[FF] Beautiful Rainbow (Sequel of What’s the meaning of Love) Chapter 1

October 15, 2011 at 5:01 PM 1 comment

Title : Beautiful Rainbow (Sequel of What’s the meaning of Love)

Author : Mieyonn

Type : Chapter / Sequel

Genre : Romance, family

Rate : PG-17

Cast :

~ B1A4 : Jinyoung, Sandeul, Baro
~ Jung Sung Mi as Jung Jinyoung younger sister (you)
~ Lee Minhyuk CNBlue as Sandeul older brother
~ Lee Sungjong Infinite as Sandeul younger brother
~ Lee Hyosin as sandeul and sungmi’s son-in-law
~ Park Yoonji as sandeul and sungmi’s junior
~ Other additional cast

Beautiful Rainbow

(Sequel of What’s the meaning of Love)

Chapter 1 : Cloudy

Dari arah taman sungmi terlihat sedang duduk bersama hyosin yang sedari tadi memeluk boneka bola kaki berwarna merah.

“sandeul appa dimana?” tanya nya polos

“sandeul appa sedang melakukan sesuatu ^_^ hyosin-ah kau rindu padanya?”

“…” bocah berumur tiga tahun itu hanya mengangguk dengan bibir yang cemberut

***

Semester baru dimulai, sudah semester genap sekarang. Sekolah mulai intens dengan anak-anak kelas 3, sementara osis membuat banyak kegiatan terhadap anak kelas 1 dan 2. Salah satunya, beberapa sekolah bekerja sama dengan osis dan sebuah panti asuhan membuat acara amal bertajuk ‘berbagi kasih’ dengan panti asuhan yang berisi anak-anak bayi yang kehilangan orang tuanya dalam bencana alam. Diadakan penggalangan dana, dan juga sebagai perwakilan sekolah, beberapa murid akan menjadi orangtua asuh mereka pada hari jumat dan sabtu setelah jam pelajaran usai.

“ah, ottokhae? Aku jadi perwakilan sekolah, sementara aku sendiri susah untuk mengakrabkan diri ;~;” sungmi meringis disudut kantin sambil memegangi amplop yang berisikan pemberitahuan bahwa dia akan menjadi salah satu perwakilan sekolah menjadi orangtua asuh

“wae??” tanya sandeul yang tiba-tiba datang dari arah buku-buku psikologi

“oppa, ottokhae??… kau, juga dapat amplop seperti ini??” tanya sungmi sambil memperhatikan amplop sama yang ada ditangan kiri sandeul

“yup… kau juga??” tanya sandeul sambil memberikan amplopnya pada sungmi

Sungmi pun langsung membuka dan membaca isinya.

“oppa, jadwalmu hari sabtu, sementara aku hari jum’at~ aaaa… kita tidak sama…”

“hahaha~ gwaenchana nona manis, aku akan menjemputmu.. kita akan bertemu disana” ucap sandeul sambil tersenyum hangat pada pacarnya itu

“jinjja??.. gomawo..”

‘Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
Hangsang hamkke halgeora till the end of time’

Hape sandeul berdering.

Ne~ yoonji-ssi… oh, baiklah, nanti siang kita ketemu saja… ne…” dan sandeul pun menutup telponnya

‘yoonji… nugu??… ah, molla~’ sungmi membatin

“oppa~ kalau begitu, besok harus jemput aku disana ya~!!”

“ok!!”

***

Basecamp sepak bola sunyi. Hanya ada seorang perempuan terlihat disana. Sungmi pun perlahan masuk dan mendatanginya.

“annyeonghaseyo~”

“annyeonghaseyo~~~ ada yang bisa dibantu??”

“lee sandeul ada dimana ya??”

“oh, kapten sedang diruang ganti, memangnya kenapa??” tanya anak itu bingung

“aa~ tidak usah, aku akan menelponnya saja”

“loh, tau nomor hape kapten dari mana?? Sebaiknya bilang padaku saja, aku yang menjaga kapten..”

Sungmi pov

What?? ngejagain sandeul?? Maksudnya, jadi bodyguardnya sandeul gitu?? Kkkkk~~~ lawak nih cewek..

Sungmi pov – end

“gapapa, aku hanya ingin mengantarkan bekal untuknya..” ucap sungmi lembut

“ooh, sebenarnya kami tidak menerima makanan dari luar.. aku sudah menyiapkan makan siang untuk semua pemain termasuk kapten..”

“jadi, nitip ini juga ga boleh??… ya udah lah ya… annyeong~~~” ucap sungmi bete

Sungmi pov

Ini kenapa sih ya? Kemaren cewek yang namanya yoonji, sekarang cewek sok jadi bodyguard, aigoo, lee sandeul, kenapa tak pernah bercerita apapun??

***

Sungmi’s POV

Tempat seperti ini sebenarnya tempat yang ingin ku datangi, tapi aku terlalu susah untuk bisa dekat dengan yang lain. Ah, pabo!! Mereka semua anak-anak manis yang sangat lucu, kenapa aku mesti canggung. Beberapa temanku sudah mendekatkan diri dengan bayi-bayi disini. Aku juga akan mencoba mendekatkan diri dengan mereka.

Bola mataku mengelilingi ruangan penuh bayi-bayi ini, dan mataku tertuju pada bayi lelaki yang memakai beanni biru dengan mata bulat dan milky white-skin yang sedari tadi hanya sendirian memperhatikan teman-temannya.

Aku mulai mendekatinya dan meraih jemarinya yang kecil dan lembut, lalu mengangkatnya dan meletakkannya dipangkuanku.

“annyeonghaseyo~ naneun sungmi seonsaengnim imnida~ namamu siapa??”

“hyosin imnida…” ucapnya malu-malu

“aigoo, kyeopta~ hyosin-ah~!!”

“ne… lee hyosin…”

“haha… imut sekali… ayo beli ice cream bersama omma… kau ingin rasa apa?? Rasa coklat??…”

“…” dia hanya mengangguk

Aku pun menggendongnya pergi ke toko ice cream didepan panti. Anak ini sepertinya senang sekali diajak ketoko yang menjual aneka kue dan ice cream.

“hyosin-ah!! Ingin yang mana??”

“…” tetap tak ada jawaban darinya, namun aku tau yang diinginkannya.

Sedari tadi matanya tertuju pada kue berbentuk pemain sepak bola. Tanpa butuh waktu yang lama keranjangku sudah penuh berisi beberapa potong kue dan ice cream. Namun aku lupa aku hanya punya dua tangan. Susah sekali mengeluarkan dompet disaat seperti ini.

“hyosin-ah, ingin turun sebentar??” aku mencoba membujuknya untuk turun, namun dia mencengkramku lebih kuat. Iya, tempat ini sangat asing bagi hyosin. Ottokhae?? Sandeul oppa, aku harap kau ada disini~~~~

“butuh bantuan?? Sini aku bantu pegang keranjangmu~~” ucap seorang lelaki yang muncul entah dari mana

“gomawo” aku langsung menyerahkan keranjangku padanya dan mengeluarkan dompet dari tas kecilku

“masih sma kenapa sudah punya anak??” tanya nya ketus

“bukan, aku hanya ibu asuhnya dari panti seberang..” ucapku sambil mengambil kembali keranjangku

“oh, maaf. Kalau begitu, aku ingin menyumbangkan beberapa kue kesana… apakah bisa??” ucapnya dengan ekspresi yang lebih bersahabat

“oh, kalau begitu, skalian saja ikut jadi bagian dari relawan…” ucapku mengajaknya dan mulai menjelaskan pekerjaan anggota para orangtua asuh

***

Setelah setengah harian bermain bersama hyosin dan anak-anak lain, matahari pun mulai beranjak pergi, saatnya kami juga pamit pulang. Sambil menunggu sandeul, aku memberi makan hyosin agar setelah ini dia langsung beristirahat.

“hei!!” Sandeul mengejutkanku dari belakang, anehnya itu malah membuat hyosin tertawa.

“aaa~ kyeopta~” ucapnya sambil mengelus pipi hyosin

“kyeopjyo?!…”

“ireumi mwoayo??”

“lee hyosin-ieyo…”

“oppa, dia suka bola juga, sama sepertimu…”

“jinjja?? Ayo bermain bola besok ^^”

“ne…” ucap hyosin yang langsung dekat dengan sandeul

Sandeul memang tipe orang yang hangat dengan orang lain. Beberapa menit kemudian, setelah selesai memberi makan hyosin, aku beserta teman-teman beranjak pulang.

“sungmi, tak apa-apa kah jika malam ini kita makan dirumahku saja??”

“gwaenchana~~~ wae??”

“sungjong sedang sakit dan dia sendirian dirumah…”

“adikmu??”

“iya…” ucapnya dengan raut wajah khawatir

“kalau begitu, aku akan memasakkan bubur untuknya~~~”

“gomawo~~~”

***

Untuk pertama kalinya aku masuk kedalam rumah sandeul. Rumah besar yang begitu sepi. Hanya ada mereka berdua dirumah ini, dengan seorang pembantu wanita dan seorang pria yang menjadi tukang kebun.

Dibantu dengan bibi itu aku memasakkan sungjong bubur hangat. Lalu aku membawa bubur itu kedalam kamar sungjong dan melihat sandeul yang terus saja memegangi tangan sungjong. Demam anak itu sangat tinggi.

“oppa, sudah matang~~~” bisikku pada sandeul

“sungjong-ah~ ayo makan sebentar lalu minum obat…” sandeul membujuk sungjong

“aku ingin appa dan tante yookyeong…” gumamnya

“tante yookyeong?? Untuk apa mengharapkannya… dia itu tak pernah memikirkan kita…”

“tapi, tante istri appa sekarang… dia membantu kita menjaga appa yang pasti sudah lelah bekerja…” ucap sungjong polos

“andwae!!! Sungjong-ah!! Tak usah memikirkan mereka berdua!!” sandeul meneriaki sungjong yang membuat sungjong yang sedang sakit itu gemetar

“sungjongie, gwaenchana??” ucapku langsung memeluk sungjong dan mencoba menenangkannya

“tenangkan dirimu… okay… ayo, nuna bantu kau makan bubur, lalu makan obat, dan cepatlah sembuh agar appa tidak khawatir… mau kan??” bujukku pelan

“…” dia hanya mengangguk lemah

Aku membiarkan sandeul yang masih marah namun juga khawatir pada adiknya itu tetap berdiri disamping aku dan sungjong. Lalu aku memberi sungjong bubur itu sesuap demi sesuap. Sepertinya keluarga sandeul sedang ada masalah.

To Be Continued >> Rainy

Entry filed under: B1A4, Chaptered, CN Blue, Family, FanFiction, Indonesia, Infinite, PG, Romance, Squel. Tags: .

[SONGFIC] Ready to Love My Beautiful Angel – Part 1

1 Comment Add your own

  • 1. arvita  |  October 27, 2011 at 9:19 PM

    jinyoung kemana,???
    ah g semangat baca kalau bukan jinyoung castnya…”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: