[FF] Love can’t choose one of the both [1/3]

April 7, 2012 at 9:29 AM Leave a comment

Image

Author                     : KasihWright diposkan oleh Yanlu

Rating                      : T

Cast                         : Onew (Shinee)

Aiko (OC)

Minho (Shinee)

Genre                       : Romance, Adventure

Maaf ni author ngepost punya teman author dan buat FF Make Me Your Love, Not an Idol diposnya nyusul secepatnya. Buat readers yang baik tetep mbaca FF ni ya dan kasih komennya.

Don’t be SIDERS!

enjoy reading😀

“Onii-chan!” Aiko memekik keras dari bawah jendela kamar temannya, kamar di atas taman setinggi dua setengah meter, di mana ada rumput hijau sejauh mata memandang dari garis dinding hingga berakhir di jalan raya.

Aiko selalu menunggui anak itu, teman ynag sejak ia bisa mengingat, selalu bersamanya, menemaninya, dan memanggilnya seperti itu, Aiko selalu ingin bersamanya.

“Haik!” tiba-tiba Onew menepuk pundak Ai, senyuman pagi harinya tidak pernah hilang.

Ai tersenyum, lalu mereka berjalan bersama menuju sekolah. Jalanan sekitar desa Konobi hijau seperti permata, banyak orang luar daerah ynag sengaja datang di akhir pekan untuk menikmati udara dingin pegunungan Konobiku, dan kebanyakan menjelajahi hutan Kobiku.

Jembatan penghubung pegunungan konobiku dan hutan kobiku, panjangnya sekitar delapan ratus meter, Aiko dan Onew selalu memandangi jembatan itu, berharap suatu saat nanti mereka bisa menjelajahi hutan Konobi dan menaklukan puncak gunung Konobiku.

“Ai-chan,” Onew menekuk kedua tangannya ke tengkuk, berjalan sembari merasakan sisa kantuk dalam dirinya.

“Ne, onii-chan,”

Aiko memandangi kedua mata sabit Onew, rambutnya tertata rapi setiap pagi hari, lalu beberapa jam kemudian akan sangat berantakan, Aiko mengingat bagaimana raut wajah cowok di depannya, lalu tertawa kecil.

Onew mendengar suara Ai tertawa, ia terkesiap hingga tubuhnya hilang keseimbangana dan hampir terjungkal. Benar-benar doyan jatuh.

“Onii-chan, kau masih ngantuk, ya?”

Onew tertawa lebar “Kok tahu?”

Ai hanya tertawa lirih, membantu Onew berdiri dan kembali berjalan.

Sudah sejak beberapa hari yang lalu Onew uring-uringan hingga tak lelap tidur. Entah bagaimana, tiba-tiba saja, ia ingat ketika Aiko tertawa, ketika kedua pipinya memerah, ketika Ai terjatu dan ia menggendongya pulang, lalu matahari tenggelam.

Entah bagaimana awalnya, jika sedang sendiri di dalam kamarnya, bayangan Ai yang tersenyum dan menoleh dari belakang selalu membuntutinya, dan tanpa disadari, wajah Onew memerah seperti paprika.

Onew terus saja resah, hingga pagi ini, ia masih tidak berani menatap Aiko. Ia merasa takut, jika ia mengatakan apa yang sedang terjadi pada dirinya saat ini pada Ai, Ai akan kaget dan berubah.

Ia takut Ai akan berhenti menungguinya berangkat sekolah, berhenti memeluknya ketika melihat bintang di bawah kanopi kamarnya, ia takut Ai akan menganggap di ium di kening adalah hal tabu, karena Ai selalu memanggilnya onii-chan, sungguh panggilan yang lama kelamaan membuat otrakn ya mendidih.

Tetapi kenyataannya memang begitu, onew selalu membayangkan bagaimana keduanya tumbuh dewasa hingga duduk di bangku kelas dua konobiku senior high school, dan setiap detik yang mereka lalui di bawah jendela hingga matahari tenggelam.

¯

“Aiko-chan, apa tidak apa-apa kau duduk sendirian?” Onew menggeser bangkunya ke samping. Aiko mengangguk. Onee tersenyum ketika Onew mulai duduk di sampingnya. Aiko menatap Onee, lalu kembali menatap Onew, dan segera mengangguk.

Kazumi sensei masuk kelas dengan elegan, mata kakinya berwarna coklat matang akbibat kebakaran di rumahnya bebrapa waktu lalu. Sejak saat itu Kazumi sensei terlihat lebih menjaga jarak dengan semua jenis alarm, termasuk bel istirahat.

Onew masih saja memikirkan Aiko, padahal ia bisa dengan mudah berpindah ke bangku di sebelah Aiko dan mengobrol apa-apa saja yang tidak penting, lalu tertawa dan akhirnya Ai akan tertawa ketika Onew memang tidak lucu sama sekali, dan itulahh yang menarik bagi Aiko.

“Baiklah, hari ini kelas kita bertambah satu murid baru dari Ibuki, mungkin sebagian dari kalian sudah tahu, dan sebagian besar belum jadi,” Kazumi sensei tersenyum pada seseorang di pintu lalu meneruskan “silahkan perkenalkan dirimu,”

Setelah Kazumi sensei selesai menyapa di pagi hari, seorang anak laki-laki dengan postur tubuh sangat tinggi, dengan seragam biru laut dan celana putih licin di balut jas hitam gelap dan dasi putih berdiri di depan kelas.

Semua murid terhenyak seketika suasana kelas menjadi sangat sunyi. Aiko menghela napas, menatap Onew sangat lama, dan sama sekali tidak memerhatikan seseorang di depan sedang memerkenalkan diri.

“Onew-kun…” bibir Ai bergetar, tiba-tiba saja ia ingin berlari dan memeluk Onew, ketakutan melanda dirinya secara frontal.

“Aiko-san, silahkan… mohon bantuannya, ya…” Kazumi sensei tersenyum, memersilahkan Ai untuk menerima teman baru di sebelahnya.

Ai tersentak, ia segera meluruskan badan “Haik!”

Anak jangkung ynag tampan itu berdiri di samping Ai, ia tersenyum, sungguh tampan dan manis. Ai menatapnya lekat-lekat, dan semua anak memang masih terpesona padanya, termasuk Ai, ia jadi hilang ingatan seketika.

“Ai-ssi, boleh aku duduk sekarang?” anak itu tersenyum, Ai mengangguk masih tidak bisa berkata apa-apa.

Onew menatap keduanya, lalu tersenyum, senyum ragu… apakah ia sungguh-sungguh mengijinkan Ai duduk dengan anak baru yang sangt tampan.

“Watashiwa Aiko desu,” Ai melirik Onew yang mulai mencatat materi. Ai merasa tiba-tiba Onew sangat jauh, jauh dan ia mulai takut.

“Oh, watashiwa Minho desu,” Minho balas tersenyum. Ai menoleh ke samping, tetapi Onew dan Onee sedang mendiskusikan sesuatu.

“Ah, Minho-kun, apa aku boleh memanggilmu begitu?”

“Ne, di negaraku, anak-anak memanggil dengan sebutan hyung, tetapi aku akan terbiasa untuk itu,”

“Haik,”

Mereka mulai mencatat, Onew menuliskan beberapa jawaban di papan tulis.

“Arigatou, Onew-san,” Kazumi sensai mengoreksi hasilnya, sementara Onew kembali ke tempat duduknya.

Ia memerhatikan Ai dan Minho, mereka bertukar catatan, karena Minho tidak punya catatan apa-apa, dan Ai mengajarinya materi permutasi pada Minho.

“Minho-kun, kenapa kau susah sekali diajari?” AI terlihat kecewa, guratan kecewa di wajahnya yang segera ditangkap Onew, rasanya ia ingin sekali mengusir Minho dari tempatnya, dan membawa Ai pergi dari kelas.

“Ai-chan, aku agak tidak pintar, aku tidak suka ini, kau tahu aku hampir tidak pernah dapat nilai selain F,” Minho mengeluh, wajahnya jadi kusut, dan menjatuhkan kepalanya ke meja. Ai tertawa kecil, membuat Onew segera menghampiri Onee.

“Onew-kun, kau pandai sekali, apa kau bisa mengajariku?” Onee menyerahkan bukunya pada Onew, ia kaget dan tersenyum hingga matanya membentuk garis melengkung, suara desahannya terdengar sampai ke telinga Ai, Ai menoleh dan melihat Onew sedang mengajari Onee mengerjakan soal.

“Kenapa sedekat itu… Onee-san!” Ai menggerutu sendiri, lalu kembali mengajari Minho.

“Ai-chan, maaf ya, aku memang sangat tolol,” Minho tersenyum malu, kedua pipinya memerah, membuat Ai terpesona, wajahnya sungguh tampan dan nada suaranya sangat hangat, sama seperti saat Onew mengakui ia sangat benci memasak, karena tidak bisa memasak.

Tiba-tiba Ai teringat semuanya tentangg Onew, dan merasa sebentar lagi Onee san dan Onew akan…

¯

“Onii-chan, apa kau dan Nee-san,” Ai berjalan di depan Onew, angin musim panas bertiup sedikit lebih kencang, membuat Ai sesekali merapatkan roknya.

Onew hampir mengejar Ai, namun ketika langkahnya mulai memanjang untuk berlari kecil, seseorang berlari dan menepuk bahu Ai, tiba-tiba wajah Onew memerah.

“A-a, Minho-kun, bisakah kau berjalan bersamaku?” Onew menarik tas Minho sampai berjalan sejajar dengannya.

Ai menoleh ke belakang, lalu berbalik dan menghampiri keduanya.

“A, Minho-kun, kau pulang ke mana?” Ai tersenyum pada Minho.

Onew ingin tersedak, tetapi ia hanya diam ketika Ai berjalan di sampingnya dan menggandeng tangannya, kebiasaan yang sangat biasa sampai-sampai Onew baru menyadari betapa dekatnya mereka sesungguhnya.

Onew merasa sedikit lega, lalu menggenggam jemari Ai di telapak tangannya.

“Iya, apa rumahmu ada di sekitar sini?” tanya Onew, tersenyum pada Minho.

Minho hanya tercenung melihat mereka bergandengan, di hatinya tiba-tiba muncul pertanyaan, apakah mereka…, tetapi ia segera menghilangkan pikiran itu dan membalas senyum Onew.

“Keluargaku akan tinggal di Konobi dekat dapur sake,” jawab Minho mendadak jadi salah tingkah.

“Wah, sake Genjii-san, ya? itu kan rumah… rumah… Onee-san,” Ai melepas peganganya pada Onew dan menjauh sejengkal.

Onew dan Minho kaget, keduanya menatap Ai, Onew tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Ai, apakah Ai sudah tahu kalau Onew tiba-tiba tidak suka dipanggil onii-chan, atau apapun itu.

Minho tercengang menatap Ai, bayangan Ai terus bergerak-geraka di matanya, seperti ia sudah sanagt lama mengenal Ai, dan seperti Ai adalah gadis yang pernah dekat dengannya dalam waktu yang lama.

“Minho-san, jangan tatap Ai seperti itu, dasar bodoh!” Onew menusuk rusuk Minho dengan sikunya hingga Minho kehilangan keseimbangan dan terjungkal ke depan, di mana Ai berdiri dengan mata berkaca-kaca.

Ai hampir menjauh, tetapi ketika ia berteriak memanggil Onew, Minho sudah menabraknya, menjatuhkan Ai di bawah dadanya, dan secara paksa bibirnya menekan bibir Ai hingga teriakan Ai berdengung di kepala Minho.

Ai terpejam, airmatanya mengalir “Onii-chan,” Ai menangis.

Minho merasakan sesuatu bergejolak dalam dirinya, ia menatap Ai dalam pelukannya, sesuatu yang sanagt manis, dan indah.

“Haiii! Apa yang kau lakukan! Cepat berdiri, bodoh!” Onew menahan napasnya dan segera menarik seragam Minho hingga Minho terngkat dan berdiri.

“Jangan pasang muka polos!” Onew memarahi Minho, ia sangat kesal, lalu segera menuntun Ai berdiri.

Ai memeluk Onew, ia tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan, tetapi ia ingin selalu didekat Onew, ia yakin Onew akan selalu menolongnya, seperi saat ini, suasana hati Ai menjadi tidak beraturan, ia hanya ingin menangis.

Minho masih berdiri, menatap Ai dan Onew berpelukan, lalu ia kembali bertanya-tanya apakan Ai menikmati ciuman-tidak sengajanya, atau Ai marah karena ia menciumnya di depan Onew, sungguh bodohnya, bila mereka memang berpacaran.

Onew menatap Minho sebal “Ayo, cepat,” ia menarik seragam Minho dan menyeretnya pulang.

TBC

Buat Yanlu, maacih udah repot2 ngeposin my broken story untuk di reshare ke reader, mian di sini banyak kekurangan, buat reader, thanks a lot of your attention at my broken story😀

Entry filed under: Adventure, Chaptered, FanFiction, Indonesia, K-Pop, Romance, SHINee, T, Uncategorized. Tags: .

Je Suis deSole (I’m Sorry) [Chapter 1] [FF] Make Me Your Love, Not an Idol! [Chapter 2/3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

April 2012
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: