[FF/CHAPTERED/PG-16] Truth-Three

December 11, 2011 at 8:10 AM 2 comments

Title : Truth

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Choi Minho, Cheryl Horvejkul, Kim Key Bum, Nichkhun Horvejkul, Victoria Song, Lee Taemin, Park Luna, and others

Genre : Thriller, Romance, AU, Mystery, Fantasy

Length : 3 Shots

Part : 3 of 3

“Aku bukan lagi milikmu, Key, bersikaplah sopan padaku.”

“Oh ya, kau kini milik half-elf  busuk itu.”

“Sadarkah kau bahwa aku juga seorang half-elf? Hentikan cacianmu pada makhluk sepertiku. Kau pikir aku –atau Minho menghendaki  menjadi seorang half-elf?

“Cih, kau pikir aku peduli, hah? Menghendaki atau tidaknya kalian tidak penting. Yang harus kulakukan hanya membunuhnya dan semua selesai. Aku bisa mendapatkan tahta dan tentu saja kau, Cheryl.”

***

Rumah Minho –dunia manusia

“Ngggh…” aku menggeliat di tempatku merebah. Pikiranku masih belum sepenuhnya sadar –mungkin sebagian tertinggal di dunia mimpi. Mataku mencari-cari penunjuk waktu yang biasa bertengger di dinding putihku. Dan segera aku menganga ketika kudapati waktu menunjukkan pukul tiga. Aku melihat ke luar. Ini pukul tiga sore? Aku masih tidak percaya.

Aku mengenakan kaus hitam polosku –aku memang tidak menggunakan baju saat tidur–  dan meniti langkah menuju dapur. Aku mengambil sebotol mineral dari dalam kulkas. Kutenggak habis dalam hitungan detik.

“Sudah bangun, Minho?” appa datang dari arah kamarnya.

“Iya, kenapa kau tidak membangunkanku sekolah pagi ini?” tanyaku.

“Kau pasti lelah. Dulu, ibumu juga merasakan hal yang sama ketika senjatanya pertama kali keluar.” papar appa. Aku agak sedikit canggung, ini kali pertama appa membicarakannya –ibuku.

“Emm..  Appa menulis surat untuk sekolahku?”

“Aku meminta dokter keluarga kita untuk membuatkan surat keterangan sakit untuk tiga hari.”

“Asyik.. kalau begitu aku masih bisa bolos esok hari.”

“Bolos dari mana?” appa menjitakku, “ini sudah hari keempat kau tertidur, appa sudah takut saja kau tak bangun kemudian.”

Aku tercengang dengan pernyataan appa, “Hah? Aku tertidur empat hari?” aku mengerjap-ngerjapkan mata tak percaya. “Aigoo, Cheryl!” aku ingat akan sesuatu, apa dia baik-baik saja saat aku tidak bersamanya?

Segera ku ambil ponselku yang tertindih selimut. Mati. Tentu saja, empat hari sudah aku tidak menyentuhnya. Ku banting ponselku di atas tempat tidur dan bergegas menuju telepon utama rumah. Appa hanya geleng-geleng kepala.

Kutekan sejumlah nomor yang kuhafal. Dan kutunggu beberapa saat.

“Nomor yang anda tuju..” aish sial kenapa mesin penjawab? Aku menekan lagi beberapa nomor –nomor rumah Cheryl.

Yobseyo” ujarku tergesa saat kurasakan teleponku tersambung.

Yobseyo,” suara di seberang sana terdengar parau.

“Ini aku Minho.”

“Minho-ya… apa Cheryl bersamamu? Sudah tiga hari ini dia tidak pulang. Aku sudah bingung mencarinya. Aku sudah Ke sekolah tapi mereka bilang Cheryl tidak masuk, dan kau juga tidak sekolah. Dia bersamamu ‘kan?” Vic ahjuma terdengar sangat panik. Apa yang harus aku katakan?

“Emm.. sejujurnya aku baru akan menanyakan padamu apakah Cheryl ada. Tapi sepertinya aku sudah mendapatkan jawabannya.”

“…” tidak terdengar apapun setelah aku berkata.

Yobseyo… yabseyo…” aku mulai cemas, takut-takut Vic ahjuma pingsan.

“Bagaimana ini? Apakah aku harus memberi tahu Nichkhun?” gumam Victoria, mungkin dia hanya kaget tadi.

Yobseyo? Kau dengar aku?”tanyaku lagi.

“Ah, iya Minho maaf, aku benar-benar bingung, apa yang harus aku lakukan?’

“Tenanglah, aku akan mencari Cheryl, dan aku juga akan menemukannya secepat yang kubisa. Kau tenanglah.”

“Tapi aku sudah mencarinya ke semua tempat yang biasa dikunjungi Cheryl, dan nihil. Bagaimana ini?”

“Sepertinya aku tahu di mana Cheryl berada–“

***

Kerajaan Elf, Taman Lavender –dunia elf

“Kenapa kau melakukan ini padaku Key? Kumohon lepaskan aku.” desis Cheryl yang terikat pada sebuah kursi.

“Bukankah aku telah memberitahumu alasannya? Aku menunggu kedatangan half-elf busuk itu.” jawab Key disertai smirk yang sangat ia banggakan.

“Kenapa kau membencinya hingga begini? Apa salahnya padamu?”

“Aku tak memiliki alasan untuk memberi tahukan padamu. Jadi, tak perlu banyak tanya, Cantik.”

“Kenapa raja memintamu untuk membunuhnya? Kenapa kau terlampau ingin mencelakainya? Kenapa Key? Kenapa?” Cheryl makin berteriak.

Key mendekati Cheryl yang memang tak jauh darinya. Ia menyentuh pipi pualam Cheryl dengan telunjuknya turun hingga ke bibir.

“Haruskah aku membungkam bibir mungilmu ini dengan bibirku? Agar kau diam dan tidak banyak tanya.” Tawar Key, Cheryl memalingkan wajahnya dari Key. “Tidak perlu jual mahal, Cantik. Bukankah kau pernah merasakannya?”

“Aku bukan lagi milikmu, Key, bersikaplah sopan padaku.”

“Oh ya, kau kini milik half-elf busuk itu.”

“Sadarkah kau bahwa aku juga seorang half-elf? Hentikan cacianmu pada makhluk sepertiku. Kau pikir aku –atau Minho menghendaki  menjadi seorang half-elf?

“Cih, kau pikir aku peduli, hah? Menghendaki atau tidaknya kalian tidak penting. Yang harus kulakukan hanya membunuhnya dan semua selesai. Aku bisa mendapatkan tahta dan tentu saja kau, Cheryl.”

“Tahta apa maksud.. jangan bilang kau ini anak dari Onew –Raja baru itu?”

“Sayangnya tebakanmu itu benar, Cantik. Setelah bersusah payah mendapatkan pengakuan sebagai anak darinya –setelah sekian lama hidup dengan satu-satunya orang tua, akhirnya dia mau mengakuiku sebagai anak, tapi dengan satu syarat, aku harus membunuh half-elf itu.” Air muka Key berubah sendu, kemilau matanya mendadak sayu. Key mulai memeluk Cheryl, “Maaf, tapi aku butuh pelukan.” ujarnya lagi.

“Aku tak akan bisa memelukmu kalau aku terikat begini,” bisik Cheryl di telinga Key.

“Aku tak ingin ambil risiko, Cantik.” Key masih mendekap tubuh Cheryl yang terbebat dalam ikatan.

“Ini Key yang kukenal. Ini Key pernah kucintai. Lembut, hati-hati, penuh kasih. Bukan Key yang belakangan ini kutemui.”

“Dendam dan pengakuan menguasaiku. Aku tak peduli lagi dengan semuanya. Aku tak peduli jika memang harus mengotori tanganku.”

“Apa kau sudah tak peduli juga denganku?”

“Bukankah sering kali kuminta kau untuk kembali? Aku masih mencintaimu.” Key menatapi manik mata Cheryl lekat. Cheryl hanya dapat terdiam dan menunduk, membuat Key kembali memeluknya.

***

Rumah Taemin, Taman Lavender –dunia elf

Aku menggedor pintu jati ini dengan tidak sabar. Victoria yang sedari tadi cemas hanya bungkam. Melihatku terlalu khawatir.

“Taemin-ssi.. tolong buka pintunya..” suaraku yang berat disambut oleh semilir wangi lavender yang menyeruak di sekitar kami.

“Ya, sebentar.” Teriak seseorang dari dalam –yang kuyakini adalah Taemin. Tak lama wajah lembut itu mencuat ke luar. “Minho? Sedang apa kau di.. Victoria? Apa yang kau lakukan di sini?” Taemin segera menarik kami masuk ke rumahnya. “Ada apa ini sebenarnya?” tanya Taemin lagi.

“Bisakah kau panggilkan Nichkhun? Aku akan menjelaskannya jika dia sudah datang.” ujar Victoria.

“Baiklah tunggu sebentar, kalian tunggu saja di dalam. Dan kumohon, jangan keluar sampai aku kembali.” Aku mengangguk dan sejurus kemudian Taemin pergi.

“Segenting itukah keadaan di sini?” gumam Victoria pelan.

“Kau tidak tahu apa yang terjadi?” tanyaku.

“Tidak ada yang memberitahuku, semenjak Nichkhun meminta kami untuk meninggalkan taman lavender, aku seperti benar-benar tidak pernah tinggal di sini.”

“Kau dan Cheryl pernah tinggal di sini?”

“Ya, sebelum ada aturan konyol mengenai manusia dan elf.”

Sebelum aku sempat berkata Taemin sudah datang bersama Nichkhun.

“Victoria, kenapa kau ke sini? bagaimana jika ada yang melihatmu? Bagaimana jika kau terbunuh?” Nichkhun terlihat sangat cemas.

“Cheryl menghilang, aku sudah mencarinya ke semua tempat yang mungkin dikunjunginya, tapi aku tak jua menemukannya. aku bingung..” Victoria mulai mengeluarkan butiran bening dari sudut matanya dan dengan cepat Nichkhun memeluknya.

“Tenanglah, kita akan mencarinya.”

“Jadi.. apa kau berpikir seseorang membawanya ke sini?” tanya Taemin padaku.

“Ya, dan aku sangat yakin Key yang menculik Cheryl.”

“Kenapa kau bisa  seyakin itu?”

“Siapa lagi orang yang ingin mencelakaiku? hanya Key, dan seperinya dia juga menginginkan Cheryl.”

“Kau tahu? Key dan Cheryl sempat menjalin hubungan.”

Ne?

“Ya, Cheryl sempat tinggal di sini. Aku, Key, Cheryl dan Sekyung berteman akrab sampai ada keputusan manusia dan half-elf tidak diperkenankan tinggal di taman lavender lagi. Tadinya Key dan Cheryl masih berhubungan, tapi entah karena apa Key tidak lagi menemui Cheryl di dunia manusia, dan Cheryl pun tidak diperkenankan ke Taman Lavender oleh Nichkhun, keadaan di sini tidak memungkinkan manusia ada di sini,” papar Taemin.

“Pantas saja, mungkin dia ingin Cheryl kembali lagi padanya,”

“Key bukanlah elf yang naif, tidak mungkin seorang Key berbuat bodoh hanya demi cinta,” Taemin menatap mataku dan ia tercengang.

“A… ada yang salah?” tanyaku canggung melihatnya sama sekali tak berkedip.

“Siapa kau sebenarnya?”

Ne?

“Dia anak Luna –Ratu Taman Lavender,” jawab Victoria. Nichkhun menatapnya. Taemin melihat ke arah Victoria tapi kemudian menatapku lagi.

“Pantas, rasanya aku pernah melihat sinar mata itu sebelumnya,” Taemin sepertinya berpikir sejenak. “Aku punya dua kemungkinan mengenai keberadaan Cheryl,”

“Benarkah? Tolong jelaskan,” ujarku antusias.

“Pertama, tempat persembunyian Key. Dan kedua, Istana Lavender.”

***

“Untuk apa kau membawakanku half-elf? Aku tidak butuh, bunuh saja sekarang. Yang kubutuhkan adalah anak Luna di sini, agar aku bisa membunuhnya –atau setidaknya menyaksikan kematiannya,” ujar Onew pada Key. Key tersenyum dia mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Onew.

“Dalam hitungan detik yang kau butuhkan akan datang, dia akan berjalan ke sini dengan kakinya sendiri,”

“Cih, sombong benar kau.”

“Aku mendapatkan kesombongan darimu, Appa.” Onew terdiam.

Seperti yang Key bilang Minho datang bersama Taemin, Nichkhun juga Victoria.

“Lari Minho, apa yang kau lakukan di sini? Lari!” teriak Cheryl.

“Berteriaklah yang keras, Cantik. Agar dia semakin mendekat untuk menyerahkan nyawanya padaku,”

“Lepaskan dia,” ujar Minho.

“Tukar dengan nyawamu,” ucap Key.

Mereka berdua sudah siap dengan sebilah pedang di tangan masing-masing. Minho mulai menyerang, tapi dengan mudah Key menghadang pedang Minho. Key mengibaskan pedangnya ke dada Minho, baju Minho terkoyak dan darah mengucur dari sana.

“Yah, itulah mengapa aku bangga menjadi pure elf,” ujar Key sambil mengusap pedangnya. “Aku tak akan mati,” Key mulai maju, dia sama sekali tidak membiarkan Minho menyerang. Yang Minho lakukan hanya bertahan dan bertahan agar Key tidak lagi menyakitinya. Nichkhun dan Victoria berusaha menyelamatkan Cheryl. Mereka melepaskan tali yang membebat tubuh mungil Cheryl. Setelah terlepas Cheryl memeluk umma-nya dan Nichkhun membantu Minho untuk melawan Key “Father in law, annyeong…” ujar Key dia menghunus pedangnya ke arah Nichkhun. Onew yang sedari tadi diam ikut turun dan membantu Key. Taemin berlari entah ke mana sementara Victoria terus mendekap Cheryl yang masih lemas.

Pertarungan sekarang jadi Key-Minho dan Nichkhun-Onew. Mereka sama-sama tidak mau kalah, mereka saling tusuk dan saling menyakiti. Darah sudah bercucuran. Untuk Nichkhun, Onew, dan Key sama sekali tidak masalah tapi untuk Minho dia sudah sangat lemas dan akhirnya ambruk.

“Minho…” Cheryl berlari ke arahnya. Sementara Onew dan Key tersenyum puas. “Ini yang kau mau Key? Ini? Sudah puas sekarang?” isak Cheryl kencang.

“Bukan aku yang menginginkannya Cheryl, aku hanya menjalankan tugas,” jawab Key datar.

“Ada apa ini?” Luna berteriak, Taeminlah yang membawanya ke sana.

U… umma,” ujar Minho lemas, “Kau… kau benar ratu Taman Lavender?”

“Iya,”

“Choi Siwon… apa kau mengenalnya?” Luna terdiam, perlahan dia beringsut ke tanah.

“Kau… Choi Minho?”

“Kau mengenaliku dengan cepat umma…”

“Benarkah kau Choi Minho? Benarkah?”

“Ya, aku Choi Minho anak Choi Siwon denganmu,” Luna memeluk Minho.

“Maafkan… maafkan umma… aku tidak bisa menjagamu, maafkan kesalahan umma dan appa yang egois untuk tetap melanjutkan hubungan kami walaupun kami tahu itu tidak boleh, maafkan, Nak… maafkan…”

“Itu bukan kesalahan, aku bahagia dilahirkan, meski harus tumbuh tanpamu, appa melakukan yang terbaik yang dia bisa. Aku juga bahagia bisa melihatmu,”

“Minho… maafkan umma…”

“Kau tidak sepantasnya meminta maaf, kalau kau bisa memilih kau pasti akan memilih tinggal bersamaku dan appa, bukan di sini, iya ‘kan?”

“Ya, kau benar.”

Umma… aku kedinginan… aku mengantuk, boleh aku tidur?”

“Jangan tidur Minho… jangan… kumohon… Minho…” Minho menutup matanya. Luna menatap ke arah Onew dan Key. “Ini… ini maksudmu memberlakukan perintah konyol itu? Melarang manusia dan elf berhubungan? Karena kau tidak ingin aku bertemu dengan anakku?” Luna berjalan ke arah Key “Aku tahu dia itu anakmu dengan Seungyeon, aku tidak marah, aku tidak berusaha membunuhnya,” Key tertunduk.” Apa yang kaulakukan sungguh bodoh, Onew!”

“Minho… bangun, Minho… ayo bangun demi aku,” Cheryl memeluk tubuh lemah Minho. “Kumohon bangun…” Cheryl memeluk Minho erat. “Appa, lakukan sesuatu,” isak Cheryl. Nichkhun berlutut dan mulai melakukan sesuatu.

“Sekarang anakku sedang sekarat, apa kau senang? Atau kau mau merasakan sakitnya juga?” Luna langsung menghunuskan pedang ke arah Key.

“Luna, hentikan!” sergah Victoria. “Dia bisa benar-benar hilang, jangan lakukan, kelebihan keturunan kalian bukan dimaksudkan untuk membunuh,” Luna menurunkan pedangnya.

“Lalu apa yang harus aku lakukan, Vic? Apa?” Luna mulai menangis.

“Air matamu,” ujar Vic singkat. Luna seperti teringat akan sesuatu. Dia mendekati Minho yang sedang diobati Nichkhun.

“Biar aku saja,” Luna kembali merengkuh Minho dalam pelukannya. Dia menangis terisak de depan Minho, campuran kerinduan, dan iba membuat air matanya mengalir deras. Beberapa tetes air matanya jatuh menyentuh putra tercintanya. Butiran bening itu dia tadah dengan tangannya dan dia usapkan ke luka Minho. “Bangun, Nak… Bangun…” lirih Luna.

Cheryl ikut duduk di samping tubuh lemas Minho.

“Minho bangun… kumohon…” pinta Luna.

Umma…” bisik Minho kecil.

“Aku di sini, Sayang… aku bersamamu,”

“Pertama kalinya aku sedekat ini denganmu, dan kau… cantik…” Luna memeluk anaknya dengan penuh haru.

“Aku tak akan meninggalkanmu, Nak, tidak akan pernah lagi…”

***

Epilog

Rumah Keluarga Choi –dunia manusia

“Hari ini ke Taman Lavender?” tanya Cheryl.

“Kau tidak merindukan orang tuamu, hem?” ucapku balik bertanya.

“Tentu saja, kau tahu, aku kenapa aku malas sekali ke Taman Lavender?” aku menggeleng. “Taemin, Jonghyun, Sekyung, bahkan umma dan appa selalu saja menebak-nebak anak kita jenisnya apa, elf, manusia, atau half-elf dan itu mengganggu,” desahnya. Aku hanya terkikik saja.

“Itu artinya mereka ingin kita cepat punya anak, Jagi…” Cheryl ta acuh dengan perkataanku. “Oh ya, besok –waktu dunia elf– penobatan Key menjadi raja,”

“Em… boleh aku bertanya?”

“Tentu,”

“Kenapa kau… melepaskan tahtamu sebagai raja? Harusnya kau yang menggantikan ibumu memegang kekuasaan ‘kan?” aku mengambil kopiku dan duduk di sebelah Cheryl.

“Terlalu banyak yang kumiliki dan Key tidak, biarlah Key mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan…” aku meneguk kopiku, Cheryl menatapiku sambil tersenyum.

“Kau terlalu baik, Jagi…”

“Kenapa? Kau mau jadi ratu di Taman Lavender?” tanyaku.

Anni, aku lebih suka di dunia manusia, berlaku seolah olah kita adalah pure human,”

“Jangan berkata seakan kau menyesal menjadi half-elf,” aku mengelus kepalanya.

“Tidak, tentu saja tidak, ah aku jadi ikut berpikir anak kita nanti jenisnya  apa…” aku tertawa.

“Oh ya, appa ingin mengenalkan istrinya pada kita, namanya Yoona, semoga saja mereka bahagia,” ujarku.

“Semoga,” timbal Cheryl. Kami pun bersiap menuju Taman Lavender, tempat paling indah di dunia elf maupun dunia manusia, tempat penuh rahasia dan cinta.

The End

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Fantasy, Indonesia, Mysteri, PG, Romance, SHINee. Tags: .

Please Say That You Love Me [FF/1S/PG-16] Irrational

2 Comments Add your own

  • 1. chitra elizha  |  December 11, 2011 at 12:07 PM

    sbnr’ny ide cerita smacam ni bagus cz psti jrg ad yg pny cerita dgn tema kyk gini..
    cz ni klhtan bgt imajinasi author’ny..
    tp syng’ny FF ni part’ny pendek..
    scra gk lngsung mkn pendek FF mkn pndek pula cerita yg d’kisah’kn..
    krna ni FF imajinasi bgt kn agk jauh dr kesan real yaw..
    jd efek’ny kisah yg ad d’sini agk gk masuk akal..
    (maaf yaw..)
    cz pndeskripsian ttg ap yg d’kisahkn dlm FF ni krg bnyk..
    jd aq sbgai reader krg bisa nangkp jln pikiran author dlm FF ni kyk gmn..
    jd msh bnyk prtnyaan ttg kisah mreka yg ad d’ff ni..

    tp mskipun begt mnrt aq ttp kq cerita’ny bagus cz gk pasaran..
    dan jg gk picisan jd good FF lah..
    next FF’ny d’tunggu..

    Reply
  • 2. sjb1a4  |  December 31, 2011 at 11:10 PM

    setelah iseng-iseng nyari ff fantasi akhirnya ketemu cerita ini hehe author maaf ya komennya aku rangkum jadi satu🙂 menurut aku ceritanya kereeennn😄 tapiii kurang jelas bagian-bagian yang ngomong.. Kalau bisa ditulis thor ini siapa ngomong gitu… Hehe itu aja si thor yang kurang🙂 yang lain sih okkk😀

    Author aku numpang promosi sama bikin pengumuman ya😉 siap-siap ga nyantai thor hehe :p
    ANNYEONG SEMUA🙂
    KAMI SEKARANG SEDANG MENCARI AUTHOR FF🙂 YANG MINAT BISA KLIK
    >> http://sjb1a4.wordpress.com/2011/12/29/need-admin/ <<

    DAN KAMI JUGA BUKA KESEMPATAN U/ FF FREELANCE ^^

    GOMAWO PERHATIANNYA🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,626 hits

Day by Day

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: