Key to Kibum’s Heart | Part1

February 10, 2012 at 8:45 PM 2 comments

Title: Key to Kibum’s Heart

Author: Kim Rian

Length: Chaptered

Main Cast: Kim Key, Kim Kibum, Lee Taemin, Han Jisu

Genre: Romance, Angst, Sad, Life, Family

Ratting: *ajarin saya ratting… saya msh belum ngerti -_-*

Language: Indonesian*mana mungkin English? English saya parah. kekeke#abaikan*

– Happy Reading –

Han Jisu POV

Aku berjalan menuju sekolah baruku di Korea. Aku mengingat apa yang dia bilang padaku. Dia bilang kalau aku kembali ke Korea, tepatnya ke Seoul, aku harus masuk ke sekolah bernama SM High. Aku tidak tahu kenapa dia bilang seperti itu. Tapi, disinilah aku sekarang. Aku sudah berada di gerbang SM High.

“Woi, minggir dari situ!!!!” tiba-tiba terdengar teriakan dari belakangku. Aku menoleh dan…,

“AAARRRGGGHHH!!!”

Aku terpental. Sebuah motor hampir saja menabrakku. Pengendara motor itu tidak menghentikan motornya, malah melenggang begitu saja. Aku kesal sekali. Aku bangkit dan melepas sebelah sepatuku dan menyambitkannya pada pengendara motor rese itu.

BLETAKKKK!!!

Siiiipppp!!!! Tepat sasaran. Sepatuku menyambit helm orang itu dengan sempurna. Hahaha rasakan. Aku tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membalas orang itu.

“HEH!!! Mau cari ribut ya???” orang itu turun dari motornya dan menghampiriku sambil berkacak pinggang. Dia masih memakai helm teropong yang menutupi mulutnya itu sambil memegang sepatu yg kubuat nyambit dia tadi.

“Kamu duluan yang nyari gara-gara pakek nyrempet-nyerempat segala,” balasku tanpa rasa takut. Aku memang tidak pernah takut pada apapun dan siapapun kecuali pada Tuhan.

“Eh eh eh jadi yeoja nyolot banget sih?” katanya sambil berusaha melepas helmnya.

“Mending aku yeoja. Lah situ? Namja tapi super nyolot,” balasku tak mau kalah.

“Kau ini…!!!” akhirnya cowok itu membuka helmnya dan melempar sepatuku padaku.

“OMO!!” aku terperangah melihat wajah cowok yg berdiri di hadapanku ini.

“KIBUM???” pekikku senang. Aku pun menubruk dan memeluknya, “Wah, aku rindu sekali padamu,”

Ah, akhirnya aku bisa melihatnya lagi setelah sekian lama dia menghilang. Rasanya senaaaang sekali.

“Eh?? Apa-apaan kau ini??” Kibum mendorongku menjauh darinya sampai aku hampir terjatuh. Aku sangat terkejut dengan sikapnya yang kasar itu, “Siapa kau??”

“Eh?? Baru sebentar saja kenapa kau berubah drastis sprti ini Kibum? Kau tidak mengenalku? Kau amnesia?” tanyaku. Aku kesal padanya karena dia berlagak kasar dan tidak mengenalku.

“Cih!! Aku bukan Kibum!!” katanya sinis.

“Mwo..?” tanyaku tidak mengerti.

“Ihh nih yeoja tulalit ya! Aku bukan Kibum. FYI ya, namaku KIM KEY, bukan KIBUM!!!” bentak Kibum, eh… Kim Key kesal sambil menatapku lurus. Aku dapat melihat kebencian, kemarahan, kesedihan, dan bahkan kerinduan di matanya pada saat dia menyebut nama Kibum. Dia melengos lalu meninggalkanku yang mematung.

“Kim…Key?” aku melafalkan nama cowok yang mirip dengan Kibum itu dengan ganjil. Apa iya dia bukan Kibum? Tapi bagaimana mungkin dia begitu mirip dengan Kibum? Tinggi badan, kulitnya, hidungnya, bibirnya, bahkan suaranya pun mirip. Semuanya mirip. Ah, matanya. Aku melihat matanya sedikit berbeda dg Kibum. Mata namja bernama Kim Key itu lebih tajam dan gelap ketimbang punya Kibum. Huh, sebenarnya apa ya yang barusan terjadi?

Key POV

“Siapa yeoja nyolot itu? Kenapa dia memanggilku Kibum?” tanyaku dalam hati. Aish, sial. Aku jadi teringat dia lagi. Menyebalkan.

“Hey! Kibum! Tunggu!” suara itu? Aish, dia masih ngotot memanggilku Kibum rupanya.

“Sudah kubilang aku BUKAN KIBUM!!!” bentakku pada yeoja itu.

“Whatever. Kalau kau bukan Kibum, lalu siapa kau? Kenapa kau mirip sekali denggannya? Kenapa kau bersikap aneh setiap aku menyebut nama Kibum?” tanya yeoja itu bertubi-tubi.

“Kan aku sudah bilang, namaku KEY, Kim KEY,” sungutku kesal. Kenapa sih yeoja ini terus membahas Kibum? Apa dia mengenalnya? Huh, aku benci mengingat orang itu.

“Oke, baiklah Kim KEY,” yeoja itu menyerah tapi memasang muka yang sangat menyebalkan. Dia melipat kedua tangan di dadanya. Aish, aku sudah tidak tahan lagi menghadapinya.

“Baiklah. Akan kukatakan. Namaku Kim Key. Dan Kibum, Kim Kibum, dia adalah orang yg berbeda denganku. Dia saudara kembarku,” kataku akhirnya.

“Huh? Mwo?” yeoja itu kebingungan. Aduh, nih yeoja babo banget sih.

“Kamu budeg ya? Kibum itu saudara kembarku!” aku berbicara dg keras di hadapannya.

“Kembar? Saudara? Saudara kembar? Kok, Kibum tidak pernah bercerita padaku ya?” gumam yeoja itu. Aku hanya memutar bola mataku sebal.

“Kau sendiri siapa?” tanyaku membuyarkan pikirannya.

“Oh, aku.. boleh dibilang aku ini yeojachingunya. Hehehe. Namaku Han Jisu, aku pindah dari Amerika dan menyusulnya kemari,”

Jawaban yeoja itu membuatku seperti tersambar petir. Han Jisu? Jadi pemilik nama itu adalah gadis ini? Jadi gadis ini… yeoja nyolot babo tulalit ini yg membuat semuanya jadi seperti ini?

“Jadi…kau…kau yg bernama Han Jisu?” cewek itu mengangguk. Aku mendekatkan diriku padanya dan dia melangkah mundur tapi aku mencengkeram kedua lengannya erat. “Auw, apa-apaan sih? Sakit tau,” rintihnya tapi aku tidak peduli.

“DIAM!!!” aku membentaknya dan dia menutup mulutnya rapat. Aku berbisik padanya, “Kau tau? Kibum sudah mati. Dia mati dibunuh,”

Mata Han Jisu terbelalak dalam horor.

“Dan apa kau tau siapa pembunuhnya?” tanyaku, dengan ragu dia menggeleng, “Cih, kaulah pembunuhnya!!”

Aku mendorong tubuhnya menjauh dariku setelah mengatakan hal itu. Lalu aku sendiri pergi meninggalkannya tanpa melihat wajahnya. Saat ini rasanya hatiku sakit sekali. Tiba-tiba ada yang menarik lenganku.

Jisu POV

“Dan apa kau tau siapa pembunuhnya?” tanyanya, dengan ragu aku menggeleng, “Cih, kaulah pembunuhnya!!”

Rasanya tubuhku seperti tersambar petir setelah mendengar hal itu. Mataku terbelalak dan tubuhku mulai gemetar. Apa? Apa yang barusan dia katakan? Aku tidak mengerti. Key mendorong tubuhku lalu meninggalkanku begitu saja. Aku berlari dan menarik lengannya.

“Tunggu!” seruku sambil membalikkan tubuh Key menghadapku. Kali ini aku yg mencengkeram kedua lengannya.

“Apa yg barusan kau katakan? Kibum tidak mungkin mati. Kau pasti bercanda, iya kan??” tanyaku. Dia tersenyum sinis dan menyingkirkan cengkraman tanganku.

“Kau perlu bukti?” tanyanya dengan sinis. Tanpa menunggu jawabanku dia mencengkeram pergelangan tanganku dan menyeretku dengan paksa.

“Ah, mau kau bawa kemana aku hah? Aduh, lepaskan!! Sakit tau!!!” aku berusaha melepaskan tanganku dari cengkramannya tapi tidak berhasil. Cengkraman tangannya kuat sekali dan aku yakin itu akan meninggalkan bekas.

Key membawaku ke pemakaman dan mendorong tubuhku di depan sebuah gundukan tanah.

“Lihat baik-baik!” Key menjambak rambutku dan memaksaku melihat tulisan di batu nisan itu. Mataku seketika terbelalak ketika melihat foto dan nama yg terpampang di batu nisan itu.

“Ki..Ki..bum..,” penglihatanku mulai buram karena air mataku mulai menggenang.

“Cih,” Key melepaskan rambutku lalu berdiri, “Kau sudah lihat kan?”

“Ki..bum…wae..?” air mataku mulai menetes. Aku mengusap foto Kibum dg tanganku yg gemetar. Aku benar-benar tidak percaya. Ini semua bohong kan?

Samar-samar aku melihat tanggal kematiannya. 22 September 2009. Sehari setelah kepulangannya ke Korea, Kibum meninggal tepat sehari sebelum ulang tahunnya. Ya Tuhan kenapa jadi begini. Apa yang terjadi? Apa yang menyebabkan kematian Kibum? Key bilang dia dibunuh, dan pembunuhnya adalah… aku? Apa maksudnya?

“Kenapa… Apa yg menyebabkan Kibum…?” tanyaku di sela tangisku.

“Kau!” jawab Key datar. Aku menoleh padanya.

“Apa maksudmu?”

“Kau penyebab kematiannya,” Key mengatakannya dangan tatapan dingin. Lalu pergi meninggalkanku begitu saja.

To Be Continued……

Wah wah wah siap bunuh siapa nih? Adu adu adu…

Sooo how is it? Uda mulai terkuakkah? Hehehe..

Mohon dicomment ya…*sambil nyogokin segepok uang ke readers*

BLETAAKKK *Digemplang sapu sama readers* Uugghh T-T >> nelangsa mode ON

aah, Disini Key n Kibum jadi saudara kembar, nah si Kibum itu hyungnya, key dongsaengnya… Yang ke amrik itu si Kibum…

Mohon komentarnya yah…. Don’t be Silent Readers… Umma(?)*maksud aku Unni* aku udah susah paah bikin, hargain yah~~ ^^

gumawo…*deep bow*

Entry filed under: Angst, Boyband, Chaptered, Family, FanFiction, Genre, Life, Romance, Sad Romance, SHINee. Tags: .

Two Different Tears chapter 2 (FF Chapter) Harfie

2 Comments Add your own

  • 1. mama dimas  |  April 25, 2012 at 1:19 PM

    ni ada lanjutannya apa gak ? penasaran banget soalnya..

    Reply
    • 2. Khe~JongKey  |  April 25, 2012 at 8:13 PM

      oke~ aku usahain ntar lanjutan aku post. msh belom sempet edit soalnya…. ^^

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: