[CHAPTER 8] My Beloved Girl

October 24, 2011 at 1:27 PM 2 comments

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Rating : R / PG-15

Genre : Romance, Life, Angst, Friendship, Family

Lenght : Chaptered

Main Cast :

↔ Vania Alexandria Sentani / Lee RaeHee / Vania Lee ( OC )

↔ Lee Jeong Hoon ( HITZ )

↔ Hangeng

Support Cast :

↔ Lee Hong Ki

↔ Ghun ( X-5 )

↔ Jo Twins ( Jo Kwangmin n Jo Youngmin )

↔ Stevanny Jessica Manoach / Song Hyun Won ( OC )

↔ Anastasia Hannas / Lee ChaeRi ( OC )

↔ Jung Ilyeon ( OC )

↔ Jung Yeon Hee ( OC )

↔ Bae Eunsun ( OC )

↔ Kim Eun Ki ( OC )

and Other…

Poster by Vania_AlmightyCharisma

Prologue || MBG Chapter 1 || MBG Chapter 2 || MBG Chapter 3 || MBG Chapter 4 || MBG Chapter 5 || MBG Chapter 6

“Yak,,Chaeri-ah, pagi2 begini kau mau ke mana??” tanya Vania yang baru bangun sekitar 20 menit yang lalu dan mengambil air putih di dalam kulkasnya.

“Nanana…coba tebak eonni aku mau ke mana??” tanya Chaeri sambil merapihkan rambutnya.

“Ciihh,,kau ini, tingkahmu itu seperti orang yang sedang kegirangan karna di ajak kencan saja” sahut Vania datar.

“Bingo…kau benar eonni, aku memang di ajak kencan oleh seseorang”

“Uhuk..uhuk….” Vania yang mendengar ucapan Chaeri langsung tersedak saat dia baru meminum air putih yang ada di gelasnya.

“Kau..kau bilang apa?? Kau di ajak kencan? Siapa yang mengajakmu kencan?? Kau kan di sini baru satu minggu lebih, lalu siapa yang mengajakmu kencan??” tanya Vania penasaran.

Tok..Tok..Tok…

Belum Chaeri menjawab pertanyaan kakaknya itu, seseorang sudah mengetuk pintu kamar mereka, dengan girang Chaeri berlari menuju pintu dan membukanya.

“Annyeong Chaeri-ah, kau sudah siap?” tanya seseorang yang berniat untuk menjemput Chaeri itu yang tak lain adalah Youngmin.

Vania yang penasaran siapa sebenarnya yang mengajak kencan adiknya itu, langsung ikut menghampiri mereka menuju pintu.

“Kau…?? Ternyata kau yang akan mengajak kencan adikku??” mata Vania terbelalak saat melihat ternyata Youngmin lah yang akan mengajak kencan Chaeri.

“Annyeong noona, kau sudah bangun?” sapa Youngmin dengan melambaikan tangannya.

“Yaakk..Jo Youngmin, kau..sebenarnya apa maksudmu mengajak adikku berkencan??”

“Ah..noona, apa salah yah jika aku mengajak adikmu jalan2?? Lagipula aku lihat dia juga belum pernah di ajak jalan2 olehmu selama dia liburan di sini, kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu, jadi hari ini aku ingin mengajaknya jalan2 mengelilingi kota Seoul, benar kan Chaeri??”

“Ne..apa yang di bilang Youngmin itu benar, eonni, mana janjimu mau mengajakku jalan2?? Sampai detik ini kau tidak pernah menepati janjimu, makannya mau tidak mau kau harus mengijinkanku pergi dengan Youngmin”

“Omo….apa2 an ini, kalian berdua sedang memojokkanku??”

“Sudah ah, sana mandi, masa calon istri seorang pria tampan seperti Hoon oppa jam segini belum mandi, yeee..” Chaeri memeletkan lidahnya dan menarik tangan Youngmin untuk segera lenyap dari hadapan kakaknya itu yang siap2 menelannya hidup2.

“Yaaakk….Lee Chaeri-aaaaaaahh…”

“Chagi-ah, wae gurae?? Kenapa pagi2 kau sudah menekuk wajahmu seperti itu??” tanya Jeong Hoon yang tiba2 keluar dari kamarnya dan mendengar teriakan Vania.

“Ah..Jeong Hoon-ah, anhi lagi2 Chaeri membuatku kesal, huh…tau begini aku tidak mau mengijinkan dia berlibur di sini, lusa aku akan menyuruhnya pulang ke Indonesia saja” rutuk Vania meneguk habis air putih dari gelas yang masih dia pegang.

“Sudahlah, kau jangan marah2 lagi, hei masuk ke kamarku yuk, aku ingin di buatkan sarapan olehmu, bukankah nanti kita akan menikah, jadi dari sekarang kau harus belajar membuatkan sarapan untukku, eoh?” ucap Jeong Hoon memeluk tubuh Vania dari belakang dan membuat Vania tersipu.

“Jeong Hoon-ah, kita ini kan baru jadian, masa kau sudah membicarakan itu lagi?? Aku kan jadi malu”

“Wae??? Kenapa kau harus malu?? Bukankah suatu saat hal itu pasti akan terjadi?? Suatu saat aku akan menjadikanmu istriku” Jeong Hoon mengecup lembut leher Vania dan membuat Vania menggelincang geli.

“Yaaak…hentikan, daerah ini adalah titik kelemahanku”

“Benarkah?? Kalau begitu kau harus mau membuatkan aku sarapan, kalau tidak aku akan terus melakukannya, eotthae??”

“Cih,,,kau sedang mengancamku, huh??”

“Mungkin….sudahlah, ayo masuk ke kamarku dan buatkan sarapan untukku” Jeong Hoon menggengam tangan Vania dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.

“Ah,,aku hampir lupa, kapan yah terakhir aku masuk ke kamarmu?? Aku rindu memakai sendal Hello Kitty ini, hehe…”

“Entahlah aku juga tidak ingat, yang jelas sudah lama sekali, atau mungkin saat aku sakit waktu itu”

“Ah,,iya kau benar, berarti sudah lama sekali yah, aneh padahal kan kamar kita bersebalahan, hehe..”

“Kalau begitu mulai sekarang dan seterusnya kau harus sering2 masuk ke sini, eoh??” Jeong Hoon menatap Vania dengan tatapan menggoda.

“Nappeun namja, aku tidak akan mudah masuk ke dalam kamar pria yang belum resmi menyuntingku sebagai istri, arasso??”

“Haha….baiklah, tunggu saja sampai saat itu tiba dan kau tidak akan mempunyai alasan untuk menolakku”

“Ciih,,,yakin sekali kau??”

“Sudahlah, jangan banyak bicara lagi, silahkan kau ke dapur lihat apa saja yang ada di dapurku, atau terserah kau saja ingin membuatkanku apa”

“Ehmm,,bagaimana kalau aku buatkan nasi goreng??”

“Nasi goreng?? Makanan apa itu??”

“Itu makanan khas Indonesia bodoh, itu makanan kesukaanku juga, sudah kau diam saja di sini, nanti kalau sudah jadi aku panggil” Vania mendudukkan Jeong Hoon di kursi ruang tengahnya.

“Ara..ara..lakukan saja apa yang kau mau, aku mau nonton berita pagi dulu, jangan lama2 yah istriku, hehe…”

“Ara..ara..yobo….”

Setengah jam kemudian….

“Taaraaaaaa….nasi goreng ala Chef Vania sudah jadi” Vania menyimpan piring nasi gorengnya di meja makan mini di dapur Jeong Hoon.

“Waaahh,,bau nya enak sekali, hhmm..sepertinya enak, chagi ayo suapi aku”

“Yaakk….kita ini belum benar2 menikah, kau sudah berlaga seperti suamiku benaran saja, shiro, kau makan sendiri saja”

“Ya…yak…yak..ayolah, biar aku semangat nanti bekerjanya karna aku ingin seperti seorang suami yang di layani oleh istrinya sebelum pergi bekerja” rengek Jeong Hoon.

“Aassshh…kau ini, kemana sikap dewasamu itu, kenapa sekarang malah bertingkah seperti bocah 4 tahun saja??” gerutu Vania sambil menyuapkan nasi ke dalam mulut Jeong Hoon.

“Ehmm….chagi-ah, enak sekali nasi gorengnya?? Apakah ini benar2 makanan khas Indonesia?? Hmm..aku baru tau kalau makanan Indonesia itu enak2”

“Hahaha….memang makanan di Indonesia itu tidak kalah enaknya dengan makanan di sini, aku jadi rindu makanan khas di sana, meskipun aku membuat nasi goreng ini dengan bahan yang tidak sesuai aslinya, tapi aku tetap ingin bisa memakan langsung nasi goreng ini dengan resep bahan2 aslinya”

“Anhi, chagi, nasi goreng dengan bahan seadanya saja sudah cukup enak, ko…Kapan2 kita akan ke Indonesia sekalian aku ingin bertemu dengan orang tuamu, eoh?? Nanti kau harus mengajakku makan makanan yang paling enak di sana”

“Jinja?? Omo….aku jadi benar2 rindu kampung halamanku, dan aku juga rindu bundaku, sudah lama juga aku tidak menghubunginya”

“Ehmm,,akan aku usahakan bulan depan aku bisa minta ijin pada Hangeng untuk pergi ke sana, eoh??”

“Ne…baiklah sini aku suapi lagi, makan yang banyak yah supaya kau semangat bekerjanya, hehe..” Vania menyuapi Jeong Hoon dengan semangat.

***

“Youngminie, kau mau membawaku ke tempat hiburan?? Shiro, aku tidak suka menaiki wahana2 itu, aku takut”

“Chaeri-ah, kau tidak perlu takut, ada aku di sini. Justru kau sudah harus belajar untuk tidak takut lagi, itu tidak akan apa2, ayo kita naik”

“Tapi Youngminie, aku pernah muntah2 gara2 naik wahana2 seperti ini, aku tidak mau2 lagi”

“Chaeri-ah, sudah aku bilang kau tidak akan apa2, percayalah padaku”

“Tapi….”

“Kajja, aku tidak akan pernah melepaskan genggamanku, jadi kau tidak perlu takut, ara??” Youngmin menggenggam tangan Chaeri, menuntunnya menuju salah satu wahana yang paling di takutkan Chaeri.

“Youngminie, benarkah aku tidak akan apa2???? Baiklah, selama kau tidak melepaskan tanganmu ini, aku percaya aku akan baik2 saja di dekatmu” sahut Chaeri dalam hatinya sambil tersenyum kecil.

“Aaaaaaaaaaaa…..aaaaaaaaaaaaaaaa……..” Chaeri yang sudah beberapa detik lalu berada di kursi Jet Coaster itu hanya mampu berteriak sekencang-kencangnya saat wahana itu mulai melaju dengan kecepatan tinggi.

Youngmin yang ada di sebelahnya, masih menggenggam erat tangan Chaeri.

“Chaeri-ah, gwaechana??” tanya Youngmin saat akhirnya wahana itu berhasil berhenti dengan selamat.

“Ah…jamkkaman, aku sedikit pusing”

“Eotthae?? Apa sekarang sudah baikan??”

“Eoh,,,,ah, Youngminie, kau benar2, ternyata memang seru naik wahana itu, meskipun daritadi aku memejamkan mataku, hehe…Dan lihat, aku tidak muntah2 lagi, ucapanmu benar Youngmin, gomawo akhirnya aku jadi tidak takut menaiki mereka lagi” sahut Chaeri girang.

“Eoh,,,syukurlah, kalau akhirnya kau sudah tidak takut lagi, sekarang kau mau naik apalagi??”

“Ehmm,bagaimana kau yang itu??” Chaeri menunjuk ke arah biang lala yang sedang berputar lambat.

“Baiklah, kajja…” lagi2 Youngmin menggengam erat tangan Chaeri.

Setelah selama 3 jam mereka menaiki beberapa wahana yang ada di taman hiburan itu, Chaeri dan Youngmin istirahat di sebuah tempat makan yang berada di sekitar sana.

“Chaeri-ah, apa kau senang??”

“Ehm,,Youngminie, aku benar2 senang sekali, terima kasih kau mau mengajakku jalan2. Kalau aku harus menunggu eonni ku punya waktu luang, mungkin aku sudah terlanjur pulang ke Indonesia” sahut Chaeri semangat saat meneguk Jus yang sudah di pesannya.

“Ehm..Chaeri-ah, ngomong2 kapan kau akan kembali ke Indonesia??”

“Ne…??? Entahlah, mungkin aku di sini sekitar satu minggu lagi, wae???”

“Ye..?? Ah,,anhio, aku hanya bertanya saja. Ya sudah habiskan minum dan makanamu, setelah ini kita akan ke suatu tempat lagi”

“Jinja??? Eodi??”

“Lihat saja nanti, kau pasti akan suka”

“Omo,,,Youngminie, kau sekali sih membuatku penasaran, baiklah aku akan menghabiskan semua ini dengan cepat”

——————————

“Huaaaa…..Youngminie, pantainya indah sekali”

“Ehm…apa kau suka pantai??”

“Ye,,aku sangat suka sekali dengan pantai, dulu saat aku dan keluargau masih tinggal di Korea, kami sering sekali mengunjungi pantai. Tidak terasa sudah beberapa tahun ternyata aku tidak ke pantai lagi. Hmm….aku sangat suka menghirup udara segar seperti ini” Chaeri merentangkan kedua tangannya, membiarkan tubuh langsingnya itu terkena tiupan angin yang bercampur dengan udara segar pantai di sore itu.

“Chaeri-ah, ayo kita menuliskan nama kita di pasir” Youngmin menarik tangan Chaeri sambil membuka sendal mereka, Chaeri dan Youngmin mulai menuliskan nama mereka masing2 di pasir dengan jari mereka.

“Hahaha..aku seperti kembali ke masa kecilku dulu melakukan hal seperti ini” Chaeri menatap tulisan yang baru selesai dia tulis.

“Jamkkaman….”

“Youngminie, kau mau apa??” tanya Chaeri saat melihat Youngmin entah membentuk apa dari kedua tulisan yang mereka tulis tadi.

“Selesai..eotthae??’

“Omo..Youngminie, apa maksudmu membentuk sebuah love di antara tulisan itu??”

“Chaeri-ah…ada sesuatu yang ingin aku ucapkan padamu” Youngmin mendekati Chaeri dan menggenggam kedua tangan Chaeri dan Chaeri menatap serius Youngmin.

“Lee Chaeri…sebenarnya semenjak pertama kali aku melihatmu, aku sudah menyukaimu, entah apa yang membuatku menyukaimu, tapi aku selalu senang jika melihat wajahmu, apalagi ketika aku melihatmu tersenyum atau tertawa, kau akan semakin terlihat cantik. Dan aku mengajakmu ke sini, hanya ingin mengatakan semua ini padamu, meskipun aku tau kau pasti akan kembali ke Indonesia, tapi aku akan tetap mengatakan ini padamu, Chaeri-ah maukah kau menjadi yeojachinguku??”

“Youngminie…??”

“Chaeri..aku juga membelikan ini untukmu, jika kau menolakku, kau boleh melemparkan kalung ini ke tengah laut, tapi jika kau menerimaku sebagai namjachingumu, maka kau akan memakai kalung ini”

“OMmo….Youngminie, kalungnya indah sekali?? kapan kau membeli kalung ini???” Chaeri manatap takjub kalung yang di tunjukkan oleh Youngmin.

“Tidak penting kapan aku membelinya, tapi yang jelas aku sudah merencanakan ini sebelumnya, bagaimana?? Apa jawabanmu??? Oya apapun jawabanmu aku pasti akan menerimanya, jadi kau jawablah sesuai isi hatimu”

Chaeri diam sejenak, matanya mulai berkaca-kaca, bukan karna sedih yang dia rasakan, tapi karna dia benar2 terharu dengan ucapan Youngmin barusan.

“Chaeri-ah, jawablah aku mohon”

“Youngminie, aku rasa tidak akan ada wanita yang tega membuang kalung seindah ini ke tengah laut, apalagi jika kalung itu pemberian dari orang yang di cintainya” Chaeri mengambil kalung yang ada di tangan Youngmin dan melingkarkan kalung itu di lehernya.

“Chaeri-ah, maksudmu, kau?? Kau memakai kalung itu berarti kau mau menjadi yeojachinguku???”

“Ehm….bukankah pilihannya begitu?? Jika aku memakai kalung ini maka itu berarti aku menerimamu??”

“Chaeri-ah, gomawo…Aku benar2 tidak menyangka kau akan menerimaku, padahal aku kira kau tidak akan menyukaiku juga” Youngmin memeluk Chaeri riang.

“Bodoh, kau nya saja yang tidak sadar kalau aku juga menyukaimu, kau tidak tau setiap kali aku keluar kamar pagi2 itu karna hanya ingin melihatmu keluar kamar juga kalau kau mau pergi kuliah, padahal biasanya aku malas sekali untuk bangun pagi kalau aku sedang libur”

“Jinja??? Haha..mian, aku tidak menyadarinya”

“Oya…Youngminie…ada sesuatu yang ingin aku tanyakan”

“Mwo??”

“Setelah nanti aku kembali ke Indonesia, apa kau siap menjalani hubungan jarak jauh denganku?? Jujur saja sebelumnya aku belum pernah menjalin hubungan jarak jauh, apa kau pernah??”

“Belum, aku juga sama sepertimu, ini pertama kalinya aku menjalani hubungan jarak jauh, tapi justru karna pertama kali aku ingin mencoba menjalaninya dengan serius, jika kita berhasil, aku janji jika aku lulus nanti, aku akan segera mencari pekerjaan dan cepat2 melamarmu supaya kita bisa tinggal dalam satu negara eotthae???”

“Omo…Youngminie, aku tidak menyangka ternyata pikiranmu begitu dewasa, ne…aku juga akan berusaha untuk menjalaninya dengan serius, aku janji aku tidak akan macam2 selama aku di Indonesia nantinya. Dan aku juga akan menunggu sampai kau benar2 akan melamarku”

“Ehmm,,,,tunggulah sampai saat itu tiba chagi…” Youngmin kembali memeluk Chaeri, dan sinar matahari yang siap kembali ke singgasananya ikut menjadi saksi atas cinta baru yang hadir di antara kedua insan itu.

***

“Wow…Hyun Won-ah, apakah ini benar2 kau??” Hangeng terlihat takjub melihat penampilan Hyun Won malam ini yang benar2 lain dari biasanya.

“Yak…Hangeng-ah, jangan pandang aku seperti itu, aku jadi tidak PD nih” sahut Hyun Won membenarkan posisi tali tipis dari gaunnya yang bertengger (?) di pundaknya.

“Ehm..mian, tapi malam ini kau benar2 cantik Hyun Won, kau..kau seperti seorang putri” ucap Hangeng membuat wajah Hyun Won memanas karna tersipu malu.

“Sudahlah, jangan puji aku terus, kau bisa membuatku jatuh pingsan jika terus memujiku”

“Baiklah, kalau begitu, ayo Tuan Putri silahkan masuk ke dalam kereta kencana mewahmu ini” Hangeng mengulurkan tangan pada Hyun Won dengan wajah yang semakin tersipu Hyun Won menyambut tangan Hangeng dan masuk ke dalam mobil.

@Restaurant…

“Tuan putri silahkan turun” Hangeng membukakan pintu Hyun Won dan mengulurkan tangannya lagi.

“Terima kasih….” Hyun Won menyunggingkan senyuman manis dan menyambut tangan Hangeng.

Hangeng memeluk lengan Hyun Won dan berjalan bersama menuju Restaurant. Setibanya di dalam, Hyun Won tidak percaya melihat apa yang dia lihat, tempat duduk yang di pesan Hangeng sudah di design sedemikian indahnya. Di taruh lilin2 kecil di setiap sudutnya, meja bundar yang di hiasi dengan bunga2 cantik di sampingnya, 3 lilin yang di simpan di sebuah tempat antik di taruh di tengah2 meja, di atas meja juga sudah ada beberapa makanan yang sebelumnya di pesan Hangeng, 2 gelas kosong dan ember kecil yang menyimpan 1 botol anggur merah yang sudah di hias dengan pita cantik.

“Tuan putri duduklah, jangan hanya berdiri takjub seperti itu” ucapan Hangeng membuat ketakjuban Hyun Won buyar, dengan menebar senyum manisnya lagi, Hyun Won kembali melangkah dan duduk di kursi yang sudah di geserkan oleh Hangeng.

“Hangeng-ah, apakah kau sengaja membuat ini untukku???”

“Ehmm,,wae??? Kau suka??”

“Ne..nomu chua Hangeng-ah….gomawo” sahut Hyun Won sedikit terisak.

“Hei..kau jangan menangis, nanti make up mu luntur”

“Tch,,kau pikir make up ku ini murahan jadi bisa luntur?” sahut Hyun Won menghapus air mata di sudut matanya.

“Ya sudah ayo kita mulai makan, kasihan makanannya sudah tidak sabar ingin di makan oleh gadis cantik sepertimu katanya”

“Cih,,kau ini sejak kapan jadi pandai menggombal seperti itu??”

“Semenjak aku melihatmu terlihat cantik malam ini”

“Yaakk..sudah jangan puji aku seperti itu lagi, aku tidak mau jatuh dengan mudahnya ke dalam perangkapmu, sudah ayo kita makan saja”

“Hehe…baiklah, selamat makan Tuan Putri”

Setengah jam kemudian mereka selesai menyantap makanannya. Hangeng memanggil pelayan untuk membuka anggur merahnya dan menuangkannya ke dalam gelasnya dan gelas Hyun Won.

“Mari kita bersulang untuk makan malam romantis pertama kita Hyun Won-ah…” Hangeng mengangkat gelasnya ke arah Hyun Won.

“Eoh…cheers….” Hyun Won menyatukan gelasnya dan gelas Hangeng.

“Hyun Won-ah, ada yang ingin aku berikan padamu” Hangeng mendekati Hyun Won dan berlutut di hadapan gadis cantik itu.

“Hyun Won-ah, aku tau mungkin ini memang terlalu cepat bagimu, tapi aku sudah tau sejak beberapa tahun yang lalu kalau kau mencintaiku dan aku juga tau kalau kau adalah wanita baik2, jadi aku hanya ingin mengatakan sesuatu hal yang penting ini padamu, bersediakah kau menjadi pendamping seumur hidupku???” ucap Hangeng dengan menunjukkan kotak kecil yang berisi cincin perak dengan berlian kecil di tengahnya.

“Hangeng-ah, kau….apa yang kau ucapkan barusan?? Kau sedang tidak bercanda, kan??”

“Anhi, Hyun Won-ah, aku serius, untuk apa aku bercanda dengan hal seperti ini, aku..aku hanya tidak ingin terus menyibukkan diriku dengan pekerjaanku sedangkan umurku akan semakin bertambah tua, jadi aku ingin mulai memikirkan tentang masa depanku, bagaimana, apakah kau mau menjadi istriku dan menjadi Ibu untuk anak2 ku??”

Hyun Won tidak bisa berkata-kata, dia hanya bisa menitikan air matanya perlahan, dan menatap kagum pada Hangeng yang sedang menunggu jawaban darinya.

“Hangeng-ah, boleh kau beri aku waktu?? Aku benar2 terkejut kau akan melakukan ini padaku, jadi aku butuh waktu untuk memikirkannya sebelum aku benar2 menjawabnya, apa kau keberatan??”

“Anhi, Hyun Won-ah, tentu saja aku tidak keberatan, baiklah, aku akan memberimu waktu untuk menjawab ini”

“Ehmm,,beri aku waktu paling lambat seminggu, aku janji aku akan memikirkannya dengan matang, eoh??”

“Ne..aku mengerti. Ah,,Hyun Won-ah, kau sudah cantik sepeti seorang putri, apakah kau keberatan jika berdansa dengan pria di hadapanmu ini??” Hangeng beranjak dan mengulurkan tangannya pada Hyun Won.

“Kau..kau mengajakku berdansa??”

“Ehmm,,,Tuan Putri, berkenankah anda berdansa denganku??” Hangeng mengulang ajakannya dan masih mengulurkan tangannya.

“Baiklah, aku mau…” jawab Hyun Won tersenyum dan menyambut uluran tangan Hangeng.

@Seoul FM….

“Eeonni-aaaaaaaaaaahh….Omo aku sangat merindukanmu” sapa Eunsun pada Vania yang baru tiba di ruan gkerjanya.

“Yak..yak..yak..kau ini kenapa sih?? Seperti anak kecil saja, lagipula bagaimana mungkin kau merindukanku?? Bukankah kemarin kita baru bertemu yah?? Babo-ah…”

“Hehe,,kau benar, tapi entah kenapa aku selalu merindukanmu eonni, hihihihi…”

“Jamkkaman, melihat senyummu yang seperti itu, rasanya aku bisa menangkap sesuatu darimu, yak….apakah ada sesuatu yang membuatmu bahagia?? Ayo cepat ceritakana padaku, apakah si Boss mengajakmu berkencan di tempat mewah lagi?? Atau mau mengajakmu liburan ke luar Negeri?? Atau apa??” tanya Vania penasaran.

“Anhi, semua tebakanmu itu salah eonni” Eunsun menggeleng sambil tersenyum.

“Yak,,lalu apa??”

Tanap menjawab pertanyaan Vania, Eunsun menunjukkan kelima jarinya ke arah Vania.

“Omo..Eunsun-ah, cincinmu cantik sekali, apa si Boss memberikan ini untukmu?? Memang kau sedang berulang tahun yah??” tanya Vania polos.

“Yaakk…eonni-ah, kau ini bagaimana sih masa tidak peka dengan hal seperti ini??” Eunsun mengerucutukan bibirnya.

“Maksudmu apa??”

“Si Boss atau yang tidak lain kekasihku yang tercinta itu bukan hanya memberikan cincin ini padaku, tapi juga sudah melamarku, omoo..eonni-ah, kau tau aku benar2 bahagia sekali”

“MWO??? JINJA????? Omooo…Eunsun-ah, chukkae eoh….aku benar2 senang mendengarnya….Aisshh..bocah ini sudah mau melangkahiku saja” ucap Vania mengacak-ngacak rambut Eunsun.

“Eoh, eonni, mian karna aku akan melangkahimu, tapi aku do’akan semoga Jeong Hoon oppa cepat2 melamarmu, eoh??”

“Ne..aku harap begitu, aaahh..Eunsun-ah, chukkae,,,,,” Vania menggenggam tangan Eunsun dan mereka berdua melompat-lompat girang.

***

“Annyeong..annyeong semuanya…” sapa paman Hwan pada semua penghuni flat yang sudah di kumpulkan di taman yang beberapa waktu lalu di sulap oleh Jeong Hoon menjadi taman yang kejutan untuk Vania.

“Annyeong..paman…” sahut penghuni flat serempak.

“Baiklah, malam ini paman sengaja mengumpulkan kalian di sini, karna hanya pada malam hari lah kita semua bisa berkumpul, dan malam ini paman ingin memberitaukan pada kalian bahwa minggu ini paman dan bibi Gae Hwa berencana untuk mengajak kalian berlibur, karna kebetulan lusa adalah hari libur dan hari berikutnya hari libur Nasioanl, jadi kita punya waktu 3 hari untuk liburan”

“Paman, memangnya kita akan liburan ke mana??” tanya Kwangmin mengacungkan tangannya.

“Itu masih rahasia, paman akan beritau pada kalian 2 hari seblumnya untuk kalian bersiap-siap. Sekarang paman hanya akan bertanya pada kalian, apakah kalian bersedia untuk ikut??? Jika kalian setuju, acungkan tangan kalian”

“Aku mau ikut, ayo Yeon Hee angkat tanganmu juga” ucap Kwangmin mengacungkan tangannya dan mengancungkan tangan Yeon Hee dengan paksa.

“Yaakk…sakit, aku bisa mengacungkan tanganku sendiri” sahut Yeon Hee melepaskan tangannya dari genggaman Kwangmin.

“Aku juga mau ikut” akhirnya Yeon Hee mengacungkan tangannya sendiri.

“Ehmm..beri aku waktu satu hari, aku mau bilang pada Ghun dulu, kalau dia mau ikut, aku juga ikut” ucap Ilyeon.

“Eonni-ah, Ghun oppa pasti mau ikut, biar nnati aku yang merayunya, ayo kapan lagi kita bisa liburan bersama” sahut Yeon Hee.

“Shiro, kau tidak bolehmerayu namjachinguku, biar nanti aku yang bicara pada dia sendiri”

“Cih,,kenapa kau ketakutan sekali Ghun oppa mu itu aku rayu, hhaha..dasar eonni yang aneh”

“Baiklah, kalau begitu baru 2 orang yang setuju, bagaimana dengan yang lainnya??”

“Aku juga setuju” sahut Jeong Hoon ikut mengacungkan tangannya yang sedang mendorong Vania yang duduk di ayunannya.

“Aku…paman apa aku boleh mengajak Gege dan Hyun Won??” tanya Vania.

“Hmm,,baiklah, ajak saja mereka, bukankah mereka berdua juga sudah seperti bagian dari kita?”

“Baiklah, kalau begitu, jika mereka ikut aku juga akan ikut” sahut Vania lagi dengan semangat.

“Yakk..chagi, kenapa kau menurut bagaiimana mereka, kalau aku ikut kau tetap harus ikut, ara??” ucap Jeong Hoon melanjutkan mendorong ayunan Vania.

“Anhi, Jeong Hoon-ah, kau tenang saja, aku akan buat mereka juga ikut, kau tau kan Gege sudah melamar Hyun Won, jadi aku akan membuat mereka bersatu di sana, hihi…”

“Aisshh..kau ini, ternyata kau sudah merencanakan sesuatu untuk mereka yah?”

“Hehe..begitulah…”

“Baiklah, kalau begitu Youngmin, Chaeri, tinggal kalian yang belum menjawab, bagaimana apa kalian mau ikut??”

“Aku..sepertinya tidak akan bisa ikut” jawab Chaeri lirih.

“Chaeri-ah, wae gurae??” tanya paman Hwan.

“Lusa, aku sudah akan kembali kembali ke Indonesia” ucap Chaeri sedih.

“Chaeri-ah, kau bisa berlibur di sini sampai kita pulang dari liburan” sambung Vania.

“Anhi, eonni, bukankah aku sudah janji pada Bunda akan pulang lusa???”

“Kau tenang saja, nanti aku yang akan bilang pada Bunda, ayolah, lagipula aku juga merasa bersalah padamu karna belum sempat membawamu liburan, jadi liburan kita nanti, itung2 aku mengajakmu liburan sebelum kau pulang ke Indonesia, eoh??”

“Tapi…”

“Chagi,,,benar kata eonni mu, pulanglah setelah kita berlibur saja, eoh?? Lagipula aku ingin menikmati liburan ini bersamamu, eotthae??” tanya Youngmin lembut sambil menggenggam tanagn Chaeri dan menatap gadisnya itu lekat.

“Hmmm..baiklah, kalau kau mau sepetri itu. Ne, aku juga senang jika bisa berlibur bersamamu saat2 kita baru jadia, hehe…” Chaeri tersenyum riang saat Youngmin memeluknya.

“Omooo..sayang, aku juga ingin di peluk seperti itu, masa aku kalah dengan adikku” ucap Vania pda Jeong Hoon yang bermaksud menggoda dan menyindir adiknya itu.

“Baiklah, kalau begitu, semuanya sudah sepakat untuk ikut tinggal menunggu jawaban dari Ilyeon, ya sudah karna sekarang sudah malam, kalian boleh kembali ke kamar kalain masing2, nanti paman akan beritau lagi pada kalian kita akan berlibur ke aman. Annyeong jumuseyo yorobun”

“Ne..annyeong jumuseyo paman Hwan dan bibi Gae Hwa” sahut penghuni flat yang lain meninggalkan taman itu.

Ke manakah liburan mereka nanti???? Dan seperti apakah liburannya?? Tunggu jawabannya di My Beloved Girl Part 9….

~ TBC ~

Entry filed under: Angst, Boyfriend, Chaptered, Family, FanFiction, Friendship, FT Island, Genre, Hangeng, HITZ, Indonesia, K-Pop, Language, Life, PG, R, Rating, Romance, Type, X-5. Tags: .

[CHAPTER 7] My Beloved Girl Live the I Though Only Once

2 Comments Add your own

  • 1. Yeonnia_Park  |  October 29, 2011 at 4:51 PM

    aigooo eonni Chaeri sma Young udh jadian Yeonhee sm Kwang kapan nihh? hohohoo… mau liburan *ngacungin tangan* hehhe…🙂

    aisshhh pada main peluk2an nihhh… Vania mau ikutan juga lagi ckckkckk…

    Reply
    • 2. r13eonnie 강 하이에나  |  October 30, 2011 at 9:41 AM

      hahahha,,kwang sm yeon hee nya blm de, nti biar rada lama, hehehe…

      ia liburan, pgn bgt ikut authornya, wkwkwkwkwk….

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: