[FF/CHAPTERED/PG-16] Truth-Two

December 9, 2011 at 7:40 AM 1 comment

Title : Truth

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Choi Minho, Cheryl Horvejkul, Nichkhun Horvejkul, Victoria Song, Kim Key Bum, Lee Taemin and others

Genre : Thriller, Romance, AU, Mystery, Fantasy

Length : 3 Shots

Part : 2 of 3

“Lukanya sudah hilang, aku ‘kan half-elf.” Seketika dia terdiam mendengar penuturanku.

“Kau bilang apa?”

“Kenapa kau tidak pernah cerita kalau ibuku adalah elf?”

***

Two

“Cheryl.. ku..kumohon.. per.. gi.. pergi dari.. sini..” dengan sisa tenagaku aku menyuruhnya menjauh, tapi dia tetap tidak bergeming dari posisinya. Pria yang menyerangku kini menatap tajam ke arahnya. “Demi Tuhan lari Cheryl.. lari..” Cheryl seolah tak mendengar apa yang ku katakan. Telinganya telah bebal oleh teriakanku, anehnya dia malah menghampiri pria misterius ini.

“Cheryl Horvejkul,” ujar pria yang menyerangku, “Lama tak jumpa, Manis.”

“Mau apa kau kemari?” tanya Cheryl datar. Wajahnya menatap lurus ke arah seringai yang dibuat pria aneh itu.

“Hanya melaksanakan perintah.”

“Key. Dia sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah yang terjadi sekarang. Jangan ganggu dia!” nada suara Cheryl meninggi.

“Kau tidak mengerti apa-apa. Kau tidak mengetahui mengapa Raja hendak membunuhnya. Raja bilang dia harus mati.”

“Key… kumohon… aku akan melakukan apapun agar kau tidak menyakitinya.” Cheryl melembut.

“Apapun?” pria yang dipanggil Key itu mencoba menegaskan.

“Cheryl.. ja.. jangan lakukan..” cegahku yang masih terbaring di tanah. Key sempat menoleh ke arahku tapi kemudian dia terkekeh dan mendekat pada Cheryl. Cheryl menutup mata saat wajah putih Key menghampiri wajahnya. Tangan hangat Key mengelus pipi pualam Cheryl, dia agak mengejang saat tersentuh jemari Key.

“Cukup jadi milikku dan semuanya selesai.”

Mendengar itu dadaku terasa sesak. Aku ingin sekali bangkit untuk memukul hidungnya.

Telapak tangan kiriku bergetar hebat, terasa sangat panas seperti aku menaruhnya di atas besi yang sedang terbakar, seperti sedang kumasukkan ke dalam air mendidih. Jemariku terasa kaku tak dapat bergerak. Aku merobek kemeja putihku yang memang sudah tersayat sebelumnya akibat ulah Key kuikatkan dengan bantuan tangan kanan yang bebas tapi tiada guna. Aku tahu ini bukan luka robek atau sayat yang mengeluarkan darah tapi aku tak tahu apa yang harus ku lalukan.

“Aaaaaaaaaaaaah..” aku berteriak dengan kencang. Aku tahu Cheryl segera terlonjak dan ingin menghampiriku. Tapi tangannya di sergap dengan cepat oleh Key

“Kita belum menyelesaikan perjanjian kita, Cantik.” Ujarnya masih dengan seringai menjijikkan itu.

“Jangan pernah dekati gadisku, Bajingan!” teriakku kencang.

“Wah kita lihat apa yang bisa kau perbuat manusia malang,” ujarnya. Kemudian dia berdiri di belakang Cheryl. “Mau perlihatkan pertunjukkan bagus?” katanya dia lalu membisikkan sesuatu pada Cheryl, membuat Cheryl menatapku nanar dan terdiam pasrah. Key mencium leher Cheryl perlahan dan menghisapnya kuat meninggalkan bekas merah di sana, kulihat tangan Cheryl mengepal tapi dia tak berbuat apapun.

Dengan susah payah aku bangkit, aku berdiri dan dengan terseok maju menghampiri Key yang sedang menikmati pekerjaannya. Tangan kananku ikut mengepal karena marah. Sementara tangan kiriku masih berguncang hebat. Aku mengangkat tangan kiriku ke hadapanku. Aku menutup mata untuk menahan rasa sakit di telapak tanganku. Rasanya dagingku terkoyak oleh benda tajam. Jemariku seolah mau putus saking sakitnya. Tapi ketika aku membuka mata aku telah menggenggam sesuatu, sebuah belati –belati yang sama seperti Key.

Ternyata bukan hanya aku yang terkaget tapi juga Cheryl dan Key. Dengan cepat Cheryl berlari ke arahku. Dia berdiri di sebelahku, menutup mata dan dengan cepat keluar sebilah pedang yang berkilauan. Aku tercengang dengan yang dilakukannya.

Terdengar bunyi gemeletuk gigi Key yang menandakan dia sedang kesal. Dia melakukan hal yang sama dengan Cheryl lakukan barusan dan muncul pula sebilah pisau dari tangannya.

“Key, kumohon pergilah. Aku sama sekali tak ingin menyakitimu.” Ujar Cheryl lembut.

“Tidak. Tugasku belum selesai. Jangan ikut campur Cheryl. Aku hanya ingin membunuh half-elf ini.”

“Dia? Half-elf? Kau salah akulah yang half-elf. Kalau begitu yang harusnya kau bunuh adalah aku.”

“Sudah kubilang bukan? Kau tidak tahu apa-apa. Sudahlah pergi.” Ujar key.

“Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan!” pekikku marah, “Kau, siapa pun Kau. Apa yang kau inginkan dariku?” tanyaku lagi.

“Wah wah.. sudah berani rupanya. Baik half-elf busuk. Aku mau kau mati.” Dengan cepat Key menggoreskan pedangnya ke bahuku. Dan dengan segera darah mengucur. Dia kembali menyerangku dan terus mencoba menusukku.

Cheryl membantuku dengan menahan pedang Key dengan pedang miliknya. Cheryl menghunuskan pedangnya melewati perut Key. Darah Key juga keluar, tapi warnanya lebih pekat dari darahku. Tapi sejurus kemudian darahnya menghilang.

“Lupa suatu hal, Cantik?” tanyanya dengan senyuman “Elf tak akan pernah bisa tersakiti.” Dia kembali menyerang ke arahku.

Tapi kemudian Cheryl kembali menahan pedang Key. “Kau juga lupa satu hal, Key?” tanya Cheryl “Kami adalah half-elf.”

“Kau bisa apa? Dan dia? Dia baru saja mengetahui kalau dia adalah half-elf aku ragu dia dapat berbuat sesuatu.” Ujarnya meremehkan.

Aku memang belum sepenuhnya mengerti ada apa, apa itu half-elf, kenapa belati ini bisa di tanganku. Dan lagi mengeluarkan banyak darah kini membuatku sangat lemas, yah pada dasarnya aku manusia bukan?

Aku sungguh lelah, dan aku tersungkur ke tanah. Masih sempat ku lihat Key tersenyum licik. Aku mengepalkan tanganku mengumpulkan tenaga. Lama-kelamaan di sekitarku muncul selubung tipis yang melindungi diriku dan Cheryl. Kulihat Key terdiam.

“Selubung pelindung. Kau sudah tak dapat melakukan apapun Key. Pulanglah ke taman lavender.” Ujar Cheryl.

“Jangan pernah mengajariku, Cantik.” Lagi, Key memperlihatkan smirk-nya pada kami –Cheryl lebih tepatnya.“ Kita akan bertemu lagi. Tunggu aku, Jagiya.” Key menghilang setelah itu.

Aku mulai kehilangan kesadaran. Aku terlalu lelah untuk membuka mata. Dan aku pun terlelap begitu saja.

***

Taman lavender –dunia Elf

Minho masih tertidur dengan pulas, sementara Cheryl masih saja merawat luka yang menyayat tubuh Minho. Membersihkan sisa-sisa darahnya. Minho memang separuh elf tapi dia juga separuh manusia sehingga masih bisa berdarah walaupun lukanya pasti akan lebih cepat sembuh dari manusia.

Cheryl menatapi Minho pilu. Jemarinya membelai lembut wajah Minho yang memar.

Terdengar suara decitan pintu terbuka, sontak Cheryl menoleh dan didapatinya Nichkhun berdiri di sana.

Appa..” ujar Cheryl parau. Dengan perlahan Nichkhun menghampiri putri tercintanya.

“Apa yang kau lakukan di sini, Nak? Bukankah sudah kubilang jangan datang ke taman lavender?” tanya Nichkhun

“Maafkan aku, Appa, aku bingung aku harus bertanya beberapa hal padamu, dan di mana lagi aku bisa menemuimu selain di taman lavender?”Cheryl tergesa menjawab.

“Tapi bukankah kau tahu, Raja akan menghabisi semua half-elf yang ada. Dia benar-benar membenci manusia. Apa yang terjadi dengan anak ini?” Nichkhun melihat Minho yang masih tak sadarkan diri.

Appa ingat Key? Temanku sejak kecil, dia tiba-tiba menyerang Minho. Ia bilang Minho itu half-elf. Dia juga bilang Minho harus mati. Ada apa ini, Appa? Beberapa waktu lalu sunbae-ku juga diserang. Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah dari dulu manusia dan elf hidup berdampingan?”

“Pria yang sedang berbaring itu adalah anak ratu taman lavender.” Taemin tiba-tiba masuk dan dan ikut bicara.

“A.. apa maksudnya?”

“Sebelum penobatannya menjadi ratu dia sempat tinggal di dunia manusia. Sampai ayahnya tahu dia telah menikah dan punya anak dari seorang manusia. Ayahnya membawanya pulang dan menobatkannya menjadi ratu lalu dia menikah dengan raja yang sekarang. Raja yang sekarang tahu dia punya anak. Dan raja menginginkan semua half-elf dibunuh.” Jelas Taemin panjang lebar.

“Tapi kenapa sunbae-ku juga diserang? Dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan elf bukan?”

“Kau kenal Sekyung? Teman kita dan Key dulu?”

“Emm… iya,”

“Dia berhubungan dengan manusia itu, raja juga mencegah lahirnya half-elf baru.”

“Makanya Appa tidak ingin kau kemari Cheryl, kau dan anak ini harus segera pergi dari taman lavender sebelum ada yang mengetahui. Appa tidak ingin kau terbunuh karena kekonyolan raja itu.”

“Engh..” terdengar suara erangan Minho.

“Kau sudah sadar?” tangan kiri Cheryl menggenggam tangan kanan Minho sementara yang lainnya mengelus pipi Minho yang memarnya mulai hilang.

“Kita di mana?” tanya Minho.

“Di rumah temanku, di taman lavender.” Dengan susah payah Minho duduk. “Jangan paksakan dirimu dulu, kau belum sembuh benar.”

“Kau baik-baik saja ‘kan? Apa yang dia lakukan padamu ketika aku pingsan?” tangan Minho mulai menelusuri kepala, wajah dan bahu Cheryl. Matanya membulat mengisyaratkan kecemasan.

Nan gwenchana, kau melindungiku, bahkan tanpa kau sadari. Istirahatlah dulu, sebentar lagi kita pulang.” Bukan berbaring Minho malah memeluk Cheryl lekat.

“Lain kali, jangan korbankan dirimu seperti itu. Melihat pria itu mendekatimu saja aku sudah sakit apalagi melihat dia menciummu, kumohon jangan lakukan itu lagi.”

“Maaf.” Ucap Cheryl lirih.

“Tidak untuk lain kali.” Cheryl mengangguk lemah di bahu Minho. Minho melepaskan pelukannya

“Ehem,” Taemin berdeham “Apa kau mau minum, Minho?”

“Ah, maaf,” Minho menggaruk lehernya “Tidak perlu, aku telah banyak merepotkan.”

Appa sebaiknya aku dan Minho pulang dulu. Kalau ada apa-apa cepat beri tahu aku. Oh ya, dapatkah kau menengok umma? Dia sangat sangat merindukanmu.”

“Kalau mereka tak mengawasi aku akan, aku juga sangat merindukannya.” Ujar Nichkhun parau.

“Kutunggu kau di rumah,” Cheryl memeluk Nichkhun, Nichkhun pun mengecup pucuk kepala Cheryl.

“Minho, jaga dia ya,” ujar Nichkhun.

“Aku akan menjaganya sebisaku.”

“Taemin, terima kasih atas semua penjelasan dan kerelaanmu membantu kami ya,” Cheryl memeluk Taemin.

“Jangan lama-lama peluknya nanti aku dibunuh pacarmu,” canda Taemin, Minho yang mendengar hanya tergelak lemah.

***

Rumah Cheryl –dunia manusia

“Aku pulang,” teriak Cheryl ketika memasuki rumah. Minho masih bersamanya, “Kau mau masuk dulu?”

“Boleh, aku ingin bertemu umma-mu.”

“Cheryl, dari mana saja kau?” ujar Victoria dengan cemas. Victoria mendekat dan mengendus Cheryl sebentar. “Taman lavender?”

“Yah, begitulah, salam dari appa,” ucap Cheryl.

“Dan dia? Kau mengajaknya ke sana? Bukankah..”

“Dia sama sepertiku, Umma. Dia half-elf.”

“Pantas saja, sinar matamu sama seperti Cheryl dan Nichkhun.” Victoria memegang tangan kanan Minho “Apa kalian habis bertarung?”

“Bagaimana umma tahu?”

“Telapak tangannya, senjatanya baru saja keluar bukan?”

“Dan umma harus tahu satu lagi, dia punya selubung pelindung.”

“Kau..” Victoria memegang pipi Minho “Kau anak Luna?”

“Tu.. tunggu, aku.. aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, half-elf, selubung pelindung, Luna.. bisakah kalian menjelaskan padaku dari awal?”

“Lebih baik kita bicara di dalam,” ujar Victoria.

Mereka masuk dan duduk di ruang tamu. Cheryl menjelaskan mengenai half-elf –setengah elf setengah manusia, juga tentang selubung pelindung yang hanya dimiliki oleh elf yang memiliki darah kebangsawanan. Cheryl menceritakan mengapa Key menyerang Minho, juga kenapa ada elf yang menyerang Jonghyun. Selanjutnya Victoria menjelaskan siapa itu Luna. Luna adalah teman Nichkhun sejak kecil, Luna memang anak Raja. Tapi dia kabur dari Taman Lavender ketika mengetahui kabar dia akan dijodohkan. Kemudian Luna menikah dengan seorang manusia. Ketika Minho lahir ayah Luna membawa Luna kembali ke Taman Lavender, jika tidak para elf akan membunuh suami dan anak Luna.

“Apa ayahmu tidak pernah menceritakan ini sebelumnya?” tanya Victoria.

“Tidak, appa selalu bilang umma meninggal setelah melahirkanku. Appa tidak pernah bilang kalau umma bukan manusia. Dia juga tidak pernah sedikit pun menyinggung tentang elf. Aku baru tahu kalau aku ini..” Minho tak meneruskan perkataannya.

“Aku tahu kau bingung, tapi tenang saja, aku juga half-elf, kita sama.” Ujar Cheryl sambil memegang tangan Minho. “Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara kita bertahan hidup, raja pasti akan terus mencoba membunuh kita.”

***

Rumah Minho –dunia manusia

Aku memasuki rumah tanpa mengucapkan salam. Appa yang sedang bersantai di ruang tamu melihatku bingung.

“Tumben kau nyelonong begitu. Eh? Itu di bajumu apa? Darah?” appa segera menghampiriku. “Kau baik-baik saja ‘kan?” dia mengecek tubuhku.

“Lukanya sudah hilang, aku ‘kan half-elf.” Seketika dia terdiam mendengar penuturanku.

“Kau bilang apa?”

“Kenapa kau tidak pernah cerita kalau ibuku adalah elf?”

Appa tidak mengerti apa yang kau bicarakan.”

“Jangan mengelak appa. Aku sudah tahu semuanya. Bahkan mengenai umma yang ternyata adalah seorang ratu.”

“Baik, appa memang tidak memberi tahumu Karena appa tak ingin kau merengek ingin bertemu ibumu. Kakekmu pasti akan melakukan hal yang buruk padamu. Dan appa hanya ingin menyelamatkanmu. Umma telah meninggalkan appa, apa menurutmu appa akan bisa jika kamu, anak appa satu-satunya meninggalkan appa juga?”

“Maaf.”

“Tidak apa. Sekarang bersihkan tubuhmu dulu. Nanti akan appa ceritakan semuanya.” Ujar appa sambil mengelus kepalaku.

***

Sekolah –dunia manusia

Hari ini aku merasa Minho aneh sekali. Dia seperti bukan Minho yang aku kenal. Apa mungkin kebenaran yang baru saja dia ketahui beberapa waktu lalu sangat membebani pikirannya? Entahlah tap yang jelas dia terlalu agresif padaku. Sedikit banyak aku risih. Dia berani menciumku di kelas yang sedang ramai. Sudah kubilang untuk tidak melakukannya jika banyak orang, tapi dia seolah tidak peduli.

Jagiya..” ujarnya, dia sudah merangkul pinggangku.

“Minho-ya jangan begitu. Dari tadi semua orang sudah malas melihat kita.” Ujarku sambil melepaskan lengannya.

“Biarkan saja mereka, Cantik. Toh mereka hanya sekumpulan manusia tidak berguna.”

“Choi Minho, kau ini kenapa sih? Apa kau terbentur saat bertarung dengan Key?” aku memegang kepalanya dengan cemas.

“Tenang saja sayang, aku baik-baik saja.” Dia mengamit tanganku dan menciumnya, kemudian melirikku sambil menyeringai. Aku merasa kenal dengan seringai itu. Tapi siapa?

“Minho-ya jangan begitu,” aku menarik tanganku dari genggamannya.

“Kau malu jagiya? Kita ke taman saja kalau begitu.”

Dia berdiri, aku masih terpaku dalam posisiku.

“Ayolah..” ajaknya lagi.

“Tidak, Minho.”

“Ayolah, atau kau mau kugendong dari sini?” dia terkekeh. Akhirnya aku berdiri dan mengikutinya.

Seperti biasanya aku selalu berbaring di taman, merasakan semilir angin yang menyejukkan dan menyapa para peri pohon yang tersenyum manis padaku. Aku menutup mata sambil mendengarkan celotehan peri bunga aster. Sampai tiba-tiba aku merasakan hembusan napas di leherku naik hingga pipi, Minho menciumi bibirku dengan kasar, ini bukan dia. Aku mendorongnya menjauh. Tapi tidak bisa, dia terus saja menciumiku. Aku memukul pipinya dan menendang perutnya hingga ia menjauh dariku. Aku mengeluarkan pedangku.

“Key, apa-apaan kau ini? Di mana Minho?” teriakku.

“Kau masih mengingat ciumanku, Cantik?” Key kembali ke wujudnya.

“Apa yang kau mau, hah?”

“Aku mau kau. Hahahaha… tidak… tidak… aku mau menjebak pacarmu. Setelah itu baru aku bisa mendapatkanmu.”

“Di mana Minho?!”

“Dia masih pulas di rumah sejak sampai di rumahnya. Bukankah itu juga yang kau rasakan ketika senjatamu baru keluar? Dan lagi dia telah menggunakan seluruh tenaganya untuk mengeluarkan selubung pelindung. Dia pasti lelah.”

“Jadi yang sejak kemarin bersamaku itu Kau?”

“Tentu saja, Cantik.” Dengan secepat kilat Key berada di belakangku. Kemudian dia mengunci kedua tanganku di belakang dan menaruh pedangnya di depan leherku. Dia lalu menjatuhkan pedangnya. “Selamat tidur, jagiya.” Dia menjentikkan jarinya di hadapanku dan seketika aku tertidur.

“Maaf. Ini semua perintah.”

To Be Continue

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Fantasy, Indonesia, Mysteri, PG, Romance, SHINee. Tags: .

[FREELANCE] Don’t Don’t Part 2 Please Say That You Love Me

1 Comment Add your own

  • 1. neneng rayhan ndhoet  |  December 11, 2011 at 8:20 PM

    lanjut tor..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: