[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 10

November 11, 2011 at 8:00 AM 7 comments

Title : Psycho

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Cho Kyuhyun, Park Chae Rin, Song Joong Ki and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 9 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves. This story is only a fiction. So please don’t sue me.

A/N : Masih mau baca lanjutannya? Komen yang banyak! makin banyak komennya saya bakal makin semangat nerusin ff ini hehehe *kyuhyun (read:evil) laugh.

follow twitter saya @sarahchoadler

add FB saya Sarah Sucia

***

 

“2 Asetil Co-A berubah menjadi 2 Asam sitrat…” Kyuhyun sunbae sedang menghafalkan siklus krebs. Padahal dari tadi dia mengeluh malas menghafal. Aku membawakannya camilan dan jus strawberry. Kemudian aku duduk du sebelahnya. Dia mengambil wafer yang kubawa lalu berbaring di pangkuanku. Aku hanya mengelus kepalanya saja. “2 Asam malat berubah menjadi 2 asam… asam…”

“Oksaloasetat,” bantuku.

“Oksaloasetat, meubah 2NAD menjadi 2NADH…” dia kembali bergumam sendiri. Manis sekali. Entah kenapa belakangan ini dia tidak kambuh. Aku senang bersama dia yang ini. Manis. “Otakku konslet,” katanya.

“Baru juga menghafal segitu, kau bisa menang olimpiade matematika tapi begini saja menyerah, payah,” dia mengerucutkan bibirnya, lucu. Aku mengecupnya tapi kemudian dia menahanku untuk tidak melepaskannya. Kami berciuman.

“Rasa strawberry,” katanya. “Manis,” tambahnya lagi.

Bel rumahku berbunyi.

“Aku bukakan pintu dulu sebentar,” ujarku dia duduk dan kembali membaca. Aku meninggalkannya untuk membuka pintu. “Onnie… masuk,” ujarku ramah.

“Kyu di dalam?”

“Iya, sekarang ‘kan dia tinggal di sini, diusir keluar dari apartemennya yang lama itu,”

“Aku tidak masuk kalau begitu, daripada dia kumat lagi,”

“Belakangan ini Kyu sunbae sudah tidak kumat lagi, dia sudah mulai membaik,”

“Benarkah? Apa dia masih sering ke psikiater?”

“Masih, kemarin aku mengantarnya,”

“Aku berhutang banyak padamu, Chae Rin…”

“Kau tidak berhutang apapun, Onnie…”

“Chae, siapa? Lama sekali sih…” Kyuhyun sunbae menyusulku dan dia langsung terpaku menatapi kami.

“Mau apa kau?” tanyanya ketus.

“Bisakah kau bersikap sopan sedikit terhadap kakakmu?” Ahra onnie agak berteriak.

“Ah please, jangan bertengkar di depan pintu, masuklah dan selesaikan kesalahpahaman di antara kalian.” Leraiku.

“Tidak perlu, sana keluar!” Kyu sunbae mendorong tubuh mungil Ahra onnie.

Sunbae…”

“Chae… kenapa kau malah membelanya, dia membiarkan umma mati begitu saja, dia juga membiarkan appa berselingkuh, kakak macam apa dia?” Kyuhyun sunbae berteriak makin keras.

“Lalu aku harus apa? Kau pikir aku tidak melakukan apapun saat umma sekarat? Aku langsung menelepon ambulans, tapi mau bagaimana lagi? Dia sudah kehabisan banyak darah, kau pikir aku tidak kehilangan umma?” Ahra onnie mulai menangis. “Aku juga bisa apa melihat appa begitu? Aku sudah pernah menemui Fei di rumah ini, aku bilang padanya untuk jangan mengganggu keluarga kita, tapi nihil, Kyu… aku juga sudah minta suami Fei untuk mengontrolnya agar tidak mengganggu appa, tapi itu juga tidak berguna, Kyuhyun! Selama ini kamu hanya tahu aku diam, padahal aku sudah melakukan semua yang kubisa!” Ahra onnie makin tidak terkontrol. Kyuhyun sunbae terdiam, hening beberapa saat, hanya isakan dari Ahra onnie yang terdengar.

“Em… jogiyoSunbae, kau sudah dengar, kau hanya tidak tahu, jangan men-judge-nya begitu… kalian hanya kurang berkomunikasi…”

Noona, mianhae…” ujarnya. Ahra onnie mendekatinya dan memeluknya. Melihatnya sungguh manis, aku tidak punya adik atau kakak, melihat mereka aku jadi iri.

Bel rumah berbunyi lagi. Kenapa banyak sekali tamu hari ini?

“Kalian masuk saja ke dalam, aku terima tamu dulu. Sunbae, tolong ambilkan minum untuk kakakmu,”

“Chae… gomawo…” bisiknya. Aku hanya tersenyum. Mereka ke ruang tamu dan aku membukakan pintu..

“Sore,” Joong Ki sudah ada di depan pintu.

“Joong-ah? Ada apa?” aku mendelik ke belakang, takut-takut Kyuhyun sunbae kembali lagi.

“Bukankah kau yang bilang kita harus melakukan hal yang biasanya? Aku ke sini untuk bermain.” Ujar Joong polos.

“Ah? Em… waktunya tidak tepat, sedang ada tamu…”

Sunbae itu lagi?” dia menghela napas panjang.

“Suruh Joong Ki masuk, Chae…” titah Kyuhyun sunbae. Apa  dia bisa melihat kami dari sana?

Ne? ah… i… iya…” jawabku.

“Sekarang dia bisa mengendalikanmu ya? Lucu sekali,” sindir Joong Ki. Kami masuk ke dalam. Kyhyun sunbae dan Ahra onnie sepertinya sudah tidak apa-apa.

“Kau?” tanya Joong Ki melihat Ahra onnie.

“Kita bertemu lagi,” balas Ahra onnie.

“Kalian saling kenal?” tanyaku. Mereka hanya menjawab dengan senyum. Aneh.

“Mau apa kau ke sini?” tanya Kyuhyun sunbae setengah menggertak. Tangannya sudah mengepal. Aku segera duduk di sebelahnya dan memegang kepalan itu.

“Aku cuma mau main, sebelum kenal kau tiap hari Chae Rin main denganku, salah?” suara Joong Ki terdengar menantang.

“Setelah kau hampir membuat kami putus masih bisa kau bicara begitu?” Kyuhyun sunbae terdengar menahan amarahnya.

“Aku hanya ingin Chae Rin tahu, salah? Aku cuma mau yang terbaik untuknya, salah juga?”

“Jangan pernah berpikir untuk mendapatkannya, dia milikku dan selamanya akan begitu,”

Sunbae… sudahlah…” bisikku pelan. “Joong, kumohon, jangan begitu…”

“Joong Ki, bisa kita bicara?” tanya Ahra onnie. “Di luar,” Joong Ki menatapinya skeptis. Tapi Ahra onnie tersenyum tulus. “Ayo…” Ahra onnie berdiri.

Noona kau mau apa?” tanya Kyuhyun sunbae.

Anni, aku mau bicara dengannya, urusan pria dan wanita,” dahi Kyuhyun sunbae mengerut, dia bingung, sama denganku. “Joong Ki, ayo…” Joong Ki beranjak dan mengikuti Ahra onnie. “Kami pergi dulu, bersenang-senanglah…”

“Apa maksudnya?” tanyaku.

“Tidak tahu,” Kyuhyun sunbae sepertinya kesal.

Sunbae… sudahlah, dia tidak macam-macam ‘kan? Dia bahkan tidak menyentuhku,”

“Dia hanya menatapmu pun aku cemburu. Apa aku sudah pernah bilang aku takut kehilanganmu?”

“Sudah, aku sudah dengar itu berkali-kali,” aku memegangi pipinya. Menatap bibirnya yang merah. Dan menciumnya, membiarkan ciuman kasarnya berubah menjadi lembut. “Sedikit tenang kan?” dia mengangguk. “Apa aku sudah pernah bilang kalau aku hanya mencintaimu?”

“Sudah, tapi aku ingin mendengarnya lagi,”

“Aku mencintaimu, aku mencintaimu, hanya kamu…”

 

***

 

“Chae… malam ini, ayahku dan ibumu mengajak kita makan malam,” ujar Kyuhyun sunbae setelah menerima telepon.

“Tadi itu ayahmu?” dia mengangguk. “Untuk apa? Kalau kita datang pasti ujung-ujungnya bertengkar,”

“Dia bilang ada yang harus mereka bicarakan dengan kita, aku juga tidak tahu apa.”

Sunbae… aku takut…”

Gwenchana, kita hadapi saja mereka.” Aku menghela napas. “Mandilah dan pakai baju yang agak formal, kutunggu kau di bawah, Jagi.”

Setelah Kyuhyun sunbae turun aku segera mandi dan memilah baju. Kuputuskan memakai mini dress hitam dengan aksen berlian imitasi di lehernya yang rendah. Aku menggelung rambutku dan merapikan poniku ke samping. Memoles sedikit wajahku dengan bedak dan lipstick. Sudah begini saja. kuambil tas tangan kecil yang kuisi dengan dompet dan handphone. Lalu memakai heels silver yang senada dengan aksen dress-ku. Aku turun ke bawah dan Kyu sunbae sudah siap dengan jasnya. Tampan.

“Kenapa kita harus seformal ini?” tanyaku.

Appa mengajak kita ke restorannya yang mewah, masa kita mau pakai kaus?” aku mengangguk saja. “Kau cantik,” ujarnya, aku menunduk menghindari tatapan tajamnya. “Maaf tapi mobilku sudah kujual jadi kita naik taksi,” katanya lagi.

“Tak masalah…” aku mendekap lengannya dan di depan rumah sudah ada taksi yang Kyuhyun sunbae pesan. Dia membukakan pintu untukku kemudian dia masuk. Aku menggenggam tangannya dengan cemas.

“Apapun yang terjadi nanti, jangan menangis, ikuti saja apa kataku, oke?” kata Kyuhyun sunbae.

“Oke, tapi jangan berbuat yang macam-macam, basically mereka orang tua kita.”

“Kalau mereka masih menganggap kita anak.”

Kami tiba di depan restoran. Dadaku berdebar tidak karuan, sama seperti ketika menunggui Kyuhyun sunbae di rumah sakit waktu itu, cemas, bisa dibilang takut mungkin. Entahlah, perasaan yang aneh.

Kudekap erat lengan Kyuhyun sunbae. Aku melihatnya, dia tampak tenang, tapi jelas terlihat dia sedang berusaha mengendalikan emosinya.

Benar apa yang Kyuhyun sunbae bilang, restoran ini sangat mewah, tapi sepi. Seolah-olah memang sudah dipesan hanya untuk kami berempat.

Jogiyo, Tuan Cho Kyuhyun dan Nona Park Chae Rin?” tanya seorang pelayan.

“Benar,” jawab Kyu sunbae cepat.

“Anda berdua sudah ditunggu, mari saya antar,”ujarnya sopan. Kami diantar menuju sebuah meja besar, di sana sudah ada umma dan Cho ajusshi.

Annyeong hasseyo,” kataku. Kyu sunbae diam saja.

“Silakan duduk,” ujar Cho ajusshi. Kami duduk berserangan dengan mereka. Di bawah meja aku menggenggam tangan Kyu sunbae.

“Katakan ada apa,” Kyu sunbae to the point.

“Makan dulu, baru kita bicara,” karisma Cho ajusshi sama kuatnya dengan Kyu sunbae. Kami makan malam ditemani dengan cahaya lilin yang remang, juga keheningan yang menyelimuti kami berempat. Mungkin ini lebih terlihat seperti double date ketimbang rapat keluarga.

“Bisa aku minta vodka?” tanya Kyu sunbae.

“Kau masih di bawah umur, Kyuhyun,” ujar umma.

“Ada hak apa kau mengaturku?” umma langsung terdiam. Pelayan memberikan vodka untuk Kyu sunbae. “Bisa kau bicara sekarang Tuan?” ujar Kyu sunbae setelah meneguk vodkanya.

“Kau tinggal di mana sekarang?” tanya Cho ajusshi.

“Aku tinggal bersama Chae,”

“Berdua?” tanya umma lagi.

“Ya, bibi Hwang datang di pagi hari dan pulang di malam hari, kalau Chae meminta dia menginap,” jawabnya lagi.

“Sudah sejauh apa hubungan kalian?” tanya Cho ajusshi lagi.

“Hubungan kami serius, setelah selesai kuliah aku akan menikahi Chae Rin,” Cho ajusshi dan umma terdiam.

“Kalau begitu… kalian tidak akan pernah menikah, karena kalian akan menjadi adik-kakak,”

“Apa?” teriak kami bersamaan.

“Aku dan Fei akan menikah, bulan depan, itu artinya kalian akan menjadi saudara,” jangan menangis Chae… tenang… jangan menangis…

“Tidak! Kalian egois, kalian sudah menghancurkan keluarga kalian masing-masing dan sekarang kalian ingin menghancurkan hidup kami? Orang tua macam apa kalian?” Kyu sunbae menggebrak meja. Sehingga dua gelas anggur terjatuh dan pecah.

“Apa maksudmu menghancurkan hidup kalian? Kami hanya ingin kalian menjadi saudara, itu saja, kalian masih bisa saling bertemu, bertegur sapa…”

“Bukan hubungan macam itu yang bisa kami jalani, kami saling membutuhkan, bahkan aku lebih membutuhkan Chae Rin dari pada kau Tuan Cho,”

“Aku masih ayahmu, Cho Kyuhyun!”

“Apa seperti ini sikap seorang ayah? Membiarkan keluarganya hancur, dan sekarang menghancurkan hidup anaknya, itu yang kau sebut ayah?”

Plak. Cho ajusshi menampar Kyuhyun sunbae. Kyuhyun sunbae menampar balik ayahnya hingga terjatuh. Umma langsung menghampiri Cho ajusshi.

“Jangan pikir karena aku anakmu aku akan takut padamu, setelah semua yang kau perbuat semua wibawamu telah hancur di hadapanku Tuan Cho.” Kyuhyun sunbae mengamit tanganku. “Terima kasih untuk makan malamnya, selamat malam,” kamI keluar dari restoran itu. Kyu sunbae sangat marah, bahkan cengkeraman tangannya sangat erat di lenganku. Kami ada di luar, di jalanan. “Aaaaaaaaah…” dia berteriak pilu,

Sunbae… tenanglah…” dia mengepalkan tangannya dan memukul dinding, “Sunbae hentikan…” dia tidak mendengarku, dia berkali-kali memukul dinding, dia seperti orang gila sekarang, kepalan tangannya sudah berdarah. “Cho Kyuhyun hentikan kataku,” teriakku. Dia berhenti. Dia menatapku, menarikku hingga aku terbentur ke dinding. Dia melumat bibirku, ciumannya sangat kasar, dia benar-benar sedang marah. Tangannya masuk ke sela-sela rambutku, dia memperdalam ciuman kami hingga gelungan rambutku terlepas. “Sunbae…” kataku disela-sela ciuman kami. Dia makin bringas, ciumannya yang kasar membuat bibirku berdarah. “Sunbae… ini tempat umum…” susah payah aku mengatakan itu, tapi dia makin memperdalam ciumannya, kubiarkan dia menenangkan dirinya dengan menciumku hingga aku harus melewati beberapa puluh menit untuk menunggu ciumannya melembut. Dia mulai tenang. Dan melepaskanku.

“Maaf…” katanya. Dia menyeka bibirku yang berdarah dengan ibu jarinya.

“Sssssh…” ringisku, agak perih. Dia lalu menyedot luka di bibirku. “Gomawo,” dia menunduk sambil terengah. “Sekarang kita harus apa?” tanyaku.

“Tidak tahu, aku tidak tahu…”

 

TBC

 

 

siapa yang ga tau Drama Musical Dream High? (yang ga tau klik disini)

author psycho ini adalah leader dari Dance Cover “Black Mozaic” dan kami sudah masuk lima besar untuk perform di drama musical itu.

we need your help cukup tweet kaya gini –> @eventkpop Black Mozaic

tweet sehari 3 kali ya samapi tanggal 27 November

buat yang mau tau Black Mozaic bisa klik disini

kamsahamnida *bow

 

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Indonesia, PG, Romance, Super Junior. Tags: .

[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 9 [FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 11

7 Comments Add your own

  • 1. leehana15  |  November 11, 2011 at 10:35 AM

    kalau aku jadi Kyu ama Chae…
    y dah nikah tinggal nikah!
    enak aja!
    orang tua macam apa yang berselingkuh begitu terus malah seenaknya ikut menghancurkan masa depan anak sendiri!!
    ya dah kalau mereka hancur ya hancur aja!
    jangan ajak ajak anak2nya…
    ih kesel daku!!
    lanjutannya di tunggu ya!
    A.S.A.P!!
    ok!!
    Hwaiting!!
    ^^b

    Reply
  • 2. aliya  |  November 11, 2011 at 4:33 PM

    sumpah itu orang tuanya egois banget! sabar kyu….! kok jadi agak pendek? ditunggu part 11

    Reply
  • 3. GaemFishySilverCloud  |  November 12, 2011 at 6:50 AM

    Wahh bner2 tuu ortu naa gag tw diri….
    Skali2 mesti d kasi plajaran tuu biat insaf…
    Ckck….
    Part slanjut naa d tggu chingu…
    Hwaiting ^^

    Reply
  • 4. chiee  |  December 24, 2012 at 9:47 AM

    ortu’a kejam bgt…
    mkirin ksenangan sndri….
    bnr” dh ah..

    Reply
  • 5. shaeunhae (@shaeunhae)  |  January 12, 2013 at 6:08 PM

    ihh jahat banget sih dua mahluk itu(?)

    Reply
  • 6. cho_kyu_latte  |  November 21, 2013 at 3:19 PM

    kalo aq punya ortu kayak gitu udah gue tendang tuch dr daftar nama ortuku. buatku mending g punya ortu dripada punya ortu gila kayak gitu.satu lagi,selama aku baca ff ini, justru yg psycho menurutku itu tuan cho dech,bukan kyu.

    Reply
  • 7. california drivers license online  |  March 15, 2015 at 7:05 AM

    california drivers license online

    [FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 10 | Miss FanFiction

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

November 2011
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: