[FF] What’s the meaning of LOVE??

September 17, 2011 at 11:37 PM Leave a comment

Title : What’s the meaning of LOVE??

Author : Mieyonn

Type : One Shot

Genre : Romance

Rate : PG-17

Cast :

~ B1A4 : Jinyoung, Sandeul, Baro
~ Jung Sung Mi as Jung Jinyoung younger sister
~ Other additional cast

Disclaimer : Jung sungmi is the only one character that I’ve created here.

Synopsis : Jung Sungmi is a girl who always curious about how the feels of LOVE

What’s the meaning of LOVE??

 

‘Cinta itu apa? Perasaan yang bagaimana? Apakah yang sering kurasakan adalah cinta atau bukan? Kenapa orang sekarang mudah mengumbar kata cinta? Mengapa cinta bisa pudar? Ah, aku tak tau~ Aku hanya bingung mendefenisikan kata cinta. Kenapa orang-orang terlalu mudah mengatakan cinta walaupun pada akhirnya mereka akan berpisah? Hmm, ini adalah soal yang sulit. Sebegitu banyak aku membaca novel dan movie romance itu sepertinya hanya terlihat dalam khayalan para penulis saja. Fakta yang selalu kulihat disekitar adalah teman-teman ku yang berpacaran dan pada akhirnya putus. Lalu mereka bermusuhan padahal awalnya mereka sangat dekat. Lalu, apa gunanya berpacaran? Apakah hanya untuk putus? Itu, bukannya hanya akan menghabiskan waktu dan energi saja? Ah~ molla~ whatever~ aku akan tunggu hingga aku benar-benar mengerti bagaimana perasaan cinta itu~~~’ sungmi membatin sambil memandang sebuah novel yang baru dibelinya

Anak itu senang sekali berpikir sendirian. Dia orang yang sedikit awkward dengan orang lain. Terkenal dingin diantara para lelaki dan sangat tertutup diantara para perempuan. Namun, ketika seseorang sudah bisa dekat dengannya, dia adalah anak yang ceria dan penyayang.

JREENNNGGG seseorang disebelahnya memetik gitar

‘ah, ternyata ada orang disini~~~’ sungmi membatin sambil melihat orang disebelahnya, bahkan dia tak sadar dengan keadaan disekelilingnya jika dua sudah masuk kedalam dunia pikirannya sendiri

“aa~ mianhaeyo~” ucap anak itu sambil memperhatikan sungmi

“ooh~ gwaenchana~ wae??”

“kau.. kita satu sekolah kan??.. kau, sebenarnya sangat terkenal diantara para lelaki~ kau begitu cantik namun belum ada yang bisa mendapatkanmu~ hmm~ aku, captain kesebelasan sepak bola sekolah kita~ aku tau, aku pasti tak pantas untuk kau kenal~ seseorang sepertimu, pasti tak ingin menjadi temanku~”

“hei… itu, pujian atau??….” ucap sungmi sambil menyipitkan matanya

“aa~ matamu begitu cantik~~~ itu… pujian… aku hanya sadar, aku bukan siapa-siapa…” ucapnya kembali memandang gitarnya

“hmm, kau… kau bilang kan captain sepak bola, kau tau, kau juga begitu populer diantara para yeoja… temanku sering meneriakkan namamu… Lee Sandeul!!! Lee Sandeul!!”

“aaaahhhh!!! Kau tau namaku??”

“aku hanya tau nama si ‘captain’ namanya lee sandeul~ maafkan aku yang kurang begitu perhatian dengan sekelilingku… mianhae…”

“jung sungmi, kalau gitu, mari kita berteman ^_^”

***

Sandeul’s POV

Yeoja itu, dia benar-benar cantik dan apa adanya. Bahkan dia tak sombong sama sekali. Tak seperti rumor yang beredar. Dia bahkan sangat baik. Entah kenapa, saat aku berjabat tangan dengannya tadi, aku merasa sedikit bergetar. Ah, aneh. Aku bahkan tak pernah merasakan perasaan seperti itu dengan para yeoja penggemar club sepak bola yang setiap latihan mengerumuni aku dan teman-teman.

—–

Sungmi’s POV

Sandeul itu ternyata benar-benar berkharisma. Senyumnya hangat. Ramah dan sangat polos. Aigoo~ kyeopta~ hmm, dia tak menghubungi aku ya, padahal tadi kami bertukaran nope… eh… tunggu… tunggu… kenapa dari tadi aku kepikiran dia terus coba?? Aneh… ini seperti… perasaan ketika memakan coklat, membaca novel romance dan menonton love scene… ah, apa ini?? aku jadi senyum-senyum sendiri… Ya!! Jung Sungmi!! Kau kenapa?????? Sadaarrr!!! Ah, aku rasa aku benar-benar hampir gila.

***

Sebuah sms masuk ke hape sungmi, from : sandeul.

‘besok, akan ada turnamen sepak bola. Bisa kah datang ke stadion indoor disekolah kita setelah pulang sekolah?’

Setelah beberapa hari tidak bertemu sejak pertemuan mereka ditaman, akhirnya, sandeul mengirimi sungmi sebuah sms. sungmi membaca sms dari sandeul dengan jantung yang berdetak kencang. Dia pun langsung membalasnya sambil tersenyum bahagia.

‘yup!! Aku akan datang~ hwaiting!! ^-^’

‘ah!! Aku pikir, dia tak ingin berhubungan lagi denganku. Tapi, aku tak menyangka aku bisa gemetaran hanya dengan membaca sms~ hmm.. babo!! Tapi, besok, aku mau buatkan bekal untuknya, hehe~ #plakkk’ sungmi menggetok kepalanya yang sedang berisi hal campur aduk

***

Sandeul’s POV

Di indoor stadion yang penuh suara teriakan ini, mataku tetap mencari sosoknya. Yeoja mungil yang hobi menggepit rambut sebahunya kearah samping. Namun, sedari tadi mataku mencarinya, aku tetap tak menemukannya. Pertandingan akan dimulai 5 menit lagi. Kedua kesebelasan sudah masuk kedalam ruangan. Ah, aku tetap berharap dia datang.

“kau, mencari siapa??” tanya baro sambil merangkulkan tangannya kebahuku

“ani~~~ hmm, sudahlah~ mungkin dia tak datang~”

“aahhhh!!!!!!! Sandeulling?? Jjincha?? Untuk pertama kalinya akhirnya kau memiliki seseorang yang kau tunggu~~~” baro mengubrak-abrik rambutku

“hmm.. jadi tidak boleh??”

“hahahaha~~~ hmm, aku penasaran~~~”

Tiba-tiba, para lelaki dalam gedung bersorak, para penonton melihat sesosok yeoja yang benar-benar tak terduga akan datang kesitu. Dia mengambil tempat duduk didaerah yang sedikit sepi namun jauh. Seketika kursi-kursi kosong disebelahnya penuh dengan para pria.

Ah, akhirnya, dia datang juga. Cantik sekali. Dia melihat kearahku, lalu tersenyum dan mengangkat tangannya padaku. Aku hanya balas tersenyum padanya. Aku senang sekali.

“ah, kalian?? Jadi?? Hhaa?? Sungmi?? Hahaha~~~” ucap baro sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

Lalu dia menarik tanganku dan mendekat kearah kursi sungmi.

“sungmi~ah!! Kau, datang untuk mendukungku ya??” goda baro

“huaaa~~~ baro baro-ya~~~ aku bahkan baru tau, kau ikut club ini, hehe, mianhae~~~ hmm, aku datang mendukung kalian berdua”

“kau!! Dasar!! Bahkan kau tak tau sahabatmu gabung ke club ini!! dasar!! Hmm.. kalian berdua, liat saja!!” ucap baro cemberut dan meninggalkan kami

Lalu wasit membunyikan peluit pertanda pertandingan akan dimulai.

“hwaiting!!” ucapnya

Aku hanya mengangguk dan tersenyum lalu pergi mendatangi ke arah wasit.

—-

Sungmi’s POV

‘ah, untung saja aku tidak terlambat. Tapi, gedung ini ramai sekali. Terlalu banyak manusia, aku jadi sedikit pusing mendengarkan suara teriakan-teriakan disini. Aku juga akhirnya sadar, fans sandeul itu luar biasa banyak, 3 row bangku penonton isinya para yeoja yang berteriak namanya. Termasuk teman-teman sekelasku. Haha, aneh sekali, perasaan apa ini? kenapa aku harus memperdulikan mereka? Sebaiknya aku harus lebih memikirkan phobia ku terhadap suasana ramai ini. Namun, aku rasa aku masih bisa bertahan di gedung ini jika aku fokus melihat pertandingan sandeul. Dia bahkan sangat-sangat berkharisma ketika sedang serius.’

***

Author’s POV

Akhirnya pertandingan kali ini team sandeul kalah 2-1. Beberapa penonton pulang dengan kecewa, namun yang lain tetap mendukung club sekolah sandeul. Sandeul terlihat sangat-sangat depresi mereka tak bisa menang, padahal ini pertandingan terakhirnya dan teman sekelasnya sebelum hiatus untuk mempersiapkan ulangan akhir semester. Dia terlihat menundukkan wajahnya.

‘gwaechana!! Gwaenchana!!’ teriak supporter dari sekolah sandeul

Sungmi juga ingin ikut mendukungnya, namun para lelaki disekelilingnya menggodanya. Hal yang benar-benar dibenci sungmi, mengumbar kata cinta. Dia paling benci para pria yang berkata-kata manis hanya untuk mendapatkan pacar. Sungmi suka sikap yang tulus, bukan sikap yang dibuat-buat. Ini semakin membuat sungmi badmood dan akhirnya keluar dari gedung itu dan bersembunyi dari para lelaki-lelaki yang mencoba mendekatinya.

Beberapa menit berlalu, seluruh gedung kosong. Para pemain ingin beranjak pulang, dan sandeul yang sedari tadi mencari sosok sungmi akhirnya ikut teman-temannya pulang.

‘ah, aku malu sekali!! Aku menyuruhnya datang untuk melihat hal ini? aku tau, dia pasti benci sekali padaku. Aku juga melihatnya dikelilingi oleh banyak lelaki tadi. Aku bukan siapa-siapanya yang bisa melarangnya untuk dekat-dekat dengan para lelaki itu. Aku juga, bodoh!! ini adalah konsekuensi… padahal dia sudah mau capek-capek dateng kesini. Dan bodohnya aku ingin dia sekarang menegarkanku. Dasar sandeul pabo!!’ ucap sandeul dalam hatinya sambil memukul-mukul kepalanya sambil berjalan keluar gedung bersama teman-temannya

“kapten!!!” teriak seseorang dari arah pepohonan sambil melambai-lambaikan tangannya

“eh, sungmi?? Sandeulling, ayo kesana..” ucap baro sambil menarik tangan sandeul

Teman-temannya yang lain pulang lebih dulu dan akhirnya mereka bertiga duduk dikursi panjang, namun sandeul hanya menunduk.

“apa ini??” tanya baro sambil menunjuk sebuah kotak berwarna biru terang

“hmm.. ayo buka mulutmu!!” ucap sungmi sambil mengambil sumpit dan membuka kotak berisi nasi gulung dan menyuapinya kemulut baro

“wuaa!! Daebak!! Daebak!! Memang, nasi gulung buatanmu daebakkkkkk!!!!!” ucap baro bahagia sambil mengacak-acak rambut sungmi

“aku mau pulang saja!!” ucap sandeul kesal

“heh, bodoh!! Kenapa marah??” tanya baro bingung

“kalian dari tadi bahkan tak memperdulikanku..”

“hahaha!! Pabo ya!!! Ahh,, baiklah,, setelah memakan beberapa nasi gulung ini setidaknya moodku baik lagi.. hmm, aku pulang dulu ya” ucapnya sambil memasukkan 3 potong nasi gulung lagi kedalam mulutnya dan pergi meninggalkan mereka berdua

Namun, setelah kepergian baro malah hanya keheningan yang ada diantara mereka.

‘ah, bodoh.. kenapa aku pake acara ngambek.. dia jadi ngerasa bersalah gitu’ sandeul membatin sambil menghentak-hentakkan kakinya

“mian….” belum sempat sandeul mengucapkan kalimatnya tiba-tiba segerombolan yeoja mendatanginya

“oppa~~~ minta tanda tanganmu!!…”

“oppa, ayo berpoto bersama…”

“oppa, jangan sedih ya… kami bakal terus dukung oppa… go sandeul oppa!! Go sandeul oppa!!”

Sandeul’s POV

Aigoo, mereka kasihan jika aku acuhkan. Sebaiknya aku mengabulkan permintaan mereka dahulu.

—-

Sungmi’s POV

Ah, aku salah apa sebenernya? Itu, sandeul deket-deket cewek ;~~~~; ga relaa~~~ tapi mau gimana lagi?? Tapi aku ada hak apa coba larang-larang dia.. huhu, sungmi sadar!! Sungmi sadar!! Kau bukan siapa-siapanya!! Tapi ini perasaan apa?? Aku baru pertama kali merasakan hal seperti ini.. eh, ini cinta?? Atau egois?? Ah!! Molla!! Kepalaku seperti berputar-putar~ kalau aku semakin merasa sakit hati sebaiknya aku pergi saja dari sini, nasi gulung ini mau diapakan?? Kasih ke baro aja deh, atau kasih jinyoung oppa aja~ jung sungmi!! Sadar!! Sadar!!

—-

Author’s POV

Setelah para fansnya pergi, sandeul memperhatikan sungmi yang sepertinya sedang berpikir sambil menatap kotak bekalnya. Ekspresinya berubah ubah. Dia seperti masuk kedalam dunianya sendiri. Dia bahkan tak sadar jika sedari tadi sandeul memperhatikannya sambil tersenyum. ‘gadis ini benar-benar polos’ pikirnya.

‘Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
Hangsang hamkke halgeora till the end of time’

Mereka dikejutkan oleh suara hape sandeul. Sungmi menatap sandeul seakan bertanya ‘nugu??’. Setelah melihat layar hapenya, sandeul pun memberitahukan siapa yang menelponnya.

“chakkaman~~ ini baro~~” ucapnya pada sungmi dan mulai mengangkat telponnya

“wae??… sekarang??… hmm,, harus benar-benar sekarang??… oke… aku kesana…” lalu dia menutup telponnya

“wae yo??” tanya sungmi bingung

“aku… sepertinya harus pergi sekarang… hari ini pesta perpisahan dengan kakak kelas 3, mereka sebentar lagi akan ujian nasional, jadi tidak akan mungkin main bola lagi… gwaenchana??” tanya sandeul merasa tak enak pada sungmi

‘hah?? Pergi?? Sekarang?? Aku seperti ingin menangis!! Aku benar-benar ingin menangis!! Tapi, aku siapa?? Aku tak berhak melarangnya’ sungmi membatin dan menunduk sambil menahan tangisnya

“keurae~~ gwaenchana~~ hati-hati dijalan~~” ucapnya namun tak berani menatap sandeul, dia tetap menatap kotak bekalnya

“hmm~~~ kau, tak ada yang mau dikatakan padaku?? Benarkah tak apa-apa??” tanya sandeul meyakinkan. Dia hanya ingin sungmi menahannya. Dia ingin bersama sungmi sekarang.

“kau ingin aku berkata apa lagi?? Berkata sejujurnya?? Kau!! Dasar jahat Lee Sandeul!! Kau tau, aku membuat nasi gulung ini hanya untukmu!! Bahkan sedikitpun kau belum memakannya!! Kau tau, aku punya phobia berat jika berada disuasana ramai, aku menahan pusing hanya untuk melihatmu bertanding bodoh!! Tadi aku khawatir sekali melihatmu sedih dan menundukkan kepala.. Sekarang… sekarang kau bilang kau akan pergi?? Lalu… lalu kau ingin aku berkata apa lagi?? SANDEULLING PABO!!!!!!!” ucapnya berteriak sambil menangis seperti bola air yang tiba-tiba meledak

Lalu sandeul semakin tersenyum melihat tingkah polos gadis mungil itu. Dia mendekati sungmi yang tertunduk perlahan dan mengelus rambut lembutnya.

“hehe, mianhae~~~ aku ingin kau berkata,, jangan pergi,, jangan tinggalkan aku… maka aku akan ada disini bersamamu~~~”

“apa aku boleh melarangmu pergi??” tanyanya sambil cemberut

“ya~~~ kau satu-satunya yang bisa melarangku pergi,, jika kau mau~~~”

“jangan tinggalkan aku… setidaknya, makan dulu beberapa nasi gulung ini sebelum pergi… lalu tersenyum padaku sambil berkata ‘jangan khawatirkan aku.. aku baik-baik saja..’” pintanya

Sandeul lalu memeluknya perlahan, “aku tak akan meninggalkanmu” ucapnya lalu tersenyum sambil mengacak-acak rambut sungmi yang mulai berhenti menangis

“ayo buka mulutmu…” ucap sungmi sambil mengambil sumpit dan mengarahkan nasi gulung itu ke bibir sandeul

“eummm,,, huwaa… benar kata baro, nasi gulungmu daebak!!”

Sungmi’s POV

Perasaan apa ini?? aku merasa sangat bahagia… aku ingin begini terus, selamanya. Melihat senyumnya, mendengarkan setiap perkataannya, merasakan elusannya dikepalaku. Dia seperti anak kecil ketika sedang makan. Aku malah asik menatapnya. Aku ingin menatapnya. Menatapnya terus.

Lalu, setelah menghabiskan beberapa potong nasi gulung itu. Dia menjatuhkan kepalanya dipangkuanku. Untuk pertama kalinya aku menatap seorang namja sangat dekat, kecuali dengan jinyoung oppa. Jantungku berdegup kencang, namun entah apa yang mendorongku mulai mengelus-elus rambutnya, aku suka, aku suka menyentuhnya, ingin terus menyentuhnya. Lalu dia meraih tangan kananku, mengekapnya dan meletakkan tanganku dalam kepalannya diatas dadanya. Tangan kiriku masih mengelus-elus rambutnya sementara dia mulai menutup matanya.

Hari ini dia pasti lelah sekali. Tak berapa lama, dia pun tertidur pulas dengan ekspresi polosnya. Aku hanya tersenyum dari tadi. Aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Jadi, ini perasaan apa?? Apakah ini cinta??

***

“aigoo~~~ gadis manis, dari tadi aku lihat senyam-senyum sendiri~~~” ucap jinyoung mengejutkan ku

“oppa!! Kau mengejutkanku!!”

“tapi, siapa yang mengantarmu tadi??”

“tadi… hehe… namanya lee sandeul, dia kapten club sepak bola sekolah kami…” ucapku mulai tersenyum lagi

“pacarmu??” tanya jinyoung menyipitkan matanya

“aniya~~~ geunyang… geunyang…”

“geunyang… mwo??…”

“oppa~~~ nan molla!!! Oppa~ sepertinya aku sudah tak waras sekarang.. bagaimana ini?? ah, ada yang salah dengan otakku~~~”

“hahahaha… kau, sepertinya sedang jatuh cinta… aigoo~ kyeoooo~~~” ucap jinyoung sambil mencubit pipiku

“aa,, oppa eottokhae??”

“haha, molla~ itu, kau harus menyelesaikannya sendiri…” jinyoung pergi dari kamarku, ah dasar. Dia pasti bahagia melihat aku tidak waras begini. Dasar!!

***

Author’s POV

“sungmi-ah!! Kenapa tak pernah mengajak anak yang bernama sandeul itu kesini?? Aku ingin tau dia laki-laki seperti apa sehingga bisa membuatmu sedikit tidak waras, hahaha” goda jinyoung

“ya!! Itu, maksudmu apa?? Kau bahagia aku tidak waras?? >.< akhir-akhir ini aku tak pernah bertemu dengannya lagi. Kan lagi sibuk ujian. Ah, untungnya semalam semua ujian udah kelar~~ yey!! Aku juga masih mikirin cara biar dapet tanda-tangan dari penulis fav ku~ oppa, bantuin donk, jarang-jarang penulis itu bikin acara fanmeet~” sungmi merengek ke oppanya

“huah, aku malah tambah penasaran sama kalian berdua…”

“oppaaa… kan aku lagi ngomongin penulis fav, bukan ngomongin aku ama sandeul…”

“hei, anak manja~~~ aku tak tau masalah penulis novel favorite mu~~~ jadi, selamat berjuang!! Hwaiting!! :P” jinyoung meninggalkan sungmi yang masih berurusan dengan sarapan paginya

Setelah selesai dengan roti selai coklat dan segelas susunya, sungmi berangkat ke sekolah. Di sekolah yang sangat besar itu, dia berpapasan dengan sandeul yang sedang menerima sepucuk surat beramplopkan kertas berwarna pink muda. Dari jarang 10 meter, dia memperhatikan tingkah sandeul.

Sungmi’s POV

Ih, sandeul ngapain sih senyam-senyum gitu ama itu cewek~ centil banget -_____-* tapi, tapi, siapa aku bisa marah marah gini~ ah, kenapa setiap kali inget sandeul otak aku jadi ga waras??? Inget!! Inget!! Hari ini ketemu penulis fav aku yang cakep, tinggi, putih itu, cakep, idung mancul, suaranya sekseh, huhuhu~ aigoo~ akhirnya, setelah sekian lama, aku hampir bisa bertemu dengannya😀

—-

Author’s POV

Sungmi kemudian berjalan tetap stay cool seakan dia tak melihat sandeul, namun perlahan sandeul membuntutinya dari belakang dan tiba-tiba memegang tangan kanannya dan mengikuti iramanya berjalan. Sambil tetap terus berjalan, jantung sungmi berdegup kencang, bahkan dia tak berani menatap sandeul, dia hanya menatap lurus kedepan tanpa berbicara sepatah katapun.

“akhirnya… sampai juga dikelasmu…” ucap sandeul berhenti didepan kelas sungmi namun dia masih belum melepaskan genggamannya

“tapi… hari ini, kita bolos saja bagaimana??…” ucap sandeul langsung menarik tangan sungmi berlari keluar gedung sekolah.

Setelah sekian lama berlari, mereka berhenti di sebuah halte bus dan duduk disana namun masih berpegangan tangan.

“hari ini mau kemana??”

“aku… mau minta tanda tangan penulis novel fav ku~~~”

“ah, jinjja?? Jam berapa mulai acaranya??”

“hmm… sebenarnya masih lama… sehabis pulang sekolah… lalu, untuk apa mengajakku bolos??”

“aku ingin mengajakmu kesuatu tempat…”

***

“ini… tempat pertama kita bertemu kan??”

“iya…”

“lalu??…”

“kau,, tak ada yang ingin disampaikan padaku??”

“aku rasa tidak…”

“benarkah?? Aku harap ada…”

“apa yang kau harapkan??…”

“kau mengatakan hal yang ada dikepalamu mengenaiku…”

“hmm… oke, lee sandeul… kau!! Selama ini kemana saja??? Kenapa tak pernah menghubungiku??? Bahkan aku berpikir aku sudah melupakanmu, tapi ketika aku melihatmu kenapa hatiku masih bergetar?? Anehnya, aku ingin marah melihat kau menerima surat cinta dari yeoja lain!! Tapi aku sadar, siapa aku. Aku bukan siapa-siapa. Aku rasa aku benar-benar tidak waras ketika mengingat kau. Iya, ini memang masalahku, tapi aku sendiri bingung terhadap perasaan ini. ini perasaan apa?? Kenapa ak…..” tiba-tiba sebuah ciuman mendarat dibibir mungil sungmi membuatnya menghentikan bicaranya dan menutup mata.

Beberapa saat kemudian, sandeul melepaskan ciumannya dan memeluk sungmi hangat.

“itu adalah cinta~ aku kira hanya aku yang merasakannya~ aku setiap hari seperti orang gila memikirkanmu~ kau tau, sehari terasa setahun bagiku~ sebenarnya aku sangat merindukanmu~ aku ingin kau selalu ada didekatku~ aku mencintaimu~ terimakasih karna kau juga mencintaiku~” sandeul berbisik di telinga sungmi

“kalau begitu, sekarang kita??”

“sekarang kita pacaran.. bagaimana??” sandeul bertanya dengan lembut dibalas dengan anggukan bahagia dari sungmi

Sungmi’s POV

Ah, akhirnya, aku mengerti bagaimana cinta itu. Cinta itu abstrak. Tak akan bisa dilukis maupun digambarkan melalui tulisan. Rasanya aku ingin seperti ini terus, berada dipelukannya dan tersenyum bersamanya. Terimakasih, akhirnya aku tau menggambarkan perasaan yang ada dalam novel-novel itu. Sekarang aku sudah tak membutuhkannya lagi. Aku sudah punya seseorang yang benar-benar mencintaiku. Fanmeet penulis fav?? Ah, satu hal lagi yang aku sadari, cinta bukan datang dari paras. Jadi, aku juga sudah tak peduli lagi akan acara tanda tangan itu. Cinta terhadap fans dan cinta terhadap orang yang kita kasihi ternyata berbeda. Terimakasih tuhan, telah menciptakan perasaan cinta dan telah membiarkan aku merasakannya dengan orang yang sangat menyayangiku. Akhirnya aku mengenal apa itu cinta.

~end~

Entry filed under: B1A4, Indonesia, One Shoot, PG, Romance. Tags: .

[FF REQUEST] I’m Still Waiting…. [FF REQUEST] Saying I Love You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 512,956 hits

Day by Day

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: