[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 9

November 9, 2011 at 8:00 AM 7 comments

Title : Psycho

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Cho Kyuhyun, Park Chae Rin, Song Joong Ki and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 9 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves. This story is only a fiction. So please don’t sue me.

A/N : Masih mau baca lanjutannya? Komen yang banyak! makin banyak komennya saya bakal makin semangat nerusin ff ini hehehe *kyuhyun (read:evil) laugh.

follow twitter saya @sarahchoadler

add fb saya di Sarah Sucia

abis baca fic ini tolong komen menurut kamu ending psycho mendingan kaya gimana hehehe kamsa *bow

***

“Song ajumma annyeong hasseyo…” ujarku saat pintu terbuka.

“Ah, Chae Rin… langsung ke kamar saja, Joong Ki baru saja makan.”

Ne kamsahamnida…” aku masuk ke kamarnya dan Joong Ki sedang berkutat dengan ponselnya.

“Chae Rin? Tumben, bodyguard-mu sedang libur?” sindirnya. Aku mendekatinya dan duduk di ranjangnya.

Ya! Apa-apan itu? Bagaimana keadaanmu?”

“Begini saja,” Joong Ki dingin sekali padaku.

“Joong-ah, bersikaplah seperti biasanya padaku, ini tidak nyaman tahu,”

“Bagaimana bisa aku bersikap biasa padamu, Chae Rin? Kita sudah tidak pernah melakukan hal-hal biasa yang sering kita lakukan bersama. Kita tidak pernah pergi sekolah bersama, tidak lagi pulang bersama, main PS, ke kantin, sekarang semua posisiku sudah diambil oleh orang gila itu.”

“Joong-ah jaga bicaramu…”

“Itu semua benar Chae Rin..”

“Oke, baik, aku minta maaf kalau aku tidak punya waktu untuk bersamamu lagi, tapi kau harus mengerti, bukankah kita dulu pernah bilang bahwa suatu saat nanti kita akan punya pasangan masing-masing? Dan kita tidak boleh cemburu satu sama lain? kau lupa itu?”

“…” Joong Ki terdiam.

“Jadilah Joong Ki yang biasanya…”

“Kamu bodoh, Chae Rin…” aku mendelik. “Itu semua bohong… kamu tidak sadar kalau aku dari dulu mencintaimu, ketika kamu bilang begitu aku dengan naif mengiyakan, padahal aku tidak terima dan berharap kita akan bersama,”

“Kamu yang bodoh… kalau kau bilang itu lebih cepat, sebelum aku bertemu dengannya, sebelum aku tergila-gila padanya, mungkin… mungkin saja… ah sudahlah Joong-ah… ada hal yang ingin kutanyakan padamu,” Joong Ki duduk bersandar pada kepala ranjangnya. Aku mengeluarkan album foto yang kuterima dari tasku. “Benar ini kau yang mengirimkannya?”

“…” Joong terdiam.

“Song Joong Ki jawab aku…”

“Kau pikir kenapa aku dan dia babak belur beberapa hari lalu?”

“Kenapa Joong-ah? Apa yang kau mau?”

“Bukan apa-apa, aku ingin kau membuka matamu, bahwa lelaki yang kau cintai selama ini adalah orang yang ingin menghancurkanmu,”

“Tapi kau terlambat Joong-ah, kau benar-benar terlambat…”

“Apa yang dia lakukan hingga membuatmu begini, hah? Dia benar-benar membuatmu hilang akal, Chae Rin…”

“Aku tidak tahu, Joong-ah… aku…”

“Sebentar saja, pikirkan aku, Chae Rin… sejak ada dia kau selalu mengacuhkanku…”

“Dia membutuhkanku Joong-ah, terlalu banyak hal sulih yang terjadi di hidupnya, terlalu banyak yang tidak dia miliki sedangkan kau punya,”

“Tapi dia punya kau sekarang dan aku tidak. Itu yang paling buruk.”

“Sudahlah, Joong-ah… aku harus pulang, cepat sembuh…” aku berdiri.

“Salam untuk pria gilamu,” aku menatap Joong Ki kesal. Harusnya kau marah-marah padanya hari ini, tapi aku tidak bisa. Song Joong Ki kau bodoh.

***

“Kau Park Chae Rin ‘kan?”

“Cho… Ahra?” dia mengangguk.

“Bisa kita bicara?”

“Tentu,” dia menggiringku ke mobil putihnya kami masuk ke kedai kopi. Kami diam selama perjalanan. “Apa yang bisa kulakukan untukmu?” tanyaku setelah pelayan pergi.

“Aku tidak menyukaimu, aku tahu kau anak Fei, karena itu aku tidak suka padamu, tapi…” aku mendongak ke arahnya. “Sejak bersamamu Kyu jadi lebih tenang, lebih manis, lebih bersemangat, apalagi Kyu dekat dengan umma, setelah kepergian umma Kyu sempat hilang arah, dia kebingungan sampai mau bunuh diri segala ‘kan?” perkataannya lembut tapi tetap tegas. Kupikir dia jahat, tapi tidak untuk sekarang.

“A… apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”

“Tetaplah bersama Kyuhyun, dia membutuhkanmu lebih dari apapun… Psikisnya terganggu sejak dia tahu appa berselingkuh, melihat appa berlaku manis terhadap kami dan berlaku kasar terhadap umma membuat sikapnya tak terkontrol, waktu di SMP dia sempat dijauhi teman-temannya, itu memperburuk keadaannya. Awalnya di SMA juga begitu, tapi dia tumbuh menjadi anak pintar dan tampan, ditambah fasilitas dari ayah membuatnya terlihat sempurna. Dan beginilah dia sekarang.”

“Kukira, kau itu jahat, memang Kyu sunbae tidak pernah cerita tentangmu, tapi dia selalu berteriak melihatmu, seperti… marah…”

“Dia pikir aku membela appa, membiarkan keluarga kami yang bahagia hancur karena seorang wanita, dia pikir aku tidak peduli pada umma yang paling dia cintai. Dia salah menilaiku.”

“Aku juga sempat salah menilaimu, terima kasih… onnie…”

Cho Ahra tersenyum sangat manis, sama manisnya jika Kyu sunbae sedang sadar.

***

“Bibi bukakan pintu…” teriakku saat bel yang kutekan tidak berguna. Pintu terbuka dan aku malah melihat wajah pucat itu di baliknya. “Sunbae… apa yang kau lakukan di sini? Hari ini jadwalmu belajar biologi ya?” aku masuk kemudian menutup pintu.

Anni, aku mau numpang tinggal di sini.”

Mworagoyo?”

“Kita sudah berbulan-bulan bersama kenapa kau masih gunakan bahasa seformal itu?” tanyanya risih.

Anniyo, belum biasa, ah sunbae… kau serius mau tinggal di sini?”

“Serius,”

“Emm…” aku berjalan mendahuluinya.

“Kau keberatan? Aku harus tinggal di mana lagi, Jagi…” dia memelukku dari belakang.

Sunbae… nanti bibi Hwang lihat, malu…”

“Dia sudah kusuruh pulang,”

Hah? Sunbae… dia belum buat makanan,”

“Biar saja, ‘kan ada kau…” aku menoleh ke belakang.

“Kau ini, sembarangan sekali sih…” dia malah mencium bibirku. “Sunbae…”

“Hari ini lama sekali pulangnya?” tanyanya.

“Tadi aku menemui seseorang dulu,”

“Joong Ki?” dia melepaskan pelukannya.

“Bukan, jangan marah dulu, dengarkan aku kenapa sih?”

“Lalu?”

“Ahra onnie…”

“Dia… sejak kapan kau memanggilnya onnie?” dia tampaknya kesal sekali pada Ahra onnie.

“Sejak barusan, kenapa kau terlihat membencinya?”

“Aku tahu dia tahu tentang perselingkuhan appa, tapi di hadapanku dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia membiarkan umma menderita,”

“Tahukah kau apa yang dia katakan padaku tadi?” Kyuhyun sunbae menggeleng. “Dia memintaku untuk tidak meninggalkanmu, dia mencintaimu, Sunbae…” aku mengelus kepalanya. “Kau salah menilainya, Jagi…” Kyuhyun sunbae tersenyum. “Kenapa kau senyum-senyum begitu?” tanyaku.

“Kau memanggilku jagi…” aku menunduk malu. “Mukamu merah, manis sekali…”

Sunbae… jangan meledekku… sudah ah aku mau buat makan malam dulu,” aku meninggalkannya ke dapur. Dia mengikutiku dari belakang. “Sana kerjakan yang lain… eh, hari ini kau harus belajar biologi, sana kerjakan soal nanti aku periksa. Ujian sebentar lagi, Sunbae…”

“Panggil aku oppa,”

“Em?”

“Kita sudah lama pacaran, masa kau akan memanggilku, Sunbae terus?”

Oppa? Nanti saja deh…”

“Ish…” dia meninggalkanku ke ruang tamu.

Sunbae, kau pakai kamar di sebelah kamarku saja ya? Itu kamar tamu.”

“Em…” jawabnya malas. Manis sekali.

***

Yobseyo, Appa…” ujarku saat menerima telepon dari appa.

Yobseyo, Chae… sedang apa?”

“Baru saja aku akan tidur, tumben sekali kau menelepon?”

“Kau tidak merindukanku, hem?”

“Tentu saja aku merindukanmu, Appa…” suaraku berubah parau, aku terlalu merindukannya.

“Jangan menangis, kau mau appa menjemputmu dan kau tinggal bersamaku?”

Anniyo,” aku menghapus air mataku yang sudah meleleh. “Itu akan lebih sulit, terlalu banyak kenangan,”

“Maafkan appa, Chae…”

“Bukan salahmu, salah umma, kenapa dia begitu bodoh untuk meninggalkan kita,” aku mulai sesenggukan.

Uljima, Chae…”

“Kenapa umma jahat sekali, ah… aku tahu appa pasti lebih tersakiti dari pada aku, carilah wanita lain yang lebih baik daripada umma,”

“Tidak segampang itu, Jagi…”

“Ah iya, Kyuhyun sunbae tinggal di sini untuk sementara waktu, tidak apa-apa ‘kan?”

“Asal kalian tidak berbuat macam-macam sih, nanti aku akan meneleponnya lagi,” ujar appa tegas.

“Jangan menceramahinya terus, Appa… kasihan dia,”

“Kau benar-benar mencintainya ya?”

“Sangat,”

“Entah mengapa appa jadi cemburu…” aku tergelak lemah mendengar pernyataan appa.

“Kapan-kapan kita harus jalan bersama,”

“Pasti,”

Appa aku mau tidur dulu ya? Kau meneleponku larut sekali sih…”

Mian, appa sibuk, ini saja baru sampai apartemen, tadi appa lembur,”

Jinja? Awas nanti kau sakit tidak ada yang mengurus lagi…”

“Kalau appa sakit kau harus kemari untuk mengurusku,”

Arraseoyo…”

Jaljayo, Chae…”

Jaljayo…”

Telepon ditutup. Sudah berapa lama aku tanpa appa? Mungkin belum sebulan, tapi aku sudah sangat merindukannya. Rumah ini terlalu sepi. Sudah tidak ada lagi tawa, bahkan aku juga sudah lupa bagaimana caranya tertawa. Aku sendirian.

Aku menangis sambil bersandar pada kepala ranjang, memeluki kakiku sambil terisak. Kenapa harus begini? Kenapa tidak menjadi keluarga yang bahagia sampai akhir? isakanku makin tak terkendali, aku menutup mulutku agar tidak bersuara terlalu keras, tapi tidak bisa. Biarlah, toh tidak ada yang tahu kalau aku sedang menangis, tidak perlu sok kuat pada siapa-siapa sekarang ini.

Aku berbaring dan menarik selimutku, mencoba menutup mata dan mendapatkan mimpi indah, apapun yang membuatku tersenyum dan melupakan keterpurukanku. Aku merasa ranjangku berbunyi kemudian tubuhku menghangat. Kubuka mataku dan Kyuhyun sunbae ada di hadapanku, memelukku sambil menutup matanya.

Sunbae…” bisikku. Dia membuka matanya dan tersenyum. Dia menghapus air mataku dengan jemarinya.

“Kamu tidak sendirian, ada aku…” dia balas berbisik. Kata-katanya malah membuatku menangis.

Sunbae…” hanya itu yang dapat keluar dari mulutku. Dia mengelus punggungku.

“Kau mau kunyanyikan sebuah lagu?” aku mengangguk. Dia mempererat pelukannya lalu bernyanyi pelan. “Michidorok neol wonhago isseo… dan harurado neo eobsi an doeneun nan oh~ baby… I hold you in my arms ojik geu sarange simjangi ttwineun geol.. nan jeomjeom sumi makhyeowa ireoda jukkesseo I want you baby…” dia bernyanyi, manis sekali. Untuk pertama kalinya dia bernyanyi di hadapanku. suaranya indah, lullaby yang menenangkan, membuatku perlahan menenang dan terhipnotis untuk segera tidur. Mataku berat kemudian tertutup. Tapi aku masih bisa merasakan bibir hangatnya menyentuh bibirku. “Tidur nyenyak… mimpi indah…” bisiknya dia merapatkan pelukannya dan kami tertidur.

TBC

siapa yang ga tau Drama Musical Dream High? (yang ga tau klik disini)

author psycho ini adalah leader dari Dance Cover “Black Mozaic” dan kami sudah masuk lima besar untuk perform di drama musical itu.

we need your help cukup tweet kaya gini –> @eventkpop Black Mozaic

tweet sehari 3 kali ya sampe tanggal 27 November

buat yang mau tau Black Mozaic bisa klik disini

kamsahamnida *bow

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Indonesia, PG, Romance, Super Junior. Tags: .

[Chaptered] Late Autumn – Full Prologue- [FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 10

7 Comments Add your own

  • 1. LJK~  |  November 9, 2011 at 8:29 AM

    aaaa
    Dsni aku gk ngeliat kegilaan kyu yg ngamuk2
    Wwkwkwk
    Ending?aku maunya sih endingnya kyu ttp sma chae
    Ya sembuh deh dia gk ngamuk2 lg
    Tpi ttp ada sifat posesifnya
    Aku suka banget

    Reply
  • 2. Liezteukie  |  November 9, 2011 at 10:32 AM

    Pendekk bgt.
    ky.a bakal nuju ke heppy ending deh..
    Soal.a bnyk yg setuju2 jja ma hub Chae-Kyu..
    Tp kasian Joongki gada pasangan..
    Moga Kyu cepet sembuh n stabil keadaan.a..

    Reply
  • 3. aliya  |  November 9, 2011 at 10:52 AM

    hiiiiii kok tumben lama, biasanya disini cepat! wuhuu kyu lagi jadi anak jinak (?) nih? lanjutannya ditunggu, dan jangan lama. oke!

    Reply
  • 4. GaemFishySpecialSilver15  |  November 9, 2011 at 2:39 PM

    Mian bru bsa komen skrg chingu coz aq bca ff lewat hape terus jd agk susah buat komen….
    Emm FF naa bgus chingu, alur naa jga gag belibet, trus gag bnyk crita yg lebay2, smua naa jelas b^^d
    Emm buat ending naa, aq mao naa sih happy ending…
    Trsrah chingu aj mao buat crita naa kyk mana yg pnting happy ending…
    Hwaiting buat klanjutan naa chingu😉

    Reply
  • 5. chiee  |  December 24, 2012 at 9:40 AM

    kyu skrg bnr” sweet….
    smga trs bgni…

    Reply
  • 6. shaeunhae (@shaeunhae)  |  January 12, 2013 at 5:56 PM

    so sweet

    Reply
  • 7. rahma yunhoo  |  February 27, 2013 at 9:47 PM

    wah ceritanya seru bgt
    kereen

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

November 2011
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: