Your Wish (Oneshoot)

February 4, 2012 at 2:04 PM 4 comments

//

 

Title          : Your Wish

Author     : Dimut (@dimuteara)

Genre        : Romance, friendship, family

Length      : Oneshoot

Rating       : PG 5 tahun

Main cast : Park Jiyeon, Yoo Seung Ho

Other cast : Park Sanghyun and find by yourself!

Disclaimer : FF ini hanya khayalan semata, jika ada kesamaan atau kemiripan dengan FF lain silahkan kasih tahu aku di @dimuteara atau di Sweetmarshmallowgirl.wordpress.com ya terima kasih!!

Pesan : FF ini pernah aku publish di Park Jiyeon FF jadi kalau udah pernah baca maaf banget yaaa. dan semoga FF ini bisa menarik dan dapet feelnya. Happy Reading… dan Keep RCL yaaa

***

 

-Seung Ho POV-

“Maafkan saya Seung Ho-ssi, hanya itu yang kami bisa perbuat. Kemungkinan dia bertahan hidup mungkin hanya tinggal 1 bulan lagi” Terang Dokter Park.

Aku pun mendekati yeoja yang terbaring di ranjang di hadapanku.

“Jiyeon-ahh, bangunlah” Kataku kepadanya.

 

-Flash Back-

“Woaah, Seung Ho-ahh ini indah sekali” kata Jiyeon masih terpesona oleh keindahan Namsan tower.

Aku pun memeluknya dari belakang “Apa kau menyukainya??”

“Ne, jeongmal neumo neumo yeppota”

Aku pun melepas pelukanku dan membalikan badannya untuk menghadapku sekarang.

“Kau mau apa??” tanyanya penasaran.

Aku pun berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dan membukanya “Would you marry me??”

Yeoja dihadapanku hanya diam menatap lurus ke arahku.

5 menit berlalu dan aku masih menunggu jawaban darinya.

“Mianhe Seung Ho, aku tidak bisa” katanya lalu berbalik ke belakang dan menatap lurus ke arah kota Seoul

“Mengapa??” tanyaku masih tidak percaya

Belum yeoja itu menjawab dia sudah pingsan dengan hidung yang berdarah diwajahnya.

“Yeon-ahh irreona, bangunlah Yeon-ahh” Kataku sambil menghampiri tubuhnya dan membawanya ke rumah sakit.

 

-Rumah Sakit-

 

“Hyung” Panggilku kepada Park sanghyun, Oppanya Jiyeon.

“Bagaimana keadaannya??” tanyanya dengan cemas

“Dokter masih memeriksanya Hyung” kataku khawatir

“Siapa keluarga dari Jiyeon-ssi” Tanya seorang namja separuh baya yang mengenakan jubah putih (malaikat kah???#plakk)

“Saya dok” jawab park sanghyun hyung “Bagaimana keadaan adik saya dok?”

“Keadaannya benar-benar parah, adik anda mengidap penyakit Kanker Lambung” Terang Dokter yang membuatku bahkan tidak bisa menopang badan ini dan terjatuh.

“Apakah ini masih bisa disembuhkan??” Tanya Hyungku dengan suara paraunya

Dokter pun menggeleng pasrah.

“ Berapa pun akan saya bayar dok, asal adik saya sembuh!!” Teriak hyungku ini.

“Maaf, Park-ssi penyakit adik anda sudah sangat parah. Bahkan kemungkinan dia bertahan hidup hanya 1 bulan. Saya sangat menyesal Park-ssi” Tukas Dokter

-Flash Back End-

 

“Seung Ho-ahh” Sebut yeoja itu

“Jiyeon, gwaenchana??” tanyaku.  Syukurlah tuhan dia sudah sadar

“nan oediga??” tanyanya sambil mengerjap-ngerjap matanya

“kau dirumah sakit”

“Seung Ho-ahh, apa kau tahu apa penyakitku?” tanyanya yang membuatku langsung tersontak kaget

Aku pun menganguk “Apa kau sudah tahu??”

Jiyeon menganguk “baru 6 bulan yang lalu” jawabnya

Apa sudah 6 bulan?? Dan dia tidak memberitahuku??

“Mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?” tanyaku tidak percaya

“Untuk apa?? Pada akhirnya aku juga akan mati bukan” jawabnya datar

“Yyaa!!! Apa kau Ppabo yeoja??” Bentakku padanya “Apa kau tidak tahu betapa sakitnya aku saat dokter memvonis penyakitmu!!”

“Mianhe Seung Ho, aku hanya tidak mau kau sedih” jawabnya lalu menangis

Aku pun memeluknya. Tuhan, aku sungguh tidak mau kehilangan yeoja ini karena dia adalah yeoja yang sangat aku cintai melebihi diriku sendiri

 

-3 Hari kemudian-

“Jiyeon, ayo makan, mokko mokko” kataku sambil menyuapinya makan-makanan rumah sakit

“Shiroe, makanan rumah sakit nggak enak” katanya sambil melipatkan kedua tangannya

“Jadi kau mau apa??” tanyaku

“Aku mau makan Kimchi yang pedas, Seung Ho-ahh” Katanya dengan muka aegyo

“Aishh itu tidak boleh Jiyeon-ahh. Ingat kata dokter kau tidak boleh makan yang pedas, yang bersantan, dan yang terlalu asam” kataku bijak

“Ahhh, tapi aku mau makan mereka” rengeknya

“Sudahlah, makan yang ada ya” bujukku

“Shiroe!! Shiroe!!” katanya ngambek

“Makanlah, kalau kau makan, aku akan meminta ijin dokter agar kita bisa main layang-layang di lapangan” bujukku

“Jinca??”

“Ne, asalkan kau habiskan selalu makanan rumah sakit” kataku

“Hmm baiklah” katanya dengan terpaksa

“hehehe igo, aaaa” ucapku lalu menyuapinya makan sampai habis

 

-1 Minggu kemudian-

“Ayo Seung Ho-aah, Ppali Ppali. Ayo cepat” Katanya dengan semangat

“Iya sabar, nah ayo kita berangkat”

 

-di lapangan-

“Ayo naikkan layang-layang ini”

“Ne, sebentar” kataku.Yeoja ini bersemangat sekali kenapa sih??

Setelah persiapan selesai akhirnya aku menaikkan layang-layang yang berfotokan gambarku dengannya

“Huwaaa Terbanglah tinggi!!!” teriaknya kencang

Lalu setelah puas bermain layang-layang aku dan Jiyeon duduk di pinggiran kolam. Suasana sangat hening sampai

“Seung Ho, lihat ada kura-kura” tunjuknya dengan semangat

“Woahh, ada anak-anaknya” kataku terpesona

10 menit sudah, aku dan Jiyeon dibuat terpesona oleh keluarga kura-kura itu

“Andai aku seperti mereka” cetusnya memecah keheningan

“wae??”

“Iya, hidup selama 100 tahun dan mempunyai keluarga yang besar seperti mereka” katanya dengan muka yang tersenyum tetapi aku tahu dia pasti sangat sedih

“Jiyeon-aah, gemanhe. Hentikan itu” kataku

Lalu tiba-tiba gerimis pun turun

“Ayo cepat kita kembali ke mobil” kataku lalu menudungi Jiyeon dengan jaketku

Sesampai di mobil, aku pun langsung mengambil handuk di jok belakang dan memberikan kepada yeojachinguku

“Yya, gwaenchana??” tanyaku cemas

Dia pun menganguk lalu mengeringkan pakaiannya dengan handuk yang kuberi

“Yasudah, kita kembali ke rumah sakit”

 

-Keesokan Harinya-

“Jiyeon, ayolah kita harus melakukan check up hari ini” bujukku

“Shiroe, kau kan tidak merasakannya jadi kau tidak tahu betapa menyakitkan rasanya” Katanya sambil menangis

“Arra arrayo, apa kau kira aku tidak sakit mendengarmu menjerit seperti itu??”

Dia pun terdiam…

“Baiklah, kalau kau mau check up hari ini, aku akan mengabulkan 100 permintaanmu??” bujukku.

“Baiklah, tapi inget 100 permintaan loh!!” tegasnya

Aku pun menganguk mengiyakannya.

 

-Keesokan harinya-

“Ayo kita selesaikan daftar permintaan ini” katanya dengan semangat sambil melambai-lambaikan sebuah kertas yang sangat panjang

“Yya!! Apa kau serius dengan 100 permintaan” kataku tak percaya, masa dia serius sih 100 permintaan?? Aduh nih bocah jangan minta macam-macam yaa

“Hehehe, sudah ikuti saja permintaanku. Ok aku baca yaa 1. Pergi ke Taman Bermain dengan Seung Ho sampai puas”

“Taman bermain??” kataku

“Kkaja” katanya lalu menarik lenganku

Sampai disana, aku dan Jiyeon bermain semua permainan disana dan berfoto ria disana. Dan mulai melanjutkan permintaan-permintaan berikutnya.

 

-Keesokan harinya-

“Ayoo selanjutnya permintaan berikutnya, 20. Naik sepeda ke Sungai Han bersama Seung Ho” Katanya antusias

“Yasudah baiklah, aku akan membocengimu sampai Sungai Han, ayo sini naik” kataku sambil menepuk-nepuk jok belakang sepedaku

“Hehehehe, Gumawoyo Seung Ho-aah” Ucapnya lalu naik dan memeluk pinggangku

Tuhan, andai waktu ini bisa kau lambatkan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan 1 detik hanya untuk bersamanya.

“Yya, sudah sampai” kataku

“Baiklah permintaan berikutnya 21. Bernasis ria di Sungai Han bersama Seung Ho” katanya sambil membacakan permintaanya di secarik kertas yang hanya boleh dilihatnya

“Hei kau bawa Kamera kan Seung Ho??” tanyanya

“Tenang saja aku sudah mempersiapkannya kok”

“Baiklah ayoo cepat foto aku sini” katanya lalu memasang muka aegyo

Yeojachinguku memang benar-benar sangat cantik

“Ok, Hana, Dul, Set” kataku sambil menghitung dan memfotonya

“Lagi, lagi, lagi” bilangnya lalu merubah posisi

Hahaha dasar bocah

 

-3 minggu kemudian-

Waktu terasa begitu cepat yaa padahal sepertinya baru kemarin aku mengabulkan permintaan Jiyeon sekarang sudah hampir selesai

“Seung Ho-aahh, ayo sekarang permintaan berikutnya. 97. Pergi ke taman tempat pertama kali bertemu dengan Seung Ho”

“Tapi Jiyeon, apa kita harus melakukan ini sekarang?? Wajahmu terlihat pucat, aku takut kau akan collaps lagi seperti kemarin” tanyaku cemas

“Gwaenchanayo, sudah ayoo kita pergi ke taman” Ajaknya lalu menarik lenganku untuk mengikutinya

 

-Ditaman-

“Huwaa rasanya kangen sekali dengan taman ini” Ucapnya dengan lugu sambil menaiki ayunan yang ada di sana

“Seung Ho, ayo dorong ayunanku” Suruhnya lalu aku pun mengayunkan ayunannya

Aku hanya diam membisu memandangnya yang begitu ceria dan periang. Tuhan, apa aku bisa memberikan nyawaku untuknya?? Dan apa aku bisa terus membuatnya selalu disisiku??

“Seung Ho ayo kita lanjutkan lagi” katanya dengan bersemangat

“Baiklah tapi kita harus makan siang dulu”

“Baik permintaan 98. Makan Kimchi pedas bersama Seung Ho” katanya dengan terkekeh

“Andwae, itu tidak boleh” kataku

“Kau bilang akan mengabulkan semua permintaanku” rengeknya

“Tapi tidak yang dilarang oleh dokter arraseo??” tegasku padanya

“Aku mohon, hanya hari ini saja yaa” katanya dengan membujuk

“Tapi ummm.. Baiklah tapi itu pun hanya satu suap saja yaa dan tidak lebih dari itu” kataku menyarankan

“1 suap mana cukup??” rengeknya

“Mau tidak?? Kalu tidak yaudah makan yang lain saja” kataku seperti salesman

“Huhh yasudahlah, Kkaja” ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya

 

***

“Sekarang Permintaan ke 99. Pergi ke Laut bersama Seung Ho” Katanya lalu segera menarik lenganku

Aish bocah ini semakin hari semakin bersemangat, tapi mengapa mukanya semakin pucat ya?? Apa kau menyembunyikan rasa sakit yang kau derita itu Jiyeon-ahh.

 

-Dilaut-

Sesampai disana aku dan Jiyeon langsung bermain air lalu membuat istana pasir disana. Aku dan dia berlomba membuat istana pasir yang indah dan tentu saja kadang aku mengagalkan istananya dengan menyiram airlah dan kadang dia juga mengagalkan istanaku dengan menendangnya. Tuhan andai aku bisa seperti ini selalu dengannya, aku tak akan pernah meminta apa pun lagi darimu Tuhan.

“Wahh Neumo yeppota” katanya terpesona oleh matahari yang sebentar lagi akan terbenam

“Jiyeon-ahh, apa kau lelah??” tanyaku khawatir

Dia pun hanya menganguk

“Yasudah kita kembali ya, sini aku gendong” tawarku lalu menurunkan punggungku untuk menggendongnya.

“Seung Ho, Aku sangat bahagia sekali” ucapnya sambil tersenyum

“Ne, nado” Ucapku

“Seung Ho, apakah aku masih bisa menikah denganmu??” tanyanya pelan tapi tergiang dikepalaku

“Aku ingin sekali memakai gaun pernikahan yang indah. Berjalan di atas panggung dengan ayahku. Di lihat oleh sanghyun oppa, omma, dan semua sahabatku dengan senyuman bahagia. Menghampirimu dan pak pendeta dan mengucapkan janji suci” Ucapnya yang membuatku meneteskan air mata

“Tentu saja, setelah aku ini aku pasti akan menikahimu” Ucapku menyemangatinya “Ayo sebaiknya kita latihan mengucapkan janji suci” tambahku

Jiyeon pun menganguk.

“Saya Seung Ho, berjanji akan selalu mencintainya, mendampinginya dalam keadaan sehat atau sakit dan menemaninya dalam keadaan susah maupun senang sampai maut memisahkan kami”

“Dan kau Jiyeon, Apakah kau akan selalu mencintaiku, mendampingiku dalam keadaan sehat atau sakit sampai maut memisahkan kita??” tanyaku sambil berlagak seperti pak pendeta

1 menit sudah aku menunggunya untuk menjawabku tapi mengapa tidak ada respon

“Yya, Jiyeon. Apa kau tidur??” tanyaku cemas

Ada apa dengannya?? Kenapa dia tidak menjawab?? Aku pun merasakan tangannya yang sudah terkunglai disampingku dengan dingin seperti es. Dan aku sadar Jiyeon sudah pergi.

“Jiyeon-ahh, Apa yang harus kita lakukan lagi besok?? Ingat kau masih hutang 1 permintaan padaku loh” Ucapku sambil berlinangan air mata

Tidak dia belum pergi, aku yakin dia pasti bercanda padaku. Jiyeon takkan setega itu padaku

“Jiyeon-ahh, Setelah ini aku akan melamarmu didepan orang tuamu jadi persiapkan dirimu ya??” ucapku terus

“Yya!! Jawablah apa saja!!! katakan apapun padaku!! Jeball Jiyeon” Teriakku padanya yang mungkin hanya sia-sia saja

Tuhan, Aku rela menukarkan apa saja kepunyaanku asal dia bisa hidup lagi Tuhan!!

 

 

***

Pemakaman Jiyeon sangatlah sederhana, tetapi yang datang sangat banyak karena dia adalah orang yang begitu disayangi dan dikasihi. Yeon-ahh lihatlah bahkan bumi pun merasa kehilanganmu sampai-sampai sekarang hujan menyertai kepergianmu.

Mianhe, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu yang terakhir tapi aku akan menggantinya dengan hidupku yang akan aku ubah menjadi lebih bahagia dan berguna bagi orang lain, jadi kau tidak akan cemas akan diriku lagi Jiyeon-aahh.

“100. Hidup untuk 100 tahun lagi bersama Seung Ho dan mempunyai keluarga yang sangat besar”

***

THE END

 

 

 

Huwaaa akhirnya nyelesain juga nih 1 FF setelah selalu ngumpet-ngumpet nyediain waktu luang buat bikin nih FF dari kesibukan hehehehe. Maaf yaa aku bikin Sad Ending hehehehe abis aku selalu terobsesi dengan sad ending sih kehkehkeh (*dilempar duit ama yang baca). dan maaf kalo ada typo-nya hehe

Maaf yaa kalo ini masih kurang karena sebenarnya ini adalah salah satu FF pertama saya waktu dulu jadi maaf yaa😉 dan keep RCL yaa agar bisa menjadi pembangun agar author bisa berkarya disini… Terima kasih….

Entry filed under: Drama, FanFiction, Friendship, Indonesia, One Shoot, Sad Romance, T-ara, Yo Seung Ho. Tags: , , .

Double B Your Smile (Part 7)

4 Comments Add your own

  • 1. gitaleaderprince  |  February 4, 2012 at 4:36 PM

    Aigoo, aku terharu😦 ceritanya sad banget…
    Tapi baguss, aku suka..
    Ditunggu ff selanjutnya ;))

    Reply
    • 2. sweetmarshmallowgirl  |  February 12, 2012 at 11:41 PM

      hehehe gumawo yaaa reader!!!
      huwaaa terharu ada yang suka FF gaje aku TT-==-TT
      sipp sipp pasti kok aku bakal terus berkarya😉

      Reply
  • 3. number4  |  September 12, 2012 at 7:44 PM

    ending nya terharu bangetttt

    Reply
  • 4. Hana  |  September 1, 2013 at 10:41 PM

    berharap harapan jiyeon yg keseratus terkabul

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: