[FF/CHAPTERED/PG-13] Hope, Love, and Passion Chap 3

January 14, 2012 at 5:00 PM Leave a comment

Title : Hope, Love, and Passion

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-13

Main Casts : Cho Kyuhyun, Hangeng, Lee Donghae, and  Oh Yang Guan Nan

Other Casts : SM artist and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 2 of ?

Previous Chap : Chap 1 | Chap 2

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to SM Entertaiment and themselves.  Oh Yang Guan Nan is belong to me. This story is only a fiction. So please don’t sue me.

A/N : ini semua cuma fiction, kalo ada kesamaan cerita itu semua maunya saya haha. Diksi disini sengaja saya turunin agak jauh dari psycho dan irrational (jujur emang experimen, mencoba biar diksinya gak terlalu berat dan mudah dipahami).

Summary : cerita tentang seorang gadis bernama Oh Yang Guan Nan, asli China, yang menjadi trainee di SM entertaiment,

Happy Reading

***

2009

Okay, the last ya, ingat, feel the beat, combine your soul and the music,” ujar pelatih kami. Aku hanya tertawa mendengarnya. “Ready? Five, six, seven, eight,” kami serentak menggerakkan badan sesuai dengan koreo yang telah diajarkan sebelumnya. Sempat kulihat pelatih kami tersenyum bangga. Iya dong siapa dulu…

Yup, beginilah, setiap hari harus berlatih menari. Dan beberapa Minggu sekali berlatih menyanyi. Buat debut apa sih yang tidak? Tak peduli seberapa banyak keringat yang kami keluarkan semua rasanya tidak ada artinya kalau melihat sunbae kami, apalagi Super Junior! Eh? Itu sih akunya aja yang memang nge-fans.

Tarian kami diakhiri dengan tepuk tangan dari pelatih, dan kami semua tersenyum bangga.

Great kids! Kalau kalian begini terus, debut pasti sudah di depan mata, ayo semangat!”

“Semangat!” teriakku sendirian yang lain malah menertawakanku.

“Kau, Guan Nan, dance-mu jadi sangat baik! Padahal baru setahun trainee, tidak kalah dengan yang sudah empat tahun,” pujinya aku lagi-lagi tersenyum bangga. “Hari ini cukup, berlatih terus di dorm, jangan malas! Aku duluan kids…” dia melambai dan pergi.

Aku membaringkan tubuhku di lantai kayu itu. Bajuku sudah benar-benar basah oleh keringat. Dari tempatku aku melihat JI Hyun terbalik.

Noe,” ujarnya. Aku lalu duduk dan menatap ke arahnya. “Apa yang kau rencanakan?” aku menyeritkan kening.

Na?” aku menunjuk wajahku sendiri. “Oebseo,” aku berdiri membereskan semua barang bawaanku. Aku mau mandi!

Kojimal,

Musun iriya? Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, sudah sana latihan, aku mau mandi. Ah ya, hari ini aku tidak tahu akan pulang jam berapa.”

“Kau mau ke mana? Dorm Super Junior?” tanya Ha Young antusias.

Anni, entahlah, aku juga tidak tahu mau ke mana, yang jelas aku bosan. Mungkin aku akan keliling Seoul,” ujarku asal. Aku memang benar-benar tidak tahu mau ke mana.

Onnie, bukankah kau ada kuliah sejam lagi?” Hae Jin mengingatkanku.

“Lihat nanti saja deh aku ke kampus atau tidak, hehehe. Annyeong…

Hya! Oh Yang Guan Nan aku belum selesai,” Ji Hyun menarik tanganku.

“Apa?” aku melepaskan cengkeramannya. “Begini saja, aku sudah memperingatkanmu setahun yang lalu. Sudah ku bilang jangan lengah. Jadi seriuslah melawanku mulai dari sekarang. Aku pergi.” Aku memegang kedua pipi Ji Hyun. Lalu berlari meninggalkan mereka.

***

Yah, aku sama sekali tidak punya pilihan mau ke mana, setelah mandi tadinya aku mau berjalan di sekitar kota. Siapa tahu pulang bawa sesuatu, tapi aku malah tergoda buat naik ke atap gedung SM. jadilah aku sekarang di sini. Duduk sendirian menatapi pemandangan yang sebenarnya membosankan juga sih. Entahlah, aku juga bingung apa yang aku cari.

“Jangan duduk terlalu depan, kau bisa jatuh,” orang itu memeluk pinggangku dan menarikku agak ke belakang. Dia lalu berdiri di sampingku.

“Kyuhyun oppa, kau mengagetkanku tahu,”

“Jangan duduk di situ, berbahaya, turunlah!”

Gwenchana, Oppa,

“Kalau kau jatuh bagaimana? Memang kau punya Sembilan nyawa apa?” dia terlihat sangat manis kalau marah begitu.

“Kau tak akan membiarkanku jatuh bukan?” aku nyengir dan dia mengerucutkan bibirnya. “Kau mengikutiku, hah?”

“Ih buat apa? Kaya gak ada kerjaan aja,

“Eeeem? Pembohong,” godaku hehehe senang sekali menggodanya begini.

“Benar, tadi aku habis latihan, lalu aku melihatmu naik tangga jadi…”

“Kau mengikutiku, Oppa hahaha,”

Aish, jinja…” kujulurkan lidahku dia membalasnya. Kami seperti bocah. Aku menatapi kembali susunan gedung di hadapanku.

“Kenapa?”

Molla…” aku mendorong tubuhku ku belakang tapi kakiku tetap berada di tempat aku semula. Hingga semua terlihat terbalik olehku.

“Eeeeh… jangan lakukan itu, nanti jatuh,” Kyuhyun oppa menggendongku dan mendudukkanku, sekarang aku bersandar pada dinding yang tadi aku duduki, dia ikut duduk di sebelahku.

“Aku bosan… Cuma ada tiga tempat yang aku datangi setahun ini. Company, dorm, dan kampus. Gimana aku gak bosan oppa…

“Kau bukan bosan, kau kangen China…”

“Ah… mungkin benar, aku mau pulang ke China oppa…” rengekku.

“Sembarangan, lalu debut? SM? aku?” dia mengeluarkan sebotol jus apel lalu meminumnya.

“Kau? Apa urusannya denganmu?”

“Jangan asal bicara, kau pikir masuk SM gampang?”

Hya! Dengarkan dulu orang bicara, kebiasaan.”

“Tapi kalau kau memang mau pulang ke China sih ya sudah,”

Hya Kyuhyun oppa!

“Apa?”

“Apa urusannya denganmu, kalau aku pulang ke China?” dia meminum lagi jus apelnya. “Kyuhyun oppa, kau dengar aku tidak?” aku mengambil botol yang sedang dia tenggak.

Aish…” dia memegang pipiku lalu menciumku lembut. Aku menutup mata merasakan lembut bibirnya, aku dapat merasakan rasa apel dari bibirnya. Dia melepaskan ciumannya dan merampas botol jus dari tanganku dengan galak.

Aku masih terdiam. Oh Tuhan, apa aku mimpi? Ini sungguhan ‘kan? My first bias ever menciumku? Ini bukan April moop ‘kan? Atau ada hidden camera? Eh? Kamera mana yang mau menyorotku.

Aku menatapnya yang masih asyik meminum jusnya.

Oppa…”panggilku.

“…” dia tidak menjawab, tidak mendengarku atau bagaimana?

Oppa…” panggilku lagi.

“Apa?” tanyanya galak.

“Itu ciuman pertamaku tahu…………….” Aku lalu mencubit pipinya.

“Aaaaah.. Guan Nan sakit…”

Oppa genit cium-cium…”

“Tapi kau suka ‘kan? Hahaha…” dia lalu berdiri sambil memegangi pipinya. “Sakit tahu.”

“Ih, galak…” dia menjulurkan lidah ke arahku.

“Ayo ke dorm, aku sudah ditinggal oleh para hyung-ku. Jadi kau harus bertanggung jawab menemaniku sampai ke dorm.

Aigoo… tidak mau…”

Wae? Biasanya juga kau semangat. Katanya kau ELF, ELF mana yang tidak mau bertemu Super Junior, hah?”

“Penampilanku buruk sekali ini oppa, lihat rambutku lepek begini, Cuma pakai kaus sama jeans, malu bertemu idolaku.”

“Centil,” dia lalu mulai meninggalkanku ke arah pintu.

Oppa jangan ngambek ih, becanda…” aku lalu menyusulnya dan berjalan di sampingnya. “Kyuhyun oppa,” panggilku.

“Em?”

“Ciuman rasa apel enak juga,” ujarku sambil mengelus bibir bawahku dengan ibu jari.

***

“Ke lantai 12 saja ya? Kau bertemu gege ‘kan?” tanya Kyuhyun oppa saat di lift.

“Terserah saja sih, kau yang menculikku ke sini,” tangannya menggenggam tanganku aku menatapnya heran, tiba-tiba lift berhenti di lantai sebelas dan Donghae dan Eunhyuk oppa naik di lift ini. Buru-buru aku melepaskan genggaman tangan Kyuhyun oppa, dan sepertinya dia agak kesal.

A.. annyeong hasseyo oppadeul,” ujarku.

Annyeong, Guan Nan,” balas Eunhyuk oppa, Donghae oppa sama sekali tidak mau menatapku. Kenapa dia?

Kulihat Kyuhyun oppa menerima sebuah pesan, setelah membacanya dia menatapku dengan tatapan datar.

“Kenapa?” tanyaku bingung.

“Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk membawamu kemari,” ujarnya aku malah tambah bingung.

“Ada masalah?”

“Aku tidak punya hak apapun untuk bicara, apa sebaiknya kuantar kau pulang saja?”

Anni, kalau memang genting aku bisa pulang sendiri kok,”

“Mana aku tega?” Kyuhyun oppa mengacak rambutku pelan.

“Serius tidak apa-apa kalau memang harus ada yang kalian bicarakan, lebih baik aku pergi,”

“Ah apa sebaiknya kau di lantai sebelas saja? Kau bisa istirahat di kamarku. Nanti kalau sudah selesai aku ke sana, kuantar kau ke manapun yang kau mau, bagaimana?”

“Kau ini, dengarkan aku sekali saja…”

“Aku masih ingin bersamamu Guan Nan…” ujar Kyuhyun oppa manja.

“Ehem…” Eunhuk oppa berdeham. “Aigoo kenapa lift ini panas sekali,” gumamnya.

Kami tiba di lantai dua belas,

“Ah ponselku tertinggal,” Donghae oppa menepuk jidatnya.

“Biar Guan Nan turun bersama Donghae, kau ikut aku saja,” ujar Eunhyuk oppa sambil mendorong bahu Kyuhyun oppa menjauhi lift. Aku melihat ketidakrelaan di wajah Kyuhyun oppa. Matanya seperti bertuliskan ‘jangan macam-macam’.

Di dalam lift kami tidak bertanya seperti tidak saling kenal. Donghae oppa kenapa sih? Tumben banget dia begini. Biasanya juga langsung  nyerocos kalau bertemu.

“Sepertinya sedang ada yang genting ya?” tanyaku takut-takut.

“Mungkin bisa dibilang genting,” jawabnya, “Tapi mungkin juga bisa dibilang kritis,”

“Separah itukah? Kenapa aku yang jadi deg-degan ya oppa? Aku takut.” Aku menatap wajahnya.

“Aku juga,” ujarnya tanpa sama sekali menatap wajahku.

Are you going to look at me or not?” tanyaku.

Not,” ujarnya datar.

Why?” pintu lift terbuka.

“Karena aku akan melihat mata orang yang sedang jatuh cinta,” dan dia berjalan keluar dari lift meninggalkanku yang masih bingung.

Aku mengikutinya dari belakang tapi tidak berani menyejajarkan langkah dengannya. Aku malah takut sendiri. Dia membukakan pintu.

“Masuk,” ujarnya.

Kamsa…

“Tunggulah seperti yang Kyuhyun bilang, kau boleh melakukan apapun di sini,” dia lalu pergi meninggalkanku begitu saja.

Aku bingung, memangnya ada yang salah? Memangnya di mataku ada tulisannya aku sedang jatuh cinta? Kenapa sih para pria senang sekali mengatakan sesuatu yang tidak aku mengerti.

Aku masuk ke kamar KyuMin, aku bingung apa yang harus aku lakukan. kalau gege pasti sudah tahu kalau aku alergi sama yang namanya menunggu, tapi apa boleh buat deh.

Wah, ada wine, pasti punya Kyuhyun oppa, dia ‘kan senang sekali. Aku mendekatinya. Em? Vermouth? Ini kesukaanku, boleh tidak ya kuminum? Tapi kata Donghae oppa aku boleh melakukan apa saja. Tapi kalau aku minum Kyuhyun oppa marah tidak ya? Aku memeganginya dan kutaruh lagi. Daripada nanti Kyuhyun oppa ngamuk-ngamuk bisa habis aku.

Aku lalu duduk di ranjang Kyuhyun oppa –aku tahu yang berwarna pink itu pasti punya Sungmin oppa makanya ku tidak berani ke sana. Aku kembali menatap jam. Baru tiga menit semenjak Donghae oppa keluar, Tuhan… kenapa menunggu itu menyebalkan sih? Entah karena lelah atau apa aku tertidur.

***

Eh? Ada lagu sorry sorry dari mana? Aku yang setengah tersadar lalu mencari sumber suara, ternyata ponselku yang bunyi –sms dari Kyuhyun oppa.

Sebentar lagi kami selesai. Aku akan turun segera.

Hanya itu, singkat dan jelas. Aku tidak membalasnya ah, kepalaku kembali kutaruh di atas bantal. Aku masih mengantuk… aku memicingkan mata melihat jam. Omo? Ini sudah tiga jam mereka di atas dan belum kembali. Ada apa sih? Bikin takut saja.

Aku memutuskan untuk keluar, biar nanti Kyuhyun oppa ku-sms biar menunggu di bawah. Aku menekan tombol lift dan menunggu beberapa saat. Ketika pintu lift terbuka gege dan Kyuhyun oppa mendorongku ke belakang.

“Hey kau pasti menunggu lama ya?” tanya Kyuhyun oppa “Kau mau jalan ke mana? Biar aku temani.”

“Tadi itu Kibum oppa ya? Kenapa sih? Ada masalah?”

“Ti…tidak ada apa-apa… Guan Nan kau lapar?” tanya gege.

Anni, kenapa setelah bicara hampir tiga jam, lalu Ki Bum oppa pergi? mau ke mana?”

Anni… dia tidak kemana-mana…” jawab Kyuhyun oppa sambil terus memaksaku mundur.

Gege, Oppa, please stop it. Don’t ever lie to me. What’s going on?” Mereka berdua saling tatap dan sama-sama menghela napas. Aku yakin ada yang salah di sini. “Gege, kau tidak pernah bohong ‘kan padaku, jawab ada apa,”

“Kibum…”

Hyung…

“Kyuhyun oppa please… lemme know,

“Dia vakum dari Super Junior, untuk sementara waktu,”

“Apa? Atas dasar apa? Apa yang terjadi? kenapa bisa?” semua pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku.

“Dia mau mengejar cita-citanya jadi aktor handal,” jawab gege.

“Itu jawaban bodoh! Aku tahu itu cuma spekulasi, aku… aku akan kejar Ki Bum oppa,” aku mengelak dari kedua orang yang terus menghadangku ini. Dan segera menuju lift. Tapi liftnya tidak bisa diajak kompromi, aku lari menggunakan tangga. Sebelas lantai. Masih diliputi harapan setidaknya mendapat penjelasan yang lebih masuk akal dari Ki Bum oppa.

Aku tahu aku lelah, aku tahu kakiku sangat sakit, tapi mau bagaimana lagi? Aku harus mengejarnya. Aku terengah. Dadaku sesak. Tapi aku tidak peduli. Aku terus berlari. Sampai di bawah aku melihat sebuah mobil hitam telah pergi dan Eeteuk oppa menghela napas panjang. Apa itu? Kekalahan? Sudah tidak bisa berjuang? Ke mana the best leader of the world yang aku kenal?

Aku terengah dan menghampirinya.

“Eeteuk oppa, jangan bilang itu… yang tadi pergi itu Kibum oppa?” dia tersenyum sok kuat padaku.

“Iya,”

“Dia pergi?”

“Iya,”

“Tapi dia pasti kembali ‘kan? Gege bilang dia vakum tapi dia pasti kembali ‘kan?” aku mengguncang bahu Eeteuk oppa. Anak-anak Super Junior menatapiku nanar. Iya, mereka ingin kelihatan tegar di depanku –di depan ELF.

“…”

“Jawab oppa… dia pasti kembali ‘kan?” tanyaku parau.

“Iya, dia akan kembali. Do you believe it?” tanyanya lembut. Dia memelukku aku menangis di bahunya. Aku cemas, aku takut, aku khawatir.

I do oppa, I do believe,

He will be back, I promise,

Then I promise to believe,” aku tahu Eeteuk oppa sekarang menangis. Aku merasakan isakannya yang tertahan juga suara paraunya yang memekakan telinga. “Do you know something?

“Em?”

You are the best leader of the world.

Aku mencoba untuk percaya, aku akan memegang satu harapan ini: Super Junior akan tetap ada hingga 20-30 tahun yang akan datang.

***

Kyuhyun POV

Kami ada di atas atap –aku dan Guan Nan– dia masih saja tidak bicara sejak kejadian tadi. Dia menatap lurus ke bawah.

“Jangan lakukan itu di depan Eeteuk hyung,” dia lalu menatapku dengan tatapan datar. “Kau bilang kau akan percaya, kalau kau begini dia akan menganggapmu berbohong.”

“Aku…” suaranya parau sekali, aku tidak tega membiarkannya begini. “Aku takut.”

“Kami juga, itu sebabnya mata kami sembab, dan Kang in terlihat marah. Kami juga takut. Tapi kita bisa apa? Dia sudah memilih, dia punya alasan, kita bisa apa?” dia berbalik ke arahku, menatapiku hampa.

“Maaf,”

“Untuk apa?”

“Harusnya aku tahu, kalianlah yang lebih khawatir, kalian yang lebih cemas, kalian yang lebih takut,” bukan saatnya bicara begitu, Guan Nan. Jangan sok tegar, aku tahu bagi ELF ini tamparan hebat. Apalagi kau melihatnya dengan matamu sendiri. “Boleh aku memelukmu?” tanpa kujawab aku sudah memeluknya dia malah mengelus punggungku. Bodoh, jangan menenangkanku, kau yang sedang labil Guan Nan. “Eeteuk oppa sudah berjanji ‘kan ya?”

Ne,

“Kita harus percaya,”

Ne,

“Super Junior akan tetap tiga belas ‘kan?”

“……. Ne,

Everything is gonna be alright,”

I know,” dia mulai terisak. “Menangislah…”

Oppa…” dia mulai menangis “Kibum oppa bodoh… kenapa dia pergi…” dia mulai meracau.

“Dia tidak pergi untuk selamanya, dia akan kembali, suatu saat nanti, pasti Guan Nan… pasti, untuk kami juga untuk ELF.”

“Ki Bum oppa bodoh…” dia main kencang menangis.

“Iya, dia memang bodoh…” Guan Nan mempererat pelukannya, aku masih mengelus punggungnya. Ini pertama kali aku melihatnya menangis, dan aku tidak ingin melihatnya menangis untuk kedua kalinya.

Dari arah pintu aku melihat Hangeng sedang berdiri, dia tersenyum.

“Ada apa?” tanyaku yang hanya menggerakkan bibir tanpa mengeluarkan suara –takut Guan Nan terusik. Dia menggeleng.

“Tidak apa, tolong jaga dia,” ujar Hangeng dengan cara yang sama denganku tadi, kemudian dia tersenyum dan pergi.

Menjaga Guan Nan? Tanpa diminta pun aku akan menjaganya. Tapi, dia mengatakan itu seolah dia akan pergi jauh dan tidak bisa lagi menjaga anak bodoh ini. Semoga apa yang kupikir tidak benar. Semoga.

TBC

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Indonesia, PG, Romance, Super Junior. Tags: .

Your Smile (Part 5) [Ficlet] You and I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: