[CHAPTER 1] My Beloved Girl

October 14, 2011 at 12:26 AM Leave a comment

Author : r13eonnie 강 하이에나 a.k.a Pinky Girl

Rating : R / PG-15

Genre : Romance, Life, Angst, Friendship, Family

Lenght : Chaptered

Main Cast :

↔ Vania Alexandria Sentani / Lee RaeHee / Vania Lee ( OC )

↔ Lee Jeong Hoon ( HITZ )

↔ Hangeng

Support Cast :

↔ Lee Hong Ki

↔ Ghun ( X-5 )

↔ Jo Twins ( Jo Kwangmin n Jo Youngmin )

↔ Stefanny Jessica Manoach / Song Hyun Won ( OC )

↔ Anastasia Hannas / Lee ChaeRi ( OC )

↔ Jung Ilyeon ( OC )

↔ Jung Yeon Hee ( OC )

↔ Bae Eunsun ( OC )

↔ Kim Eun Ki ( OC )

and Other…

Cameo : SNSD

Backsound :

– Park Shin Hye – Lovely Day

– GNA – Kiss Me

Disclaimer : FF ini terinspirasi sama Novel Miliknya Ilana Tan, dan karna author baru baca yang Winter in Tokyo dan Autumn in Paris, jadi mungkin di FF ini ada beberapa scene yang author ambil dari kedua Novel itu. Buat yang udah baca pasti bakal tau scene yang mana. Tapi inget yah ini TERINSPIRASI dan BUKAN MENJIPLAK. Kalo MENJIPLAK itu, nama Cast, Deskrpsi dan Dialognya juga pasti sama, tapi di FF ini bener2 apa yang ada di OTAK AUTHOR SENDIRI. Dan buat apapun yang ada di FF ini mungkin tidak pada kenyataannya, tapi ada yang menurut imajinasi author dan kalo ada yang perlu di koreksi, boleh ko, author bakal terima, karna kesempurnaan hanya milik Tuhan dan kekurangan hanya milik kalian, *lho?? Boong deng, author juga bukan manusia sempurna, jadi maaf2 aje yeh kalo misal ade typo nih yang belom di benerin dan ada kate2 yang salah, coz maklum aje, authornya rada kudet gitu deh alias kurang update dan kaga begitu gaol, lol. Jadi mohon buat para reader kaga ade yang BASHING yeee…^^

Oya meskipun Cast nya kebanyakan OC, ini emang sengaja coz author lagi pengen nguji kemampuan sejauh mana sih author bener2 bisa nulis. OC tuh kan author belom pernah liat mukanya, jadi apa bisa author tetep dapet feelnya meskipun author ga kenal atau bahkan belom pernah liat muka aslinya sang OC, jadi jangan karna FF ini Cast nya banyak OC nya kalian jadi ga mau baca…Tetep di baca yah..hoho,,,,


Happy Reading

Prologue Here

Vania Alexandria Sentani atau Lee Rae Hee dan yang akrab dengan panggilan Vania Lee, gadis berdarah Asia yang berumur 23 tahun ini, baru menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Komunikasi beberapa bulan lalu. Anak pertama dari dua bersaudara, dan adiknya yang usianya terpaut 2 tahun, bernama Anastasia Hannas atau Lee Chaeri tinggal dengan kedua orang tuanya di Indonesia dan sedang mengenyam pendidikan di Jurusan Sastra Inggris di salah satu Perguruan Tinggi di Ibukota Jakarta.

Vania Alexandria Sentani atau Lee Rae Hee, lebih senang orang2 memanggilnya dengan nama Vania Lee karna menurutnya nama itu sudah mewakili dua nama yang di milikinya, yaitu nama Indonesia dan Nama Korea nya. Vania Lee, orang yang sangat ekspresif, ceria dan murah senyum. Tapi dia juga bisa menjadi pendiam pada orang yang belum dia kenal dengan baik. Dia akan memendam perasaannya jika ada hal yang membuatnya tidak suka dan akan menjadi orang yang sangat dingin jika dia sudah tidak menyukai seseorang. Dia tidak suka orang lain mengkritiknya untuk sesuatu hal yang menurutnya salah, tapi dia senang memberikan Kritikan dan Saran pada orang2 di sekitarnya jika menurutnya itu benar. Dia akan berusaha sekuat tenaganya jika ada sesuatu hal yang ingin di capainya, meskipun dia harus berjuang sampai titik darah penghabisan sekalipun. Sama seperti yang sedang dia alami sekarang, mencintai Hangeng laki2 yang sudah menganggapnya sebagai adik angkat selama belasan tahun. Tapi baginya Hangeng atau Gege biasa dia memanggil dengan nama kesayangan pada namja itu, adalah sosok pria yang sangat dia idamkan untuk menjadi seorang suami di masa depannya nanti. Hangeng atau Gege adalah namja yang selama belasan tahun di kenal baik oleh Vania dan Hangeng juga orang yang paling mengerti Vania setelah Ibunya. Hangeng akan selalu ada di saat Vania membutuhkannya, karna baginya Vania adalah sosok adik perempuan yang mampu menghiburnya di saat dia sedih atau rapuh, Vania juga mampu membuat Hangeng tidak sanggup menolak setiap permintaan yang di ajukan Vania padanya. Dalam hidupnya Vania menempati posisi ketiga orang yang paling berharga dalam hidupnya setelah appa dan eomma nya. Dan Vania sudah pernah menyatakan bahwa dia mencintai Hangeng saat usianya 17 tahun. Vania saat itu merayakan Sweet Seventeennya dan menyatakan perasaannya pada Hangeng, karna menurutnya usia 17 tahun adalah saat yang wajar baginya untuk mengenal cinta. Namun cinta yang di maksud Vania itu salah, cinta di matanya adalah di saat dia mencintai seseorang, maka orang itu harus balik mencintainya, tidak boleh dekat2 dengan wanita lain selain dirinya dan tidak boleh ada yang memanggilnya lagi Gege selain dirinya. Tapi walaupun terkesan egois, toh Hangeng tetap menyayangi Vania dan selalu menerima sikap2 Vania yang terkadang kekanak-kanakan itu. Vania memiliki impian terbesar dalam hidupnya, menemukan seseorang yang di cintainya dan mencintainya, dan dia akan mengabdikan seluruh hidupnya itu untuk orang yang akan menjadi takdirnya kelak.

~ My Beloved Girl Episode 1 ~

Burung pagi berceloteh riang, menyambut matahari yang mulai menampakkan wajahnya dengan perlahan, menaburkan cahaya dari sinarnya kepada seluruh penjuru dunia. Membangunkan semua manusia yang masih larut dalam alam bawah sadar mereka, yang masih tenggelam dalam kelelahan yang merajang seluruh sendi dan bahkan mungkin membangunkan mereka yang baru saja memejamkan matanya hanya beberapa saat.

Seperti gadis cantik ini, yang baru saja memejamkan matanya dalam beberapa jam yang lalu, tapi dia harus rela membuka matanya yang terasa di tutup rapat oleh lem, namun karna ini adalah hari pertamanya bekerja di salah satu stasiun Radio, sebagai seorang penyiar. Dengan jam weker yang di nyalakan lebih awal dari sebelum dia memutuskan untuk menjadi seorang wanita Karir, akhirnya dia memaksakan kepalanya untuk terlepas dari sandarannya sekarang dan memaksa untuk menegakkan tubuhnya. Dengan mata yang masih terpejam, dia melangkahkan kaki nya yang ramping menuju kamar mandi yang selalu bisa membuatnya betah berlama-lama di sana jika suasana hatinya sedang baik.

Setengah jam baginya cukup untuk membersihkan diri di kamar mandi, mengambil satu baju dari lemarinya yang sudah dia persiapkan jauh2 hari dan sengaja dia beli dari uang tabungannya sendiri. Rok hitam di atas lutut dengan sedikit balutan pita di ujungnya, kemben putih yang di tutup oleh Blezer hitam polos dengan panjang lengan 3/4. Dan sepatu hitam dengan hak setinggi 10 cm, rambut yang di angkat cukup tinggi dan sedikit polesan Make Up menampilkan wajahnya yang terlihat semakin mempesona. Jam hadiah dari Orang Tuanya beberapa tahun lalu, di pasangkan di lengan sebelah kirinya. Mengambil salah satu tas favoritnya di salah satu tumpukkan Tas koleksinya.

“PERFECT…Vania Lee, ternyata kau memang sangat cantik” mengoleskan sedikit lipstik di bibir tipisnya, merapatkan kedua bibirnya dan mengedipkan sebelah matanya dengan nakal, menatap dirinya sendiri di pantulan cermin yang ada di hadapannya.

Drrtt..drrtt….

Mengambil benda yang bergetar dari dalam tas nya. Sebuah pesan baru tampil di layar Handphonenya.

“Aku sudah ada di depan flat mu. Cepat keluar”

Setiap kali mendapat pesan dari seseorang itu, mimik mukanya pasti akan selalu ceria. Seolah SMS itu adalah kamera yang sedang mengarah ke arahnya dan akan selalu membuatnya tersenyum lebar.

“Pagi Vania Lee…” sapa Paman Shuk Hwan, penghuni kamar di flat lantai bawah saat Vania menuruni satu per satu anak tangga.

“Pagi paman Hwan…” blass on tipis yang melekat di kedua tulang pipinya seolah terlihat ikut terangkat saat Vania menebar senyumannya.

“Wow….apakah ini benar kau Vania??” paman Shuk Hwan yang sedang memegang sapu langsung menghentikan aktifitasnya sejenak dan memandangi Vania berputar dari depan sampai belakang dan kembali ke depan.

“Ehm,,tentu saja ini aku paman, memang kau pikir siapa lagi?” Vania agak menurunkan rok nya yang sedikit naik.

“Wah..wah…wah…kau terlihat sangat cantik seperti itu, andai paman masih muda, pasti paman akan menjadi orang pertama yang melamarmu” paman Shuk Hwan masih memandangi Vania dari atas sampai bawah dan tiba2…

“Auw…auww…sakit..sakit” paman Shuk Hwan tiba2 mengerang kesakitan karna telinganya di jewer oleh seseorang.

“Kau bilang apa barusan, huh?? Jadi sekarang kau menyesal sudah menikah denganku??” Bibi Gae Hwa wanita yang sudah di nikahi paman Shuk Hwan selama 22 tahun itu, tiba2 keluar dari kamarnya dan menjewer sebelah kiri telinga suaminya itu cukup keras.

“Ampun..ampuun, chagia aku hanya bercanda, ko. Tidak aku tidak menyesal sudah menikah denganmu, kau..kau juga sangat cantik, ko” ucap paman Shuk Hwan semakin pelan dan tidak yakin.

“Kenapa, nada bicaramu seperti itu?? Kau tidak tulus mengucapkannya, lain saat kau mengucapkannya pada Vania tadi” Bibi Gae Hwa tetap tidak melepaskan tangannya dari telinga suaminya yang sudah semakin kesakitan karna jewerannya semakin keras.

“Ia..ampun..ampun istriku, aku mohon lepaskan, aku minta maaf, aku janji aku tidak akan seperti itu lagi, ayo aku mohon lepaskan” paman Shuk Hwan sudah tidak berdaya lagi menahan rasa sakitnya dan akhirnya Bibi Gae Hwa melepaskan tangannya.

Vania yang melihat pemandangan seperti itu hanya bisa tersenyum, karna dia sudah sangat biasa melihat mereka seperti itu. Paman Shuk Hwan dan Bibi Gae Hwa sudah seperti orang tua angkat baginya selama dia berada di flat itu. Mereka berdua sangat menyayangi Vania seperti putrinya sendiri, karna selama mereka menikah, mereka belum juga di karuniai seorang anak. Dan hal itulah yang kadang membuat mereka sedih jika melihat Vania, mungkin jika mereka memiliki anak, mereka ingin memiliki seorang putri secantik Vania. Tapi walaupun begitu, mereka sudah cukup senang dengan adanya Vania dan orang2 yang ada di flat itu, seolah kesedihan mereka yang takkan pernah berujung, terbayar dengan kebahagiaan dan kehangatan dari semua orang yang tinggal di flat itu yang sudah seperti sebuah keluarga.

“Ah..paman, bibi, aku pergi dulu yah, Gege sudah menungguku di depan” Vania mencium kedua pipi paman Shuk Hwan dan bibi Gae Hwa seperti biasanya jika dia akan pergi dan pamitan.

“Ehm..kalau begitu bibi do’akan semoga hari pertama mu bekerja kau akan melakukannya dengan baik, FIGHTING” bibi Gae Hwa mengepal kedua tangannya dan mengangkatnya ke udara memberi semangat pada Vania.

“Ehm….gomawoyo ahjumma”

“Vania…paman juga akan mendo’akanmu, semoga kau betah dengan pekerjaanmu ini yah…HWAITING” paman Shuk Hwan melakukan hal yang sama dengan istrinya beberapa saat lalu.

“Ye,,ahjussi, aku harap juga begitu. Baiklah, sampai nanti, aku pergi yah” Vania berlalu dari hadapan kedua insan itu, menghampiri mobil Mercedez Benz putih yang terparkir di depan halaman flatnya sambil melambaikan tangan.

“Hello….” Hangeng yang menjemput Vania pagi itu membalas lambaian tangan Vania dan membukakan pintu untuk wanita cantik yang menghampirinya.

“Wow…penampilanmu hari ini sangat cantik”

“Benarkah??? Kalau begitu seharusnya kau sudah bisa menyukaiku sekarang, karna kau baru sadar kalau ternyata aku ini sangat cantik, haha..” Vania menatap dengan tatapan nakalnya pada Hangeng sebelum dia duduk di dalam mobil.

“Yayaya…..itu mungkin saja terjadi” Hangeng membalas dengan tatapan nakal pula.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?? Hari pertamamu bekerja?” Hangeng memulai topik pembicaraan sambil melajukan mobilnya menuju kantor Vania.

“Apakah harus aku jawab?? Tentu saja aku sangat tegang dan dengar, jantungku berdegup sangat kencaaaang sekali, whoaa….Ini benar2 pertama kalinya aku akan memulai karirku sebagai seorang penyiar. Aku deg2 an sekali Gege…” Vania menepuk-nepuk dadanya.

“Tenang saja, aku yakin dengan kemampuan bicaramu yang berlebih itu, aku yakin kau pasti bisa menjadi seorang penyiar radio profesional” Hangeng melihat ke arah Vania sesaat lalu memusatkan lagi pandangannya ke depan jalan.

“Yaak…apa maksudmu kemampuan bicaraku yang berlebih itu?? Kau ingin bilang aku ini cerewet, huh??? Kau sudah bosan hidup yah?” senyuman manis yang biasa terpancar dari wajah cantik Vania seolah memudar setiap kali Hangeng menggodanya seperti itu.

“Hahaha….aku tidak bilang kau cerewet, aku hanya bilang kau memiliki kemampuan berbicara yang berlebih” tanpa dosa Hangeng mengulang lagi ucapannya dan sekarang membuat Vania memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.

“Sama saja bodoh, sudah ah aku tidak mau dengar. Aku tidak mau mood ku berubah jadi jelek saat tiba di kantor nanti gara2 kebiasaan jailmu itu yang selalu menggoda imanku”

“Haha..kau pikir aku setan yang selalu menggoda imanmu, yah??”

“Nanana…nananana…” Vania tidak mendengarkan ucapan Hangeng dan menyanyikan lagu yang dia dengar dari earphone iPodnya dan Hangeng hanya menggeleng dan tersenyum melihat kebiasaan Vania jika dia sudah mulai bad mood, maka dia akan mendengarkan lagu dari iPod kesayangannya itu.

“Sudah sampai” Hangeng menepuk-nepuk pelan pundak Vania yang masih asyik mendengarkan alunan lagu di telinganya sambil terpejam dan Hangeng langsung turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Vania.

“Gomawo” ucap Vania datar karna dia masih kesal dengan godaan Hangeng saat di perjalanan tadi.

“Uri Rae Hee, FIGHTING” Hangeng mengepalkan sebelah tangannya dan mengangkatnya ke udara sambil memasang senyuman termanisnya ke arah Vania. Namun Vania tidak berkata sepatah katapun dan langsung meninggalkan Hangeng dalam kebisuannya.

Saat dia berjalan dan membelakangi Hangeng, Vania tersenyum riang karna jujur saja dia tidak akan pernah sanggup menutupi rasa bahagianya jika Hangeng tersenyum seperti itu padanya.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Menaiki lift untuk menuju lantai 3, tempat di mana ruang Direktur berada dan ruangannya sendiri untuk bekerja ada di lantai itu. Menyapa dan menebarkan senyuman indahnya kepada beberapa karyawan yang ada di dalam lift itu.

“Karyawan baru yah” tanya salah seorang karyawan yang usianya hampir sama dengan Vania.

“Ye..Annyeong Haseyo…”

“Sepertinya gadis ini bukan asli Korea yah?? Kenapa wajahnya sangat berbeda dengan kita?? Matanya bulat dan indah seperti itu, aku yakin dia masih ada keturunan dari bangsa lain” bisik salah seorang karyawati pada wanita yang ada di sebelahnya sambil mencuri pandangan ke arah Vania dan Vania hanya tersenyum kecil dalam hatinya, dia sangat memaklumi jika orang2 yang melihatnya akan berkata seperti itu, toh memang kenyataannya, meskipun dia berdarah Korea, tapi wajahnya tidak sepenuhnya seperti orang2 Korea asli pada umumnya.

Setelah pintu lift terbuka, dengan hati yang di baluti perasaan tegang, Vania melangkahkan kakinya keluar dari lift itu. Menghela nafas panjang sejenak dan langsung menuju ruangan Direkturnya.

Tok..Tok…Tok…

“Masuk…” ucap seseorang dari dalam ruangan yang di ketuk oleh Vania.

“Annyeong Haseyo Pak Direktur, Lee Rae Hee imnida” Vania membungkukkan badannya ke arah Bosnya yang ada di hadapannya sekarang.

“Ye…senang akhirnya bisa melihatmu bergabung di sini, dan boleh aku memanggilmu Miss Lee??” sang Bos mempersilahkan Vania untuk duduk.

“Ye..?? Kenapa Miss Lee, Pak??”

“Karna aku senang memanggilmu seperti itu”

“Ah,,baiklah kalau begitu panggil aku seenak hati anda, asal tidak memanggilku Miss Korea, karna jika anda memanggilku seperti itu, berarti anda sudah menebar Fitnah” Vania tidak menyangka jika ucapan polosnya barusan bisa membuat Bos yang ada di depannya itu tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha…Miss Lee, Miss Lee…Ternyata kau benar2 orang yang tidak mudah di tebak yah, aku kira kau ini sangat pendiam, tapi ternyata kau bisa membuat orang tertawa juga karna kepolosanmu itu, baiklah kalau begitu aku tidak salah menerimamu di sini dan aku yakin para pendengar setia Seoul FM pun akan senang mendengar suaramu dan ocehanmu di telinga mereka setiap harinya nanti. Sekarang kau sudah boleh menempati tempat kerjamu dan Selamat Bekerja” sang Bos beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya.

“Ah..ye, kamshamnida Pak Direktur” Vania menyambut uluran tangan Bos nya itu dan membungkukan badannya.

“Oya, kau panggil saja aku Bos atau Mr. Hong”

“Ah,,ye Mr. Hong, aku permisi” untuk ke sekian kalinya Vania kembali membungkukan badannya lalu keluar dari ruangan itu.

Mr. Hong dengan nama asli Lee Hong Ki, Direktur yang usianya masih lumayan muda yaitu sekitar 25 tahun. Orang yang sangat bersahabat dengan para karyawannya, dia di percaya oleh Ayahnya untuk memimpin Perusahaan milik keluarga itu. Para karyawannya sangat betah bekerja di Perusahaan itu karna di pimpin oleh seorang Pemimpin yang muda, tampan dan juga humoris seeprti Mr. Hong. Dia akan selalu berusaha untuk mendengar pendapat para karyawannya di banding mementingkan pendapatnya sendiri. Dia juga tidak mudah marah, tapi jika ada orang yang sudah dia percaya namun mengecewakannya, dia tidak akan bisa lagi kembali mempercayai orang itu.

~=~=~=~=~=~=~

“Annyeong Haseyo….” Vania menyapa rekan kerjanya di studio di mana dia akan menjadi seorang penyiar di sana mulai hari ini.

“Ah..Annyeong Haseyo, kau pasti karyawan baru yah. Kenalkan namaku Bae Ensun, aku yang akan menjadi rekan kerjamu di sini” Bae Eunsun gadis muda yang baru berumur 22 tahun, mengulurkan tangannya ke arah Vania.

“Ah..aku, namaku Lee Rae Hee, tapi kau boleh memanggilku Vania Lee” Vania menyambut uluran tangan Eunsun.

“Ye..?? Kenapa Vania Lee??” Eunsun mengerutkan keningnya.

“Karna itu gabungan dari kedua namaku, aku punya 2 nama. Nama Indonesiaku adalah Vania Alexandria Sentani dan nama Korea ku adalah Lee Rae Hee, jadi kau cukup panggil aku Vania Lee saja” lagi2 Vania menebar senyuman manisnya yang sekarang juga membuat Eunsun menangkap sesuatu yang berbeda dari Vania.

“Ah..jadi kau juga ada keturunan Indonesia yah??”

“Ya,,begitulah…”

“Pantas saja, mukamu sangat berbeda dari kami, kau sangat cantik. Oya yang aku lihat sepertinya usiamu lebih tua dariku, berapa usiamu??”

“Ah..benarkah?? Ehm…usiaku 23 tahun, tapi beberapa bulan lagi menjadi 24 tahun, hehe…”

“Sudah aku duga, jadi kalau begitu boleh aku memanggilmu eonni?? Karna usiaku 22 tahun sekarang, beberapa minggu yang lalu aku baru merayakan Hari Ulang Tahunku”

“Benarkah?? Kalau begitu selamat Ulang Tahun, maaf jika terlambat” Vania menyalami tangan Eunsun lagi memberikan ucapan.

“Ye…gomawoyo eonni. Baiklah kalau begitu, ini juga akan menjadi awal kita menjadi mitra kerja, senang berkenalan denganmu eonni dan selamat bergabung” Eunsun menyambut tangan Vania.

“Ah,,ye, dan meskipun kau memanggilku eonni, tapi tetap saja kau adalah sunbae ku, hehe…” sekarang barisan giginya yang putih dan bersih terlihat seolah mengintip dari balik bibirnya yang tersenyum lebar.

***

“Annyeong Haseyo listeners, apa kabar kalian hari ini?? Aku harap kalian semua sehat yah dan menikmati aktifitas kalian dengan tetap semangat. Oya para pendengar setia Seoul FM, hari ini aku akan memperkenalkan eonni baruku untuk kalian, sekaligus penyiar baru di sini. Apakah dia akan menggantikan posisiku??? Omo,,andwae, aku tidak rela dia menggantikan posisiku, huhuhu..Tidak, itu salah, eonni yang ada di sebelahku saat ini adalah yang akan menjadi mitra kerjaku mulai hari ini, jadi untuk ke depannya kalian tidak perlu lagi muak mendengar suaraku yang membosankan ini karna akan ada suara lain yang akan membuat telinga kalian refresh dari suaraku, hahahaha….Baiklah, baiklah aku tidak ingin kalian melemparkan sebuah benda ke arah radio kalian karna mendengar terus ocehanku ini yang mulai tidak karuan. Sekarang aku akan mempersilahkan eonni ku untuk memperkenalkan dirinya pada kalian. Eonni, untuk waktu dan tempatnya, aku persilahkan” seperti itulah Eunsun menyapa para listeners dari Seoul FM, dan mempersilahkan Vania untuk memperkenalkan dirinya.

“Eunsun Dongsaeng, gomawo atas sambutanmu yang hangat ini aku jadi terharu, huhu…Dan oya, aku fikir kalian tidak muak mendengar suara Eunsun kan listeners?? Karna aku suka suaranya dan dia juga ternyata sangat periang, kalian tau, kalian tidak akan menyangka kalau penyiar kesayangan kalian ini wajahnya tidak menampakkan dia seorang penyiar yang cerewet dan bawel, tapi dia justru terlihat sangat pendiam, hehe…Oya, aku hampir lupa untuk memperkenalkan diriku, annyeong para pendengar setia Seoul FM, kenalkan aku Lee Rae Hee, aku penyiar baru di sini dan ke depannya akan membuat telinga kalian sakit karna mendengar suaraku yang cerewet ini, hehe….Oya tapi kalian boleh memanggilku Vania Lee, dan aku yakin kalian semua akan bertanya kenapa kalian harus memanggilku Vania Lee kan?? Aku rasa aku akan bosan menjelaskannya pada semua orang kalau aku punya 2 nama, haha..Tapi kapan2 aku akan menjawab pertanyaan kalian jika di antara kalian ada yang menanyakan tentang hal itu. Baiklah, untuk memulai hidupku di dunia baruku ini, dan menyapa kalian semua, aku akan memutar sebuah lagu untuk kalian semua, Lovely Day miliknya Park Shin Hye, sesuai dengan suasana hatiku yang sedang ceria dan hari ini adalah hari baikku, jadi aku putar lagu ini khusus untuk kalian, cekidot…”

*buat denger lagunya, klik Play az…;)

***

Vania berhasil membuat para pendengar Seoul FM menerimanya dengan baik di dunia barunya itu. Banyak komentar positif yang menghampirinya “Vania eonni, suaramu bagus sekali, aku suka mendengar suaramu, membuat aku seperti di nina bobokan saja”

“Eonni, aku baru mendengar penyiar radio yang mempunyai 2 nama bagus sepertimu, kalau begitu, maukah kau mengajariku berbahasa Indonesia?? Hehehe…”

“Eonni, selamat datang yah, aku akan menjadi pendengar setia Seoul FM mulai sekarang karna akan ada eonni yang bisa mengisi hari2 ku dengan suara renyahmu itu”

“Kapan2 aku akan main ke studio, aku penasaran ingin bertemu denganmu eonni dan juga Eunsun eonni, senang berkenalan dengan kalian”.

Melihat banyaknya respon yang positif yang masuk setelah kehadiran Vania, Mr. Hong sebagai Bos pun sangat senang karna ternyata Vania membawa warna baru di Perusahaannya itu. Begitu juga Vania, dia tidak menyangka bahwa para pendengarnya bisa menyambutnya dengan sambutan hangat seperti itu. Mulai sekarang dia memutuskan untuk mencintai dunia barunya itu.

“Kau di mana?? Acaranya sudah akan di mulai”

“Ia,,aku sudah di jalan tunggu saja, sebentar lagi aku sampai di flatmu”

Vania merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke 24 tahun di flatnya bersama dengan keluarga kecil di flat itu. Dan Vania masih menunggu kedatangan Hangeng sebelum acara Ulang Tahunnya itu di mulai.

“Hallo semuanya, maaf aku terlambat” Hangeng menyapa semua orang yang ada di halaman flat di mana Vania tinggal, semua orang sudah berkumpul di sana, lengkap seperti biasanya. Ada paman Shuk Hwan, Bibi Gae Hwa, si kembar Jung Ilyeon dan Jung Yeon Hee, dan para penghuni flat lainnya. Memang acara yang di adakan cukup sederhana, tapi bagi Vania itu sudah sangat cukup sempurna karna dia masih bisa merayakan hari Ulang Tahunnya di tengah2 orang yang dia sayangi dan menyayanginya.

“Baiklah, karna sekarang semuanya sudah berkumpul, mari kita menyanyikan lagu selamat Ulang Tahun untuk Vania” paman Shuk Hwan dengan semangatnya mengajak semua orang yang ada di sana untuk bernyanyi.

“Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saengil chukka uri Rae Hee, saengil chukka hamnida”

Nyanyian selamat Ulang Tahun itu berakhir dengan suara riuh tepuk tangan dan tiupan lilin oleh Vania.

“Vania, ayo potong kue nya, kali ini apa kau masih tetap memberikan First Cake nya untuk Gege mu itu??” paman Shuk Hwan memasang wajah bosannya karna setiap kali Vania merayakan Ulang Tahun di sana, maka First Cake nya itu pasti akan di berikan pada Hangeng.

“Hei,,memangnya apa urusanmu?? Dia mau memberikan kue nya untuk siapa itu terserah dia, kenapa kau jadi marah seperti itu, huh? Kau berharap Vanai memberikan potongan kue pertamanya itu padamu?? Niiii…..” Bibi Gae Hwa mengepalkan tangannya dan mendekatkannya ke wajah paman Shuk Hwan.

“Omo, chagia, aku tidak bilang sepetri itu, aku hanyaaa…” paman Shuk Hwan mencoba mengelak namun dia tidak punya jawaban untuk membela dirinya.

“Ehm,,Anhi, First Cake kali ini akan aku berikan untuuuuukkk…Paman dan Bibi” Vania sempat melihat satu per satu orang yang ada di sana, dan akhirnya dia memberikan First Cake nya itu untuk orang yang sudah di anggapnya seperti orang tuanya sendiri.

“Omo..omo…Vania-ah, kau yakin memberikan kue ini untuk pamanmu?? Omo..gomawo Vania” paman Shuk Hwan sangat riang menerima kue dari Vania sampai meneteskan air matanya, tapi belum dia akan memasukan kue itu ke dalam mulutnya, Bibi Gae Hwa sudah merebutnya.

“Kau sudah gemuk, kau tidak boleh makan makanan yang bergula tinggi seperti ini” Bibi Gae Hwa dengan cepat melahap semua kue itu dan tidak menyisakan sedikit serpihan kue pun di visinnya dan paman Hwan hanya melongo dengan wajah memelasnya melihat kue yang di harap2 kannya itu sudah lenyap di telan bulat2 oleh Istrinya.

“Haha..paman tenang saja, akan aku sisakan kue ini untukmu dan nanti kalau bibi Gae Hwa tidak melihatnya, kau boleh memakannya, ok??” Vania menyatukan Ibu jari dan telunjuknya sambil berbisik pada pamannya itu.

“Jinja??? Ah..jinja Vania?? Omo..kau memang putri paman yang paling pengertian, hehe..” paman Hwan kembali berbisik ke arah Vania sambil melirik-lirik ke arah Istrinya yang sedang asyik bercanda dengan si Kembar Jung.

“Rae Hee-ah, ini kado untukmu” Hangeng membawa kado untuk Vania dari mobilnya dan menyerahkannya pada Vania.

“Wow..apa ini??” Vania akan selalu memasang wajah sumringahnya setiap kali menerima kado dari Hangeng, apapun isinya Vania pasti akan selalu suka.

“Whoaaaa….Tas Louis Vuitton ini, ini kan Tas yang waktu itu aku ingin beli? Gege lagi2 kau membuatku terharu karna kau selalu memberi apa yang aku inginkan” Vania memeluk pria yang sangat di cintainya itu dengan erat, tubuh Hangeng selalu membuat Vania seolah tidak ingin melepaskan pelukannya, karna dalam pelukan Hangeng, Vania akan selalu merasakan kedamaian.

“Yah,,,karna aku tidak akan pernah membuatmu merasa tidak memiliki apapun Rae Hee-ah, karna pada kenyataannya kau sudah bisa memiliki semuanya dengan cinta yang selalu kau tebarkan pada semua orang”

“Gomawoyo Gege,,,” dalam pelukan Hangeng yang membelai lembut rambutnya, Vania mulai meneteskan bulir2 air mata dari kedua pelupuk matanya yang bulat.

“Whoaaaa,,,mereka romantis sekali, andai aku juga memiliki kekasih seperti Hangeng oppa, aku pasti tidak akan pernah melepaskannya, akan aku rantai dia di kamar dan tidak boleh bepergian ke mana pun” Jung Yeon Hee memeluk dirinya sendiri dan membayangkan kelak dia akan memiliki namjachingu seromantis dan perhatian seperti Hangeng.

“Yaak,,,kau ini mau punya pacar atau memelihara Anjing?? Kalau niatmu sudah buruk seperti itu, mana ada yang mau menjadi pacarmu?? Mereka pasti tidak akan mau kalau kau rantai, mereka itu manusia bukan binatang peliharaan, Babo-ah…” Jung Ilyeon kembaran dari Jung Yeon Hee membuyarkan imajinasi kembarannya itu dengan menoyor kepalanya.

Jung Ilyeon dan Jung Yeon Hee adalah si kembar yang berusia 20 tahun yang juga tinggal di flat itu. Jung Ilyeon lahir 10 menit lebih dulu daripada Jung Yeon Hee, tapi meskipun mereka kembar, tapi mereka memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Jung Ilyeon cenderung lebih pendiam daripada Jung Yeon Hee yang sangat ceria dan juga mudah akrab dengan orang2 baru, dia juga lebih cerewet di banding Kakaknya.

Malam itu mereka sangat menikmati pesta kecil2 an untuk Vania, sepertinya mereka benar2 seperti keluarga dengan kehangatan dan kasih sayang dari semuanya. Meski tinggal di flat yang sederhana, tapi mereka cukup bahagia tinggal di sana. Setiap kali siapapun sedang memiliki masalah, maka yang lain akan selalu ada untuk membantu, dan tidak ada kata dendam di antara mereka, jika ada salah seorang melakukan kesalahan, maka mereka akan saling mengingatkan dan tidak akan membuat masalah yang terjadi menjadi lebih besar lagi.

Setelah semua orang membubarkan diri dari halaman di mana tadi mereka merayakan pesta kecil untuk Vania, Vania kembali ke kamarnya, membaringkan tubuh indahnya di atas kasur kesayangannya. Baginya kasur bukan hanya benda mati yang dia gunakan untuk tidur, tapi kasur baginya adalah bagian penting dalam hidupnya juga, karna kasur adalah tempat di mana dia bisa menghilangkan segala kelelahannya, segala kesedihannya akan hilang bersama saat dia memajamkan matanya di atas kasur itu. Dan bagi Vania, semua benda yang di anggap mati oleh orang2, benda itu tidak mati di matanya. Mereka tetap mempunyai hak untuk bisa mendapatkam perawatan yang baik dari sang empunya nya karna jika mereka rusak, maka mereka pasti akan di buang begitu saja seolah mereka sudah tidak ada gunanya lagi. Tanpa manusia sadari, seandainya mereka ada di posisi benda2 yang mereka anggap mati itu, mungkin mereka juga pasti akan menangis, tidak akan menerima jika mereka di perlakukan tidak adil seperti itu.

“Ayah, Bunda, sendainya kalian ada di sini sekarang, mungkin aku akan lebih bahagia merayakan hari Ulang Tahunku sekarang” Vania menatap langit2 kamarnya dan mulai merasakan rindu yang meradang pada kedua orang tuanya di Indoensia.

Kiss Me Love Me baby I Love You…Kiss Me Baby Love Me I Need You…

Nada dering dari Handphone Vania tiba2 berbunyi, terpampang dari layar Handphone nya sebuah nama yang sangat dia rindukan suaranya.

“Bunda….” Vania menahan air matanya yang hampir menetes saat menerima telfon dari Bundanya itu.

Vania lebih suka memanggil Ibunya dengan sebutan Bunda, karna memang dari kecil dia tinggal lama di Indonesia, mereka sering berkomunikasi pun dalam Bahasa Indonesia, meskipun sesekali berbicara dalam bahasa Korea karna memang Ibunya yang asli Korea.

“Omo…uri Rae Hee-ah, saengil chukka hamnida, eoh?? Bunda do’akan semoga kau menjadi putri Bunda yang semakin dewasa, wanita yang di sayangi dan di sukai banyak orang di sekelilingmu dan kau juga bisa menemukan kebahagiaan yang kau inginkan”

“Ne,,Bunda, gomawoyo”

“Omo..Rae Hee-ah, apa kau sedang menangis??”

“Ehm..tidak Bunda, aku tidak menangis, jika aku menangis pun, aku pasti akan menangis karna bahagia karna ternyata aku tau kalau aku ini adalah putrimu. Bunda, terima kasih karna kau sudah merawatku dan mencintaiku hingga aku sebesar ini, aku benar2 sayang Bunda” seorang Ibu pasti akan selalu tau bagaimana keadaan hati anaknya dan Ibu Vania juga pasti tau kalau saat ini putrinya itu sedang menahan tangisnya.

“Bunda juga sayaaaaaaaang sekali padamu, putriku”

“Bunda, biar aku bicara pada eonni” Lee Chaeri adik Vania, mengambil Telfon yang di pegang oleh Bundanya itu.

“Eonni-ah, saengil chukkae, eoh?? Semoga kau menjadi eonni yang lebih baik lagi pada adikmu ini, hehe….Eonni, eonni, apa Hangeng oppa ada di sana sekarang??”

“Babo-ah, mana mungkin dia malam2 begini ada di kamarku?? Tadi dia dari sini, kami merayakan Ulang Tahun kecil2 an di sini”

“Jinja?? Wah,,aku jadi penasaran ingin bertemu dengan teman2 flat mu, dan aku juga merindukan Hangeng oppa, hehe…”

“Kau bosan hidup yah bicara seperti itu??”

“Hehehe..mian, mian,,baiklah aku tau, Hangeng oppa itu hanya milikmu”

“Chaeri-ah”

“Eoh..?? Wae?”

“Aku titip Bunda padamu yah”

“Yaak,,,eonni-ah, gwaenchana?? Kenapa suaramu lemas seperti itu?? Kau, tidak sedang menangis kan??”

“Anhi,,aku hanya sedang merindukan kalian di sana. Sudahlah, mana Bunda, aku ingin bicara lagi dengannya”

“Baiklah, eonni, bogoshippo”

“Ehm,,nado…”

“Ye..Rae Hee-ah….”

“Bunda, sampaikan salam ku pada Ayah yah, bilang aku sangat merindukannya dan juga menyayanginya. Bunda jaga kesehatan, jangan terlalu lelah, kalau ada apa2 langsung hubungi aku yah, sekarang Bunda tidurlah sudah malam, tidak baik Bunda tidur malam2, nanti Bunda sakit”

“Omo..seandainya jarak dari sini ke tempatmu hanya beberapa ratus kilometer, mungkin Bunda akan memelukmu saat ini, nak. Bunda merindukanmu”

“Ne,,,nado, aku juga sangaaaat merindukan Bunda. Saranghaeyo eomma”

“Jaga dirimu baik2 sayang, sampai jumpa nanti dan oya, sampaikan salam Bunda juga untuk Hangeng”

“Ehm..akan aku sampaikan, dah Bunda”

Klik…

Sambungan jarak jauh antara seorang Ibu dan putrinya itu terputus tanpa ada yang menghendakinya. Saat Vania memutuskan untuk tetap tinggal di Korea, itu adalah pilihan terberat dalam hidupnya, tapi itulah yang ingin dia lakukan setelah dia lulus Kuliah saat itu, dia ingin menjadi seseorang yang bisa hidup mandiri tanpa harus menggantungkan hidupnya pada Orang Tuanya lagi. Dia ingin menguji sejauh mana tingkat kedewasaannya saat ini untuk menjalani hidup di tengah2 orang2 yang mungkin akan ada saatnya mereka menjatuhkan Vania dalam keterpurukan, mengatasi segala kejadian yang mungkin saja membuatnya rapuh dan menghadapi orang2 yang memiliki berbagai karakter.

Vania juga memilih tidak tinggal di Rumahnya yang dulu di tinggalinya bersama keluarganya, dia juga tidak ingin tinggal di Apartement, tapi dia lebih memilih tinggal di flat sederhana yang sekarang dia tinggali, bersama keluarga kecilnya di sana. Baginya di manapun tempatnya, asal tempat itu bisa membuatnya merasa nyaman, dia tidak peduli jika harus tinggal di tempat kumuh sekalipun. Karna baginya untuk apa tempat mewah, jika tidak ada kehangatan dan kenyamanan yang dia rasakan.

***

Beberapa bulan berlalu, Vania menjalani pekerjaannya sebagai seorang Penyiar Radio dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Para listeners di matanya adalah keluarga baru yang akan selalu dia simpan dalam memori hidupnya.

“Kau di mana??? Aku sedang bosan”

“Aku di pub biasa, kalau kau mau ke sini saja”

“Di pub?? Tidak biasanya kau ke sana?? Baiklah aku segera ke sana”

Vania tiba di Pub setengah jam kemudian, dia mencari sosok namja yang tadi dia hubungi, dan sampai akhirnya dia menemukan sosok itu sedang duduk di Bar melihat Bartender yang sedang mengocok-ngocok campuran minuman dengan lihainya. Namja itu melambai ke arah Vania, dan dengan langkah agak berlari Vania menghampiri namja itu.

“Hei…” Vania seperti biasa mencium kedua pipi namja itu jika bertemu.

“Hei…cepat juga kau sudah ada di sini lagi”

“Ehm,,memangnya kau yang selalu datang terlambat??”

“Hehe…oya kau mau minum apa?”

“Minuman yang biasa saja”

Setelah memesan satu lagi minuman rendah alkohol pada sang Bartender, tiba2 ada seseorang yang menghampiri Hangeng dan menepuk pundaknya.

“Kau Hangeng kan??”

“No..Song Hyun Won??”

“Ehm…aku Song Hyun Won atau Stevanny”

“Stevany??”

“Karna aku lama di Inggris, aku menggunakan nama itu selama di sana. Hangeng-ah, bogoshipo” yeoja cantik berperawakan tinggi, rambut coklat bergelombang di atas pinggang, dengan tinggi sekitar 180 cm, tubuh langsing dan wajah mulus, putih dan bersih itu bernama Song Hyun Won atau Stevany Jessica Manoach. Teman Hangeng sejak SMA, Hangeng tau sejak dulu Song Hyun Won menyukainya, tapi Hyun Won tidak pernah terang2 an dekat dengan Hangeng karna dia tau di sisi Hangeng selalu ada Vania. Malam itu Song Hyun Won datang ke pub itu karna ada temannya yang berulang Tahun dan dia baru kembali dari Inggris menyelesaikan kuliahnya beberapa hari lalu. Dia sangat senang bisa bertemu lagi dengan laki2 yang dulu pernah dia cintai itu dan bahkan sampai detik ini.

“Hyun Won-ah, kapan kau pulang dari Inggris??”

“Beberapa hari lalu, oya kau Vania kan?? Annyeong,,lama kita tidak bertemu” Hyun Won memeluk Vania yang hatinya sudah tidak betah dan ingin mengajak Hangeng menghilang dari hadapan Hyun Won saat itu juga, tapi dia tau itu tidak mungkin dan dengan perasaan yang terbakar oleh rasa cemburu akhirnya dia rela tubuhnya itu di peluk oleh wanita yang mencintai laki2 yang sangat dia cintai itu.

“Annyeong..ia, lama kita tidak bertemu”

“Oya,,Hangeng-ah, apa bisa kita bicara berdua sebentar?? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu” Hyun Won memandang Hangeng dan Vania bergantian, berharap dia tidak melihat wajah Vania yang memasang wajah kesalnya karna Hyun Won mengajak Hangeng bicara berdua dengannya dan Hangeng pun melakukan yang sama, dia menatap ke arah Vania tanpa berkata.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?? Pergilah, mungkin ada hal penting yang ingin di bicarakan Hyun Won padamu” Vanai meneguk minumannya dengan gugup.

“Baiklah, aku akan kembali ke sini, kau tunggu aku yah”

“Vania, aku pinjam Hangeng sebentar yah”

Vania hanya tersenyum datar, seolah senyumannya itu benar2 dia paksakan.

“Siaal, kenapa gadis itu tiba2 muncul lagi?? Aku sudah sangat bahagia dulu dia menghilang dari kehidupan Gege, aku tidak perlu khawatir lagi Gege akan tertarik padanya, tapi malam ini??? Kenapa mereka malah bisa bertemu lagi?? Di hadapanku pula?? Arrgghhtt..menyebalkan…Gege, kau tidak boleh jadi milik siapapun, jika kau tidak menjadi milikku, maka kau juga tidak boleh jadi milik wanita itu”

Vania meneguk habis minumannya dengan kesal dan Bartender yang ada di depannya itu sudah menaruh wajah cemas, pasti akan ada api panas yang mengebul dari hati Vania. Ghun, Bartender yang biasa melayani Vania dan Hangeng setiap kali mereka datang ke Pub itu. Ghun sudah sangat tau sifat Vania, dia tidak suka jika ada wanita lain yang sok kenal dan mendekati Hangeng, jika sudah seperti itu, maka Vania akan meminta minuman lagi pada Ghun.

“Rae Hee-ah, aku akan keluar dengan Hyun Won, kau aku antar pulang yah?” Hangeng tiba2 menghampiri lagi Vania yang matanya sudah memerah.

“Anhi….kalian pergi saja, aku masih ingin di sini, sudah lama aku tidak berbincang dengan dia, ia kan Ghun?” Vania menunjuk dan menatap ke arah Ghun yang mulai kebingungan harus menjawab apa karna Vania menatapnya dengan tatapan matanya yang semakin bulat.

“Ehmm,,ia, ia…aku juga sudah lama tidak berbincang denganmu Vania”

“Kau yakin kau masih ingin di sini??”

“Yaa..sudah cepat pergi sana, sebelum aku berubah pikiran”

“Baiklah kalau begitu, aku pergi, kalau kau mau pulang telfon aku saja”

“Ehmm,,sudah cepat sana pergi”

“Vania, aku pergi dulu, sampai jumpa nanti, maaf aku mengambil Gege mu dulu sebentar”

“Hahaha..kau ini bicara apa, ya sudah kalian pergi saja, aku akan baik2 saja di sini, tidak usah khwatir”

“Baiklah kalau begitu, kami pergi”

Setelah Hangeng dan Hyun Won menghilang dari hadapan Vania, benar apa kata Ghun, Vania langsung memesan minuman lagi, bahkan sekarang dia sudah menghabiskan 4 gelas minuman, meskipun minuman itu beralkohol rendah, tapi karna mungkin Vania tidak terlalu biasa minum, jadi minum 2 gelas pun dia sudah bisa mabuk.

“Hei..Gege, aku pesan minuman lagi, ayo cepat” dengan suara yang sudah tidak karuan dan mata yang mulai kabur, Vania memesan minuman lagi pada Ghun.

“Ya…Vania-ssi, kau sudah mabuk, lebih baik kau tidak usah minum lagi, eoh?? Biar aku menyuruh orang untuk mengantarmu pulang, bagaimana??”

“Shiroo…pokonya aku mau minum lagi, dasar wanita bodoh, dia pikir dia bisa merebut Gege dariku?? Andwae…Gege adalah milik….ku…”

Dalam hitungan detik, tubuh Vania ambruk dan hampir jatuh ke lantai, namun ada seseorang yang dengan sigap menahan tubuh Vania.

“Apa dia sudah biasa seperti ini??” tanya namja itu tiba2 pada Ghun.

“Tidak, dia biasanya tidak sampai mabuk seperti ini, tapi mungkin karna cemburunya sudah memuncak makannya dia seperti ini”

“Lalu, siapa Gege?? Apakah itu kau?? Dia tadi menunjuk-nunjuk ke arahmu??”

“Ah,,bukan, namaku Ghun, dan Gege itu adalah pria yang selalu ke sini bersamanya, tadi pria itu pergi dengan wanita lain, makannya dia tumbang seperti itu. Dan kalau dia sudah mabuk, maka dia akan selalu memanggilku Gege.” Ghun menunjuk ke arah Vania yang mungkin sudah tidak sadarkan diri.

“Lalu, kau kenal dengan wanita ini?? Ehm…namanya Vania”

“Baiklah, kalau begitu apa kau tau di mana alamat rumahnya??”

“Dia tidak tinggal di rumah, tapi di sebuah flat, aku tau alamat flat nya karna dulu aku pernah menanyakan di mana dia tinggal, tunggu sebentar biar aku tuliskan alamatnya”

“Baiklah, kalau begitu terima kasih, aku akan mengantarnya pulang”

“Eh,,tunngu kau siapa?? Kau orang baik2 kan?? Aku tidak boleh sembarangan mengijinkan orang lain untuk mengantar dia, bagaimana kalau kau menculiknya??”

“Ini..simpan KTP ku, lain kali aku akan kembali ke sini untuk mengambilnya” namja itu mengeluarkan KTP dari dompetnya dan menyerahkannya pada Ghun. Membopong tubuh Vania yang sudah tenggelam dalam alam bawah sadarnya.

Keesokan harinya…

Jam weker Vania berdering sudah berkali-kali, namun Vania yang memasang alarm di jam weker itu, masih tidak menggerakan tubuhnya untuk bangun. Sampai jam weker itu tidak menyerah untuk berbunyi lagi, akhirnya Vania memaksakan tubuhnya untuk bangun, dan merasakan kepalanya yang berat dan pusing.

“HAH?? TERNYATA SUDAH JAM 8 LAGI??? GILAAAAA, aku kesiangan lagi, bagaimana ini??? Hah,, ini pasti gara2 semalam aku mabuk” Vania beranjak dari tidurnya, mandi dan mengganti pakaiannya dan pergi menuju Kantor.

@Seoul FM

Saat tiba di Kantor, Eunsun menyuruh Vania untuk menghadap Bos nya itu, dengan perasaan takut, deg2 an dan ingin menangis bercampur aduk di hatinya, akhirnya Vania mengumpulkan keberaniannya untuk masuk ke ruangan yang sudah ada di hadapannya itu, menghadap sang Bos.

Setengah jam kemdiaan Vania keluar dengan hati yang berbanding terbalik ketika dia masuk ke ruangan itu, hatinya berbinar, senyum lebar terpampang di wajahnya, menghampiri Eunsun rekan kerjanya dan memberikan kabar gembira padanya. Saking senangnya, Vania langsung mengambil Handphone dari tas nya yang berada di atas meja, mengirim pesan pada seseorang dengan wajah yang berbinar.

“Kau di mana?? Nanti kita ke Cafe biasa yah??”

“Aku di Kantor, baiklah nanti aku ke sana. Sekalian aku ada janji dengan temanku, dia baru tiba dari Jepang kemarin”

“Ehm,,baiklah, aku tunggu. Sampai nanti..^^”

Sepulang kerja, Vania menuju Cafe di mana dia dan Hangeng akan bertemu. Dia duduk di salah satu sudut Cafe dan memesan Jus Strawberry, sambil meneguk perlahan Jus nya itu, dia dengan sabar menunggu Hangeng muncul dari balik pintu masuk Cafe. Sampai 15 menit dia menunggu, akhirnya Hangeng datang juga”

“Hei…Pak Direktur, aku di sini” Vania melambai ke arah Hangeng.

“Maaf aku terlambat” Hangeng mencium kedua pipi Vania dan dia agak heran kenapa Vania tidak marah padanya atas kejadian semalam, malah melihat Vania yang sedari tadi menebar senyumnya.

“Kali ini kau sedang beruntung tidak kena marah olehku, karna hari ini aku sedang bahagiaaaaaaaa sekali, hehe…” Vania merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan kedua matanya untuk mengekspresikan rasa bahagia yang sedang dia rasakan saat itu.

“Benarkah? Pantas saja kau menghubungi aku duluan dan mengajak bertemu, bukannya biasanya kau akan mogok bicara padaku yah kalau aku membuatmu marah???” goda Hangeng yang membuat Vania sekarang mengerucutkan bibirnya.

“Aku sebenarnya ingin marah dan malas bicara padamu karna hal semalam, tapi karna hari ini aku mendapatkan berita baik, makannya aku akan mengampunimu, tapi hanya kali ini saja, ingat lain kali aku akan tetap melancarkan aksiku mogok bicara jika kau membuatku marah lagi, arasso??”

“Haha..baiklah maaf, maaf untuk soal semalam. Ayo teruskan, kenapa kau bisa sebahagia itu?? Dan berita baik apa yang kau dapatkan?” Hangeng memasang wajah seriusnya untuk mendengar apa yang sebenarnya membuat Vania bisa sangat bahagia bahkan melupakan kemarahannya gara2 masalah semalam.

“Dengar baik2 yah. Tadi pagi aku mendapatkan job baru dari Bos ku”

“Jinja?? Job apa?”

“Perusahaan akan mengadakan acara Baru yaitu “Tell Me Your Wish” di mana para pendengar setia Seoul FM akan mengirimkan surat ke kita dan menceritakan tentang pengalaman pribadi mereka dan nanti di akhir tulisannya, mereka akan menulis apa harapan mereka dari cerita yang mereka alami itu. Dan si Bos mempercayakan Job itu padaku” kemarahan dan kekesalan Vania pada Hangeng seolah terlupakan sesudah dia mabuk semalam.

“Jinja?? Waaaahhh….kau hebat, ternyata tidak sia2 yah menjadi karyawan kesayangan Bos mu itu, selalu membuatmu di percaya untuk melakukan ide2 Brilliant perusahaannya. Dan kau selalu berhasil membuat acara yang kau bawakan itu menjadi acara yang sukses di Korea”

“Ehmm….dan aku berharap acara ini benar2 akan lebih sukses dari acara yang aku bawakan sekarang”

“Yah..aku yakin itu pasti akan terjadi”

“Hehe…gomawo. Oya, bukankah tadi kau bilang di SMS, kau akan bertemu temanmu yang dari Jepang itu di sini yah?? Mana dia sekarang??” tanya Vania sambil sesekali menyeruput Jus Strawberry nya.

“Iya..tadi dia bilang dia akan sampai sekitar 15 menitan lagi, aku rasa dia sebentar lagi akan datang karna sekarang sudah 15 menit berlalu” Hangeng melirik jam tangannya sambil melihat ke arah pintu masuk Cafe.

“Ah..itu dia” Hangeng melambai pada seorang namja yang berperawakan tinggi dan badannya lebih kurus darinya.

“Kau sudah datang?? Lama tidak bertemu denganmu” mereka berdua saling berpelukan penuh kehangatan.

“Yah….ternyata kau semakin terlihat dewasa saja” ucap namja yang tidak lain adalah sahabat Hangeng.

“Haha..dan kau terlihat semakin tampan”

“Pria ituuu…kenapa wajahnya tidak asing bagiku yah?? Sepertinya aku pernah melihat laki2 dengan ciri2 seperti itu?? Tapi di mana yah?? Aku tidak ingat, dan suaranya, aku juga sepertinya pernah mendengar suara seperti itu walaupun samar2. Apakah aku pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya???” Vania terus memutar otaknya lebih keras dari pada saat dia menghitung perkalian dalam angka ribuan ketika melihat sahabat Hangeng yang ada di hadapannya itu dan dia yakin pada hati nuraninya kalau sepertinya dia benar2 pernah melihat namja itu sebelumnya, tapi dia benar2 tidak ingat di mana dan kapannya dia bertemu dengannya.

~ TBC ~

Gimana ceritanya chinguuuu?? Suka kah?? Moga kalian ga kecewa yah….Dan pliiissss, NO BASHING, mending jangan comment daripada harus BASHING, karna bkin author sk nge-down duluan n ga mau nerusinnya, huhu….Di tunggu RCL nya..Gomawo..^^

Word of The Day

Lebih baik terlihat terang di tempat yang gelap, daripada terlihat gelap di tempat yang terang. Lebih baik menjadi yang terbaik di antara orang yang terburuk daripada menjadi orang yang terburuk di antara orang yang terbaik.

Entry filed under: Angst, Boyfriend, Chaptered, Family, FanFiction, Friendship, FT Island, Genre, Hangeng, HITZ, Indonesia, Language, Life, PG, R, Rating, Romance, Type, X-5. Tags: .

[FF REQUEST] ONE DAY OF EXPLORER [ONE SHOOT] Gara-gara Alamat Palsu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: