[SONGFIC] Please, Come Back to Me

July 9, 2012 at 12:26 AM 6 comments


Author : cherry blossom a.k.a r13eonnie

Main Cast : Han Taelin, Lee Donghae

Genre : Angst, Sad Romance

Rating : PG-13

Type : Songfic

Lenght : 1503 Words

A/N : ini FF author ambil dari kisah nyata yang di alamin sama temen sodaranya author,,,kejadian yg di alami si cowo, sekitar satu taun yg lalu, tepatnya puasa taun lalu…author angkat jadi FF karena lagi” ada pelajaran yg bs d ambilnya…Oh ya author saranin, baca ff ini smbil dgr lagunya jg..psti ngena bgt…

Backsound : Terry – Kembalilah

Credit poster to mekeyworld

Happy Reading

***

Aku di sini menunggumu

Masih setia mencintai

Meskipun kini aku tak tahu, aku tak tahu Engkau di mana

Di sini aku merindukanmu….

Han Taelin melirik ponselnya lagi, sudah pukul sebelas lebih tiga puluh dua menit. Satu jam sudah ia menunggu kekasihnya Lee Donghae di depan rumahnya. Angin malam yang dingin menusuk hingga ke tulang, menerpa tubuh gadis itu dengan manja.

“Kau ke mana Lee Donghae?” umpat Taelin bergidik karena kedinginan.

“Lima menit lagi kau tidak datang, mati kau”

Tujuh menit lewat sepuluh detik, sebuah mobil Jazz merah berhenti di depan rumah Taelin.

“Sayang, maaf aku terlambat”

Taelin tidak menghiraukan Donghae yang sekarang sudah berdiri di depannya.

“Sayang, tadi ada kecelakaan di jalan, jadi jalanan macet”

Donghae bersujud di hadapan kekasihnya yang sudah ia pacari selama tiga tahun yang lalu itu.

“Malam-malam begini, mana mungkin bisa macet? Yang ada jalanan pasti sudah sepi, kan? Sudahlah kau jangan mencari alasan, alasanmu itu sungguh tidak logis” Taelin bangkit dan berniat untuk masuk ke dalam rumahnya.

“Sayang, tapi aku tidak bohong. Tadi di jalan benar-benar macet” Donghae menghadang langkah Taelin.

Taelin menatap Donghae sakratis.

“Benar kau tidak bohong?”

Ne… aku bahkan berani bersumpah” Donghae mengangkat telunjuk dan jari tengahnya bersamaan.

“Baiklah aku percaya padamu. Kalau begitu ayo kita pergi sekarang” Taelin menarik tangan Donghae.

“Sayang, bagaimana kalau kita perginya besok saja? Ini sudah malam, lagipula aku ngantuk, aku ingin istirahat dulu sebentar, boleh?” wajah Donghae memelas.

Andwae..kita harus pergi sekarang juga, kau tahu nenekku sedang kritis di Busan. Bagaimana mungkin kita menunggu sampai besok kalau ternyata besok kita bahkan tidak bisa menemuinya lagi?” amarah Taelin keluar dan itu tidak membuat Donghae merasa tidak aneh lagi.

Hal itu sudah biasa terjadi, jika Taelin sudah memiliki keinginan, maka harus di penuhi saat itu juga. Jika tidak, maka dia akan marah-marah hingga keinginannya itu terpenuhi.

Meskipun begitu, Donghae sangat mencintai gadis itu. Gadis yang selalu membuatnya merindukan gadis itu jika tidak melihatnya, gadis yang selalu membuatnya merindukan tingkah manjanya dan yang terpenting, Taelin adalah gadis yang pernah membantu pengobatan Ibu Donghae yang sedang sakit dan menyelamatkannya dari maut.

“Baiklah kita pergi sekarang, kajja...” suara Donghae terdengar lemah.

“Sayang tambah lagi kecepatannya, kita harus cepat-cepat sampai di sana” perintah Taelin saat Donghae sudah melajukan mobilnya.

“Sayang, tadi kan aku sudah bilang kalau aku sedikit ngantuk. Aku takut kalau aku melajukan dalam kecepatan tinggi, nanti malah terjadi sesuatu dengan kita?” suara Donghae selembut mungkin.

“Aku tidak perduli, pokoknya cepat tambah lagi kecepatannya”

Tidak ada yang bisa Donghae lakukan, selain menuruti ucapan kekasih yang sangat di cintainya itu. Donghae menambah kecepatan laju mobilnya menjadi 140 Km/jam. Untunglah jalanan saat itu sudah mulai sepi. Jadi, Donghae tidak perlu menyusul mobil-mobil yang ada di depannya.

“Hoaaaamm, aku ngantuk. Aku mau tidur dulu, kalau sudah sampai bangunkan aku” Taelin menyandarkan tubuhnya ke pintu dan menekukkan kedua kakinya di kursi.

Donghae menguap untuk yang ke sekian kalinya, ia melirik Taelin yang sudah tertidur lelap di sampingnya. Tubuh mungilnya meringkuk, Donghae tidak tega melihatnya. Dengan sebelah tangannya, ia mengambil selimut di jok tengah dan memakaikannya pada tubuh Taelin.

Taelin terhenyak dengan mata yang masih terpejam. Donghae mengerjapkan matanya dan menguap panjang. Matanya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi. Ingin sekali rasanya ia mengistirahatkan matanya itu meski untuk sekejap.

Ia mencoba mencerahkan matanya, namun ia tidak kuat lagi. Tanpa ia sadari matanya terpejam dalam sepersekian detik dan bersamaan dengan itu, mobil yang di kemudikannya sudah menabrak sebuah rumah kosong hingga hancur.

***

Hanya suara isak tangis dan detikkan dari monitor jantung yang terdengar dari kamar itu. Sudah dua hari tubuh gadis itu terbaring lemah tak berdaya di kasurnya.

Banyak luka goresan di tangannya, kaki kanannya di perban dan selang infus hinggap di hidung mancungnya.

“Taelin-ah, bangunlah nak” seorang Ibu berusia sekitar tiga puluh tahun duduk dengan setia di samping putrinya yang belum juga membuka matanya.

“Sabar bu, nanti juga dia pasti bangun” tangan dari seorang pria yang tubuhnya lebih tinggi itu, meremas pelan pundak sang Ibu yang tak lain adalah Istrinya.

“Dong…hae-ah…” terdengar suara lirih dari Taelin.

Jari-jarinya bergerak ragu.

“Dong…hae…” ulangnya menyebut nama seseorang.

“Taelin-ah, kau sudah sadar, nak?” Ibu Taelin menghampiri putrinya itu.

Air matanya masih mengalir namun senyum kecil tersungging juga dari bibirnya, tatkala ia senang melihat Taelin akhirnya sudah siuman.

“Eom…ma…” Taelin membuka matanya perlahan dan memanggil Ibunya ketika orang yang pertama kali ia lihat adalah Ibunya.

“Iya, nak ini eomma” Ibu Taelin menyeka air matanya cepat.

“Ap…pa…” Taelin mengalihkan pandangannya ke orang yang berdiri di samping Ibunya.

“Eum…Taelin-ah” Ayahnya tersenyum simpul.

“Mana Donghae?”

Mendengar pertanyaan putrinya itu, membuat Ibu dan Ayahnya terdiam seribu bahasa.

“Eom..ma, mana Lee Dong..hae??” suara Taelin masih sangat lemah.

“Dia ada di kamar sebelah, nak”

“Lalu bagaimana keadaannya?”

“Dia…dia baik-baik saja” suara Ibu Taelin terdengar berat.

“Benarkah? Aku ingin melihatnya, eomma”

Andwae…” jawab Ibu Taelin cepat. “Eum..maksud eomma, kau masih sangat lemah, nak. Nanti saja kau melihatnya kalau kau sudah baikan, eoh?”

“Tapi benar dia tidak apa-apa, kan?” tanya Taelin cemas.

Ibu Taelin tidak menjawab.

“Oh ya, ini kau minum dulu. Selama kau tidak sadarkan diri, kau tidak minum sedikitpun, kan” Ibu Taelin menyodorkan segelas air putih untuk putrinya demi menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Taelin yang tidak bisa di jawabnya.

***

Ke mana harus aku mencarimu

Tak pernah ada kabar darimu

Tega hatimu meninggalkan aku

Tanpa kejelasan darimu

Masihkah engkau mencintaiku, menyayangiku….

Taelin membuka selang infus yang menempel di tangannya, ia meringis sedikit merasakan perihnya. Ia turun dari kasurnya, ia merasa jenuh di kurung di kamar itu terus. Ia mencemaskan Donghae, perasaan ingin menemui kekasihnya itu sudah membuncah.

Untunglah Ibu dan Ayahnya sedang tidak ada, ini kesempatan emas baginya untuk bisa melihat keadaan Donghae di kamar sebelah. Dengan langkah terseok, ia keluar dari kamarnya.

Taelin mengedarkan pandangannya, kamarnya ternyata berada di paling ujung. Jadi Taelin yakin kalau kamar Donghae di rawat, pasti kamar yang berada tepat di sebelah kiri kamarnya. Dengan sedikit senyuman di bibir tipisnya, ia mendekati pintu kamar itu.

“Donghae-ah…” Taelin berhasil membuka pintu kamar itu.

Matanya menyipit ketika orang yang ia lihat di dalam kamar itu bukan orang yang ia kenal, bukan kakak Donghae ataupun Ibunya. Dan orang yang terbaring di kasur itupun bukan Donghae kekasihnya.

“Maaf, kau cari siapa?” tanya seorang wanita bertubuh jangkung yang berdiri di samping pria yang terbaring di kasur itu.

“Oh,,maaf sepertinya aku salah masuk kamar. Permisi” Taelin membungkuk meminta maaf. “Eum…maaf, tapi apa aku boleh bertanya sesuatu?” Taelin yang berniat keluar dari kamar itu, akhirnya membalikkan lagi tubuhnya.

“Yah, silahkan. Kau mau bertanya apa?” tanya wanita itu ramah.

“Apakah sebelum kekasihmu di rawat di kamar ini, ada pasien lain yang juga di rawat di kamar ini? Kira-kira lima hari yang lalu?”

“Lima hari yang lalu? Tapi adikku ini di rawat di sini sudah seminggu yang lalu” jawab wanita itu yang ternyata kakak dari pria yang di rawat di sana.

“Benarkah? Tapi itu tidak mungkin, kata eommaku, kekasihku itu….” suara Taelin melemah, tubuhnya yang masih belum pulih seratus persen itu pun terkulai lemah di lantai.

***

Eomma, ke mana sebenarnya Donghaeku? Kenapa eomma berbohong padaku kalau dia ada di kamar sebelah? Tadi aku ke sana eomma, tapi dia tidak ada di sana. Ke mana sebenarnya dia? Aku mohon jangan bohong padaku lagi, aku mohon” tangis Taelin memecah saat ia tersadar setelah tadi ia jatuh pingsan di kamar sebelah.

Ibu Taelin tidak mampu menjawab, hanya bisa menangis dan tertunduk dalam.

“Eomma….aku mohon, katakan di mana Donghaeku” Taelin mengguncang-guncangkan tubuh Ibunya lemah.

Mianhae Taelinn-ah, mianhae….” hanya itu yang bisa keluar dari mulut Ibunya yang bergetar.

Kembalilah kepadaku dan janganlah pergi lagi

Ku tak sanggup jalani hidup tanpamu

Seandainya engkau tahu, sekian lama ku menunggu

Kehadiranmu kembali, kekasihku….

Taelin pergi ke sebuah padang Dandelion yang dulu sering ia datangi bersama Donghae. Ia menyusurinya dengan langkah terseok, sesekali ia memejamkan matanya, mencoba untuk merasakan kehadiran Donghae di sana. Namun, hanya semilir angin yang ia rasakan yang menyapa tubuhnya lembut.

Satu tahun sudah Taelin menunggu Donghae kembali semenjak kecelakaan itu. Taelin tidak tahu keberadaan Donghae saat ini di mana, Ibunya pernah mengatakan kalau Donghae di bawa pergi oleh Ibu dan kakaknya. Dan Ibunya tidak tahu Donghae di bawa ke mana. Terlintas penyesalan di benaknya, seandainya dulu dia tidak menyuruhnya melajukan mobil itu dalam kecepatan tinggi, seandainya dia mendengarkan keluhan Donghae yang ingin istirahat sejenak dan seandainya malam itu ia tidak tidur dan menemani Donghae menyetir, mungkin kecelakaan itu tidak akan terjadi. Dan dia tidak harus kehilangan Donghae saat ini.

“Donghae-ah, di mana kau sekarang? Aku mohon kembalilah, maafkan aku. Aku janji aku akan mendengarkan semua ucapanmu, aku akan lebih mendengarkan keluhanmu dan aku tidak akan marah-marah lagi padamu, tapi aku mohon kembalilah, jangan tinggalkan aku seperti ini. Aku merindukanmu Lee Donghae, sangat sangat dan sangat merindukanmu” Taelin memeluk boneka pemberian dari Donghae saat Ulang Tahunnya setahun yang lalu, satu bulan sebelum kecelekaan itu terjadi.

~ END ~

Authro’s Note : Buat reader yang penasaran dan nanya Donghaenya sebenernya ke mana, itu kisah nyatanya, si cwonya itu meninggal, dua hari cwenya itu ga d kasih tau orang tuanya kalau pacarnya tu uda mninggal malem itu juga. Orang tuanya cm blg, klo pcr anaknya itu ada d kmr sblah, pdhal dia uda ga ada…anehnya si cwenya itu cm luka” biasa aja, ga terlalu parah tp naas cwonya yg justru mninggal d tmpat…mblnya ancur tepat d bagian badan mbl dmn dy duduk…pdhal cwonya gnteng bgt,,asli kjdian ini tepat satu taun yg lalu pas bln puasa…gara” cwenya maksa pgn k bdg mlm” dr sumedang, pdhl cwonya lg dlm keadaan cpe…author tw cerita ini dr sdra author, kbnran dy tmn satu kerjaan si cwo yg mninggal itu…uda lama bgt author pgn angkat kisah nyata ini jd FF, tp blm smpet az,,,kbneran kmrn ada yg mnta bkinin FF sad, akhirnya k pikiran deh bkin ni FF….

Dan hikmah yg bs kita ambil adalah, syngilah n jagalah org yg kita syg dgn sbaik-baiknya, jgn bkin dy marah, sdih ato kcwa..krn d saat kita uda khilangan dy krn dy uda prgi u/ slamanya, jgnkan bwt mnta maaf, bwt bersujud d dpn dy az kita uda gkn bs lg, kan? sesuatu akan terasa berharga klo kita uda khilangannya…jd, bwt klian yg pnya pcr dan bs nya cm marah” sm pcr klian, lbh baik rubah dr skr, krn itu cm bkin pcr klian stres pdhal dy syg bgt sm klian….klian gmw kan klo akhirnya dia berpling k cwe lain gara” sifat posesive klian yg terlalu berlebihan??? MAAF, author bukan mau sok ngajarin ato apa, tp author uda bnyak negliat kjdian” yg d alamin tmn” author jg,,dan itu ckup jd plajaran brharga bwt author u/ gx brsikap kya gtu….smoga pesan moral dan FF ini bermanfaat, maaf klo ada kata” yg mnyingung…*bow

Dtnggu RCL nya yah…^^

Entry filed under: Angst, FanFiction, FF Request, Indonesia, Language, PG, Sad Romance, Songfic, Super Junior. Tags: , .

I Remember You ( Complicated ) – Chapter 3 Etre Aime (Be Loved) [CHAPTER 3]

6 Comments Add your own

  • 1. kim Eunri ^.^  |  July 11, 2012 at 3:28 PM

    Eonni,tanggung jawab ah.Ambilin tisu*digampar*,,aqu ngluarin airmata tepat saat baca tulisan ‘END’.Wlwpun aqu gg smbil dngerin lgunya,tpi tetep deh ini ff mengharu biru,nyesek,so sad,semuanya.Iigh,aqu ksel sm taelin.Sbnernya dia punya prasaan ato ngga sih.Aqu ajj nganga,gg nyangka donghae sampe sujud2 dihdpan yeoja kejam itu.Ini critanya nyata kan ya?psti aqu dah benci bnget sama si prmpuan itu.Biarlah ujung2nya naas,,plajaran buat dia,hahah.
    Btw,aqu gg bisa baca ff smbil dngerin lgu,,rasanya konsentrasi jdi brcabang.Pengen srius sama ff tpi juga pngen mnghayati lgunya.Susah jdinya,hehe.
    Eh satu lagi,eonni jngn panggil aqu chingu ya,,pnggil ajj nama ku,Fita.*garuk tengkuk*aqu kurng suka dipnggil chingu,hehe.

    Reply
    • 2. r13eonnie 강 하이에나  |  July 12, 2012 at 1:13 AM

      makasiiiiih de fita uda setia baca ff” ka,,hehe…;)

      wahahaha…ci ade nih jd kbwa emosi sm cwenya,,hehe…ia sih de ka az tnda tnya sbnernya tu cwe prasaannya kya gmn m cwonya,,,,tp biarlah hnya dy dan Tuhannya yg tw…wah, ka bkin de nangis ia??maaf yah,,hehe..;))

      oh,,ia de mian, ka pnggil de az gpp kan??haha,,ia jg sih de,,tp klo ka justru sk baca ff smbil dgr lagu,,,kekeke..;D

      Reply
      • 3. kim Eunri ^.^  |  July 12, 2012 at 12:20 PM

        Eh?ia gapapa ka.
        Boleh ajj pnggil de.Jdi brasa imut2 gimana gitu.*ditendang*

      • 4. d'cheRry_bLosSom  |  July 12, 2012 at 8:24 PM

        ahahahaha,,imut” lucu..^^

  • 5. trya001  |  August 1, 2012 at 6:51 PM

    sumpah , ff’y kereenn . apalagi ini kisah asli .
    huhu . untung aku gag posesive😀

    Reply
    • 6. d'cheRry_bLosSom  |  August 13, 2012 at 8:18 PM

      makasiiiih,,ia ini kisah nyata,,,huhu…

      syukur klo gtu,,mudah” an kita ga jd cwe posesive kya d ff itu yah, aamiin..;)

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

July 2012
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: