[FF] Beautiful Rainbow (Sequel of What’s the meaning of Love) Chapter 2

October 16, 2011 at 9:44 AM 2 comments

Title : Beautiful Rainbow (Sequel of What’s the meaning of Love)

Author : Mieyonn

Type : Chapter / Sequel

Genre : Romance, family

Rate : PG-17

Cast :

~ B1A4 : Jinyoung, Sandeul, Baro
~ Jung Sung Mi as Jung Jinyoung younger sister (you)
~ Lee Minhyuk CNBlue as Sandeul older brother
~ Lee Sungjong Infinite as Sandeul younger brother
~ Lee Hyosin as sandeul and sungmi’s son-in-law
~ Park Yoonji as sandeul and sungmi’s junior
~ Other additional cast

[CHAPTER 1]

Beautiful Rainbow

(Sequel of What’s the meaning of Love)

Chapter 2 : Rainy

“onnie, bisakah aku minta sesuatu padamu?” yoonji memasang ekspresi bersungguh-sungguh

“apa?”

“jodohkan aku dengan sandeul oppa~ aku mohon, onnie tolong bantu aku agar bisa jadi pacar sandeul oppa~ onnie jebal~ karna onnie sangat dekat dengan sandeul oppa~” ucap yoonji memelas

Aku hanya bisa terdiam diruangan yang sepi ini. Kenapa semuanya bisa jadi seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?

***

Sandeul’s POV

‘yeobo, ada dimana?’

Sebuah teks sms masuk ke hape sandeul.

‘di basecamp’

‘aku akan kesana’

Sungmi… sebenarnya aku malu bertemu dengannya sekarang. Dia sudah tau bahwa aku punya masalah dengan keluargaku. Kenapa dia harus tau?

Mataku tetap hanya tertuju pada bola-bola dalam keranjang. Aku duduk diruangan ini sendirian. Aku keluar dari jam pelajaran. Diatas meja ini banyak barang-barang dari manager kami bertebaran. Manager baru ini masih kelas 1, masih butuh dibimbing.

“sandeulling~” ucap sungmi yang sudah berdiri didepan mataku

“jagiya~ kau bawa apa?” tanyaku sambil memperhatikan sebuah kotak kecil yang menggantung ditangan kirinya

“ini,, cake buat sungjong, dia sudah baikan?” ucapnya menyerahkan kotak itu padaku

Huh, untuk sungjong ya. Sepertinya dia sudah melupakanku sekarang.

“iya, demamnya sudah turun…”

“ah, syukurlah~ jadi, kenapa tidak masuk kelas?”

“aku sedang malas melakukan apapun… kau, kenapa juga tak masuk kelas?”

“karna ingin bertemu denganmu~ hahaha~ nanti, kau kepanti kan?? Jaga hyosin baik-baik yah~”

Anak ini, sangat perhatian pada semua orang, tapi, bekal yang biasanya dia buatkan untukku juga tak pernah lagi dibawanya.

“kau… tak ada yg ingin diberikan lagi padaku??” ucapku perlahan… semoga ia ingat dengan bekalku…

“tidak~~~” ucapnya sambil memperhatikan barang-barang manager kami

“ooh….” dia ternyata benar-benar sudah melupakanku

“seharusnya apa??”

“tak ada, aku hanya bertanya…”

“lalu… ini… yoonji??” tanya nya bingung

“iya, yoonji, yeoja… junior kita… aku harus membimbingnya lagi…” ucapku sedikit ketus

“ee??.. yoonji??.. yeoja??.. junior??.. membimbing??.. aah~ baiklah, aku akan pergi dari sini.. aku rasa kau perlu waktu banyak untuk bersamanya..” ucapnya datar

Aku yang entah kenapa semakin kesal setelah mendengar kata-katanya itu malah tambah ketus padanya.

“iya, sebaiknya, kau segera pergi dari sini..”

“baiklah, kalau itu yang kau inginkan…” ucapnya langsung pergi meninggalkanku tanpa melihat lagi kearahku.

Entahlah, aku malas berpikir sekarang.

Sandeul’s POV – End

***

Sungmi’s POV

Hari ini, jinyoung oppa mendapatkan konfirmasi dari seoul national university, bahwa melalui ujian saringan masuk yang diadakan minggu kemarin, dia lulus. Dan sudah dipastikan jika dia lulus ujian nasional, dia akan langsung masuk menjadi mahasiswa disana tanpa perlu ujian lagi.

“oppa, selamat atas keberhasilanmu menjadi mahasiswa di seoul national university~ yah, walaupun belum tamat smu~~~” ucapku sambil memberikannya kado

“makasih nona manja~~~~ wah, kadonya besar sekali….” ucapnya sambil membuka kadoku

“otte??”

“gomawoooo~~~ boneka rubah dan sebuah notes kecil berwarna merah~~~ nona manja, kau baik sekali~~~~” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku di cafe ini

“oppa, ini di cafe~ orang memperhatikan kita~ lagipula aku sudah besar!!”

“aigoo~~~ nona manjaaaaa~~~” dia tambah nge-aegyo dan semakin membuatku kesal

“oppa!!!!”

“hahaha~ lalu sandeul bagaimana??”

“molla~ sepertinya dia sedang ada masalah~ lagi pula, aku penasaran dengan seorang gadis berwarna yoonji dan juga gadis yg sering ada di basecamp club bola akhir-akhir ini…”

“ecie~~~ yang jealous~~~” jinyoung menggodaku lagi

“oppa~ geuman!! Jebaallll~~~~”

“hahaha, tak usah pikirkan gadis-gadis itu, pikirkan saja sandeul, kau harus bisa menjadi sandarannya kali ini..”

“tumben kau benar~” ucapku bernada sinis padanya

“wah, temanku sudah sampai~” ucapnya tersenyum sambil melambaikan tangannya pada seseorang yang baru melewati pintu cafe ini

“minhyuk-ssi??” ucapku pada lelaki yang sudah berdiri didepan meja kami

“sungmi-ssi??” tanyanya juga ikut bingung

“kalian, kenal dimana??” jinyoung oppa juga akhirnya ikut bingung

“dipanti~ dia relawan yang aku temui ditoko kue dan ice cream~”

“kau adiknya jinyoung??”

“annyeonghaseyo minhyuk oppa~”

“dunia begitu sempit” ucapnya sedikit tak percaya

“kau?? Jadi relawan??” jinyoung oppa menyipitkan matanya pada minhyuk oppa

“ani~ hanya teringat pada adik-adikku dulu” ucapnya sendu

“ah, iya~ kalian kehilangan ibu diumur seperti mereka” jinyoung memaklumi minhyuk

“waegeuraeyo??” tanyaku bingung

“aniya~ hanya kisah lama~” ucap minhyuk mencoba tersenyum

“ah, bagaimana usahamu? Sukses?”

“iya, membuka tempat bermain game itu ternyata menghasilkan banyak keuntungan~ nanti, ketika aku sudah merasa aku sanggup membiayai mereka, aku akan bawa adikku keluar dari rumah itu~”

“kau benar-benar abang yang baik~” ucap jinyoung bangga

Aku hanya diam dan mendengarkan pembicaraan mereka. Sepertinya minhyuk oppa orang yang kesepian.

“hari ini kau tak kepanti??” tanya minhyuk padaku

“hari ini giliran teman-teman yang lain~ oh iya, ayo kesana~ akan ku kenalkan pada satu orang yang pasti akan membantumu menjadi relawan” ucapku semangat

“aku ikut!! Aku ingin melihat bayimu dan suamimu, hahahaha” jinyoung menggodaku lagi

“oppa!! Kami belum menikah!!”

***

Diperjalanan menuju panti, aku banyak bercerita dengan minhyuk oppa. Dia benar-benar kesepian. Dia hidup sendiri sekarang dan dia sedang menabung agar bisa membuatkan rumah baru untuk adik-adiknya. Sepertinya dia juga sedang ada masalah dengan keluarganya. Setiap kali membicarakan adiknya, matanya akan terlihat sendu. Dia bilang dia sudah lama tak bertemu dengan adik-adiknya. Sedih sekali nasibnya. Didunia ini dia hanya sendiri.

Sungmi’s Pov – End

Mobil jinyoung yang sedari tadi berlari kini sudah berhenti terparkir tepat didepan panti dengan baik. Mereka terlihat berjalan menuju panti sekarang.

Sandeul’s Pov

Sungmi bilang, dia akan kesini bersama jinyoung hyung dan temannya. Aku masih berharap dia kesini sambil membawa bekal. Aku benar-benar lapar sekarang. Bermain dengan hyosin ternyata sangat melelahkan. Ah, sungmi, cepatlah datang…

“aigoo~ ini hyosin??” suara jinyoung hyung membuyarkan lamunanku

Dia langsung menggendong hyosin yang sedari tadi duduk dipangkuanku. Mataku kini mencari sungmi. Namun, apa yang kulihat? Dia berjalan bersama manusia itu! Manusia yang sudah meninggalkanku dan sungjong selama 5 tahun! Manusia yang menumpahkan semua tanggung jawabnya padaku! Manusia pengecut!

“oppa~” ucap sungmi tersenyum namun mataku masih menatap mata manusia itu

Dia pun kini menatapku dengan ekspresi terkejut.

“waegeurae??” tanya sungmi bingung

“molla!!! Aku pikir kau kesini bersama bekal, tapi ternyata kau bersamanya” ucapku dengan nada tinggi

“kau kenapa?? Bekal?? Bukannya kau punya penjaga itu yang selalu memberimu makan di basecamp mu?? Lalu, bagaimana dengan yoonji?? Kenapa tak menyuruhnya masak saja untukmu??” sungmi ikut berteriak

“yoonji?? Penjaga?? Maksudmu apa?? Kau tau, kau sudah melupakanku!! Kenapa begitu perhatian dengan sungjong namun bekal untukku saja kau lupa!!”

“sandeul, geuman” ucap manusia itu

“hah~~ kau?? Ada hak apa menyuruhku berhenti?? Kau sudah cukup membuatku susah!! Kenapa harus muncul lagi dihadapanku?? Wae?? Kenapa tidak menghilang saja dari dunia ini??”

PLAKKKK

Sebuah tamparan mendarat dipipiku. Manusia itu menamparku. Rasanya aku tak tahan lagi. Aku ingin menangis. Aku ingin ibu. Ibu, dia menamparku!!

Sandeul’s Pov – End

***

Kejadian itu begitu cepat. Orang-orang disekitar masih memperhatikan mereka dengan wajah bingung, sementara jinyoung langsung membawa hyosin pergi dari tempat itu. Yah, hal itu tak bagus jika dilihat oleh anak itu.

Setelah minhyuk menampar sandeul, sandeul pergi entah kemana membawa mobilnya. Sungmi yang mencoba menahannya pun tak dihiraukan oleh sandeul. Sementara minhyuk hanya tetap mematung berdiri ditempat itu dengan penuh penyesalan. Dia menyesal telah menampar adiknya.

Sungmi yang bingung lalu menanyakan tentang hal itu pada minhyuk. Minhyuk pun menceritakan semuanya. Minhyuk adalah abang sandeul, dan sungjong. Mereka bertiga kehilangan ibu mereka karena sakit. lalu, ayah mereka menikah lagi dan pergi hidup dijepang bersama wanita itu. Karena kesal, dia kabur dari rumah. Dia hanya berpikir bahwa dia akan mencari pekerjaan agar adiknya bisa hidup dengannya saja. Namun, dia tak tau beban yang diterima sandeul ternyata berat. Dia tak tau bahwa sandeul harus bisa tegar menjaga sungjong. Dia sangat menyesal sekarang.

Sungmi akhirnya tau bahwa masalah sandeul begitu berat. Dia juga merasa menyesal karna tak bisa menjaganya. Dia kemudian mencoba menghubungi sandeul dan mencarinya, namun semenjak dia pergi itu dia tak pernah kembali. Bahkan sungjong juga bilang bahwa dia tak pernah pulang kerumah. Itu membuat sungmi tambah khawatir.

“baro ya~ ottokhae??” sungmi bertanya baro dengan air mata yang hampir tumpah

“tenang~ sandeul sudah besar dan dia anak baik~ dia tak akan kemana-mana~~~” ucap baro menenangkan sungmi

“sungjong-ah~ tidak kesepian dirumah sendiri??”

“nuna, jangan khawatirkan aku~ okay~ sandeul oppa juga pasti baik-baik saja~”

“geurae~~~ baiklah~~~~”

“baro oppa~ sandeul oppa dimana??” tanya gadis yang aku temui di basecamp

“yoonji??.. ah, sandeul hanya pergi berjalan-jalan bersama orang tuanya” baro mencoba menyembunyikan ini dari yang lain

“yoonji??” tanya sungmi bingung

“kau… yang waktu itu kan??” tanya yoonji dengan raut kurang enak

“hei!! Dia itu sunbaemu!! Jaga kelakuanmu dengan sahabat baikku ini…” baro menceramahi yoonji

“ah, mianhaeyo sunbae-nim… oh, jadi itu sebabnya kau juga dekat dengan sandeul oppa ya??” tanya anak itu polos

“iya, dia itu sangat dekat dengan sandeul” baro menjelaskan

“ooh,, kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku… annyeonghaseyo… joneun Park yoonji imnida… aku menjabat sebagai manager baru di club sepak bola… aku juga sangat menyukai sandeul oppa… sunbaenimdeul, mohon bantuannya…” ucapnya sambil menunduk 90 derajat pada sungmi dan baro

Sungmi dan baro yang bingung hanya bisa saling menatap dengan wajah penuh tanda tanya. Mereka masih memikirkan sandeul yang pergi entah kemana dan membiarkan anak itu pergi dari hadapan mereka.

Walaupun sungmi masih sangat menghawatirkan sandeul, sungmi juga harus tetap percaya bahwa sandeul pasti bisa menjaga dirinya sendiri.

Sudah seminggu berlalu, jadwal sandeul kembali ke panti, namun sungmi datang untuk menggantikannya.

“hyosin-ah~~~ ayo, bermain bersama omma ^_^” ucap sungmi yang ketika sampai langsung membawa hyosin pergi

“odiga??”

“ketaman bermain ^_^”

Sungmi mendudukkan hyosin dikereta sorongnya, lalu berjalan membawa hyosin ketaman bermain yang hanya berjarak beberapa meter dari panti.

Hari ini begitu mendung, namun hujan tak turun. Langit sepertinya ingin menyesuaikan dengan perasaan sungmi yang campur aduk sekarang. Ditaman, sungmi membiarkan hyosin bermain sendirian, sementara dia duduk dikursi panjang sambil memperhatikan hyosin.

Angin yang berhembus pelan menggoyangkan rambut sebahu sungmi. Melihat ommanya yang melamun membuat hyosin pergi mendatangi sungmi sambil memeluk boneka bola kaki berwarna merah yang dihadiahkan sandeul padanya minggu lalu.

“sandeul appa dimana?” tanya nya polos

“sandeul appa sedang melakukan sesuatu ^_^ hyosin-ah kau rindu padanya?”

“…” bocah berumur tiga tahun itu hanya mengangguk dengan bibir yang cemberut

“gwaenchanayo~ omma akan bilang pada sandeul appa bahwa kau merindukannya, araci??” ucap sungmi mencoba menenangkan bocah itu dengan senyuman manisnya

“araseoyo~~~” ucap bocah itu mengangguk

***

To Be Continued >> Dewy 

Entry filed under: B1A4, Chaptered, CN Blue, Family, FanFiction, Indonesia, Infinite, PG, Romance, Squel. Tags: .

[CHAPTER 2] My Beloved Girl Yes, I Will

2 Comments Add your own

  • 1. eca  |  October 9, 2012 at 2:54 PM

    lanjutannnya dimana? aduh pusing.. >.<

    Reply
    • 2. Mieyonn (미언)  |  February 19, 2015 at 12:42 PM

      aku juga pusing TT_TT ga ngerti ngelanjutinnya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,714 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: