My Dearest Mom [Sequel of My Sweetest One]

October 29, 2011 at 3:19 PM Leave a comment


Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl ♚

Main Cast :

– Kim Kibum

– Jessica Jung

– Kim Yoo Bin

– Jung Nicole

– Jinwoon

Support Cast : Find it by yourself ♡

Genre : Family, Life, Romance, Comedy ( Little ) ♫

Rating : R / PG 15 ♣

Type : ? ◊

Poster by Little Fairy

Summary : Key dan Jessica menjalani kehidupan mereka 6 tahun kemudian, mereka tinggal di London selama 4 tahun. Putri mereka yang bernama Kim Yoo Bin baru berusia 6 tahun dan sekolah di salah satu Sekolah yang cukup terkenal di London.

Disclaimer : Pemainnya milik Tuhan semata, author cuma pinjem doang, plotnya milik saya, cuma ada scene yang terinspirasi sama salah satu film India Kabhi Khusi Kabhi Gum, hihihi….;D

Annyeong author geje dateng lagi nih, hehehe..Oya karna beberapa orang minta FF MSO nya di bkin sequel, akhirnya author penuhi juga permintaan kalian, moga tetep suka yah, haha..^^

Baca GRATIS, comment DAPET PAHALA, ga comment DI TENDANG KE LAUT (?)

“Eomma…where’s my shoes??” Yoo Bin berteriak dari kamarnya pada Jessica sang eomma.

“Ia sayang sebentar eomma ambilkan dulu” sahut Jessica dengan teriakan dari arah dapur untuk menyiapkan sarapan seperti baisanya.

“Honey, dasiku yang corak salur-salur itu kau taruh di mana???” Key ikut berteriak dari dalam kamarnya.

“Ada di lemari gantung sayang, coba kau cari lagi” Jessica sekarang berteriak dari arah kamar putrinya.

“Tidak ada sayang, coba kau ke sini dulu, aku sudah terlambat nih” suara Key memekik.

“Ne, tunggu sebentar aku sedang memakaikan sepatu Yoo Bin”

Ppalli honey, i’m late..” suara Key tidak sabar.

“Aduh, di mana sih dasi itu?? Padahal aku ingat menaruhnya di sini, ko” Jessica membuka satu per satu pakaian di lemarinya yang sudah di lipat rapi.

Dad, what is this are you looking for??” tanya Yoo Bin mengucapkan per katanya dengan pelan sambil mengangkat dasi yang dia pegang ke arah appanya.

“Ah, right, dear. Thank you…” Key mengacak-ngacak pelan rambut putri kesayangannya itu.

Appa, don’t touch my hair, ok??” Yoo Bin mengangguk-ngangguk sambil merapihkan lagi rambutnya yang sedikit berantakan dengan punggung lengannya.

“Omo…honey, kau lihat, putri kita kenapa sangat mirip denganmu??? Dia begitu genit, masa di pegang rambutnya saja tidak boleh, aiisshhh..lama-lama aku bisa gila melihat tingkah laku putri yang satu ini” Key mendecak pelan dan Jessica terkekeh sambil memakaikan dasi di leher suami tercintanya itu.

Honey, bau apa ini?? Kenapa seperti bau…”

“GOSONG..” jawab Jessica cepat saat menyadari masakan yang di buatnya tadi di dapur ternyata lupa dia matikan apinya.

“Aaarrggghhhttt…..Masakanku gosoooooooonng..” teriak Jessica memekik pagi yang cerah saat itu.

“Sayang, gawat, tanduk di kepala eomma mu sepertinya sedang muncul, lebih baik kita pergi sekarang, sebelum kita kena ocehannya, hihihi..kajja..” Key terkekeh sambil menggendong Yoo Bin.

Honey, aku dan Yoo Bin pergi dulu yah…Annyeong…” teriak Key yang sudah melangkah keluar dan menghilang dari balik pintu.

***

“Hallo…..” Jessica mengangkat gagang telfon di rumahnya dengan nada sedikit ketus.

“Morning Jess…Hei kenapa nada suaramu ketus begitu??” sapa Nicole di seberang sana.

“Ah,,kau. Biasalah suami dan putriku pagi-pagi sudah membuatku gila”

“Memangnya hari ini apalagi yang kau alami? Selain kemarin setrikaanmu yang meninggalkan jejaknya di baju Dress mahalmu??”

“Hari ini masakanku GOSONG. Padahal aku sudah bersusah payah untuk membuatnya, tapi gara-gara setan kecil dan setan besar itu, masakan yang sudah ku buat enak, malah hancur, huh…” Jessica mendengus menyenderkan kepalanya ke sofa.

“Haha..kau ini, masih saja memanggil mereka setan. Tapi kau sangat menyayangi mereka, kan??”

“Ehm, tentu saja. Mereka berdua adalah harta terindah dalam hidupku, tidak akan ada yang sanggup menggantikannya. Oya ada apa pagi-pagi begini sudah menelfon??” nada Jessica sudah mulai terdengar lebih tenang.

“Oh,,ia aku hampir lupa mengatakan tujuanku menghubungimu. Begini, minggu ini aku akan ke London. Perusahaanku memutasiku ke sana, katanya Louis Vuitton akan membuka cabang di dekat pusat kota London”

“Benarkah?? Wah, bagus dong?? Kalau begitu nanti kau tinggal saja di rumahku??”

“Kau gila??? Kau ini tinggal dengan suami dan anakmu, aku tidak mau mengganggu kalian. Hei..lagipula kau tidak takut aku akan merebut suamimu?? Bukankah dulu suamimu menyukaiku???” goda Nicole terkekeh di seberang sana.

“JUNG NICOLE” terdengar nada Jessica kini kembali ketus.

“Hahaha…kau cemburu yah kalau aku merebut suamimu?? kekekeke..” Nicole terkekeh lagi, entah kenapa dia suka sekali menggoda sahabat baiknya itu tentang suaminya.

“Aku tidak cemburu, tapi aku tidak pernah mau melepaskan suamiku untuk orang lain, kalau kau merebutnya, lebih baik aku mati” jawab Jessica datar.

“Hei..hei…Jessica Jung, aku kan bercanda, kenapa kau serius begitu sih?? Kau tenang saja, aku tidak akan pernah punya niat untuk merebut suamimu, meski dunia sudah mau kiamat dan laki-laki yang tersisa di dunia ini hanya ada suamimu, aku lebih baik sendiri sampai mati daripada membuat sahabatku bunuh diri, arasso??”

“Bunuh dirir??? Siapa yang bilang mau bunuh diri??”

“Tadi kau bilang kau lebih baik mati saja daripada aku merebut suamimu??” Nicole mengangkat alisnya bingung.

“Aku kan cuma bilang lebih baik mati, bukan bunuh diri?? Ya kalau Tuhan belum mengijinkan aku mati, ya aku tidak akan membunuh diriku sendiri, lagipula untuk apa aku rela mati demi setan besar itu, huh”

GUBRAK…

“Astaga, kau hampir membuatku bersujud di hadapanmu karna merasa bersalah sudah mengatakan hal itu, tapi ternyata kau tidak setulus itu mencintai suamimu, huh..Jess..Jess…kau tidak berubah” Nicole menggeleng berkali-kali dan terdengar Jessica hanya terkekeh.

***

“Oya sayang, minggu ini aku mau menjemput Nicole di bandara” ucap Jessica sambil menuangkan nasi di piring Key dan Yoo Bin bergantian.

“Di bandara mana??”

“Ya tentu saja di Bandara heathrow”

“Heathtrow?? Maksudmu Nicole mau ke London??”

“Ehm,,,katanya dia di mutasi ke sini” Jessica menaruh sayur di atas nasi Yoo Bin.

“Thanks, mom” Yoo Bin menyungingkan senyuman.

“You’re welcome, dear…” Jessica membalas senyuman Yoo Bin.

“Tadi aku mengajaknya untuk tinggal di sini, tapi dia menolak, katanya di sini ada kau dan Yoo Bin jadi dia tidak mau mengganggu kita, hash anak itu benar-benar aneh”

“Sebenarnya aku tidak akan keberatan jika Nicole memang mau tinggal di sini, tapi aku tidak mau membuat istri tercintaku setiap hari merasakan api cemburunya” sindir Key.

“Cih,,,kau ini percaya diri sekali, siapa yang akan cemburu?? Silahkan saja kalau memang tergoda lagi dengan dia, tapi jangan harap kau bisa menemuiku dan putrimu lagi” jawab Jessica tenang namun dalam.

NO…aku tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi saat dulu aku tidak menyadari cintamu yang begitu besar padaku, dan sekarang kau, Yoo Bin dan eomma ku adalah hadiah paling berhargaaaaaaaaa dalam hidupku, benar kan Yoo bin” Key mencubit pipi chubby putrinya yang sudah penuh dengan nasi, namun Yoo Bin hanya mengangguk-ngangguk pelan.

“Oya, bicara soal eomma mu, apakah eomma ku akan terus menahannya di sana??? Kau sudah berusaha menghubungi eomma mu sayang??” tanya Jessica.

“Belum, kalau begitu selesai makan kita telfon eomma”

“Ne….”

***

“Hello, dear…” sapa eomma Jessica lembut di seberang sana.

“Ne, hello eomma…”

“Ada apa kau menelfon?? Tumben?? apakah ada sesuatu??”

“Ah, anhio eomma, aku hanya ingin menanyakan kabar kalian saja. Bagaimana kabar eomma, appa dan eommanim??” tanya Jessica hati-hati.

“Ohh…kabar kami baik sayang, kau sekeluarga??”

“Kabar kami di sini juga baik-baik saja eomma”

“Oh,,baguslah…”

“Oya eomma, begini, apakah eommanim ada di sana??”

“Ne…?? Ah,,Ibu mertuamu maksudmu?? Yah, dia ada di samping eomma sekarang, jamkkaman…”

“Yoboseyo…” sapa eomma Key di seberang sana sekarang.

“Eommanim, apa kabar??” tanya Jessica ramah.

“Eomma kabar baik sayang,, bagaimana kabarmu, Key dan Yoo Bin??”

“Kabar kami juga baik, eommanim. Oya, eommanim, kau kapan akan pulang ke sini lagi??”

“Oh,,itu, hmm..sebaiknya kau tanya saja pada eomma mu, karna eomma di tahan di sini terus oleh eomma mu, hehe…”

“Ah,,sudah aku duga. Baiklah eommanim nanti aku yang menyuruh eomma ku untuk memulangkanmu ke sini lagi. Oya eommanim, Key ingin bicara denganmu, sebentar yah aku berikan pada dia telfonnya” Jessica menyerahkan gagang telfon pada Key.

“Yoboseyo, eomma…” sapa Key dengan lembut.

“Hello putraku..”

“Eomma, kau tenang saja yah, nanti kita akan menjemputmu ke sana, kau pasti sangat merindukan cucumu, kan??”

“Ehm,,eomma merindukan Yoo Bin, oya di mana dia sekarang??”

“Dia baru saja terlelap eomma di pangkuanku, sekarang dia ada di pangkuan Sica. Ya sudah, sampaikan saja salamku pada mertuaku, nanti aku kabari lagi jika akan menjemputmu, eoh??”

“Baiklah, akan eomma sampaikan, oya sampaikan salam sayang eomma juga pada Yoo Bin dan istrimu yah?? jaga diri kalian, selama malam putraku”

“Ne,,malam eomma..love you…”

“Nado…”

***

“Ahh..akhirnya aku bisa duduk juga di sini, hampir saja aku terlambat” Nicole menghempaskan tubuhnya ke kursi penumpang pesawat.

Nicole mengambil jam terbang dari Paris menuju London pada pukul 11.00 namun dia hampir terlambat karna tadi pagi bangun kesiangan. Tapi Nicole benar-benar merasa beruntung karna akhirnya dia tidak harus menunda penerbangannya. Nicole duduk di dekat jendela pesawat, dia melihat bangku di sebelahnya ternyata masih kosong. Mungkin memang tidak ada yang akan duduk di sana atau orangnya terlambat juga seperti dia. Pikir Nicole.

“Hah,,terima kasih Tuhan karna kau masih menolongku untuk tidak ketinggalan pesawat, hehe…” Nicole baru akan memakai penutup matanya untuk sejenak melelapkan dirinya, namun tiba-tiba seseorang duduk dengan kasar di bangku sebelahnya.

“Ha,,Tuhan, untuk kau masih menolongku untuk tidak ketinggalan pesawat” ucap namja itu mendengus sambil menghembuskan nafas panjang.

Nicole memandang namja itu dan mengangkat alisnya, “Kenapa dia mengucapkan apa yang aku ucapkan?? Apakah dia sedang mengejekku atau sengaja mengulang kata-kataku??” gumam Nicole dalam hatinya.

Namun dia tidak mau menghiraukan namja aneh yang ada di sebalahnya itu, sebenarnya sih namja itu cukup tampan, tapi awal pertemuan sudah membuatnya sedikit jengkel itu adalah bad point di mata Nicole.

Sang pramugari terdengar memberikan pengarahan dalam bahasa Inggrisnya yang sangat fasih dan sopan, saat pramugari itu menyuruh para penumpangnya untuk mematikan ponsel mereka, namja yang ada di sebelahnya itu malah masih mengaktifkan ponselnya dan sepertinya sedang mengirim pesan singkat. Jelas itu membuat Nicole tambah jengkel. “Dia ini tuli apa?? Sudah di suruh mematikan ponsel malah masih asyik-asyikan mengirim pesan, aiissshh…aku berani bersumpah demi apapun, aku tidak ingin mempunyai namjachingu sepertinya, SHIRO..” rutuk Nicole dalam hatinya sambil memalingkan wajahnya ke jendela.

Beberapa menit kemudian akhirnya pesawat itu mulai take off. Nicole sudah tenggelam dalam tidurnya, dia ingin membalas dendam untuk tidur nyenyaknya tadi pagi karna harus cepat-cepat bangun untuk ke Bandara. Baru beberapa menit dia terlelap, matanya harus di buka dengan kesal karna sekarang namja yang ada di sebelahnya itu malah mendengkur dan mengganggu pernafasan gendang telinganya.

“Aiiissshh..kenapa aku harus duduk dengan pria SUPER ANEH ini sih??Oh, come on.. I just wanna a while for my slept, please…” Nicole mendengus, memiringkan wajahnya ke dekat jendela dan menutupnya dengan bantal kecil di kursi pesawat.

Setelah berhasil melelapkan lagi tidurnya dalam 20 menit, Nicole merasa pundaknya terasa berat seperti ada yang menindihnya. Nicole membuka matanya perlahan dan ternyata benar, pundaknya terasa berat dan dia kesulitan untuk bangun, ternyata namja yang ada di sebelahnya itu terlelap sampai menyamping ke pundak Nicole. Dengan hati-hati Nicole mendorong kepala namja itu supaya kembali ke tempatnya, namun lagi-lagi namja itu menyenderkan lagi kepalanya ke pundak Nicole, yah mungkin saking terlelapnya sampai-sampai namja itu tidak sadar kalau saat ini wajah Nicole sudah berubah menjadi monster yang siap menerkamnya.

Akhirnya dengan kesal yang sudah membuncah, Nicole menoyor kasar kepala namja itu sampai akhirnya namja itu membuka matanya.

“Ehm…ada apa ini?? Apakah sudah sampai??” tanya namja itu polos dengan membuka matanya yang masih terasa lengket.

“Iya sudah sampai, sampai ke SURGA…” ucap Nicole ketus dan menutup wajahnya lagi dengan bantal.

***

Akhirnya setelah melewati peristiwa-peristiwa yang membuatnya naik pitam, Nicole merasa lega karna akhirnya dia harus terbebas dari siksaan-siksaan dunia dari namja tadi. Jessica, Key dan Yoo Bin sudah menunggu di tempat keluarnya para penumpang yang baru turun dari pesawat. Jessica terus mengamati satu per satu penumpang yang bergantian keluar. Setelah 15 menit berlalu, akhirnya keluar seseorang dengan pakaian santai namun tetap terlihat elegant.

Nicole sudah empat tahun belakangan ini tinggal di Paris dan bekerja di salah satu merk tas terkenal di Paris, Louis Vuitton. Tentu penghasilannya juga bisa membeli apapun yang di butuhkan Nicole, yah meskipun belum mampu membeli sebuah pesawat terbang, tapi setidaknya Nicole benar-benar puas dengan gaji yang sudah di terimanya selama 4 tahun ini. Jadi bisa membuatnya untuk selalu berpenampilan cantik.

“Nicole..” Jessica melambai pada Nicole.

“Jess…” Nicole membalas lambaian Jessica, berlari kecil menghampiri sahabat baiknya itu.

“Omo….really miss you, Jess...” Nicole memeluk erat Jessica.

“Ehm..me too. Woah,,,Nicole benarkah ini kau??? Kau benar-benar cantik sekali??” Jessica mengamati sahabat yang sudah tidak di temuinya selama 4 tahun ini dari atas sampai ujung kakinya.

“Kau juga tetap cantik, meskipun sudah menjadi seorang eomma, hehe..” Nicole membelai lembut rambut keriting Jessica yang menggantung.

“Ehem..ehem..” Key mendeham karna dua gadis yang ada di hadapannya itu seolah tidak menyadari keberadaannya di sana”

“Aigo…Key, ini kau??? apa kabar??” Nicole sekarang mencium pipi Key dengan kedua pipinya.

“Baik, kau sendiri??”

As you can see now, Key…

“Oya, kau terlihat lebih dewasa sekarang?? apa karna sekarang kau sudah menjadi seorang appa tua yah?? hihi…” Nicole terkekeh dan Jessica pun ikut terkekeh menyetujui statement Nicole barusan.

“Hei…aku belum setua itu, umurku saja hanya beda satu tahun dengan kalian” sahut Key membela diri.

“Haha..baiklah, kau tetap terlihat tampan dan awet muda, apa itu yang ingin kau dengar?? Hahaha….” saat tawa Nicole meledak, tiba-tiba dia tidak sengaja melirik gadis kecil yang sedang memerhatikan dirinya yang berdiri tepat sejajar dengan kaki Key.

“Omo…Jess, apakah ini putrimu?? Kim Yoo Bin??” akhirnya Nicole menghentikan tawanya dan berjongkok menatap Yoo Bin.

“Ehm,,dia putriku, Yoo Bin. Yoo Bin-ah, beri salam pada ahjumma mu, nak” perintah Jessica.

“Aigooo..kau cantik sekali sayang. Kenalkan ini Nicole ahjumma, apakah kau masih ingat padaku??” tanya Nicole sambil mencubit dan menggoyang-goyangkan pipi chubby Yoo Bin.

Yoo Bin menggeleng pelan dan berkata, “Sorry…

“Aaiisshh,,anak ini sudah di ajarkan berbicara dalam bahasa Inggris?? Haha,,Jess kau tidak malu pada anakmu?? Lihat, dia bisa mengucapkannya dengan fasih, apa kau tau arti dari Sorry itu apa?? Hihi..”

“Yaakkk, aku tidak sebodoh itu, tau. Kalau kata Sorry, Thank You, Yes, No and You’re welcome, tentu saja aku tau artinya, tapi tidak untuk yang lainnya, huh. Sudahlah jangan membahas kekuranganku di sini, ayo Nicole biar kau istirahat dulu di rumah kami. Sayang kau ambilkan kopernya Nicole yah, Yoo Bin-ah, kajja…”

***

Jessica, Key, Yoo Bin dan Nicole sudah mengambil tempat duduk mereka masing-masing di meja makan yang cukup besar di bagian dapur rumah Jessica dan Key. Jessica sengaja menyiapkan masakan enak khas Korea untuk sahabat baiknya itu, selama menikah dengan Key, Jessica banyak belajar memasak pada Ibu mertuanya, sebelum mereka pindah ke London 4 tahun yang lalu. Dan sekarang Jessica sudah bisa di katakan sebagai Chef handal bagi keluarga kecilnya sekarang.

“Oya Cole, bagaimana perjalananmu tadi???” tanya Jessica di sela-sela makan mereka.

“Ah,,,sial, kau malah membuatku mengingatkan peristiwa menyebalkan di pesawat tadi” rutuk Nicole meneguk air putihnya.

“Menyebalkan?? Memangnya kenapa??” tanya Jessica penasaran.

“Namja yang duduk di sebelahku tadi benar-benar membuatku hampir melompat dari jendela pesawat, pokonya benar-benar menyebalkan .Aku bersumpah aku tidak sudi bertemu dengannya lagi, huuuuuhhh..” Nicole memukul-mukulkan sendok dan garpunya dengan kesal ke nasi yang ada di piringnya, namun saat dia sadar Yoo Bin yang duduk di depannya itu dengan dingin, Nicole langsung bersikap normal lagi dan terkekeh ke arah gadis kecil itu.

Aunty, bukankah jendela pesawat itu kecil yah?? Memang badanmu bisa masuk??” tanya Yoo Bin datar.

“Aahhh…Jess, kenapa anakmu pintar sekali???? Aku jadi seperti orang bodoh” Nicole menggaruk kepalanya yang sangat-tidak-gatal.

“MAkannya kalau berbicara di depannya hati-hati, dia anak yang sangat kritis

“Memangnya dia melakukan apa?? Sampai-sampai membuatmu emosi jiwa seperti itu, huh??” sambung Key.

“BANYAK…pertama dia datang, dia duduk dengan kasar dan membuatku terloncat dari bangkuku, lalu saat aku sedang enak-enaknya tidur, dia malah mendengkur, dan lama-lama kepalanya malah menyender di pundakku, aaiissshhh..pundakku masih terasa sakit sampai sekarang gara-gara PRIA BRENGSEK ITU…” Nicole menancapkan garpunya ke sayur yang ada di atas nasinya.

Dan Yoo Bin lagi-lagi menatapnya dingin.

“Hush..Cole, kau jangan ucapkan kata-kata kasar seperti tadi di depan anak kecil, di usianya sekarang ini sedang mulai belajar meresap kata-kata yang ada di sekelilingnya dan yang dia dengar” ucap Jessica agak berbisik.

“Ah,,,So sorry. Aku tidak ingat, saking kesalnya oleh namja tadi aku jadi terbawa emosi terus sampai detik ini. Ehm…Yoo Bin-ah kau jangan dengar ucapan ahjumma yang tadi, yah?? Itu kata-kata yang buruk dan kau tidak boleh menirunya, araci??” Nicole menyongkan kepalanya agak dekat dengan Yoo Bin dan Yoo Bin hanya mengangguk-ngangguk pelan sambil memasukkan makanannya lagi ke dalam mulut.

“Oya sayang, aku lupa bilang, tadi temanku menelfon, dia sudah ada di London, katanya besok dia akan ke sini, tadi aku memberi alamat rumah kita padanya. Kau tidak keberatan kan membuat masakan Korea lagi untuk menjamu temanku??” tanya Key santai.

“Ehm…tentu saja aku tidak keberatan, baiklah Cole besok kau bantu aku yah, kebetulan sekali kau ada di sini, hehe…”

“Mwo??? Na..??? Hmm,,baiklah….”

***

“Nicole, kau belum tidur??” Key menghampiri Nicole yang sedang menonton TV di ruang tengah dan duduk di karpet.

“Oh, Key?? Ehm..belum, aku belum ngantuk. Kau mau apa??” tanya Nicole menoleh sesaat pada Key dan kembali memusatkan pandangannya ke acar TV di depannya itu.

“Oh,,aku mau minum”

“Oya istrimu sudah tidur??”

“Belum, dia sedang menidurkan Yoo Bin di kamarnya” Key mengambil botol di dalam kulkasnya, menuangkannya ke dalam gelas bening di tangannya.

“Aku salut pada Jessica”

“Salut kenapa??” Key membawa gelasnya dan duduk di sofa di atas Nicole.

“Salut, karna naluri keibuan Jessica sekarang sudah bisa terlihat. Kau juga tau sendiri dia itu seperti apa?? Dia kan anti sekali pada anak kecil, malah aku yang sangat mencintai anak kecil. Tapi sekarang, keadaan berbalik, Jessica benar-benar menunjukkan sifat keibuannya yang tidak aku duga sebelumnya”

“Ehm,,aku benar, dulu malah aku menyukaimu karna kau mencintai anak kecil, kau bisa membuat mereka merasa nyaman di dekatmu, tapi sekarang, aku senang karna wanita yang sudah aku nikahi selama 7 tahun ini, sangat mencintai anaknya, naluri keibuan itu mengalir dengan sendirinya di dalam dirinya” sahut Key sambil mengingat sedikit bayangan masa lalu itu di pikirannya.

“Aku tau kau pasti sangat mencintai istrimu sekarang Key, dan kau tidak pernah menyesal karna sudah tidak salah memilih dan menjadikannya istrimu sekarang”

“Ne,,,aku bersyukur Tuhan memberiku hidayah di saat yang tepat dan tidak membuatku menjadi pria paling bodoh kalau sampai menyia-nyiakannya”

“Ehem..ehem…sepertinya ada yang membicarakanku nih” Jessica tiba-tiba menghampiri Nicole dan Key yang asyik berbincang.

“Sayang, Yoo Bin sudah tidur??”

“Ehmm..kalau belum aku tidak mungkin ke sini” Jessica duduk di sebelah Key dan mengambil gelas yang ada di tangan suaminya itu dan meneguknya.

“Ia Jess, tadi aku dan suami ter-CINTA mu itu sedang membicarakanmu” goda Nicole membalikkan badannya untuk mengarah pada Jessica dan Key yang ada di belakangnya.

“Sayang, kau membicarakan aku tentang apa?? Pasti kau menjelek-jelekkan aku pada Nicole, yah?? Yang setiap pagi ngomel-ngomel, sering ceroboh dan….”

“Sssttt…aku bukan suami yang akan membuka aib istriku sendiri di depan sahabatnya sayang” bibir Jessica di kunci oleh ujung jari telunjuk Key yang menempel di bibirnya itu.

“Aib?? Ash..kau ini, sepertinya semua itu adalah sebuah dosa besar sehingga menyebutnya aib, huh” Jessica mengerucutkan bibirnya dan melipatkan lengannya di depan dada.

“Hehe…lalu kau mau aku menyebutnya apa?? Hmm….??” Key merangkul pundak Jessica dan mendekatkan tubuh istrinya itu ke arahnya.

“Aigo….hei, kalian jangan berbuat mesum di depanku dong, kalian membuatku iri saja, sudah ah aku lebih baik tidur saja, daripada harus menonton Blue Film secara langsung” Nicole beranjak dan berlari sebelum bantal yang di lempar Jessica ke arahnya berhasil mengenai tubuhnya.

Key hanya terkekeh melihat tingkah dua sahabat itu yang ternyata tidak pernah berubah, mereka masih suka saling menggoda satu sama lain.

“Sayang ayo cepat tidur” ajak Jessica menarik tangan Key.

“Sayang, bagaimana kalau ucapan Nicole tadi kita praktekan saja, eoh?? Kita buat adik baru untuk Yoo Bin, hihihi….” goda Key merangkul Jessica dari belakang dan menopangkan dagunya di pundak Jessica.

“Auww..sayang kenapa kau menyikut perutku??? Sakit tau…” Key mengerang kesakitan saat Jessica menyikut perutnya dengan tulang lengannya.

“Salahmu sendiri berbicara yang tidak-tidak” ketus Jessica sambil berlalu.

“Aiiisshh..ternyata sifatnya masih tidak berubah juga..” Key mendengus dan mengikuti langkah istrinya itu untuk masuk ke kamar mereka.

Keesokan harinya…

Ting Nong…

“Sayang, sepertinya temanmu sudah datang tuh?? Cepat buka pintunya, aku tanggung sedang di dapur…” teriak Jessica pada Key di kamarnya.

Ting Nong..Ting Nong…

“Cole, coba kau saja yang buka pintunya, aku sedang tanggung nih, sepertinya Key tidak mendengarku” suruh Jessica yang sedang mengaduk adonan untuk cookies nya itu.

“Ara…ara,,biar aku yang buka” Nicole menepuk-nepuk kedua tangannya yang berbalut tepung.

Tin gNong..Ting Nong….

“Iya tunggu sebentar, tidak sabaran sekali sih tuh orang” Nicole mendengus sambil berlari kecil mendekati daun pintu.

“Hello….” sapa namja itu ceria sambil melambai pada Nicole yang masih memakai celemeknya.

“KAU?????”

Nicole terbelalak saat melihat namja yang ada di hadapannya itu adalah namja yang kemarin berhasil membuatnya hampir gila di pesawat.

“Ah,,kau yang kemarin duduk di sebalahku yah?? Annyeong haseyo, senang ternyata bisa bertemu denganmu lagi” sapa namja itu dengan polos sambil mengulas senyum manis dan membungkukkan badannya.

“Apa dia bilang??? Senang bertemu denganku lagi??? Dia yang senang, tidak bagiku, aku malah merasa tidak enak hati bisa bertemu dengannya lagi, huh” rutuk Nicole pada hatinya sambil memandang sinis pada namja yang belum di pesilahkan masuk itu.

“Hello….Nona, apa ada yang aneh sampai menatapku seperti itu???” tanya anmaja itu mengibaskan tangannya di depan wajah Nicole.

“Iya..” jawab Nicole pelan dan ketus.

“Kau bilang apa??”

“Anhi, kau temannya Key, kan?? Masuklah dia sudah menunggumu” uca Nicole dingin dan memiringkan tubuhnya agar namaj itu bisa melangkah masuk.

“Jinwoo..hei…apa kabar bro..” Key menyambut sahabatnya itu dengan pelukan hangat.

“Baik, kau??”

“Aku juga baik, tunggu sebentar. Sayang, temanku sudah datang nih” teriak Key ke arah dapur.

“Ne..sebentar aku ke sana” balas Jessica.

“Mana peri kecilmu itu??” namja itu melihat ke sekeliling seperti mencari sosok seseorang.

“Oh,,putriku. Nicole, bisakah kau memanggil Yoo Bin di kamarnya??”

“Ne…??”

“Oya, kau sudah kenalan dengan temanku?? Jinwoon ini Nicole, dia sahabatku dan Jessica sejak kuliah, Nicole ini sahabatku saat SMA Jinwoon” Key memperkenalkan sahabatnay itu pada Nicole.

Dengan rasa jengkel yang masih bersarang di dadanya, akhirnya Nicole terpaksa menyambut tangan namja itu untuk berkenalan.

“Nicole…” sahut Nicole dingin dan langsung melepaskan tangannya dengan cepat.

“Jinwwoon…”

“Tunggu aku mau memanggil Yoo Bin dulu” sahut Nicole ketus dan berlalu.

“Hello…kau pasti Jinwoon yah” sapa Jessica menghampiri sahabat Key yang baru tiba itu di ruang tengah.

“Ah,,ye, Jinwoon imnida. Oya dan kau pasti istrinya Key” namja yang bernama Jinwoon itu membungkuk memberi salam pada Jessica dan kembali duduk di tempatnya.

“Ye, aku istrinya Key. Oya bagaimana kalian bisa berhubungan lagi?? Padahal kan kalian berteman saat SMA?? Dan ku dengar dari Key katanya kau tinggal di Paris setelah lulus SMA, benarkah itu??”

“Oh iu, ia begitulah. Saat lulus SMA orang tuaku mengajak kami pindah ke Paris, dan sekarang aku ke London karna ada proyek di sini. Kalau masalah masih berhubungan, jujur saja sudah lama kami tidak berkomunikasi, terakhir itu waktu kalian mau menikah, Key sempat menghubungiku lewat e-mail dan aku pernah memberitau nomor ponselku padanya, lalu saat aku tau kalian ternyata tinggal di London, aku langsung menghubungi Key lagi”

“Oh begitu…Tunggu sebentar yah aku ambilkan minum dulu” Jessica beranjak dan berlalu meninggalkan dua namja itu.

“Key ini Yoo Bin” ucap Nicole sambil menuntun Yoo Bin mendekati appa nya.

“Ah,,,putriku sini sayang. Oya beri salam pada ahjussi mu, namanay ahjussi Jinwoon”

“Annyeong, Kim Yoo Bin imnida…” sapa Yoo Bin membungkukkan badannya dengan sopan.

“Aigo..Key, putrimu cantik sekali, dia juga sepertinya anak yang pintar, memberi salamnya pun begitu baik, kau dan Jessica pasti membimbingnya dengan sangat baik, yah”

“Haha,,,kau ini, biasa saja ko, Aku mengajarkan yang memang harus aku ajarkan saja”

“Ahjussi….kau mau menginap di sini??” tanya Yoo Bin yang langsung duduk di sebelah Jinwoon tanpa di persilahkan oleh siapapun.

“Ye…??? Ah,,Yoo Bin-ah, paman hanya main saja ke sini sayang bukan untuk menginap. Memangnya kenapa?? Eerrr..kau mau paman menginap di sini yah??” tanya Jinwoon mengacak-ngacak rambut Yoo Bin pelan.

“Ehm..” Yoo Bin mengangguk mantap.

“Omo..omo..Sayang, lihat tingkah putrimu sudah sangat mirip sekali denganmu. Yakk..Yoo Bin-ah, kenapa kau tidak bilang Don’t-touch-my-hair-ok? kau tidak sadar, ahjussi mu itu barusan mengacak rambutmu?? Padahal kalau appa yang melakukannya kau pasti bilang seperti itu, ciih…anak dan Ibunya benar-benar tidak jauh beda”

“Hei..kau tidak ingat dia itu juga putrimu, jadi dia juga pasti menuruni sifat appa nya, ara??” sahut Jessica sembari membawa nampan yang berisi satu botol syrup segar dan 4 gelas.

“Ne,,ara..ara,,,lebih baik aku mengalah saja, lagipula aku tidak akan pernah menang jika beradu argumen denganmu” Key menyenderkan punggunya ke sofa.

“Cole, kenapa diam saja di situ?? Duduklah..” suruh Jessica menunjuk sofa yang masih kosong.

“Ah, tidak usah lebih baik aku kembali ke dapur saja, permisi” ucap Nicole datar.

Jessica sempat melihat ada yang aneh dengan sikap Nicole saat dia berbicara tadi, namun Jessica hanya menyimpannya dalam pikirannya.

“Aisshh…pria itu kenapa tingkahnya sangat lain dengan kemarin?? Tadi dia bersikap begitu manis, bahkan dia sepertinya berhasil utuk membuat Yoo Bin tertarik padanya? Cih..benar-benar pria aneh, jangan-jangan saat ini dia sedang memakai topeng” rutuk Nicole membanting-bantingkan adonan kuenya dengan kasar.

“Cole…” Jessica menghampiri Nicole di dapur.

“Astaga Jess, kau mengagetkan aku saja..” Nicole terperanjat dan mengelus dadanya.

“Cole, sebenarnya kau kenapa??” sidik Jessica.

“Kenapa apanya??”

“Kau dengan Jinwoon???”

“Jinwoon?? Ah,,maksudmu pria aneh dan menyebalkan itu??”

“Aneh?? Menyebalkan?? Kau sudah kenal dengan dia sebelumnya???”

“Cih,,aku tidak sudi mengenal pria seperti dia, ara??”

“Lalu??”

“Kau ingat kemarin malam aku bercerita tentang pria yang hampir membuatku gila itu??”

“Ne, wae??? Ah,jamkkaman biar ku tebak, maksudmu…Jinwoon pria yang kau ceritakan kemarin malam?? Yang membuatmu hampir melompat dari jendela pesawat itu??”

“Ehm..kau benar. Makannya aku benar-benar shock dan tidak percaya saat tadi melihatnya ada di hadapanku, aargghh…rasanya aku hampir jatuh pingsan di tempat saking tidak percayanya”

“Benarkah?? Bagaimana kalau ternyata dia jodohmu?? Buktinya kalian bertemu lagi di sini??”

“MWO???? Yaak,,,Jess, jangan membuatku muntah di hadapanmu, aku sudah bersumpah demi apapun aku tidak mau mempunyai namjachingu seperti dia, arasso??” Nicole membanting-bantingkan adonannya lebih keras lagi.

“Sebaiknya kau cabut ucapanmu itu, Cole. Jangan sampai suatu saat kau akan menyesal karna sudah menelan ludahmu sendiri” sahut Jessica datar sambil lalu dan meninggalkan Nicole yang menekuk wajahnya.

“Benar juga, bukankah di drama-drama juga suka seperti itu, orang yang tidak sengaja bertemu berkali-kali, ternyata dia adalah jodohnya?? Aiissshh..Nicole, apa yang sedang kau pikirkan?? Kau jangan terpengaruh oleh ucapan Jessica, andwae..itu tidak mungkin, mungkin saja pertemuanku dengan namja itu memang tidak sengaja, ehmm…..” Nicole mengangguk mantap dengan ucapannya.

~ TBC ~

Annyeong…gimana sequelnya?? Hehe,,mian yah uda di TBC lagi,,oya kenapa type nya (?), soalna author sendiri belom tau ni FF mu di bikin apa, chapter kah, two shoot kah, ato three soot kah?? Masih belom tau, jadi gimana jadinya aja, hehe…Ini mungkin baru part 1 nya, mohonRCL nya yah, biar author semangat buat nerusinnya, gomawo…^^

Contact me :

Twitter

Facebook

WordPress

E-mail : missfanfiction@yahoo.co.id

Entry filed under: 2AM, Boyband, Chaptered, Comedy, Family, FanFiction, Genre, K-Pop, KARA, Kim Yoo Bin, Life, PG, R, Rating, Romance, SHINee, SNSD, Type. Tags: .

My Beautiful Angel – Part 3 Just An Idol Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: