[CHAPTER 7] My Beloved Girl

October 23, 2011 at 1:24 PM Leave a comment

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Rating : R / PG-15

Genre : Romance, Life, Angst, Friendship, Family

Lenght : Chaptered

Main Cast :

↔ Vania Alexandria Sentani / Lee RaeHee / Vania Lee ( OC )

↔ Lee Jeong Hoon ( HITZ )

↔ Hangeng

Support Cast :

↔ Lee Hong Ki

↔ Ghun ( X-5 )

↔ Jo Twins ( Jo Kwangmin n Jo Youngmin )

↔ Stevanny Jessica Manoach / Song Hyun Won ( OC )

↔ Anastasia Hannas / Lee ChaeRi ( OC )

↔ Jung Ilyeon ( OC )

↔ Jung Yeon Hee ( OC )

↔ Bae Eunsun ( OC )

↔ Kim Eun Ki ( OC )

and Other…

Poster by Vania_AlmightyCharisma

Prologue || MBG Chapter 1 || MBG Chapter 2 || MBG Chapter 3 || MBG Chapter 4 || MBG Chapter 5 || MBG Chapter 6

Have a great Day for READER and SIDER

Happy Reading

“Jeong Hoon-ah, apakah kau yang melakukan ini semua??” tanya Vania takjub melihat apa yang ada di hadapannya itu seolah seperti mimpi.

Jeong Hoon, membuatkan taman buatan di halaman flatnya Vania. Tentunya dengan ijin dari sang pemilik flat, Jeong Hoon membuat ayunan di ujung taman itu. Supaya Vania bisa santai2 di sana setiap kali dia ingin menghilangkan penat. Yang membuat Vania takjub adalah, rumput yang ada di taman itu adalah di bentuk seperti wajahnya yang sedang tersenyum. Menuju ayunan itu juga di pasang beberapa batu yang berjumlah 6 batu dan di setiap batu itu bertuliskan satu huruf hingga membentuk kata ‘I Love U’ .

“Eoh..bagaimana apa kau suka??”

“Aku tidak tau apa ada kata yang lebih lagi dari kata ‘SUKA’, aku benar2 tidak bisa berkata apa2 lagi. Kau tau ini pertama kalinya ada pria yang melakukan hal ini padaku” ucap Vania menatap Jeong Hoon dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

“Kalau begitu aku akan menjadi orang yang pertama dan terakhir yang akan melakukan ini padamu dan kalau kau mau, aku akan melakukan hal ini setiap hari, eotthae??”

“Anhi, kau tidak perlu melakukannya secara berlebihan, seeprti ini saja sudah benar2 membuatku bahagia, gomawo Jeong Hoon-ah kau sudah membuatku terharu”

“Eoh,,choenmaneyo” Jeong Hoon menjatuhkan tubuh Vania ke dalam pelukannya, mengusap lembut rambut Vania yang di biarkan tergerai.

“Jeong Hoon-ah, sejak kapan kau bisa bersikap romantis seperti ini??”

“Sejak aku mencintai gadis yang ada di depanku saat ini, gadis menyebalkan yang sudah berhasil merebut hatiku dan membuatku hampir gila setiap kali melihatnya menangis dan terluka, gadis yang selalu membuatku rindu ingin bertemu dengannya setiap hari, gadis yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama dan yang terpenting adalah dia gadis yang ingin aku buat bahagia. Vania, maukah kau menjadi bagian dari hidupku?? Menjadi orang yang terpenting dalam hidupku?? Karna sekarang aku sudah tidak punya siapa2 lagi” Jeong Hoon menatap Vania dan menggenggam kedua tangannya menunggu jawaban dari Vania.

“Jeong Hoon-ah” ucap Vania lirih karna dia sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi.

“Aku tidak suka melihatmu menangis, jadi aku mohon jangan pernah menangis di depanku, eoh??” Jeong Hoon mengusap air mata Vania yang mulai membasahi pipinya.

“Aku menangis karna aku benar2 bahagia, Jeong Hoon-ah, apakah aku mempunyai hak untuk menolakmu???”

“Tentu, kau mempunyai hak untuk menolak atau menerimaku, jadi apapun jawabanmu, aku akan menerimanya dengan ikhlas, yang terpenting aku bisa mencintaimu saja itu sudah membuatku bahagaia”

“Anhi Jeong Hoon-ah, aku tidak punya hak untuk menolakmu, karna hidupku akan aku serahkan padamu, jadi aku tidak punya hak apapun lagi atas diriku sekarang”

“Vania-ah….maksudmu, kau??”

“Ehm…aku bersedia menjadi bagian dari hidupmu…”

Tanpa menjawab lagi jawaban yang terucap dari mulut Vania, Jeong Hoon langsung memeluk erat gadis yang ada di hadapannya itu.

“Jeong Hoon-ah jamkkamanyo..” Vania melepaskan pelukan Jeong Hoon.

“Wae??”

“Ngomong2 kapan kau melakukan ini semua??” dahi Vania mengernyit menatap heran Jeong Hoon dan Jeong Hoon hanya tersenyum polos.

Flashback….

2 hari sebelumnya..

Tok..Tok..Tok

“Chaeri-ah..”

“Ne..oppa, jamkkamanyo…” terdengar sahutan Chaeri dari balik kamar.

“Oppa, waegurae?” tanya Chaeri saat melihat Jeong Hoon sudah ada di hadapannya.

“Chaeri, aku mau meminta tolong padamu”

“Minta tolong apa oppa?”

“Besok kan kakamu libur, aku akan menghubungi Ensun teman sesama penyiarnya untuk mengajak kakakmu menginap di apartementnya. Tapi aku tau sekali kakamu itu seperti apa, dia tidak akan mau meninggalkanmu di sini sendirian. Nah nanti malam sepulang dia bekerja, kau pura2 bertanya apakah besok dia ada acara atau tidak, dia pasti akan menjawab kalau Eunsun mengajaknya menginap di apartemennya tapi dia tidak tega padamu. Nah, saat dia mengatakan itu, kau harus cepat2 berlaga tidak keberatan jika di tinggal sendirian dan kau harus mengusahakan agar eonni mu itu mau menginap di apartement Eunsun, eoh??’

“Oppa, memangnya ada apa kau menyuruhku melakukan itu??”

“Aku akan memberikan kejutan untuk eonnimu”
“Jinjayo?? Mwo??” tanya Chaeri antusias.

“Kalau kau berhasil membuat eonni mu menginap di apartement Eunsun, oppa akan memberitaukan padamu”

“Hmm…tapi bagaimana kalau eonni tetap tidak mau??”

“Maka dari itu kau harus berhasil membuatnya mau”

“Hm..hm…hm..baiklah akan aku coba”

“Bagus,,give me Five calon adik iparku” Jeong Hoon mengangkat tangannya.

Toosss…

Malam harinya….

“Chaeri-ah, aku pulang, kau sedang apa??” tanya Vania saat dia sampai di flat.

“Aku sedang di kamar mandi eonni, tunggu sebentar tanggung, hehe..” teriak Chaeri dari dalam kamar mandi.

“Isshh….kau jorok sekali, suaramu itu tidak enak di dengar”

10 menit kemudian….

“Eonni-aaaah…” sapa Chaeri cerah menghampiri Vania yang sedang merebahkan tubuhnya di kursi ruang tengah.

“Eonni, kau sudah pulang?”

“Babo, pertanyaanmu itu aneh, tentu saja aku sudah pulang, kalau belum pulang lalu yang ada di depanmu ini siapa? Hantu..??”

“Eonni, kau galak sekali sih…Oya sini biar aku pijiti eonni, kau pasti pegal dan lelah sekali kan?? Hehe..” ucap Chaeri sambil memberi pijitan di pundak Vania.

“Yaak..kau ini kemasukan setan apa?? Tiba2 perhatian begini padaku??” tanya Vania dengan tatapan curiga.

“Yaakk,,eonni-ah, kau ini kenapa sih selalu saja negatif thinking padaku, aku kan adikmu jadi wajar kalau aku memberikan perhatian pada kakakku sendiri”

“Hmm….kau benar, tapi rasanya aku merasa sepertinya ada sesuatu yang aneh darimu, kalau tidak ada maunya pasti ada yang sedang kau rencanakan lagi jika sikapmu aneh seperti ini”

“Aaassshhhh..kau ini..”

“Oya eonni, besok kau ada acara ke mana?? Bukankah kau besok libur yah??”

“Tuh kan apa ku bilang, kau pasti besok mau mengajakku jalan2 kan??”

“IIsshhh.,.Eonni-ah, bisa tidak sih kau tidak negatif thinking terus, aku kan hanya bertanya”
“Ahahha,,,baiklah kau tidak usah marah begitu. Besok aku tidak ke mana2, sebenarnya tadi Eunsun mengajakku menginap besok di apartementnya karna dia ingin minta antar padaku untuk belanja, tapi aku tidak mau karna aku tidak mau meninggalkanmu di sini sendirian”

“Tebakan Hoon oppa tepat sekali, hihi..”

“Kau kenapa, senyum2 sendiri2??”

“Ah..anhi, hehe..Oya kenapa kau tidak mau?? Eonni-ah, bukankah belakangan ini kau juga jarang keluar?? Kenapa kau menolak ajakan Eunsun eonni??? Kau mau saja, lagipula aku tidak akan apa2 di tinggal sendirian juga, aku kan sudah besar, kasian kan Eunsun eonni, pasti dia sangat ingin di temani olehmu”

“Hmm…kau benar juga, tapi apa kau benar2 tidak apa2??”

“Ehmm…aku tidak akan apa2, lagipula di sini kan banyak orang , Jeong Hoon oppa ada di sebelah, jadi kalau ada apa2 aku pasti akan minta tolong padanya, hehe..”

“Kau yakin??”

“Ehm,,,eonni..”

“Baiklah, kalau begitu nanti aku akan menghubungi Eunsun…AH…pijatanmu enak sekali, sudah ah sekarang aku mau mandi dulu lalu tidur, aku lelah, terima kasih yah pijitannya”

“Ne..eonni, selamat istirahat yah, oya jangan lupa hubungi Eunsun eonni yah, bilang kau mau menginap di apartementnya, hehe..”

Keesokan harinya…

“Oppa, Vania eonni sudah pergi, sekarang ayo cepat beritau aku kau ingin memberikan kejutan apa untuk eonni ku??” tanya Chaeri penasaran saat dia menghampiri Jeong Hoon di kamarnya.

“Baiklah, sekarang ayo ikut aku…”

Malam harinya…

“Selesaiiii…”

“Huaaa….oppa, keren sekali..Omo…eonni ku pasti sangat suka dengan kejutan ini, oppa kau benar2 romantis ternyata, huah..seandainya aku bisa menemukan pria seromantis kau, huhu…”

“Ehem..ehem,,eonni, orang di sebelahku ini juga lagi jomblo lho dan dia juga katanya tipe pria romantis, hehe…” ucap Yeon Hee pada Chaeri sambil mengarahkan pandangannya pada Youngmin yang ada di sebelahnya.

“Hei,,kau ini bicara apa sih??” ucap Youngmin malu2.

“Hahaha..oppa, lihat mukamu kenapa jadi merah begitu?? Aku kan hanya bercanda, yaak,,,jangan2 oppa menyukai Chaeri eonni yah???” tanya Yeon Hee curiga.

“Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu, kalaupun ia aku hanya akan mengatakan pada orangnya langsung”

“MWO???? Jadi mak..maksudmu, kau benar2 menyukai Chaeri eonni? Hahahaha…sepertinya akan ada pasangan baru di sini, hehe….”

PLETAK…

“Kau bisa sih tidak iseng satu hari saja??” ucap Ilyeon memukul Yeon Hee dengan buku yang dia pegang.

“Yaakkk,,,eonni-ah, memangnya kenapa?? Aku tidak iseng, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat, lagipula kapan sih kau berhenti memukulku? Lama2 aku jadi curiga, apakah kita in saudara knadung atau bukan, Huh…” Yeon Hee mengusap kepalanya dengan kesal.

“Kau tidak yakin?? Kalau kau tidak yakin kita saudara kandung mana mungkin kita kembar bodoh??”

“Sudah,,sudah kalian jangan bertengkar lagi..” ucap paman Hwan melerai si kembar Jung.

“Jeong Hoon-ah, berarti besok kau akan memberikan kejutan ini pada Vania??” tanya bibi Gae Hwa.

“Ne..ahjumma, besok kan Vania pergi bekerja dari apartement Eunsun dan sorenya dia pulang kerja aku akan menjemputnya dan membawa dia makan dulu, lalu malamnya aku akan pura2 membawa dia ke suatu tempat, padahal aku membawa dia ke sini, hehe..”

“Omoo..Jeong Hoon-ah, bibi benar2 salut sekali padamu, kau benar2 pria yang sangat romantis. Benar kata Chaeri, Vania pasti akan terkejut dengan kejutanmu ini”

“Hehe..ne ahjumma, semoga saja dan semoga dia juga akan suka dengan kejutanku”

“Pasti hyung, Vania noona pasti akan suka, aku saja sebagai pria jika aku wanita, aku pasti akan suka dengan kejutan seperti ini, hehe….”

“Issshh..kau ini, jangan2 kau benar2 wanita lagi, hiiii…” ucap Yeon Hee merinding.

“Enaak sajaaa…aku ini pria tulen tau, kau mungkin yang wanita jadi2 an, masa ada pria tampan yang menyukaimu kau tidak menyadarinya” jawab Kwangmin polos.

“Siapa?? Siapa yang menyukaiku??” tanya Yeon Hee lebih polos.

“Tuh kan, kau malah pura2 tidak tau, babo”

“Isshhh..dasar namja aneh..”

“Baiklah semuanya, terima kasih yah kalian sudah membantuku menyelesaikan semuanya dan kalian sudah mau menemaniku seharian ini…Kamsahamnida..” ucap Jeong Hoon.

“Ne…hyung sama2”

“Ne…oppa, kami juga senang membantumu..”

“Ehmm..Hoon-ah, semoga besok kau berhasil membuat Vania terkejut. Hwaiting….”

End of Flashback

“Aahhh..jadi kau mengerahkan semua penghuni flat ini untuk membantumu?? Dan kau juga meracuni adikku untuk berhasil merayuku menginap di rumah Eunsun, hah??” tanya Vania.

“Ne…hehe,,kau jangan marah yah, lagipula aku melakukan semua itu untukmu, hehe..”

“Issshhh..ternyata lagi2 si bodoh Chaeri mengerjaiku, huh,,,,awas dia…”

“Hei..sudahlah, jangan marahi dia, lagipula kan aku yang menyuruhnya melakukan itu, ah??”

“Tapi dia itu harus aku beri pelaj…..”

“Ssssttt….jangan bicara lagi, atau kau mau aku tutup mulutmu dengan ciumanku lagi seperti di bandara waktu itu, huh??” Jeong Hoon menutup bibir Vania dengan ujung telunjuknya.

“Yaaakkk..nappeun namja…” ucap Vania membalikkan badannya dan wajahnya memerah seketika.

“Kau mau ke mana, tunggu dulu, aku ingin kau duduk di ayunan buatanku, kajja..”

“Setiap kau melangkah di atas batu ini, kau harus mengucapkan huruf yang ada di setiap batu ini yah” Jeong Hoon menuntun Vania melangkah di atas batu2 yang dia ukir dengan tulisan ‘I Love U’

“I…L…O…V….E…..U” ucap Vania dengan malu2.

“Sekarang duduklah di sini, aku akan mendorngmu” Jeong Hoon mengarahkan Vania untuk duduk di ayunannya dan mendorong pelan ayunan itu.

“Jeong Hoon-ah”

“Ehmm…???”

“Kau tau, aku suka sekali dengan kejutan yang kau berikan ini, jujur aku tidak pernah menyangka akan ada pria yang mencintaiku seperti ini. Ternyata pilihanku tidak salah untuk memilihmu”

“Chagia…aku juga bahagia bisa mencintaimu seperti ini dan bisa melakukan semua ini sehingga berhasil membuatmu bahagia. Kau percayalah, kalau aku tidak akan pernah membuatmu menangis, jika sampai aku melakukannya, kau boleh menamparku, memukulku atau melakukan apapun yang kau mau, tapi satu hal yang jangan pernah kau lakuka padaku”

“Apa itu??”

“Jangan pernah berhenti untuk mencintaiku, meskipun akhirnya kau tau aku memiliki banyak kekurangan, tapi aku mohon jangan pernah kau menyerah untuk tidak mau mencintaiku lagi, karna jika itu terjadi, aku akan benar2 kehilangan separuh dari nyawaku, karna bagiku kau sekarang satu2 nya orang yang mempunyai arti terpenting dalam hidupku”

“Jeong Hoon-ah….” ucap Vania menghentikan ayunan Jeong Hoon.

“Sudah, kau jangan menatapku sedih seperti itu, aku tidak ingin melihatmu sedih, sini biar aku dorong agak kencang lagi, kau pegangan yang kuat yah, hehe..” Jeong Hoon melanjutkan dorongan pada ayunan yang di duduki Vania.

***

“Hallo Gege..kau di mana??” tanya Vania panik saat menelfon Hangeng.

“Aku di kantor, Rae Hee-ah, waegurae?? Kenapa suaramu panik seperti itu??”

“Kau ini kenapa sih, kau tidak tau yah, Hyun Won eonni..”

“Hyun Won?? Ada apa dengan Hyun Won???”

“Dia..dia…”

“Dia kenapa Rae Hee, jangan membuatku ikutan panik juga”

“Dia sakit, tadi dia jatuh pingsan di apartementnya”

“Choengmal?? Tapi kenapa dia bisa pingsan??”

“Entahlah, cepat sekarang kau ke sini, atau kau akan menyesal seumur hidupmu”

“Tapi aku sedang bekerja”

“Kau ini, kau kan Bos nya, kau tidak akan di pecat jika kau meninggalkan pekerjaanmu sebentar, sudah kalau kau lebih memilih pekerjaan daripada Hyun Won eonni, aku sumpahi kau akan menyesal”

Klik….

“Haashh..bocah itu, bisa2 nya dia mengancamku, tapi aku juga tidak bisa diam di sini, sebenarnya ada apa dengan Hyun Won?? Ah..sudahlah daripada aku mati berdiri di sini karna penasaran, lebih baik aku ke sana sekarang” ucap Hangeng yang akhirnya pergi menuju apartement Hyun Won.

@Hyun Won’s Apartement

Ting Nong..Ting Nong…..

“Hyun Won-ah, kau??? Kenapa kau sehat seperti itu?? Bukankah tadi kata….?? Ah..sial Rae Hee pasti sudah mengerjaiku”

“Hangeng-ah, waegurae?? Kenapa kau menatapku seperti itu??” tanya Hyun Won membuyarkan lamunan Hangeng.

“Ne….?? Ah,,anhi, tadi Vania menelfonku katanya kau jatuh pingsan, aku panik makannya aku langsung ke sini, tapi sepertinya aku sudah di kerjai oleh bocah nakal itu, hehe..Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, maaf sudah mengganggumu” ucap Hangeng gugup dan salah tingkah.

“Baiklah hati2…” sahut Hyun Won dingin.

“Eh,,Hyun Won-ah jamkkaman..” Hangeng menahan pintu yang hampir di tutup Hyun Won.

“Ne…?? Wae???”

“Ehhmmmmm….Hyun Won-ah, apa aku boleh masuk??”

“Ye…?? Bukankah kau sedang bekerja??”

“Ah,,ehmm…ia, tapi aku sudah terlanjur ada di sini, apa aku boleh masuk dan….ah,,aku haus, jadi boleh aku minta minum?? Kalau aku sudah minum aku baru akan pergi ke kantor lagi, hehehe..”

“Baiklah, masuklah…..”

“Ye..gomawo”

“Ini minumnya, aku fikir Jus Orange bisa menyegarkanmu” ucap Hyun Won memberikan satu gelas Jus Orange pada Hangeng.

“Ah,,ye, kamsahamnida” Hangeng mengambil gelas dari tangan Hyun won dan meneguk habis Jus nya.

“Aaahhhh…kau benar Hyun Won, Jus nya segar sekali, terima kasih yah, hehe…”

“Ne,,choenmaneyo….Kalau begitu, bukankah kau harus cepat2 kembali ke kantormu??? Tadi kau bilang hanya ingin minum saja di sini??” ucap Hyun Won menyindir.

“Ne….?? Ahh..haha..kau benar, ehmm…tapi sepertinya aku merasa sejuk sekali berada di sini, daripada di luar panas sekali, hehe…”

“Benarkah…??”

“Ehm,,hehe….”

“Ya sudah, kalau kau masih mau di sini, duduklah, aku mau ke kamarku dulu”

“Ehmm,,,Hyun Won-ah, jamkkaman…” Hangeng menahan tangan Hyun Won.

“Wae??” Hyun Won menoleh dan melihat tangannya yang di genggam Hangeng.

“Bogoshippo….” Hangeng menarik tangan Hyun Won dan menjatuhkan tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.

“Hyun Won-ah, maaf untuk masalah di pub waktu itu, sampai detik ini aku belum meminta maaf langsung padamu lagi, aku…aku benar2 tidak bisa mengontrol diriku malam itu dan belakangan ini kita jarang bertemu dan berkomunikasi. Sebenarnya aku ingin sekali menemuimu, tapi aku takut kau tidak mau, dan aku juga ingin sekali menghubungimu tapi aku takut kau tidak akan menermia telfonku, jadi…jadi sekarang aku sangat senang bisa melihat wajahmu lagi” Hangeng melepaskan pelukannya dan menatap Hyun Won.

“Hangeng-ah, kau tidak perlu minta maaf lagi, bukankah waktu itu kau sudah meminta maaf padaku?? Lagipula aku bisa mengerti posisimu, malam itu kau juga pasti tidak bisa menolak tantangan dari mereka kan?? Jadi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi”

“Hyun Won-ah, kau tidak marah??”

“Anhi,,untuk apa aku marah???”

“Ehm..gomawo Hyun Won-ah, aku senang ternyata kau tidak marah. Oya, apa malam minggu ini kau ada acara??”

“Hmm…aku belum tau, wae??”

“Aku..aku mau mengajakmu makan malam”

“Ehmm..bagaimana yah….”

“Tapi kalau kau tidak mau ya sudah tidak apa2, hehe…Aku tidak akan memaksa”

“Haha..kau ini sejak kapan jadi sensitif seperti itu?? Baiklah aku mau….”

“Jinja??”

“Kau ingin kau merubah keputusanku?”

“Ah,,,anhi, Baiklah malam minggu nanti aku akan menjemputmu”

“Ehmm…” Hyun Won mengangguk.

“Ya sudah, kalau begitu aku permisi dulu, aku mau kembali ke kantorku”

“Baiklah, hati2….”

“Ne….annyeong….”

“Annyeong….”

——————————

“Vaniaaaaaa….” teriak Hyun Won saat menelfon Vania setelah beberapa menit yang lalu Hangeng meninggalkan apartementnya.

“Eonni-aaaaaaaaaaaahh..eotthae…..eotthae?? Apa saranku berhasil?” tanya Vania di seberang sana.

“Ehm..bukan hanya saranmu yang berhasil, tapi ide gilamu itu juga berhasil, hahahha…sepertinya aku benar2 harus banyak belajar darimu lagi tentang menaklukan pria, hihi…”

“Choengmal?? Lalu bgaimana tadi reaksi Gege saat datang ke apartementmu??”

“Haha..aku sebenarnya sudah tidak kuat menahan tawa, wajahnya itu sangat2 lucu, kau tau saat dia melihatku yang segar bugar ini, wajahnya langsung seperti orang bodoh, gugup dan salah tingkah tidak karuan, dan dia beralasan ingin masuk ke apartementku karna ingin minta minum, dan aku sedikit mengusirnya, tapi kau benar dia seolah tidak mau pergi, samapi akhirnya dia menarik tanganku dan akhirnya memelukku, hahahahha….kau tau jantungku berdebar kencang saat dia memelukku, aku belum pernah merasakan hal itu, selama bertahun-tahun aku menunggu momment seperti tadi, akhirnya hari ini berkat kau hal itu benar2 terjadi, gomawo Vania, aku benar2 bahagia sekarang”

“Cheongmal??? Haha..syukurlah eonni, ternyata ide gilaku itu bisa berhasil juga. Yah karna aku sudah mengenal Gege selama belasan tahun, jadi aku sangat tau persis dia itu seperti apa, hehe…Oya lalu apalagi yang dia katakan??”

“Oya, aku lupa bilang, kau tau, malam minggu ini dia mengajakku makan malam”

“Benarkah?? Huaaa,,bagus eonni, tapi kau harus ingat yah, kau tetap harus memperlihatkan sikap jaimmu, kau harus menahan harga, jangan sampai dia bisa membelimu dengan harga murah begitu saja, biar dia melakukan perjuanagn dulu untuk mendapatkanmu, bukankah kau sudah menunggu dia selama bertahun-tahun?? Jadi, biar penantianmu itu bisa di bayar oleh Gege, hehe….”

“Tapi…jangan yang susah2 yah, jujur saja sebenarnya tadi juga aku tidak tega mengusir dia”

“Tenang eonni, pokonya kau serahkan saja padaku, percayalah Gege akan menjadi milikmu sebentar lagi, hehe…”

“Baiklah Vania, aku percayakan saja semuanya padamu”

“Ehmm…”

“Oya, ngomong2 bagaimana hubunganmu dengan Jeong Hoon??”

“Oya eonni, aku lupa memberikan kabar ini”

“Mwo?? Kabar apa??”

“Aku dan Jeong Hoon sudah resmi pacaran tadi malam, hehe..”

“Jinja??? Huaaa..chukkae Vania, aku ikut senang mendengarnya”

“Ehmm..gomawo eonni dan kau tau, dia juga memberikanku kejutan yang sangat indaaaaaah sekali, hehe..”

“Wah…Kejutan apa??”

“Nanti saja kau main ke flatku, nanti kau akan tau, hehe…”

“Ah..ara..ara…mungkin besok atau kapan2 aku main ke sana, eoh?”

“Ne,,eonni, aku tunggu. Baiklah, eonni nanti kita sambung lagi telfonnya yah, sekarang aku mau kerja dulu, hehe..Oya aku juga ucapkan selamat, akhirnya kau bisa merasakan bahagia di peluk Gege, hihihi…”

“Ne,,Vania, gomawo”

“Ok,,eonni sampai jumpa nanti yah, annyeong….”

“Annyeong Vania….”

BIP

***

@Flat…

BRUK…..

“Ah,,,Youngminie, mianhaeyo, aku kira tidak ada orang di depan pintu kamarku, kau tidak apa2??” Chaeri membantu Youngmin yang jatuh setelah dia membuka pintu kamarnya dan ternyata Youngmin sedang menempel di daun pintu itu.

“Ehmm,,aku tidak apa2 Chaeri, kau tidak perlu minta maaf, lagipula aku yang salah, tadinya aku mau mengetuk pintu kamarmu, tapi aku takut kau sedang tidur siang, jadi aku mencoba mendengarkan lewat daun pintu ini kira2 ada suarakah dari dalam kamarmu” sahut Youngmin gugup.

“Jadi, kau daritadi di depan kamarku??”

“Ah,,tidak, aku baru di sini10 menit yang lalu”

“AAh….oya memangnya ada apa kau ke sini??” tanya Chaeri heran.

“Ne..??? Ah..itu..aku..ehmm…”

“Kenapa kau gugup sepetri itu?? Bicaralah…ada apa??”

“Ehmm,,,begini Chaeri, aku…apakah besok kau ada acara??”

“Ne….??”

“Ehm..aku, mau mengajakmu jalan2”

“Jalan2?? Ke mana???”

“Nanti juga kau tau, aku hanya butuh jawabanmu saja, apa kau mau pergi denganku besok???”

“Ehhmmm…tapi…”

“Tapi kalau kau tidak mau ya sudah, aku tidak akan memaksa”

“Anhi,,baiklah aku mau, besok jam berapa??”

“Benarkah kau mau?? Baiklah, besok aku tidak ada jadwal kuliah, jadi bagaimana kalau kita pergi agak pagi saja?? Karna aku ingin seharian jalan denganmu”

“Seharian jalan denganku??? Apa maksudmu besok kau mau….????”

“Ya sudah, aku pergi dulu yah, besok pagi2 kau bersiap-siap saja, aku akan menjemputmu ke sini, annyeong Chaeri-ah….” ucap Youngmin pergi dari hadapan Chaeri sebelum dia menjawab pertanyaan Chaeri.

Lalu ke manakah Youngmin akan membawa Chaeri?? Apakah Youngmin sedang menagajak kencan Chaeri?? Dan bagaimana makan malam yang akan di lakukan Hangeng dan Hyun Won?? Akankah makan malam mereka berjalan indah?? Tunggu jawabannya di My Beloved Girl Part 8….;)

~ TBC ~

Miaaaaan buat para reader setia MBG, udah nunggu Part ini, mian karna di postnya agak molor waktunya 2 hari….Mudah2 an part selanjutnya bsia tetep kaya biasanya 2 hari, hehe..Tetep RCL nya yah..Gomawo..^^

Contact Me at :

Facebook

Twitter

WordPress

Email : missfanfiction@yahoo.co.id

Entry filed under: Angst, Chaptered, Drama, Family, FanFiction, Friendship, FT Island, Genre, Hangeng, HITZ, Indonesia, K-Pop, Language, Life, PG, R, Rating, Romance, Type, X-5. Tags: .

[CHAPTER 6] My Beloved Girl [CHAPTER 8] My Beloved Girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: