[CHAPTER 2] My Beloved Girl

October 16, 2011 at 7:28 AM Leave a comment

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Rating : R / PG-15

Genre : Romance, Life, Angst, Friendship, Family

Lenght : Chaptered

Main Cast :

↔ Vania Alexandria Sentani / Lee RaeHee / Vania Lee ( OC )

↔ Lee Jeong Hoon ( HITZ )

↔ Hangeng

Support Cast :

↔ Lee Hong Ki

↔ Ghun ( X-5 )

↔ Jo Twins ( Jo Kwangmin n Jo Youngmin )

↔ Stevanny Jessica Manoach / Song Hyun Won ( OC )

↔ Anastasia Hannas / Lee ChaeRi ( OC )

↔ Jung Ilyeon ( OC )

↔ Jung Yeon Hee ( OC )

↔ Bae Eunsun ( OC )

↔ Kim Eun Ki ( OC )

and Other…

Cameo : SNSD

Backsound :

– SNSD – Tell Me Your Wish

Disclaimer : Sekali lagi FF ini terisnpirasi sama Novelnya Ilana Tan, banyak yang minta FF ini di ambil dari ke 4 Novelnya Ilana Tan, tp sayang authornya belom baca yang 2 nya lagi, hehe..;) Selebihnya cerita ini murni milik imajinasi author..^^

~ My Beloved Girl Episode 2 ~

“Ayo..duduk” Hangeng menggeserkan kursi untuk sahabat lamanya itu dan karna menangkap Vania yang terus memandang ke arah Jeong Hoon dengan dahinya yang berkerut, Hangeng langsung memperkenalkan Vania pada sahabatnya.

“Oya…Rae Hee, kenalkan ini temanku saat dulu aku sempat kuliah di Jepang, namanya Lee Jeong Hoon. Sebenarnya dia asli orang Korea, tapi sejak kecil dia tinggal di Jepang dan sekarang dia kembali ke sini karna akan ikut dalam Proyek baru di Perusahaanku. Jeong Hoon, kenalkan dia Rae Hee” Hangeng menoleh ke arah Vania dan Jeong Hoon secara bergantian.

“Annyeong,,,Lee Jeong Hoon imnida” Jeong Hoon yang tak lain adalah sahabat Hangeng yang baru tiba dari Jepang kemarin, memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan.

“Cara dia memperkenalkan diri begitu sopan, dan sepertinya itu mirip dengan gaya seseorang” Vania tidak langsung membalas Jeong Hoon yang memperkenalkan dirinya lebih dulu, Vania malah memandang heran ke arah Jeong Hoon, kenapa lagi2 dia menemukan sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya Jeong Hoon.

“Yaak,,,Rae Hee-ah, kau ini kenapa seperti tersambat setan saja, tiba2 jadi mematung seperti itu??” Hangeng mengempaskan tangannya ke arah wajah Vania.

“Ye…?? Ah,,anhio. Ne, annyeong..Lee Rae Hee imnida” Vania membungkukan badannya juga setelah sadar dari lamunannya.

“Wah,,nama marga kalian sama, haha..aku baru menyadarinya, kalau kalian ternyata saudara kandung itu jelas tidak mungkin, jadi menurutku sepertinya kalian berjodoh, hehe..” tanpa menoleh ke arah Vania yang sekarang sudah memasang wajah murkanya, Hangeng dengan wajah tanpa dosanya berbicara seperti itu dan Jeong Hoon hanya tersenyum kecil mendengarnya.

Lee Jeong Hoon, namja berusia 27 tahun, asal Korea namun sejak kecil dia sudah tinggal di Jepang bersama Ibunya. Hingga beberapa bulan yang lalu dia baru menyelesaikan kuliahnya dan memutuskan kembali ke Korea karna di tawari Proyek oleh Hangeng. Hangeng dan Jeong Hoon saling mengenal saat dulu Hangeng juga sempat kuliah di Jepang selama 1 tahun, karna Ayahnya ingin dia bisa meneruskan Perusahaannya, jadi Hangeng meneruskan kuliahnya di Korea dan sekarang dia menjadi Direktur Utama di Perusahaan Ayahnya, Perusahaan yang bergerak di bidang Arsitek. Karna dulu Jeong Hoon juga kuliah di bidang itu, maka saat Hangeng memiliki Proyek baru di Perusahaan yang dia pimpin, dia teringat pada Jeong Hoon dan segera menghubunginya, kebetulan Jeong Hoon yang di hubungi Hangeng beberapa bulan yang lalu itu langsung setuju dan akhirnya kemarin dia tiba di Negara kelahirannya itu.

“Oya kau tinggal di Apartement mana?? Maaf kemarin aku tidak menjemputmu, salahmu sendiri tidak memberitahuku kau akan pulang kemarin” Hangeng memanggil pelayan untuk memesan minuman untuknya dan juga Jeong Hoon dan memulai pembicaraan.

“Aku tinggal di Apartement City, tapi sepertinya aku akan pindah, aku ingin mencari sebuah flat saja”

“Flat??? Kenapa?? Bukannya Apartement lebih besar yah, jadi bisa membuatmu lebih nyaman”

“Jika di Apartement aku pasti hanya akan berkutat dengan diriku sendiri dan semua yang ada di dalam Apartement ku, mungkin jika aku tinggal di sebuah Flat, setidaknya aku masih punya teman dari kamar2 di sebelah kamarku nanti”

“Ya, kau benar. Ah,,Rae Hee-ah, bukankah waktu itu kau pernah bilang kalau kamar di sebelahmu kosong kan? Karna si Orang Asing itu sudah pindah flat?? Apa sekarang masih kosong??”

“Ye…?? Ehm,,,ne, yang aku tau belum ada lagi yang menempati”

“Bagus,,,Jeong Hoon-ah, kalau begitu mulai besok kau pindah saja ke flat yang sama dengan Rae Hee, lagipula biar aku bisa sekalian menitipkan dia padamu, hehe…”

“Dasar Nappeun Gege, apa maksud dari ucapanmu bilang ‘Bagus’ dan kau bilang apa?? Kau menitipkan aku padanya??Ciih,,,kau pikir aku ini barang yang bisa di titipkan?? Hari ini aku tidak akan mengampunimu lagi” Vania terus menggerutu dalam hatinya sambil sesekali mengaduk Jus Strawberrynya dengan kasar.

“Rae Hee-ah, bagaimana menurutmu??” Hangeng membuyarkan lamunan Vania.

“Apa?? Masalah kamar di sebelahku?? Silahkan saja kalau kau mau pindah ke sana, nanti aku tanyakan pada pemiliknya apakah sudah ada yang menempati atau belum, eoh?” Vania memaksakan senyum di wajahnya, karna itulah dirinya dia tidak akan begitu dengan mudah akrab dengan orang yang baru di kenalnya, meskipun dia tau Jeong Hoon adalah sahabat Hangeng, tapi dia tetap belum tau seperti apa Jeong Hoon sebenarnya.

“Baiklah, terima kasih. Maaf jika aku merepotkanmu” Jeong Hoon membungkukan kepalanya meminta maaf pada Vania dan entah kenapa dia mulai menangkap sesuatu yang tidak buruk pada diri Jeong Hoon, sepertinya Jeong Hoon benar2 orang yang berpendidikan dan memiliki atitude yang baik. Well, walaupun begitu Vania tetap tidak mau langsung terbuai dengan Cover Jeong Hoon.

“Oya,,kau tau, dia ini seorang penyiar radio terkenal lho di sini” Hangeng menyedot sedikit demi sedikit minumannya.

“Benarkah?? Hebat…”

“Yah,,dan sekarang dia di percaya oleh Bos nya untuk membawakan acara baru di Perusahaan mereka”

“Acara apa??”

“Tell Me Your Wish, jadi semua para pendengar Seoul FM akan mengirim surat ke sana dan nantinya akan di bacakan oleh dia, dan nanti di akhir tulisan yang di kirim para pendengar itu, di tulis apa harapan mereka dari cerita yang mereka tulis itu”

“Dia ini laki2 atau perempuan?? Kenapa di hadapan sahabatnya itu dia berubah seperti perempuan yang sangat cerewet?? Kenapa dia harus membahas tentang diriku sedetail itu, apa saat ini dia sedang berusaha mempromosikan aku pada sahabatnya itu??? Babo, dia menganggapku barang lagi yang dia kira bisa di promosikan seperti itu?? Ciih…” lagi2 Vania menggerutu, mengutuk Hangeng yang sedari tadi seolah memojokkan dirinya di hadapan sahabatnya itu.

“Kalau begitu, kapan2 aku akan mengirim surat ke sana” dengan polos Jeong Hoon berbicara seperti itu dan membuat Vania yang sedang meneguk habis Jus Strawberry nya itu tiba2 tersedak.

“Rae Hee-ah, gwaenchana??” Hangeng memusatkan perhatiannya pada Vania yang terbatuk-batuk kecil karna tersedak.

“Ah,ye gwaenchana. Tadi aku tidak hati2 minumnya, hehe..” Vania hanya terkekeh dengan wajah yang memerah.

***

“Ok,,,selamat malam listeners. Vania Lee hadir kembali di sini dengan acara baru yang sebelumnya sudah Vania umumin yah. Apa nama acara itu?? Tell Me Your Wish. Yup, dan ga lupa juga aku ucapin sama semua listeners yang ternyata antusias banget buat ngikutin acara ini, banyaaaak banget surat yang masuk di hari pertama kami ngumumin acara ini. Tapi maaf banget kalo dari sekian banyak surat yang masuk, aku cuma baca 6 surat aja, kenapa?? Karna waktu kita ga banyak di acara ini. Jadi untuk kalian yang sudah mengirim suratnya tapi belum sempet kita baca, harap sabar yah karna nanti pasti ada gilirannya, hehe…Oya, sebelum itu,Vania sebagai pembawa acara ini, akan meresmikan kalau acara ini di mulai per hari ini. Yeyeyeye….”

“Oya,,,,listeners, hari ini Vania punya kejutan besar untuk kalian, apa itu???? tunggu setelah Vania putar satu lagu di depan yang siap menemani hari indah kalian hari ini, cekidot…

*kalo mau denger lagunya tinggal klik tombol play nya..

“Hallo..hallo…Vania masih di sini. Oya, tadi kan Vania bilang mau ngasih kalian kejutan??? Ehm,,,penasaran ga??? Kalao pada penasaran nanti Vania cepet kasih tau, tapi kalo ga pada penasaran, ya udah gajadi deh kasih kejutannya, hehe…Yayaya,,,ok Vania ga mau kalian semua berbondong-bondong ke sini buat nimpukin Vania, Ok….kejutannya adalah, pembukaan dari acara ini kita punya bintang tamu yang special banget, siapa kah mereka???? Yang jelas mereka adalah salah satu asuhan dari Management yang cukup terkenal di Korea, mereka terdiri dari yeoja2 yang cantik2 banget, dan mereka punya member yang lebih banyak di banding Girlband lainnya, siapa lagi kalo bukan Seo Nyeo Shi Dae. Dan sebelum acara ini benar2 di mulai, Vania bakalan wawancara sedikit nih sama mereka, tapi sekarang Vania mau nyapa mereka dulu yah. Annyeong Haseyo….”

“Ne..Annyeong Haseyo….”

“Oya,,aku tau sekali usia kalian, jadi mungkin aku akan memanggil kalian dongsaeng?? Karna umurku, ehm,,sudah tidak muda lagi, hahaha….Oya, kalian boleh menyapa para listeners dulu sebelumnya, silahkan…”

“Ah,,ye, gomawoyo, Annyeong Haseyo para listeners dan juga SONE, kami Seo Nyi Shi Dae, kami hadir di sini untuk kalian, semoga senang dengan kehadiran kami di sini”

“Yayaya…aku rasa mereka tidak mungkin tidak akan senang yah, karna kenyataannya banyak dari mereka yang menunggu kalian di bawah sekarang, hehe…Baiklah, kalau begitu seperti yang aku bilang tadi, kalau aku akan mewawancarai kalian, dan untuk pertanyaan pertama, bagaimana tanggapan kalian mengenai acara ini, yang ternyata menggunakan salah satu judul dari lagu kalian?? Siapa yang akan menjawab??”

Jessica : “Taeyeon eonni, kau saja yang jawab”

Taeyeon : “Ehmm,,baiklah, aku akan menjawabnya dan sebelumnya aku juga mengucapkan terima kasih karna kami sudah di undang langsung untuk membuka acara ini. Ehm,,menurutku itu adalah hal yang sangat bagus yah, suatu kehormatan bagi kami jika salah satu judul dari lagu kami bisa di pakai sebagai judul acara sebuah stasiun radio yang sudah mempunyai nama di Korea ini. Kami tidak akan pernah mempermasalahkannya, justru kami merasa bangga, berarti apresiasi semua pihak terhadap lagu2 kami ternyata begitu besar”

Vania : “Jawaban yang sangat mengesankan, hehe…Pertanyaan kedua, seandainya kalian di berikan kesempatan untuk mengirim surat ke acara ini dan mengikuti acara Tell Me Your Wish ini, pada siapa kalian akan menujukan surat yang kalian kirim itu?? Siapa yang akan menjawab duluan??”

Jessica : “Boleh aku menjawabnya duluan??”

Vania : “Ya tentu saja, silahkan”

Jessica : “Aku akan mengirimnya pada Ibuku,aku akan menceritakan semua moment2 terindah yang aku lewatkan bersama Ibu dan aku juga ingin menucapkan terima kasih padanya. Dan harapanku untuk Ibuku adalah, aku ingin Ibu selalu sehat, panjang umur dan bahagia sampai tua”

Vania: “Wow….benar2 mengharukan yah. Mungkin selanjutnya kau Taeyeon-ssi”

Taeyeon : “Kalau aku akan aku tujukan pada kedua orang tuaku, karna mereka memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung karirku selama ini, aku bisa seperti ini pun karna dukungan mereka yang sangat besar padaku, Ibu pernah bilang padaku, jika aku ingin meraih sesuatu, maka aku harus bisa meraihnya dengan usahaku sendiri, dan itulah yang membuat aku bisa yakin untuk mencapai apa yang ingin aku raih dan hasilnya sekaranglah aku. Dan harapanku adalah aku ingin mereka selalu ada untukku, tidak akan pernah lelah untuk memberiku semangat dan ketika aku melakukan kesalahan, mereka cukup memaafkan aku dan aku berjanji tidak mengulang kesalahan itu lagi”

Vania : “Hebat..berarti orang tua mu cukup mendukung penuh yah atas karirmu ini??”

Taeyeon : “Yah,,begitulah”

Vania : “Lalu siapa lagi yang akan menjawab? Sooyoung-ssi?”

Sooyoung : “Ah..ne. Ehm,,jika aku di berikan kesempatan untuk mengirim surat ke sini, tapi dalam keadaan seandainya aku bukan public figure yah? Hehe..karna jika aku seorang public figure aku tidak akan melakukannya”

Vania : “Memangnya kau akan menujukkan surat itu pada siapa??”

Sooyoung : “Ehmm,,,aku akan menujukannya pada seseorang yang dulu pernah berarti dalam hidupku, aku dulu sangat mencintainya tapi dia tidak pernah tau akan hal ini, jadi aku akan menceritakan semua tentang dirinya di surat itu dan harapanku adalah, dia bisa mendengar isi dari suratku kemudian dia datang padaku dan mengatakan bahwa dia juga sebenarnya mencintai aku, hahahaha….”

Vania : “Hahaha..jadi dulu cintamu pernah bertepuk sebelah tangan yah? Apakah itu cinta pertamamu??”

Sooyoung : “Hehehehe…begitulah, aduh aku jadi malu membuka aibku sendiri di sini”

All : “Hahahaha….”

Vania : “Ehmm,,sekarang aku ingin mendengar jawaban dari kau Seohyun-ssi”

Seohyun : “Ehmm..aku?? Ah..baiklah, kalau aku akan menujukkannya pada rekanku di acara We Got Married yang lalu, Younghwa Oppa, hehe…Aku ingin menceritakan semua yang pernah kami alami selama mengikuti acara itu, yang membuatku berkesan, hehehe…Dan harapanku adalah, meski semua itu hanya sebuah akting, tapi aku harap apapun yang pernah kami alami, dia tidak akan pernah melupakannya, hehehehe…Younghwa oppa, apa kau mendengarnya??? Hahaha..”

Vania : “Omo..omo,,,kau akan khusus mengirim surat itu untuknya??? Hmm,,aku jadi curiga jangan2 kau sangat berharap semua itu bukan sebuah akting yah?? Hehehe….”

Tiffany : “Haha..kau benar, dia pernah bercerita padaku, dia pernah memimpikan kejadian yang pernah dia alami bersama Yonghwa oppa di acara itu. Dan dia terlihat seperti menyesal kalau itu ternyata hanya sebuah mimpi, hahaha…”

Seohyun : “Yaaak,,,eonni-ah, kau tidak usah menceritakannya lagi, aku malu. Mulai sekarang aku tidak mau menceritakan apapun padamu, huh”

Tiffany : “Haha…maaf, maaf. Hehe..”

Vania : “Baiklah, Tiffany-ssi mungkin sekarang giliranmu untuk menjawab”

Tiffany : “Kalau aku, hampir sama seperti yang Taeyeon eonni dan Jessica ucapkan yah, untuk kedua orang tuaku dan khususnya eomma. Orang tuaku juga sangat mendukung sekali karirku, terutama eomma yang selalu rajin mengirmku pesan, agar aku tidak telat makan, banyak istirahat dan minum vitamin agar kesehatanku tetap terjaga. Dan harapanku adalah agar kedua orang tuaku akan terus mendukung karirku apapun yang akan terjadi ke depannya dan untuk eomma semoga eomma tidak akan pernah bosan untuk selalu mengingatkan aku yang kadang suka keras kepala ini, hehe…”

Vania : “Wow…Ibumu benar2 perhatian sekali yah”

Tiffany : “Yah,,sangat. Eomma saranghae, apa kau sedang mendengarkan acara ini??”

Vania : “Annyeong ahjumma, salam kenal dariku yah, hehe…Bagaimana denganmu Yuri-ssi”

Yuri : “Hmm….kalau aku sama seperti mereka, kedua orang tuaku khususnya dan juga untuk seseorang yang selama ini selalu ada di belakangku memberiku semangat setiap kali aku sedang sedih atau ada masalah, dia sahabat kecilku. Dan harapanku untuk orang tuaku adalah bahwa mereka akan selalu menjadi orang tua terbaik untukku yang tidak lelah menyayangi dan menjaga anaknya ini yang semakin lama semakin membuat mereka susah, hehe….Dan harapan untuk seseorang itu adalah semoga dia akan terus ada untukku dan tidak bosan2 nya untuk menghiburku setiap kali aku sedang sedih”

Vania : “Omo..apakah sahabat kecilmu itu seorang namja?”

Yuri : “Maaf, aku tidak bisa bilang, hehe….”

Vania : “Hmm,,baiklah, aku hargai itu. Hyoyeon-ssi, sepertinya dari tadi kau tidak sabar untuk menunggu giliranmu yah, hahaha….Baiklah sekarang giliranmu untuk menjawab, silahkan”

Hyoyeon : “Haha..kau benar, karna aku sudah merangkai kata2 nya saat tadi Taeyeon eonni dan Jessica eonni menjawab, jadi aku takut keburu lupa kata2 nya, hehehe….”

Vania : “Hahaha..jadi dari tadi kau terdiam itu sedang merangkai kata2 untuk menjawab yah??? Kau ini lucu sekali, hehe….”

Hyoyeon : “Haha..begitulah, karna aku tidak pintar dalam berkata-kata, hehe…Baiklah semoga aku tidak lupa dengan apa yang ingin aku katakan tadi dalam otakku, hihiihi…Aku akan menujukannya pertama pada orang tuaku, karna mereka juga sangat memiliki arti dalam hidupku dan karirku, kedua untuk mereka semua yang sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri, aku ingin menceritakan satu per satu hal special yang pernah aku alami bersama mereka masing2 nya, hehe….Dan yang terakhir untuk mantan pacarku yang dulu sudah memutuskan aku secara sepihak dan membuatku sakit hati, tapi aku sekarang tidak akan marah padanya lagi karna justru gara2 dia menyakiti aku jadi membuatku bangkit dan mengikuti trainee karna aku ingin membuktikan padanya kalau aku bisa jadi orang yang lebih baik walau tanpa dia, hahaha..aku malah jadi curhat, hehe….Dan harapanku untuk mereka adalah, untuk orang tuaku aku berharap mereka selalu sehat, panjang umur agar selalu bisa menemani hidupku terus. Untuk mereka semua ini, aku berharap kita bisa terus solid seperti ini, apapun yang terjadi jangan pernah membuat kita dengan mudah menyerah dan aku berharap mereka akan selalu mencintaiku, hehe…Dan terakhir untuk mantan pacarku, semoga kau sekarang sudah mendapatkan pacar baru yah, hehehehe….”

Vania : “Waaahhh,,pantas saja tadi kau sampai merangkai dulu kata2 ini dalam otakmu, ternyata apa yang kau rangkai seperti rangkaian gerbong kereta saja yah, panjang sekali, hehe..Dan hmm,,aku rasa setelah ini semua SONE dan paparazi akan mencari tau siapa mantan pacarmu itu yang ternyata telah berjasa membuatmu seperti ini, hihihihihi…”

Hyoyeon : “Haha….kau benar”

Vania : “Sunny-ssi…dari tadi aku perhatikan kau juga tampak sedang berpikir, apa kau juga sedang merangkai kata2 yah??”

Sunny : “Haha….kau benar2 pembawa acara yang hebat yah, ternyata kau juga jago membaca pikiran orang, hehe…Ya sebenarnya aku tidak sedang merangkai kata panjang seperti Hyoyeon, tapi aku sedang berpikir untuk siapa kira2 aku akan menujukan surat itu, karna banyak sekali, hehe….Yah, walaupun ini hanya seandainya tapi karna sekarang aku sudah berbicara langsung, mungkin aku akan menujukan surat itu pada seseorang di masa laluku, aku sekaligus ingin minta maaf padanya karna dulu aku pernah mengecewakannya dan menyakiti hatinya, dan harapanku adalah semoga dia sekarang sudah memaafkanku, meskipun aku belum sempat meminta maaf padanya secara langsung, tapi semoga dia mendengar ini sekarang dan dia merasa bahwa yang sedang aku bicarakan sekarang adalah dirinya”

Vania : “Wah,,wah..kau hebat sekali yah, kau berani mengakui kesalahanmu padanya di depan kami dan di acara on air seperti ini, apakah kesalahan yang kau buat itu sangat menyakitinya hingga kau merasa sangat bersalah seperti itu?”

Sunny : “Ehmm,,,aku rasa iya”

Vania : “Kalau begitu hei Mr. X jika kau sedang mendengarkan acara ini, semoga kau bisa menerima permintaan maaf Sunny-ssi padamu yah, hehe…Ehm..Yoona-ssi, kau mendapat giliran terakhir, silahkan”

Yoona : “Ah,,ye, tapi untung juga aku yang terakhir karna aku jadi bisa mendengar dulu apa saja jawaban mereka, hehe..Kalau aku mungkin aku akan menujukannya pada semua orang yang selama ini terlibat dalam mendukung karirku yah, aku akan menuliskan satu per satu pihak2 yang sangat berperan penting dalam mendukung karirku ini, dan harapanku adalah semoga semua kebaikan mereka akan bisa terbalas dan semoga mereka juga akan selalu terus mendukungku dan mencintaiku apa adanya aku”

Vania : “Oh,,jadi kau mencakup dari semuanya yah”

Yoona : “Ye, hehe…”

Vania : “Baiklah, pertanyaan terakhir untuk kalian semua, menurut kalian apa arti SONE bagi kalian??”

All : “Happy Family”

Taeyeon : “Kami semua sepakat menganggap SONE bagi kami adalah sebuah keluarga yang bahagia, karna kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kami juga. Dan kami akan selalu berusaha membuat mereka selalu bahagia selamanya”

Vania : “Omoo…aku jadi terharu. Baiklah listeners, bagaimana apa kalian suka wawancara singkat ini dengan idola kalian?? Semoga kalian suka yah dan maaf kami tidak bisa banyak memberikan pertanyaan pada mereka karna durasinya hanya sebentar, hehe….Kalau kalian ingin lebih lama2 lagi mewawancarai mereka, silahkan saja kalian membayar mereka sendiri karna membayar bintang top seperti mereka, sebentar saja bayarnya sudah sangat mahal, huhu…”

Seohyun : “Hahahaha…kalau kau ingin mengundang kami dengan bayaran yang murah boleh saja, asal kau harus bisa debat dulu dengan Manager kami”

All : “Hahahaha….apa yang di katakan Seohyun benar”

Vania : “Kalau begitu biarlah kami harus bayar mahal kalian daripada aku harus debat panjang dengan Manager kalian, lagipula yang membayar pun bukan aku, hihihihi..Baiklah, untuk SNSD terima kasih untuk kalian yang mau meluangkan waktunya untuk datang ke pembukaan acara ini, sukses terus yah untuk karir kalian dan untuk persiapan album baru kalian juga semoga bisa melejit lagi seperti penjualan album keduanya”

All : “Ye…kamshamnida, annyeong…”

***

“Hei…”

“Astaga, Jeong Hoon-ssi, kau mengagetkan aku saja” Vania yang baru pulang bekerja dan sedikit berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan terus menatap ke bawah, tidak menyadari kalau ternyata sudah ada Jeong Hoon yang sedang duduk di salah satu badan tangga.

“Pembukaan acara barumu cukup bagus, kau membawakannya dengan sangat baik” Jeong Hoon beranjak dari duduknya.

“Kau mendengarnya??”

“Yup…”

“Lalu sejak kapan kau pindah ke sini?? Tadi siang aku tidak melihat ada orang pindahan?”

“Aku datang tadi sore, dan tadi siang kau sudah pergi keluar”

“Oh..ia, tadi siang aku ke rumah temanku, aku pergi bekerja dari rumahnya”

“Oh,,,lalu barusan kau di antar siapa malam2 begini?? Apa Hangeng menjemputmu??”

“Huh..dia ini bicara apa sih? Kenapa sekarang dia berlaga seolah dia itu pacarku yang selalu ingin tau aku pulang dengan siapa? Jika dia bukan sahabat Gege, aku tidak akan mau beramah tamah seperti ini padanya” gerutu Vania dalam hatinya.

“Vania…kau baik2 saja??”

“Ye…??? Ah, ye gwaenchana. Ehm,,ia tadi aku di jemput dia, wae??”

“Ah…anhi, aku hanya bertanya saja, aku kira kau pulang sendirian. Baiklah, ayo kita masuk” Jeong Hoon mempersilahkan Vania untuk melanjutkan langkahnya lagi menaiki tangga itu dan masuk ke kamarnya.

“Vania-ssi, selamat malam” ucap Jeong Hoon menatap Vania lembut sebelum dia masuk ke kamarnya.

“Malam…” jawab Vania dengan datar dan dia langsung masuk ke dalam kamarnya, memakai sendal Hello Kity kesayangannya.

Vania membaringkan tubuhnya yang kelelahan itu di kasurnya yang iseng dia beri nama Baddy. Menatap ke langit2 kamarnya, entah apa yang harus dia pikirkan saat itu. Dan saking lelahnya, Vania akhirnya tertidur tanpa sempat mengganti pakaiannya dan membersihkan badanya sebelum tidur.

Tok…Tok..Tok…

Suara seseorang mengetuk pintu kamar Vania pelan, karna masih tidak ada jawaban dari dalam, orang itu mengetuk agak keras dari sebelumnya. Sampai akhirnya membuat Vania berhasil menggeliatkan tubuhnya.

“Dugu??” Vania beranjak dan mengucek-ngucek matanya dan menguap lebar.

Saat mulutnya terbuka lebar, saat itu juga Jeong Hoon sudah ada di hadapannya, dengan cepat matanya terbelalak dan menutup rapat mulutnya.

“No..?? Mau apa pagi2 begini mengetuk kamarku??”

“Aku belum punya peralatan seperti piring, panci dan gelas, apa aku boleh membuat kopi di kamarmu??” ucap Jeong Hoon sambil menunjukkan kopi yang dia pegang ke arah Vania.

“Ye..? Ehm…baiklah silahkan” Vania menyampingkan tubuhnya, mempersilahkan Jeong Hoon masuk ke kamarnya untuk pertama kali.

“Kalau kau ingin membuat kopi, kau bisa ke dapurku” Vania menunjuk ke arah dapur mininya yang berada di sebelah kamar mandi.

“Ne, gomawo”

Sambil menunggu Jeong Hoon membuat kopi di dapurnya, Vania kembali ke kamar dan merapikan rambutnya yang berantakan.

“Semalam kau pasti sangat kelelahan yah?” tanya Jeong Hoon keluar dari dapur selesai membuat kopi.

“Ne..??”

“Bajumu, masih yang semalam” Jeong Hoon menujuk ke arah pakaian Vania dengan matanya.

“Oh…haha…ia, semalam aku lelah sekali sampai2 aku tertidur dan lupa mengganti pakaianku”

“Oya,,kapan kau akan mulai bekerja dengan Gege??”

“Gege???” Jeong Hoon mengernyit.

“Ah,,maksudku Hangeng”

“Gege…?? Berarti yang di maksud bartender itu, laki2 yang sering ke sana bersama Vania dan membuat dia cemburu itu adalah Hangeng??” Jeong Hoon bertanya pada hatinya sendiri.

“Hei..kenapa diam??”

“Ye..?? Ah…aku akan mulai bekerja besok. Oya, hari ini kau ada acara?? Kau kerja jam berapa??”

“Aku dapat shift malam lagi, wae??”

“Ehm,,apa kau keberatan jika aku minta antar padamu untuk menemaniku belanja??”

“Ye..??? Belanja apa??”

“Ah,,maksudku belanja keperluan untuk mengisi kamar baruku”

“Oh,,aku kira kau mau shopping baju, hehe…”

“Haha…kau pikir aku shoppaholic??”

“Hehe..maybe?”

“So…??”

“Ehmm,,,,setelah aku pikir2 sepertinya aku tidak ada acara hari ini, dan karna kau teman Gege, jadi aku percaya kau orang baik2, jadi baiklah aku mau mengantarmu”

“Ok,,kalau begitu, nanti aku ke sini lagi yah” Jeong Hoon beranjak dan dia sempat melihat Vania memakai sendal Hello Kity yang khusus dia pakai untuk di kamarnya.

“Ok,,kalau begitu sekarang aku juga akan mandi dulu”

“Ye..oya gelasnya aku pinjam dulu, nanti aku kembalikan” Jeong Hoon mengangkat gelas yang dia pegang.

“Baiklah…”

***

Jeong Hoon dan Vania pergi naik mobil Perusahaannya Hangeng, Hangeng sengaja memberikan mobil itu untuk Jeong Hoon untuk pergi bekerja dan untuk bepergian selama dia di Seoul. Mereka mengunjungi sebuah Supermarket besar yang menjual peralatan Rumah Tangga yang cukup lengkap. Vania membantu memilihkan beberapa gelas, piring, sendok, garpu, mangkuk dan peralatan yang lainnya. Saat mereka melewati tempat2 boneka, Jeong Hoon melihat sendal rumah dengan bentuk Hello Kitty juga, dia mengambil sepasang.

“Untuk apa kau beli ini?? Kau suka Hello Kitty juga??”

“Yah,,aku juga suka Hello Kitty” jawab Jeong Hoon datar dan mendorong lagi trolly yang sudah berisi cukup penuh dengan barang2 yang diaperlukan.

“Apa?? Cowo macho seperti dia juga suka memakai sendal Hello Kitty?? Omo….apa2 an ini” Vania menggeleng cepat menahan geli karna membayangkan Jeong Hoon yang memiliki tubuh atletis itu menyukai sendal Hello Kitty juga.

Sesi belanja bersama telah selesai, sekarang mereka menuju Restaurant yang lumayan enak makanannya. Sekalian untuk makan siang. Saat mereka akan mencari tempat duduk, Jeong Hoon melihat Hangeng dan seorang yeoja sedang duduk berhadapan di salah satu meja. Hangeng ternyata sudah menyadari keberadaan Jeong Hoon dan Vania di sana dan Vania yang menoleh ke arah Hangeng, langsung memasang wajah cemberut tingkat akut. Jeong Hoon mengajak Vania duduk bersama Hangeng, dan dia tidak bisa menolak hingga akhirnya sekarang mereka duduk bersebelahan dan berdampingan dengan Hangeng dan yeoja itu.

“Ko kalian bisa bersama??”

“Ya…tadi aku minta antar dia untuk membeli peralatan rumah”

“Oh…oya, kebetulan kami sudah pesan makanan, kalian mau pesan apa?” Hangeng memanggil waitress untuk meminta buku menu.

“Aku pesan apa yang kau pesan saja” ucap Jeong Hoon singkat.

“Kau mau pesan apa Rae Hee??” Hangeng sudah menangkap kalau saat itu Vania pasti sedang cemburu padanya melihat dia sedang bersama wanita.

“Aku tidak ingin makan, aku pesan minum saja” jawab Vania tanpa melihat ke arah Hangeng sedikit pun.

“Baiklah, pesanan yang pertama tadi di tambah satu porsi lagi yah dan Jus Strawberry nya satu”

“Bagaimana kau tau kalau dia ingin memesan Jus Strawberry??” tanya wanita yang ada di sebelah Hangeng yang tak lain adalah Song Hyun Won.

“Karna itu Jus Kesukaannya”

“Ternyata kau sudah benar2 memahami dia yah” ucap Hyun Won sambil melihat ke arah Vania yang sekarang ini sedang melihat ke arah lain dan pura2 tidak mendengar.

“Vania, bagaimana acara pembukaan kemarin?? Berjalan lancar??” tanya Hyun Won ramah.

“Ya,,begitulah, semuanya berjalan seperti yang aku inginkan” Vania menoleh sesaat ke arah Hyun Won dan memalingkan lagi pandangannya ke arah lain.

Hangeng dan Jeong Hoon tampaknya sudah menangkap sesuatu yang tidak beres, Vania saat ini moodnya sedang tidak baik.

Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan pun datang. Hangeng, Hyun Won dan Jeong Hoon mulai melahap makanan yang mereka pesan sedangkan Vania mendiamkan Jus Strawberry nya itu yang masih utuh. Di sela2 mereka memakan makanan mereka, tiba2 Hyun Won tersedak dan Hangeng yang ada di sebelahnya langsung menepuk punggung Hyun Won.

“Gwaenchana??” Hangeng memberikan air putih untuk Hyun Won.

“Ehm…gwaenchana, gomawo”

“Babo, makan segitu saja bisa tersedak” gerutu Vania sambil meneguk setengah dari Jus Strawberrynya.

“Kau yakin tidak ingin makan?? Bukankah tadi kau bilang kau lapar? Apa kau mau mencoba makananku??” Jeong Hoon mencoba mengalihkan konsentrasi Vania yang terus memperhatikan Hangeng dan Hyun Won, namun Vania hanya menggeleng tanda menjawab “tidak”.

“Hyun Won-ah, biar aku yang potong2” Hangeng memotong2 kecil steak yang ada di piring Hyun Won karna dagingnya agak sulit untuk di potong.

“Ehem..ehem…” Vania berdeham tanpa menoleh ke arah Hangeng yang terus memperhatikan Hyun Won daripada dia, Jeong Hoon menoleh ke arah Vania yang mukanya sudah merah memanas.

“Aku mau ke toilet” Vania beranjak dengan kesal.

“Gege, kau ini apa2 an, kau sengaja melakukan itu di depanku, huh?? Kau pikir aku akan cemburu?? Ciih,,,awas kau, aku bukan hanya akan mogok bicara selama seminggu tapi SEBULAN…ARASSO??” Vania mencaci maki Hangeng di kaca toilet.

“Mian…” suara seseorang menghentikan langkah Vania saat keluar dari toilet, Vania menoleh ke arah suara itu.

“Yaaak..Gege, apa kau tidak tau, aku ini menyukaimu, aku sudah pernah mengatakannya padamu kan??? Aku MENCINTAIMU” akhirnya Vania bisa menumpahkan rasa kesalnya yang dia pendam daritadi itu pada Hangeng.

“Aku tau, tapi aku juga sudah bilang kalau aku hanya mengganggapmu seperti adikku”

“ANHI…tapi aku tidak pernah menganggapmu seperti kakakku, aku mencintaimu sebagai seorang pria, kenapa kau tidak pernah mengerti itu?? Dan tadi, apa maksudmu melakukan itu di depanku, huh?? Kau mencintai Hyun Won??”

“….” Hangeng tidak menjawab dan hanya bisa memandang Vania yang mukanya semakin memerah.

“Kau tidak menjawabnya berarti jawabanmu Iya, baiklah aku sudah tau hal itu, kau tidak perlu menjawabnya lagi” mata Vania yang sekarang memerah menahan air mata yang ingin keluar dari kedua matanya, namun tiba2 Hangeng menarik tangannya dan dengan cepat dia menjatuhkan tubuh Vania ke dalam pelukannya erat.

“Sebenarnya aku juga ingin memiliki keberanian sepertimu untuk mengatakan hal itu, tapi aku terlalu naif sehingga aku tidak pernah bisa untuk melakukannya, aku terlanjur berjanji pada diriku sendiri kalau aku hanya akan menganggapmu sebagai adikku, aku mohon mengertilah keadaanku, karna jujur aku tidak pernah ingin kehilanganmu setelah nanti aku mengatakan hal itu” Hangeng membelai lembur rambut Vania dan Vania melingkarkan tangannya di punggung Hangeng, membalas pelukan hangat Hangeng dan air matanya akhirnya tertumpah.

Tepat di saat seperti itu, Jeong Hoon yang berniat menyusul Vania ke toilet, melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit seketika. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan antara Hangeng dan Vania. Dengan langkah yang gontai, Jeong Hoon kembali ke mejanya.

“Mana Hangeng dan Vania?? Kenapa mereka lama sekali?” tanya Hyun Won yang terus melihat ke arah toilet.

“Aku tidak jadi ke toilet” Jeong Hoon memaksakan seulas senyuman dari bibirnya pada Hyun Won.

“Aku mohon jangan paksa aku lagi untuk mengatakan apa yang sulit untuk aku ucapkan, eoh?? Aku akan tetap berada di sisimu, kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu ada untukmu, arasso???” Hangeng melepaskan pelukannya dan menatap Vania lekat sambil mengusap air mata Vania di punggung pipinya dengan ibu jarinya.

“Ehm….” Vania mengangguk pelan dan memasang senyuman tipis, Hangeng mengecup kening Vania lembut.

“Sekarang kita kembali ke meja,eoh? Jangan sampai Hyun Won dan Jeong Hoon menunggu kita lama”

“Ehm…” Vania akhirnya mengikuti langkah Hangeng dari belakang.

“Hangeng-ah, kenapa lama sekali ke toiletnya??”

“Mian, Hyun Won tadi toiletnya penuh, hehe…”

“Oh..begitu”

Suasana pun terasa begitu canggung, sekembalinya Vania dan Hangeng ke meja itu, Jeong Hoon hanya menunduk dalam.

“Jeong Hoon-ssi, gwaenchana??” Vania menatap ke arah Jeong Hoon.

“Aku sudah kenyang, aku mau pulang, apa kau akan ikut denganku atau menunggu Hangeng??” Jeong Hoon beranjak dan menatap ke arah Vania.

“Ehm,,aku ikut denganmu saja, bukankah tadi kita pergi bersama”

“Baiklah kalau begitu, Hyun Won-ssi, Hangeng-ah, aku pulang duluan yah, annyeong” Jeong Hoon membungkuk dan langsung melangkah pergi, Vania berlari kecil mencoba mengejar langkah Jeong Hoon yang semakin cepat.

Di dalam perjalanan pulang Vania terus menatap ke arah Jeong Hoon, namun yang di tatapnya itu tetap terus memandang ke depan. Vania merasa ada yang aneh dari Jeong Hoon, kenapa dia tiba2 diam seperti itu?? Vania ingin bertanya tapi niatnya itu segera di urungkannya, mungkin dia memang begitu, pikir Vania.

Akhirnya mereka sampai di flat, setelah memarkirkan mobilnya, Jeong Hoon menurunkan semua barang2 yang dia beli tadi.

“Biar ku bantu” Vania mencoba mengambil satu kresek besar dari tangan Jeong Hoon yang kerepotan membawa semua barang belanjaannya, namun dengan cepat Jeong Hoon menolaknya.

“Tidak usah aku bisa sendiri, ini cukup berat, aku tidak mau merepotkanmu. Oya terima kasih sudah mengantarku hari ini” Jeong Hoon buru2 naik dan masuk ke kamarnya tanpa membiarkan Vania menjawab ucapannya tadi. Lagi2 Vania merasa aneh, sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Jeong Hoon.

“Kenapa tiba2 dia berubah seperti itu?? Apakah ada yang salah denganku??” tanya Vania dalam hatinya, namun dia tidak menaruh curiga sedikitpun.

-=-=-=-=-=-=-=-

1 minggu setelah kejadian di toilet itu, sikap Jeong Hoon benar2 berubah pada Vania, dia hanya akan menjawab datar setiap kali Vania menyapanya atau bertanya padanya, bahkan Jeong Hoon juga tidak pernah keluar kamar selain dia pergi ke kantor. Vania merasa benar2 aneh terhadap sikap Jeong Hoon, sebenarnya Jeong Hoon kenapa, apa ada sesuatu yang salah menimpanya?? Vania sempat ingin bertanya hal itu, tapi setiap kali dia akan melakukannya, Jeong Hoon selalu tidak memberi Vania kesempatan untuk bicara lebih.

Hari ini Vania masuk shift malam lagi, Jeong Hoon yang sedang mengerjakan proyeknya di laptopnya, tiba2 melihat ke arah jendela, hujan lebat tiba2 turun. Jeong Hoon melihat jam tangannya, jam 11 malam, ini waktunya Vania pulang. Ada niat dalam hatinya ingin menjemput Vania, tapi dia berpikir lagi, kalau dia tiba2 menjemput Vania padahal selama seminggu ini dia mendiamkannya, mungkin akan terasa aneh. Tapi hujan semakin lebat, rasa ingin menjemput Vania itu semakin besar, akhirnya tanpa berpikir lagi, Jeong Hoon mengambil jaketnya dan kunci mobilnya. Di tengah hujan lebat yang membuat pandangannya sedikit kabur melihat jalan, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor Vania. Tapi belum sampai dia menghentikan mobilnya tepat di depan kantor Vania, dia berhenti di jarak yang lumayan jauh dari kantor Vania, entah apa yang sedang dia rasakan, tapi tiba2 dadanya sesak lagi, melihat Vania sudah masuk ke dalam mobil seseorang.

“Seharusnya tadi aku sudah menyangka hal ini dan tidak perlu ke sini untuk mengkhawatirkannya, Jeong Hoon babo-ah”

Di Flat…

“Jeong Hoon-ssi, kau darimana??? Kenapa badanmu basah semua??? Kau kehujanan??” saat Vania akan masuk ke kamarnya, tiba2 Jeong Hoon datang tidak lama setelah dia dalam keadaan basah kuyup dan langkah yang gontai.

“Jeong Hoon-ssi, kau mabuk??” Vania menghampiri Jeong Hoon dan menyentuhnya, namun dengan cepat Jeong Hoon menghempaskan tangan Vania dan langsung masuk ke kamarnya.

“Jeong Hoon-ssi, sebenarnya apa yang sudah aku lakukan, sehingga kau tiba2 seperti ini padaku??? Ya Tuhan, kenapa sekarang dadaku terasa sesak melihat sikapnya seperti ini padaku?? Anhi,,,,Vania-ah, kau…kau sedang tidak jatuh cinta padanya, kan?? Andwae,,andwae…”

~ TBC ~

Mian yah kalo part ini nya agak pendek, dan para support cast nya ga keluar semua, karna emang di Part ini author fokus dulu ke para main castnya, di part 3 nanti suport cast pada keluar ko, hehe…Jangan lupa RCL nya yah..gomawo…;D

Word of The Day

Kebersamaan bersama sahabat, tidak bisa di gantikan oleh apapun. Tawa, canda, susah, suka dan duka di rasa bersama. Hingga suatu saat masing2 dari mereka telah memiliki kehidupan masing2, tapi apa yang pernah terjalin sekian tahun lamanya, apa yang pernah terangkai indah tentang mereka akan selalu di ingat sepanjang masa, meski akhirnya mereka semakin tua, rambut berubah menjadi putih, tapi tawa kebahagiaan saat mereka kecil bersama, akan menjadi hadiah terindah di akhir hayat mereka nantinya….Jagalah seseorang yang kau anggap sebagai sahabatmu, jangan pernah mengecewakannya dan melepaskannya hanya karna ego sesaat, karna perlu kita sadari, sahabat adalah cermin di mana kita bisa melihat diri kita sendiri di dalam dirinya….

Entry filed under: Angst, Chaptered, Family, FanFiction, Friendship, FT Island, Genre, Hangeng, HITZ, Indonesia, Language, Life, PG, R, Rating, Romance, Type, X-5. Tags: .

My Beautiful Angel – Part 1 [FF] Beautiful Rainbow (Sequel of What’s the meaning of Love) Chapter 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,626 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: