banyak banget disini yang bikin author sendiri ngakak. Apalagi pas di dorm kkk~ jadi kalau penasaran silahkan bacaaaa!!!


PurpleBlossom  :  Hya!! Oppa!!

Oppa!! Balaslah!! Ppali!!

Oppa!!!!!!

Aku hitung smpai 3! Tak membalas kau akan mati!

Hana!

Deul!

PurpleEgg             : Ahh!! Wue?! Wue?? Aku sedang sibuk!

PurpleBlossom   : Benarkah? Huh.. semuanya sibuk.. dan tak ada yg peduli denganku.. Arraseo.. lanjutkan urusanmu.

PurpleEgg              : lagi.. kau selalu memakai cara itu.. U,U

PurpleBlossom    : kkkkk~~ Dan cara itu selalu berhasil :p

PurpleEgg              : Ppaliya!! Wuere?? Aku sibuk..

PurpleBlossom     : Appa memaksaku lagi.. dan kali ini Eomma ikut membantu u,u

PurpleEgg               : dan kau masih menolaknya?

PurpleBlossom     : Keorrom!!!!

PurpleEgg               : huh.. kau harus mengubah cara pandangmu paboo~ terima saja, cari positifnya.

PurpleBlossom     : WUE? TERIMA? Ah!! Pichesseo?? Kau ingin aku bunuh atau mutilasi? Atau ku bom?

PurpleEgg               : Hey.. kau hidup di Indonesia sebagai teroris? Pembunuh bayaran? Kau sangat kejam..

PurpleBlossom     : ah.. pokoknya aku ga akan ke Seoul untuk bertunangan dengan orang yang tak aku kenal!

PurpleEgg               :Em.. begini saja.. kau ke Seoul dan kita   menghabiskan waktu bersama? Lupakan tentang pertunangan? Arra?

PurpleBlossom     : waah!!! Ide bagus! Tapi sayang… siapa bilang aku mau menghabiskan waktuku denganmu :p

PurpleEgg               : kita kan tidak pernah bertemu.. mungkin saja kau penasaran denganku😀

PurpleBlossom     : cukup chatting denganmu aku sudah merasa kesal, jika aku bertemu denganmu mungkin isi otakku akan meledak u.u

PurpleEgg               : Lalu kau akan menghabiskan waktu dengan siapa? Oppa-mu? Siapa namanya? Emm.. giwang? Gelang?

PurpleBlossom     : HYAA!!!! GIKWANG!!! Jangan mengganti nama pacarku ya!! Huh! Sudahlah sana! Sibukan dirimu! Aku benci oppa! :p

Itulah yang selalu Airen lakukan ketika berada dikamar. Ia akan menghabiskan seluruh waktunya untuk chatting dengan teman dunia mayanya. ‘PurpleEgg’ itulah nama samaran temannya. Airen sama sekali tidak mengetahui bagaimana wajah laki-laki itu. yang ia tau hanya laki-laki itu berkerja di Seoul dan umurnya hanya 1 tahun lebih tua dari dirinya. Karena Airen bisa hangul, mereka pun berkomunikasi dengan mudah.

Berbeda dengan ‘PurpleEgg’, Gikwang adalah pacar Airen yang ada di Seoul. Mereka bertemu saat Airen datang ke Seoul untuk pertama kalinya. Sudah 5 bulan mereka berpacaran. Dan setiap bulan Airen pasti datang ke Korea untuk menemui Gikwang.

Ttok.. ttok.. ttok.. pintu kamar Airen berbunyi. Itu tidak lain adalah Danny, kakak Airen.

“apa?” Tanya Airen dingin.

“kau sungguh tak mau ke Seoul?” Tanya Danny langsung. Airen mengangguk.

“bahkan jika laki-laki yang kujodohkan denganmu tampannya melebihi Gikwang-mu itu?” goda Danny.

“kalau kau kesini untuk mengajakku perang, sebaiknya kau bawa pelindung” jawab Airen santai. Mencoba supaya tak terpancing.

“haha.. aku hanya bercanda Ai…” Danny memaksakan tertawa, sejujurnya terkadang ia juga takut dengan adiknya itu. adiknya memang terlihat feminim, kulit putih, langsing, pokoknya sempurna untuk segi fisik. Tapi tidak banyak laki-laki yang berani mendekatinya, tentu saja  karna perkataan Airen yang sedikit kejam.

“Ai.. sebaiknya kau ikuti saja pemintaan ayah untuk ke Seoul. Ini pasti tidak akan lama.. lagipula..” Danny memotong perkataannya, menunggu respon dari Airen.

“lagipula apa?”

“lagipula.. calon tunanganmu disana juga menolak..” lanjut Danny sambil memutar mujar bola basket ditelunjuknya.

“benarkah?” Airen langsung kegirangan. “kalau begitu batalkan saja! Dia tidak mau, aku tidak mau! Bukankah itu bagus!”

“masalahnya, jika pertungan ini gagal, ayah akan kehilangan segalanya.” Nada bicara Danny menjadi serius.

Airen menjadi bingung sendiri, apa hubungannya semua ini? “maksud kakak?” tanyanya.

“kau taukan kalau ayah berada di Industri music? Dan orang yang kakak jodohkan denganmu itu adalah orang yang sangat berpengaruh di industry music Korea. Dan ayah ditugaskan untuk menjalin bisnis dengannya.. jadi..”

Belum selesai Danny berbicara Airen langsung memutusnya, “jadi maksudmu ini adalah pertunangan bisnis? Dan aku perantaranya? Dan semuanya tergantung padaku?” Airen memahami situasi. Danny mengangguk.

Airen terdiam. Ini bahkan lebih berat dari yang ia pikirkan. Ia memiliki banyak beban sekarang. Ia ingin menyelamatkan ayahnya. Tapi ia juga tak mau kehilangan Gikwang. Ayah dan Gikwang sama-sama memiliki tempat dihatinya.

“hah.. karena inilah aku menolak dilahirkan sebagai anak pengusaha.. semuanya pasti bisnis” Airen mendesah. “baiklah.. aku akan melakukannya! Besok aku ke Seoul” akhirnya Airen memutuskannya.

~~~

Airen POV

27 Desember 2012

Karena aku memutuskan pergi ke Seoul secara mendadak ayah, bunda, dan kakak, semua tak ada yang bisa ikut denganku. Dan sekarang siapa yang menjemputku di Seoul? Aku merogoh sakuku, mencari ponselku.

“Ah.. Oppa!!” teriakku.

“Ah.. Ae Ren? Ah.. eoddiyo chagi? (kau dimana sayang?) ” jawab orang disebrang, tentu saja oppa tersayangku, Gikwang.

“Ah.. tebaklah.. sekarang aku ada di Seoul!” jawabku girang.

“Seoul? Untuk apa kau ada disini? Bukankah kau seharusnya di Indonesia?” tanyanya, ia terdengar terkejut.

“Ah. Eh.. ah.. aku punya bisnis di sini.. ah ya.. bisnis!” aku mencoba menutupi alasanku datang ke Seoul. Aku takut Gikwang kecewa dan sakit hati.

Pembicaraan kami pun berlanjut. Sudah lama aku tak menelpon Gikwang. Rasanya sangat lega ketika mendengar suaranya. Ah.. aku jadi merindukannya. Ketika kepalaku mulai dipenuhi dengan Gikwang oppa, Seorang laki-laki paruh baya menghampiriku. Ia menyapaku penuh senyum. Entahlah siapa dia, dia hanya terlihat seperti orang yang penting.

“Ah.. chogiyo (permisi).. neol nuguseyo? (anda siapa?)” tanyaku. Laki-laki itu tersenyum

“ah.. sebaiknya kita ke kafe sebelah sana.” Laki-laki itu langsung meraih tanganku dan membawaku ke kafe yang ditunjuknya.

Kami pun sampai disalah satu kafe di kawasan Gangnam. Ini jangan bilang bahwa ahjussi ini yang akan bertunangan denganku? Ah!! Aku pasti menolaknya!

“ah.. chogiyo.. Ahjussi nuguseyo? (paman siapa ya?) ” tanyaku lagi.

“ah! Joesonghamnida (maafkan aku ‘formal’).. aku lupa memberitahumu. Naneul Lee Soo Man imnida.” Jawabnya. Bahkan namanya saja sudah bisa dipastikan umurnya 45 tahunan. Tidaak!! Aku tidak ingin dijodohkan dengan dia!

“Ah.. eh.. naneul Ae Ren imnida.. bhanggapsumnida.” Jawabku. Setiap kali ke Korea aku pasti mengganti namaku dari Airen menjadi Ae Ren, itu karena penamaan di Korea menjadi 2 suku.

“ahjussi.. untuk apa kita disini?” tanyaku agak sedikit takut.

“ah.. Danny menyuruhku untuk menjemputmu. Katanya ia tidak mungkin membiarkan adiknya yang cantik kebingungan di Seoul” jelasnya. Aku semakin ternganga. Kakak pasti sudah gila menjodohkanku dengan laki-laki seperti ini. sudah tua masih saja menggombal.

“ah.. jadi.. ahjussi yang .. em.. dijodohkan denganku?” tanyaku ragu-ragu. Semoga dia menjawab tidak.

Ahjussi itu malah tertawa. “annieyo.. tentu saja bukan. Aku sudah beristri. Hahaha.. kau jangan terlalu berharap menjadi tunanganku ya.. haha” jawabnya dengan tawa. Aku hanya bisa tersenyum renyah. Ahjussi ini sungguh kepedean.

“Hyung!” seseorang berlari kemeja kami. Aku tak bisa melihat jelas siapa dia. Kepalanya tertutup  topi, matanya tertutup kacamata, dari postur tubuhnya, aku yakin seumuran denganku.

“ah.. sudah datang?” Tanya ahjussi itu. namja tadi mengangguk. “hey.. lepaslah topi dan kecamata mu.. kasian dia” ahjussi itu menunjukku. Sepertinya ahjussi itu tau kalau aku penasaran dengan wajah namja itu.

“ah.. jeoseonghamnida” jawab namja itu dan melepas semuanya (jangan pikir dia buka baju juga ya -_-“)

Ah.. aku tau dia! Dia bukankah.. em.. sungmin? Eh.. Siwon? Ah.. pokoknya dia berasal dari Super Junior. Ah ya!! Aku baru ingat! Ahjussi itu!! dia adalah pemilik perusahaan music di Korea. Ah! Pabo! Kenapa aku jadi lupa!

“ah.. Annyeonghaseyo.. nan Kyuhyun imnida bhanggapsumnida” katanya. Aku memaksakan untuk tersenyum.

~~

“Wue?” tanyaku dingin. Daritadi namja yang bernama Kyuhyun itu terus memandangiku. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Bahkan kami hampir menabrak lampu lalu lintas tadi. Gara-gara dia terus menatapku ketika menyetir. Mungkin aku sangat cantik.. kkk~

“ah Wuee!!” aku sudah mulai kesal. “kau harusnya menatap jalan! Jangan menatapku!” bentakku.

“kau.. apakah kau mengenalku?” tanyanya. Dia bodoh atau apa, kami bahkan baru pertama ini bertemu, ia malah menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu.

“ah! Kau aneh! Kita baru pertama kali bertemu, paboo!” kataku langsung.

Cyiiiiit… ia langsung menyetop mobilnya. Kepalaku hampir saja terbentur, kalau saja tak diselamatkan safebelt.

“Ah!! Wue!! Kau mau aku mati? Anni.. atau kau mau aku bunuh?!” bentakku kesal.

“Hei.. kau tahu siapa aku?” tanyanya.

“Keurrom (tentu).. Kyuhyun! Orang yang dijodohkan denganku! Dan aku menolaknya! Puas?” jawabku sekenanya. Ini bahkan belum sampai apartemen tempat aku akan tinggal, dia sudah mencari masalah. Anak siapa sih dia! Huh.

“kau tau di Korea aku siapa?” tanyanya lagi, dari wajahnya bisa dilihat dia geram denganku.

“ah.. mollaeyo! Berikan aku alamat apartemenku!” aku menyodorkan tanganku.

Dia terlihat bingung, “untuk apa?”

“aku tidak mau diantar dengan orang bodoh sepertimu! Ppali!!”

Ia mendecak, wajahnya terlihat merah, sepertinya ia benar-benar geram denganku. “siapa bilang kau tinggal diapartemen?” tanyanya.

“Geurreoseo? (jadi?) ” sekarang aku yang bingung.

“kau tinggal denganku, paboo!” jawabnya santai.

“MWORAGO?! (KAU BILANG APA?) ” aku langsung berteriak didepannya. Ahh ini tidak mungkin! Aku bahkan belum lulus kuliah! Tidaak! Oh my! Kakak!! Ayah! Bunda!! Jebal!!

~~

Ah.. bunda pasti bercanda. Aku sudah menelponnya beberapa kali, tapi ia tak mengangkat, begitu pula dengan kakak dan ayah. Astaga! Sekarang aku sudah berada dirumahnya. Rumahnya cukup besar, dan terlihat bersih. Tapi setelah kuperhatikan lagi, kurasa rumah ini jarang ia tempati. Sofanya masih keras, dan kulkasnya pun tak ada isinya. Dan gawatnya aku lapar sekarang.

Aku melangkahkan kakiku kekamarnya. Sejak tadi ia pasti  hanya bisa mengutuk diriku dikamarnya. Ommo! Ia bahkan mengunci pintunya. Tidak ada pilihan. Hana.. deul.. set! Buar! Pintu kamarnya sudah terbuka secara paksa Mian Kyuhyun, aku sangat lapar sekarang. Kkkk~

Aku pun beranjak masuk tapi.. “AAAAAH!!!” jeritku. Aku pun langsung menutup mataku dengan kedua tanganku. Ia sama sekali tak mengenakan baju. Aku sempat melihat badannya sebentar. Hanya sebentar. Badannya terlihat kekar, sepertinya ia banyak latihan.

“ah! Wueree!! (Apa ini!!!) ” bentaknya langsung, ia langsung saja mengambil bajunya yang ada dikasur.

“kau! Sudah tau ada tamu! Kenapa tidak pakai baju!” tanyaku, bahkan wajahnya sama sekali tak terlihat malu. Dia pasti sering melakukannya dengan tamu tamunya, iiih!!

“Hei! Seharusnya aku yang bertanya padamu! Aku bahkan mengunci kamar! Kau yang tak tahu sopan santun!”  jawabnya kesal. Aku kembali memikirkannya. Itu benar, memang aku yang semberono.

“ah.. itu.. aku lapar! Apa kau tidak ada makanan? Kulkasmu kosong!” jawabku tergagap-gagap.

“alasan…” jawabnya singkat dan tak menghiraukanku. Astaga.. mungkin jika ini bukan karena aku harus tinggal dirumahnya, aku akan membakar habis rumah ini.

Aku terpaksa harus menyembunyikan amarahku. Karena ini memang sepenuhnya kesalahanku, “mengenai pintu..ah.. joeseonghamnida” aku membungkuk sopan.

“sudahlah, lupakan saja. Tunggu dibawah, kita akan cari makan” pintanya. Aku hanya bisa menurut. Aku takut kalau aku terus membahas ia mungkin akan berpikir tidak-tidak tentangku.

Sudah 10 menit aku menunggu diruang tamu. Ia bahkan belum keluar dari kamarnya. Dia yeoja atau namja sih? Beberapa kali aku berniat untuk naik keatas dan masuk kekamarnya lagi. Tapi sepertinya itu ide buruk, mengingat kejadian tadi.

Tak selang beberapa lama, seorang namja turun. Dia sangat menakutkan. Hanya batang hidungnya yang terlihat jelas. Ia mengenakan topi hitam, masker, jaket, dan tangannya pun tertutupi sarung tangan ala musim dingin.

Aku mulai mundur beberapa langkah, jika seperti difilm, dia terlihat seperti pembunuh bayaran, atau.. dia akan menculikku?

“ah.. chogi.. em.. ahjussi nuguseyo?” tanyaku tergagap gagap. Ia makin mendekatiku. Bahkan tangannya terbuka lebar, seolah ia ingin menangkapku.

Ia sama sekali tak merespon, “ah.. Ahjussi jangan berani dekat dekat ya! Aku pernah berlatih karate! Ah wushu juga!” aku langsung mengepal tanganku layaknya petinju. Aku bahkan tak berani melihat orang karate atau pun wushu, bagaimana bisa beladiri!

Ahjussi itu tambah mendekat. Sekarang ia hanya berada 1 langkah didepanku. Tak ada pilihan lain. “AHJUSSI!!” aku berteriak, dan langsung menginjak kakinya sekeras mungkin.

“AUUWW!!” ia meringis. Tunggu.. aku kenal suara ini. jangan bilang ini.. aku kembali menghampirinya, dan melepas maskernya. Bata! Ini Kyuhyun!

“ah.. Kyuhyun-ssi! Mianhae!! Mian!! Aduh.. apa?” tanyaku sambil mengelus-elus kakinya. Sebenarnya aku tak begitu khawatir dengan dia, hanya saja aku takut aku akan dituntut perusahaannya, karena telah melukai artis mereka.

“kau masih bertanya?! Tentu saja sakit! Astaga! Neol jinja pabo-ya! (kamu sungguh sangat bodoh) ” ejeknya, ia terlihat masih kesakitan. Aku hanya bisa manyun, tidak apalah ia mengataiku seperti itu, toh dia sudah mendapat injakan dariku. Hehehe

“kau! Cepat bantu aku berdiri!” katanya. Ia langsung menaruh lengannya dibahuku. Aku bisa merasakan hangat lengannya. Aku terdiam. Ia merangkulku. Aku bahkan belum pernah dirangkul oleh pacarku sendiri, dan dia sudah berani merangkulku?

Aku langsung menghempaskan tangannya kelantai dan kali ini ia meringis karena tangannya. “Hei!! Aku minta tolong! Kenapa kau melukai tanganku lagi!! Aish!! Paboo-ya paboo!” ia kembali mengejekku. Aku hanya bisa tersenyum renyah.

~~

28 Desember 2012

Gara-gara ku injak semalam. Kaki Kyuhyun sedikit keseleo dan harus istirahat dirumah untuk beberapa lama. Aku bahkan tak menyangka kalau injakanku itu sangat kuat. Ia sekarang sedang tidur dikamarnya. Entahlah apa yang harus aku kerjakan sekarang. Seharusnya aku bersenang-senang disini.

Aku membuka notebookku. Untunglah rumah Kyu sudah disediakan wifi, jadi aku bisa menggunakannya untuk chat dengan oppa, kkk~

PurpleBlossom        :  Oppa!! Kkk~

PurpleEgg                  : wah.. kau.. sudah 2 hari aku menunggu kabarmu..

PurpleBlossom        : Benarkah?

PurpleEgg                  : Keorrom.. kukira kau sudah mati. Jadi kalau kau mati aku akan mengadakan pesta besar. Kkk~

PurpleBlossom        : -_-“ tak jadi deh.. tadi sebenarnya aku ingin memberitahumu aku sedang dimana. Tapi karena kau begini..

PurpleEgg                  : eeeh!! Kau dimana? Aku hanya bercanda tadi😀

PurpleBlossom        : aku. Ada. Di. SEOUL!

PurpleEgg                  : MWO? Seoul? Disini?

PurpleBlossom        : Keorrom!!!!

PurpleEgg                  : wah, jadi kau menerima perjodohanmu? Baguslah.. setidaknya calonmu itu bisa mengubahmu menjadi lebih kalem

PurpleBlossom        : :p dia .. hehehe.. sejak aku sampai Seoul, dia selalu kena sial. Kkkk~

PurpleEgg                  : sudah kuduga.. kau tidak pernah bisa diam -_- kau apakan dia?

PurpleBlossom        : aku tidak mau menceritakannya, jika kau tau kau akan menjadi saksi, dan aku akan dituntut -_- ahhh shiirreo!!

PurpleEgg                  : huh.. kau slalu membuat masalah..

Purple Blossom       : Oppa, bagaimana kalau kita ketemuan?

PurpleEgg                  : aku tak bisa.. dongsaengku sakit..

PurpleBlossom        : sudah kuduga.. arraseo oppa.. aku off ya! Aku lapar! Sejak aku membuat calonku sial, aku belum makan. Aku laaapaaaaar!!!!!!!!

~~~~

Author Pov

Ae Ren mengetuk pintu kamar Kyuhyun dengan hati-hati, ia takut Kyuhyun akan berubah menjadi singa karena sikapnya yang sembrono. “Em.. Kyuhyun-ssi? Kau sudah bangun? Ini sudah jam 7 pagi, bangunlah!” kata Ae Ren didepan pintu. Ia sudah mengetok tapi tak berani membukanya.

“turunlah Kyu-ssi.. aku sudah menyiapkan makanan. Sebagai tanda permintaan maaf” kata Ae Ren lagi dengan wajah penuh dengan rasa bersalah.

Merasa sama sekali tak ada respon, ia pun turun ke dapur dan makan sendiri makanannya. Ia sudah susah payah memasakkan nasi goreng untuk permintaan maaf, tapi malah ditolak. Ia menyuap nasi kedalam mulutnya dengan rasa kesalnya. Ia sengaja tidak makan banyak, hanya ¼ ,  karena ia tahu kyuhyun sangat lapar gara-gara semalam.

Saat suapan terakhir masuk kedalam mulut Ae Ren, Kyuhyun turun dari atas dengan tergopah-gopah. Sepertinya kakinya sangat sakit berkat Ae Ren. Ae Ren menjadi tidak nafsu makan (padahal makanan buat dia udah habis -_-)

“apa?” Tanya Ae Ren dengan wajah bersalahnya.

“pertanyaan bodoh, dari orang bodoh. Tidak buruk” cibir Kyuhyun dengan wajah santai. Ae Ren langsung cemberut.

Tanpa mengatakan apapun Kyuhyun langsung duduk dan memakan nasi goreng bagiannya. Ia menghabiskan ¾ nasi goreng yang sudah disisakan Ae Ren. Ae Ren tersenyum, itu artinya Kyuhyun mau melupakan kejadian tadi malam.

“nasi goreng ini lumayan, sebagai permintaan maafmu, kau harus membuatkanku ini selama kau di Seoul” perintah Kyuhyun sambil terus melahap nasinya.

Ae Ren melongo mendengar permintaan Kyuhyun, ia mencernanya dengan sangat hati-hati. Ia kemudian tersenyum paksa. “Kyu-ssi.. hehehehe.. aku tidak bisa melakukannya” kata Ae Ren, masih dengan senyum palsu.

Kyuhyun mengernyitkan, “wue? Inikan buatanmu”

“itu.. ah.. aku tidak menggunakan resep”

“ya sudah.. kau bisa membuatnya sesuai dengan ingatanmu”

“itu.. aku juga tak ingat…” Ae Ren masih tersenyum renyah, “aku hanya memasukan semua bumbu masak yang ada didapurmu kedalam nasi, dan jadinya ini” Ae Ren menunjuk nasi yang dimakan Kyuhyun.

Kyuhyun berhenti mengunyah, “jadi maksudmu, kau hanya mengikuti instingmu?”

“bisa dibilang begitu…”

“Kau!!!! Kau sudah membuat kakiku seperti ini dan sekarang ingin meracuniku!?!!” Kyuhyun langsung menghempaskan garpu dan sendoknya ke meja.

“eehhh… lanjutkan sajaa!! Tadi aku hanya bercanda!!… ia.. hehehe.. bercanda!!” Ae Ren berbohong.

Mendengar perkataan Ae Ren, dengan santai Kyuhyun kembali mengambil sendok dan garpunya dan melanjutkan makan. Ae Ren tercengang melihat Kyuhyun, 1 detik ia menjadi harimau, 1 detik kemudian dia seperti melupakan semuanya. Kelakuan Kyuhyun wajib diancungi jempol!

Dasar Paboo! Untuk apa aku meracunimu! Mudahan saja bumbu masakan yang kumasukan itu benar-benar beracun!

Karena Kyuhyun menemukan fakta kalau sebenarnya Ae Ren tak bisa memasak, dan yang ia bisa hanya bereksperimen, Kyuhyun terpaksa harus mencari makan keluar bersama dengan Ae Ren untuk makan malam. Kyuhyun bahkan berjalan tergopah karena terkilir, dan sekarang ia harus menyetir mobil.

“hei.. Kyu-ssi?” Tanya Ae Ren saat melihat wajah Kyuhyun yang dingin.

“Kyu-ssi? Masih sakit ya? Apa sampai sekarang?” tanyanya lagi. Ia tetap tak merespon.

“terserahlah.. itukan salahmu.. untuk apa menakutiku seperti itu. huh”

Kyuhyun langsung tertawa, sepertinya ia tertawa meledek Ae Ren. “jadi.. kemarin.. kau menginjakku karena ketakutan?” ia menanyakannya setengah tertawa.

“Annieyo! Ah.. tentu tidak! Ah.. untuk apa aku takut denganmu! ah.. tidak mungkiin.. ha.. ha.. ha..” Ae Ren berpura-pura tertawa. Ia sedang berbohong.

“oh.. jadi seorang paboo sepertimu bisa ketakutan? Ah.. baguslah”

“Hya!! Aku tidak paboo! Berhenti memanggilku paboo!!”

“kau menginjakku saat ketakutan, dan kau memasak dengan insting dan tak bisa mengingatnya, apakah orang itu bukan PABOO?”

Ae Ren mulai emosi, “STOP MOBILNYA!”

“Wue? Sebentar lagi kita sampai..”

“AKU TIDAK MAU MAKAN DENGAN ORANG YANG MENYEBALKAN SEPERTIMU! PA~ BOO~”

“kau kita aku mau? Siapa bilang aku akan makan bersamamu?” ia menjulurkan lidahnya

Ae Ren mengalihkan pandanganku kejalanan. Jalanan Seoul terlihat ramai. Banyak pasangan kekasih dijalanan ini. sepertinya ini kawasan sungai Han. Ahhh~ pasti sangat romantis jika bisa berkencan disekitar sini. Pikirnya. Astaga, bahkan ada yang berciuman dipinggir sungai. Ah.. sungguh romantis.ia melihat pasangan yang berciuman itu dengan seksama, ia merasa mengenalinya.

“KYUHYUN STOP SEKARANG!” Kyuhyun tak merespon perkataan Ae Ren. Dengan emosi memuncak, Ae Ren menarik rem tangan mobil.

“AH!! Apalagi sekarang? Kau mencoba membunuhku?” Tanya Kyuhyun sedikit emosi. Ia mengacuhkannya, dan langsung berlari keluar mobil, memastikan penglihatannya benar walaupun dengan jarak yang jauh. Ia merogoh kantung mantelnya dan mengambil ponselnya.

“Yongseyo?.. Oppa?” katanya saat panggilannya diangkat. ia kembali melirik pasangan yang sedang berciuman tadi, mereka berhenti. Sang namja terlihat sibuk mengangkat telpon.

“Oppa.. Eoddiyo?.. Oppa.. apakah berada didekat sungai Han?” tanyanya lewat telpon. Sesuai dengan dugaannya, namja itu terlihat celingak celinguk kesekitarnya.

“ahh.. nee.. tapi aku sebentar lagi akan pergi.. aku ada urusan.. Ae Ren, aku tutup ya!” ia langsung menutup panggilannya. Begitu pula dengan namja itu, ia memasukan ponselnya ke sakunya, dan membawa pasangannya pergi. Tak bisa dipungkiri. Itu pasti Gikwang, pacarnya.

~~~~~~~~

29 desember 2012

Kyuhyun turun dari kamarnya dengan pakaiannya yang sangat casual. Karena kakinya sudah baikan, ia ingin latihan dengan anggota Super Junior lainnya. Ae Ren yang sedang menonton tv tentu penasaran ia akan pergi kemana. Dan dengan pakaian yang bisa dibilang, rapi menurut Ae Ren.

“Kyu.. kau mau kemana?” Tanya Ae Ren sambil melihat Kyu yang sedang mengambli air mineral didapur.

“aku ingin latihan dengan hyungku. Kau! Anak kecil! Duduk diam dan menonton tv saja disini! Kali aja nanti aku akan tampil ditv” kata Kyuhyun pede sambil mengacak-acak rambut Ae Ren.

“kau sudah tampil ditv 5 kali, dan 5 kali juga aku muntah.. bwekk.. bweekkk” Ae Ren menirukan gayanya muntah.

“iss!! Anak kecil paboo!!” ledek Kyuhyun, kali ini ia menarik hidung Ae Ren.

“Hya!! Ya!! Apa-ya!! Aishh!!! Kau pergi sekarang atau memilih aku mematahkan tanganmu!!” Ae Ren memegang erat tangan Kyuhyun.

Karena wajah Ae Ren terlihat sangat serius, Kyuhyun langsung menarik tangannya, dan berjalan seperti biasa menuju mobilnya. ia menutupi ketakutannya.

KKK~~ itu dia part 1 nya! gimana lucu g
ak? kayaknya masih belum ya? hehehe.. tenang saja.. ada banyak kejutan dipart 2 (last part)!! tunggu besok yaa!!! 

Salam Cinta, Author Choiri😀

Entry filed under: BEAST, Comedy, Indonesia, Romance, Super Junior, Two Shoot. Tags: , .

I Remember You ( How Deep is Your Love ) – Chapter 4 [TEASER] Enter The Darkness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

August 2012
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: