[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 6

October 25, 2011 at 6:07 PM 14 comments

Title : Psycho

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Cho Kyuhyun, Park Chae Rin, Song Joong Ki and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 6 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves.  This story is only a fiction. So please don’t sue me.

A/N : Masih mau baca lanjutannya? Komen yang banyak! makin banyak komennya saya bakal makin semangat nerusin ff ini hehehe *kyuhyun (read:evil) laugh.

oh iya saya emang sengaja bikin pendek perpartnya biar gapada bosen hehehehehe. follow twitter saya @sarahchoadler


***

Sunbae…” kuketuk pintu apartemennya tapi tidak ada jawaban. “Sunbae kau di dalam?” teriakku. Apa dia belum pulang ya? Ah tidak mungkin.  “Kyuhyun sunbae…” ulangku. Dia ke mana sih? Aku memutar kenop pintunya. Em? Terbuka? “Sunbae… kau di mana?” aku menghampiri kamarnya. Kosong, berantakan, dan… di dindingnya ada bercak kecokelatan, seperti… aku menghampiri dinding itu dan mengelus bercak kecokelatan itu, kuendus dan kutahu itu adalah darah.

Aku segera berlari mencarinya ke kamar mandi, dia tergeletak di depan bathtub dengan tangan terendam di dalamnya. Kuambil tangannya  dari sana dan di pergelangan tangannya sudah ada sayatan berbentuk zig-zag di sana. Air di bathtub itu pun sudah mulai berwarna kemerahan. Ah apa yang harus kulakukan? Aku harus berbuat apa? Oh Tuhan! Ah tenang Chae… tenang… kurobek lengan bajuku dan kuikatkan ke dekat luka yang ia ciptakan agar darahnya berhenti. Kutelepon 911 segera.

Yobseyo… tolong kirim ambulans, alamatnya…” aku beri tahukan alamat Kyuhyun sunbae. “To… tolong secepatnya, aku takut dia…” aku tidak bisa bicara lagi.

“Kami segera mengirimkannya, anda tenang saja.” aku menutup teleponnya. Mataku basah, sunbae bodoh kau mau mati, hah? Kenapa berbuat hal konyol sih?

Kupapah dia ke tempat tidur, aku mencari denyut nadinya di pergelangan tangan satunya dan leher, tidak terasa. Napasku memburu, Tuhan tolong jangan ambil dia sekarang…

Sunbaesunbae…” aku mengguncang tubuhnya. Aku mendekatkan telingaku di dadanya. Ti… tidak terdengar.

***

Aku di rumah sakit, dokter baru saja masuk, dia bilang Kyu sunbae kehilangan banyak darah. Kini dokter sedang mentransfusinya. Dia juga bilang aku membawanya di saat yang tepat, dia sempat kritis, mungkin sekarang makin kritis. Aku tidak tahu, dokter belum bilang apa-apa lagi.

Sendirian, aku menunggui Kyuhyun sunbae sendirian, tidak dengan Joong Ki atau siapa pun. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang. Aku takut dia benar-benar akan pergi.

Yobseyo…” ujarku saat ku terima telepon dari appa.

“Chae…”

“Ya?”

“Proses kami sudah selesai, kami sudah resmi…”

Geumanhae… Geumanhaeyo appa,” aku mulai menangis.

“Aku tahu kau terpukul, tapi… appa hanya mau tanya kau mau ikut dengan…”

Appa! Sudah kubilang hentikan! Kyuhyun sunbae hampir mati dan kau malah menanyakan aku akan ikut denganmu atau dengan umma…  kau tidak punya perasaan atau apa?” suaraku meninggi, ini pertama kalinya dalam hidupku bicara sekasar ini dengan appa.

“Kyuhyun? Yang sering datang ke rumah itu?”

“…” aku tidak menjawab.

“Kau ada diaman sekarang?”

“Kang Nam Hospital,”

Appa segera ke sana.” Appa menutup teleponnya.

Aku menenggelamkan wajahku di kedua telapak tanganku. Menangis seperti orang bodoh.

Jogiyo… kau yang bernama Chae?” aku mendongak dan seorang dokter yang terlihat masih muda itu menghampiriku.

“Benar,” aku berdiri dan berhadapan dengannya.

“Pasien sedari tadi menyebut namamu terus, kuharap kau ada di sana setelah dia sadar.”

“Ah, kamsahamnida,” aku membungkuk dan menghapus air mataku.

“Jangan terlalu khawatir, dia sudah stabil, mungkin sebentar lagi dia sadar.”

“Baik, kamsahamnida,” ujarku lagi.

“Satu lagi, tolong hubungi keluarganya, kasihan dia.” Keluarga? Aku bahkan tidak pernah dia izinkan bertanya mengenai keluarganya, bagaimana bisa aku menghubungi mereka? “Aku duluan, kau masuklah,” ujar dokter itu, dia kemudian berlalu meninggalkanku. Sekilas sempat kubaca namanya Kim Ki Bum.

Aku masuk ke kamar rawat Kyu sunbae. Dia terbaring lemah –masih belum sadar. Aku duduk di sampingnya, mengelus tiap inci wajahnya yang makin pucat.

“Bodoh, kau ini kenapa? Kalau ada apa-apa kau bisa cerita padaku ‘kan?” bisikku kecil.

“Chae…” igaunya.

“Aku di sini, sunbae…”

“Pergi, Chae… pergi…” bisiknya parau. Kenapa dia menyuruhku pergi?

Hey, sunbae…” aku menepuk pipinya pelan. Pelan-pelan dia membuka matanya.

“Chae…”

“Ini aku, sunbae…”

“Chae kenapa kita di sini?”

“Harusnya aku tanya padamu, kenapa kau menyakiti dirimu sendiri? Kau hampir mati kehabisan darah.”

“Ibuku… meninggal. Aku… tidak tahu harus bagaimana, tinggal appa dan Ahra noona, tapi… aku yakin semua akan makin kacau. Aku bingung…” aku mengelus rambutnya.

“Semua akan baik-baik saja,” aku tidak tahu apa itu benar.

“Tidak… semua tidak akan baik…”

Sunbae… apa kau mencintaiku?”

“Bukankah sudah pernah kukatakan? Aku mencintaimu, Chae…”

“Kalau begitu jangan sakiti dirimu sendiri, aku… takut kehilanganmu,”

“Aku berusaha,” dia menghapus air mataku dengan jemarinya. Jemarinya penuh luka, kini aku tahu darah di dindingnya karena ini.

Aku menghela napas, menyadari bahwa Kyu sunbae sudah tidak apa-apa.

“Maafkan aku,”

Gwenchanayo…” sambil duduk aku memelukinya. Tangannya yang masih diinfus mengelus kelapaku. “Hanya saja, kau hampir membuatku mati cemas.”

“Chae…” aku melihat sumber suara, appa.

Appa…”

“Dia tidak apa-apa?”

“Sudah baik,”

“Maaf appa tidak tahu kalau tadi…”

“Lupakan,” pintu terbuka lagi, dan kakak Kyuhyun sunbae datang.

“Pergi!” teriak Kyu sunbae.

Sunbae, kau masih belum sehat benar,” bisikku menenangkannya.

“Pergi kau Cho Ahra!”

“Cho… Ahra?” ulang appa.

Appa akan ke sini sebentar lagi, dan kita lihat apa reaksinya kalau tahu ada tamu,” wanita itu menyeringai, seringai yang sama yang sering Kyuhyun sunbae perlihatkan padaku.

“Wanita jalang!” umpat Kyuhyun sunbae pada kakaknya sendiri.

“Chae ayo kita pergi,”

“Kau baru saja pulih, Sunbae…”

“Persetan dengan ini semua!” dia mencabut selang infus di tangannya dan menarikku berjalan, tapi seketika dia ambruk.

“Sudah kubilang ‘kan…” aku membantunya berdiri, tapi dia bersikeras pergi.

“Kita tidak boleh ada di sini, dia akan sampai sebentar lagi. Ajusshi, dengarkan aku, pergi dari sini… bawa Chae pergi, aku tahu kau kenal dengan kakakku.” Appa menarikku kelar.

Sunbaeappa, aku masih mau di sini, Kyu sunbae bagaimana?” tanyaku bingung, aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

“Aku akan menyusulmu segera, Chae…” Kyu sunbae mendekatiku dan mencium bibirku, lama, kami tidak merasa malu dilihat oleh appa maupun Ahra onnie. Dia melepaskan ciumannya. “Aku janji,”

***

Appa diam, sepanjang perjalanan dari rumah sakit ke rumah dia sama sekali tidak bilang apapun. Ini kali pertama aku melihat appa seperti ini.

Appa…” panggilku. Dia tidak menjawab, aku kembali terdiam sambil menatapi jemariku yang sedari tadi kuremas, gelisah. “Appa, apa yang terjadi? Apa yang tidak aku ketahui?”

“…”

Appa…”

“Jangan bahas sekarang,”  mobil kami berhenti tepat di depan rumah. “Masuk, mandi, makan, tidur.” Titahnya dingin.

“Mau kubuatkan makanan?”

“Tidak, kau saja yang makan, mungkin appa hanya membereskan barang kemudian pergi, appa tidak mungkin tinggal lagi di sini. Kau mau ikut atau bagaimana?”

“A… aku di sini saja, aku ‘kan sudah bilang tidak akan ikut denganmu ataupun umma.”

“Baik, rumah ini milikmu sekarang, bibi Hwang akan tetap appa gaji, kau juga akan menerima uang tiap bulannya.” Appa masuk meninggalkanku. Aku ikut masuk.

“Kau mau makan apa, Nona?” tanya bibi Hwang.

“Tolong buatan aku sup kimchi dan beberapa ayam goreng.” Dia mengangguk dan pergi. Seperti yang appa minta aku mandi, setelahnya aku kembali ke meja makan. Appa sudah siap dengan kopernya.

Appa tidak makan bersamamu, appa harus pergi,” dia mendekatiku dan mengecup keningku. “Kirimkan nomor Kyuhyun ke ponselku, dan jangan  bertanya untuk apa.” Aku mengangguk, semua pernyataannya tak boleh diinterupsi. “Bye, aku akan tetap menghubungimu, kalau butuh apa-apa langsung beri tahu appa.” Dia pergi.

Bibi Hwang menaruh sup kimchi yang masih panas si atas meja. Aku hanya mengaduk-adukinya. Aku tidak mengerti, dan kenapa hanya aku yang tidak mengerti dalam situasi ini?

“Nona, dimakan, nanti supnya keburu dingin,” aku tersenyum.

“Bibi istirahatlah, biar nanti aku yang cuci piring,”

“Tapi…”

Gwenchanayo…” dia membungkuk dan pergi.

Entah berapa lama aku terdiam seperti  orang bodoh, yang jelas sekarang supnya sudah dingin. Bel rumah berbunyi, aku tahu siapa yang datang.

Sunbae…” teriakku ketika kudapati wajah pucat itu di depan pintu. Dia memelukku. Tubuhnya dingin. “Sunbae kau kedinginan?” aku mengelus punggungnya. Dia melepaskan pelukanku dan menutup pintu, dia bersandar di pintu dengan lelah. Dia menghela napas berat.

“Chae mendekatlah…” aku mendekatinya, dia memeluk pinggangku.

“Kau lapar? Kau mau makan?”

“Aku mau kau,”

“Em?”

“Cium aku, kumohon…” apa yang terjadi padanya? Aku tidak mengerti.

“A…”

“Jangan bertanya, lakukan saja, cium aku,” dengan ragu aku mencium bibirnya, menguluminya hati-hati. Tapi dia tidak membalas, hanya membiarkanku menciumnya. Aku menciumi dagunya dan juga lehernya, menyedot dan menggigitnya hingga berbekas. Dia hanya menutup mata, tidak terlihat menikmati tapi tersiksa. Aku berhenti dan menatapnya, dia membuka mata melihat ke arahku juga. Dia membalikkan posisi kami, sekarang au yang bersandar pada pintu dan dia mulai menciumiku, melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan sebelumnya. Tangannya juga sudah tidak bisa diam, menyentuh setiap lekuk tubuhku. Aku membuka kemejanya. Dia berhenti dan menjauh dari tubuhku. “Maaf aku tidak bisa melakukan lebih dari ini padamu,”

“Kenapa?” mungkin terdengar sedikit murahan aku bertanya sepeti ini, tapi dia selalu begini.

“Bukan apa-apa, aku hanya… takut…”

“Kau? Seorang Cho Kyuhyun takut? Aku tidak mengerti…” dia tersenyum penuh misteri. Aku tidak bisa mengerti semua tentangnya, senyumnya, tingkah lakunya, hidupnya, tapi aku terlanjur mencintai pria gila ini. Aku sudah terjerat dan tak bisa melepaskan diri.

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Indonesia, PG, Romance, Super Junior. Tags: .

Live the I Though Only Once No Marry

14 Comments Add your own

  • 1. r13eonnie 강 하이에나  |  October 25, 2011 at 6:58 PM

    wah de…kenpa tu kyuhyunnya????ya ampuun aneh bgt ko skr jd chae nya yg agresif, hihihi..;D

    de jgn lama2 lanjutannya….ppalli..ppalli….

    good job de…;)

    Reply
  • 2. Alfi elf  |  October 25, 2011 at 9:37 PM

    Sbnerny hub kluarga kyu sm kluarga chae tu ap si?
    Ak tggu lnjutny chingu

    Reply
  • 3. LJK~  |  October 25, 2011 at 10:11 PM

    aaa
    Sesuatu bgt ya
    Itu chae agresif amat
    Aish aku bingung apa hubunganya appanya chae sma keluarga kyu
    Smga mreka gk ad hubungan daraah

    Reply
  • 4. leehana15  |  October 26, 2011 at 8:28 AM

    jangan bilang kalau oemma nya Kyu itu selingkuh sama appanya Chae??
    atau di keluarga mereka emang ada dendam awalnya???
    hwaaaaaaaaaa
    penasaran!!!
    Chingu, partnya di panjangin aja sekalian..
    aku g puas bacanya…
    Jeball~
    okokok
    HWAITING!!!^^

    Reply
  • 5. Liezteukie  |  October 26, 2011 at 9:32 AM

    Apa hub appa chae ma kakak.a kyu??
    penuh misteri bgt..

    Reply
  • 6. amellia  |  October 26, 2011 at 11:57 AM

    Annyeong~ Numpang nympah nh. Chingu kurang nh, krang panjangggg…………..#plakk# Aku sepikiran ama c0mennya leehana_ apk kyak gtu yah. Knpa am Kyu? Pleazzz lnnz0o0tannya yg cpet publiz ny #reader bawel#

    Reply
  • 7. Soojungiee  |  October 27, 2011 at 8:18 AM

    Ga’ kerasa udah tbc lg haaaaaa mkin seru . . . Makin penasaran. . . . . . Lanjut chingu penasaran ada konflik pa keluarganya kyu ma chae ?

    Reply
  • 8. adienhp  |  October 27, 2011 at 12:53 PM

    bagus😀,tp kurang panjang dan bnyk pertanyaan yang muncul stlh bc

    Reply
  • 9. iischan  |  October 29, 2011 at 2:43 PM

    wowwww sekarang si chae ri yang nyosor wkwkwk

    wah penasaran ada hubungan apa yah keluarganya kyu ama ortunya chaeri??
    tadi sempet baca yg chap 7 katanya ibunya chae selingkuh ama bapaknya kyu? ottoke? makin penasaran dah…. ditunggu kelanjutannya ^^

    Reply
  • 10. dheanabila  |  October 30, 2011 at 8:34 PM

    Oennie, daebakkk!!
    Makin seru nih,,
    next chap di pnjangin yaaa ;D
    JANGAN LAMA LAMA.. ^^

    Reply
  • 11. aliya  |  November 1, 2011 at 7:36 PM

    haha, aku nemu psycho dan lebih cepat lagi dipostnya😀 kok kyuhyun mau bunuh diri? kenapa? sebenernya ada apa sih antara org2 itu -_- aaaaahhh penasaran, lanjut ke part 7

    Reply
  • 12. chiee  |  December 24, 2012 at 9:22 AM

    kyu knp lg ???
    apa hub’a sm appa chae ????
    pnasaran akut

    Reply
  • 13. shaeunhae (@shaeunhae)  |  January 12, 2013 at 5:20 PM

    kyuhyun misterius bangettt

    Reply
  • 14. Kkamjong  |  March 16, 2014 at 10:22 PM

    aduh mkin rumit, dan msh krang mngerti kyu sbnr nya ad mslah apa

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: