[CHAPTER 4] My Beloved Girl

October 20, 2011 at 12:47 AM Leave a comment

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Rating : R / PG-15

Genre : Romance, Life, Angst, Friendship, Family

Lenght : Chaptered

Main Cast :

↔ Vania Alexandria Sentani / Lee RaeHee / Vania Lee ( OC )

↔ Lee Jeong Hoon ( HITZ )

↔ Hangeng

Support Cast :

↔ Lee Hong Ki

↔ Ghun ( X-5 )

↔ Jo Twins ( Jo Kwangmin n Jo Youngmin )

↔ Stevanny Jessica Manoach / Song Hyun Won ( OC )

↔ Anastasia Hannas / Lee ChaeRi ( OC )

↔ Jung Ilyeon ( OC )

↔ Jung Yeon Hee ( OC )

↔ Bae Eunsun ( OC )

↔ Kim Eun Ki ( OC )

and Other…

Backsound :

– Kim Taeyeon – Can You Hear Me

 

Happy Reading

Komentar anda, mencerminkan penghargaan anda terhadap sebuah karya tulis dari sang author…*apa banget sih bahasanya…;)

~ My Beloved Girl Episode 4 ~

“Jeong Hoon-ah, apa jaket ini milikmu??” tanya Hangeng datar.

“Ye…itu milikku” Jeong Hoon masih terpaku di tempatnya.

“Gege,,chogi, aku bisa jelaskan semuanya padamu, kau jangan salah paham dulu” Vania akhirnya buka suara.

“Gwaenchana…aku tidak perlu mendengar penjelasan apapun darimu, kau punya hak seutuhnya untuk melakukan apapun yang kau mau, jangan khawatir aku tidak akan salah paham padamu, eoh??” Hangeng memeluk Vania dan mengusap-ngusap rambutnya dengan lembut.

Sakit, entah kenapa yang Vania rasakan saat itu hatinya justru sakit berada di pelukan Hangeng dan Jeong Hoon harus melihatnya. Meskipun Vania tidak tau apa yang sebenarnya Jeong Hoon rasakan padanya, tapi Vania seolah tidak rela jika Jeong Hoon harus menyaksikan pemandangan ini, pemandangan di mana Vania tidak merasakan lagi degup jantungnya yang kencang saat di peluk Hangeng. Apakah perasaannya pada Hangeng selama belasan tahun ini pudar begitu saja dengan hadirnya Jeong Hoon di hidupnya?? Dan apakah saat ini Vania benar2 akan memulai hatinya yang baru dengan merasakan cinta pada sosok Jeong Hoon?? Entahlah, yang jelas saat ini Vania masih belum bisa menentukan hatinya sendiri. Pikirnya.

“Maaf, kalau begitu aku permisi dulu” karna tidak kuasa melihat Vania berada di pelukan Hangeng, Jeong Hoon memutuskan untuk pergi.

“Jamkkaman”

“Jeong Hoon-ah, ini jaketmu, bukankah tadi kau ke sini untuk mengambil jaket ini??”

“Ye..? Eoh…gomawo” Jeong Hoon mengambil jaketnya dari tangan Hangeng.

“Jeong Hoon-ah, bagaimana kalau kita pergi ke kantor bersama, kau naik mobilku saja, eoh??”

“Baiklah, tunggu sebentar aku mengunci kamarku dulu” tanpa menoleh ke arah Vania sedikit pun, Jeong Hoon melangkah pergi.

“Rae Hee-ah, aku pergi bekerja dulu yah, sampai nanti” Vania hanya pasrah Hangeng mencium kedua pipinya seperti biasa, dan hatinya semakin sakit saat melihat Jeong Hoon melangkah keluar dari kamarnya dengan langkah yang berat. Yah, dia bisa melihat itu.
“Jeong Hoon-ah, apa kau bisa merasakan sakit yang aku rasakan sekarang?? Apa kau bisa menjawabku, perasaan apa ini???” batin Vania

***

“Vania, bagaimana kabarmu dengan Gege mu itu??”

“Astaga, kenapa aku seolah tidak suka sekarang bibi menyebutkan kata ‘Gege Mu’ padaku?? Padahal dulu aku sangat senang jika orang2 selalu menganggap kalau Gege itu milikku??? But not for now…”

“Vania,,,kenapa diam??”

“Ye…?? Ah,,anhio, hhmm…kabar kami baik2 saja bibi, tidak ada yang berubah”

“Kau bahagia sekarang bersamanya??”

“Ah,,,bibi, sepertinya kau salah paham, aku dan Gege tidak pernah menjalin hubungan di atas sebuah komitmen, kami menjalaninya seperti apa yang terjadi sebelumnya, dia mencintaiku dan aku….aku juga mencintainya” terdengar ragu saat Vania mengucapkan kata terakhirnya.

“Kenapa kau terdengar tidak yakin seperti itu??”

“Haha,,bibi ini bicara apa,,,aku yakin dengan ucapanku barusan ko, hehe…”

“Permisi…” terdengar suara seorang namja yang tiba2 menghentikan dialog antara Bibi Gae Hwa dan Vania di depan kamar Bibi Gae Hwa.

“Ya Tuhan, terima kasih kau sudah menolongku” Vania merasa terselamatkan dari pertanyaan Bibi Gae Hwa yang mungkin akan membuatnya tersungkur ke dalam jurang keraguan hatinya sendiri, Vania benar2 tidak tau apa yang harus dia jawab jika Bibi Gae Hwa akan bertanya apakah dia masih mencintai Hangeng sampai detik ini??

“Ya,,,kalian mencari siapa yah??” tanya Bibi Gae Hwa pada dua namja tampan yang ada di hadapannya itu.

“Mianhaeyo ahjumma, kami penghuni baru di flat ini, kami sudah memesan kamar di lantai 2 dan hari ini kami mulai menempatinya” ucap salah seorang namja dengan bahasanya yang menggambarkan bahwa dia seorang anak yang masih remaja namun memiliki atitude yang baik.

“Ahh..jadi kalian akan menempati kamar di depan kamarku yah? Kenalkan namaku Vania” Vania beranjak dan mengulurkan tangannya antusias menyambut kedatangan dua penghuni baru itu.

“Ah…annyeong haseyo eonni, namaku Jo Youngmin dan ini kembaranku Jo Kwangmin” 2 namja itu juga tidak kalah antusias memperkenalkan dirinya.

“Omo..omo….kalian tampan sekali, whoaaa….dulu mantan kekasih bibi juga setampan kalian lho, hihi…” Bibi Gae Hwa membenarkan posisi2 rambutnya yang tidak berantakan dan mendekat ke arah 2 namja itu yang ternyata kembar juga seperti si kembar Jung.

“Ya..ya..ya…kau ini sudah tua untuk apa masih genit sepetri itu?? Sini..sini..” paman Hwan tiba2 keluar dan menarik tubuh bibi Gae Hwa untuk mendekat ke arahnya.

“Yaakkk,,kau ini kenapa sih, kau sedang cemburu huh aku dekat2 dengan mereka?? Kau tidak malu pada usiamu itu?? Kau cemburu pada ABG2 tampan ini??”

“ABG apaan?? Aku juga kan masih ABG, lihat mukaku awet muda kan, benar kan Vania???” sambil meraba-raba wajahnya, ucapan paman Hwan barusan sontak membuat Vania dan si kembar Jo menahan tawanya.

“ABG??? Haha..ia kau memang masih ABG, tapi ABG tua, arachi??” *judul lagu dangdut pisan eta mah

“Haha..paman, bibi sudah ah, aku tidak kuat melihat kalian bertengkar seperti itu, membuatku menahan kencing, haha….Oya, Jo Twins ayo biar ku antar kalian ke kamar kalian, kuncinya sudah ada kan?”

“Ah,,ye eonni, gomawoyo. Ahjussi, ahjumma kami ke atas dulu yah, annyeong..”

“Oh..yayaya,,sampai ketemu lagi nanti, semoga kalian betah yah di sini, dadah” Bibi Gae Hwa melambai manis ke arah Jo Twins dan meninggalkan suaminya yang menghentakkan kakinya dan mengerucutkan bibirnya.

“Ini kamar kalian, semoga kalian suka kamarnya dan jadi betah di sini yah, mulai hari ini kalian akan resmi menjadi bagian dari keluarga kecil kami di sini, ara??”

“Wah,,kamshamnida eonni, ye kami suka kamarnya dan kami pasti betah tinggal di sini, kami juga pasti senang bisa jadi bagian keluarga di sini, sepertinya kalian di sini orang2 yang sangat menyenangkan, hehe…”

“Ucapan Hyungku benar eonni, kami senang akhirnya punya keluarga baru” Kwangmin menghampiri Vania dan Youngmin setelah menyimpan koper mereka.

“Ehm,,kalau begitu kalian istirahatlah, nanti malam kita makan bersama untuk menyambut kedatangan kalian di sini, eoh?”

“Wah,,jinjayo??? Kamshamnida eonni-ah”

“Ye..choenmaneyo”

“Annyeong…” sapa Jeong Hoon tiba2 ke arah Vania dan Jo Twins.

“Ah..annyeong Jeong Hoon-ah, kau sudah pulang??”

“Ehm…oya kalian penghuni baru yah??”

“Ne..hyung, kami penghuni baru, kami baru saja tiba, oya kenalkan namaku Youngmin dan ini kembaranku Kwangmin”

“Ah,,,ne, aku Lee Jeong Hoon”

“Oya,,,hyung kau tinggal di kamar yang mana???”

“Kamarku yang itu”

“Oh,,jadi kau bersebelahan dengan Vania eonni yah”

“Ehm…”

“Lalu,,apakah kalian berdua….pacaran??”

“Ye…????? Haha..anhio, yakk…youngminie, kau ini bicara apa, kau penghuni baru tapi sudah sok tau seperti itu, sudah ah aku mau masuk dulu yah” wajah Vania memerah seketika mendengar ucapan Youngmin dan langsung menghilang dari hadapan para namja2 tampan itu.

“Hyung,,kenapa dengan Vania eonni, kenapa dia jadi salah tingkah seperti itu aku berkata seperti tadi?? Aku kan hanya bertanya, haha..jangan..jangan…” Youngmin mendekatkan tatapannya ke arah Jeong Hoon dan Jeong Hoon hanya tersenyum dan berlalu menggantungkan pertanyaan Youngmin.

Malam harinya….

“Yoboseyo…”

“Annyeong eonni-aaaahh”

“Yaakk,,Chaeri-ah, apa kau tidak bisa memelankan suaramu itu, huh??”

“Hehe..mian,,mian eonni”

“Ada apa kau menelfonku??”

“Eonni, aku punya kejutan untukmu”

“Mwo??”

“Minggu depan aku akan ke Koreaaaaa”

“Hah,,itu bukan kejutan namanya tapi berita buruk bagiku”

“Yaakk..eonni, maksud ucapanmu itu apa??”

“Memang benar, yang ada setiap hari kau akan menyusahkanku, arachi???”

“Hehe..oh itu, tenang saja eonni, selama tinggal di sana aku tidak akan menyusahkanmu ko, aku kan sekarang sudah dewasa, hehe…”

“Aigo….choengmalia?? Ne,,kita buktikan saat kau ada di sini nanti”

“Haha….okey, kita buktikan, hehehe..”

“Ayah dan Bunda mana??”

“Ayah seperti biasa eonni dinas luar kota kalau Bunda sudah tidur dari tadi, hehe…”

“Baiklah kalau begitu sampaikan salamku pada Bunda”

“Eoh….akan aku sampaikan, dah eonni, nanti aku kabari lagi yah, tunggu kedatangan adik tercintamu ini, hehe….”

“Yayaya…”

“Annyeong eonni”

“Annyeong….”

BIP

Tok…tok..

“Ye, duguya??”

“Na, Jeong Hoon”

Dengan sedikit berlari Vania menghampiri daun pintu dan membukanya.

“Eoh, Jeong Hoon-ah”

“Mereka sudah menunggu di halaman, ayo kita turun”

“Ah,,ye…”

***

“Yoboseyo….”

“Hyung, sepertinya temanmu sedang mabuk di sini, apa kau bisa ke sini sekarang?”

“Temanku?? Dugu??”

“Sudahlah nanti saja kau lihat di sini, sebaiknya kau cepat ke sini sekarang, dia sudah mabuk berat”

“Baiklah aku ke sana sekarang, tunggu aku”

@Pub…

“Ghun-ah, wae gurae??”

“Ah..hyung kau sudah datang, lihat temanmu ini daritadi di sini dan minum banyak sekali wine” Ghun bartender yang tidak lain teman Hangeng dan Vania, menunjuk ke arah Hyun Won yang sudah terkapar tak sadarkan diri di meja bar.

“Hyun Won-ah,,kau dengar aku?? Hyun Won-ah..” Hangeng mencoba menggoyangkan tubuh Hyun Won, namun Hyun Won tidak bangun2 juga.

“Hyung, sepertinya dia sudah mabuk berat, sebaiknya kau antar saja dia pulang”

“Ehm,,baiklah aku akan membawanya pulang, Ghun-ah gomawo sudah menghubungiku”

“Ne,,,choenmaneyo hyung, hati2”

Karna Hangeng belum tau apartement Hyun Won, akhirnya dia membawa Hyun Won ke apartementnya. Sesampainya di apartementnya, Hangeng membaringkan Hyun Won di kasur dan menyelimuti tubuh Hyun Won sampai ke dadanya. Mata Hyun Won masih terpejam, Hangeng tersenyum melihat wajah Hyun Won saat mabuk seperti ini.

“Hyun Won-ah, ternyata kau sangat cantik jika di lihat sedekat ini, tapi kenapa dari dulu aku tidak menyadarinya??” Hangeng menatap lekat wajah Hyun Won dengan jarak yang sangat dekat.

“Hangeng-ah…” dan Hyun Won tiba2 menyebut nama Hangeng dengan matanya yang masih terpejam, Hangeng tersenyum lagi ternyata Hyun Won sedang mengigau.

“Hangeng-ah, aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kau tidak pernah mau membalas cintaku?? Selama belasan tahun ini, aku tidak pernah berusaha untuk mencintai pria lain lagi selain dirimu, bahkan aku kembali ke Korea karna aku berharap kau bisa mencintaiku pada akhirnya, aku bisa mendapatkan hatimu, tapi ternyata aku salah, saat aku kembali ke sini, kau justru semakin dekat dengan Vania, kenapa aku tidak pernah punya kesempatan untuk dekat denganmu?? Apakah aku benar2 tidak bisa menempati ruang di antara kalian?? Apakah di hati dan hidupmu hanya ada Vania seorang dan tidak akan ada lagi wanita lain yang menempati ruang di hatimu??? Hangeng-ah, aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu”

Hyun Won meneteskan air matanya, meski mata indahnya itu sedang terpejam. Dia memang mengigau, tapi apa yang dia ucapkan dalam keadaan mabuk seperti itu, justru itulah isi hatinya yang sebenarnya dan semua ucapan Hyun Won membuat Hangeng tak mampu menutupi rasa sedih sekaligus rasa bersalah yang begitu mendalam.

“Hyun Won-ah, kau benar, kau benar kenapa dari dulu aku tidak pernah membalas cintamu??Aku juga tidak pernah berusaha untuk memberimu kesempatan untuk dekat denganku. Apa selama ini kau begitu menderita merasakan semua itu sendirian?? Mianhae Hyun Won-ah, choengmal mianhae. Mungkin suatu saat jika akhirnya Tuhan mentakdirkanmu untukku, aku yakin cinta itu akan datang padaku dengan sendirinya dan aku tidak akan pernah berusaha untuk menolak perasaan itu, bahkan jika saat itu benar2 tiba, aku akan menggantikan semua penderitaanmu selama ini dengan kebahagiaan yang kau inginkan, apa kau dengar?? Aku sedang berjanji padamu, jadi aku mohon kau cukup menunggu sampai saat itu tiba dan aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya”

“Arrggghhtt…perutku, sa..kkiit..aargghtt….”

“Hyun Won-ah, kau kenapa?? Gwaenchana??” Hangeng sontak menjadi cemas melihat Hyun Won yang tiba2 mengerang kesakitan dan memegang perutnya.

“Per..rutku..ssaakk..iitttt”

“Hyun Won bertahanlah” Hangeng dengan sigap menggendong tubuh Hyun Won turun dari apartementnya, membaringkannya di kursi belakang mobil dan membawanya ke Rumah Sakit.

Sesampai di rumah sakit, beberapa tim medis langsung membawa Hyun Won ke ruang ICU untuk memeriksa keadaannya. Saat Hyun Won berada di ruang ICU, Hangeng mencoba menghubungi Vania berkali-kali tapi tidak ada jawaban, dia juga mencoba menghubungi Jeong Hoon tapi tetap sama, Jeong Hoon tidak menjawab telfonnya. Akhirnya Hangeng hanya meninggalkan sebuah pesan singkat pada Vania.

***

“Waahh,,apakah kalian semua yang menyiapkan ini untuk kami??”

“Haha..tidak Kwangmin, sebenarnya memang dari kemarin2 ada rencana ingin BBQ malam ini, kebetulan kalian datang jadi yah sudah sekalian juga ini untuk menyambut kedatangan kalian di sini, hehe…”

“Waahh,,kalau begitu dewi keberuntungan sedang berpihak pada kami yah, hehe..”

“Haha..kau benar”

“Hei..kalian penghuni baru yah?? Kita belum kenalan, annyeong namaku Jung Yeon Hee dan ini eonniku Jung Ilyeon”

“Annyeong namaku Jo Kwangmin dan ini hyungku Jo Youngmin”

“Wah..wah..bagus sekali, di flat ini ternyata ada double twins, Jo Twins dan Jung Twins, haha…Yobo, anak kita bertambah lagi 2, hihi…”

“Haha..kau benar chagi, anak kita sekarang bertambah lagi, haha..Mudah2 an tidak lama lagi kita akan mendapatkan cucu yah, hehe…”

“Cucu?? Memangnya cucu dari siapa maksudmu??”

Semua orang sekarang memandang ke arah Vania dan Jeong Hoon secara bergantian setelah mendengar ucapan bibi Gae Hwa tadi. Vania yang sedang bergelut (?) dengan makanan yang di masukan ke dalam mulutnya, tiba2 berhenti dan memandang balik ke arah mereka.

“Yaak…kenapa kalian semua memandang kami aneh seperti itu??? Kalian ingin mendapatkan cucu kenapa melihatnya ke arah kami??” tanya Vania dengan polosnya.

“Eonni, mungkin maksud paman Hwan adalah paman Hwan dan bibi Gae Hwa ingin mendapatkan cucu dari…eueu..” Jung Yeon Hee belum sempat menyelesaikan ucapannya karna Jung Ilyeon membekam mulutnya lebih dulu.

“Eonni jangan dengarkan ucapan adikku yah, mian kalau dia suka usil padamu”

“Yaakk…eonni-ah, kau mau membunuhku, huh?? Aku tidak bisa bernafas tau jika kau bekam aku seperti itu”

“Babo, salahmu sendiri makannya kalau punya mulut itu di jaga jangan usil”

“Siapa yang usil?? Lagipula aku hanya menyampaikan apa yang di maksud paman Hwan tadi, benar kan paman yang tadi aku bilang??”

“Ah..sudah..sudahlah jangan di teruskan lagi, lupakan saja apa yang tadi paman ucapkan, eoh?? Sekarang ayo kita mulai acara BBQ nya”

Malam itu mereka benar2 menikmati kehangatan di tengah kebersamaan mereka, ada anggota baru di keluarga kecil itu mampu menambah ikatan kekeluargaan yang kuat.

“Hei..Yeon Hee-ssi apa sekarang kau sedang kuliah??” Kwangmin menghampiri Jung Yeon Hee yang sedang menyantap sisa2 daging di piringnya.

“Ehm..aku kuliah di Universitas yang sama dengan eonni ku, wae??”

“Ah…anhi, aku hanya bertanya saja”

“Keurom no??”

“Ah,,aku juga kuliah tapi sebentar lagi hampir lulus, di perkirakan tahun ini”

“Wah..selamat kalau begitu semoga kuliahmu cepat selesai yah”

“Ehm…gomawo dongsaeng”

“Dongsaeng??” Yeon Hee tampak mengernyit mendengar Kwangmin yang melontarkan kata Dongsaeng pada Yeon Hee.

“Haha..bukankah umurku lebih tua darimu?? Hehe..”

“Ckckck..jadi kau merasa bangga usiamu lebih tua dariku, huh?”

“Kalau begitu coba kau panggil aku oppa, OPPA” pinta Kwangmin dan menekankan kata OPPA nya.

“Shiro….” Yeon Hee dengan cepat memalingkan wajahnya.

“Yaakk…ternyata kau ini keras kepala sekali yah. Ayo cepat panggil aku OPPA..” Kwangmin nampaknya tidak mau menyerah untuk memaksa Yeon Hee memanggilnya oppa dan dia terus mengejar Yeon Hee yang sekarang ini berlari mengelilingi meja2 kecil dan berputar-putar mengelilingi Ilyeon, Vania, Jeong Hoon, Paman Hwan dan Bibi Gae Hwa.

“Eonni-ah, tolong aku, dia mengejarku terus” Yeon Hee meminta pertolongan pada Ilyeon namun Ilyeon hanya tersenyum melihat keakraban adiknya dengan Kwangmin yang langsung tampak meski mereka baru saling mengenal malam itu juga.

Semua orang kembali ke kamarnya masing2. Vania merebahkan tubuhnya di Baddy kesayangannya, tanpa sengaja dia menyentuh Handphone nya yang ternyata sedari tadi berbaring di sana. Vania melihat Hp nya untuk melihat apakah ada telfon masuk atau pesan baru dan ternyata benar, dia melihat10 panggilan tidak terjawab dan 1 pesan baru dari Hangeng.

“Kau sedang apa?? Aku dari tadi menghubungimu, aku sedang di Rumah Sakit Seoul, Hyun Won tiba2 sakit”

Vania terperanjat setelah membaca pesan dari Hangeng, dia langsung membawa sweaternya dan mengetuk pintu kamar Jeong Hoon.

“Vania, wae gurae??”

“Jeong Hoon-ah, mau kah kau mengantarku ke Rumah Sakit??” Vania tampak terlihat panik.

“Ke Rumah Sakit?? Malam2 begini?? Memangnya siapa yang sakit??”

“Hyun Won eonni..tadi Gege menelfonku berkali-kali tapi tadi aku lupa tidak membawa Handphone ku saat tadi kita BBQ di halaman dan aku baru membaca pesannya kalau Hyun Won eonni ternyata ada di Rumah Sakit”

“Baiklah kalau begitu, aku ambil kunci mobil dulu”

“Ah,,pantas saja, ternyata Hangeng juga menghubungiku berkali-kali, aku lupa tadi sepulang kerja meninggalkan Hp ku di mobil” ucap Jeong Hoon memasukkan Hp nya ke dalam saku celana setelah melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit.

@Seoul Hospital

“Gege..bagaimana keadaan Hyun Won eonni??” Vania menghampiri Hangeng yang sedang mundar mandir menunggu di depan ruang ICU.

“Rae Hee-ah, Jeong Hoon-ah, kalian datang??”

“Ehhm..mian, tadi kami sedang mengadakan acara BBQ di halaman, aku lupa tidak membawa Handphone ku, jadi aku baru membaca pesanmu dan aku langsung ke sini”

“Dokter masih memeriksanya di dalam, aku sudah menunggunya 1 jam di sini”

“Jinja?? Sabarlah, semoga Hyun Won eonni akan baik2 saja”

“Ehmm,,aku harap juga begitu” Vania memeluk Hangeng, mencoba untuk memberi ketenangan padanya dan Jeong Hoon hanya mampu mengalihkan pandangannya.

“Dokter bagaimana keadaannya??” Hangeng langsung terperanjat saat Dokter akhirnya keluar dari ruang ICU.

“Keadaannya sudah membaik, hanya saja luka di lambungnya semakin parah. Seharusnya dia tidak boleh banyak minum, itu akan memperparah luka lambungnya”

“Jinjayo??”

“Ye…tolong cegah dia jika dia minum alcohol lagi, usahakan untuk seterusnya dia tidak boleh dulu minum alcohol, ingatkan dia juga untuk banyak istirahat”

“Ah,,ye Dokter, aku akan menjaga dia untuk tidak minum lagi dan menyuruhnya banyak istirahat”

“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu”

“Ye..Dokter, terima kasih”

Tanpa menunggu aba2, Hangeng, Vania dan Jeong Hoon langsung masuk ke ruang ICU dan melihat keadaan Hyun Won yang ternyata sudah sadar.

“Hyun Won-ah, gwaenchana?? Bagaimana sekarang?? Apa perutmu masih sakit??” tanya Hangeng terlihat sangat khawatir.

“Ehm,,gwaenchanayo. Perutku sudah tidak telalu sakit lagi, Hangeng-ah, mianhae karna sudah merepotkanmu” ucap Hyun Won dengan suara yang lemah dan terlihat pucat.

“Anhio, kau jangan bilang seperti itu, lagipula aku tidak merasa di repotkan olehmu”

“Oya,,bagaimana bisa kau tau tadi aku ada di Pub??”

“Bartendernya adalah teman baikku dan Vania, tadi dia menghubungiku, dia bilang ada temanku yang sedang mabuk berat dan aku di suruh ke sana. Ternyata itu kau, aku membawamu ke apartementku karna aku tidak tau harus membawamu ke mana, dan tiba2 kau mengerang kesakitan, aku panik lalu segera membawamu ke sini”

“Choengmal?? Lalu apakah kau mengkhawatirkanku tadi??”

“Sudahlah lupakan pertanyaan bodohku barusan. Ah..Vania-ah, Jeong Hoon-ssi kalian datang juga?” Hyun Won tidak memberi kesempatan pada Hangeng untuk menjawab pertanyaannya dan langsung mengalihkan pandangan pada Vania dan Jeong Hoon yang ada di belakang Hangeng.

“Ehmm..eonni, tadi Gege menghubungiku jadi aku dan Jeong Hoon langsung ke sini. Eonni, mianhaeyo kalau aku lancang, sebenarnya kau kenapa tadi sampai mabuk?? Apakah kau sedang memiliki masalah yang berat?? Kalau kau mau, kau bisa cerita padaku atau pada kami bertiga” entah sejak kapan Vania bisa berbicara baik seperti itu pada Hyun Won tanpa ada rasa jengkel sedikitpun padanya, padahal biasanya Vania selalu berbicara ketus dan tidak suka padanya.

“Ah,,anhi, aku tidak punya masalah yang terlalu besar, entahlah mungkin aku nya saja yang sedang sensitif, aku merasa kesepian, hehe..”

“Eonni, kau jangan bicara seperti itu, ada kami di sini, jadi kalau ada apa2 kau bisa menghubungi kami, jangan pernah merasa kau sendirian,eoh??”

“Vania-ah, kau baik sekali, pantas Gege selalu berada di sisi mu dan takut untuk kehilanganmu karna ternyata kau memang sangat baik, hatimu sangat tulus”

Vania terdiam mendengar ucapan Hyun Won, benarkah?? Benarkah semua orang yang menyayanginya karna mereka menganggap dirinya baik?”

“Eonni, asal kau tau dulu bahkan aku sangat tidak menyukaimu, tapi sekarang kau bilang aku baik? Apakah aku pantas di bilang baik olehmu??

“Hyun Won-ah, sebaiknya kau sekarang istirahat, Dokter bilang kau harus banyak istirahat” Hangeng tiba2 mencerahkan suasana yang tiba2 tegang beberapa saat lalu.

“Eoh,,,kalau begitu kalian pulang saja, biar suster yang akan menjagaku”

“Anhi…aku akan tetap di sini”

“Hangeng-ah, besok kau kan harus bekerja, jadi kau pulang saja, aku tidak akan apa2, ini kan Rumah Sakit, kalaupun ada apa2 akan ada Dokter yang langsung menanganiku, eoh??”

“Keundae….”

“Kalau kau tetap memaksa ingin di sini, lebih baik aku pulang saja”

“Ah,,baiklah, aku pulang, tapi kau janji kalau ada apa2 kau cepat menghubungiku, arasso??”

“Ehm,,,aku janji, kau orang pertama yang akan aku hubungi kalau terjadi sesuatu, hehe…”

“Eonni, kau yakin tidak apa2 kami tinggal???”

“Ehm,,Vania, kau pulanglah, besok kau juga harus bekerja kan?”

“Ne…kalau begitu cepat sembuh yah, aku pulang dulu” Vania memeluk Hyun Won yang sedang terbaring.

“Ye…gomawo sudah menjengukku”

“Ne..eonni, choenmaneyo”

“Hyun Won-ssi, aku pulang dulu, semoga kau cepat sembuh”

“Ne,,Jeong Hoon-ssi, gomawoyo”

“Hyun Won-ah, aku pulang”

“Ye,,Hangeng-ah, sekali lagi terima kasih dan maaf sudah merepotkanmu”

“Gwaenchana….annyeong jumuseyo”

“Annyeong…”

————-

“Gege, apa kau tidak apa2 jika pulang sendirian?? Apa perlu kami mengantarmu pulang??”

“Anhi, lagipula aku juga bawa mobil, kau pulanglah dengan Jeong Hoon, besok kita bertemu lagi, eoh??”

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, sampai bertemu besok” Vania memberikan ciuman ke kedua pipi Hangeng.

“Hangeng-ah, kami pulang dulu, kau hati2 bawa mobilnya”

“Ye..Jeong Hoon-ah, aku titip Vania yah”

“Ne,,,kau jangan khawatir, sampai jumpa besok”

“Ye,,,annyeong”

———————-

“Gege sepertinya sangat mengkhawatirkan Hyun Won eonni” ucap Vania tiba2 pada Jeong Hoon tanpa menoleh ke arah Jeong Hoon saat di perjalanan pulang menuju flat.

“Apa kau sedang cemburu padanya sekarang??”

“Ne…?? Ah,,anhio, hanya saja aku baru melihat Hangeng begitu khawatirnya pada seorang wanita selain aku”

“Vania,,apa aku boleh bertanya sesuatu??”

“Mwo??”

“Maaf sebelumnya kalau pertanyaanku lancang. Apa, kalian sedang menjalin hubungan???” tanya Jeong Hoon dengan sangat hati2.

“Anhi…aku memang pernah menyatakan cintaku padanya, bahkan dulu aku melakukannya berkali-kali, tapi dia tidak pernah menjawabku dengan kata2, hanya dengan sikapnya saja. Tapi beberapa minggu yang lalu, dia memang sempat mengutarakannya, tapi kami tidak ada kesepakatan untuk menjalin sebuah komitmen, jadi hubungan kami selama ini masih seperti sebelumnya, memang intim tapi tidak ada ikatan apapun”

“Benarkah?? Lalu apa kau menyesalinya????”

“Menyesali apa??”

“Menyesali karna antara kau dan dia tidak ada hubungan apapun??”

“Hah,,kalau untuk masalah itu aku tidak tau, yang jelas rasanya saat tadi aku melihat dia mengkhawatirkan Hyun Won, sepertinya aku mendapat firasat aku akan kehilangannya, dan aku merasa tidak rela, hahaha…Bodoh sekali bukan”

Jeong Hoon hanya terdiam, tidak menjawab lagi ucapan Vania yang terakhir, entah apa yang sebenarnya Vania rasakan, apakah dia juga merasakan apa yang sekarang Jeong Hoon rasakan??

“Vania-ah,,sebenarnya aku juga tidak rela jika kau sangat dekat dengan Hangeng, apakah aku terlalu egois merasakan hal itu?? Aku memang orang baru yang hadir di kehidupanmu lain dengan Hangeng yang sudah menemanimu selama belasan tahun. Tapi apakah hal yang tidak mungkin jika suatu saat kau juga bisa mencintaiku??”

***

Selama 3 hari ini, Hangeng selalu menjenguk Hyun Won ke Rumah Sakit, dia juga selalu membawa rangkaian bunga untuk Hyun Won. Tentu itu membuat Hyun Won sangat senang, karna ternyata dengan dia sakit itu membuatnya jadi bisa dekat dengan Hangeng. Tapi kadang dia juga merasa bersalah, karna seolah sekarang ini dia berusaha merebut Hangeng dari Vania.

Sesekali Vania dan Jeong Hoon juga menjenguk Hyun Won ke Rumah Sakit bersama dan Vania pernah melihat di mana Hangeng dan Hyun Won sedang tertawa lepas, entah apa yang sedang mereka bicarakan hingga mereka bisa tertawa bahagia seperti itu. Vania merasa sekarang hubungannya dengan Hangeng justru semakin renggang, malah hubungannya dengan Jeong Hoon semakin dekat, karna Jeong Hoon sekarang lebih sering menemaninya ke mana-mana. Seperti hari ini saat Vania akan menjemput adiknya ke Bandara, Jeong Hoon yang justru mengantarnya karna Hangeng tiba2 ada rapat penting.

“Eonni-aaaahh” Lee Chaeri yang tak lain adalah adik Vania, langsung berlari menghampiri kakaknya itu saat tiba di Incheon dan memeluk erat kakaknya.

“Omo…aku sangat merindukanmu”

“Yaak..pelan2, kalau begini kau bisa membunuhku tau” protes Vania karna adiknya itu memeluk leher Vania erat.

“Hehe..mianhaeyo kakakku sayang. Eh..dia siapa??” tanya Chaeri saat menyadari bahwa yang mengantar kakaknya untuk menjemputnya ternyata bukan Hangeng.

“Oh,,dia teman flatku, teman Gege juga, kenalkan dia Jeong Hoon. Jeong Hoon-ah, dia Chaeri adikku”

“Ah,,annyeong haseyo oppa, Lee Chaeri imnida, aku adiknya Vania eonni, manaseyo bangapseumnida”

“Ye,,annyeong, Lee Jeong Hoon imnida, nado bangapta”

“Omo..eonni, dia tampan sekali, bahkan lebih tampan dari Gege mu itu, hihi…Auw…eonni-ah,,sakit” Chaeri yang berbisik pada Vania dalam berbahasa Indonesia langsung mengerang kesakitan karna pinggangnya di cubit oleh Vania.

“Ah,,,sudahlah, Chaeri-ah, sekarang kita ke flatku, kaja..” Vania merangkul adiknya dengan manja.

@Flat…

“Annyeong haseyo yorobun,,,kenalkan ini adikku, dia baru tiba dari Indonesia” Vania memperkenalkan pada keluarga kecil flat yang kebetulan saat itu sedang berkumpul karna hari ini hari libur.

“Ah,,annyeong, namaku Lee Chaeri, aku adiknya Vania eonni, senang bertemu dengan kalian”

“Annyeong Lee Chaeri, aku bibi Gae Hwa”

“Aku..paman Shuk Hwan, tapi kau boleh memanggilku paman Hwan”

“Annyeong, eonni, namaku Jung Ilyeon dan ini adikku Jung Yeon Hee”

“Annyeong, Jeong Yoon Hee imnida”

“Oya,,sekarang ijinkan kami memperkenalkan diri kami, namaku Jo Kwangmin dan ini hyungku Jo Youngmin”

“Annyeong..Youngmin imnida”

“Ah,,ye, Chaeri imnida”

“Hehe,,baiklah, season perkenalannya sudah dulu yah, biar adikku istirahat dulu, nanti malam jadi kan kitaakan ke pub untuk merayakan Ulang Tahun pernikahan paman dan bibi??”

“Ah,,ye, tentu saja jadi, sekalian juga sebagai sambutan untuk kedatangan adikmu ini, hehe…”

“Haha..baiklah, sampai jumpa nanti malam”

“Yaakk…eonni-ah, kenapa tadi kau langsung menyuruhku masuk?? Padahal tadi aku masih ingin di sana”

“Memangnya kenapa?? Kau bukannya terharu karna eonni mu ini ingin menyurhmu istirahat, eonni mu ini sangat perhatian, kau malah protes”

“Bukannya begitu, tadi kan aku sedang memperhatikan si kembar, hehe…”

“Eonni, ko kau tidak bilang sih ada namja setampan itu di sini?”

“Mereka juga baru tinggal di sini”

“Choengmal?? Lalu kamar mereka di mana??” tanya Chaeri dengan antusias.

“Tepat di depan kamar ini”

“HUAAA..CHOENGMAL??? Omoo…kalau begitu aku bisa melihatnya setiap saat, hihi..”

PLETAK….

“Yaakk…eonni-ah, sakit tau, kenapa kau memukulku??” Chaeri mengerang kesakitan saat Vania memukulnya dengan buku yang di keluarkan dari koper adiknya itu.

“Biar otakmu itu tidak konslet lagi, kau ini ke sini mau liburan atau mau mencari pacar, huh??”

“22 nya, hehe….”

“Sudahlah, cepat mandi, nanti malam kita akan ke pub, merayakan Ulang Tahun pernikahan paman dan bibi” Vaniamelemparkan handuk pada Chaeri.

“Apa, si kembar juga akan ikut??”

“Babo, tentu saja mereka juga ikut, mereka kan sudah di anggap bagian keluarga ini”

“Hehe,,baiklah kalau begitu, aku akan dandan yang cantik, hehehe…”

Malam harinya…

Semua orang sudah berkumpul dalam satu meja, keluarga kecil flat dan di tambah Hangeng, Hyun Won dan juga Chaeri. Sebelum mereka memulai acaranya, mereka mengadakan permainan dulu, dan permaina itu sudah di siapkan oleh si kembar Jung. Botol akan di putar, di mana botol itu berhenti dan ujungnya mengarah pada salah seorang dari mereka, maka mereka harus mengambil satu gulungan kertas dalam sebuah kotak yang isinya antara 2, Truth or Dare. Putaran pertama berhenti di Hyun Won, dan Hyun Won mengambil satu gulungan kertas, saat membukanya ternyata isinya sebuah tantangan di mana dia harus minum sebanyak 3 gelas.

“Akuu..aku tidak bisa melakukannya” ucap Hyun Won menyesal.

“Eonni, tapi kau harus melakukannya karna ini sudah peraturan permainan ini” ucap Kwangmin sambil menyicikan minuman ke dalam 3 gelas yang cukup besar.

“Tapi….”

“Biar aku yang menggantikannya” Hangeng langsung meraih gelas dari tangan Kwangmin dan menghabiskan 3 gelas Bir itu tanpa sisa.

Hyun Won kaget melihat Hangeng yang ternyata bisa melakukan hal yang sangat tidak dia duga itu. Begitu juga dengan Vania, yang tidak percaya bahwa Gege nya itu sekarang sepertinya sudah bukan miliknya lagi seutuhnya.

“Baiklah kalau begitu kita lanjut ke putaran botol kedua” paman Hwan dengan semangat memutar botol itu yang akhirnya berhenti di Vania, Vania juga mengambil gulungan kertasnya dan ternyata sekarang kertas yang dia dapatkan adalah Truth.

“Eonni giliranmu sekarang adalah truth. Kalau begitu biar aku yang memberimu pertanyaan. Eonni di antara Hangeng oppa dan Jeong Hoon oppa, siapa yang paling berarti dalam hidupmu selama ini?? Apakah Hangeng oppa, ataukah Jeong Hoon oppa???”

Vania terhentak, tidak percaya dengan pertanyaan yang di lontarkan Yeon Hee padanya. Vania kebingungan, dia menatap Hangeng dan Jeong Hoon bergantian, Hangeng sedang menatap ke arahnya juga tapi Jeong Hoon hanya menundukkan kepalanya, sekarang yang lain pun ikut memandang Vania lekat, seolah tidak sabar menunggu jawaban dari mulut Vania. Namun jawaban apakah yang akan di berikan Vania?? Apakah dia akan menjawab Hangeng orang yang paling berarti dalam hidupnya yang jelas menemaninya selama belasan tahun ini?? Ataukah justru Jeong Hoon, yang baru dia kenal selama beberapa bulan belakangan ini???

Tunggu jawabannya di My Beloved Girl Part 5….

~ TBC ~


Entry filed under: Angst, Boyfriend, Chaptered, Family, FanFiction, Friendship, FT Island, Genre, Hangeng, HITZ, Indonesia, K-Pop, Language, Life, PG, R, Rating, Romance, Type, X-5. Tags: .

[ONE SHOOT] My Girlfriend is a Doll [FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: