[CHAPTER 1] Ange Gardien (Guardian Angel)

June 10, 2012 at 9:24 PM 1 comment

Title                : Ange Gardien (Guardian Angel)

Author           : devolyp

Cast                 : IU; Song Joong Ki; Jang Wooyoung; Bae Suzy; …

Genre              : Drama

Rating             : PG-15

Length                        : Chaptered

P.S.                  : This is the third fan-fiction I already released. This is also my comeback present for readers around the world. *nyehehehe

CHAPTER ONE

“I will never stop to protect you, even if it will kill myself.” –Anonymous

 

Wooyoung- ah, I trust you,”

Ne, hyung.

Beep. Tanda suara telepon sudah ditutup.

Uridul damajun sajinuel taewo
Hanadul moadum gieoeul jiwo
Giman ireona gaya haneun geol
Neomu jaralgo innuende
Wae nan jujeoango maneunji…

Enough.

Bryan, guru vokal IU yang lahir di Amerika ini, setengah berteriak.

“Latihan hari ini sudah cukup,” ia membereskan lembaran berkas- berkas yang berisikan jajaran not, “See you next Monday! Jangan lupa latihan di rumah ya, IU.” Ia terlihat terburu- buru, bergegas pergi membawa tas hitamnya.

IU terlihat sangat lelah. Ia langsung terjatuh duduk di lantai seketika Bryan meninggalkan ruangan latihan.

Jam di tangan IU sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. IU memejamkan matanya, berharap bahwa detik berikutnya ia sudah akan sampai di atas tempat tidurnya.

“IU! Kau tidak apa- apa?”

Lelaki itu menyentuh lembut dahi IU.

Gwaenchanha-yo, oppa.” IU langsung berdiri membereskan barang- barangnya.

“Biarkan oppa saja yang membereskan barang- barangmu,” ia menyingkirkan tangan IU dan menyuruhnya duduk, “…kau terlihat sangat lelah.”

Gomawo~” IU tersenyum lemah.

IU bergumam di dalam hati, “Gomawo, oppa. Kau selalu ada di sisiku di setiap aku membutuhkan seseorang. Kau tidak pernah mengeluh sama sekali, walaupun ak sering sekali membuatmu lari kesana kemari. Terlebih lagi, aku tidak pernah melihatmu lelah ketika bersamaku. Gomawo, Wooyoung oppa.”

“Nah, sekarang sudah beres semua. Let’s go home!! Kajja~” Tangan Wooyoung mengisyaratkan IU untuk menggandengnya.

“Bolehkah aku meminta satu permintaan?” IU memandang Wooyoung dalam.

“Ah IU, jangan memandangku seperti itu. Mana bisa aku menolak permintaanmu.” Wooyoung tersenyum sambil membenarkan poni IU yang terlihat sedikit berantakan.

Give me a piggyback. I’m too tired to walk, oppa.” IU memandang Wooyoung dengan wajah yang ingin dikasihani.

Wooyoung tersenyum sangat lebar. Ia langsung membelakangi IU, menurunkan postur tubuhnya supaya IU dapat menaiki punggungnya dengan mudah.

IU tidak menyangka Wooyoung akan langsung menuruti permintaannya. Ia juga langsung melompat ke atas punggung Wooyoung.

Kamsahamnida, oppa~” IU berbisik tepat di telinga Wooyoung.

Wajah Wooyoung setengah menoleh ke arah IU. Ia tersenyum kecil, kemudian berjalan keluar dari ruang latihan. Ia mengantarkan IU sampai ke rumah dengan berjalan kaki. Ya, Wooyoung meninggalkan mobilnya terparkir lurus di depan tempat latihan IU dengan alasan bahwa ia tidak ingin membangunkan IU dari tidurnya yang lelap.

Sweet dream, IU,” bisik Wooyoung dalam hati.

“Ha! Ini kesekian kalinya kamu melamun, Joong Ki oppa,” Suzy mengejutkan Joong Ki.

Aigoo Suzy-ah, kau selalu membuatku kaget. Lagipula siapa yang melamun, aku sedang mengerjakan project besar ini dari Boss.” Joong Ki bangkit berdiri mengambil secangkir teh di meja seberang.

“Sudahlah, jangan bohong lagi. Oppa masih teringat pada gadis polos itu, kan? Terlihat jelas tuh di muka oppa,” Suzy menutup notes-nya. Ia berjalan ke arah meja Joong Ki.

“Kau tahu aku tidak berhenti memikirkannya. Tapi aku juga tidak mau hal tersebut menggangguku untuk menyelesaikan deadline bulan ini. Boss sudah banyak memberiku kompensasi,” Joong Ki sudah kembali ke bangkunya. Ia melanjutkan mengetik beberapa kalimat yang belum ia selesaikan.

“Memangnya Boss ada project apa sih? Aku jadi penasaran,” Suzy melihat ke arah layar komputer Joong Ki.

“Eits, rahasia dong,” Joong Ki berusaha menutupi layar kerjanya, “kalau mau tahu, kau harus traktir aku dinner. Bagaimana?” Joong Ki tersenyum nakal.

Suzy manyun sebal, tapi tetap tidak mau kalah. “OK!” Ia berusaha menyingkirkan tangan Joong Ki yang masih menutup-nutupi layar komputernya dari sisi samping sebelah kanan Joong Ki. Sampai… Duk!

Suzy jatuh di pangkuan Joong Ki. Kedua manusia ini tercengang selama beberapa detik. Tanpa ada suara, tanpa ada ucapan. Mata Joong Ki tetap memandang wajah Suzy, sedangkan tangan Joong Ki tetap pada posisinya yang mencegah Suzy agar tidak terjatuh ke lantai. This is what you called awkward moment. Pyong Pyong Pyong!

“Ah, joesonghabnida, oppa,” Suzy langsung cepat berdiri, “aku tidak bermaksud…

Gwaenchana-yo, Suzy-ah. Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri. Nae dongsaeng,” Joong Ki tersenyum lebar.

Joong Ki kembali menyibukkan dirinya dengan project-nya, Suzy pun kembali ke mejanya, membuka lagi notes yang tadi sudah ditutup. Seakan tidak terjadi apa- apa. Jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dua jam yang lalu office worker yang lain sudah pamit pulang pada Joong Ki, selaku kepala manager di kantor tersebut. Rutinitas yang sama, Suzy selalu menemani Joong Ki untuk lembur di malam hari. Rutinitas ini tidak terjadi begitu saja tanpa ada alasan, tentu saja ada alasan kuat mengapa Suzy mau merelakan waktunya untuk tetap bersama Joong Ki daripada bersantai- santai di apartemennya.

Joong Ki adalah seorang yang pekerja keras dan sangat cerdas. Tidak ada yang terkejut ketika Joong Ki dapat meraih posisi tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Ia cukup cekatan dan dapat diandalkan. Seisi kantor sangat mengagumi cara kerja Joong Ki yang tak terduga

Suzy, sekretaris Boss, yang mencarikan pekerjaan ini untuk Joong Ki pun sama sekali tidak terkejut ketika Joong Ki duduk di kursi manager. Ia terbukti benar tidak merekomendasikan orang yang salah. Begitu pula untuk masalah hati.

Sebenarnya, sudah sejak awal pertemanan dimulai Suzy menaruh hatinya pada Joong Ki, namun Joong Ki tidak kunjung mengerti setiap pendekatan yang dilakukan oleh Suzy. Begitupun hari ini. Joong Ki seperti tidak pernah memberikan satu kesempatan pada Suzy untuk menjadi tambatan hatinya.

Ini semua karena gadis polos itu. Gadis polos yang dikenal oleh Joong Ki pada lima tahun yang lalu. Hanya Joong Ki dan Suzy serta satu orang lagi yang tahu masalah ini. Masalah yang sangat rahasia.

“Suzy-ah, kau tidak mengantuk?” Joong Ki membereskan berkas- berkas di mejanya.

Ne, oppa. Setelah ini kau ada acara kah?” Suzy juga membereskan peralatan tulisnya. Kemudian mengaca sebentar.

Ani. Kau lapar ya? Aku saja yang traktir hari ini.”

Menit berikutnya, Joong Ki sudah berdiri di samping Suzy. Ia membungkukkan badannya, mendekatkan wajahnya ke wajah suzy. Ia menoleh, berbisik ke telinga Suzy, “Tenang saja, aku tidak akan menceritakan hal tadi ke siapapun. Hmmm. Suzy duduk di pangkuanku. Ke ke ke.” Joong Ki tersenyum sangat nakal. Wajahnya masih sangat dekat dengan Suzy.

Suzy menoleh, ia menangkap kedua mata Joong Ki yang sangat bersinar. Hidungnya yang sangat mancung, serta kedua pipinya yang begitu merah muda.

Kiss. Detik berikutnya, bibir Suzy sudah mendarat dengan mulus ke pipi Joong Ki.

Suzy segera melanjutkan membereskan barang- barangnya. Ia ingin sekali cepat pergi dari ruangan tersebut. Mukanya merah memanas.

Seketika ia berdiri hendak meninggalkan ruangan, tangannya ditahan oleh Joong Ki. “Ah, kau orang yang tidak bertanggung jawab rupanya,” Joong Ki menarik tangan Suzy sedikit keras, sehingga Suzy dapat dengan mudah jatuh ke pelukannya.

Mianhae, Suzy-ah. Aku bukannya tidak memperhatikanmu selama ini,” Joong Ki tetap memeluk Suzy, “aku hanya ingin memastikan bahwa aku sudah melupakan gadis itu, dan siap untuk menjalin hubungan yang baru.”

“Apakah hari itu sudah datang, oppa?” Suzy berbisik.

Ne, apakah mulai hari ini kau mau menjadi seseorang yang sangat spesial buatku?” Joong Ki melepaskan pelukannya untuk menatap mata Suzy.

Ne, oppa. Aku sudah menunggu pertanyaan itu sangat lama. Aku tidak ingin menunggu lagi. Tapi…apakah kau serius dengan semua ini? Kau tidak menjadikanku pelampiasan, kan?” Kedua mata Suzy beralih ke lantai, ia tidak berani menatap Joong Ki.

Joong Ki mengarahkan pandangan Suzy kembali kepadanya. Tangan kirinya menyentuh pipi Suzy, sedangkan tangan kanannya sibuk mengagumi setiap helaian rambut Suzy yang tertata dengan rapi hari ini.

“Kamu percaya padaku, kan? Aku bohong tadi berkata kalau kau hanya kuanggap sebagai dongsaeng semata. Aku malah takut kau tahu bunyi detak jantungku ketika kau jatuh di pangkuanku.” Joong Ki mengatakannya dengan penuh kelembutan.

Oppa saranghae,” Suzy kembali memeluk Joong Ki.

Joong Ki membalas pelukan tersebut dengan sangat hangat.

Tanpa suara dan tanpa tawa. Inilah waktu yang mereka damba- dambakan. Atau hanya Suzy yang dambakan?

Wooyoung kembali ke tempat latihan IU untuk mengambil mobilnya, kemudian ia pulang ke rumahnya. Ia menyetir pulang dengan perasaan yang bahagia.

“Aku sudah lama tidak melihat IU selelah itu. Ia pasti berusaha keras untuk acara minggu depan.”

Beep. Beep. Nada dering tanda telepon masuk bordering.

Yoboseyo.

Ne, ini Joong Ki.”

“Ah, ye, hyung. Ada apa?”

“Tidak, aku hanya ingin memeriksa IU. Bagaimana keadaannya?”

“Baik, hyung. Aku baru saja mengantarnya pulang. Hari ini ia berlatih sangat keras.”

“Baiklah, maaf telah merepotkanmu beberapa tahun belakangan ini, Wooyoung-ah.”

Ani, hyung. Aku yang seharusnya berterima-kasih. Hyung telah membantu biayaku sekolahku selama ini. Inilah saatnya aku membalas budi kebaikan hyung.”

“Ingat, ya, jangan sampai orang lain tahu tentang masalah ini, kalau aku yang menyuruh kamu merawat IU, apalagi IU.”

Ye, hyung. Walaupun aku tidak tahu apa alasan hyung untuk menyembunyikan ini semua, aku tidak akan berkata apapun pada orang- orang, terutama pada IU.”

Good. Ya sudah kalau gitu, ini sudah larut malam. Maaf aku sudah mengganggumu.”

Nae, araessoyo. Annyeong~

Annyeong.”

Klik. Tepat sekali Wooyoung sudah sampai di depan rumahnya.

“Aku sebenarnya agak penasaran dengan setiap misi yang diberikan oleh Joong Ki hyung kepadaku. Tapi aku tidak mungkin bisa bertanya langsung pada hyung. Sebaiknya aku cari tahu ini semua atau tidak ya? Aku takut ini semua akan berakibat bahaya pada karir IU.” Wooyoung berpikir dalam hati sebelum ia keluar dari mobilnya.

Ya, banyak pertanyaan yang belum ada jawabannya. Kelihatannya Wooyoung perlu menemukan beberapa potongan puzzle yang lain untuk menyelesaikan pertanyaan- pertanyaan tersebut. Tapi ini bukan hari yang tepat. Ia perlu banyak istirahat setelah seharian menemani IU.

Wooyoung adalah manager IU-lebih tepatnya seorang teman yang kebetulan mengetahui setiap jadwal latihan menyanyi dan menari IU-lebih tepatnya lagi karena Wooyoung diberi titah oleh Joong Ki. Ini membingungkan, ya membingungkan. Walaupun IU belum debut untuk promosi single pertamanya, namun Wooyoung sudah menjadi manager IU. Teka- teki apa dibalik ini semua?

TO BE CONTINUED

Entry filed under: 2PM, Boyband, Chaptered, Drama, FanFiction, Genre, Girlgroup, Hallyu, Indonesia, IU, K-Pop, Language, miss A, PG, Rating, Soloist, Type. Tags: .

Greatest Love [Part 4] [ONESHOOT] Kiss The Rain – Khuntoria Fanfiction

1 Comment Add your own

  • 1. r13eonnie 강 하이에나  |  June 10, 2012 at 9:53 PM

    waaaahhhh,,,,seru nih kyanya,,,lanjutannya asap ia de,,ka penasaran jg kya wooyoung sbnernya joong ki ada mksud apa ngasih misi k wooyoung bwt jagain IU??trus tu jong ki bneran sk kah m suzy ato gx??

    penasaran tingkat akut,,,,dtnggu next chapnya de..;D

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

June 2012
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: