Double B

February 2, 2012 at 8:20 PM 4 comments

pic by @mandamarsha

Tittle : Double B

Author : Hikachovy (@Raechanyz)

Genre : (Failed) Comedy, Romance, Friendship

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae

Type : Oneshot

^~ HAPPY READING ~^

“Lapaaaaaaaaaarr~” teriak Chaejin dan Rae berbarengan. Sekilas, mereka saling menatap heran tapi setelah itu mereka kembali merengut sambil memegangi perut prihatin.

Chaejin dan Rae lalu berguling-guling tidak tentu arah untuk menghilangkan rasa laparnya itu. mereka sesekali menghela napas panjang atau berteriak tidak jelas untuk mengalihkan rasa lapar. Tapi tetap saja, semua itu tidak berpengaruh banyak. 2 jam sudah berlalu, dan mereka berdua tetap saja merasa lapar.

Semalam, Rae sengaja menginap di apartemen Chaejin karena pasokan makanan di apartemennya sedang berada di level menyedihkan efek dari penyakit KanKer-nya (read : KANtongKERing~ LOL) Dia berharap perutnya bisa sedikit sejahtera kalau menginap di apartemen sahabatnya itu. Tapi sayang, harapan memang hanya tinggal harapan. Saat Rae datang, Chaejin justru malah sedang mengobrak-abrik baju dan beberapa tas dengan harapan ada uang-uang yang terselip di barang tersebut ._____. ya, siapa sangka kalau ternyata Chaejin pun sedang mengalami penyakit yang serupa, yang biasa dialami mahasiswa di akhir bulan. KanKer!

Semalam dua yeoja itu bisa mengatasi demo cacing-cacing di perut mereka dengan memakan semangkuk mie instan. Tapi hari ini, pasokan mie ataupun makanan instan lainnya benar-benar sudah habis, sementara uang mereka sudah tidak mencukupi lagi untuk membeli makanan apapun. Itulah sebabnya yang bisa mereka lakukan saat ini hanya tiduran sambil berguling dan teriak-teriak tidak jelas -____- mereka bahkan sudah tidak mempedulikan lagi keadaan apartemen yang sudah seperti kapal pecah karna barang-barang yang bergeletakan dimana-mana saat mereka berusaha menemukan pecahan uang won pada barang-barang tersebut. (LOL)

Chaejin sendiri sebenarnya bisa mengatasi rasa lapar dengan bermain game. Tapi, berhubung semua level game sudah dia selesaikan akhirnya dia jadi bosan dan mulai merasa kelaparan, mengikuti penderitaan sahabatnya, Rae. (=o=)a

“Lapaaaaaaar~” teriak Chaejin lagi.

“Nadooooooooooo~” balas Rae.

Mereka pun kembali berguling-guling sampai akhirnya chaejin menyadari sesuatu. “Onnie, kenapa kita sudah ada disini?” dia melihat ke semua arah begitu tau posisi mereka sekarang sedang ada di depan pintu ruang tamu.

Rae ikutan bengong begitu mendengar pertanyaan Chaejin. “benar juga. Bukannya tadi kita tiduran di lantai kamarmu?” chaejin mengangguk membenarkan. Dia lalu duduk dan memperhatikan ke arah depan dan bergumam, “sudah berapa lama kita berguling-guling tidak jelas? Kenapa kita bisa guling-gulingan sejauh ini?”

Jarak antara kamar Chaejin dan ruang tamu lumayan jauh. Dua tempat itu dipisahkan oleh ruang TV dan ruang makan. Itulah sebabnya Chaejin dan Rae cukup heran begitu menyadari posisi mereka saat ini yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu ruang tamu. Mereka sama sekali tidak sadar kalau aktifitas guling-gulingan itu sudah memakan waktu hampir 2 jam.

Rae melihat jam tangannya lalu mendesah, “hhh.. sekarang sudah jam 10. berarti hampir dua jam kita berguling-guling tidak jelas. Pantas saja kalau sekarang kita sudah sampai sini.”

Mereka berdua lalu saling bertatapan dan menghela napas panjang. “menyedihkan~” keluh mereka kompak.

“lapaaaaar~” rengut chaejin sambil membenamkan wajahnya di lutut.

“kenapa nasib kita menyedihkan seperti ini chaejin-ah?”

“benar. Aku jadi sangsi apakah kita ini layak disebut pacar seorang idol kalau keadaan kita selalu memprihatinkan setiap bulannya. Hhhh~”

Rae langsung menjentikkan jarinya begitu menemukan ide karena ucapan chaejin barusan. “AHA! Kenapa tidak terpikirkan dari tadi? Bagaimana kalau kita ke dorm mereka untuk meminta makan? Hahahha”

Chaejin menempelkan telapak tangannya ke dahi Rae, “kau sakit?”

“waeyo?”

“harga diri kita mau ditaruh dimana onnie~? Aish! Aku tidak mau. Lagipula KyuNyuk sedang ada di cina sekarang. Lupa?”

Rae menggembungkan pipinya kecewa. “lalu kau mau kita kelaparan ha? Huaaaaa coba aku tau password dorm mereka. Sekarang juga aku pasti akan kesana.”

“aku tau”

“JINJJA???”

Chaejin melirik Rae sekilas lalu mengangguk meyakinkan. “si babi itu yang memberitahuku”

“babi?” rae mengernyit bingung

“kyuhyun, onnie~”

“so sweet. Hahhaha not baby but babi, eh? Coba saja kalau evil kyudul itu tau, kau bisa di amuknya habis-habisan. Wkwkw”

“dan dia memang sudah melakukannya~ haaah padahal kupikir nama babi itu sangat cocok untuknya! Hahhaha”

“jadi dia sudah tau? Siapapun juga pasti akan marah dipanggil babi~ kalau dia babi, kau apa? Piggie? Nyahahahah”

PLETAAAK! Chaejin langsung melemparkan sendal yang ada di dekatnya ke arah Rae. “kenapa malah jadi menghina aku?” amuknya. Dia lalu berdiri dan merapikan pakaiannya yang cukup kotor karena dipakai berguling-guling tadi. “mau ke dorm mereka tidak?”

Tanpa mempedulikan ringisan Rae, Chaejin langsung berjalan ke kamarnya untuk bersiap-siap. Dia bahkan langsung bersenandung tidak jelas saat Rae berteriak-teriak marah karena kelakuannya itu.. “aku tidak dengaaaar~ lalalalalalalalalala”

***

“onnie, kau ada uang untuk membayar ongkos tidak?” bisik Chaejin diam-diam.

Rae melirik sekilas, lalu berdehem. “Hmm.. Emm”

“benar-benar ada?” nada suara Chaejin meninggi membuat supir taksi yang ada di depan mereka terlonjak kaget.

“berisik ah!”

“ya~ onnie, aku tidak ada uang sepeserpun. Bagaimana ini? aku baru ingat kalau uang kita benar-benar tinggal recehan saja kan? bagaimana caranya kita membayar ongkos taksi ini? aigooo~~ ottoke?” tiba-tiba saja Chaejin berteriak histeris dan tidak mengontrol nada suaranya. Rae berusaha memberikan isyarat agar Chaejin menutup mulutnya dengan mengedip-ngedipkan mata, tapi gagal. “kau ini kenapa ha? Kelilipan? Aigo! Sekarang ini tidak ada waktu untuk kelilipan onnie!!”

“YAAAA~” bentak Rae berharap agar Chaejin diam.

Tapi bukannya diam, Chaejin malah semakin heboh, membuat supir taksi yang ada di depan mereka menaruh curiga. “waeyo agasshi?” tanya supir itu kepada chaejin.

Baru saja Rae akan menjawab untuk mengalihkan perhatian supir taksi, chaejin sudah langsung menjawab dengan polosnya, “kami tidak punya uang untuk membayar ongkos ajjuhsi. Ottoke?”

“MWOOOO?” teriak supir taksi tersebut dan menghentikan taksinya mendadak. Rae hanya bisa pasrah melihat respon supir taksi tersebut. Sementara Chaejin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil senyum-senyum tidak jelas.

BRUUUUKKK!!

Dua yeoja itu pun sekarang hanya bisa menunduk lesu saat taksi yang tadi ditumpanginya melesat pergi meninggalkan mereka berdua di pinggir jalan.

Rae mendelik tajam ke arah Chaejin yang langsung membuat gadis itu begidik ngeri. “kenapa menatapku seperti itu onnie?” dia mengalihkan wajahnya untuk menghindari tatapan tajam Rae. “hhh.. mana kutahu kalau nasib kita akan begini.” sungutnya merasa tidak enak dipersalahkan.

Rae hanya mendengus pelan mendengar ucapan Chaejin. Dia lalu berjalan dengan menahan perasaan kesal karena rencana yang sudah disusunnya jadi berantakan gara-gara kelakuan Chaejin yang dianggapnya terlalu polos. (?) “dari tadi kan aku sudah memberi tanda, kenapa kau tidak sadar-sadar?” omel Rae.

“kau jauh terlihat seperti orang yang sedang kelilipan dibanding orang yang memberi tanda onnie~~~”

“kelilipan kepalamu! Ish. Itu kan maksudnya kedipan isyarat~” Rae mengerucutkan bibirnya kesal. “haaaaah.. mau sampai kapan kita berjalan?” keluhnya.

“mianhe~” Chaejin langsung menyejajarkan langkahnya dengan Rae. “Emm, memangnya kau merencanakan apa?” tanya chaejin penasaran.

“apa?” tanya Rae balik, tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Chaejin.

“ituuu… kalau aku tadi tidak mengaku kita tidak punya uang, kau mau melakukan apa memangnya? Membayar ongkos dengan jam tanganmu, he?”

Rae mendelik tapi setelah itu menyeringai evil, “aku tadinya mau kabur saja begitu kita sudah sampai dorm. Hahhahah”

“HEEEEEE?”

***

“Haaaaaaahhhhhhh~” Rae dan Chaejin menghembuskan napas lega begitu sampai di depan dorm Suju. Mereka mulai berjalan sempoyongan menuju lift dengan sisa-sisa tenaga yang mereka punya. “capeeee~” keluh Chaejin begitu masuk lift. Dia lalu menyandarkan tubuhnya di dinding lift. Tapi belum sampai satu menit, tubuhnya langsung merosot ke bawah membuat dia duduk di lantai dengan kaki yang selonjoran ke depan.

“lapaaaaaaaar~” Rae ikutan duduk disamping Chaejin dengan kaki yang berselonjor (?) dia menghela napas panjang sambil meringis memegangi perutnya. “gara-gara kau! Kita jadi semakin menderita~” gerutunya sambil melirik tajam ke arah sahabatnya itu.

Chaejin sudah tidak mempunyai tenaga untuk menjawab gerutuan Rae. Jadi dia hanya menggumam tidak jelas sambil menundukkan kepala lesu. Keadaan mereka berdua jadi semakin memprihatinkan sekarang. Tubuh mereka yang hampir remuk karena dipakai berjalan dengan jarak yang tidak sedikit, ditambah dengan cacing-cacing yang tidak berhenti melakukan aksi demo (?) membuat badan dua yeoja itu semakin lesu.

TENG! Pintu lift pun akhirnya terbuka. Setelah berhasil mengumpulkan tenaga yang semakin menipis, Rae dan Chaejin berdiri dan melangkah keluar lift dengan menyeret kaki mereka yang pegal bukan main.

Rae langsung duduk bersandar di dinding begitu sampai di depan pintu kamar dorm suju.”cepat bukaaaaaa~” serunya lemas.

“sabar!” chaejin mulai menekan beberapa tombol sampai akhirnya pintu pun terbuka. “kaja.” Ajaknya dengan menendang badan rae.

PLETAK!! Sebuah tas mendarat dengan sempurna di atas kepala Chaejin.

“Awww” Chaejin melihat kebelakang dengan kesal sementara yang dilihat hanya menyeringai sambil memeletkan lidahnya, “pembalasan~~” kata Rae bangga.

Chaejin mendengus dan mengarahkan tangannya ke arah Rae seolah mau meninju gadis itu. “menyebalkan” umpatnya. Dia lalu kembali berjalan sambil melongokkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Dan Rae mengikuti Chaejin dari belakang dengan jalan mengendap-ngendap.

“sedang apa kalian?”

Dua yeoja itu refleks berhenti. Dan langsung berbalik ke belakang. “UWAAAA~” teriak mereka serempak sambil memegangi dada mereka yang berdegup kencang. “kenapa kau berdiri disitu???” teriak Rae. –masih memegangi dadanya- yang naik turun (?)

“YAA! Harusnya aku yang bertanya begitu!”

“tapi kau mengagetkan kami onnie~” keluh chaejin dan rae kompak.

“MWOO?? ONNIE?? Enak saja! panggil aku Heechul oppa!” sungut Heechul tidak terima. Sementara Chaejin dan Rae hanya memasang tampang innocent sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V. “lebih enak memanggil kau onnie dibanding oppa” bela Chaejin.

“Ah! atau kau mau dipanggil noona saja?” balas Rae dengan wajah tanpa dosanya.

Heechul menghela napas panjang dan langsung melengos melewati mereka berdua lalu duduk di atas kursi dengan menggendong Baengsin. “bagaimana kalian bisa masuk ha? Apa karena 2 bocah itu mau pulang makanya kalian datang?”

“Heee?” Rae langsung menghampiri Heechul tapi tetap menjaga jarak karena dia alergi kucing. “mereka mau pulang? Hari ini?” tanyanya hampir tidak percaya.

“hmmm. Memang kau tidak tau?”

“si ikan asin tidak memberitahuku apa-apa.” Rae lalu bertanya ke Chaejin yang sedang mengobrak-abrik lemari dapur, “si babi memberitahu mu tidak?” teriaknya.

“keajaiban kalo dia bilang” jawab Chaejin cuek. “Noona~ kenapa disini tidak ada makanan sedikitpun?” Chaejin membuka-buka semua lemari tapi tidak ada satu pun makanan yang bisa dirampoknya (?)

“ah, benar! Aku kan kesini mau makan. Memang tidak ada makanan apapun?” Rae menghampiri chaejin di dapur, ikut mengobrak-abrik lemari makanan.

Melihat dua yeoja yang bertindak seenaknya itu, membuat Heechul geram juga. “YAA~ apa yang kalian lakukan ha?” dia menyimpan baengsin di kursi lalu beranjak ke dapur. “aigooo. Kalian benar-benar tamu yang baik~” Heechul lalu menjewer dua yeoja itu dan menggiringnya ke ruang tamu. “Awwwww! Lepaskaaaaan~ noona!” ringis Chaejin dan Rae bersamaan.

Heechul tidak peduli dan tetap menjewer dua gadis itu lalu mendorong mereka berdua untuk duduk di kursi. “panggil-aku- OPPA!!” teriaknya kesal. “jadi sebenarnya kalian mau apa kesini?”

Dua yeoja itu baru saja akan membuka mulut untuk menjawab pertanyaan heechul, tapi mulut mereka jadi terkunci tiba-tiba saat mereka merasakan sesuatu yang lembut bergerak-gerak di kulit tangan mereka berdua. Rae melirik Chaejin yang dibalas Chaejin dengan tatapan takut. Mereka berdua lalu mengarahkan kepala ke bawah daaan… “KYAAAAAAAAAAAAAAA~~~~~~~~~” Chaejin dan Rae langsung berteriak histeris lalu melompat berdiri dan berlari sampai tidak sadar menubruk Heechul, “AAAWWW~” teriak heechul begitu kakinya terinjak plus tertubruk dua yeoja itu . Heechul meringis kesakitan dan berteriak-teriak marah, tapi dua yeoja itu sama sekali tidak peduli. Mereka tetap berlarian tidak jelas sambil terus berteriak, “KYAAAA~~ ANDWEEEE~~”

Rae dan Chaejin baru bisa diam saat mereka berhasil ‘menemukan tempat yang aman’. Rae diam di salah satu lemari sambil berjongkok, sementara Chaejin diam di atas meja makan. Wajah mereka berdua tampak pucat dengan mulut yang bergetar ketakutan.

“YAAAAAAAAAAAAAA!! Kalian ini kenapa HAH??” bentak Heechul setelah keadaan mulai tenang.

“KITA TAKUT KUCIIIIIIIIIING!!!!!!!” teriak Rae dan Chaejin berbarengan.

“meeeeeeeeeoooooong~” <<<<< suara baengshin yang bingung *gubrak* xD

***

“mianhe~ Noona~” hanya dua kata itu yang terus Chaejin dan Rae ucapkan pada Heechul. Setelah Baengsin di amankan (?) di kamar Eunhyuk, akhirnya Rae dan Chaejin bisa tenang dan mereka langsung meminta maaf pada heechul yang masih meringis kesakitan akibat tubrukan maut mereka.

Heechul mendelik tajam ke arah dua yeoja yang berdiri di hadapannya dengan tatapan ingin memakan hidup-hidup. “PANGGIL AKU OPPA!!” Heechul lalu mengacak-ngacak rambutnya frustasi. “aish! Yasudahlah. Kalian benar-benar menyebalkan~” sungutnya.

KRRRRRRRRRUUUUUUUUKKKK!!

Chaejin dan Rae saling menatap lemas, “LAPAAAAAAARR~!!”

“KAMI PULAAAAAAANG~” tiba-tiba saja Eunhyuk, Kyu, Sungmin, dan Ryeowook masuk dan langsung membuat mata Rae dan Chaejin berbinar-binar. Mereka berdua lalu menghampiri pacar masing-masing dengan memasang wajah menyedihkan. “KYUUUU!” teriak Chaejin. “NYUUUUUUUKKK” sambung Rae.

“HEEEEE?”

****

Kyu dan Eunhyuk hanya bisa menggelengkan kepala melihat dua orang yeoja yang ada dihadapan mereka saat ini. -Lee Chaejin dan Han Rae Eun-

“sebenarnya sudah berapa hari kalian tidak makan ha?” tanya kyu penasaran.

Chaejin mengangkat 2 tangannya tanpa mengeluarkan suara karena mulutnya yang masih penuh dengan makanan. “sepuluh… hari?” tanya Eunhyuk ragu.

“sepuluh jam” sahut Rae setelah menelan makanannya. ia lalu kembali melanjutkan makan tanpa mempedulikan tatapan heran Kyu dan Eunhyuk.

“MWOOO?” Eunhyuk dan Kyu saling bertatapan antara heran, bingung, dan juga….. tidak percaya. “Ya! kalian baru tidak makan sepuluh jam tapi sudah seperti tidak makan 10 tahun!! apa kalian ini benar-benar wanita?” Eunhyuk membulatkan matanya lebar-lebar. lalu matanya diarahkan ke tumpukan piring kosong yang ada didepan Rae dan Chaejin. “Hhhhhhhh…..” desah Kyu dan Eunhyuk bersamaan karena tidak mendapatkan respon apapun dari 2 orang yang sedang sibuk makan itu.

Sudah hampir satu jam Rae, Chaejin, Kyu dan Eunhyuk berada di restoran yang terletak di dekat dorm. Niat awalnya mereka ber-empat pergi kesitu untuk makan bersama. tapi kenyataannya? Kyu dan Eunhyuk kehabisan selera makan begitu melihat pesanan yang menumpuk di meja yang langsung dibantai (?) oleh tangan-tangan sigap Rae dan Chaejin. Kyu dan Eunhyuk akhirnya hanya bisa melongo dan memperhatikan 2 yeoja itu menghabiskan makanan yang ada di piring satu per satu.

“Kenyaaaaaaaaang~” sahut Chaejin dan langsung bersendawa berkali-kali begitu semua pesanannya habis dilahap. Ia lalu melihat ke arah Rae yang sedang bersandar di kursi sambil mengelus-ngelus perutnya. “sudah kenyang onn?” tanyanya.

“masih ada satu ronde lagiiii~~” jawabnya sambil menyeringai evil.

“apa?”

“apalagi kalau bukan makanan penutup khas Han Rae Eun~” jawab Eunhyuk sambil memasang tampang pasrah.

“apa?” tanya kyu penasaran.

“Baso dan Setengah lusin pisang~”

“Mwo?” Kyu dan Chaejin membelalakan matanya tidak percaya. Dan mata mereka semakin membulat lebar begitu Eunhyuk mengarahkan kepalanya pada pelayan yang sedang berjalan ke arah meja mereka. Benar saja, pelayan tersebut membawa semangkok baso plus piring yang berisi 6 buah pisang. KyuJin mengarahkan tatapan heran ke arah Rae yang langsung dibalas Rae dengan senyuman polos sambil berseru semangat, “Itadakimasuuuu~ mari selesaikan ronde terakhir!! hohoho”

“kau sudah menghabiskan 5 piring makanan, masih mau menjejali perutmu dengan baso?? dan…. pisang? aigoo~” kyu sudah kehabisan kata-kata melihat kelakuan Rae yang menurutnya aneh bin ajaib. -_____-”

“onnie! Hwaiting!!” seru Chaejin seolah menyemangati orang yang sedang mengikuti lomba makan terbanyak .___.

***

“kenyaaaaaaaaaaang~~~~!” Rae mengelus-ngelus perutnya yang semakin buncit.

“tentu saja! haaaah.. justru akan sangat aneh kalau kau masih bilang lapar.” sindir Kyu menjawab ucapan Rae.

“Oppa kau sehat-sehat saja kan selama disana?” Rae mengarahkan pandangannya ke arah Eunhyuk tanpa mempedulikan ucapan Kyu barusan.

“aku baik-baik saja~ memang kenapa?”

“anio, kau tidak mendapatkan tekanan batin kan?” Rae melirik sinis ke arah Kyu. “evil Kyudul itu tidak membuatmu menderita kan?”

“mwooo?” kyu bersiap membalas ucapan Rae tapi Chaejin sudah langsung menyela, “Babiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~ kau tidak membawa oleh-oleh, he?” teriak Chaejin sambil terus mengobrak-abrik koper kyu.

Kyu menoleh ke arah Chaejin dengan kesal. “YAAA!! berhenti memanggilku babi!!!!!” dia langsung membulatkan mata lebar begitu melihat Chaejin yang sedang mengacak-ngacak isi kopernya. “LEE CHAEJIN!! apa yang kau lakukan???”

“mencari oleh-oleh~ mana oleh-oleh untukkuuuuuuuuu???”

“Mwo? berapa umurmu sekarang? aish!” kyu menjitak kepala Chaejin lalu membereskan isi koper yang bergeletakan di lantai.

“Appo!! otakku bisa bodoh kalau kau jitak~~~ dasar babi jeleeeeeeeek!” Chaejin mengacak-ngacak rambut kyu kesal yang langsung dibalas Kyu dengan teriakan yang memekakan telinga.

Sementara KyuJin sibuk bertarung (?), Rae dan Eunhyuk malah sibuk memainkan HP sambil mendengarkan musik lewat I-pod milik Eunhyuk. Satu headset terpasang di telinga kanan Rae, sementara yang satunya lagi terpasang di telinga kiri Eunhyuk. Mereka tampak sangat akur dengan kegiatannya masing-masing sampai tiba-tiba Rae melepaskan headset yang terpasang ditelinganya lalu melemparnya ke sembarang tempat.

Eunhyuk menatap Rae heran, “waeyo?”
Rae mendelik lalu mendesah berat (?), “haaaah! aku tidak suka EunHae moment~”

“EH?”

“tiap kali mendengar lagu I wanna Love You yang oppa dan ikan mokpo itu nyanyikan aku pasti akan selalu mengingat momen2 EunHae di tiap konser!! Huaaaaaa aku tidak suka~~~~~~~~~”

“waeyo? hahhahaha bukankah EunHae itu keren?”

“Aku jauh lebih suka EunRae dibanding EunHae!” sungut Rae sambil mencoret-coret kertas dengan kesal.

“Aigooo~ Uri banana kekanak-kanakan sekali ternyata! hahaha” Eunhyuk mengacak-ngacak rambut Rae gemas. “YA! kalau begitu kita harus punya nama panggilan couple~ bagaimana?”

Rae mengernyit, “couple kita EunRae! aish kau bahkan tidak tau apa nama couple pasanganmu sendiri”

“Kenapa harus EunRae? ish! tidak kereeen~”

“bagaimana kalau HyukRae?” sahut Chaejin yang ternyata diam-diam mendengarkan pembicaraan Eunhyuk dan Rae. Chaejin menghampiri Rae yang dibalas rae dengan tatapan heran. “pertarunganmu sudah selesai? siapa yang menang?”

“tentu saja AKU!!” sahut Chaejin dan Kyu bersamaan.

Chaejin langsung mendelik ke arah Kyu yang saat ini sedang tiduran di atas sofa sambil memainkan PSP-nya. “Baiklaaaaaaaah~ Lee Chaejin yang menang!” ujar Kyu begitu sadar mendapatkan tatapan tajam dari pacarnya.

Chaejin tersenyum bangga, sementara Rae dan Eunhyuk menggelengkan kepalanya tanda menyerah dengan kelakuan KyuJin couple.

“jadi.. bagaimana pendapat kalian?” tanya Chaejin melanjutkan obrolan tadi yang sempat tertunda. Eunhyuk dan rae saling berpandangan, “pendapat apa?” tanya mereka berdua bingung.

“HyukRaeee~ nama couple kalian HyukRae saja. hmm?”

“kurang baguuus!” celetuk Eunhyuk.

Chaejin mendecak, “terus mau apa? RaeNyuk? makin aneeeeh~”

“Hmmm….” Rae mengambil pulpen dan mulai mencoret-coret tidak jelas di atas kertas. “Banana dan Stroberry…” Dia lalu menggambar buah pisang dan stroberry dan menggabungkan 2 kata tersebut menjadi satu. “Ba…. So couple? hahahha bagaimana kalau Baso couple? keren kan? hahhahaha”

“kenapa mesti BaSo Couple? aneeeeh~” celetuk Chaejin.

“Biar sajaaaaa~ aku kan memang suka Baso juga” Rae memeletkan lidahnya ke arah Chaejin lalu meneruskan gambarnya.

“masih mending aku dong onn, Babo Couple~ hahaha”

“MWO? apa itu? jangan bilang Babo couple itu kita?” tanya Kyu dengan nada ilfeel.

“memang disini ada couple mana lagi klo bukan kita berdua, Babi-kyu yang tampan~ hahahah”

Kyu mendesis lalu menggumam pelan, “yang babo itu kan kau, bukan aku”

“YAAA! aku masih bisa mendengar~ ish! masih mending aku mau menemanimu menyandang gelar Babo~” sungut Chaejin

“kenapa kalian malah bertengkar lagi?? aigooo~” Rae menggeleng-gelengkan kepalanya heran. Sedetik kemudian dia menjentikkan jarinya dengan semangat lalu berkata, “Eh, Babo Couple dan Baso Couple, bagaimana kalau kita menamainya dengan Double B couple? wuakakaka” Rae langsung tertawa sendiri mendengar ide gilanya itu.

“kedengarannya keren! hahaha” jawab Chaejin lalu tertawa mendengar panggilan yang dibuat sahabatnya itu. “jadi KyuJin ditambah HyukRae sama dengan Double B couple? hahahha”

“Double B itu pantasnya untuk kalian.” celetuk Hyuk Jae tiba-tiba. “Babo dan Baka Couple! hahaha” lanjutnya

“setuju Hyung!” sahut Kyu sambil tetap memainkan PSP-nya.

BUUUUUUUUUUUUK! 2 bantal melayang seketika ke arah Kyuhyun dan Hyukjae.

>THE END<

Entry filed under: Comedy, FanFiction, Friendship, G, Indonesia, Language, One Shoot, Romance, Super Junior. Tags: .

[FF] I WILL FORGET YOU Part 2 (Last Part) Your Wish (Oneshoot)

4 Comments Add your own

  • 1. leader~prince  |  February 4, 2012 at 5:26 AM

    Waah lucu banget ff ini. Aku suka😀
    apalagi ada 2 biasku EunKyu ^^
    ditunggu ff selanjutnya. Hwaitiing!

    Reply
    • 2. Raechanyz  |  February 4, 2012 at 7:08 AM

      eheheh.. gomawo dah baca plus komen yah~😉 siaap! mudah2an ketiban ide lg buat bikin FF EunKyu! *gubraak* kekek xD

      ________________________________

      Reply
  • 3. gitaleaderprince  |  February 4, 2012 at 10:41 AM

    Ne, cheonmayeon😀
    ok, ditunggu. HWAITING!!

    Reply
  • 4. moveontime  |  July 30, 2012 at 9:27 AM

    ternyata ada juga cerita pacar artis kelaparan ampe harus masuk dorm diem2,hahahhaa..

    lucu juga nih..
    nice ff

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: