[FF] Make Me Your Love, Not an Idol! [Chapter 2/3]

April 7, 2012 at 5:51 PM 4 comments

Author           : Yanlu

Genre             : Romance, Friendship, AU

Rating            : G

Cast                : Shin Mi Young (OC), Taemin (Shinee), Jeongmin (Boyfriend)

Other Cast     : All member boyfriend, Choi Jinri

Akhirnya Author ngepost juga. ada yang nunggu nggak? #Kabur… Mian kalau lama ya, yaudah deh cekidot ja

Jeongmin mematutkan diri di depan buku. Hari ini adalah ulangan sejarah yang paling Jeongmin benci terlebih gurunya yang membosankan. Dia berusaha untuk konsen tapi tidak bisa. Pikirannya sudah melayang-layang melihat bangku Mi Young belum juga terisi. Mi Young memang diajak pergi oleh Taemin. Jeongmin tak habis pikir, sejak kapan mereka berdua begitu dekat. Sepertinya karena mereka pernah menari bersama terlebih setelah ada ruangan praktik menari yang mana memperbolehkan murid-muridnya mengikuti pembelajaran tari pada sore hari. Dari arah pintu terlihat Mi Young baru saja masuk dan wajahnya menandakan ia sangat gembira.

“Pergi kemana kamu? Ini kan mau ulangan, kenapa kamu malah keluyuran tidak jelas?” bentak Jeongmin yang reflek membuat Mi Young kaget dan menolehkan wajahnya. Mi Young hendak menjawab tapi sonsaeng telah datang, Jeongmin berpindah tempat duduk dengan Minwoo yang berada di depan. Tampaknya ia sedang kesal. Minwoo yang berada di depanku juga ikut heran dengan sikap Jeongmin yang aneh hari ini.

Sore hari ada latihan menari yang selalu Mi Young ikuti dengan rajin. Taemin dan yang lain sudah banyak yang datang. Yeoja-yeoja juga lumayan banyak dan sebagian besar hanya menonton saja. Karena Mi Young bisa menari dengan baik maka ia salah satu yeoja yang mengikuti gerakan Taemin. Awalnya ia sedikit kesulitan karena Taemin melakukan gerakan yang baru lagi tetapi ia tahu variasi yang dilakukan Taemin juga meninggalkan tarian yang sudah-sudah. Setelah hari sudah semakin sore semua anak-anak akhirnya pulang. Saat Mi Young hendak mengambil tasnya Taemin memanggilnya. Ia mengajaknya untuk pulang bersama.

“Young-ah… kamu bisa menari dengan baik dan mengikuti gerakanku dengan tepat” ungkap Taemin.

“Ya sedikit, aku selalu belajar menari dan…diam-diam aku melihat tarianmu setiap kamu latihan” ungkap Mi Young jujur.

“Jinjja? Aku benar-benar senang ada orang yang mau mempelajari tarian dariku. Padahal aku belum menjadi penari yang terkenal hehe…”

“Ya..mian karena tanpa izin aku mengikuti tarianmu”

“YAH…mana ada seorang penari yang masih tahap awal begini melarang seseorang untuk meniru apa yang dilakukan penari itu. Kecuali dia mengambil hak penari itu” jelasnya membuat senyumnya terpampang indah.

“Ah ya…babo!” gumam Mi Young yang diselingi tawa Taemin. Mi Young diam-diam sangat senang bisa membuat idolanya tersenyum. Melihat senyumnya saja ia sangat bersyukur.

“Kajja, bis sudah datang” ajak Taemin.

“Ne.”

❄❄❄

            Dua insan yang berdiri di jalan setapak itu membuat Jeongmin terpaku dan menatap mereka satu sama lain. Taemin berlalu pergi dari hadapan Mi Young. Jeongmin berlalu pergi menghampiri Mi Young. Jeongmin hanya melewatinya begitu saja tanpa menoleh dan berkata apa-apa.

“Ya! Kamu…tidak melihatku disini? Jeong…tunggu!” teriak Mi Young.

Jeongmin terus berjalan tanpa memperdulikan teriakkan Mi Young. Mi Young yang mendapat perlakuan seperti itu jadi kesal dan mendahului Jeongmin dan menghadapnya.

“Minggir! Kamu menutupi jalan”

“Tidak mau! Kenapa kamu jadi dingin begini sih?” Mi Young penasaran.

“Aish…menyebalkan” decaknya kesal sambil menyingkirkan badan Mi Young agar menyamping. Mi Young yang berdiri sedikit terhuyung. Ia sedikit kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Jeongmin yang merasa membuatnya terjatuh segera menghampiri Mi Young.

“Gwechana?” sesalnya.

“Menyebalkan! Tak usah!” sahut Mi Young mencoba menepis tangan Jeongmin. Jeongmin jadi merasa bersalah. Mi Young dengan cepat berjalan dan akhirnya sampai didepan rumah.

❄❄❄

            Setiap hari Mi Young latihan menari kecuali hari libur. Ia amat bersemangat karena sekarang Taemin semakin dekat dengannya. Taemin juga selalu mengajarinya menari sampai-sampai yeoja yang lain iri melihat kedekatan Mi Young dengan Taemin. Di sisi lain juga ada Jinri yang terkadang mengikuti latihan menari. Mi Young yang tahu hanya pasrah dan menjaga jarak dengan Taemin. Walaupun ia berusaha untuk tidak terlihat dekat dengan Taemin tetap saja Taemin mendekat padanya. Alasannya karena Taemin menyukai Mi Young saat menari. Mi Young hanya menerimanya dengan senang walaupun sebenarnya ia mengharap lebih tapi ia menyadari bahwa masih ada Jinri selaku pacarnya atau sekarang sudah menjadi mantannya.

“Maaf, aku ke toilet dulu.” Ijin Mi Young pada salah satu temannya.

Taemin melihatnya keluar dari ruangan tari. Namun beberapa detik kemudian ada Jinri yang juga keluar dari ruang tari. Taemin masih memfokuskan diri pada kaca untuk menari tapi ia juga menoleh ke arah luar dengan perasaan tidak enak.

Di toilet Mi Young mengusap wajahnya yang penuh keringat didepan kaca toilet. Tiba-tiba pintu toilet menggebrak dengan keras. Seorang yeoja memandang nanar pada Mi Young. Ini bukan hal baik bagi Mi Young, ia sedikit was-was pada yeoja kali ini apalagi membawa temannya yang notabene kuat-kuat.

“Mi Young-ah? Apa hubunganmu dengan Taemin?” ucap yeoja itu sedikit berteriak.

“Tidak ada, kami hanya berteman” jawab Mi Young tenang.

“Lalu sejak kapan kalian berteman. Apakah kamu tidak tahu aku ini siapa?”

“Ne. kamu Choi Jinri, kekasih Taemin” Mi Young mengucapkan sambil menunduk lemah.

“Bagus. Kalau kamu tahu jangan pernah dekati Taemin lagi.”

“Tapi kamu hanya seorang mantannya. Apa salah jika aku hanya ingin dekat dengan Taemin?”

“Apa yang kamu katakan? Jelas salah jika kau berdekatan dengan Taemin.” Jelas Jinri lalu menjambak rambut Mi Young dengan keras. Ia menyalakan kran lalu air yang mengucur di percikan ke rambut Mi Young sehingga sedikit basah. Pakaian yang dikenakan Mi Young juga menjadi basah. Mi Young hanya menunduk tak mampu melakukan apa-apa karena teman-teman Jinri menahan lengan Mi Young.

“Camkan kata-kataku itu!” ancamnya.

Pintu toilet kembali terbuka. Saat yang tepat untuk Taemin datang. Jinri yang melihatnya sedikit terbelalak namun masih menunjukkan muka innocent-nya. Taemin menatap Jinri dengan geram lalu berlalu kearah Mi Young.

“Gwechana? Kamu benar-benar diapa-apakan oleh Jinri? Choi Jinri! Aku tahu kamu akan seperti ini, belum puaskah kamu menghancurkan hubunganmu sendiri lalu iri dengan kebahagiaan orang?

“Cih…Apakah kamu peduli padanya sekarang? apakah kamu menyukainya?”

“Ya” singkatnya dan sukses membuat Mi Young menjadi menatap kaku pada Taemin. Ia tak percaya apa yang baru saja dikatakan oleh Taemin.

Taemin menuntun Mi Young dan membawanya keluar dari toilet. Jinri semaki kesal dan menendang ember yang ada di toilet. Taemin sepertinya tidak peduli dan segera mengambil jaket untuk menyelimuti Mi Young.

“Cepatlah keruang ganti dan kenakan jaket dengan rapat, kamu akan kedinginan jika tidak cepat-cepat ganti”

“Baiklah” Mi Young masih kaku dan sekaligus merasa dingin. Ia berjalan lambat ke ruang ganti.

Taemin membereskan tasnya dan menunggu Mi Young mengganti baju. Mi Young yang selesai segera keluar dan menghampiri Taemin.

“Maaf. Meminjam jaketmu”

“Tak apa, daripada kamu kedinginan apalagi ini masih musim berangin”

Taemin dan Mi Young berjalan kaki sampai ke halte tapi Taemin mengajaknya mampir sebentar untuk makan. Ia merasa sangat lapar. Mi Young yang sedari tadi butuh kehangatan juga menerima ajakan Taemin.

“Kamu mau memesan apa?” tawar Taemin.

“Kopi panas saja.”

“Baiklah, aku ramen dan air putih saja”

Kami berdua menikmati sajian masing-masing dalam diam. Taemin memakannya dengan lahap sedangkan Mi Young hanya menunduk mengamati kopi dan sesekali menyeruputnya. Taemin yang awalnya hendak mengatakan sesuatu tapi mengurungkan niatnya melihat Mi Young selalu menunduk tanpa memperhatikannya sedikitpun. Raut wajahnya menandakan dia juga sedang bingung. Ahirnya kami sama-sama diam.

“Ekhm… maaf apa yang tadi kamu katakan di toilet…” Taemin tersedak mendengarnya. Ia menengguk air putih di meja cukup banyak. Reaksi yang membuat Mi Young menjadi khawatir.

“Gwechana?”

“Ani. Tak apa, mm..tentang itu…aku hanya tak bermaksud…hanya saja…” ucap Taemin terbata-bata.

“Tak apa. aku tahu kamu hanya tersulut emosi saja. Kuharap Jinri tidak semakin membenciku” potongnya. Ia tidak ingin mendengar lebih lanjut penjelasan Taemin. Ia tidak ingin Taemin menganggapnya berlebihan. Ia tahu kalau Taemin hanya menyukai sebatas teman saja.

“Benar-benar lepek! Apa aku harus mengeringkannya?” Mi Young meminta pendapat Taemin akan rambutnya.

Yeoppo. Kau cantik jika seperti ini, nanti juga kering sendiri.”

Mi Young menatap Taemin dengan canggung. Taemin hanya senyum-senyum tak jelas. Setelah acara menyantap makanan dan minum selesai Taemin dan aku kembali pulang. Mi Young jelas terlihat tidak nyaman ketika penampilannya harus berantakan di luar apalagi berhadapan dengan Taemin.

❄❄❄

 Mi Young menatap foto-foto Taemin di hapenya. Secara diam-diam dia juga sering mempotretnya. Lalu sesekali menerawang. Masih terngiang kata-kata Taemin saat di toilet. Ia berusaha menepisnya mungkin Taemin hanya ingin membuat Jinri kesal tapi kata-katanya sangat mantap. Mi Young jadi pusing. Sudah cukup lama ia tak bisa tertidur. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi balkon. Dilihatnya langit malam yang penuh dengan kerlap-kerlip bintang. Membuat kegundahannya sedikit berkurang. Satu hal yang membuat hati Mi Young tenang saat di kegelapan malam yaitu ia bisa melihat cahaya-cahaya bintang. Bintang-bintang itulah yang membuatnya melupakan masalah yang terjadi untuk sejenak. Ia tak bisa lepas memandang hamparan langit yang beramai-ramai memancarkan cahaya kerlipnya.

“Jaket yang kamu pakai tadi milik siapa?” sebuah suara memecah keheningan.

“Aish…Kamu mengagetkanku saja! Jeongmin”

“Kamu belum menjawab pertanyaanku. Milik siapa?” tanya Jeongmin setengah memaksa.

“Kamu tak perlu tahu memangnya kenapa? Kalau ini bukan milikku?”

“Pasti sesuatu terjadi kan?”

“Tidak ada. Tadi aku Cuma kecipretan air”

“Bohong” desaknya.

Jeongmin tiba-tiba mendekat pada Mi Young. Secara sadar Mi Young membelalakkan matanya dan mundur untuk menjauh. Namun ternyata Jeongmin berhenti tepat beberapa senti di depan Mi Young. Lalu wajahnya terlihat mengamati. Rupanya ia hendak memeriksa wajah Mi Young tapi Jeongmin jadi gugup sendiri. Mi Young juga terlihat gugup tapi tidak segugup Jeongmin. Menyadari keadaan menjadi kaku seperti ini Mi Young masuk ke dalam kamar.

Good night” ucap Mi Young singkat.

❄❄❄

            Kepalanya masih tertutup bantal. Hangatnya mentari membuatnya semakin malas untuk beraktifitas di hari libur seperti ini. Tiba-tiba seseorang menarik selimut Jeongmin yang masih nyaman dengan posisinya.

“Hei. Bangun dasar pemalas!!” bentak Mi Young semakin kesal ketika Jeongmin menggeliat malas di kasurnya.

“Biar aku cipret saja, pasti ia bangun” cecar Hyungseung.

Setelah kami sukses menyipretkan air Jeongmin segera terbangun dari tidurnya. Ia berdecak kesal pada Hyung-hyungnya dan juga sobat-sobatnya itu. Di tengah riuh tawa mereka Mi Young tampak sedang mengangkat telepon dan keliatan sangat gembira sekali. Penampilan yang sudah rapi pagi-pagi begini menambah rasa penasaran Jeongmin. Lalu Mi Young menatap kami ber-empat dengan mata berbinar-binar.

“Hyung… maaf aku harus pergi dulu. Aku pamit ya!” ungkapnya ingin meminta ijin.

“Ani. Kamu harus menemaniku mencari buku-buku yang aku janjikan padamu” tukas Jeongmin tak mau mengijinkan.

“Aku kan tidak berjanji hari ini”

“Tapi besok tugasnya harus selesai, kalau tidak hari ini kapan belinya?”

“Sudahlah Jeong. Kamu kan bisa mengajak salah satu diantara kami untuk menemanimu ke toko buku.” Kwangmin memotong cepat tahu situasi akan semakin menjadi.

“Ani. Aku juga harus meminta pendapat Mi Young atas buku-buku yang aku hendak pilih karena tugasnya seperti itu”

“Ta-tapi…aku tidak bisa. Mian Jeongmin…jeongmal mianhae”

“Tuh kan! Kalau kamu tak mau ditemani oleh kami ya sudah ajaklah teman yeojamu yang lain.”

Jeongmin akhirnya pasrah. Mi Young berterima kasih pada mereka semua lalu berjalan keluar dari kamar Jeongmin dengan senyum lebar mengembang di bibirnya. Sepertinya ia sangat gembira dengan kepergian kali ini.

Di halaman panggung pertunjukkan Mi Young berdiri menunggu penampilan yang ditunggunya. Ya! Taemin mengajaknya menonton pertunjukkan tarinya. Sekali lagi ini penampilan keduanya yang berbeda setelah pertunjukkan kecil-kecilan yang pernah Mi Young lihat sebelum kenal dengan Taemin. Bedanya kali ini ia diajak olehnya daripada pertunjukan yang lalu dan Taemin sudah menjadi seorang idola. Sudah banyak lalu lalang orang sampai pnampilan pertama yang merupakan pembukaan. Pembukaanya adalah tarian biasa tapi tidak ada Taemin disana. Mi Young masih tetap mengamati tapi tak juga ada. Sampai tarian itu berhenti dan selesai dilakukan tak ada Taemin disana. Perasaan gelisah menyusup di hati Mi Young. Jikalau ada Taemin pasti Taemin akan segera menghampirinya tapi ternyata tidak. Mi Young memutuskan untuk tetap menunggu barangkali Taemin memang belum tampil saat itu juga.

Dua jam berlalu, acara hampir di penghujung. Penonton sudah mulai meninggalkan tempat sedikit demi sedikit. Mi Young benar-benar resah. Kemudian ia beranjak bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju belakang panggung. Ia tidak peduli jika orang-orang berkata padanya dan memperingatinya sebagai orang asing yang masuk tanpa ijin. Ia benar-benar tidak fokus pada apa yang orang-orang bicarakan sekarang karena pikirannya hanya satu yaitu Taemin. Disanapun ia tidak menemui sosok Taemin. Ia mengambil ponsel dan memencet nomor yang sudah tertera di layar. Dihubungi saja Taemin tidak mengangkatnya. Kecemasannya semakin memuncak. Ia memutuskan bertanya pada teman Taemin yang satu panggung. Tapi ia juga tidak tahu.

“Dia di rumah sakit” sahut seseorang tiba-tiba.

Tbc

Maaf ni, baru ngepost biasa sibuk. Ehm…bikin penasaran ya? #Plak ampuni daku deh, hehe

RCL ya

Entry filed under: Boyfriend, Chaptered, f (x), FanFiction, Friendship, G, Indonesia, K-Pop, Romance, SHINee. Tags: .

[FF] Love can’t choose one of the both [1/3] My Shinee Boy Chapter 2/?

4 Comments Add your own

  • 1. chocolatebunny  |  April 8, 2012 at 1:26 PM

    lanjut thor🙂 penasaran sama lanjutannya🙂

    Reply
    • 2. yanluwritinganything  |  April 8, 2012 at 8:43 PM

      Ok, thanks dah tetap mbaca

      Reply
  • 3. Han Joo  |  April 9, 2012 at 4:49 AM

    Nice

    Reply
    • 4. yanluwritinganything  |  April 10, 2012 at 9:48 PM

      Gomawo for read

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

April 2012
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: