[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 4

October 3, 2011 at 10:42 AM 11 comments

Title : Psycho

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Cho Kyuhyun, Park Chae Rin, Song Joong Ki and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 4 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves.  This story is only a fiction. So please don’t sue me.

A/N : di komen dong yaaa biar author semangat nerusinnya😉

***

Pelan-pelan aku membuka mata, agak sedikit perih mungkin karena kemarin aku terlalu banyak menangis. Aku melihat ke sekelilingku, ah aku masih ada di apartemen Kyuhyun sunbae. Di mana dia sekarang? Aku turun dari ranjangnya dan berjalan ke luar kamar, dia sedang tertidur di sofa, sepertinya letih. Aku membetulkan selimutnya yang tersingkap sambil sesekali mengelus kepalanya.

Kulirik jam dinding yang tak jauh dari sofa, sudah jam delapan, untung ini hari Minggu. Aku ke dapur melihat apakah sesuatu yang bisa aku buat. Tidak terlalu banyak bahan di sana. Terpaksa aku membuat sandwich dan menuangkan jus jeruk.

Morning Mrs. Cho…” panggilnya aku mendongak dan tersenyum.

“Kenapa menyapaku seperti itu, Sunbae?”

“Kau membuatkanku American breakfast soalnya,” dia juga tersenyum manis sekali, aku menghindari tatapannya karena terlalu indah.

Sunbae… bagaimana kau makan setiap harinya?”

“Emm..” dia berpikir sebentar. “sarapan aku makan roti atau sereal, siang makan di kantin atau fast food, malam beli di luar atau tidak makan kalau malas,” ujarnya santai, pantas saja dia kurus begitu. “Aku mandi dulu ya,” aku mengangguk. Dia berjalan ke kamarnya. Oh Tuhan kenapa dia bersikap begitu manis pagi ini?

Dia keluar dari kamarnya dengan kaus dan celana hitam, menghampiriku yang sedang duduk di sofa menunggunya.

“Kau mandi dulu, di ranjang sudah kutaruh baju Ahra noona, badannya sama denganmu jadi pasti pas,”

Kamsahamnida…” aku beranjak dan mulai mandi. Dia menyiapkan rok pendek dan kaus dan memang sangat pas kupakai. Aku kembali menghampirinya yang sedang menonton TV. “Kenapa belum makan?” tanyaku.

“Menunggumu, sini…” aku duduk di sebelahnya. Dia menuntun kepalaku bersandar di bahunya. “Sudah baikan?” aku mengangguk. “Mau cerita? Kemarin kau tertidur setelah menangis…” aku menghela napas.

“Aku pikir mereka pulang untuk menemuiku, setelah sekian banyak pekerjaan mereka yang menyita waktu, tapi ternyata mereka kembali hanya untuk bercerai, orang tua macam apa mereka, padahal kupikir lebih baik aku tidak tahu kalau mereka bercerai, pura-pura saja tidak terjadi apa-apa…” kami terdiam, Kyuhyun sunbae mengelus kepalaku.

“Mereka tahu kau sudah besar, sudah bisa menerima keputusan mereka, kalau mereka pura-pura tidak terjadi apa-apa kemudian kau tahu mungkin kau akan lebih marah dari ini.”

“…”

“Aku tidak bermaksud mengguruimu, Jagi…” entah kenapa aku sangat menyukai ketika dia memanggilku ‘jagi’. “Orang tuamu lebih baik daripada orang tuaku yang tidak bercerai tapi main gila dengan orang lain.” Aku menatapnya. “Kau pikir kenapa aku memilih tinggal di sini dan tidak mau pulang?” aku memeluknya. Pertama kalinya dalam hidupku memeluk orang yang selama ini kuhindari.

“Maaf aku tidak tahu,” bisikku.

“Sekarang kau tahu, jadi bersyukurlah…” aku mengangguk di dadanya. “Sudah lama, aku tidak dipeluk begini…”

“Sekarang aku memelukmu, jadi bersyukurlah…” dia tersenyum.

“Aku bersyukur memilikimu…” aku diam, tidak menjawab dia pun tidak bertanya. Sudahlah.

“Kupikir… kau sudah bosan denganku,” aku mengalihkan pembicaraan.

“Waktu kau tidak masuk, aku tahu kau marah padaku soal Ahra noona, jadi kuputuskan untuk tidak menemuimu dulu sampai kau siap kutemui. Sehari setelahnya aku yang tidak masuk, aku tidak bisa terus-terusan menghindarimu… aku… selalu ingin bersamamu…”

Sunbae… aku tidak pernah bisa mengertimu…” bisikku pelan.

“Begitu juga aku, aku tidak bisa mengerti diriku sendiri.”

***

Di kantin, aku dan Joong Ki berkeliling mencari kudapan. Kami melihat seorang siswi –sepertinya masih kelas X– duduk di hadapan Kyuhyun sunbae.

Sunbae… jadilah pacarku…” kata gadis itu dia menundukkan wajahnya karena malu. Kyuhyun sunbae menatapnya dengan tatapan apa-kau-sadar-dengan-apa-yang-kau-katakan.

“Chae…” dia melihatku dan menyuruhku ke sana dengan gerakan tangan. Aku menunjuk diriku sendiri kemudian menggeleng cepat. “Jagi-ya…” bujuknya manja, aku lalu menghampirinya dan berdiri di sebelahnya yang sedang duduk.

Mian, aku sudah punya pacar,” katanya tegas. Gadis itu menatap kami hampir menangis.

Kojimal… kau pasti bohong untuk menolakku ‘kan?” teriaknya.

“Untuk apa aku berbohong? Kalau aku mau menolakmu ya tinggal bilang aku tidak suka, tapi aku benar-benar sudah punya dia.” Kyuhyun sunbae menggenggam tanganku.

“Tapi sunbae…”

“Taeyeon, sudahlah… masih banyak pria lain…” Kyuhyun sunbae berdiri dan merangkul bahuku. “Temani aku ke atap,” bisiknya. Kami meninggalkan Taeyeon yang masih menangis. Aku menoleh ke arahnya. “Biarkan saja, ucapnya dingin.

Kami tiba di atap, dia bersandar di dinding kemudian duduk, dia diam. Dia duduk sambil memeluk kakinya.

Sunbae ada apa?” tanyaku. Dia menutup mata sambil menghela napas kecewa. Dia menangis tanpa air mata, dia tersenyum pasrah kemudian membuka matanya menatapku masih dengan senyum itu. Dia menakutkan.

“Keputusanku untuk mengunjungi mereka salah. Seharusnya aku tetap bersikeras tidak akan menemui mereka lagi.”

“Orang tuamu?” dia mengangguk.

“Mereka benar-benar sudah tidak waras, ah… maaf aku tidak bisa cerita lebih dari ini.”

Gwenchanayo…” dia menyelonjorkan kakinya dan duduk dengan pasrah. Tolong, jangan seperti ini, jangan begini lemah di hadapanku. dia tersenyum sinis pada angin. Aku memeluknya. “Tidak apa-apa… jangan sedih…” bisikku. Dia membalas pelukanku.

“Cuma kamu yang kumiliki, jangan pergi…” aku mengangguk. Dia bernapas dengan lembut, tapi terdengar gelisah. Kumohon jangan begini tak berdaya. Aku menepuk-nepuk pundaknya. Dia melepaskan pelukannya. “Jangan mengasihaniku,” bisiknya lemah. Aku hanya dapat mengelus pipinya.

Kudekatkan wajahku ke wajahnya, kucium bibirnya dia membiarkanku melumat habis bibirnya sambil sesekali membalas, bukan dia yang biasanya. Lama-lama dia mulai menaruh tangannya di leherku tanda dia menikmati ciuman kami, kami menutup mata, terhanyut dalam kegamangan masing-masing. Aku merasa ada yang mengawasi kami, kubuka mataku sebentar dan ada Joong Ki berbalik hendak turun, kenapa dia mencariku? Ah entahlah, aku kembali berfokus pada Kyuhyun sunbae. Dia berhenti dan melepaskan ciuman kami yang terlalu dalam. Dia tersenyum sinis.

Gomawo…” pertama kalinya dia berterima kasih.

***

Aku tiba di kelas 3-1. Kulihat Kyuhyun sunbae hendak memakan kimbab, tapi tidak jadi karena melihatku. Dia menaruh kimbab-nya lagi di tempat makan berwarna merah muda. Di hadapannya ada seorang gadis cantik, wajahnya polos dan pucat. Sepertinya wanita itu membawakan Kyuhyun sunbae kimbab.

“Chae… tumben kau ke sini?” ujarnya datar.

A… anniyo, aku hanya ingin mengembalikan ini, kemarin tertinggal di rumahku,” aku menyerahkan dompet kulit hitam miliknya.

“Ah, ketinggalan… pantas, aku mencarinya semalam,” dia memamerkan smirk-nya yang kelewat sempurna. Dia kemudian menghampiriku, aku tak henti menatapi wajahnya, tapi sesekali aku menatapi wajah wanita yang tadi duduk di dekatnya kemudian memandang wajah Kyuhyun sunbae lagi.

“Ke… kenapa melihatku begitu?” tanyaku karena risih ditatap seperti itu. Ia mengecup bibirku singkat kemudian menjilat bibirnya.

“Strawberry, manis sekali…”  aku menggigit bibirku dan menatapnya.

“Jangan lakukan itu di sini, dia menatapi kita dari tadi,” bisikku kecil, Kyuhyun sunbae menoleh pada gadis itu.

“Seohyun? Lalu kenapa? Biarkan saja, aku mau lagi, aku lapar…” dia kembali mendekat.

Sunbae…” kutahan tubuh tegapnya dengan kedua tangan. “Dia membawakanmu makanan, kalau kau lapar makan saja, memang dengan menciumku kau bisa kenyang?”

“Tidak sih, tapi aku tidak mau makanan buatan dia, besok buatkan aku bekal oke?”

“Kenapa aku harus?”

“Karena aku yang memintanya,” ujarnya tegas tak terbantahkan. Aku diam, tidak menjawab. “Kenapa? Ada yang salah?”

“Salahku, aku mulai mencintaimu…”

***

“Permisi aku mau lewat,” ujarku pada beberapa sunbae yang menghalangi jalanku keluar dari toilet.

“Kau Park Chae Rin?” tanya salah seorang di antaranya.

“Benar,” dia tersenyum sinis kemudian mereka semua mengerubungiku.

“Ada hubungan apa dengan Cho Kyuhyun?” tanya salah seroang yang kutahu namanya Hyoyeon.

“Kenapa aku harus memberi tahu kalian? Itu urusanku,” jawabku.

“Jawab saja, jangan balik bertanya, bodoh!”

“Maaf sebentar lagi masuk, aku harus pergi,” aku hendak berjalan, tapi tanganku ditarik, sakit sekali. “Apa lagi? Kalau kalian mau tahu hubunganku dengan Kyu sunbae tanya saja padanya, jangan padaku!” teriakku kasar.

“Mulai berani rupanya, jawab saja!”

“Kami berpacaran. Puas! Sekarang minggir!” teriakku. Aku berusaha menyingkirkan sorang wanita tinggi yang cantik ini tapi aku tidak bisa dan salah seorang menjambak rambutku.

“Seohyun menyukai Kyuhyun, jadi menjauh darinya.” Teriaknya sambil menarik rambutku kencang.

“Tapi Kyuhyun mencintaiku jadi terima kenyataan itu.” Satu tamparan keras mengenai pipiku. Brengsek dasar wanita bar-bar. “Dengar, mau bagaimanapun aku berusaha menjauh dari Kyuhyun dia akan tetap menghampiriku, kalau kalian ingin dia menjauh dariku kalian harusnya menemui dia.”

“Cerewet… Sooyoung, mana gunting?” Gadis tinggi itu menyerahkan gunting merah pada wanita itu.

“Kalian mau apa?” tanganku di pegangi oleh Hyoyeon sedangkan wanita di hadapanku mulai mengoyak seragamku. “Hentikan, apa-apaan kalian ini? Hey!” aku berontak tapi mereka tetap saja melanjutkan pekerjaan mereka hingga seragamku benar-benar sudah tidak beraturan. Hyoyeon mendorongku ke dinding.

“Makanya jangan macam-macam.” Mereka keluar. Aku masih meringis, badanku sakit semua, sudut bibirku berdarah.

Aku mengambil ponsel dan menelepon seseorang.

“Bora, bisa kau ke toilet sebentar? Pinjam jaket Joong Ki, tapi jangan bilang buat apa,” kataku setelah tersambung.

“Kau kenapa Chae Rin?”

“Ceritanya panjang, kau kemarilah cepat.”

“Iya tunggu sebentar,”

Gomawo ya…”

Aku bersandar pada dinding kamar mandi. Ish, sunbae sialan, memang salahku kalau Kyuhyun sunbae mencintaiku. Memang salahku juga kalau dia tidak mau sama Seohyun. Dasar bar-bar seenaknya sekali mereka berbuat begini padaku.

“Chae Rin? Kau di sana?”

“Bora…”

“Apa yang terjadi?”

“Sekumpulan sunbae melakukannya…”

“Sudah kubilang jangan suka cari masalah sama sunbae, wajahmu itu sepeti sedang mengajak mereka ribut sih…”

Ya! Jangan bawel dulu deh… ini sakit tahu, antar aku ke ruang kesehatan. Eh, Joong Ki tidak tahu ‘kan?”

Anni, tadi dia bertanya tapi aku langsung berlari keluar, sini berdiri.”  Bora mengajakku berdiri memakaikan jaket yang dia bawa dan menuntunku keluar.

“Joong-ah..” Joong Ki sudah berdiri di depan pintu. Aku menatap Bora dia menggeleng.

“Kau lupa dengan perkataanmu sendiri? ‘Aku tidak pernah bisa membohong Song Joong Ki’” aku menghela napas berat.

Mianhae…” Joong Ki langsung menggendongku bridal style. “Joong-ah turunkan aku, kalau Kyuhyun sunbae lihat kau bisa dihajar.

“…” bocah ini…

“Joong-ah…”

“Kyuhyun Sunbae… Kyuhyun sunbae… apa sekarang di otakmu hanya ada nama itu? Sudahlah, dia juga entah ada di mana sekarang,  sekarang kau bersamaku jangan sebut namanya lagi.” Ini kali pertama aku melihat Joong Ki marah, aku langsung terdiam dibuatnya.

Dia membawaku ke ruang kesehatan, Bora mengekor dari belakang. Dia membaringkanku hati-hati lalu mulai membuat kompres.

“Aku ke toilet sebentar,” ujar Bora kemudian dia berlari kecil.

“Joong-ah…” panggilku. Dia tidak menjawab. “Joong-ah…” dia menatapku. “Kenapa kau marah?” dia membersihkan darah di sudut bibiku. “Jawab aku…” dia memegang leherku dan mendekatkan wajahnya hendak menciumku, tapi aku memalingkan wajah.

“Kau mencintainya? Sunbae itu?” aku menunduk. Dia lalu mengangkat daguku untuk melihatnya.

“Bukankah sudah kubilang dia milikku? Jangan mendekatinya.” Kyuhyun sunbae mendorong tubuh Joong Ki menjauh dariku.

Sunbae… kumohon ini bukan seperti yang kau pikir…”’ ujarku.

“Lalu apa? Kalian berduaan di sini, dia menyentuhmu dan apa ini? Kenapa bajumu begini koyak? Apa yang telah kalian lakukan? dasar murahan,” tanyanya kasar.

“Dia begini gara-gara kau! Masih bisa kau memakinya seperti itu?” teriak Joong Ki.

“Hey aku tidak bertanya padamu!” Kyuhyun sunbae menarik kerah seragam Joong Ki kasar.

Sunbae kumohon lepaskan dia, aku bisa jelaskan…” pintaku sambil memegang kepalan tangan Kyuhyun sunbae.

“Jalang!” kepalannya mengenai wajahku. Sakit sekali.

“Kau beraninya kau berbuat seperti itu pada wanita.” Joong Ki mendorong tubuh Kyuhyun sunbae hingga mereka terjatuh. Mereka saling pukul.

Sunbae hentikan!” teriakku kencang aku menghalang tubuh Joong Ki agar tidak lagi dihajarnya.

“Itu pilihanmu? Baik.” Kyuhyun sunbae pergi. Dia berlalu begitu saja tanpa menoleh sedikit pun. Tuhan, sesak sekali. Melihatnya pergi lebih menyakitkan dari apapun. Aku mencintainya, aku takut jauh darinya meskipun dia gila aku akan tetap mencintainya…

-tbc

Entry filed under: Chaptered, FanFiction, Indonesia, Language, PG, Romance, Super Junior. Tags: .

Someday [ONESHOOT] hm.. apa ya.. semua kudu baca… trus comment di bawahnya ok!!!

11 Comments Add your own

  • 1. nurELF  |  October 17, 2011 at 9:38 PM

    lanjutt author,,jgn lma2 ea part slanjut’y,,,

    Reply
    • 2. sarahsuciaadler  |  October 18, 2011 at 9:17 PM

      biar cepet banyakin komennya, kalo ga ada yang komen saya males bikinnya juga hehehe

      Reply
  • 3. balqisariyum  |  October 18, 2011 at 9:03 PM

    setiap chapt punya konflik masing-masing,
    ada aja lagi idenya, haha suka deh pokonya!😀

    Reply
    • 4. sarahsuciaadler  |  October 18, 2011 at 9:17 PM

      iya dong harus! haha eh kayanya kalo sedikit yang komen mau gue post di wp gue aja deh males banyak silent reader disini :@

      Reply
  • 5. r13eonnie 강 하이에나  |  October 20, 2011 at 12:41 AM

    deee,,jgn d stop,,lanjut,,,penasaran nti kyu nya gmn sm chae?? next chap nya bnyakin lg yah de…ka suka..^^

    Reply
  • 6. hilma  |  October 20, 2011 at 9:14 PM

    aaa kyuhyun sesuatu banget deh T.T
    Aaaaaaaa

    Reply
  • 7. Alfi elf  |  October 25, 2011 at 9:17 PM

    Kyu yg jahat kluar lg.
    Kok ga prcya sm chaerin si?
    Kyu,jgn gtu dong

    Reply
  • 8. arsvio  |  November 28, 2011 at 2:50 PM

    hua..kyu psyco..q dh bc d ffindo,tp dr chaptr 8..

    Reply
  • 9. chiee  |  December 24, 2012 at 9:12 AM

    kyu kburu slh phm….
    aaaarrrgh….
    kyu sadar donk….

    Reply
  • 10. shaeunhae (@shaeunhae)  |  January 12, 2013 at 5:02 PM

    kyuhyun bener2 dehhh

    Reply
  • 11. shuhfi  |  May 18, 2013 at 5:03 PM

    Omoo ><
    ngeri ma sifat Kyuppa

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,030 hits

Day by Day

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: