Last Memories [1 of 2]

February 7, 2012 at 8:04 PM 7 comments

 

Tittle : Last Memories

Author : Hikachovy (@Raechanyz)

Genre : Angst, Romance

Length : Twoshot

Cast : Lee Hyukjae and other Super Junior members

a/n : Let me know your response, ne? hihihi

Cerita ini akan di publish lanjutannya klo ada yang komen. Klo sepi komen ya…….. (u_u)”

============================

====================

“Rae-ya tunggu!!!”

“Aniyo! Kau harus mengejarku eomma! Hahahaah”

Hyukjae memperhatikan ibu dan anak yang ada di seberang sana sambil tersenyum miris. Sesaat hatinya sempat terkejut dan hampir melonjak senang begitu mendengar kata ‘Rae’ menghampiri indera pendengarannya. Dan kenyataan bahwa nama Rae yang diinginkannya tidak sesuai harapan, membuat rasa senangnya terhempas menjadi sebuah rasa kecewa dan penyesalan. Dia lupa, bahwa di dunia ini ada berjuta-juta orang yang memiliki nama Rae.

“Kau merindukannya?”

Pertanyaan Lee Sungmin membuat Hyukjae kembali ke alam sadarnya. Laki-laki itu mengangguk tanpa mengucapkan apapun. Aku merindukannya Hyung. Sangat merindukannya. Lirihnya dalam hati.

=O=

Januari, 2007

“Annyeonghaseyo, Han Rae Eun imnida. Bangeupsemnida.” Rae Eun menundukkan badannya dengan sopan, sementara tiga belas pria yang saat ini sedang duduk di depannya hanya menatapnya dengan ekspresi yang bermacam-macam.

“Dia… apa harus tinggal disini hyung?” Tanya Leeteuk pada managernya. Ada nada enggan dalam suaranya itu.

Seunghwan menjawab pertanyaan Leeteuk dengan sebuah anggukan pasti. “Hanya satu bulan. Dan setelah itu, dia akan pulang lagi ke tempat asalnya.” Laki-laki bertubuh tinggi itu lalu menatap Rae Eun, “Benar begitu kan nona?” tanyanya.

Rae Eun mengangguk. “Ne. Aku disini hanya untuk melakukan observasi saja. Oppadeul tidak perlu khawatir, aku janji tidak akan merepotkan apalagi mengganggu pekerjaan kalian.”

Mendengar ucapan Rae Eun, Leeteuk jadi merasa tidak  enak. Leader Super Junior itu pun akhirnya segera meluruskan ucapannya yang tadi. “Ah, bukan seperti itu maksudku. Aku hanya tidak ingin nantinya ada skandal yang macam-macam. Yah, kau tau sendiri kan kalau di dorm ini hanya ada kami yang notabene laki-laki semua. Dan pandangan tiap orang pasti akan bermacam-macam kalau tau ada seorang wanita yang menginap disini.”

“Kalau itu masalahnya, kau tidak perlu khawatir. Perusahaan sudah meng-cover semuanya sebaik mungkin.” Seunghwan kembali bersuara membuat ketiga belas pria yang tadi sempat merasa was-was akhirnya menganggukan kepala pasrah.

“Dan kau..” Seunghwan kembali menatap Rae Eun, “Untuk satu bulan ini, kau bisa tidur di kamarku.”

“Woaaa! Gomawo Ajjuhsi. Kau memang Ajjuhssi terbaik yang kupunya.” Seru Rae Eun senang. Gadis itu lalu segera pergi ke kamarnya setelah diberi kunci oleh Seunghwan.

Semua member Super Junior yang melihat percakapan Rae Eun dan Seunghwan langsung melongo sempurna. “A…jjuhssi?” tanya mereka serempak.

“Ah, aku belum memberitahu ya? Jadi, Han Rae Eun itu adalah keponakanku. Makanya jangan pernah melakukan hal yang macam-macam kalau tidak ingin berurusan denganku. Arasseo?” Seunghwan menatap ketiga belas artis-nya dengan serius. Setelah melihat mereka semua menganggukkan kepala, Seunghwan kembali melanjutkan, “Dan sekarang, kalian bisa bersiap-siap. Kita ada acara pemotretan satu jam lagi.” Selesai mengucapkan itu, Seunghwan pergi ke kamarnya untuk menemui Rae Eun. -mengabaikan belasan pasang mata yang tengah menatapnya heran-

“Ajjuhssi?” Semua member kembali bergumam dengan nada tidak yakin.

=O=

“Kau ingat perjanjiannya kan?”

Rae Eun tersentak dan segera berbalik ke belakang. “Astaga Ajjuhssi ! Kau membuatku kaget saja.” Rae Eun menghembuskan nafas sambil mengatur detak jantungnya yang tadi sempat melompat-lompat karena kaget. “Aku ingat dan tidak akan pernah lupa!” Kata Rae Eun seraya membereskan pakaian-pakaiannya ke dalam lemari.

Seunghwan duduk di pinggir kasur dengan santai. “Baguslah kalau begitu. Jangan terlalu memaksakan diri. o’ ?”

Rae Eun mengangguk, “Hmm. Kau tidak perlu khawatir Ajjuhssi.”

“Jangan terlalu banyak berharap juga.”

“Ne.”

“Jangan menyembunyikan apapun dariku.”

“Arrasseo!”

“Jangan terjatuh lagi seandainya keinginanmu tidak terwujud.”

Rae Eun berbalik dengan wajah masam. “AJJUHSSI!!” Teriaknya kesal.

“Dan jangan memanggilku Ajjuhssi.” Seru Seunghwan gemas.

Rae Eun melengos, “Jadi kau mau kupanggil apa? Oppa Ajjuhssi?” Tanya Rae Eun dengan nada menggoda yang langsung disambut dengan sebuah lemparan bantal dari Seunghwan. “Pikirkan nama yang lebih kreatif, gadis Han~”

=O=


Rae Eun menggeliat pelan saat mendengar suara gaduh yang berasal dari luar kamarnya. Matanya dikerjap-kerjapkan selama beberapa kali sampai kesadarannya terkumpul. Rae Eun mengarahkan kepalanya pada meja yang ada di samping ranjang untuk melihat jam berapa sekarang. “Jam dua pagi?” gumamnya dengan suara yang masih terdengar serak.

Didorong oleh rasa penasaran, Rae Eun akhirnya mencoba untuk mengumpulkan tenaganya lalu bangun dan beranjak keluar kamar.

“Lee Hyuk Jae-ssi, apa yang sedang kau lakukan?” Rae Eun berjalan ke arah dapur dimana disana ada Eunhyuk yang terlihat sedang sibuk mengerjakan sesuatu.

Eunhyuk menoleh. “Oh.. Kau bangun? apa karena suara tadi?” Tanya Eunhyuk lalu kembali berkutat dengan ‘kesibukannya’.

Rae Eun menggeleng-gelengkan kepala begitu sampai di samping Eunhyuk. “Kau kelaparan ya?” Tanya Rae Eun -menahan diri untuk tidak tertawa-

Eunhyuk menoleh ke arah Rae Eun sekilas, lalu tersenyum. “Bukan kelaparan, tapi hanya ingin makan.”kilahnya membuat Rae Eun mengeluarkan tawanya. “Apa bedanya?”

“Tentu saja beda. Kalau kelaparan artinya perutmu kekurangan makanan. Sementara kalau ingin makan, artinya…” Eunhyuk menghentikan aktifitasnya sejenak dan mengarahkan kepalanya ke atas untuk berfikir. “Perutmu minta diisi makanan. Begitu kan?” Balas Rae Eun sambil tertawa.

Eunhyuk ikut tertawa. “Kau pintar juga. Ahaha~”

“Perlu kubantu?”

Eunhyuk kembali menoleh ke arah Rae Eun. “Kau mau membantuku?”

“Kau tidak ingin dibantu ?” Rae Eun balik bertanya.

“Aigo! Kau ini pintar sekali membalas ucapan orang yah.” Eunhyuk lalu menyerahkan bawang bombay yang tadi sedang dikupasnya. “Kau iris saja bawang ini.”

“Kau ini sebenarnya mau memasak apa Lee Hyukjae-ssi?” Tanya Rae Eun penasaran.

Eunhyuk mengambil wajan yang ada di samping lemari, lalu menyalakan kompor. “Sesuatu yang enak.” Jawab Eunhyuk simple. Pria itu lalu mulai sibuk dengan beberapa bahan makanan dan peralatan dapur lainnya hingga menimbulkan bunyi yang berisik.

“Ini sudah tengah malam menjelang pagi, Lee Hyukjae-ssi” Rae Eun mengingatkan, sementara Eunhyuk hanya tersenyum tanpa dosa sambil terus melakukan kegiatannya dengan tetap menimbulkan kegaduhan. Rae Eun pun memilih untuk pasrah.

“Sudah selesai? omo! kenapa kau menangis segala?”

Rae Eun mendelik, “Gara-gara bawang bombay!”

Eunhyuk kembali mengeluarkan tawa, sementara tangannya menyerahkan beberapa helai tisu pada Rae Eun. “Kau sepertinya tidak pernah memasak ya?”

“Bukan tidak pernah. Tapi tidak berminat.” Rae Eun mencuci tangannya pada wastafel sambil terus terisak karena matanya yang semakin terasa perih.

“Eiiy. Laki-laki yang akan menjadi suamimu pasti bakal menderita. Bagaimana mungkin ada seorang wanita yang tidak berminat memasak?”

“Tenang saja. Aku tidak akan memiliki kesempatan untuk merekrut seseorang untuk dijadikan suami.” Rae Eun duduk di kursi makan sambil menopangkan kepalanya di tangan. “Jadi ya tidak akan ada yang menderita kan?”

Eunhyuk menghentikan gerakannya sesaat, lalu membalikkan badannya menghadap Rae Eun, “Merekrut? aigoo! Dan apa maksudnya itu? jangan-jangan kau tidak berminat untuk menikah juga, eh?”

Rae Eun tersenyum datar. Entah kenapa dadanya tiba-tiba saja terasa sesak setiap kali dia berbicara tentang masa depan. Menikah? Suami? Semua itu tampak sangat mustahil untuknya.

“Tidak semua orang yang berminat untuk menikah diberi kesempatan untuk bisa menikah, Lee Hyukjae-ssi.” Jawab Rae Eun dengan nada mengambang.

Eunhyuk cukup bingung dengan jawaban Rae Eun, namun dia memilih untuk diam dan melanjutkan aktifitasnya. Bagi Eunhyuk, pikiran wanita itu sedikit diluar nalar dan sulit untuk dimengerti. Mungkin gadis yang sedang duduk di meja makan sana adalah salah satunya.

Selama beberapa menit, tidak ada lagi pembicaraan antara Eunhyuk dengan Rae Eun. Masing-masing dari mereka sibuk dengan kegiatannya. Eunhyuk memilih diam dengan memasaknya. Sementara Rae Eun memilih diam dengan lamunannya.

“Jjaaaan~ Spagetthi lezatos ala Lee Hyukjae telah selesai!” Eunhyuk duduk diseberang kursi Rae Eun membuat gadis itu sedikit terlonjak kaget.

“Eeh, sudah selesai lagi?”

“Tentu saja.” Eunhyuk memamerkan deretan giginya yang rapih sambil mengaduk-ngaduk spagetthi-nya.

“Hyaa, kau hanya membuat satu?”

“Memang kau minta?”

“Aku kan ingin makan juga!!”

Eunhyuk tetap asik menyuapkan spagetthi yang ada di piringnya itu dengan cuek. “Bagaimana aku tau kau ingin makan, kalau minta saja tidak.”

“Heeish, kau ini benar-benar menyebalkan!” Rae Eun segera bangkit dari kursinya dan berniat untuk kembali ke kamar saat tiba-tiba saja langkahnya dihentikan oleh tangan kiri Eunhyuk yang menggoyang-goyangkan sebuah garpu ke arahnya.

Eunhyuk menyeringai. “Mau makan bersama?”

Rae Eun memalingkan wajahnya sambil mengulum sebuah senyuman. “Kau kira kita sedang syuting sinetron ya? Sepiring berdua? Aigoo..”

“Mau tidak?”

Rae Eun kembali duduk di kursinya lalu mengambil garpu yang ada di tangan Eunhyuk. “Baiklah kalau kau memaksa!” Ujarnya cuek.

Eunhyuk memutar bola matanya. “Kapan aku memaksamu? Tch.”

Rae Eun hanya tersenyum simpul lalu mulai memasukkan sesuap spagetthi ke mulutnya. Matanya langsung membelalak lebar begitu spagetthi tersebut menyentuh lidahnya.  “Huwaa! Massyitta~” Serunya tidak percaya.

Eunhyuk menyunggingkan senyuman bangga saat melihat ekspresi Rae Eun yang tampak sangat menikmati spagetthi buatannya itu. “Apakah benar-benar enak?”

“Euuuum~~” Dengan mulut yang masih penuh, Rae Eun mengangguk. Sesekali matanya terpejam hanya untuk menikmati spagetthi yang sedang dikunyahnya itu. Ekspresinya benar-benar seperti wajah anak kecil yang baru saja di beri es-krim oleh orang tuanya. Sangat lucu dan menggemaskan, membuat Eunhyuk secara tidak sadar menghentikan makannya hanya untuk memandangi wajah Rae Eun.

“Ekspresi makanmu benar-benar mirip seperti seseorang.” Gumam Eunhyuk secara tidak sadar,

Rae Eun menatap Eunhyuk tidak mengerti. “Mirip siapa?” tanyanya.

“Mirip seseorang yang kukenal di masa lalu.” Eunhyuk sedikit tersentak mendengar ucapannya sendiri. Bagaimana mungkin dia mengucapkan kalimat itu? Bukankah orang yang dikenalnya di masa lalu itu adalah seseorang yang kini telah menjadi kekasihnya?

“Benarkah?” Rae Eun kembali menyuapkan sesendok spagetthi ke mulutnya dengan ekspresi tidak peduli, membuat Eunhyuk sedikit merasa lega. Pria itu tidak tahu harus berkata apa kalau Rae Eun menanyakan hal yang aneh-aneh tentang ucapannya tadi.

“Ngomong-ngomong, berapa umurmu?” Tanya Eunhyuk mengalihkan pembicaraan. 

“Delapan Belas tahun.”

“Delapan Belas??!!” Tanya Eunhyuk tidak percaya. Dan Rae Eun hanya mengangguk.

“YA! Harusnya kau memanggilku oppa!”

Rae Eun mengerutkan keningnya. “Wae?” Gadis itu lalu beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah dapur untuk membawa segelas air.

Eunhyuk membalikkan tubuhnya ke arah Rae Eun. “Aku lebih tua darimu, kau tau?”

“Terus?” Rae Eun meneguk minumannya hingga tandas, lalu menyerahkan segelas air minum yang lain ke arah Eunhyuk.

“Kau tidak pernah diajari pelajaran ber-etika ya? Bukankah sudah seharusnya orang yang lebih muda menggunakkan kata yang sopan pada orang yang lebih tua? Mulai sekarang kau harus memanggilku OPPA!” Eunhyuk menekankan kata ‘oppa’ lalu meneguk minumannya dengan mata yang tetap menatap Rae Eun.

“Shireo!”

“YA!”

Rae Eun menarik napas panjang lalu kembali bersuara, “Kata OPPA, hanya akan kuberikan pada orang-orang yang penting! Aku baru akan memanggilmu oppa, kalau derajatmu bisa naik ke tingkatan orang penting menurut standarku. Okay?” Rae Eun langsung melengos pergi setelah mengucapkan kalimat itu. “Terima kasih untuk makanannya, Lee Hyukjae-ssi.” Ucapnya sesaat sebelum membuka pintu kamar.

Eunhyuk hanya bisa tercengang di tempat duduknya. Kalimat itu….. adalah kalimat yang pernah di ucapkan seseorang padanya. “Kenapa kau begitu mirip dengannya?” Gumam Eunhyuk bingung.

Sesaat, Eunhyuk sempat merasakan kalau Rae Eun benar-benar seperti seseorang  yang pernah hadir di masa lalunya. Meskipun kenyataannya seseorang di masa lalunya itu adalah seorang gadis yang kini telah menjadi kekasihnya, tapi entah mengapa Eunhyuk merasa kalau Rae Eun bukanlah gadis yang asing. Dari caranya ber-ekspresi saat makan dan kalimat-kalimat yang dilontarkannya dengan polos, membuat Eunhyuk menganggap bahwa gadis itu adalah gadis yang dikenalnya delapan tahun yang lalu. Ah, tapi apakah itu mungkin?

=O=


“Wuaaah, pagi-pagi begini kau sudah memasak? Kim Ryeowook benar-benar daebak!” Rae Eun berdecak kagum begitu melihat meja makan yang sudah dipenuhi dengan makanan.

Ryeowook yang saat itu sedang menumis sayuran, hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Rae Eun.

“Benar, aku jadi sangsi dengan kelaki-lakianmu kalau kau serajin ini Ryeowook-ah!” Heechul tiba-tiba saja muncul dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Tubuhnya hanya ditutupi selembar handuk membuat Rae Eun dengan susah payah meneguk ludah. “Memang apa salahnya kalau seorang pria rajin memasak? Aku justru meragukan kelaki-lakian oppa!” Seru Rae Eun dengan nada yang sedikit gugup.

Heechul menatap Rae Eun sambil menyeringai. “Wae? apa aku terlihat seksi? Hmm?”

“Anni~ ” Rae Eun mundur dengan teratur ketika Heechul berjalan mendekatinya. “Lalu kenapa?” tanya Heechul dengan nada menantang.

“Itu karena…..”

“Apa?” Heechul berjalan semakin dekat.

“Itu karena……”

“Hmmm….?”

“Itu karena kau lebih sering mencium NAMJA dibanding YEO— Hwaaaaaaaaaaa!” Rae Eun segera berlari sebelum menyelesaikan ucapannya. Dia lalu menyembunyikan tubuhnya dibalik badan Ryeowook.

“YA! kenapa kau lari? Ayo sini, sini… Kau harus melihat kelaki-lakianku agar tidak merasa ragu lagi Rae Eun-ah. HAHAHHA”

“KIM HEECHUL MESUM!! KENAPA KAU MELEPAS HANDUKMU HAH??!” Rae Eun mengeratkan pegangannya pada lengan Ryeowook membuat namja yang berselisih umur satu tahun dengannya itu merintih kesakitan. “Rae Eun-ah, sakiiiit!” Namun Rae Eun tetap bergeming. Matanya tertutup rapat sementara tangannya semakin mengepal kuat di lengan Ryeowook.

Heechul tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Rae Eun dan Ryeowook yang seperti anak kecil itu. “Ahahahah~ kau benar-benar gadis polos. Bagaimana mungkin aku merelakan barang berhargaku dilihat oleh wanita sembarangan, hah?” Heechul lalu berjalan kearah kamarnya sambil terus tertawa.

Rae Eun mengintip dari badan Ryeowook dengan ragu. “Eh? Jadi tadi dia tidak naked ya?” tanyanya polos.

Ryeowook menggelengkan kepalanya sambil mencoba melepaskan diri dari pegangan Rae Eun. “Tentu saja tidak! Dasar gadis bodoh~”

Rae Eun merengut. “Aku bukannya bodoh, tapi lugu~~~” kilahnya membuat Ryeowook memasang tampang pura-pura ingin muntah. “Dilarang memfitnah diri sendiri Rae Eun-ah.” Ujar Ryeowook datar sementara tangannya kembali cekatan memotong-motong beberapa sayuran.

“Itu fakta, you know!”

“Tsk! “

“Haloooo~ aku datang!” Suara seorang gadis dari arah ruang tamu menghentikan perdebatan Rae Eun dan Ryeowook. Mereka berdua lalu melihat ke belakang, dan secara tidak sengaja, Rae Eun dan Ryeowook menggumamkan sebuah nama yang sama secara berbarengan. “Hyeo Yeongmi?”

Rae Eun dan Ryeowook pun berpandangan heran. “Kau mengenalnya?” tanya Ryeowook tidak percaya.

Rae Eun tersenyum datar. “Hmm.” Gumamnya sesaat sebelum Yeongmi tiba di dapur.

“Waah, ada tamu rupanya?” Suara Yeongmi membuat nafas Rae Eun sedikit tercekat. Gadis itu menoleh, dan matanya langsung beradu pandang dengan mata Yeongmi.

“Wow, ternyata eonni.” Yeongmi menghampiri Rae Eun yang masih terdiam di tempatnya.

Yeongmi tersenyum. Sebuah senyuman yang diartikan Rae Eun sebagai sebuah tantangan. “Annyeong eonni. Long time no see!” Yeongmi memeluk tubuh Rae Eun, sementara gadis yang dipeluknya itu masih diam tanpa ekspresi. -atau lebih tepatnya menyembunyikan ekspresinya.

“Eonnie?” Ryeowook mengernyitkan dahinya bingung. “Jadi kalian sudah saling mengenal?”

Yeongmi melepaskan pelukannya, lalu menatap Ryeowook sambil tetap menyunggingkan senyuman. “Kau ini bicara apa oppa? Tentu saja kami saling mengenal. Aku dan Rae Eun eonni adalah saudara tiri.” Ungkap Yeongmi membuat mata Ryeowook terbelalak lebar. “Mwo? Saudara…. tiri?”

“Siapa yang saudara tiri?” Kangin tiba-tiba saja muncul diikuti Siwon dan beberapa member lainnya.

Yeongmi berbalik ke belakang dan langsung memasang ekspresi pura-pura kaget. “Aigo oppa! kau mengagetkanku.” Matanya langsung berbinar bagaikan seorang putri yang baru saja bertemu dengan sang pangeran saat dia melihat Eunhyuk yang berdiri di belakang Donghae. Yeongmi segera berjalan ke arah Eunhyuk lalu bergelayut manja di lengan kekasihnya itu. “Good morning oppa~” Sapanya membuat Eunhyuk langsung tersenyum. “Morning too jagi~”

“Heeish, ini masih terlalu pagi untuk memamerkan kemesraan!” Komentar Kyuhyun sengit dan  langsung diamini oleh member lainnya. Mereka semua langsung memasang wajah mual saat Eunhyuk dan Yeongmi memamerkan kemesraannya dengan begitu blak-blak-an.

“Jadi, siapa saudara tiri siapa yang kau bicarakan tadi wook-ah?” Kangin kembali bertanya kepada Ryeowook.

Ryeowook yang masih bingung hanya bisa menatap Rae Eun dan Yeongmi secara bergantian sampai akhirnya suara Yeongmi kembali memenuhi ruangan. “Aku dan Han Rae Eun  eonni oppa~” jawab Yeongmi membuat semua member yang mendengarnya terlonjak kaget. “MWOO?”

=O=

“Woah! Dorm jadi selalu dipenuhi kejutan yang tak terduga sejak kau datang Rae Eun-ah”

Rae Eun tersenyum sewajar mungkin menanggapi ucapan Leeteuk. Sementara Seunghwan yang baru saja datang beberapa menit setelah kedatangan Yeongmi, hanya bisa diam sambil mengepalkan tangannya di bawah meja.

“Kalau begitu, bukankah Yeongmi juga bisa termasuk sebagai keponakanmu, Hyung? tapi kenapa selama ini kalian terlihat begitu cuek seolah-olah tidak saling mengenal?” Donghae kemudian menatap Seunghwan dan Yeongmi secara bergantian.

Seunghwan tersenyum kecut sementara matanya menatap Yeongmi dengan tajam. “Kau bisa menanyakan hal itu pada Hyeo Yeongmi.” Ujarnya dengan penuh penekanan di dua kata terakhir.

Semua member Suju yang tengah duduk di ruang makan langsung terkesiap kaget mendengar nada bicara manager mereka yang terkesan dingin. Yeongmi sendiri sempat merasa kaget, namun dia bisa langsung menutupinya dengan terus mengumbar senyuman. Sementara Rae Eun, gadis itu masih diam tanpa menunjukkan ekspresi apapun.

“Seunghwan oppa ini benar-benar senang bercanda~ ahahaha.” Yeongmi mengambil gelas yang ada di meja, lalu meneguk airnya sedikit. Melihat semua orang yang tengah menatapnya heran, Yeongmi tersenyum. “Seunghwan oppa ini adalah adik dari ayah kandung Rae Eun eonni. Dilihat dari segi apapun, kita memang tidak memiliki hubungan apa-apa.” Yeongmi menatap Seunghwan lembut membuat kepalan tangan laki-laki itu semakin kuat. “Dan kita tidak pernah memperlihatkan kedekatan, karena kenyataannya kita memang tidak dekat. Tidak pernah dekat. Bukankah begitu oppa?”

 Seunghwan memalingkan wajahnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Semua member Suju hanya bisa diam tanpa tau harus berbuat apa. Suasana yang tadinya ceria pun tiba-tiba saja berubah suram. Ruang makan yang tadinya ramai dengan berbagai macam obrolan, sekarang hanya diisi oleh suara denting piring yang beradu dengan sendok.

“Kalian semua kalau sudah selesai makan, segeralah bersiap-siap. Aku akan menunggu di lobi.” Seunghwan segera bangun dari kursinya lalu berjalan ke arah  Rae Eun. “Kau tidak ingin ikut denganku, Gadis Han?” tanyanya setelah berada tepat di belakang kursi Rae Eun.

Rae Eun sedikit terkesiap karena pikirannya yang dari tadi sempat melayang kemana-mana. Gadis itu menoleh ke  belakang dan langsung mengangguk begitu mendapati wajah Seunghwan yang seolah-olah sedang berkata, ‘ikut denganku sekarang!’

“Aku mengambil tas dulu.” Ujar Rae Eun sambil berlalu pergi ke kamar.

Selang beberapa menit kemudian, Rae Eun keluar dari kamarnya. Setelah berpamitan pada semuanya, gadis itu pun langsung keluar apartemen bersama Seunghwan.

Semua member Super Junior dan Yeongmi diam-diam menghembuskan nafas panjang begitu Rae Eun dan Seunghwan keluar. Tanpa mereka sadari, keadaan kaku tadi telah membuat mereka menahan nafas.

“Apa terjadi sesuatu antara kau dan Seunghwan hyung?” Eunhyuk bertanya pada Yeongmi membuat gadis itu terkesiap karena tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu. “Anio.” Jawab Yeongmi cepat.

=O=

“Ajjuhssi, gwenchana?” Rae Eun menyerahkan sekaleng minuman dingin lalu duduk di samping Seunghwan dengan khawatir.

Seunghwan hanya tersenyum datar sementara matanya menatap lurus ke depan dengan tidak fokus. “Hyeo Yeongmi.” Seunghwan menarik napas sesaat, lalu kembali berkata, “Benarkah dia Hyeo Yeongmi yang kita kenal?”

Rae Eun menyandarkan kepalanya di lengan Seunghwan. Matanya ikut terarah ke depan dengan pikiran yang mengawang entah kemana. “Kau merindukannya ajjuhssi.” Rae Eun menyelipkan tangannya di lengan Seunghwan lalu memeluknya. “Aku pun merindukan Yeongmi yang dulu.”

“Rae-ya..”

“Hmm?”

“Berhentilah selagi bisa. Jangan buang waktumu untuk hal yang sia-sia.”

Rae Eun tertawa hambar, -terkesan dipaksakan- Gadis itu lalu menatap pamannya sekilas, “Aku bahkan belum memulai apapun Ajjuhssi. Biarkan aku melakukan sesuatu sebelum menyerah. Hmm?”

Rae Eun melepaskan pelukannya untuk menatap Seunghwan yang masih memandang lurus ke depan. “Mulai sekarang, mungkin kau harus membiasakan diri untuk terus bertemu dengan gadis itu. Gwenchana?”

Seunghwan diam selama beberapa detik hingga akhirnya memiliki keberanian untuk menjawab. “Gwenchanayo.” Seunghwan menatap Rae Eun sambil tersenyum. Sebuah senyuman yang ditangkap mata Rae Eun sebagai senyuman yang penuh dengan keperihan. “Aku sudah terlalu lama menghindarinya. Sekarang, mungkin memang sudah saatnya untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini.” Lanjut Seunghwan mantap.

Rae Eun mengangguk. “Kita lakukan secara perlahan, o’ ?”

=O=

Eunhyuk memandang Yeongmi tidak percaya. Pria itu kaget. Sangat kaget. “Kau tidak sedang bercanda kan?”

“Aku serius oppa!” Yeongmi menatap Eunhyuk dengan pandangan memohon. “Jika kau mencintaiku, kumohon jauhilah Han Rae Eun, hmm?”

Eunhyuk memalingkan wajahnya dengan gusar. Perlahan, pria itu menyenderkan tubuhnya pada sandaran kursi, lalu mulai memejamkan mata. Semuanya terjadi begitu mendadak dan di luar dugaan. Seumur hidupnya, baru kali ini Eunhyuk merasa gamang akan sesuatu.

Menjauhi Han Rae Eun?

Dia memang baru kemarin bertemu dengan gadis itu. Secara logika, sepertinya permintaan Yeongmi bukanlah permintaan yang sulit. Tapi kenapa hatinya merasa berat? Terlebih lagi dengan perbincangan yang terjadi semalam, saat Eunhyuk merasakan sesuatu yang lain pada diri Rae Eun, sesuatu yang tidak asing yang membuatnya nyaman.

“Apakah kau merasakan sesuatu terhadap kakak tiriku itu, oppa?” Yeongmi bertanya tepat sasaran.

Eunhyuk segera membuka matanya lalu menoleh ke arah Yeongmi. “Kau ini bicara apa?” Tanya Eunhyuk, menyembunyikan keterkejutannya.

Yeongmi tersenyum samar. “Kau pasti merasakan sesuatu. Wajahmu itu tidak bisa berbohong, oppa.”

Eunhyuk diam. Sebagian dari dirinya ingin menyangkal ucapan Yeongmi. Tapi sebagian yang lainnya menyuruhnya untuk diam dan membiarkan Yeongmi melanjutkan ucapannya. Eunhyuk hanya menatap Yeongmi dengan pandangan tidak mengerti.

“Sepertinya, aku harus mulai menceritakan kisahku padamu.” Yeongmi menoleh dengan segurat senyuman manis yang membuat wajahnya semakin terlihat cantik.

“Dulu, aku dan Rae Eun eonni sangat dekat. Kami sudah seperti saudara kembar yang sangat sulit dipisahkan. Status saudara tiri tidak pernah membuat kami saling benci apalagi saling menyakiti. Segalanya berjalan sangat indah pada saat itu.” Yeongmi berhenti sesaat untuk menarik napas dalam, lalu kembali melanjutkan. “Tapi semuanya perlahan berubah, saat gadis itu dengan seenaknya mengambil satu-satunya orang yang kusayangi. Dengan wajah tanpa dosanya, dia berpacaran dengan kekasihku. Dengan wajah tanpa dosanya, dia membuat orang yang kucintai meninggalkanku. Dengan wajah tanpa dosanya, dia merebut segala hal yang kumiliki. Dia selalu bersikap sok polos untuk mendapatkan perhatian orang lain. Aku membencinya oppa. Sangat membencinya.”

Yeongmi mulai terisak. “Ayahku, satu-satunya pria yang kumiliki saat ini pun jauh lebih menyayagi gadis itu dibandingkan anaknya sendiri. Aku tidak tau kenapa, tapi secara perlahan, gadis itu selalu berhasil mengambil apa yang kumiliki. Dia mengambil segalanya dan membiarkanku menderita seorang diri. Dia tamak. Sangat tamak.”

“….. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah karena tidak tahan dengan sikapnya yang seperti itu. Rasa sakitku mulai pudar saat aku bisa menjadi trainee di SM dan bertemu denganmu oppa. Dulu, di pertemuan pertama kita delapan tahun yang lalu, aku memang tidak memiliki perasaan apapun padamu. Tapi sejak aku bertemu kembali denganmu di gedung SM, aku mulai merasakan sesuatu. Bahwa sepertinya, kau lah orang yang tepat yang mampu membuatku bangkit dari keterpurukan.” Yeongmi menatap Eunhyuk dengan mata sembabnya. “Dan itu benar. Kau benar-benar telah membuatku bangkit dari rasa sakit dan keterpurukan. Kau membuatku merasakan kembali apa itu cinta. Aku mencintaimu oppa. Dan aku hanya memilikimu di dunia ini.” Yeongmi menggenggam tangan Eunhyuk dengan erat. “Kumohon jangan seperti mereka yang meninggalkanku karena seorang Han Rae Eun. Jangan tinggalkan aku karena gadis itu oppa. Aku tidak tau lagi bagaimana harus menjalani hidup kalau kau meninggalkanku.”

Eunhyuk memeluk Yeongmi dengan perasaan bersalah yang berkecamuk di dada. Dia tidak pernah tau bahwa kekasihnya telah melewati masa-masa sulit seperti itu. Tanpa sadar, Eunhyuk ikut menangis. Menangis karena rasa sakit yang dialami kekasihnya. Juga menangis, karena kebodohannya yang sempat tertarik dengan gadis lain. Gadis yang telah membuat kekasihnya menderita.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Yeongie-ah.” Eunhyuk mengeratkan pelukannya. “Mianhe. Aku tidak tau kalau kau memiliki kisah yang menyedihkan seperti ini. Aku berjanji tidak akan pernah terjebak dalam rencana busuk Han Rae Eun. Sampai kapanpun, aku akan selalu berada di sisimu.”

“Gomawo oppa. Jeongmal gomawoyo.” Yeongmi mengeratkan pelukannya di tubuh Eunhyuk dengan sebuah senyuman yang menghiasi bibirnya. Sebuah senyuman kemenangan yang dipenuhi oleh kelicikan.

Dia berhasil. Untuk saat ini, Yeongmi bisa bernafas lega akan keberhasilannya memperdayai Eunhyuk. Dan ini barulah awal untuk sebuah rencana besar yang telah lama dirancangnya. Membuat Eunhyuk membenci Han Rae Eun. Dan membuat Han Rae Eun menderita. Jauh lebih menderita dari apa yang pernah dialaminya dulu.

 

===TBC===

Entry filed under: Angst, FanFiction, G, Genre, Indonesia, Romance, Super Junior, Two Shoot. Tags: .

Your Smile (Part 7) My Teacher, My Love (Oneshot)

7 Comments Add your own

  • 1. Frida  |  February 8, 2012 at 6:27 PM

    Lanjut dong thorr .. Seru..seru… Gak sabar .. Jangn bkin nunggu lama2 ya thorr ..

    Reply
    • 2. Raechanyz  |  February 8, 2012 at 8:16 PM

      makasih dah baca plus komen yah~~😉
      panggil rae aja, ga usah panggil thor segala -___-v kekeke

      Errr, berhubung saia senang angka genap, jadi lanjutannya klo dah dapet 10 komen aja yah~~~~ *dihajar massa*😄

      Reply
  • 3. burninganchovy  |  February 9, 2012 at 2:14 PM

    Emm… sepuluh komen ya?
    Itung aja satu komen dr aku jadi sepuluh Rae :p
    Lanjut dong, penasaraaan >_<

    Reply
    • 4. Raechanyz  |  February 9, 2012 at 4:57 PM

      huahahhahah pinter juga yeee.. *cubit*
      yaudah, yaudah, klo ga dapet 10 komen, aq publishnya 10 hari lagi aja deh *pasang wajah inosen* *pletaak* Hahahaha~😄

      eniwey, makasih dah baca plus komen yaah~😉

      Reply
  • 5. serenity66  |  February 17, 2012 at 5:35 AM

    Lanjut dong rae^^

    Reply
    • 6. Raechanyz  |  February 18, 2012 at 7:58 PM

      ehehhe makasih dah baca yah =]

      Reply
  • 7. Jae Rha  |  January 18, 2016 at 9:50 PM

    Aahh.. Masih belum ngerti permasalahan utamanya apa bikin penasaran dah sama tujuan Rae Eun sebenarnya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: