[FREELANCE] Don’t Don’t Part 2

December 8, 2011 at 9:28 PM 3 comments

Author : GaemFishySilverCloud
Cast :
Cho Hye Mi (OC) a.k.a you
Kim Hana (OC) a.k.a you
Lee Dong Hae
All member Super Junior
Henry Lau a.k.a Henry
ZhouMi a.k.a ortunya Henry
Cast-cast lain akan bermunculan seiring waktu ^^

Hye Mi’s pOV
“Apa kita tidak seharusnya memberi tahu dia hal ini? Siapa tahu saja dia akan lebih siap jika saat itu datang,” ucap Kibum oppa saat aku membuatku penasaran.
“Apa yang harus aku tahu? Dan aku harus bersiap untuk apa?” ucapku mengejutkan mereka.
“Ah eh itu errr…” ucap Kibum oppa gelagapan sambil menggaruk tengkuknya yang sepertinya tidak gatal.
“Hye Mi~ah. Sejak kapan kau berdiri di situ?” ucap Heechul oppa tak kalah kagetnya.
“Tidak ada yang harus kau tahu. Ini bukan masalah serius. Tapi kalau kau sudah dengar semuanya, ya sudah, kami akan memberitahumu. Duduklah dulu,” ucap Kyu oppa sambil melayangkan senyum manisnya kepadaku.
“Apa itu?” ucapku penasaran sambil terus memandangi Kyu oppa.
“begini…” Kyu oppa diam sejenak, ” Rencananya kami akan membelikanmu kucing. Tapi kami tidak yakin kalau kau menyukainya?” ucap oppa Kyu lagi.
“Oo… aku kirain apa. Ya suka lah oppa. Kapan kalian akan membelikanku?” ucapku senang.
“Nanti setelah makan siang kita beli kucingnya. Bagaimana?”
“Oke deh kalo gitu,” ucapku senang dan segera melahap masakan yang dibuat Kim ahjumma.
Tapi ada yang aneh dengan mereka. Seperti ada sesuatu yang besar yang sedang mereka sembunyikan dariku. Tapi apa yaa? Ah sudahlah. Mungkin itu sesuatu yang nggak aku ngerti. Mungkin tentang perusahaan. Hhh… malas sekali aku kalau harus memikirkan masalah perusahaan. Mending shopping.
***
Kyu Hyun’s pOV
Hufftt…
Untunglah dia tidak mendengar semuanya. Hampir saja. Untuk saat ini biarkan saja dia tidak mengetahui apapun dulu. Aku tidak ingin membuatnya khawatir. Aku tidak ingin senyum dongsaengku ini hilang. Nanti kalau sudah saatnya, aku akan memberitahu semuanya.
Seusai makan siang kami berempat langsung berangkat menuju ke tempat penjualan kucing. Kulihat wajahnya begitu ceria. Senyumnya selalu membuatku tenang. Aku sayang sekali padanya. Tidak tahu bagamana jadinya kalau senyum itu hilang.
“Oppa… oppa… lihat yang ini, bagus banget. Yang ini juga, bulunya lembut,” ucapnya sambil mengelus-elus bulu kucing itu dengan pipinya. Senyuman manis itu masih senantiasa mengembang.
“Jadi kau mau pilih yang mana?” tanya Heechul Hyung yang sudah mulai agak kesal karena sudah satu jam muter-muter di toko kucing ini.
“Hm… aku bingung mau pilih yang mana. Aku suka semuanya,” ucap Hye Mi dengan tampang polos membuatku tersenyum.
“Yak! Jangan bilang kau mau beli semuanya?” ucap Heechul Hyung shock, dia agak kurang suka dengan kucing.
“Tapi aku suka semuanya. Boleh tidak aku beli semuanya,” ucapnya polos.
“Tentu saja,” ucapku.
“APA?!” teriak Chullie Hyung tambah shock.
“Hye Mi~ah, sebaiknya kau pilih satu saja yang paling kau suka. Merawat satu kucing saja tidak gampang. Apalagi harus merawat banyak kucing. Bisa-bisa mereka mati semua. Kan kasihan,” kali ini Kibum buka mulut.
“Begitu yaa? Ya udah deh. Aku pilih yang ini aja,” ucapnya sambil menunjukkan kucing yang ada di pangkuannya.
“Ya sudah. Kau tunggulah di mobil bersama Kibum. Nanti oppa nyusul,”
“Baiklah. Kajja,” ucapnya sambil menggandeng tangan Kibum.
Hari ini kami menghabiskan waktu hanya berempat. Serasa kembali seperti saat kami masih kecil dulu. Beli kucing untuk Hye Mi, mengitari kota Incheon yang sudah banyak berubah, foto-foto bareng, makan, beli es krim sambil nongkrong di taman. Serasa keluarga yang kembali setelah lama hilang. Meskipun Appa dan Eomma jarang bersama kami, tapi aku bahagia. Setidaknya masih ada Hye Mi dan keluarga Kim bersama kami.
***

Hye Mi’s pOV
“Hooaahh!!! Senangnyaaa!!!” teriakku sambil membentangkan tanganku.
Senang sekali rasanya bisa berkumpul lagi seperti ini. Meskipun Appa dan Eomma jarang bersama kami, tapi ya sudahlah, toh masih ada oppa-oppaku tercinta. Aku percaya, suatu saat kami semua pasti akan berkumpul lagi.
“Ya Cho Hye Mi! Apa kau bahagia?” tanya Chullie oppa yang sedang duduk di taman bersama Kibum dan Kyu oppa.
“Tentu saja. Gomawo untuk kalian karena telah membuat hari-hariku lebih berwarna. Aku nggak tahu gimana jadinya aku kalau tidak ada kalian. Aku pasti akan…”
“Yak! Kau ini ngomong apa? Kami akan selalu ada di sampingmu. Jadi jangan pernah berpikir kalau kami akan meninggalkanmu. Kami tidak akan membiarkanmu sendirian,” potong Heechul oppa cepat.
“Jinjja? Gomawo,” ucapku sambil tersenyum.
Mereka berdiri dan memelukku. Terima kasih tuhan karena engkau telah memberikan anugrah terindah dalam hidupku.
Tapi suasana yang indah itu mendadak lenyap saat aku melihat gerombolan cowok yang sepertinya sedang malakin seorang anak kecil. Dan aku sangat mengenali mereka.
Ya, mereka pasti Gangster di sekolahku. Huh, dasar preman. Nggak di sekolah, nggak di luar, sama aja. Nggak ada sisi baiknya seperti yang diceritakan oleh teman-temanku.
Daripada mereka menyadari keberadaanku di sini dan membuat semuanya jadi kacau, mending aku kabur dari sini.
“Oppa, aku capek.” Ucapku agak sedikit manja.
“Capek? Ya sudah kalau gitu kita pulang. Besok kita jalan-jalan lagi,” ucap Kyu.
“Kajja,” sahut Chulli dan Kibum oppa berbarengan.
***

Dong Hae’s pOV
Gadis itu lagi. Sedang apa dia di sini? Dan siapa laki-laki itu? Apa satu di antaranya adalah pacarnya? Ya, dia tampak dekat sekali dengan salah satu dari mereka. Apa dia melihat kami?
“Ya Lee Dong Hae! Kau sedang melihat apa? Sampai segitunya kali,” ujar Eunhyuk sambil menepuk pundakku dengan keras sehingga mengagetkanku.
“Yaisshh!! Kau ini! Tidak bisakah kau tidak mengagetkanku sehari saja hah?! Kau ini selalu membuat ku sakit jantung.” Ucapku emosi.
“Hehe mianhae. Abisnya kau ini selalu saja melamun dari kemarin. Apa ada yang sedang kau pikirkan?” Tanya Eunhyuk penasaran.
“Aniya. Aku hanya lapar. Aku akan memanggil Ryewook untuk memasakkanku makanan yang enak dulu,” ucap Donghae menghindar dan langsung ngeloyor pergi entah ke mana.
Sementara Eunhyuk dan yang lainnya hanya menatap Donghae bingung.
“Kenapa dia?” ucap Siwon.
“Pasti ada sesuatu yang membuatnya begitu. Cinta mungkin,” ucap Eeteuk kalem sambil terus membaca secarik kertas.
Sementara yang lain hanya terbengong-bengong tidak percaya dengan apa yang dikatakan Hyung mereka itu. Masalahnya, tidak mungkin seorang Donghae jatuh cinta. Dengan semua cewek saja ia bersikap dingin. Sedingin es. Siapa sih cewek yang bisa mencuri hatinya itu? Entahlah. Itulah yang dipikirkan semua member super junior.
***
Author’s pOV
Kring… Krinngg…..
Suara alarm Hye Mi berbunyi sangat nyaring. Tapi tetap saja ia tidak bisa bangun. Untuk mematikan saja ia tidak bisa. Namapaknya ia tidak tidur semalaman.
“Hye Mi~ah! Bangunlah. Sudah jam berapa ini? Kau tidak berangkat sekolah hah?” ucap Chullie oppa. Tapi tetap saja nggak bisa membuat Hye Mi terbangun.
“Yak! Ireonna!” teriak Heechul oppa sedikit keras sambil menyingkap selimut Hye Mi.
“Aduh oppa, aku masih mengantuk. Semalaman tidak tidur. Mengertilah dongsaengmu ini.” Ucapnya malas-malasan masih dengan mata tertutup dan menarik lagi selimutntya hingga kembali menutup tubuhnya yang mungil itu.
“Yak! Kau ini. Siapa suruh kau begadang bersama kami? Kau ini. Apa kau tidak berangkat sekolah hah? ”
“Aku malas pergi ke sekolah itu. Aku tidak mau bersekolah di situ.” Tukas Hye Mi masih dengan mata tertutup.
“Mwo?! Yak! Kau ini. Kenapa kau tidak mau sekolah di situ? Itu sekolah terbaik di Incheon. Oppa-oppa mu ini juga alumni dari sana. Jadi mana mungkin sekolah itu buruk. Kau ini ada-ada saja. Ayo cepat bangun,” ucap Heechul gemas melihat dongsaengnya yang satu ini.
“Aaa! Oppa. Aku tidak mau!”
“Ada apa ini ribut-ribut pagi-pagi?” Tanya Kyu dan Kibum tiba-tiba muncul.
“Ini Hye Mi tidak mau berangkat ke sekolah,” ucap Chullie oppa menyerah.
“Mwo? Waeyo?” Tanya Kyu oppa lembut yang kini sudah duduk di ranjang Hye Mi.
“Aku tidak mau belajar di sekolah preman seperti itu. Oppa tahukan kalau sekolah itu jauh banget dari sekolahku sebelumnya. Sementara sekolah itu? Lebih mirip gudang hantu. Hii.. . ngeri oppa. Trus Oppa, di situ juga banyak preman nggak tahu diri lagi. Siapa tahu aja mereka akan mengerjaiku nanti.” Ucap Hye Mi sambil mengeluarkan jurus rayuannya.
“Masa sih?” ucap Kyu sambil tersenyum.
“Iya beneran deh,” ujarnya sambil memasang puppy eyes-nya.
“Ya sudah sekarang kamu mandi dulu. Biarpun sekolah itu tidak sebagus sekolahmu yang dulu, tapi sekolah itu termasuk sekolah terbaik di sini. Kau lihatlah oppa-oppamu ini. Kami juga pernah bersekolah di sana. Apa kami kelihatan seperti preman?” ucap Kyu oppa membuat Hye Mi terdiam.
“Ya sudah. Cepatlah mandi dan bersiap-siap. Oppa akan mengantarmu nanti ke sekolah biar tidak ada yang mengganggumu,” sambungnya lagi.
“Jinjja? Arasseo. Aku akan bersiap-siap,” ucap Hye Mi semangat sambil berlari ke kamar mandi.
***

Hye Mi’s pOV
Hufft membosankan sekali kembali ke sekolah ini. Aku tidak habis pikir, kenapa semua orang mengatakan kalau ini adalah sekolah yang paling bagus. Bagus dari mana? Menyebalkan.
Aku masih duduk dengan hati kesal di dalam mobil. Tidak ada sediktpun niat untuk turun walaupun sudah 10 menit kami sampai di sekolah itu.
“Kenapa kau tidak turun?” ucap Kyu oppa sambil tersenyum.
“Aku tidak mau sekolah,” ucapku ketus sambil bersedekap.
“Wae?” tanya Kyu oppa sabar.
“Oppa kan sudah tahu alasannya. Jebal, oppa jangan memaksaku. Oppa lihat. Sekolah ini nggak banget. Mana mungkin seorang Hye Mi bisa bersekolah di sini,”
“Bisa saja,” jawab oppa lembut, “Ya Hye Mi. cobalah sesuatu yang baru. Itu akan membuat hidupmu lebih berwarna. Kalau dulu sekolahmu mewah, asyik, keren, sekarang cobalah bersekolah yang lain dari sebelumnya. Percayalah, sekolah ini jauh lebih asyik dari sekolahmu yang dulu.” Ucap Kyu oppa sambil mengelus-elus kepalaku.
Hufftt. Kalau udah oppaku yang satu ini berbicara, aku tidak punya kemampuan lagi untuk mencari alasan.
“Ya sudah. Aku akan coba. Tapi oppa janji, ntar pulangnya oppa yang jemput lagi ya?”
“iya,” janji Kyu oppa.
Dengan malas aku berjalan menuju kelasku. Ribut sekali sekolah ini. Di mana-mana banyak anak-anak berlarian. Teriak-teriak nggak jelas, Tidak bisakah mereka sedikit lebih tenang? Seperti anak TK saja. Sekolahku yang dulu saja tidak seperti ini. Memang sih ribut, tapi tidak berisik seperti pasar ikan.
Aku berjalan menunduk. Sama sekali tidak ada semangat hidup. Huufftt…
Tapi tiba-tiba…
BUKK!!!
Tubuhku menabrak tubuh seseorang dan aku terjatuh.
“Addoohh siapa sih…?” aku menengadah ingin melihat siapa orang yang menabrakku.
Dan ternyata…
Hhh… dia lagi. Menyebalkan. Sepertinya dia sengaja menabrakku.
“Yak! Cewek babo. Selain babo ternyata kau buta juga ya.” Ucapnya enteng sambil melipatkan tangan di depan dadanya.
“MWO?!” ucapku emosi.
“Aishh ternyata kau tuli juga…” tambahnya lagi sambil tersenyum sinis.
Lengkaplah sudah. Udahlah badanku sakit. Jadi tontonan gratis pula pagi-pagi.
Tidak akan ku maafkan namja ini.
“YAAAA!!!!” teriakku penuh emosi. Lihat saja, aku akan menghajar namja brengsek ini
“Kau yang tidak punya mata. Kau ini bertingkah seenaknya saja. Dasar preman!!” ucapku penuh emosi.
Kini mata kami saling bertatapan. Jarak kami juga sangat dekat. Jujur saja, aku agak deg-degan dengan posisi seperti ini. Tapi apa peduliku. Namja ini harus diberi pelajaran.
“Mwo? Ige jinjja…” ucapnya geram.
“Ya! Kami ini bukan preman. Tapi, Uri Super Juni…!!” ucap Eunhyuk.
“OE-YOOOO!!” dan disambung dengan yang lain.
“Aishh jinjja! Preman kampungan. Kalian seperti anak TK saja.” gumamku tapi cukup membuat mereka membelalakkan mata.
“MWO?!!”
“Ya! Kau ini. Berani sekali kau menghina kami. Kau belum tahu siapa kami HAH?!” ucapnya sambil berjalan mendekatiku.
Aku berjalan mundur. Sekarang nyaliku jadi ciut. Kulihat matanya memerah. Omo, apa yang akan dilakukannya padaku.
“Apa yang akan kau lakukan hah?!” ucapku padanya. Dia mengeluarkan senyum Evilnya.
Kini aku benar-benar takut.
“Ya! Lee Dong Hae. Kau dipanggil Kepala Sekolah,” ucap seseorang yang membuat langkahnya terhenti. Dia adalah LeeTeuk, sang ketua OSIS.
Hufft syukurlah.
“Ada apa?” tanyanya.
“Tidak tahu. Cepatlah. Mungkin ada sesuatu yang penting. Kalian juga, semua anggota super junior,” ucap namja itu lagi.
Hufftt…
Untunglah. Hari ini aku selamat. Mereka berjalan melewatiku. Kulihat mereka satu-satu. Hhmm… lumayan juga tampangnya. Pantas saja mereka jadi idola. Saat namja bernama Lee Dong Hae itu melewatiku, tanpa sengaja mata kami bertemu.
Deg…
Ada perasaan aneh. Apa-apaan ini? Nggak seperti biasanya. Aku seperti terhipnotis oleh matanya.
“Kau tidak akan bisa lari dariku,” ucapnya pelan di telingaku sambil terus berjalan.
Dia terus berjalan melewatiku, meninggalkan aku yang masih terbengong.
“Hye Mi~ah.” Seseorang menepuk pundakku, membuatku tersadar.
“Gwenchanayo? Kami mengkhwatirkanmu tadi,” ucap Sung Min
“Ye, untung kau tidak diapa-apain sama mereka,” sambung Shin Dong.
“Kajja, kita arus siap-siap untuk ekskul,” ucap Ha-neul.
“Mwo?! Ekskul?” tanyaku bingung.
Rupanya sekolah ini punya ekskul juga?
“Iya. Ekskul. Kami bertiga ikut ekskul teater. Kau ikut ekskul apa Hye Mi?” sahut Sung Min.
“Aku? Em…” ucapku bingung.
“Aku belum menentukannya. Aku nggak tahu ekskul apa aja yang ada di sekolah ini.” Sambungku lagi. Tapi tiba-tiba saja aku teringat pada pesan Kim ahjussi.
“Agaessi, tuan berpesan agar agaessi mengikuti ekskul taekwondo,”
Ya, itu saja. Sebenarnya aku malas masuk ekskul itu. Tapi masa aku hanya bengong-bengong saja nggak ada kerjaan, sementara yang lain pada asyik dengan ekskul mereka masing-masing. Itu akan lebih membosankan.
Tidak ada salahnya kan aku mencobanya dulu? Siapa tahu aku bisa seperti oppa-oppaku yang jago Taekwondo juga. Mereka pasti bangga.
Selain itu, bukan Hye Mi namanya kalau nggak berani mencoba sesuatu yang baru.
Kami berempat berpisah arah. Lebih tepatnya aku dan mereka bertiga berpisah arah. Mereka berjalan menuju gedung teater. Sementara aku berjalan ke ruangan Taekwondo yang telah ditunjukkan oeh mereka tadi.
Martial Arts Room
Aku membaca papan nama yang tergantung di depan pintu itu. Terdengar dari luar suara namja-namja yang sedang latihan.
Nampaknya di ruangan ini semuanya namja. Oh my god. Berarti aku hanya aku sendiri nantinya satu-satunya yeoja jika aku resmi masuk ekskul ini. Omo.
Dengan ragu-ragu aku membuka pintu itu. Suara derakan pintu itu begitu keras hingga membuat semua orang di ruangan itu menoleh.
“Jogiyo…” ucapku pelan.
Mendadak aktivitas mereka yang tadi terhenti dan berbalik menatapku dengan pandangan… yah bisa dibilang aneh. Yaa wajar saja di sini hanya ada namja, tidak satu yeoja pun. Jadi wajar saja mata mereka jelalatan gitu ngeliat yeoja cantik dan manis sepertiku.
Tapi semakin lama nggak enak juga ditatap oleh namja-namja itu. Kalau kuperkirakan, ada sekitar dua puluhan namja di ruangan ini. Dan beberapa di antara mereka ada yang aku kenal.
“Omo!” seruku kaget ketika melihat mereka.
Sementara mereka hanya mengeluarkan senyuman senang penuh arti.
Apa-apaan ini? Kenapa bisa begini? Ternyata mereka mengikuti ekskul taekwondo juga. Itu berarti, aku akan sering bertemu dengan mereka dan juga dengan… Lee Dong Hae.
Sial. Aku tidak mau sering-sering melihat mereka. Bisa-bisa aku kena darah tinggi berada di dekat mereka. Buru-buru aku kabur dari ruangan itu sebelum mereka melakukan sesuatu kepadaku.
Tapi naas, saat aku membalikkan badanku hendak keluar, seketika itu muncul tiga namja yang juga anggota Super Junior.
Aku berjalan mundur. Sekarang aku terkepung. Sial. Aku terjebak. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Apa yang harus aku lakukan. Ya, aku harus pura-pura berani. Aku tidak boleh terlihat lemah di depan mereka. Kalau aku lemah, mereka akan semakin senang menginjak-injakku.
“Tidak ada yang bisa lari dari sini jika mereka sudah menginjakkan kakinya di sini,” ucap Dong Hae santai sambil berjalan mendekatiku dan melemparkan pakaian taekwondo ke arahku.
Aku yang masih terbengong dengan reflek menangkapnya. Untung saja.
“Pakailah. Dalam taekwondo, tidak ada yang memakai rok mini,” sindirnya.
“Ya! Aku tidak mau memakai baju ini. Baju ini terlihat jelek sekali.” Ucapku sambil melempar baju itu.
“Hhh… kau ini,” ia mendengus kesal.”Bukankah kau mau ikut latihan? Apa kau mau latihan dengan rok mini itu dan memperlihatkan ‘CD’-mu pada kami semua hah? Kami sih tidak keberatan.” Ucapnya lagi dan berhasil membuat wajahku memerah. Ku lihat mereka semua tertawa mendengar ucapan Dong Hae itu. Aku tidak bisa berkata-kata lagi.
Aku lalu mengambil pakaian yang aku lempar tadi dengan kasar. Dan segera mengganti baju.
“Di mana ruang gantinya,” ucapku.
Dia tak menjawab. Hanya menunjuk ke sebuah ruangan kecil yang terletak di pojok ruangan. Aku langsung berlari ke ruangan itu.
“Chakkaman. Ruangan ini tidak ada CCTV-nya kan?” ucapku sebelum masuk ruang ganti itu.
“Kau pikir ini hotel?” ucapnya.
“Awas kalau kalian berani ngintip. Akan ku habisi kalian,” ancamku membuat mereka tertawa geli.
Dengan cepat aku mengganti baju dan segera bergabung dengan mereka.
“Baiklah. Semuanya dengar. Kita mulai latihan lagi,” ucapnya sambil menepuk-nepukkan tangannya.
Kami semua berbaris. Karena aku cewek, maka kau harus berada di barisan paling depan.
Ternyata mereka adalah pelatih ekskul ini. Hebat sekali mereka. Ku lihat sabuk yang mereka pakai sama dengan sabuk yang di dapat oleh oppa-oppaku.
Sejenak ada rasa kagum pada mereka. Ternyata benar kata teman-temanku itu. Meskipun mereka terlihat seperti preman, tapi seenggaknya masih ada yang bisa dibanggakan dari mereka.
Seandainya saja mereka bisa bersikap lebih manis dan berdandan sedikit rapi seperti oopa-oppaku itu, pasti akan terlihat sangat tampan. Apalagi kau Lee Dong Hae.
Aku masih saja mentapnya. Dan tanpa kusadari bibirku menyunggingkan senyum.
“Ya Cho Hye Mi!” serunya membuat aku tersadar dari lamunanku.
Kulihat ke sekelilingku. Omo! Ternyata mereka semua sedang memandangku heran.
Mendadak wajahku memanas. Dan kurasa juga memerah. Aisshh… jinjja. Ini memalukan sekali.
Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Mau laripun susah.
“Apa yang sedang kau lakukan? Senyum-senyum sendiri nggak jelas. Kau ini masih waras kan?” tanyanya dan berhasil membuat darahku naik lagi.
Namja ini… awas kau Lee Dong Hae!!
“Ya! Apa kau pikir aku ini gila HAH?! Aishh jinjja,” ucapku penuh emosi.
“Benarkah? Kalau begitu majulah,” ucapnya.
“Ne?” tanyaku bingung.
“Majulah. Kita Sparring. Kau lawan aku,” perintahnya.
Astaga naga. Apa-apaan ini? Kali ini matilah aku. Dia pasti akan mematahkan tulang-tulangku. Kali ini aku benar-benar tidak akan selamat. Tega sekali dia pada seorang yeoja. Apalagi yeoja seperti aku yang cantik, imut, lucu, baik dan manis ini. *hueekss ^^
“Yak! Kenapa kau bengong? Kau takut hah?” tanyanya meremehkanku.
Sial. Aku paling tidak suka ada yang meremehkanku. Baiklah. Akan ku tunjukkan siapa Hye Mi sebenarnya. Akan kupakai semua jurus-jurus yang pernah diajarkan oppa-oppaku itu padaku. Lee Dong Hae, matilah kau kali ini.
Aku berdiri dengan mantap. Padahal dalam hati sebenarnya ciut sekali.
Tapi rasa takutku mengalahkan rasa kesalku padanya.
“Bersiap!” kali ini Eunhyuk menjadi wasit.
Kami saling memberi salam. Dan…
“KYAAA!!!” teriakku sambil menghambur ke arah Lee Dong Hae yang sama sekali belum siap dan mungkin terkejut denagn serangan mendadakku.
Lee Dong Hae, matilah kau.
Sedikit lagi aku akan membuatmu menyesal karena sudah main-main dengan seorang Cho Hye Mi.
Tapi sial. Ternyata dia jauh lebih hebat dari padaku. Dia berhasil menangkis seranganku dan mengunci lenganku.
“AAWW!” erangku kesakitan.
Aku tidak kehabisan akal. Ku injak kakinya sekuat tenagaku dan berhasil membuatnya melepas kuncian tanganku dan mengerang kesakitan sambil memegangi kakinya. Aku tersenyum puas dan langsung menyerangnya tanpa ampun.
Tapi lagi-lagi sial. Baru saja aku akan menendangnya, tiba-tiba aku tergelincir karena celana taekwondo ini kebesaran sehingga aku menginjaknya.
“HUUWAA!” teriakku.
Untung saja dia melakukan gerakan reflex dan meraih pinggangku sehingga badanku tidak mendarat di lantai.
‘Hufftt… syukurlah,’ ucapku dalam hati
Tapi sial, keadaan seperti ini malah tidak mengenakkan sama sekali. Saat itu juga mata kami saling bertemu. Dan jarak wajah kami hanya beberapa senti. Aku bisa merasakan nafasnya berhembus di wajahku dan mencium aroma tubuhnya yang membuatku mabuk.
Ku rasakan wajahku memerah sekarang. Selama beberapa detik kami berada dalam posisi yang tidak mengenakkan seperti ini.
***
Dong hae pOV
Ia sama sekali tak kehabisan akal walaupun aku telah mengunci lengannya. Kupikir ia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Tapi ternyata perkiraanku salah. Gadis ini benar-benar cerdik.
Setelah dia berhasil membuatku kesakitan. Ia langsung melancarkan serangannya lagi. Tampaknya ia benar-benar ingin segera menghabisiku.
Tapi kau tidak akan pernah berhasil Cho Hye Mi.
Baru saja aku akan memasang kuda-kuda untuk menangkis serangannya lagi, tiba-tiba saja dia terpeleset.
Reflek, aku langsung menangkapanya dan berhasil meraih pinggangnya. Tapi ini kacau sekali. benar-benar kacau. Akibatnya aku hampir saja menciumnya.
Sekarang wajah kami begitu dekat. Ternyata dia manis juga bila dilihat sedekat ini. Aku bisa merasakan nafasnya yang berhembus di wajahku. Detak jantungnya yang berdegup kencang. Dan wajahnya yang memerah.
Lucu sekali dia. Selama beberapa detik kami berada dalam posisi seperti ini setelah aku tersadar dari pesonanya.
“Dasar Yeoja babo. Kalau beladirimu seperti itu, maka kau yang akan dibunuh oleh lawanmu. Payah,” ucapku setelah berhasil mengembalikan kesadaranku.
Ku lihat ia tampak begitu kesal sekali. Ia lalu mendorongku sekuat tenaganya. Melepaskan pelukanku.
“Yak! Lagi-lagi kau meremehkanku hah?! Tadi itu aku hanya sedang sial saja. Lain kali kau akan mati di tanganku Lee Dong Hae,” ucapnya dengan emosi yang ditahan lalu kembali duduk ke barisannya.
Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya yang seperti itu. Lucu sekali yeoja ini.
***
Hye Mi pOV
BRAKK!!
Aku langsung membanting pintu kamarku dan menghempaskan tubuhku ke ranjangku yang empuk. Menghirup oksigen sedalam-dalamnya untuk melapangkan dadaku yang sesak.
Hari ini, namja yang bernama Lee Dong Hae itu benar-benar mempermalukanku.
Aku tidak terima ini.
Aisshh. Kenapa ada namja seperti itu di dunia ini? Hidupku benar-benar sial.
“Hye Mi~ah. Kau kenapa? Apa kau sedang marah?” panggil Kyu oppa mengetuk pintu kamarku.
Aku langsung bangkit dan membukakan pintu untuknya.
“Kau kenapa manis?” Tanya Kyu oppa sambil membelai rambutku.
“Tidak ada.” Ucapku ketus.
“Ya! Ada apa dengan dongsaeng manisku ini? Apa ada yang membuatmu kesal? Apa kau kesal dengan oppa?” tanyanya lagi.
“Ne. aku kesal dengan kalian. Kenapa kalian memaksaku untuk bersekolah di sana? Kenapa kalian tidak memindahkanku saja? Apa kalian tidak menyayangiku lagi?” ucapku meluapkan kemarahanku yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
“Ya! Kenapa kau berbicara seperti itu hah?!” ucap Kyu oppa sedikit meninggikan suaranya. Mungkin dia tidak suka dengan ucapanku barusan.
“Hah…” desah Kyu oppa,”Hye Mi~ah, justru kami sangat menyayangimu makanya kami mengirimmu ke sekolah itu,” ucap Kyu oppa lagi. Kali ini dengan nada yang lembut.
“Tapi oppa nggak tahu bahwa aku sangat menderita di sana. Oppa tahu? Di situ banyak preman. Dan mereka sering membuatku kesal. Bagaimana aku bisa belajar dengan baik kalau aku selalu saja dalam keadaan bad mood.” Ucapku lagi.
“Oppa yakin kau pasti bisa mengatasi itu. Kau adalah gadis yang pintar. Oppa yakin kau akan bisa beradaptasi. Dan suatu saat kau juga akan mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu itu,” ucapnya lagi.
Aku hanya terdiam.
“Kajja. Yang lain sudah menunggu di ruang makan. Apa kau tega membiarkan mereka lebih lama menunggumu dan mati kelaparan hah?” ucapnya lagi.
“Mereka? Memangnya ada tamu yaa oppa? Siapa? Apa itu appa dan eomma?” tanyaku penasaran.
“Anhi. Sudahlah. Nanti kau juga akan tahu. Cepat ganti bajumu.”
“Ne. Tapi oppa tungguin aku. Kita turunnya bareng-bareng.”
“Arasseo. Oppa tunggu di depan pintu.” Ucapnya lalu bangkit dan menutup pintu kamarku.
Sementara aku buru-buru ganti baju karena perutku memang sudah lapar dari tadi.
***
Author pOV
Sementara di ruang makan, beberapa namja sedang membicarakan hal yang serius.
“Ngomong-ngomong, ada apa hyung memanggil kami ke sini,” ucap Lee Teuk kepada Heechul.
“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kalian,” sahut Heechul dengan wajah yang serius.
“Kelihatannya serius sekali?” ujar Donghae melihat ekspresi muka sunbaenya itu.
“Ya. Memang serius. Ini menyangkut nyawa dongsaeng kami,” sambung Kibum.
“Memangnya kenapa dia?” Tanya Ryeowook penasaran.
Lalu Heechul dan Kibum bergantian menjelaskan keadaan sebenarnya keluarga mereka. Dan termasuk bahaya yang akan mengancam nyawa dongsaeng yang sangat mereka sayangi.
“Jadi Tuan dan nyonya Cho sekarang ada dalam penguasaan mereka?” Tanya Siwon hati-hati.
Heechul dan Kibum tidak menjawab hanya mengangguk.
“Ngomong-ngomong siapa nama dongsaeng Hyung? Apa dia cantik?” ucap Eunhyuk iseng.
“Ya!”
PLETAKK…
Sebuah jitakkan mendarat mulus di ubun-ubun Eunhyuk. Sementara yang dijitak cuma bisa meringis kesakitan dan nyengir-nyengir monyet *dibantai*.
“Ya! Berhentilah berbicara yang tidak berguna kunyuk,” ucap Hankyung.
“Ne. aku hanya bertanya pun. Memangnya tidak boleh?” ucap Eunhyuk membela diri.
“Dia adalah… Cho Hye Mi.” ucap Kibum membuat mereka semua terkaget kecuali Lee Teuk.
—TBC—
Dong Hae pOV
“Dia adalah Cho Hye Mi,” mendadak kami semua kaget. Termasuk aku.
‘Bagaimana bisa?’ tanyaku dalam hati.
Mendadak ada rasa kasihan pada gadis itu. Bagaimana bisa gadis yang manis seperti dia akan mengahadapi kenyataan yang begitu mengerikan?
“Jadi siapa yang akan kami hadapi?” Tanyaku.
“Dia adalah seorang mafia yang berbahaya. Dulunya dia adalah sahabat keluarga Cho. Tapi kekayaan ternyata telah mengubahnya menjadi iblis,” ucap Heechul geram.
“Geure. Dia adalah orang yang berbahaya. Dia tahu bahwa kami semua begitu menyayangi Hye Mi dan jika terjadi sesuatu yang buruk pada Hye Mi, kami semua akan sangat sedih. Terlebih lagi ahjussi dan ahjumma Cho. Jadi dia ingin menggunakan Hye Mi untuk menekan kami semua agar tunduk padanya,” Sambung Kibum.
Kami menghentikan pembicaraan kami saat kami dengar suara langkah menuruni tangga. Itu pasti dia.
***
Hye Mi pOV
Setelah selesai ganti baju, cuci tangan dan kaki, aku dan Kyu Oppa langsung turun ke bawah segera menuju ke ruang makan sambil menggelayut manja di tangannya.
Betapa kagetnya saat aku dan oppa sampai di ruang makan. Di sana tidak hanya ada Chullie dan Ki bum oppa yang menunggu. Tapi ada sekitar 7 namja lagi yang sangat ku kenal telah duduk dengan manis di sana. Mereka tersenyum manis kepadaku. Berbeda saat mereka di sekolah.
Huh… bilang saja mereka mau mencari muka di depan oppa-oppaku. Tapi kenapa mereka ada di sini? Apa oppa-oppaku mengenali mereka?
“Ngapain kalian di sini!” ucapku ketus.
“Jagi, jangan bersikap begitu kepada tamu kita. Bersikaplah manis,” ucap Kyu oppa menasehati.
“Tapi oppa…” belum sempat aku melanjutkan omonganku, Kyu oppa menarikku untuk duduk.
Dan sialnya, sekarang aku duduk tepat berhadapan dengan namja menyebalkan itu. Tapi aneh, tatapannya tidak lagi tajam seperti biasa. Tapi malah tatapan lembut yang semakin membuat jantungku berdetak kencang.
Dia terus menatapku seperti itu. Aku jadi merasa tidak enak ditatap seperti itu. Ya ku balas saja tatapannya itu dengan tatapan tajamku.
Ada apa dengan dia? Gumamku dalam hati.
“Oppa sebenarnya ada apa ini?” tanyaku meminta penjelasan pada ketiga oppaku ini.
“Hye Mi~ah, perkenalkan, mereka adalah…” belum sempat Heechul oppa memperkenalkan mereka satu-satu kepadaku, langsung aku potong.
“Aku sudah tahu,” potongku cepat.
“Oh ya? Jadi kalian sudah saling mengenal? Syukurlah,” ucap Kibum oppa.
“MWO? Syukurlah? Apa-apaan itu?” ujarku sinis.
“Hye Mi~ah. Mereka ini adalah teman-teman oppa dulu sewaktu berlatih taekwondo dulu,” ucap Heechul oppa.
“Truss?” tanyaku acuh tak acuh.
“Mulai sekarang, bertemanlah dengan mereka. Oppa akan sangat senang sekali jika kalian bisa akrab,” ucap Heechul oppa lagi membuatku tersedak makanan yang aku makan.
“uhuk… uhuk…” aku tersedak mendengar penuturan Heechul Oppa.
Tenggorokanku rasanya perih sekali.
Kyu oppa langsung memberikanku air putih. Sementara Kibum oppa menepuk-nepuk pelan punggungku.
Apa lagi ini?
“Mwo? Shireo. Aku tidak mau berteman dengan preman. Oppa nggak tahu. Mereka itu sering mengerjaiku di sekolah. Mereka itu jahat oppa” ucapku.
“Ya! Kau ini kenapa selalu menyebut kami preman hah? Jinjja,” ucap donghae geram kepadaku.
“Memang kalian preman kan? Apalagi kau,” ujarku sambil menunjuknya.
“Jagi, jangan seperti itu,” ucap Kyu oppa sambil menurunkan telunjukku yang tadi mengacung ke Donghae.
“Ya! Hye Mi, kami ini memang sering buat keributan. Tapi kami tidak seburuk yang dirimu pikir. Dan soal itu, aku mewakili teman-temanku yang lain minta maaf,” sahut Lee teuk kalem membela diri.
Aku hanya diam. Enak saja minta maaf. Setelah apa yang mereka lakukan kepadaku belakangan ini. Tidak akan kumaafkan.
Kami melanjutkan makan dalam diam. Sebenarnya hanya aku saja sih. Yang lainnya sibuk berbicara entah apa itu aku juga nggak ngerti. Urusan sesame namja mungkin. Sesekali aku mencuri pandang ke arah Donghae, tapi sialnya saat aku akan memandangnya dia juga sedang memandang ke arahku. Aissshh… menyebalkan.
Setelah selesai makan, aku langsung ngacir menghampiri kucing kesayananku yang dibelikan Kyu oppa kemarin. Sementara para namja itu sedang asyik mengobrol dengan oppa-oppaku.
“Yaisshh!! Kenapa bisa jadi begini? Aku sangat membenci mereka. Tapi mengapa oppa-oppaku tidak mengerti?” ucapku pada diri sendiri sambil menatap kucing kesayanganku yang kemarin dibelikan oppa-oppaku.
“Ehem…” dehem seseorang membuatku mengehentikan celotehku.
Aku langsung berbalik ke belakang dan mendongak ke atas untuk melihat siapa orang itu. Dan ternyata dia adalah Lee Dong Hae. Huhh!!
“Mau apa kau ke sini huh?” ucapku ketus.
“Ya! Tidak bisakah kau berbicara lembut sedikit? Kau itu manis. Seharusnya kau berbicara dengan lembut biar sesuai dengan wajahmu itu,” ujarnya membuat wajahku memanas dan mungkin sudah berubah warna.
Ya, ya, ya! Apa yang dikatakanya tadi? Aku manis? Huh! Emang! Baru nyadar dia. Tapi kenapa dia tiba-tiba berubah drastis begitu? Pasti ada udang di balik bakwan, eh salah, udang di balik batu maksudnya. (berusaha ngelawak, hehe…).
“Ya! Kenapa kau sekarang berubah begitu hah?! Cepat katakan apa yang sedang kau rencanakan?” tanyaku tajam.
“ckckck… mengapa kau selalu berpikiran negative terhadapku huh? Ternyata selain cara bicaramu yang kasar itu, kau juga mempunyai pemikiran yang jelek kepada semua orang. Aigoo… kau benar-benar parah.” Ujarnya mulai membuatku emosi lagi.
“YAA!!” teriakku.
“Aishh jinjja. Suaramu benar-benar parah,” ucapnya sambil menutup telinganya.
“Sudahlah. Aku tidak mau kita terus bertengkar seperti ini. Lebih baik kita berteman. Kau mau kan?” ucpnya lembut sambil mengulurkan tangannya.
Aku menatap tajam mata namja menyebalkan itu. Memang, aku lihat dari matanya tidak ada kepura-puraan sama sekali. Yang aku tangkap dari pandangannya adalah ketulusan. Mungkin dia benar-benar tulus. Tapi tetap saja aku gengsi jika harus menerima pertemanannya itu.
“isshh,” ujarku sambil menepis tangannya dan kembali menatap fishy.
“Ok kuanggap kau setuju,” ucapnya memaksa.
Terserah kau lah Lee Dong Hae.
“Ngomong-ngomong, kau punya kucing yang lucu, siapa namanya?” anyanya.
“Fishy,” jawabku singkat masih asyik menatap Fishy.
“Fishy? Ya! Dia itu kucing, bukan ikan,” protesnya.
Laaahh… kan aku yang punya kucing, kenapa dia yang sibuk??
“Memangnya kenapa kalo aku kasih nama Fishy? Terserah aku lah. Kucing kan kucing aku, bukan kucingmu. Huh.” Ucapku lagi sewot.
“Ya elah gitu aja sewot. Ya udah deh terserahmu,” ucapnya sambil tersenyum kelihatannya dia senang sekali membuatku naik darah.
“Eh aku juga punya peliharaan loh. Tapi dia anjing, namanya Bada.” Ucapnya lagi.
“Nggak nanya,”
“Cuma sekedar info aja,” ucapnya sambil nyengir.
Dasar namja ini. Aneh.
***
Kyuhyun pOV
Diam-diam aku menatap dongsaeng kesayanganku dan Lee Dong Hae dari jauh. Tampaknya mereka tidak begitu akur.
Tapi entah mengapa, aku yakin sekali bahwa Dong Hae bisa menjaga dan melindunginya. Ya, dia bisa menggantikanku dan hyung untuk menjaga Hye Mi jika suatu saat terjadi hal yang buruk pada kami.
Eomma dan Appa, kalian tenanglah. Di sini banyak yang akan menjaga Hye Mi.
“Bagaimana menurutmu Lee Dong hae itu?” Tanya Kibum mengejutkanku.
“Eh, eng, kulihat dia namja yang baik. Meskipun penampilannya agak urakan. Dan kurasa dia pasti bisa menjaga dan melindungi Hye Mi,” ucapku.
“hmhm… kau benar. Don’t judge book from the cover. Dia dan teman-temannya memang seperti itu. Tapi percayalah, mereka adalah namja yang baik dan bertanggung jawab.” Ujar Kibum meyakinkanku.
“Ya, aku percaya pada kalian. Tapi sepertinya Hye Mi tidak terlalu suka dengan mereka, apalagi Dong Hae,” ucapku lagi.
“Yah, lama-kelamaan pasti Hye Mi akan suka. Aku percaya itu. Kajja,” ucap kibum lagi sambil menarik tanganku. Membiarkan mereka berdua di taman.
“Jogiyo!” seru seseorang dari luar sana ketika aku dan kibum sampai di ruang tengah.
Aku yang baru akan duduk mengurungkan niatku dan beranjak ke ruang depan untuk membukakan pintu.
“Ye…” sahutku terputus ketika aku melihat siapa yang bertamu.
Ada seorang yeoja yang, menurutku sangat manis, dengan dress putihnya. Ditambah lagi dengan gaya bicaranya yang, ya ampun, di seperti malaikat. Tapi, kenapa malaikat seperti dia bisa datang ke rumahku?
Sesaat kami saling beradu pandang. Mengagumi lawan bicara masing-masing. Atau mungkin hanya aku yang mengagumi dirinya.
“Jogiyo, apa ini rumahnya Hye Mi?” tanyanya memecah keheningan antara kami.
“N-ne?” tanyaku masih belum sadar dengan pesonanya.
Aisshh… mengapa masih ada yeoja yang menyilaukan di dunia ini?(?)
“Aah, ne. ini rumah Hye Mi. kau sendiri siapa?”tanyaku setelah kesadaranku kembali 100%.
“Perkenalkan, aku teman sekelasnya Hye Mi, Shin Hanna imnida.” Ujarnya memperkenalkan diri.
“Aah iya. Hye Mi pernah menceritakanmu. Dia bilang kau teman pertamanya saat ia pertama kali pindah ke sekolah itu. Kalau begitu masuklah. Hye Mi ada di taman,” ucapku mempersilahkan dia masuk.
Dia masuk dan terus berjalan ke dalam, sementara aku mengikutinya dari belakang masih dengan pandangan kagum. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melewati ruang tengah, tempat super junior, Chullie Hyung dan Kibum sedang mengobrol.
“Omo,” ucapnya kaget.
Dan sekarang semua mata namja yang ada di situ menoleh ke arahnya. Huh, entah kenapa aku tidak suka yeoja ini dipandang oleh laki-laki lain selain aku. Bagaimana salah satu di antara mereka ada yang menyukainya.
“Omo. Hanna~ya! Kau sudah datang? Kajja, kita di kamarku saja,” seru Hye Mi tiba-tiba dan langsung mengajak yeoja bernama Hanna itu ke atas.
“Yaaa… manis sekali yeoja itu? Pintar sekali Hye Mi mencari teman,” gumam Heechul hyung sambil terus menatap Hanna hingga menghilang.
“Ya! Hyung, gag usah segitunya kali lah,” ujarku kemudian menghempaskan tubuhku di sampingnya.
“Ya! Kau ini kenapa? Tiba-tiba sewot begitu?” ucap Heechul Hyung.
***
Heechul pOV
“Yaaa… manis sekali yeoja itu? Pintar sekali Hye Mi mencari teman,” gumamku sambil terus menatap Hanna hingga menghilang.
“Ya! Hyung, gag usah segitunya kali lah,” ujar kyu kemudian menghempaskan tubuhnya di sampingnya.
“Ya! Kau ini kenapa? Tiba-tiba sewot begitu?” ucapku pura-pura bego.
Ya, aku tahu kenapa kau begitu kyu? Kau pasti menyukainya. Hhh, syukurlah akhirnya ruang di hatimu kembali kosong setelah sekian lama kau mengisinya dengan kesakitan.
***

Hanna pOV
“Hyaa… rumah ini mengagumkan sekali. Tampak dari luar saja sudah bagus. Benar-benar seperti di surga. Beruntung sekali Hye Mi ini.” Gumamku dalam hati sambil memandangi kamar Hye Mi yang bernuansa serba Saphire Blue itu. Benar-benar kamar yang nyaman.
“Ya Hanna! Kau ini mengapa berdiri seperti itu? Sini, duduklah,” ucapnya membuyarkan lamunanku.
“Ah, err,” ujarku langsung duduk di tempat tidurnya.
“Hye Mi~ah, kau memang sangat beruntung sekali. Rumahmu begitu besar dan nyaman. Di tambah lagi semua keluargamu menyayangimu,” ujarku lagi.
“Hm… oppa-oppaku memang menyayangiku. Tapi sepertinya orang tuaku tidak.” Ucapnya lagi terlihat tidak bersemangat.
“Omo, kenapa kau berbicara seperti itu Hye Mi~ah? Mereka pastilah juga sangat-sangat menyayangimu,” ucapku agak sedikit tidak enak.
“Kalau meereka menyayangiku, pastilah mereka ada di sini. Ada di saat aku butuh mereka.” Ucapnya dengan nada kesal.
“Tapi ya udahlah. Toh aku masih punya oppa-oppa yang menyayangiku.” Ucapnya lagi.
Aku hanya terdiam. Nggak tahu harus ngomgong apa.
“Eh iya Hye Mi~ah. Apa tadi yang di bawah itu Super Junior?” tanyaku.
“Hmm…” jawabnya malas.
“Tapi kenapa mereka ada di sini?” tanyaku lagi.
“Mereka itu ternyata teman-temannya Heechul dan Kibum oppa saat berlatih taekwondo dulu.” Jawabnya lagi.
“Oo…” ujarku ber’oh-oh’ ria.
“Oh iya mana Shindong sama Sungmin? Koq kau hanya sendiri saja ke sini? Bukankah mereka juga janji mau ke sini?” tanya Hye Mi.
“Itu… errr mereka tiba-tiba ada urusan masing-masing. Jadinya hanya aku saja yang bisa,” jelasku padanya.
****
Author POV
Siang itu Hye Mi dan Hanna menghabiskan waktu bersama di rumah Hye Mi. mereka melakukan banyak hal yang biasa dilakukan para yeoja kalau sudah ngumpul-ngumpul.
Hye Mi terlihat sangat senang sekali berteman dengan Hanna. Dia merasa Hanna bisa menjadi teman yang baik untuknya.
Setelah puas bermain seharian, pukul 5 sore Hanna pamit pulang kepada keluarga Hye Mi.
“Kau yakin mau pulang sendiri? Aku bisa menyuruh oppa-oppaku untuk mengantarkanmu,” ucap Hye Mi dengan berat hati melepas Hanna.
“Ani, tidak usah repot-repot Hye Mi~ya. Aku bisa pulang sendiri.” Tolak Hanna halus.
“Kau yakin? Ini sudah sore loh,” tanya Hye Mi lagi.
“Ne, aku yakin. Kau ini cerewet sekali. nanti kalau sudah sampai akan ku telpon okee??” ucap Hanna meyakinkan.
“Arraseo. Berhati-hatilah Hanna~ya,” ucap Hye Mi sambil melambai di balik pagar. Begitupun Hanna yang juga membalas lambaian tangan Hye Mi sambil terus berjalan menjauh.
Setelah sampai di halte bus, handphone Hanna bordering.
“Yeoboseyo?” sapanya pada seseorang di seberang sana.
“…”
“Ne sajangnim aku sudah tahu.” Ujar Hanna.
“…”
“Arraseo, akan kulaksanakan secepatnya.”
“…”
“Eo,” ucap Hanna malas kemudia mengakhiri pembicaraan.
Belum lama setelah itu, bis yang ditunggunya pun datang dan Hanna pun langsung masuk ke dalam bis.
Sementara di halte masih ada seseorang yang daritadi terus memperhatikan dan mendengarkan apa yang Hanna bicarakan dengan seseorang yang ditelponnya tadi. Dia menyeringai tajam.
“Shin Hanna.” Desisnya.

TBC

Akhirnya part 2 selesai juga. Mian membuat kalian menunggu lama. Part ini agak aku panjangin. Sebenarnya ini 2 part tapi aku gabungin ‘n tambahin dikit2 ceritanya.
Gimana? Kalian puas? Atau mengecewakan? Atau kurang panjang lagi?
Hmm… makasih buat yang udah mau baca ‘n komen ff ku. Aku seneng banget baca komen kalian. Untuk yang selanjutnya aku akan berusaha buat yang lebih bagus lagi.
Yaa udah deh segitu dulu kata-kata sambutan(?) dari author *readerdeul:banyak bacot nih author x(*
Hehehe…
Jangan lupa berkunjung juga yaa ke blog pribadi ku di http://starcraftsjline.wordpress.com/

Annyeong ^^

Entry filed under: Boyband, Chaptered, FanFiction, Freelance, Genre, Indonesia, K-Pop, Language, Super Junior, Type. Tags: .

[FF/CHAPTERED/PG-16] Truth-One [FF/CHAPTERED/PG-16] Truth-Two

3 Comments Add your own

  • 1. Nis_a bling"  |  December 17, 2011 at 12:17 PM

    Intrik crtany g brlebhan mind. .jdny enak d bcA n g ngebosenin. .
    Ayo mind lnjt Part 3, ,😀

    Reply
  • 2. ara_zahra  |  December 20, 2011 at 1:03 PM

    penassaran niee…cepatlah hingga selesai ya min..aku jdi penasaran banget,kayak lgi ngalamin sendiri ceritanya..

    Reply
  • 3. Ewiqkim  |  June 12, 2013 at 11:13 PM

    thor blognya diproteck aku gg bisa buka jadinya TT__TT

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,626 hits

Day by Day

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: