[Prolog] The Pain of This Marriage

October 30, 2011 at 2:10 PM 4 comments

Title : The Pain of This Marriage – PROLOG
Author : Vania Lee / Vania AlmightyCharisma / Vania_MinKey0923 (?) *banyak amat #plak*
Genre : AU, romance, angst, friendship, family, life
Length : chapter
Rating : PG15
Main cast :

  • Choi Minho SHINee
  • Kim Hyunra (OCs)
  • Kim Jonghyun SHINee
  • Kim Keybum SHINee
  • Ahn Jae Kyo / Jasmine Ahn (OCs – Ajni unnie)
  • Jung Hyorim / Cathrine Middleson (OCs – Echa unnie)
Support cast (in this prolog):
  • Choi Sooyoung SNSD
Other cast : find by yourself
Disclaimer : this story just mine! Jung Hyorim is Echa unn. Ahn Jae Kyo is Ajni unn.
Language : Indonesia + English and Korean (sedikit)

Summary : aku tidak mencintainya, begitupun dirinya. Tetapi, aku tidak mengerti kenapa kami bisa menikah dan kenapa kami selalu bertemu dengan wanita misterius itu? Belum lagi aku selalu ditekan oleh mereka. Ini menyakitkan…

Annyeonghasseo~~ chingudeul tercinta ^ ^
Aku new author here. Biasanya kalau aku debut itu (?) biasanya pake FF oneshootku yang super duper panjang dan bisa membuat beberapa readers (yang komentar di blog lain) nangis bombay (katanya). Itu juga ga semua sih.., hehehhe~ tapi kali ini aku mau keluarin langsung FF chapter terbaruku ;D

Happy reading!

(c) Vania Lee storyline and cover art

***

-The Pain of This Marriage’s PROLOG-

Yeoja itu mengeraskan volume musik yang bersumber dari mp3 yang sedang ia pegang dan gunakan. Rambutnya ia jatuhkan ke depan, menutupi wajahnya dan telinganya. Hal itu ia lakukan bukan tanpa sebab. Pasalnya umma dan appa lagi-lagi menasehatinya soal pernikahan. Kapan dia menikah, kapan dia mau berumah tangga, dan pertanyaan lainnya yang menjadi ide pokok dari nasehat mereka.

“Umurmu sudah dua puluh tiga tahun, Hyunra.ya! Dua tiga! Dan sampai kapan kau akan membiarkan kami menunggumu, hah? Apakah… ya!! HYUNRA!” pekik Nyonya Kim saat melihat sang putri asyik bergoyang ke samping kanan mau pun kiri sesuai lagu yang sedang ia dengar.

Pekikan itu sontak membuat Hyunra terkejut dan segera mendongak. Dengan cepat, ia melepas headset yang masih menempel di telinganya melihat wajah murka umma.

“A-ap-apa, umma?” tanya Hyunra memasang wajah polosnya.

“Tch! Kau ini benar-benar bandel, Hyunra.ya,” keluh Nyonya Kim sambil menggeleng.

Tuan Kim menarik nafas panjang, “Ummamu berkata bahwa kau sudah dua puluh tiga tahun dan mengajukan pertanyaan sampai kapan kau akan membuat kami menunggumu. Bisakah kau menjawabnya sekarang, Hyunra.ya?” tanya namja bijaksana itu lebih santai dibanding Nyonya Kim.

Hyunra membuang nafas dengan kesal dan memutar bola matanya, “Aigo~ umma, appa… aku tahu aku memang sudah berusia dua puluh tiga, tetapi aku tidak memiliki minat untuk menikah saat ini dan…”

“MWOYA?! Tidak berminat? Astaga! Apa yang kumakan saat mengandungmu, hingga kau menjadi yeoja yang kelewat cuek, huh?” seru dan omel Nyonya Kim kalap.

“Jonghyun oppa saja yang sudah berusia dua puluh lima tahun dan belum menikah saja kalian tidak masalah,” balas Hyunra santai.

“Ya! Itu kan karena dia namja, tidak masalah. Lagipula dia belum bisa melupakan yeojanya yang sudah tiada itu, kan? Jika saja bisa, ia pasti sudah menikah. Kau paham, Hyunra?” jawab Nyonya Kim tidak membiarkan naempyonnya yang menjawab.

Hyunra memutar bola matanya, “Tapi aku tidak mau…”

“HYUNRA.YA!” potong Nyonya Kim gemas. “Jebal, besok kami akan kembali ke Jepang. Ini hari terakhir kami menjengukmu di sini.” Nyonya Kim berdiri dan menarik nafas panjang, “Sebaiknya pikirkanlah baik-baik, Hyunra.ya. Pilih cari sendiri naempyonmu atau kami yang akan mencarikannya.” Nyonya Kim berlalu dari sana tanpa memedulikan tatapan shock Hyunra.

Tuan Kim menahan tawa melihat ekspresi anaknya yang tampak seperti orang bodoh. Menganga sambil membelalak dengan tatapan kaget tampak membuatnya terlihat bodoh.

“Sabarlah, Hyunra.ya. Kau tahu sendiri kan adat ummamu. Baiklah, pikirkan lagi, oke?” Tuan Kim berdiri dan menepuk pundak anaknya sebelum menyusul anaenya ke dalam flat Hyunra.

Hyunra hanya mampu menggeleng kecil, “Selalu saja masalah itu yang diusik,” umpatnya kesal.

***

17.58 KST

Langit sudah mulai menggelap, sementara lampu-lampu di ibukota Korea Selatan tersebut sudah terang benderang dan tampak seperti butiran berlian bila dilihat dari Namsan Tower. Udara Seoul yang dingin, kini semakin dingin dan menusuk tulang.

Namun, rasa dingin itu tidak juga membuat Hyunra keluar dari rasa bosannya. Ia sedang menemani kedua orang tuanya berjalan-jalan di Seoul, namun lagi-lagi mereka mengusik soal calon suami Hyunra. Jelas-jelas yeoja itu tidak tertarik sama sekali dengan kata ‘pernikahan’.

“Umma,” panggil Hyunra malas ketika ia benar-benar sudah tidak tahan lagi. “Sudahlah. Aku sedang ingin berjalan-jalan saja hari ini, tolong jangan persulit aku,” pinta Hyunra dengan nada lemah.

Nyonya Kim menghela nafas, “Kau tahu? Umma khawatir denganmu, Hyunra.ya. Sejak kau putus dengannya, kau tak pernah menjalin lagi hubungan serius dengan namja.”

Hyunra terdiam. Dia tahu jika Nyonya Kim khawatir kepadanya. Dia tahu itu. Memang sejak ia lost contact dengan namjachingunya, ia tidak pernah niat untuk menjalin hubungan lagi dengan namja. Dia yakin bahwa kekasihnya sebenarnya masih menunggu dirinya di sana, sama seperti dirinya yang masih menunggu namjachingunya yang entah ada di mana sekarang…

Tuan Kim merangkul anaknya dengan iba sambil berjalan beriringan. Keluarga kecil itu berjalan mencari tempat makan yang cocok untuk menghabiskan malam sebelum besok orang tua Hyunra akan kembali ke Jepang, tempat bisnis mereka berada.

“Bagaimana kalau makan di sini saja?” tanya Hyunra akhirnya memutuskan makan di restoran yang menjadi salah satu dari bagian fasilitas menara tersebut. Nyonya dan Tuan Kim mengangguk lalu mengikuti putrinya yang sudah berjalan ke dalam terlebih dahulu dan memilihkan tempat duduk.

Tak butuh waktu yang lama, seporsi nasi goreng kimchi, bibimbap dan jjangmyeon yang beberapa menit lalu mereka pesan sudah terhidangkan di depan mata mereka.

“Wah, aku sudah lapar!” celetuk Hyunra sambil mulai mengambil sumpit dan mulai memakan jjangmyeonnya.

Orang tuanya tersenyum melihat keceriaan anaknya tersebut yang jarang nampak, dan penyebabnya lagi-lagi karena hubungan namjachingunya dengan Hyunra sendiri.

Sesekali mereka bertiga bersenda gurau maupun mengobrol hal ringan lainnya dan kali ini orang tua yeoja manis tersebut tidak lagi mengusik soal pernikahan. Hanya kali ini.

Namun, itu semua terpecahkan ketika ponsel Hyunra ‘bernyanyi’. Yeoja itu menghentikan tawanya dan melirik ponselnya. Tertera nama ‘Jjongie oppa~’ di layar ponsel berflip miliknya. Segera saja ia mengangkatnya dan kemudian tersenyum mendengar suara sang oppa.

“Annyeong, Jjong oppa?” ujar Hyunra sambil membalas senyum orang tuanya yang mengembang mendengar nama Jonghyun.

Tidak lama kemudian, Hyunra kembali meletakkan ponselnya di atas meja dan memandang orang tuanya dengan mata miliknya yang indah tersebut, “Jjong oppa sudah menyelesaikan kuliah S2nya di Jerman dan akan kembali ke Seoul. Dia menitipkan salamnya untuk umma dan appa,” kata Hyunra mengulangi pesan Jonghyun dengan bahasanya sendiri.

Orang tua Hyunra mengangguk-angguk. Hyunra hendak makan lagi sebelum ponselnya ‘bernyanyi’ kembali. Kali ini dari Kang Eunrin, sahabatnya.

“Yobosseyo, Eunrin.ssi?” sahut Hyunra setengah berbisik. Tak lama kemudian, matanya melotot, “Mwo? Ne, ne, aku ke sana sekarang.” Hyunra langsung berdiri sambil melipat flip ponselnya dan menatap kedua orang tuanya yang sedang melihatinya dengan pandangan bertanya.

“Mianhae, Umma dan Appa. Eunrin membutuhkan bantuanku. Tak apakan aku tinggal di sini?” tanya Hyunra.

“Woah, kenapa dengan Eunrin? Baiklah, gwenchana. Silakan tolong sahabatmu, kami akan membayar semua ini.” Tuan Kim memberi ijin diikuti anggukan oleh Nyonya Kim.

“Ne, kamsahamnida, umma, appa.”

***

Namja itu melirik noonanya dengan malas, kemudian melirik jam dinding. Ia mendengus bosan dan kesal karena saat ia melihat jam, ia menyadari bahwa sudah sejam lebih noonanya menasihatinya tentang istri. Aigo~ bahkan almarhum kedua orang tua mereka saja tak mengusiknya.

Babbo, mereka bahkan meninggal saat aku SMA. Tentu saja tak mengusik soal pernikahan, pikir namja dengan wajah idaman itu. Mata belonya melihati sang noona cantik yang masih saja mengoceh tentang masa depannya.

“Kapan sih kau sadar dan mencari anae? Berhenti menyiksa dirimu sendiri, Minho.ya. Kau tidak lihat? Aku saja sebentar lagi akan naik ke pelaminan, tak bisa menemanimu lagi di sini. Kau kan punya rumah sebesar ini, harus dihuni oleh keluargamu. Sekarang saja aku berdua denganmu, sepi sekali rasanya. Bagaimana jika kau hanya sendirian? Pelayan banyak pun tetap akan membuatmu sepi, Minho.ya. Aku ini sayang padamu. Kau adikku dan aku memikirkan itu,” jelas Choi Sooyoung panjang lebar.

Minho memejamkan matanya dengan kesal, “Sudahlah, Noona. Berhenti menasehatiku soal itu dan itu lagi. Aku lelah!”

Sooyoung menggeleng melihat kekeras kepalaan Minho dan kemudian berdiri, “Ah! Kau jangan membuatku sedih, Minho.ya. Sejak retaknya hubunganmu dengannya, kau jadi dingin begini. Ya, Tuhan, salah apa aku mempunyai adik tak berperasaan seperti kau?” sindir Sooyoung sambil melangkah pergi.

Sepeninggal Sooyoung, Minho hanya mampu memijat pelipisnya dengan lemah. Namja itu kemudian berdiri dan menyambar kunci mobil yang ia letakkan di atas meja di hadapannya dan berjalan keluar rumah pribadinya tersebut. Ia teringat akan janjinya untuk ke sebuah tempat karaoke kepada seorang temannya untuk menghadiri sebuah pesta.

Namja bertubuh atletis itu duduk di kursi pengemudi dan beberapa saat diam sambil mencengkeram kemudinya dengan keras. Dengan nafas berat ia mendumel, “Huh, siapapun yeoja yang mendapat first kissku ini malam ini, maka dia akan menjadi anaeku!”

Sumpah itu terlontar begitu saja. Ucapan yang ia anggap tak mungkin terjadi itu diucapkannya beberapa saat lalu tanpa memikirkan akibatnya dan tanpa tahu apa yang akan terjadi hanya karena ucapannya…

***

Suara hingar bingar di ruang karaoke tersebut hampir saja membuat Hyunra semakin ilfeel jika saja Eunrin tidak segera menghampirinya dan memeluknya dengan senyum lebar mengembang di bibirnya.

“Aaa! Hyunra.ya! Kupikir kau tak serius akan datang ke pestaku dan membantuku untuk menyarankan sarana dan prasarana untuk pernikahanku dengan Jinki oppa!” seru Eunrin begitu senang. Hyunra tertegun mendengar kata ‘pernikahan’ dan kemudian memandang kesal pada Eunrin.

“Apa maksudmu? Tadi kau berkata membutuhkan bantuanku untuk mengatur kejutan yeodongsaengmu dan ternyata? Aish!” Hyunra memekik sinis.

Eunrin terkekeh pelan, “Mianhae, aku tahu jika aku tak berbohong kau tak akan datang. Barangkali saja kau tertarik menyusulku, kan bagus. Apalagi kalau dengan Minho yang… aw, apeuda!” pekik Eunrin ketika Hyunra menjitaknya.

“Jangan sebut nama namja songong itu di depanku!” desis Hyunra. Eunrin meringis dan tersenyum minta maaf. Semua yang menjadi teman Hyunra maupun Minho sama-sama sudah tahu bahwa kedua orang itu tak dapat diakurkan lagi. Aneh memang, mengingat keduanya sudah kenal sejak kelas satu sekolah dasar dan terus satu sekolah bahkan satu kelas sampai mereka kelas tiga sekolah menengah atas. Keduanya saling benci dan tak ada yang tahu apa penyebabnya.

Bahkan kebetulan itu malah makin menjadi, pasalnya Hyunra maupun Minho adalah rekan satu kantor. Hanya posisi yang membedakan mereka. Hyunra awalnya bekerja sebagai wakil direktur utama di sebuah perusahaan yang bergelut di bidang kontraktor karena ia pintar dan cepat naik pangkat. Waktu itu, direktur utamanya adalah Han Shinri yang merupakan bibinya Minho. Namun, satu setengah tahun kemudian, Shinri mewariskan perusahaan yang menjadi amanat almarhum orang tua Minho kepada yang berhak. Minho-lah yang menempati posisi sebagai direktur utama sekaligus presiden komisaris dan dengan semena-mena menurunkan Hyunra menjadi sekretarisnya atas dasar balas dendamnya kepada Hyunra.

Kekanakan memang, tapi itulah yang mereka lakukan. Hyunra ingin sekali keluar dari tempatnya bekerja karena namja itu selalu saja mengerjainya dan membuatnya kesal, namun ia tak mau dianggap pengecut.

Eunrin kemudian menarik tangan Hyunra mendekati kerumunan sahabat mereka berdua dan yeoja yang dulu di sekolahnya terkenal paling keren itu langsung disambut, “Wah, inikah Kim Hyunra? Benar-benar berbeda! Kau semakin keren dan cantik saja.”

“Wow, rivalnya si Minho makin keren aja, wajar banyak yang tergila-gila padamu.”

“Minho’s soulmate makin keren aja nihh~” goda salah satu sahabat Hyunra dan Eunrin, Sung Hyesang.

Kali ini Hyunra terkejut, “Apa katamu? Kau lupa kalau aku bisa karate dan tentu saja akan membuatmu terpental, hah?” ancam Hyunra jengkel. Ia tak suka gelar tersebut. Gelar yang entah siapa yang membuatnya ada sejak dia masih kelas satu SMA. Minho juga mendapat gelar yang serupa tapi tak sama : Hyunra’s soulmate.

Pasalnya dua orang ini memang selalu bertengkar dan kesannya tuh dekat sekali. Bahkan Minho maupun Hyunra tahu rahasia masing-masing karena sudah belasan tahun selalu sekelas.

“Hahaha, kau mau bertaruh? Aku yakin kalian pasti akan jadi juga,” ucap Hyesang tersenyum simpul. Hyunra hanya mendengus kesal mendengarnya dan kemudian memisahkan diri dari kerumunan tersebut untuk duduk di pojok ruangan karaoke. Teman-temannya membiarkan Hyunra duduk di pojok tak mau menyulut emosi yeoja itu lebih dalam lagi.

Untuk beberapa saat, ruangan itu menjadi ramai karena mereka kecuali Hyunra bernyanyi-nyanyi riang.

Eunrin menyeruak dari kerumunan tersebut dengan senyum selebar-lebarnya. Ia duduk di samping Hyunra, “Hyunra.ya, jebal, jadilah pengiring pengantinku, ne? Jebal~” pinta Eunrin.

“Mwoya? Anhi! Anhi! Kau ini niat sekali memanasi aku untuk menikah, ya?” tebak Hyunra kesal.

“Bukan begitu. Aku ingin sahabatku sendiri menemaniku berjalan ke altar…” ucap Eunrin dilanjutkan dengan puppy eyes.

“Tapi…” Ucapan Hyunra tertahan begitu melihat wajah memelas Eunrin. Ia menarik nafas panjang dan mengangguk ragu.

“Yeay! Gomawo, Hyunra.ya!” Eunrin memeluk sahabatnya tersebut.

Tiba-tiba ruang karaoke yang khusus untuk Eunrin dan sahabat-sahabatnya terbuka. Masuklah dua namja yang sama-sama tampan dan menarik ke dalam.

Eunrin langsung mendekati salah satu namja yang dipastikan adalah calon suaminya, Lee Jinki. Melupakan Hyunra yang memelototi satu namja lainnya yang sedang berjalan ke tengah-tengah kerumunan.

“Astaga, kenapa Eunrin mengundang Minho juga, sih?” desis Hyunra tak suka. Yeoja itu melipat tangan di depan dada dan kemudian memalingkan wajah ketika matanya bertemu dengan mata belo bulat milik Minho.

Minho tersenyum simpul melihat sekretarisnya tersebut. Entah mengapa, dia sudah merasa Hyunra seperti bagian hidupnya juga. Sehari saja tak bertengkar dengannya, rasanya ia seperti tidak hidup. Mungkin pengaruh kebetulan itu kali, ya? Bayangkan saja sudah berapa belas tahun mereka kenal?

Meski keduanya selisih setahun, Hyunra yang pintar mampu setingkat dengan Minho, tak heran banyak teman Hyunra yang lebih tua setahun darinya.

Namja itu duduk di sofa yang sama dengan Hyunra, membuat yeoja itu otomatis bergeser ke arah yang berlawanan.

“Hah, kebetulan sekali ketemu lagi di sini. Benar-benar sebuah takdir yang kejam,” sindir Minho sambil menoleh dan mendapati Hyunra tengah memandang tak suka padanya.

“Diamlah,” desis Hyunra sebal.

“Bagaimana kalau tidak bisa diam?” tanya Minho sengaja memainkan emosinya.

Hyunra terdiam, mencoba tidak meladeni namja di sampingnya.

“Mungkin takdir mau mengatakan kalau kau memang pantas menjadi pelayanku, yah?”

Mendengar kalimat itu, Hyunra tak tahan lagi. Ia bangkit berdiri dan menghampiri teman-temannya tak mau bertengkar di pesta Eunrin. Apalagi beberapa temannya sudah melirik penuh arti padanya disertai senyuman jahil.

Ish, dia itu seperti bayanganku saja. Di mana-mana selalu ketemu, pikirnya jengkel. Disambarnya botol soju yang ada dan menuangkannya ke gelas yang sudah ia ambil. Yeoja itu menjauhi kerumunan dan berdiri di ujung yang bersebrangan dengan Minho. Mata indahnya melihat ke kerumunan yang sedang asyik bernyanyi dan seakan melupakan dirinya. Tidak menyadari juga bahwa Minho sedang melihatinya dengan tatapan karismatik khasnya.

***

“Tidak biasa minum malah minum, sebotol habis pula,” dumel Minho sambil melirik yeoja yang sedang tidak sadarkan diri di jok penumpang yang ada di sebelah kanannya. Hyunra pingsan begitu sebotol soju sudah ia habiskan dan tidak ada teman yang mau mengantar yeoja itu pulang. Mereka malah menunjuk Minho dengan alasan mereka sedang asyik dan dari tadi Minho memasang wajah suramnya yang tidak menikmati pesta, sehingga mereka berkilah lagi bahwa Minho tak sedang bersenang-senang, maka dia wajib mengantar Hyunra sampai flatnya.

“Aish~ aku bahkan tak tahu flat yeoja ini,” keluhnya sambil menjalankan mobil berwarna silver tersebut. “Kalau aku bawa ke rumah, Sooyoung noona pasti akan mensyukuri ini (?) karena pertama kalinya aku bisa akur dengan si Cerewet ini. Aish~ padahal boro-boro akur, dekat-dekat saja dia tak mau.” Minho mendumel terus sepanjang perjalanan. Komat-kamit tak jelas.

Bingung akan membawa ke mana yeoja ini, dia akhirnya memutuskan untuk membawa yeoja cantik itu ke rumahnya saja. Tak tega membiarkan yeoja itu lama-lama di luar dengan udara dingin dan keadaan mabuk. Esok pasti kepalanya terasa berat.

Minho lalu keluar dari mobilnya begitu sudah sampai di halaman rumahnya dan mobilnya telah terparkir manis. Ia membuka pintu mobil di samping Hyunra. Ia menyelipkan tangan kirinya di punggung yeoja itu dan tangan kanannya di lekukan lutut kaki Hyunra sebelum mengangkat yeoja itu dan menutup pintu mobil dengan menendangnya.

Kiseul, salah satu pelayan Minho yang masih lengkap dengan seragam pelayannya membelalak lebar saat melihat namja itu membawa seorang yeoja dalam gendongannya.

“Ya, Noona! Aku hanya menolongnya…” ujar Minho menangkap tatapan curiga Kiseul.

“hehehe~ tak apa meski kau mau macam-macam juga,” balas Kiseul jahil.

“MWO? Anhi anhi… noonaku mana?”

“Sooyoung sedang pergi bersama Kyuhyun.”

Minho menarik nafas lega dan melanjutkan langkahnya ke kamar pribadinya. Begitu sampai di ruangan privasinya tersebut, ia meletakkan dengan perlahan Hyunra di atas tempat tidur berukurang king size miliknya dan kemudian ia sendiri langsung mandi.

Tak butuh waktu lama, namja itu sudah keluar dengan kaos santai berwarna putih miliknya dan celana pendek berwarna biru. Ia menghampiri Hyunra yang masih tak sadarkan diri dan meraba keningnya yang terasa panas. Dia duduk di sisi tempat tidur yang kosong dan melihati yeoja itu kaget.

“Omona~ kau demam, yah?” bisik Minho tidak menyadari bahwa dirinya tampak seperti orang khawatir. Minho kemudian melepaskan blazer yeoja itu sehingga yang terbalut di tubuh itu adalah kaus berwarna hitam. Ia tahu bahwa Hyunra pasti kepanasan sekali.

Namja itu terkesiap saat melihat mata yeoja itu terbuka. Yeoja itu seakan tak mengenalinya dan kemudian tersenyum manis pada Minho. Senyum yang pertama kalinya diberikan Hyunra kepadanya dan itu membuatnya terpaku sejenak.

Tanpa diduga-duga, Hyunra melingkarkan tangannya ke leher yang kokoh tersebut, mendekatkan keduanya dan membuat Minho terkesiap.

“Key…” bisik Hyunra sendu dan kemudian mendekatkan wajah mereka, tidak tahu di depannya itu Minho bukan namja yang baru saja ia sebut namanya itu. Minho menelan ludahnya dengan gugup. Bagaimana juga ia namja dan tentu saja ia merasa “aneh” saat ini. Nalurinya seakan dibangkitkan.

Dibalasnya yeoja itu dengan sebuah kecupan yang mendarat di bibir tipis itu. Suasana kini bahkan mulai memanas. Minho mulai sadar dan ia melepas ciuman mereka. Teringat akan sumpah yang ia ucapkan tadi.

Belum sempat ia berpikir, pintu tiba-tiba terbuka dan Sooyoung berdiri di sana dengan tatapan kaget dan mulut menganga lebar, “MINHO!!” bentaknya kaget dan tak menyana. Hyunra sendiri kembali pingsan dan otomatis tangannya yang melingkar di leher Minho terlepas begitu saja dan ia terkapar tak sadar akan apapun.

“Noo-noona… aku bisa j-jelaskan…” ucap Minho terbata sambil berdiri.

“Aku tak mau tahu! Kau harus menikahinya!! Aku tak mau kau merebut masa depannya begitu saja, ara?!” bantah Sooyoung yang tak mau tahu kejadian sebenarnya. Minho mendesah pelan dan kemudian menyadari akibat sumpahnya tersebut.

To be continued or END?

***

Hayo, hayo mau dipublish ga lanjutannya? Udah jadi sampe 2 part lhooo~ *gada yang tanya* dan di blog lain sih ini responnya bagus. Bagaimana di sini? Hehehe~ Kelanjutan cerita ini tergantung dari readers sendiri. Kalau komentar mengenaskan, mungkin part seterusnya bakal aku password. Hihihi~~

So, komentar oke? Komentar = oksigen dan nafas para author…

Kamsahamnida~

Entry filed under: Angst, Chaptered, Family, FanFiction, Friendship, Indonesia, Life, PG, Romance, SHINee, Sinopsis / Prologue. Tags: .

I Love you, Hyung~ Part 2 – My Dearest Mom [Sequel of My Sweetest One]

4 Comments Add your own

  • 1. Choi JooYoung  |  October 30, 2011 at 3:13 PM

    keyeeen eonni~~~
    huaa aku envy sama eonni,ceritanya bagus,posternya juga bagus….keyen keyeenn

    Reply
    • 2. Vania_MinKey0923  |  November 3, 2011 at 5:43 PM

      gomawo ^ ^
      huaaa kenapa envy? kamu juga bagus kok😀

      Reply
  • 3. Fle  |  October 30, 2011 at 10:20 PM

    Lanjut author,…
    Ni castnya namjachingu ku#plak,…

    Critanya udah ketebak sih, tapi aku suka crita2 yang kayak gini,…….
    Publish jangan lama2

    Reply
    • 4. Vania_MinKey0923  |  November 3, 2011 at 5:47 PM

      wuahahahha XDD
      udah ketebak? yang bener?? hahaha smoga aja ada yang meleset dr tebakan chingu kekekeke XDD
      ne, gomawo😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: