[FF]Make Me Your Love, Not an Idol! [3/3]-END

April 14, 2012 at 7:30 PM Leave a comment

Author           : Yanlu

Genre             : Romance, Friendship, AU

Rating            : G

Cast              : Shin Mi Young (OC), Taemin (Shinee), Jeongmin (Boyfriend)

Other Cast    : All member boyfriend, Choi Jinri

Akhirnya author nerbitin part akhir, bagi yang belum membaca cerita sebelumnya bisa lihat library ya. Semoga kalian suka dan jangan lupa komentar

 

Previous

Dua jam berlalu, acara hampir di penghujung. Penonton sudah mulai meninggalkan tempat sedikit demi sedikit. Mi Young benar-benar resah. Kemudian ia beranjak bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju belakang panggung. Ia tidak peduli jika orang-orang berkata padanya dan memperingatinya sebagai orang asing yang masuk tanpa ijin. Ia benar-benar tidak fokus pada apa yang orang-orang bicarakan sekarang karena pikirannya hanya satu yaitu Taemin. Disanapun ia tidak menemui sosok Taemin. Ia mengambil ponsel dan memencet nomor yang sudah tertera di layar. Dihubungi saja Taemin tidak mengangkatnya. Kecemasannya semakin memuncak. Ia memutuskan bertanya pada teman Taemin yang satu panggung. Tapi ia juga tidak tahu.

Previous end


“Dia di rumah sakit” sahut seseorang tiba-tiba.

“Mwo? Dimana? Apakah terjadi sesuatu padanya?”

“Dia di Kangnam Hospital.”

“Gamsahamnida” Ucapnya tetap sopan.

Tanpa berpikir ia segera berlari dan memanggil taksi. Ia sendiri cemas bertubi-tubi karena memikirkan yang tidak-tidak. Mungkinkah Taemin kecelakaan? Ia tak tahu apalagi HP-nya sulit dihubungi.

Sesampainya di Kangnam Hospital Mi Young menanyakan pasien yang bernama Taemin tapi tidak terdaftar di daftar pasien yang ada. Ia semakin gelisah sampai-sampai nada suaranya seperti membentak suster-suster itu. Usaha yang ia lakukan menjadi objek lalu lalang orang. Suster dengan tegas menjawab tidak ada. Mi Young semakin bingung sampai ia berpikir bahwa teman Taemin telah membohongi dirinya kalau Taemin berada di rumah sakit. Ketika hampir saja Mi Young berjalan keluar tangannya di tarik kembali oleh seseorang. Seorang namja.

❄❄❄

            Jeongmin bermain-main malas dengan aquarium yang ada di sebelah kursi yang sedang didudukinya. Ia mengibas-ngibaskan tangannya di air aquarium itu sehingga ikan-ikan yang ada didalamnya menjadi kebingungan tak tentu arah berenangnya.

“Jeong…kamu kenapa? Ikannya jangan jadi korban kekesalanmu dong!” Youngmin memperingatkan lalu ikut duduk di sebelah Jeongmin.

“Apakah aku tidak boleh kesal? Aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini jadi sering marah.” ungkapnya

“Hm…marah-marah seperti apa? Marah-marah tidak jelas atau karena jealous?”

“Kayaknya sih marah-marah nggak jelas! Ah…entahlah aku ingin marah saja”

“Tahanlah sedikit emosimu mungkin kamu sedang tidak suka pada keadaan yang sekarang atau sesuatu berubah di sekitarmu.”

“Ya. Aku butuh ketenangan dulu atau refreshing dulu”

“Oh ya! Katanya kamu mau pergi ke toko buku?”

“Hm…aku sudah malas.” Mendesah kecil. Yooungmin berpindah duduk di samping Jeongmin.

“Kau… apa karena…Mi Young?” celetuk Youngmin tiba-tiba. Jeongmin membulatkan matanya.

“Aniya. Tidak seperti itu. Itu hanya…aku merasa malas saja”

“Tertangkap kau!” titah Youngmin. Jeongmin jadi ingin pergi dari hadapan Youngmin malas membahas tentang dirinya.

Kring…Kring…

Telepon berbunyi dan Youngmin mengangkatnya. “Yobseyo?”

❄❄❄

“Taem…”

“Ehm?” orang yang di panggil menengok.

“Taemin…” ucapnya lemah.

Taemin masih diam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Jinri adalah mantan kekasihnya tapi kenapa ia masih rela meninggalkan kepentingan pribadinya sendiri untuk menemani Jinri disini. Ia hanya menatap Jinri sendu. Walaupun dihadapannya sekarang bukanlah Jinri yang dulu tapi melihatnya seperti ini membuat Taemin merasakan rasa iba itu sendiri. Ia tidak kuat melihat Jinri kesakitan seperti ini. Sejujurnya ia ikut merasakan kepedihan yang dialami Jinri sekarang.

“Apa aku masih hidup? Apakah aku tidak boleh hidup bersamamu?” Tanya Jinri, membuat Taemin memandangnya kaku. Taemin masih diam. Ia hanya menatap sendu yeoja yang ada di hadapannya. Lalu ia berdiri dan merengkuh Jinri dengan lembut. Jinri meneteskan air matanya. Jinri sadar bahwa sekarang ini ia sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Ia menyayangkan kepergian Taemin selama ini tapi untuk hari ini ia sangat bersyukur Taemin kembali pada dirinya.

“Berjanjilah untuk menemaniku sampai akhir” gumam Jinri yang diselingi hembusan nafasnya.

Mi Young yang melihatnya merasakan aliran panas di tubuhnya. Hatinya merasakan sakit yang entah kenapa membuatnya meneteskan air mata. Ia tidak sanggup melihatnya. Mungkin Taemin masih menyukainya dan perasaan cinta itu belum sepenuhnya hilang. Mi Young berjalan pergi dari hadapan mereka berdua. Pikirnya Taemin hanya mengajak Mi Young melihat pemandangan menyakitkan itu saja. Taemin benar-benar mengujinya. Ia tidak kuasa untuk tetap berada disana.

“Mian…aku harus pergi” batinnya.

❄❄❄

            Sesampainya di rumah sebelum Mi Young masuk kamar. Ia melihat Jeongmin yang sedang memandangi aquarium bersama dengan Youngmin.

“Youngiie… kamu sudah pulang. Tampaknya kamu habis menangis benarkah?” Tanya Yougmin yang ternyata memperhatikan raut muka Mi Young.

“Ani. Bolehkah aku ikut duduk.” Pinta Mi Young tapi tatapan sedihnya tidak bisa dielak. Jeongmin menatap Mi Young dengan muka khawatir.

“Gwechana? Apakah Taemin melukaimu?”

“Ani… hanya saja…”

Mi Young tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. Tiba-tiba ia sudah dibanjiri air mata. Jeongmin yang melihat itu merasakan sesak yang amat menyiksa. Youngmin memegang lengan Mi Young menguatkan. Jeongmin benar-benar geram, ia tahu persis pasti Taemin menyakitinya. Youngmin permisi untuk pergi karena ada kepentingan. Jeongmin hanya menatapnya tanpa mengucapkan apa-apa. Mi Young menangis tanpa suara tapi membuat hati Jeongmin juga terenyuh dan merasakan pilu yang sama. Tanpa Jeongmin mendekat Mi Young menyandarkan kepalanya dipaha Jeongmin. Menyadari itu Jeongmin membiarkannya karena ia sedang sedih. Mungkin ia butuh seseorang di sampingnya sekarang. Semenit kemudian mata Mi Young sudah terpejam. Jeongmin hendak menggerakkan tangannya untuk menata posisi Mi Young namun tiba-tiba tangan Mi Young menggenggam tangannya seperti tak mau di tinggal olehnya. Tangannya disandarkan di pipinya. Jeongmin merasa bahwa Mi Young sedang terluka. Di belainya pipi Mi Young yang dingin. Bekas air matanya masih membasahi pipi. Jeongmin menyandarkan diri di kursi dan ikut memejamkan mata.

“Uljima! Uljima karena seorang namja!” batin Jeongmin.

❄❄❄

            Runtuh. Berakhir…

            Begitulah yang dialami namja berwajah imut ini. Menunduk menunggui batu nisan yang ada dihadapannya. Kekasih yang menjadi semangat hidupnya walaupun akhir-akhir ini berubah sudah pergi berkelana ke alam yang berbeda. Dia masih tetap sama bagi Taemin. Sedikit perasaan bersalah menyusup di pikirannya. Ia sungguh tidak akan menyangka Jinri mendapatkan ajalnya sedekat ini. Apapun yang terjadi akhir-akhir ini mungkin karena Jinri terlalu pusing dengan karirnya tapi sekarang semua sudah berakhir. Ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi kenyataan yang cukup menyedihkan seperti ini. Sejujurnya ia belum siap di tinggal oleh Jinri walaupun ia sudah berubah banyak tapi mungkin perasaannya masih sama. Dirinyalah yang seharusnya memahami seperti apa Jinri pada kondisi sekarang. Ia menyesal.

Di rumah Mi Young. Persiapan pesta kecil-kecilan terjadi. Kali ini Jeongmin yang merayakan hari lahirnya. Semua tampak sibuk termasuk Mi Young yang sedang memajang balon-balon dan menyiapkan hadiah tersendiri. Minwoo dengan jail meniupkan balon sehingga menjadi dekat dengan si kembar Kwangmin dan Youngmin. Mereka tersentak kaget ketika balon pecah dan langsung memukuli Minwoo. Minwoo menghindar dan bersembunyi di belakang Mi Young  jadi mereka berdua tidak mungkin memukulnya lagi karena ia menghalanginya. Lalu tiba-tiba Minwoo memeluk Mi Young dari belakang dan membuat Mi Young tak suka padanya dan menyerahkan Minwoo pada si kembar dua untuk dijadikan bulan-bulanan mereka.

“Sudah semua?” Donghyun mengamati.

“Beres. Tinggal kuenya yang belum di buka.” Hyungseung berkata.

“Kuenya buka. Tunggu beberapa menit lagi dan matikan lampu” perintah Donghyun.

Semua mengangguk paham dan melakukan tugas masing-masing sambil merapikan apa yang berantakan. Lampu dimatikan. Sekitar lima menit kemudian pintu berbunyi menandakan terbuka. Lalu sengaja lampu dipadamkan sebentar oleh kami. Cahaya yang menerangi wajah Kwangmin supaya sedikit terlihat seram sukses membuat Jeongmin menjerit. Lampu dinyalakan dan terompet kecil bertautan.

“Saengil chukka…saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida… saengil chukka hamnida” semuanya bernyanyi. Jeongmin sangat gembira mendapat kejutan seperti ini. Sebelumnya semua penghuni rumah sangat berlagak sibuk sehingga Jeongmin merasa di acuhkan pada hari itu. Ternyata semua itu karena mereka menyiapkan pesta kejutan untuknya. Ia benar-benar kesal pada mereka semua dan ternyata ini hanya trik saja.

“Gamsahamnida…gomawo. Aku sangat senang ternyata kalian masih mengingat hari lahirku. Oh ya! Aku ada sesuatu buat Mi Young.”

“Ah…hyung kenapa hanya Mi Young. Kita mana?” celetuk Minwoo iri.

“Kamu selalu merepotkan jadi aku cuma beli satu buat Mi Young tapi aku juga membelikan kalian makanan kok!” ucap Jeongmin.

“Ayo! Makan dulu” ucap Youngmin dan Kwangmin tak sabar.

Mereka berlima melewati malam bersama. Mi Young menatap Jeongmin penasaran. Jeongmin hanya tersenyum selidik padanya, membuat Mi Young tersenyum geli. Ketika pesta kecil itu berakhir Mi Young di ajak Jeongmin menuju balkon. Awalnya ia tidak mau karena takut di curigai tapi melihat Jeongmin memohon-mohon padanya dengan alasan takut di ejek akhirnya Mi Young menuruti. Sesampainya di balkon tiba-tiba Jeongmin berlutut lalu memberikan sebuah boneka unik. Seekor kambing. Karena umumnya boneka yang diberikan oleh namja adalah boneka imut tapi Jeongmin memberikan yang unik.

“Wah…Daebak! kenapa memberi boneka kambing seperti ini?”

“Jika kamu suka terimalah. Aku memang sengaja ingin memberi ini untukmu” jawabnya.

“Gomawo…lalu kenapa kamu membawaku kesini?”

“Aku ingin bilang kalau aku minta maaf karena akhir-akhir ini aku selalu marah-marah padamu” aku Jeongmin.

“Gwechana! Itu tidak menjadi masalah bagiku. Aku tahu mungkin kamu sedang kesal pada seseorang lalu sasaran marah-marahmu menjadi tidak jelas.”

“Ani. Tidak seperti itu. Kalau aku melihatmu bersama Taemin selalu saja ingin marah-marah. Hanya pada saat itu amarahku bangkit. Cukup kamu tahu kalau aku tidak ingin kamu dekat dan semakin dekat dengan Taemin. Please…” Jeongmin mengaku dan menatap Mi Young tepat di manik matanya.

“Itu, umpt…apakah kamu cemburu?”

“Mwo? Ah…tidak. tidak seperti itu.”

“Lalu?”

“Ah…Aku tidak tahu. Pokoknya jangan dekat-dekat dengan namja itu” Jeongmin mulai ngotot.

“Aku tahu…aku hanya bercanda. Kajja! Masuk”

❄❄❄

            “Taemin-ssi…aku rasa sekarang aku tahu seharusnya kita tidak sering bertemu. Kamu masih mencintai Jinri kan?” Mi Young mengatakan sesungguhnya.

“Aku tidak tahu. Tapi perasaan aku tidak seperti dulu ketika Jinri masih baik padaku dan tidak semenyebalkan ini. Semuanya sudah berakhir. Aku menyesal setelah dia pergi.” jelas Taemin membuat Mi Young tak mengerti.

“Maksudmu? Jinri pergi kemana?”

“Pergi ke alam yang berbeda.”

“Benarkah? Aku turut berduka atas itu. Aku baru mengetahuinya.”

“Gwechana. Aku pikir aku sudah melupakannya. Aku butuh seseorang sekarang ini, sebenarnya sudah lumayan lama aku ingin mengatakan ini tapi bayang bayang Jinri masih mengusik pikiranku saat itu tapi kini aku harap kamu tetap dekat denganku karena aku menyukaimu”

“Mwo? Waeyo?”

“Kenapa? Apakah harus ada alasan mengapa aku menyukaimu? Aku hanya menyukaimu karena dirimu bukan sebagai orang lain.” Ungkap Taemin jujur.

“Aku juga berpikir seperti itu. Aku menyukai kelebihanmu, dirimu seperti seorang fans.”

“Ani. Bukan seperti itu, tolong jangan anggap aku sebagai seorang idola tapi anggaplah aku sebagai orang biasa yang menyukaimu”

“Maksudmu?”

“Jadilah yeojachinguku”

“Hm…aku pikir aku juga tidak punya perasaan layaknya fans. Sepertinya lebih dari itu.” Ungkap Mi Young sembari menundukkan wajahnya. terlalu malu untuk menampakan rona merah di wajahnya.

“Jinjja? Jadi kita bisa menjadi dekat seperti dulu dan aku harap lebih” Taemin tersenyum jahil. Mi Young mencubit lengan Taemin karena gemas. Taemin mengacak-acak rambut Mi Young. Mendapat perlakuan itu Mi Young semakin gemas dan mencubit pipi Taemin. Lalu mereka tertawa bersama.

Di balik pohon Jeongmin melihatnya. Perasaanya sesak namun terselip juga perasaan senang walaupun rasa sakit lebih dominan dalam dirinya. Ia berjalan ke arah lurus dan terus berjalan sampai titik akhir ujung jalan ini.

THE END

Gimana? kurang memuaskan ya endingnya? Rencanaku sih pingin bikin season II soalnya ada yang kurang puas sama ceritaku tapi ini baru rencana loh, hehe jangan terlalu menunggu #ngarep.

Entry filed under: Boyfriend, Chaptered, f (x), Friendship, G, Indonesia, Romance, SHINee. Tags: .

Sorry Chanyeol You Make My Life Complete (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

April 2012
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: