[FF/CHAPTERED/PG-13] Hope, Love, and Passion Chap 2

January 7, 2012 at 7:51 PM 1 comment

Title : Hope, Love and Passion

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-13

Main Casts : Cho Kyuhyun, Hangeng, Lee Donghae, and  Oh Yang Guan Nan

Other Casts : SM artist and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 2 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to SM Entertaiment and themselves.  Oh Yang Guan Nan is belong to me. This story is only a fiction. So please don’t sue me.

A/N : ini semua cuma fiction, kalo ada kesamaan cerita itu semua maunya saya haha. Diksi disini sengaja saya turunin agak jauh dari irrational (jujur emang experimen, mencoba biar diksinya gak terlalu berat dan mudah dipahami).

Summary : cerita tentang seorang gadis bernama Oh Yang Guan Nan, asli China, yang menjadi trainee di SM entertaiment,

Happy Reading

***

Selesai latihan, aku langsung terkapar di lantai kayu itu. Demi impianku –debut, aku rela deh harus keringetan begini tiap hari.

“Lapaaaaaaaaar..” rengekku, dan terdengar beberapa orang tertawa. Pasti mereka bilang aku kyopta lagi deh!

“Guan Nan!” aku menoleh dan sebotol air mineral melayang ke arah wajahku, cepat-cepat aku bangun dan menangkapnya.

Gomapta, Ha Young-ssi,” kubuka cepat tutup botol mineral itu dan kubanjurkan pada kepalaku. Tuhan, segar sekali.

HYA! Pabo, itu untuk diminum tahu,” aku hanya nyengir dan kemudian meminumnya.

Ponselku berdering, segera ku angkat.

Yobseyo,” ujarku.

“Sudah makan?”

“Belum, Gege.. aku lapar..”

“Cepat ke dorm, aku bakar ayam.”

“Asyik..” teriakku, “Tunggu ya sebentar lagi aku sampai.”

“Oke, kata Sungmin ajak Ha Young,”

“Em? Mereka ada hubungan apa sih?” tanyaku.

“Tanyakan saja pada mereka, aku mana tahu,” ujar gege datar. Aku mengerucutkan bibirku.

“Ah gege payah, masa tidak tahu tentang teman sendiri.”

“Sudah ah, katanya lapar.”

“Iya… tapi masa aku Cuma bawa Ha Young doang? Tidak enak sama yang lain aku ajak semua saja ya? Boleh ya ya ya?”

“Ya sudah terserah saja.”

“Asyik.. dadah Gege..

Klik. Aku mematikan sambungan.

“Kalian lapar tidak?” tanyaku tiba-tiba.

“Tentu saja,” ujar Soo Nya.

“Aku mau ke dorm Super Junior, kalian mau ikut? Kalau Ha Young harus ikut, kalau tidak aku bisa dibunuh sama Sungmin oppa,

“Em? Super Junior?”

“Iya, gege sudah membuatkan ayam bakar katanya, ayolah aku sudah sangat lapar,”

“Aku dan Ha Neul tidak ikut, masih harus mengurus beberapa hal dengan agency,

“Tapi aku ada kuliah unnie, sejam lagi, sepertinya juga tidak ,” ujar Soo Nya.

“Yang bisa saja kalau begitu, ayo pergi!” pekikku bersemangat.

“Ayo!” Ha Young sama antusiasnya dengan aku. Ya iyalah mau ketemu Sungmin oppa. Ji Hyun hanya memutar bola matanya melihat kelakuan kami. Dan si Hae Jin? Malah main rubik.

***

Sesampainya di dorm Super Junior kami langsung disuruh ke meja makan dan di sana sudah banyak sekali makanan yang gege buat. Membuat cacing di perutku demo ingin diberi makan.

“Ayo masuk,” ujar Eeteuk oppa, aku suka sekali dengan lesung pipinya itu.

“Aku senang  sekali kau ke Korea, Guan Nan, Han jadi sering membuatkan kami makanan enak,” Shindong oppa senang sekali keliatannya.

“Berarti kalau gege tidak rajin membuat makanan kau tidak suka aku ke Korea, Oppa?” godaku.

“Ya ga gitu juga..” aku hanya tertawa geli.

Gege membuatkan banyak sekali makanan. Aku dengan iseng memperhatikan semua idolaku datang mendekati meja dan duduk di tempat yang mereka mau. Gege duduk di sebelahku, lalu Ji Hyun juga mendekat dan duduk di sebelah gege. Sungmin oppa langsung saja duduk di sebelah Ha Young, eh si bocah Hae Jin ke mana ya? Mataku menyelisik ternyata dia sedang bermain sama Yesung oppa –mempermainkan ketiga kura-kuranya mungkin lebih tepatnya.  Sepertinya bukan cuma Shindong oppa saja yang senang kalau begini caranya.  Haha semoga kedatanganku memang menyenangkan hati mereka. Aku baru saja mau mengambil piring dan nasi, tetapi sejurus kemudian gege sudah menaruhnya di atas meja.

“Tuan Putri, silahkan dimakan. Hanya ini yang dapat hamba berikan pada anda,” gege lagi-lagi meledekku.

Gege kalau kau begitu lagi aku pulang nih,” ancamku.

“Ih, begitu saja marah. Iya… ampun tuan putri, gak lagi-lagi deh…” aku hanya menggerutu sendiri dan dia tertawa puas.

Annyeong Guan Nan,” aku menoleh ke arah sumber suara. Donghae oppa!

A… annyeong hasseyo oppa…” aku meleleh diberi senyum semanis itu.

Ketika dia menarik kursi kosong di sebelahku, Cho Kyuhyun tiba-tiba langsung duduk.

“Heh, ngapain di situ? aku mau duduk,”

“Tapi aku sudah duduk, jadi silahkan cari kursi lain,” jawabnya datar. Baik sekarang aku tahu kenapa dia dibilang evilKyu. Aku masih menatapinya wajahnya dengan heran. Tampan, sangat malah! Tapi… “Kenapa? Ada yang salah?” dia membuyarkan lamunanku.

“Ah? Anni,” sial! Pasti mukaku merah!

“Ya sudah,” dia lalu mulai mengambil makanan. Aduh kenapa sih orang ini, dia benar-benar bikin aku deg-degan.

“Guan Nan,” panggil Donghae oppa. Dia ternyata  duduk di seberangku. “Tadi baru selesai latihan?”

“Iya, Oppa. Tadi dari jam 11 kami latihan menyanyi, terus dari jam 2 langsung dance, makanya ini lelah sekali. Kebetulan gege bilang dia masak, ya sudah kami ke sini, hehehe,” jelasku diakhiri dengan cengiran asal. Aku lalu menyuapkan makanan ke mulutku. Aku menatap ke sebelah kiri, merasa ada yang memperhatikan. Ketika aku menoleh Cho Kyuhyun asyik makan saja. Berarti aku yang kegeeran ya?

Aku baru menghabiskan setengah nasi yang ada di piringku. Aku masih asyik memperhatikan Shindong oppa yang makan dengan semangatnya, Eeteuk oppa yang mengobrol mesra dengan Kang In oppa, atau Siwon oppa yang hari ini datang.  Tuhan, mengapa saat makan saja dia terlihat sangat berkarisma? Aku juga memperhatikan Yesung oppa yang sedang berautis ria bersama Hae Jin, Sungmin oppa yang sedang bermesraan bersama Ha Young. Ini semua menyenangkan! Karena aku anak satu-satunya aku jadi tidak tahu rasanya punya keluarga sebesar ini. Terlebih ayah-ibu sibuk bekerja. Aku selalu makan sendirian atau berdua bersama gege yang datang ke rumah karena masakan pembantunya tidak enak. Oh Tuhan terima kasih untuk semuanya.

Mataku tertuju kepada gege dan Ji Hyun, mereka sedang berbicara serius meskipun terkadang keduanya tertawa ringan. Mereka seakan hanya berdua di meja ini. Sepertinya kami berlima belas tidak ada. Sesekali Ji Hyun mengelap remah makanan yang ada di bibir gege. Eh? Biasanya ‘kan aku yang melakukannya! Setelahnya gege senyum-senyum sendiri. Benar-benar pemandangan menyebalkan! Aku kembali menatapi piring makananku yang baru setengah habis. Dan tahu apa? Aku tidak merasa ingin makan lagi! Aku lalu menaruh sendok dan sumpitku kemudian menggeser piring ke depan.

“Kenapa?” tanya Donghae oppa. Jadi dari tadi dia melihatku? Ah masa bodoh!

“Kenyang,” ujarku pelan, kemudian tersenyum kecut. Entah kenapa aku jadi kesal sendiri. Kyuhyun menatapiku. Bahkan aku tidak mau menggubris my first bias ever yang sedang melihat bingung ke arahku. Aku berdiri hendak menjauhi meja makan.

“Mau ke mana?” tanya gege. Dia masih menganggapku ada di situ toh, aku kira sudah lupa.

“Cari angin, di sini panas,” jawabku malas.

“Panas? Makannya sudah?” gege melihat ke arah piringku yang masih bersisa.

“Tidak nafsu,” aku lalu meninggalkan meja makan dan pergi ke arah beranda.

Kenapa sih aku harus jadi badmood begini? Menyebalkan sekali! Aku terus saja menggerutu sendiri di beranda. Pokoknya aku kesal!

“Hey, ada masalah?” Donghae oppa sudah ada di depan wajahku aku mengalihkan pandangan ke bawah memandangi apapun yang bisa kulihat dari sini.

Anni, gwenchana,” ujarku lemas.

“Yakin?”

“Tidak juga sih…” dia mengacak rambutku pelan.

“Eh, kudengar dulu kau pernah ikut dance cover ya? Pernah cover apa?” dia tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.

“Banyak, haha apapun yang tariannya bagus aku selalu berusaha untuk mengikutinya.”

“Sudah bisa lagu don’t don’t belum?” tanyanya antusias.

“Belum oppa, itu ‘kan baru,, aku belum sempat belajar,”

“Memang kalau dance cover itu belajarnya bagaimana?”

“Cukup lihat video saja sih, itu juga kalau tidak malas,”

“Emm. Mau aku ajarkan tidak? Dance-nya keren loh…” dia mengacungkan kedua jempolnya disertai senyum khas anak kecil. Ah oppa kau membuatku pingsan kalau begini caranya.

“Wah? Mau mengajariku? Ayo… ayo…”

“Lihat, pertama…” dia lalu menarikannya, “Bisa?”

“Tunggu, begini… begini… coba sekali lagi oppa.”

“Begini, lalu begini,”

I got it,” aku malah belajar don’t don’t bersama Donghae oppa dan melupakan kekesalanku.

“Cepat juga ya belajarnya,” kata Donghae oppa setelah kami selesai.

“Hahaha bawaan lahir,” candaku. Sampai tiba-tiba ada yang menarik lenganku.

***

Kyuhyun POV

Aku menarik pergelangan tangan kirinya menjauh dari beranda.

“Eh… oppa… mau ke mana?”

Hya! Cho Kyuhyun kau ini apa-apaan!” teriak Donghae.

Oppa, aku mau dibawa ke mana?”

“Jangan berisik,” aku lalu menarinya ke kamarku dan Sungmin. Kukunci kamar dan kumasukkan kuncinya ke saku celana.

“Kau tidak mau macam-macamkan? Di luar banyak orang loh oppa,” ujarnya takut-takut.

Pabo! Memang kau pikir aku nafsu? Punyamu rata begitu,” dia lalu melihat dadanya. “Tidak perlu kau lihat juga,” dia menggaruk kepalanya malu.

“Terus? Mengapa  membawaku aku ke sini? Dikunci pula pintunya. Bagaimana aku tidak berpikiran negatif…”Aku menyerahkan sebuah stik PS padanya. “Em?” dia masih tidak mengerti.

“Aku bosan, kau temani aku main, kau tidak boleh keluar sampai kau berhasil mengalahkanku atau aku sudah bosan bermain.”

Omo?” dan dia benar-benar terlihat lucu saat ini. Matanya membuat dan mulutnya ternganga terlalu kaget.

“Biasa saja,”

“Tapi oppa…” dia mulai merengek lagi. “Nih ya, kau ini the master of game, sedangkan aku? Aku tidak pernah main game. Bagaimana aku bisa mengalahkanmu?” dia memelas mencoba meluluhkanku. Memang bisa?

“Ya sudah, tunggu aku bosan.”

“Maniak game sepertimu kapan akan bosannya? Sepuluh tahun di sini juga kau tidak akan bosan, ayolah oppa…” dia masih memberiku tampang memelas.

“Ti-dak,”

“Donghae oppa tolong aku…” gumamnya pelan tapi aku masih bisa mendengarnya.

“Kalau kau kalah kau dapat hukuman,”

“Haaah?”

“Salah sendiri bawa-bawa Donghae,”

“Oh Tuhan…” dia menepuk jidatnya.

“Cho Kyuhun apa yang kau lakukan di dalam bersama Guan Nan?” pekik Hangeng dari luar.

“Tenang saja, aku tidak akan macam-macam.”

“Sampai kau berbuat sesuatu yang aneh padanya kubunuh kau!” ancam Han lagi.

“Bawel!”

“Aku sedang main sama Kyu oppa, Gege gak usah ganggu!” teriak Guan Nan. Kenapa bocah ini? Tadi tidak mau aku ajak main sekarang? Sepertinya memang sedang dia kesal dengan Han. “Ayo main!” teriaknya lagi.

“Gak usah teriak-teriak juga…” ia menatapku lalu nyegir. Ingin rasanya aku menciumnya.

Akhirnya kami bermain, dan memang benar dia sama sekali tidak bisa bermain. Jangankan mengalahkanku, untuk tahu fungsi tombol-tombol itu saja harus bertanya padaku. Dan dia benar-benar payah, tidak ada satu pun permainan yang dia bisa.

Oppa, kalau cari rival tuh yang seimbang deh. Lihat aku sama sekali tidak mengerti,” ujarnya.

“Aku sudah malas main sama yang jago, toh akhirnya aku juga yang menang,”

“Lalu apa untungnya main sama yang bodoh sepertiku?” Aduh dia itu sebenarnya mengerti tidak sih? Aku mengajaknya ke sini supaya bisa berduaan bersama dia. Kau itu bodoh atau bagaimana sih Guan Nan? Aku benar-benar ingin menggigit anak ini.

“Iseng,” jawabku datar.

“Guan Nan, ayo pulang,” teriak Ji Hyun.

“Aku harus pulang oppa, izinkan aku pergi ya… ya… ya…”

“Ti-dak bo-leh,”

“Tapi teman-temanku sudah mau pulang,” dia sudah benar-benar gelisah.

“Besok ada latihan?” tanyaku.

“Pastilah, makanya oppa tega benar sih padaku…”

“Jam berapa?”

“Jam 9,”

“Guan Nan akan pulang malam, kalian pulang saja duluan,” teriakku.

Oppa…” rengeknya lagi.

“Serius? Kami harus pulang segera. Nih Kyuhyun oppa,” teriak Ha Young.

“Iya, hati-hati ya…”

Oppa aku sedang tidak mau diantar gege nih,”

“Aku yang akan mengantarmu, sudah jangan bawel cepat kalahkan aku,”

“Ne…” ujarnya malas.

Kami bermain cukup lama, entah berapa jam. Yang jelas dia benar-benar kelihatan lelah. Aku melihat ke arah jam dinding. Sudah jam Sembilan malam. Pantas saja dia kelelahan.

“Guan Nan,” panggilku.

“Em, maaf, Oppa, aku tidak sengaja,” dia mau mengangkat kepalanya dari bahuku.

“Tidak apa,” aku menahan kepalanya tetap berada di sana lalu mengelusnya. “Aku hanya ingin bertanya, kau mau pulang sekarang atau menginap saja? Sudah malam.”

“Aku mau pulang, tapi… lima menit lagi ya…”

“Kau mengantuk? Mau berbaring dulu?” aku jadi merasa bersalah.

Anni, bolehkah begini dulu? Sebentar saja…”

“…” aku tidak menjawab, padahal aku ingin sekali berkata sesuatu. Tapi aku malah membiarkannya saja.

“Kyuhyun oppa..

“Em?” aku mengelus puncak kepalanya.

Kamsahamnida. Untuk hari ini,”

“Iya, nanti kita akan bermain lagi,” dia memeluk tubuhku sama seperti waktu itu di ruang tamu, bedanya kali ini dia terbangun.

“Kyuhyun, sampai kapan kalian mau di dalam, hah?” teriak Sungmin, mengganggu saja. Dia melepaskan pelukannya dan membenahi rambutnya.

Oppa, ayo pulang, sudah malam,” ujarnya. Aku ikut membetulkan poninya yang berantakan.

“Eh, ayo buat gege-mu cemburu,” ujarku sambil mengeluarkan smirk kebanggaanku.

“Bagaimana bisa? Ah lagi pula dia tidak akan cemburu padaku, Oppa,

“Yakin? Kita coba saja,”

Aku mengambil jaket dan topi lalu membuka pintu dan keluar terlebih dahulu, Guan Nan mengikuti dari belakang. Saat dia keluar kamar dia langsung oleng dan hampir jatuh, dia berpegangan pada dinding. Han yang sedang duduk di sofa langsung berlari menghampirinya begitu pula aku.

Gwenchana?” tanyaku panik.

“Dia hanya kebanyakan duduk, dia punya darah rendah,” papar Han. Sebenarnya hubungan mereka seperti apa sih? Kenapa malah aku yang cemburu.

“Aku tidak apa Kyu Oppa,” ujar Guan Nan meyakinkan. “Gege, aku pulang ya.”

“Tunggu aku ambil jaket dulu ya,” ujar Han.

“Tidak perlu mengantarku.”

“Tapi aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendiri, Guan Nan. Kau ini kenapa sih? Kau marah padaku?” tanya Han.

Anni, Kyuhyun oppa yang akan mengantarku,” dia melirik ke arahku. “Sudah ah, sudah malam. Aku harus cepat sampai, bye Gege.

Aku memakai topiku dan merangkul bahunya, “Hya, Cho Kyuhyun jangan cari kesempatan,” ujar Han aku dan Guan Nan keluar saja. Hahaha melihatnya seperti itu lucu sekali.

Kami tiba di depan dorm-nya,. Sejujurnya aku sama sekali tidak ingin dia pulang, tapi mau bagaimana lagi, nanti Eeteuk hyung bisa marah atau dimarahi manajer. Guan Nan sekarang sudah berdiri di depan pintu, menatapiku.

“Mau masuk dulu?” tanyanya.

“Sudah jam segini, lain kali,” dia tersenyum.

Kamsa…

“Sudah terlalu banyak terima kasih, jangan katakan itu lagi,” potongku.

“Baiklah…” dia menggigit bibirnya.

“Jangan lakukan itu, aku jadi ingin menciummu,” sial aku keceplosan. Dia tersenyum.

“Jangan menggodaku,” ujarnya dengan wajah bersemu, “Pulanglah sekarang, kau bisa sampai larut kalau belum berangkat.”

“Iya,” aku mengelus kepalanya. Aku bingung, cium tidak cium tidak cium tidak.

“Kau tampak tidak ingin pergi,” ujarnya membuyarkan pemikiranku.

“Karena kau tampak tidak ingin aku pergi,” dia lagi-lagi tersenyum. Aku memegang kedua pipinya yang chubby. “Aku pulang,” ujarku dan mulai beranjak. Hanya itu yang bisa aku lakukan. dia benar-benar masih ada di sepan pintu sampai aku tak dapat terlihat lagi.

***

Guan Nan POV

Hari ini terlalu menyenangkan. Cho Kyuhyun, my first bias ever mengantarku pulang. Ah tuhan Kau sangat baik padaku… Aku masuk ke dorm dengan wajah sumringah.

“Em? Kenapa kau datang senyum-senyum begitu? Ayo cerita kau dan Kyuhyun oppa melakukan apa di dalam?” tanya Ha Young tiba-tiba.

“Ah anni kami tidak melakukan apapun,” jawabku karena memang itu kenyataannya.

“Jangan bohong… kalian itu hampir tujuh jam di dalam kamar berduaan…” gadis ini benar-benar menggodaku terus.

“Demi deh, tadi Kyuhyun oppa Cuma mengajakku main game,

Mworago? Tujuh jam main game? Kalian berdua gila apa? Aku baru tahu kau maniak game juga,” ujarnya dia masih tidak percaya.

“Serius, aku baru lima menit saja sudah bosan, tapi mau bagaimana lagi, kamarnya dikunci dan kuncinya dia sembunyikan aku tidak bisa keluar deh…”

Aigoo-ya… hati-hati dia naksir tuh padamu,” cengir Ha Young dan dia beranjak ke dapur. Aku mengikutinya untuk mengambil segelas air putih.

“Yang ada aku yang naksir dia dari dulu,”

“Oh… kau memang menyukainya? Pantas saja kau betah lama-lama bersamanya, padahal kan kau bisa saja teriak panggil Han oppa. Kau bisa memintanya ‘membebaskanmu’” dia membuat tanda kutip dengan tangannya.

“Ah gege…” gumamku pelan. Mana mungkin aku memanggil gege tadi. Aku ‘kan sedang kesal dengannya –yang bahkan ku tidak tahu aku kesal karena apa.

“Em? Kenapa? Sedang bertengkar dengan gege-mu?”

“Dia bukan gege-ku. Hangeng bukan milik Guan Nan,” bisikku tak sadar.

“Kau bilang apa?”

“Ah? Anni..” aku hanya tersenyum asal. “Ha Young-ssi, boleh aku tanya sesuatu?”

“Kenapa tidak?”

“Siapa yang paling lama di-trainee?

“Sebenarnya aku, Ji Hyun, Ha Neul, dan Soo Nya masuk bersama, lalu Min Young baru Hae Jin, kenapa?”

“Menurutmu siapa yang akan jadi leader?

“Entahlah…” dia kelihatan berpikir, “Mungkin Ji Hyun, aku tidak tahu juga, kenapa bertanya seperti itu?”

“Lalu, specialty dia apa? Dia jago menari? Pandai menyanyi?”

“Dia baik dalam menyanyi dan menari tapi sangat bagus dalam rap, kanapa sih tanya-tanya?”

Gwenchana, aku mandi dulu ya…” aku segera memasuki kamarku untuk mengambil handuk dan alat mandiku.

“Hey,, sudah pulang?” tanya Ji Hyun basa-basi.

“Iya,” jawabku singkat. Dia lalu asyik bermain dengan notebook putihnya. “Ji Hyun,” panggilku.

“Em?” dia mendongak dan menatap ke arahku.

“Selamat berjuang, kita akan bersaing mulai sekarang, berhati-hatilah karena aku bukan orang yang akan kalah dengan cepat,” aku lalu meninggalkannya yang masih kebingungan.

Well, this is my passion. I will win all of games which I want to win. Then now, the game of life begin.

TBC

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Romance, Super Junior. Tags: .

[JUARA 3] My New Year [FREELANCE] Don’t Don’t – Part 4

1 Comment Add your own

  • […] [FF/CHAPTERED/PG-13] Hope, Love, and Passion Chap 2 […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,626 hits

Day by Day

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: