[FREELANCE] Don’t Don’t Part 3

January 5, 2012 at 10:57 PM 2 comments

Author : GaemFishySilverCloud
Cast :
Cho Hye Mi (OC) a.k.a you
Shin Hanna (OC) a.k.a you
Lee Dong Hae
Cho Kyuhyun
All member Super Junior
Henry Lau a.k.a Henry
ZhouMi a.k.a ortunya Henry
Cast-cast lain akan bermunculan seiring waktu ^^

Rating : PG 13-15

Genre : Family, Romance

Disclaimer : Tokoh-tokohnya bukan punyaku. Mereka milik mereka sendiri, orang tua, tuhan, SM dan ELF (kecuali Hanna ‘n Kyu, milikku… *plakk* *dibantai* ^^V).
Alur dan jalan cerita asli punyaku. No Plagiat!!

Hye Mi pOV
Akhirnya namja-namja menyebalkan itu pulang juga.Kalau saja mereka ikut makan malam juga, pastilah aku tidak bisa memakan masakan Kyu oppa yang lezat ini.
Setelah selesai makan malam, aku langsung menuju ruang keluarga untuk menonton TV. Huh, tidak ada acara yang bagus. Membosankan sekali.Akhirnya yang aku lakukan hanya mengutak-atik remote TV mengganti-ganti saluran terus-menerus.
“kau kenapa jagi?” Tanya Kyu oppa heran.
“Bosan oppa!” ujarku.
“Ditambah lagi siang tadi kita kedatangan tamu yang sama sekali tidak diharapkan.Haaa… sebel-sebel!!” umpatku sambil mengacak-acak rambutku sendiri.
“Kau ini ada-ada saja.Mengapa kau begitu membenci mereka?Padahal menurut oppa mereka itu namja yang baik,” ucap Kyu oppa menasehatiku.
Ini lagi.Bertambahlah satu orang yang membela mereka.Apa yang telah mereka lakukan pada Oppa-oppaku? Ini tidak bisa dibiarkan.
“Tapi oppa…” belum sempat aku melanjutkan pembelaan diriku, Kyu oppa sudah memotongnya dengan nasehat yang sangat menyakitkan telingaku.
“Sudahlah Hye Mi~ah.Jangan terlalu membenci mereka.Apalagi namja yang bernama Lee Dong Hae itu.Bisa-bisa kau berubah menjadi sangat menyukainya.Jangan menilai orang hanya dari satu sisi saja,” ucap Kyu oppa sambil membelai lembut rambutku.
Aku hanya bisa menunduk saja kalau sudah Kyu oppa yang menasehatiku.
“Ngomong-ngomong, temanmu tadi… errr siapa namanya tadi?”Tanya Kyu oppa mendadak membuatku bingung.
“Hanna. Shin Hanna namanya. Memangnya kenapa oppa?” selidikku.
“Ah, eh i-itu, aku hanya bertanya saja.Hanya diakah temanmu di sekolah?” ucap Kyu oppa salah tingkah.Sepertinya aku tahu sekarang kenapa oppa ku ini. Haha… kayaknya enak nih kalau aku kerjain.
“Teman sih banyak, tapi yang dekat denganku yaa cuma dia. Tapi masih ada 2 namja lagi sih temannya Hanna.Mereka tuh lucu banget tau nggak oppa,” ucapku bersemangat.
“Jinjjayo? Tampaknya mereka sangat baik kepadamu,” ujarnya
“Hmm,” anggukku.
“Siapa namja itu?”
“Yang satu namanya Lee Sungmin, dia itu maniac warna pink oppa dan yang satunya lagi namanya Shin Donghee, kalo yang ini maniac makanan.”
“Oo yaa?Bagaimana dengan temanmu yang bernama, emm, Hanna itu?”Tanya Kyu oppa agak hati-hati takut ketahuan.
“Hanna? Umm… dia itu orangnya perhatian sekali oppa, baik, lumayan pintar…” ucapku teruptus ingin melihat reaksi oppaku ini.
“Trus?Apa dia… sudah punya pacar?” hahaii BINGO. Sudah bisa kutebak apa yang akan dikatakannya. Baiklah, aku akan mulai beraksi.
“Pacar?Umm… yang aku tahu sih belum, tapi sepertinya dia sudah mempunyai cowok yang dia suka.”Ucapku ngasal.Aku ingin tahu bagaimana reaksi oppaku ini.Dan sudah bisa ditebaklah bagaimana reaksinya.
Baiklah oppa, sebagai dongsaeng yang baik dan sebagai sahabat yang baik untuk Hanna, aku akan membantu kalian. Tapi, apa Hanna juga menyukai oppaku yaa?? Jangan-jangan dia sudah mempunyai pacar seperti yang aku katakan tadi?Hoahh aku harus cari tahu.

***

Author POV
Hanna melangkahkan kakinya memasuki studio tempatnya bekerja.Ia membawa beberapa desain gravity pesanan atasannya. Dua hari yang lalu Sungmin memberitahunya bahwa Jaejoong sajangnim memintanya untuk menyelesaikan sebuah gravity pesanan seorang pelanggannya.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi seorang Hanna untuk membuat desain gambar gravity tersebut.Karena bakatnya memang sudah berkembang dalam bidang desain.Teman-teman tempatnya bekerja sekarang menjulukinya si Tangan Dewa. Karena apapun yang dibuat oleh tangannya, pasti akan selalu menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi.
“sajangnim,” sapa Hanna saat mendapati atasannya itu sedang membenahi beberapa gravity yang sudah jadi.
“Eo Hanna~ya. Eotte?? Apa sudah kau kerjakan?” tanya Jaejoong.
“Eumm.Igo.Silahkan dilihat dulu sajangnim,” ucap Hanna seraya memberikan beberapa desain gravity.
Jaejoong melihat-lihat desain gravity karya Hanna tersebut dan seeprti biasa, dia tersenyum puas.
“Good Job Hanna~ya.Kau memang berbakat sekali.pasti pelanggan kita sangat senang sekali,” ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak Hanna.
“Gamsahamnida sajangnim,” ujar Hanna sambil membungkuk.
“Ne. sekarang kau pulanglah.Istirahatlah yang cukup.” Ucap Jaejoong.
“Ah ye.Gamsahamnida,” ujar Hanna.
Dia bersiap-siap untuk pulang meskipun ini belum jamnya untuk pulang.Ya, karena untuk Hanna memang ada pengecualian.Jaejoong, atasannya memang sangat memperlakukan Hanna dengan sangat istimewa.
Karena baginya Hanna adalah asset yang berharga bagi perusahaannya.Selain itu, dia juga sudah menganggap Hanna seperti dongsaengnya sendiri.
Kedengarannya sedikit nepotisme.Tapi sebenarnya tidak.Karena Jaejoong sendiri sangat anti dengan yang namanya nepotisme. Dia sengaja memberikan Hanna pekerjaan yang khusus hanya mendesain gambar-gambar untuk para pelanggan jadi jika dia sudah tidak ada pekerjaan lagi di kantor, dia boleh pulang.
‘Lagipula Hanna juga masih bersekolah. Akan sangat melelahkan baginya jika dia harus full juga bekerja di studio.’ Pikir Jaejoong.
****
========
Hye Mi POV
Keesokkan paginya, seperti biasa Kyu oppa selalu mengantarku ke sekolah. Dan pagi ini aku akan mulai bergerak. Hyaa… menyenangkan sekali jika dalam hidupmu mempunyai misi rahasia yang harus dijalankan.
Sesampainya di sekolah, Kyu oppa membukakan pintu mobilnya untukku. Aku buru-buru menahannya saat dia akan masuk ke dalam mobil lagi.
“Chakkaman oppa,” ucapku sambil memegangi tangannya.
Dia memandangku aneh.

****

Kyuhyun pOV
“Chakkaman oppa,” tahannya.
Aneh sekali dongsaengku ini.Apa yang sedang di rencanakannya?
“Wae?” tanyaku penasaran.
Dia tidak menjawabku.Tetapi malah celingak-celinguk mencari sesuatu.Siapa yang dicarinya?Namjachingunyakah? Oh, mungkin dia mau mengenalkan namjachingunya kepadaku. Tapi, tunggu dulu…
“Ya!Hanna-ya!” panggilnya sambil melambaikan tangan kepada seseorang di belakangku.
Ya ampun, dia cantik sekali dengan seragam sekolah itu. Ah tidak. Apapun yang dipakainya, pasti akan selalu terlihat cantik di mataku.
Jantungku berdegup kencang saat dia juga balas melambaikan tangannya ke arah kami sambil tersenyum.Dia menghampiri kami.Dan detak jantungku juga semakin tak karuan. Ada apa ini? Kenapa perasaan ini muncul tiba-tiba.mungkinkah ini perasaan cinta? Ya, semoga saja.Aku yakin aku sudah bisa melupakan wanita itu.Baguslah.Jadi aku tidak perlu lama-lama menanggung rasa sakit ini.
“Annyeong Hye Mi-ah,” sapanya kepada Hye Mi. tapi sama sekali tidak menyapaku.
“Annyeong Hanna. Oh iya, ini, kenalkan ini oppaku Cho Kyuhyun. Kalian belum berkenalan secara resmi kan?” ucap Hye Mi.
“Annyeong Kyuhyun-ssi. Shin Hanna imnida,” sapanya kepadaku sambil memberikan senyuman yang menurutku sangat manis.
“Ya Hanna~ya.Kajja kita ke kelas.Oppa, nanti jangan lupa jemput aku yaa,” ucap Hye Mi sambil mengerlingkan matanya padaku.
Aku hanya diam sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal. Tak tahu harus berkata apa. Cho Hye Mi, dongsaengku yang nakal, apa yang kau sedang rencanakan huh?

****
Hye Mi pOV
“Ya Hanna~ya.Kajja kita ke kelas.Oppa, nanti jangan lupa jemput aku yaa,” ucapku pada Kyu oppa sambil mengerlingkan mata kepadanya.
Sebelum berbalik, kulihat dia menggaruk-garuk lehernya yang sepertinya tidak gatal.Hal yang biasa dilakukannya jika dia sedang grogi atau gugup.Haha, lihat saja nanti oppa.
****
Sepulang sekolah aku langsung menarik tangan Hanna menuju gerbang sekolah.Awalnya dia tidak mau kuajak pulang bareng, tapi saat aku memintanya sambil memohon, dia jadi tidak tega denganku dan menurut saja tangannya kutarik.
Aku clingak-clinguk mencari keberadaan Kyu oppa namun tidak kutemukan.Apa dia lupa yaa? Ah, tidak mungkin. Masa dia bisa melupakan dongsaengnya yang manis ini. hehe….
Nah, itu dia oppaku. Dia sedang menyender di mobilnya sambil sibuk memainkan PSP nya dengan earphone yang terpasang di telinganya yang besar (PLAK!!) tapi menurutku cantik(?).
“Oppa!” sapaku sambil menepuk keras tangannya. Kalau tidak begitu, dia tidak akan menyadari kehadiran kami.
“Ya!Hye Mi~ah.Bisa tidak pukulnya lebih lembut sedikit.Appo.”Rajuknya.
Hm… dasar oppaku ini.Mulai deh sikap anak kecilnya muncul.Tapi saat dia menyadari kehadiran Hanna, dia langsung berubah menjadi cool gitu.Dasarr oppaku ini.
“Ya! Oppa, aku sama Hanna mau jalan-jalan dulu. Mau tidak menemani kami?” tanyaku dengan manja.
“Jalan-jalan?Aduh gimana yaa?” ucap oppaku ragu-ragu.
“Oppa?Pliss” ucapku manja lagi sambil menempelkan kedua telapak tanganku dan mengedip-ngedipkan mataku. Kalau sudah begini dia pasti tidak akan bisa menolak.
“Baiklah,” ucapnya lagi pasrah. Tuh kan bener.
“Yess!!” ucapku sambil mengambil tempat di belakang.Hanna juga.
“Eh, Hanna~ya, kau duduklah di depan. Aku tidak ingin Kyu oppa menjadi supir kita berdua.” Suruhku.
“Ne?tapi kan kau yang…” ucapnya terputus karena aku buru-buru memotong pembicaraannya.
“sudahlah kau saja. Aku pingin selonjoran di belakang.Badanku pegel-pegel.Ya Hanna ya?Ya ya ya?” ucapku lagi.
“tapi…” aku mengeluarkan puppy eyes ku padanya, “Baiklah, aku duduk di depan,” ucapnya pasrah. Haha… memang tidak ada yang bisa menolak keinginan seorang Cho Hye Mi.
Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam.Tampak sekali mereka sedang grogi.Haha, lucu sekali suasana seperti ini.Aku hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka.Aku baru menghentikan tawaku yang tertahan saat aku menyadari Kyu oppa sedang melihatku dari spion mobilnya.
“Ya!Hye Mi~ah, kenapa kau tertawa?Ada yang lucu?” tanyanya.
“Ah, aniyo.Aku hanya teringat kejadian saat di sekolah tadi,” ucapku asal, takut ketahuan kalau aku sedang menertawakan mereka. Bisa-bisa aku kena jitak nanti, meskipun aku tahu Kyu oppa tidak akan melakukannya.
“Haa, pasti kau teringat saat-saat kau latihan taekwondo berdua bersama Donghae tadi kan?” goda Hanna. Membuat suasana hatiku berubah ketika mendengar nama itu.
“Ya!Hanna~ya, jangan menyebut-nyebut namanya di depanku.Membuat aku merasa mual saja,” sungutku membuat mereka berdua tertawa.
Ya, inilah yang aku harapkan.Suasana sekarang sudah mulai mencair.Tidak seperti 20 menit yang lalu.Walaupun aku harus mengorbankan hatiku.
Hah, Lee Dong Hae. Kenapa semua orang senang sekali menyebutkan namanya di depanku? Seperti tidak ada namja yang lain saja. Awas kau Lee Donghae. Kau akan mendapatkan balasan dari kejadian yang kau lakukan kepadaku tadi.
–flashback–
“Ya! Ya! Ya! Ya!!!!” teriak namja setan ini padaku.
“Kau ini lembek sekali!lakukan pemanasan dengan benar! Jangan kemayu seperti itu! Dasar yeoja manja!” omelnya padaku.
Aisshh… dasar namja setann!! Tidak tahu apa orang sedang lelah. Yang lain saja pemanasannya ringan-ringan. Nah aku?Ini sih bukan pemanasan namanya, tapi penyiksaan.
“okee kita istirahat dulu. Kalian boleh ke kantin.Tapi jangan lama-lama.Hanya 10 menit.Arraseo?” ucap Yesung memberikan komando.
Hufft… syukurlah.Aku lelah sekali.badan ku rasanya mau patah. Aku bersandar dibangku panjang sambil selonjoran. Ah nyaman sekali rasanya.Namun hanya sebentar aku merasakan kenyamanan itu sebelum suara yang sangat mengganggu telinga itu kembali mengusikku.
“Ya!” teriaknya di telingaku hingga aku terkejut mendengarnya.
“Ya!!Apa-apaan kau hah?” balas ku tak kalah keras.
“Jangan malas-malasan.Cepat belikan aku minum,” perintahnya.
MWO?!Apa yang barusan dia lakukan? Seenaknya saja memerintahku.Ini tidak bisa dibiarkan.
“Mwo?Kau… berani-beraninya kau memerintahku hah?Memangnya kau siapa?” tanyaku emosi.
“Aku?Aku sunbae mu.Dan sebagai hoobae yang baik, cepat belikan aku minum. Kalau tidak aku akan menjadikanmu lawan sparring ku lagi. Bagaimana?” ucapnya santai membuat emosiku semakin naik saja.
“Aissh arraseo,” ujarku kemudian berlalu ke kantin untuk membelikannya minuman.
Eitss… jangan kalian kira aku takut dengan ancaman namja sialan itu tadi yaa.Aku hanya sedang tidak ingin saja membuang-buang tenagaku meladeni keisengan dia. Biarlah dia berbuat seenaknya.
Tenagaku mesti disimpan baik-baik buat nanti jalan-jalan bareng Kyu oppa dan Hanna.
Semenit kemudian aku datang dengan sekaleng cola di tanganku.Begitu aku sampai di hadapannya, aku langsung memberikan kaleng itu dengan kasar padanya.
“Nih, pesananmu!” ujarku ketus.
“Yaa!Apa-apaan ini?siapa yang suruh membelikan minuman bersoda huh? Aku ingin minum jus lemon,” ucapnya santai dengan tampang watados. Aisshh… Lee Dong Hae… neo jinjja….
“Mwoya?Kalau begitu kenapa kau tak bilang daritadi huh?” tanyaku emosi.
“Habisnya kau main kabur aja sih yaa mana bisa aku ngomong,” ucapnya polos.
Aku terdiam.Menarik napas dalam-dalam, lalu menghempaskannya.Berusaha meredamkan emosiku.Sial.Seumur-umur baru kali ini aku diperlakukan seperti pembantu.
“Yaa!Kenapa bengong?Ayo cepat belikan aku jus lemon.Palli… palli…” perintahnya seenak dengkulnya saja.
Aku yang daritadi berusaha meredam emosi sudah tak bisa lagi menahannya.Lihat saja kau Lee Donghae.Mati kau kali ini.
“YAAA!!!KAU MENYEBALKAN SEKALI HUH?!” teriakku penuh emosi bersiap-siap untuk menjitak kepalanya.Namun sial menghampiriku lagi.
Saat tanganku hampir mendarat dengan mulus di kepalanya tiba-tiba saja dari belakang seseorang mendorong tubuhku sehingga aku jadi oleng ke depan. Untung saja Donghae menangkapku jadinya aku tidak perlu mencium lantai.
Eh, tapi tunggu dulu. Apa tadi? Donghae?
“Mian… mian… aku tak sengaja. Jeongmal mianhe,” ujar seorang namja cupu yang sedang membawa buku sambil membungkuk berulang kali lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang masih belum sadar sepenuhnya akan apa yang terjadi.
“Yaa!Mau sampai kapan kau menindihku?Badanmu berat tau.” Ucap Donghae dan langsung membuatku tersadar bahwa posisi kami sedang….
“KYAAAA!!!!” teriakku.
Sementara aku juga mendengar suara heboh siswa-siswa lain yang sedang melihat kami.
–Flashback end–
Secara tidak sadar aku mengepalkan tanganku dan emosiku tiba-tiba naik lagi sampai ke ubun-ubun jika mengingat kejadian tadi.
“Dongsaeng~ah, kita sudah hampir satu jam berkeliling-keliling.Oppa sudah mulai pegal karena menyetir selama satu jam.Sebenarnya kita mau ke mana jagi?”Tanya oppa membuyarkan lamunanku.
“Oo, aku ingin makan es krim oppa. Ya! Hanna~ya, kau tahu restoran es krim yang enak di sini?” tanyaku.
“Ya, aku tahu.Di daerah Kangnam di Ice Cream Love Café (Hahaha… asli ngarang).Apa kau tahu Kyuhyun-ssi?” tanyanya pada oppaku.
“Ya aku tahu,” jawab Kyu oppa agak sedikit tergagap.
“Kalau gitu mari kita ke sana!!” ucapku bersemangat lagi.
Sementara mereka menggeleng-geleng kepala karena melihat tingkahku.Tak lama, sekitar 15 menit, kami sudah duduk di sebuah bangku di Café Ice cream tersebut.Hmm… yummy…
Benar kata Hanna, kalau ice cream di sini enak dan lezat.Aku saja memesan dua mangkuk besar dan masih berniat nambah lagi. Hehehe…
“Yaa dongsaeng~ah, kau sudah makan dua mangkuk jumbo ice cream dan masih mau nambah lagi?” ucap Kyu oppa takjub setelah aku kembali memesan satu mangkuk jumbo ice cream lagi.
“abis ice creamnya enak oppa. Kan sayang kalau nggak puas-puasin makan di sini.Belum tentu kita bisa makan ice cream kayak gini lagi,” ucapku sambil memanyunkan bibirnya sementara Hanna yang melihat kami hanya tersenyum.

****
Kyuhyun POV
“habis ice creamnya enak oppa. Kan sayang kalau nggak puas-puasin makan di sini.Belum tentu kita bisa makan ice cream kayak gini lagi,” ucap Hye Mi sambil memanyunkan bibirnya sementara Hanna yang melihat kami hanya tersenyum.
Omo! Senyumnya. Senyumnya manis sekali. Sejenak aku terpesona oleh senyumannya.Saat kami sedang asyik bercengkrama, tiba-tiba Donghae datang menghampiri kami bertiga.Hye Mi yang tadinya tersenyum lepas, mendadak ekspresinya berubah drastis ketika melihat Donghae.Sebegitu buruknyakah namja yang bernama Donghae ini di mata dongsaengku ini.
“Annyeong Haseyo.” Sapanya padaku sambil tersenyum.
“Annyeong Haseyo Donghae~ah,” balasku sambil tersenyum pula.
Ia juga memberikan senyum kepada Hye Mi tapi Hye Mi langsung memalingkan wajahnya sambil mendengus kesal. Sementara saat ia matanya beralih kepada Hanna yang duduk di sampingku, ia terlihat sangat tidak senang. Entah apa yang dipikirkannya. Yang jelas aku melihat ia menatap tajam Hanna. Sementara Hanna hanya menunduk ketika ditatap seperti itu.
“Donghae~ah kebetulan sekali kau datang.Kami lagi menikmati es krim.Bergabunglah dengan kami,” ajakku.Awalnya dia menolak, tapi akhirnya dia mau juga setelah ku paksa.
Kamipun semakin larut dalam perbincangan seru. Bukan, sebenarnya yang lebih tepat adalah kami bertiga, yaitu Aku, Donghae dan Hye Mi sementara Hanna, entah kenapa sejak Donghae bergabung dia terlihat sangat pendiam.
Ada sesuatukah antara Donghae dan Hanna?

****

Hye Mi POV
Arrgghh!! Menyebalkan sekali.Kenapa namja ini selalu ada di mana-mana?Dia selalu mengacaukan hari-hariku.
“Ya!Kenapa kau juga bisa ada di sini huh?!” Tanya ku dengan nada tinggi saat kami sedang berada di taman.
Ya, untung saja aku sedang menjalankan misi mencomblangkan Oppaku dan Hanna berduaan sehingga aku juga harus rela untuk berduaan juga dengan makhluk menyebalkan ini karena oppa telah menitipkanku dengan Donghae.Yaahh mau bagaimana lagi.Saat ini hanya dia yang bisa aku manfaatin.Biarlah, tak ada rotan, Donghae pun jadi. Huh!!
“Cih, kau ini.Selalu berbicara dengan berteriak.Tidak bisakah berbicara dengan lembut? Lama-lama aku bisa budek nih,” ucapnya lagi kesal.
“Mwo?!Untuk apa aku berbicara dengan lembut kepada orang sepertimu?” geramku.
“Aishh jinjja sarami,” ucapku lagi sambil memperlihatkan senyum smirk-ku.
“Jangan-jangan kau sengaja ya mengikutiku. Iya kan? Ngaku saja,” tanyaku penuh selidik.
“Mwo?Mengikutimu?A-aku tidak mengikutimu.Hanya kebetulan lewat saja tadi.”Ucapnya mengelak.
“Bohong!” tukasku.
“Ya sudah kalau tidak percaya,” ucapnya santai sambil berlalu.
“Hey tunggu!” teriakku saat dia hendak berjalan meninggalkanku.
Langkahnya terhenti saat sebuah bola menggelinding dan berhenti di kakinya.Saat itu juga seorang anak laki-laki sekitar 5 tahunan menghampiri kami. Kulihat ia tersenyum kepada anak itu. Dan senyumnya itu adalah senyum penuh ketulusan.
Baru sekali ini aku melihat dia tersenyum seperti itu. Dia tampak manis sekali saat tersenyum. seandainya dia selalu bersikap manis kepadaku, aku pasti sudah jatuh cinta padanya.
Ya! Hye Mi. apa yang sedang kau pikirkan. Sadarlah.
Aku tersadar dari lamunanku dan ku lihat kedua namja itu melihatku dengan tatapan aneh.Aku yang dilihat seperti itu jadi salah tingkah dibuatnya.Pasti mereka menganggapku aneh.
“Hyung, kenapa noona itu senyum-senyum sendiri?Dia aneh sekali,” ucap anak kecil itu polos.
“Mwoya?Aku aneh?Enak saja ngatain aku aneh,” rutukku dalam hati.
“Ani, dia itu tidak aneh.Kalau dia aneh mana mungkin hyung mau jadi pacarnya,” ucap Donghae sembarangan.
‘MWOYA??PA-PACAR?’
“Oo, jadi dia pacarnya hyung?Yaa walaupun dia sedikit aneh tapi dia sangat serasi dengan hyung.Hyung tampan dan noona ini cantik.Kalian jangan putus ya.Yang akurlah.”Ucap anak itu membuatku tersentak kaget.
Mwoya?Bisa-bisanya anak sekecil itu berkata seperti itu.Serasi? Serasi dari hongkong! Lagian sejak kapan aku mau jadi pacar namja menyebalkan ini? Sampai kapan pun aku tidakakan pernah mau akur dengannya.
Huh! Laki-laki semuanya memang aneh. Eh, kecuali oppa-oppaku tentunya. Hehe…
“Kau ini,” ujar Donghae malu-malu sambil mengacak-acak rambut anak itu.
“Hyung, sudah dulu ya.Eomma sudah memanggilku. Lain kali kalau kita bertemu, kalian harus mengajakku jalan-jalan ya?”
“Beres bos,” sahut Donghae.
“Noona, baik-baiklah dengan hyung.dia orang yang sangat baik. Jangan sampai kau kehilangan dia,” ujar anak itu lalu berlalu.
“Mwoya?Apa yang anak itu bicarakan? Aishh…” ucapku kesal.
“Ya! Kau sogok pakai apa anak itu untuk berbicara seperti itu hah?” tanyaku lagi sambil memukul keras lengannya karena geram.
“Yak! Appo! Kau ini.Mana mungkin aku menyogoknya. Kita kan baru bertemu dengannya. Kau ini selalu asal tuduh saja.Menyebalkan,” gerutunya.
“Abis, mana mungkin anak sekecil itu bisa berbicara seperti itu dan kau juga.Kenapa kau bilang kalau aku… aku…” aku menghentikan ucapanku.Aishh ini memalukan.Mana mungkin aku mau jadi yeojachingunya.
“yeojachinguku?” sambungnya. Aku mengangguk.
“Ya mana ku tahu.Mungkin dari tadi dia melihat perlakuanmu yang seenaknya padaku makanya dia menasehatimu,” ucapnya lagi.
“Aishh jinja.”Ujarku sambil berlalu.
“Hye Mi~ah.Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucapnya serius.
“Apa?Jangan bilang kau mau menyatakan cintamu padaku.Cih, aku tidak akan menerimanya.”Ucapku santai.
“Ya!Siapa juga yang mau menyatakan cinta.Kau pikir aku mau pada gadis aneh dan kasar sepertimu?Cih,”ujarnya kesal.
“Mwoya?Kau ini…” ucapku geram ingin menjitak kepalanya itu. Tapi tiba-tiba ia menahan tanganku dan menatapku tajam. Ditatap begitu hatiku menciut takut.Mengerikan.
“Aku hanya ingin mengingatkanmu.Kau harus berhati-hati pada semua orang yang ingin mendekatimu.Jangan terpengaruh pada mereka.Dan aku juga tidak suka kau dan oppamu dekat dengan Hanna dan teman-temannya itu.” ucapnya dengan nada serius.
Apa maksudnya dia berkata seperti itu?
“Cih, jadi maksudmu aku harus menjauhi mereka gitu? Ya! Yang seharusnya aku jauhi itu adalah kau dan gangster mu itu.Kalianlah yang seharusnya aku waspadai.Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kalian rencanakan, tapi ingat kalau kalian berani macam-macam pada oppaku maka kalian akan berhadapan denganku,” ucapku sambil mengarahkan telunjukku ke arahnya.
“Terserah kau mau menganggap aku apa. Yang jelas aku hanya mengingatkanmu.Jangan sampai kau menyesal.”Ucapnya masih dengan nada serius lalu berjalan meninggalkan aku yang masih bengong.
Sementara di tempat lain…
Kyuhyun POV
Sudah 15 menit kami mengitari taman kota berdua tapi belum ada satu patah kata pun keluar dari mulut kami. Yang ada hanyalah diam. Tidak bisa begini terus.Akulah yang seharusnya memulai berbicara bukan dia.
“Err, kyuhyun-ssi, aku dengar dari Hye Mi kau sangat suka sekali bermain game,” ucap Hanna bermaksud memulai pembicaraan.
“Ne. Apa Hye Mi sering menceritakanku?” Tanyaku.
“Emm… ne, dia sering membanggakan oppa-oppanya.Awalnya aku penasaran bagaimana sih oppa-oppanya itu.Dan ternyata setelah aku bertemu dengan kalian, memang benar apa kata Hye Mi kalau kalian memang luar biasa,” ucap Hanna membuatku tersipu malu. Oh tidak, jangan sampai warna wajahku berubah menjadi merah.
Kami terdiam lagi. Tak tahu apa yang mesti dibicarakan. Yah, kalau soal pedekate sama cewek, aku akui aku masih kalah dari Heechul Hyung.
“Kyuhyun-ssi,” panggil seseorang dari belakang.
Aku dan Hanna menoleh untuk melihat siapa yang memanggilku.Dan ternyata dia adalah Lee Dong Hae.
“Ne?” jawabku.
“Boleh aku berbicara berdua saja dengan Hanna?Ada yang ingin aku sampaikan,” ucapnya.Seketika itu dadaku terasa sesak. Entah karena apa. Mungkin karena cemburu.Entahlah.
Rasanya aku tidak ingin membiarkan mereka berbicara berdua.Tapi aku bukanlah siapa-siapanya Hanna.Aku tidak berhak melarangnya.
“Ne. tentu saja.Kalaian bicaralah,” ucapku lemah sambil menatap punggung kedua orang itu.
“Oppa,” panggil Hye Mi membuyarkan lamunanku.
“Ne, ada apa?” tanyaku.
“Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?” tanyanya padaku.
Aku melihat kedua orang itu.Tampaknya pembicaraan mereka serius sekali.Kalau kulihat dari ekspresi masing-masing dari mereka, tampaknya sedang membicarakan masalah serius. Aku jadi penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Masalah percintaaankah?Entahlah.
Setelah beberapa menit mereka berbicara, mereka menghampiri kami berdua yang masih menatap mereka dengan pandangan bingung.
“Kyuhyun-ssi, aku pulang duluan.Ada urusan yang mesti aku selesaikan,” ucap Lee Dong Hae kepadaku lalu menatap Hanna dengan tajam dan berlalu begitu saja.
“Ne, pergilah kau,” usir Hye Mi namun Dong Hae tidak meresponnya dan terus melangkah menjauhi kami..
“Hanna~ya, kau tidak apa-apa?Apa yang namja itu katakan padamu? Apa dia berkata kasar? Awas dia besok di sekolah.Aku akan buat perhitungan padanya,” ucap Hye Mi sengit.
“Hye Mi~ya, nan gwenchanayo. Sudahlah, jangan berurusan sama dia. Nanti kau bisa susah.” Cegah Hanna.
“Aku tidak peduli.Siapapun yang berani mengganggu orang-orang yang aku sayangi, tidak akan aku biarkan hidup dengan tenang,” ucap Hye Mi lagi.
Namun tanpa sengaja aku melihat ekspresi wajah Hanna yang sama sekali aku tidak mengerti. Entah apa itu.

=======
Tak terasa sudah 3 bulan aku bersekolah di sini.Ternyata sekolah ini bukanlah seburuk yang aku kira.Buktinya sekarang aku sudah banyak mempunyai teman.Dan mereka semua seru-seru.
Tentang aku dan Hanna, kami sekarang sudah menjadi sahabat dekat.Sangat dekat malah.Aku sudah menganggapnya sebagai saudaraku.Dia sering sekali main di rumahku.Menemani kesendirianku di rumah.Sementara oppa-oppaku kembali sibuk dengan tugasnya masing-masing.Untung ada Hanna.
Tentang Hanna dan Kyu oppa.Emm… nampaknya mereka semakin dekat. Tapi begitu aku tanya keduanya, mereka malah membantah. Hanna dan Kyu oppa bilang mereka belum jadian.Whats?? Ah, oppa ku yang satu ini memang payah kalau soal cinta. Gimana nggak payah, pacaran aja baru sekali. Itupun dicomblangin sama Heechul oppa.
Sebenarnya Heechul oppa bisa saja bantuin mereka lagi buat jadian.Tapi entah kenapa Heechul oppa tidak mau.dan sepertinya Heechul dan Kibum oppa tidak menyukai Hanna.Aneh, kenapa dengan mereka semua?Ini pasti karena namja yang menyebalkan itu yang mempengaruhi kedua oppaku ini untuk membenci Hanna.
Lee Dong Hae, kau benar-benar ingin mati. Tapi untunglah Kyuhyun oppa masih sama saja sikapnya terhadap Hanna.
Dan tentang gangster Super Junior, akhir-akhir ini entah kenapa mereka begitu baik kepadaku.Hampir tidak pernah malah mereka menjahiliku.Setiap aku berpapasan dengan mereka, mereka selalu memperlihatkan keramahan yang kurasa memang tulus.Tapi itu sangat aneh bagiku. Ada apa dengan semua ini?
Hari ini seperti biasa aku dan teman-teman yang lain mengikuti ekskul sekolah. Hah… rasanya malas sekali bertemu dengan namja itu. Dengan berat kulangkahkan kaki menuju ruangan tempat kami biasa berlatih Taekwondo.
Namun langkahku terhenti saat seorang namja yang berhenti di hadapanku dan berusaha menghalangi jalanku.
Aishh… siapa sih namja ini.Aku malas sekali melihat siapa orangnya.Tanpa aku lihatpun aku sudah tahu bahwa dia itu adalah Lee Dong Hae.Ya, siapa lagi kalau bukan dia. Cuma dia yang selalu membuatku kesal.Tapi sepertinya aroma tubuhnya sangat berbeda.Dan aroma ini begitu familiar bagiku.
Aku lalu mendongakkan kepalaku yang dari tadi tertunduk.Dan betapa kagetnya aku saat melihat siapa namja yang berada di hadapanku sekarang. Oh, tidak. Apakah aku salah lihat.Dia lalu tersenyum kepadaku.Senyumnya, ya senyumnya.Tidak salah lagi. Dia pasti…
“Henry~ah.Kaukah ini?” tanyaku senang.
“Ne, ini aku Hye Mi, akhirnya aku bisa bertemu juga denganmu,” ucap dengan senyum cute-nya itu.
“Omo, kau ke mana saja selama ini?Kenapa tidak memberi kabar padaku?” tanyaku meminta penjelasan atas kepergiannya dulu.
“Mianhe aku tidak sempat memberi kabar padamu.Keluargaku sedang mengalami masalah sehingga kami harus pindah dari Seoul ke Cina dengan segera.Masalah aku tidak memberikan kabar padamu, itu karena aku tidak mempunyai kesempatan untuk menghubungimu.Mianhe Hye Mi~ah. Jeongmal Mianhe.” Jelasnya sambil menatapku lembut.
“Henry~ah, kau tidak perlu meminta maaf seperti itu.Aku mengerti sekarang.Sudahlah lupakan saja semuanya.Lalu bagaimana dengan Eomma dan appamu?Aku sangat ingin bertemu dengan mereka,” ucapku membuat ekspresi Henry jadi berubah sedih.
“Henry~ah, apa yang terjadi? Kenapa kau jadi sedih begitu?” tanyaku khawatir.
“Hye Mi~ah, mereka… mereka sudah tidak ada lagi,” ucapnya lirih.
“Apa?Ke… kenapa?” tanyaku kaget.
“Mereka mengalami kecelakaan saat di Cina sedangkan adikku, awalnya dia selamat namun ia koma hingga 1 tahun sampai akhirnya dia juga meninggalkanku dan memilih untuk pergi bersama eomma dan appaku,” ucapnya.
Henry~ah.Dia menangis.Aku jadi merasa bersalah karena telah menanyakan keadaan keluarganya. Aku tidak menyangka masalah yang ia hadapi begitu berat.
“Henry~ah.Mianhe. Aku tidak bermaksud…”
“Sudahlah tidak apa-apa,” ucapnya memotong perkataanku.
“Oh iya kau mau ke mana tadi?” ucapnya lagi mengalihkan pembicaraan.
“Oh itu, aku ada ekskul.jadi aku mesti ke sana sekarang.” Jawabku.
“Yah, sayang sekali.Padahal aku masih ingin berbicara banyak padamu. Memangnya kamu ikut ekskul apa?”
“aku ikut taekwondo,” jawabku dan berhasil membuatnya terlonjak kaget.
“MWO?!! Hye Mi~ya, kau bercanda kan?” tanyanya masih dengan tampang takjub.
“Ne, aku serius Henry~ah. Hahh..sebenarnya aku juga males ikut ekskul itu. Tapi setelah kupikir-pikir nggak ada salahnya buat dicoba,” ujarku santai.
“Mmm… bagaimana kalau kamu pindah ekskul aja?Taekwondo sepertinya sangat tidak cocok denganmu.Bukannya kamu lebih suka bermain musik?” ucap Henry yang langsung aku setujui.
“Mm… iya juga sih. Lagian aku juga sudah bosan gabung dengan para lelaki yang gak jelas itu,” ujarku lagi.
“Ya udah kalau gitu.Kkajja kita ke ruang music.Ada yang mau aku tunjukkan padamu,” ucapnya sambil menggenggam tanganku.
Omo…
Sesampainya di ruang musik dia langsung berjalan ke lemari yang menyimpan beraneka alat music.Aku melihat ke sekeliling.Kok nggak ada orang ya?Aneh sekali.
“Hye Mi~ah.Apa kau masih ingin mendengarkan permainan biolaku?” tanyanya sambil memegang biola.
“Tentu saja.Sudah lama rasanya aku tidak mendengarkan permainan biolamu yang luar biasa itu,” ujarku senang.
“Baiklah kalau begitu dengarkanlah,” ucapnya.
Dan alunan nada klasik pun terdengar ke seluruh ruangan. Hah… tenang sekali rasanya mendengarkan alunan biolanya. Aku jadi mengantuk.
Aku memejamkan mataku sambil menikmati permainan biolanya hebat itu sampai kurasakan napas yang hangat berhembus di wajahku.Aku membuka mata dan betapa kagetnya aku.Sekarang jarak antara aku dan Henry sudah sangat dekat.
Omo! Apa yang akan dilakukannya.
“Hye Mi~ya.Nan jeongmal boghosippo,” ujarnya sambil terus mendekatkan wajahnya ke wajahku.Bukan, lebih tepanya mendekatkan bibirnya ke bibirku.
Hye Mi pOV End
=================
Author POV
Sementara di tempat yang berbeda namun masih dalam lokasi yang sama seorang namja tampan berjalan mondar mandir gelisah menunggu seseorang
“Aishh ke mana dia?Apa dia tidak ingat kalau hari ini ada ekskul,” gumamnya sambil terus berjalan mondar-mandir.
“Ya Lee Dong Hae!Bisa tidak kau berhenti berjalan mondar mandir seperti setrikaan?”
“Aku pusing melihatnya,” seru Hankyung emosi melihat Donghae yang sudah hampi setengah jam berjalan mondar-mandir nggak jelas.
“Ya!Aku sedang gelisah.Jangan ganggu kalau kau masih mau hidup,” ujar donghae ikut emosi.
“Ya! Kapan kita akan mulai latihannya? Yang lainnya sudah pada protes tuh,” ujar Eunhyuk.
“Ya Lee Dong Hae!Sebenarnya siapa yang kau tunggu?Hye Mi kah?”Tanya Siwon dan langsung mendapat tatapan tajam dari Donghae.
Siwon yang ditatap seperti itu langsung menutup mulutnya dengan isolasi *hah apaan lah?Gak penting.*
“Aishh kalian mulailah dulu. Aku mau mencari udara segar. Di sini sumpek,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan teman-temannya yang masih cengo melihat tingkah anehnya itu.
Author end POV
=================
Dong Hae POV
Aku berjalan mengitari seluruh tempat di sekolah ini mencari-cari keberadaan yeoja menyebalkan itu.
Menyebalkan??Apa iya dia menyebalkan?? Bagiku dia sama sekali tidak menyebalkan.
Dia terlihat sangat manis malah. Tanpa sadar bibirku bergerak sendiri membentuk sebuah senyuman.
Aishh apa yang aku lakukan? Mungkinkah aku menyukainya?Apa seharusnya aku mengatakan perasaanku ini padanya?
Andwee! Kalau aku mengatakannya, dia pasti akan menertawaiku. Dan paling parahnya lagi, dia pasti akan menolakku. Di mana harga diriku?Aku lah yang seharusnya menolak yeoja bukan yeoja yang menolakku.Lagian dia selalu bilang kalau dia sangat membenciku.Jadi mana mungkin dia menerimaku.
“Aiisshhh!” umpatku frustasi sambil mengacak-acak rambutku.
Namun langkahku terhenti dan aku semakin frustasi melihat apa yang sedang terjadi di depan mataku. Dia… sedang apa dia dengan namja itu. Dan siapa namja itu?Apa dia sudah mempunyai namjachingu? Tapi sepertinya aku tidak pernah melihat namja itu. Andwee! Mereka sepertinya akan…
Sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan… eh yang tidak aku inginkan lebih tepatnya, aku langsung memasuki ruangan itu dan menggagalkan semuanya.Mereka tampak kaget dengan kehadiranku di sini.
“Ya Cho Hye Mi!sedang apa kau hah? Apa kalian tidak tahu ini adalah sekolah? Jangan mengotori tempat ini dengan berbuat mesum,” ujarku santai tapi sebenarnya aku ingin menonjok wajah namja menyebalkan ini.
“Yaa Lee Dong Hae!!Kau ini selalu saja berbuat kekacauan!” ucapnya emosi.
“Apa yang kau lihat tadi tidak seperti yang kau pikirkan. Aku tidak berbuat mesum! Dasar otak yadong!” ucapnya lagi.
“Ya!Sudah ada buktinya masih mau mengelak lagi.Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri kalau kalian mau…” aku tidak melanjutkan perkataanku karena hatiku terlalu sakit untuk mengatakan itu dan lagi ku lihat wajah Hye Mi memerah.
“ikut aku!” perintahku sambil menggenggam erat dan menarik tangannya menjauhi namja brengsek itu.
“Ya! Kau mau apa hah! Lepaskan tanganku! Ya! Sakit!” teriaknya tak henti sampai kami tiba di taman belakang sekolah dan melepaskan tangannya. Ku lihat tangannya agak merah.Dia meringis kesakitan sambil memegangi tangannya.Aku jadi menyesal melakukannya.Dia pasti sedang kesakitan sekarang.
“Ya!Kenapa kau suka sekali menyakitiku hah?Apa salah ku padamu?” ucapnya hampir menangis.
“Siapa namja itu?Namjachingumu kah?” tanyaku tak menghiraukan pertanyaannya.
“Apa pedulimu! Dia namjachinguku atau bukan, itu bukan urusanmu! Kau bukan siapa-siapaku jadi berhentilah… hmmphh…” aku menghentikan teriakannya dengan menciumnya.
Aku melumat bibirnya lembut.Manis sekali bibirnya. Jujur, aku sendiri bingung dengan apa yang aku lakukan ini. Aku seperti terbawa perasaanku jika bersama yeoja ini.
Awalnya sama sekali tak ada perlawanan darinya. Entah dia kaget atau menikmatinya.namun saat aku berniat menciumnya lebih dalam, dia langsung mendorongku dengan kasar. Ku lihat air mata sudah membasahi pipinya. Aishh… aku menyakitinya lagi.
“Nappeun saram! Aku membencimu!” ucapnya emosi dan pergi berlalu meninggalkanku yang masih mematung bingung dengan apa yang aku lakukan barusan. First Kiss ku ternyata dia, Cho Hye Mi.
***
Author POV
Sementara itu tidak jauh dari tempat mereka berdiri, dua orang sedang memperhatikan mereka dengan pandangan ingin membunuh mereka. Henry memukul tangannya ke tembok karena tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Donghae dan Hye Mi. sementara yang satunya lagi mengepalkan tangannya sendiri tanda kesal.
Henry lalu beranjak hendak menyusul Hye Mi.
Sementara Donghae masih syok dengan apa yang barusan ia lakukan.
***
Hye Mi POV
“KYAAAA!!!! BRENGSEKKKKK!!!! AKU MEMBENCIMU LEE DONG HAE!!!! Lihat saja.AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!” ucapku penuh emosi.
Aku sudah tiak tahan lagi dengan semuanya.Semakin lama dia semakin kurang ajar.Aku membencimu Lee Dong Hae. Sangat BENCI.
“Arrghh!!” umpatku frustasi.
Padahal itu adalah ciuman pertamaku.Kenapa harus dia yang mengambilnya.
“Hiks…Hikss..”
Entah kenapa airmataku tiba-tiba saja ingin keluar.Sudah lama sepertinya aku tidak menangis.Kubiarkan saja mereka keluar.Lagian aku juga ingin meluapkan emosiku.
Aku menangis dengan kencang. Toh mau sekencang apapun aku menangis juga tidak akan ada yang dengar. Tapi saat aku menangis, kurasakan seseorang memegang bahuku dari belakang. Saat aku menoleh ternyata rang itu adalah Henry. Dia tersenyum lembut lalu memelukku.
Hah, dirimu datang disaat yang tepat Henry.
“Sudahlah.Jebal jangan menangis lagi.Di mana Hye Mi yang kuat dan tegar dulu.Kau menangis seperti ini kau terlihat bukan seperti seorang Hye Mi,” uap Henry lembut.
“Hiks… Hiks…” aku masih menangis.
Dia lalu mengelus pundakku lembut.Nyaman sekali rasanya.
Hampir satu jam aku menangis. Dan selama itu juga Henry menemaniku.Saat tangis ku sudah reda dia mengajakku ke kelas.
Begitu sampai di kelas, semua orang memandangku dengan tatapan bertanya-tanya.Wajar saja mereka seperti itu, lihat saja mataku sekarang.Sudah tidak ada bentuknya lagi gara-gara menangis satu jam.Dan itu semua gara-gara Lee Dong Hae. Awas kau Lee Dong Hae, kau akan mati di tanganku.
======
Teng… Teng… Tennnngggg…. *nggak elit banget nih bel nya*
Bel pulang sekolah berbunyi.Dengan semangat 45 aku merapikan buku-bukuku dan segera beres-beres untuk pulang.Akhirnya pelajaran yang membosankan ini berakhir juga.
Aku sudah sangat ingin pulang ke rumah dan segera menghempaskan tubuhku ke atas kasur ku yang empuk.
Sebelum aku bangkit, aku meregangkan tubuhku dulu. Rasanya pegal sekali duduk manis selama dua jam.
“Hye Mi~ya, kajja kita pulang,” ajak Hanna, sungmin dan shindong.
“Ne, kajja,” sahutku.
Kami berempat lalu berjalan beriringan.Saat sampai di gerbang, aku melihat namja brengsek itu bersama teman-temannya yang sedang tertawa lepas.
Aneh sekali, melihatnya tertawa seperti itu membuatku melupakan amarahku yang tadi.Dia terlihat sangat berbeda sekali jika seperti itu.dia terlihat sangat… tampan.
Omo, apa-apaan ini?pikiran apa yang telah merasuki otakku? Aishh ini pasti pengaruh preman itu.tapi sepertinya dia dan teman-temannya sedang memandangiku. Mungkin mereka sadar jika daritadi aku pandangi.
Mereka tersenyum penuh arti kepadaku, kecuali DIA. Apa maksudnya? Omo! Apa jangan-jangan dia menceritakan kejadian tadi kepada teman-temannya? Kalau iya, habislah aku sekarang.Mereka pasti sedang menertawakanku sekarang.
Seketika wajahku memanas karena mengingat kejadian tadi. Aiss… Cho Hye Mi bodoh.
Saat aku melangkah lagi, aku sadar kalau Hanna, Sungmin, dan Shindong tidak ada lagi di sampingku.Aku celingak-celinguk mencari-cari mereka.Tega sekali mereka meninggalkanku.Nanti kalau aku diterkam preman itu bagaimana? *halah lebayy*
“Aissh mereka ke mana?” tanyaku kepada diri sendiri.
Saat aku sibuk clingak-clinguk, aku melihat seorang namja yang tampan dan sangat ku kenal sedang melambaikan tangannya dan tersenyum ke arahku. Ah, itu Kyuhyun oppa. Ternyata dia menjemputku.
Aku langsung berlari ke arahnya.Tapi saat aku hendak menyeberang, seseorang menyenggol, ani seperti mendorong tubuhku hingga aku jatuh ke tanah.Aww… tangan dan kakiku sakit sekali.
Saat aku ingin bangun, kulihat sebuah mobil jeep hitam melaju kencang ke arahku.Mendadak semua tulang-tulangku menjadi lemas.Aku tidak bisa bergerak.Aku takut. Mungkinkah aku akan mati sekarang?
“Hye Mi!!!” teriak semua orang yang melihatku.
Aku menutup mata. Pasrah atasapa yang akan terjadi. Tapi kenapa badanku tidak sakit ya?Apa aku tidak tertabrak? Atau aku mungkin malah sudah mati sehingga tidak merasakan sakit.Tapi sekarang yang aku rasakan malah perasaan hangat.Aku merasa seseorang sedang memeluk tubuhku.
Aku membuka mata untuk melihat apa yang terjadi. Dan… omo, ternyata Henry telah menyelamatkanku.Dan sekarang jarak wajahku dan wajahnya sangat dekat.Jantungku berdetak kencang.
“Gwenchana?” ucapnya terlihat khawatir.
“N-ne, gwenchana.Gomawoyo,” ucapku agak bergetar karena masih syok dengan kejadian tadi.
“Dongsaengie, gwenchana?Mana yang sakit?” ucap Kyu oppa dengan tampang cemas.
Dia langsung mengambil alihku dari Henry dan langsung memelukku erat.
“Gwenchana oppa,” ucapku membalas pelukannya.
“Gomawoyo, kau telah menyelamatkan dongsaengku ini.aku tidak tahu bagaimana jadinya jika tidak ada kau tadi,” ucap Kyu oppa sambil tersenyum.
“Cheonmanhaeyo hyung.oh ya apakah kau tidak ingat padaku?” tanyanya.
*******
Kyuhyun POV
Aku melihatnya sedang clingak-clinguk mencari-cari sesuatu.Mungkin dia sedang mencari keberadaanku. Tadi aku berjanji akan menjemputnya. Aku melambaikan tanganku ke arahnya sambil tersenyum.
Dia rupanya juga melihatku.Diapun balas melambaikan tangannya dan langsung berlari ke arahku tanpa mempedulikan sekitarnya yang sangat ramai.Mendadak perasaanku jadi tidak enak. Dan benar saja, seseorang menyenggol, ani itu terlihat seperti disengaja mendorong tubuh dongsaengku itu hingga ia tersungkur di tanah.
Aku kaget melihatnya.Dia terlihat seperti hampir menangis.Aku langsung melangkahkan kakiku untuk menghampirinya namun disaat yang bersamaan aku melihat sebuah mobil Jeep hitam tengah melaju dengan kencang ke arah Hye Mi.
Andwee, jangan sampai itu terjadi.
“Hye Mi~yaa!!” teriakku.
Namun sebelum hal buruk itu terjadi, seorang namja sudah lebih dulu meyelamatkan dongsaengku itu.Aku sangat leg.Untung saja.Tapi sepertinya aku mengenal namja itu.tapi siapa ya?
Tapi apa peduliku. Yang sekarang ada dipikiranku Cuma yeodongsangku yang malang itu.
“Dongsaengie, gwenchana?Mana yang sakit?” ucapku Kyu oppa menyadarkanku.
Aku langsung mengambil alihnya dari Henry dan langsung memeluknya erat.
“Gwenchana oppa,” ucapnya membalas pelukanku.
“Gomawoyo, kau telah menyelamatkan dongsaengku ini.aku tidak tahu bagaimana jadinya jika tidak ada kau tadi,” ucapku oppa sambil tersenyum.
“Cheonmanhaeyo hyung.oh ya apakah kau tidak ingat padaku?” tanyanya.
“Mian, nuguya?” tanyaku.
“Ini aku, Henry hyung,” ucapnya sambil tersenyum memperlihatkan pipi tembemnya itu.
Oh aku baru ingat sekarang. Dia dulu adalah tetangga kami dan juga appanya relasi appaku. Dia baru pindah selama 3 bulan di seoul dan entah kenapa ia dan keluarganya mendadak hilang begitu saja.
Aku ingat dulu Hye Mi sangat senang sekali bermain dengan Henry dan saat keluarga Henry pindah lagi dia sangat sedih karena dia tidak mempunyai teman bermain lagi.
“Ah ya aku ingat sekrang. Sekali lagi gomawoyo sudah menyelamatkan dongsaengku,” ucapku lalu berniat akan menggendong tubuh mungilnya itu.
“Oppa, tidak usah menggendongku.aku bisa berjalan sendiri. Aku kan malu dilihat oleh teman-temanku,” ucapnya manja.
“Tapi kan…” ucapku tertahan ketika melihat wajah memelasnya itu.
“Arraseo,” ucapku mengalah.
Aku hanya memapah tubuhnya sesuai dengan permintaannya.
Kasian sekali dia. Lihatlah.Kini badannya penuh luka lecet dan juga mengeluarkan darah.
****
Hye Mi POV
Setelah mengucapkan terima kasih kepada Henry, Kyu oppa langsung berniat akan menggendongku dengan gaya bridal style. Omo.Langsung saja aku tolak dengan halus.Kan malu nanti diliatin teman-temanku. Biarpun dia oppa kandungku, tapi kan tetap saja malu.
Akhirnya oppa hanya memapahku menuju mobilnya.Saat aku berjalan, aku melihat Donghae dan teman-temannya yang masih berdiri di tempat mereka tadi.Wajah mereka tidak lagi menyunggingkan senyum namun berubah menjadi tegang.
Terutama Donghae. Dia terlihat sangat tegang.Apakah dia mengkhawatirkan aku?Tiba-tiba ada terselip rasa menyesal di dalam hatiku.Kenapa tidak dia saja yang menolongku tadi?Kenapa dia hanya dia di situ?Apa dia benar-benar tidak peduli denganku?

TBC
****
Yapp…. Akhirnya part 3 selese juga. Mian buat readerdeul yang nungguin klanjutan nii FF *emg ada?*
Jeongmal mianhe baru ngepost naa sekarang coz leppy quu jga lagi rusak jadi susah buat ngenet naa.Hehe… mian sekali lagi. Semoga part ini nggak mengecewakan chingudeul.
Kalo banyak typo atau jalan ceritanya nggak dimengerti, kalian boleh memberi kritik ‘n saran ke aku koq biar part selanjutnya lebih bagus lagi dan sesuai dengan yang kalian harapkan.
O yaa ff ini juga aku post di blog pribadi ku di http://starcraftsjline.wordpress.com/
Jangan lupa mampir yaa ^^
Gamsahamnida buat kalian yang udah mau baca ‘n komen juga. Saranghaeeeee ^^

Entry filed under: Boyband, Chaptered, Family, FanFiction, Freelance, Genre, Indonesia, K-Pop, Language, PG, Rating, Romance, Super Junior, Type. Tags: .

Sketsa Shiny Effects [JUARA 1] Her Salient Platonic Love

2 Comments Add your own

  • 1. Cut mardiana  |  January 6, 2012 at 7:47 PM

    bguss chingu~
    aq tggu lnjutan’a ya^^

    Reply
    • 2. GaemFishySilverCloud  |  January 7, 2012 at 7:59 PM

      nee…
      mkasii udh bca ‘n komen🙂
      oo yaa kunjungi jga blog pribadi aq yaa di http://starcraftsjline.wordpress.com/
      gamsahamnida…

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: