[FF request] Love is Sweet~~

September 12, 2011 at 8:44 PM 3 comments

Title     : love is sweet~

Cast     : – shin ami

–    B2st jang hyun seung

–    sandeul

Genre  : romance

Ranting : PG-19 hohoho

“oh my god… kenapa jantungku selalu berdetak setiap melewati kelas music ini…” batin shin ami sambil bersandar di pintu masuk kelas music. Tanpa di sengaja, ami  menyiku tangannya di pegangan pintu. Akhirnya ia terdorong jatuh ke belakang. “auh!!!!” ia meronta kecil saat pantatnya jatuh dengan mulus di lantai. Setelah ia berdiri ia membungkuk dan langsung pergi. Sedangkan orang yang bermain piano di ruang music itu hanya tersenyum melihat shin ami pergi.

“mi.. mi.. noe waeyo???” Tanya sandeul sesaat setelah shin ami duduk di sampingnya dengan nafas yang terengah-engah

“aniyo jagiya… hehehe… kamu tahu orang yang udah beberapa hari ini main piano di ruang music sana?”

“ani.. waeyo?”

“gwaenchana… hehehe…”

“kau sudah makan beb?”

“belum…”

“umh~~ kalau begitu pulang sekolah kita makan bakso gimana?”

“boleh-boleh…”

*shin ami pov*

Woiiiii baru masuk langsung alur maju.. hihihi.. mau kenalan tidak sama aku? Ah ya sudah.. *di tarik author* hehehe iya iya.. authornya serem ih.. pakai di tarik-tarik leher aku (??)

Namaku shin ami. Wakil ketua osis di chungdam senior high school. Siswa kelas 2 yang paling popular dengan tingkah lebay stadium akhir. Hahaha… oia.. kenalin.. orang yang di samping ku ini sandeul.. dia pacar aku. Cakep tidak? Yaiyalah.. #Preeetttt..  sejujurnya dari semua pacar-pacar aku terdahulu.. aku lebih menyukai sandeul. Kenapa? Dia kaya? Semua pacar aku kaya… pintar? Hei.. aku suka yang pintar-pintar.. cakep? Ceilahhh masa aku kagak pacaran ama orang jelek sih… trus apa dong… umh~ baiklah.. karena kalian ngebet mau cari tau.. aku menyukainya karena dia itu tulluuussss banget.. dia tidak pernah mengecewai seorang perempuan…

Orang tuanya itu punya perusahan sepatu dan elektronik loh.. tapi meskipun dia kaya secara materi.. dia miskin dalam hal kasih sayang. karena itu.. temennya bisa di hitung pake jari aja. Yaaa meski dia pintar juga.. temennya dikit..

Sore ini setelah pulang sekolah.. kami ke tempat biasa.. café bakso pelangi yang ada di depan perusahan cube entertainment. Karena sandeul sudah memesan beberapa menu bakso. Akhirnya keluar juga makanan-makanan itu.

“palli mokeo…” pintanya sambil melihatku. Akhirnya aku mengangguk pelan dan memakan biji bakso itu yang sebesar bola pimpong. Hohohoho… “saengil chukka yeoppo…” ucapnya sambil member kado kecil untukku

“uhuk uhuk!!!”

*shin ami pov end*

*sandeul pov*

“saengil chukka yeoppo..” ku rasa ini surprise biasa saja.. huft~

“uhuk-uhuk!”

“noe gwaenchana?” Tanya ku sambil memberinya segelas air putih.

“hahaa. Ani.. aku Cuma kaget.. goemawo jagi..  ini apa?” tanyanya sambil memegang kado kecil yang baru aku berikan

“buka saja….”

Ia pun membuka dan kembali 2 matanya melotot ke arah hadiah itu “hm~~”

“wae? Tidak bagus ya? Aku tidak tau fasion mu seperti apa. Aku hanya bisa membelimu cincin berlian itu…”

“ani ani…” ucapnya beberapa kali sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Sekarang ia menatap ku dengan senyum yang amat lebar “gamsahamnida …. Ini sudah sangat bagus untukku..”

“mau aku pakaikan?”

“umh!”

“kemarikan tanganmu..” ia mengulurkan tangan kanannya. Segera ku pasangkan lingkarang kecil itu di jari manisnya. “bagus tidak? Kalau tidak, habis ini kita pergi beli cincin yang sesuai selera mu…”

“bagus sandeul… ini sudah sangat bagus… lain kali jangan beli barang mahal seperti ini lagi. Simpan uangmu untuk pernikahan kita nanti. Arasseo…” ucapnya sambil menetik sebelah matanya. Astaga.. lebainya kumat lagi. Tapi 1 hal yang aku suka darinya adalah senyuman yang tulus untukku.

*sandeul pov end*

~~~

Malam harinya…

“sepi sekali hari ini.. huft~~~” ia mengambil jaket besarnya dan keluar dari rumah sambil berjalan ke arah taman. Sebuah kaleng bekas tergeletak di depannya. Ia pun menendangnya dengan sekuat tenaga. Tak sampai 2 detik seseorang berteriak kesakitan

“auh!!! Hidungku…”

“ommo!!!” ami langsung pergi ke arah suara teriakan itu. Setelah sampai, ia kaget karena seorang namja  hidungnya berdarah karenanya “oppa gwaenchana?”

“a?? apha… auh!!” ronta namja itu sambil memegang hidungnya

“kyaaaa hidung oppa… ikut aku ya…” pinta ami. Ia langsung membantu namja itu ke kursi taman. Setelah itu mengambil tissue yang ada di saku jaketnya. Dengan pelan ia membersihkan sedikit demi sedikit darah namja itu. Setelah selesai ia kembali meminta maaf. “sepertinya aku mengenalmu…” sahut namja itu. Shin ami yang menunduk tadi sekarang melihat namja itu dengan alis mata yang saling berdekatan. “oh iya.. ternyata memang kau.. yeoja yang sering mengintipku main piano.. ia kan?” Tanya namja itu sekali lagi.

“oh? Ternyata orang yang sering main piano di kelas music itu oppa?”

“ne…”

“tapi oppa siapa?”

“jjiaah.. aku kira kamu kenal sama aku.. kenali aku jang hyun seung…”

“shin ami imnida. Panggil saja aku ami. Ato mimi…”

“arasseo… “

“oia.. aku minta maaf ya karena udah nendang kaleng bekas. Sungguh. Aku nggak tau kalau ada oppa di sana…”

“gwaenchana.. oppa juga barusan saja lewat… eh tau-tau udah kena gebuk ama kaleng…”

“rumah oppa di mana?”

“di —– nomor 11… kamu?”

“chinca??? Aku nomor 10… “

“wah.. kita tetanggaan ya… jadi oppa bisa ke rumah kamu dong…”

“boleh-boleh. Datang aja…”

*shin ami pov*

“boleh – boleh.. datang aja…” eh?? Apa yang barusan aku bilang? Boleh??? Astaga.. kok segitu bodohnya sih.. kalau sandeul tau gimana? Dia pasti marah. Eh tapi kenapa harus marah? Wong aku kan temenan ama hyun seung oppa. Umh!!

Sudah 4 bulan aku temenan sama hyun seung. Dan ia juga sudah menjadi sahabat pacarku… kita bertiga selalu pulang dan pergi bersama. Kadang makan siang juga bersamaan. Tapi entah kenapa, setiap aku sedang bersama sandeul. Aku terus kepikiran hyun seung kalo tidak ada. Dan kalaupun ada.. aku sering melihat hyun seung dari pada sandeul pacar aku sendiri.. apa aku sudah mulai menyukai hyun seung? Ah ani!! Noe babo~A!!!!! sadar kau shin ami!!!!!!!

Jagiya…

hari ini aku tidak sekolah…

aku sakit..

bolehkah sehabis pulang sekolah kau kerumah sakit??

 

Sebuah sms masuk di hpku. Ommo! Sandeul sakit?? Pantas saja. Rumahnya sepi sekali…

 

Ne.. aku akan ke sana… istirahatlah…

Jaga kesehatan.. tunggu aku beberapa jam lagi… arasseo

Chuuu~~ :-*

 

“doooorrrr… ya! Shin ami! Noe waeyo? Kok binggung sih?” Tanya hyun seung sambil memelukku dari belakang

“eh sunggie.. ini loh.. sandeulku sakit… ternyata yang wajahnya pucat dari kemarin itu dia sedang sakit…”

“umh~~ gitu… shin ami.. aku pengen bicarain sesuatu…” hyun seung melepaskan pelukannya dan sekarang duduk di sampingku dengan wajah menunduk

“apa?”

“mau nggak jadi pacar aku?”

“eh?? Kamu kan tahu kalau aku pacaran ama sandeul…”

“aku bisa kok jadi yang ke 2…”

“apa??? Kagak salah nih?”

“apapun aku lakukan untukmu.. aku tidak salah ucap… ini tulus dari hatiku…”

“oppa~~”

“jebalyo… aku juga tahu.. kau menyukaiku kan?”

“eh?”

“kau menulis namaku di buku paket bahasa koreamu sambil menulis ‘akankah aku menikah dengannya’ iyakan…”

“oppa!!” aku shock sekarang. Kenapa hyun seung bisa bicara seperti itu? Aku berbalik dan menatapnya tajam-tajam “na do… saranghae.. tapi.. aku lebih memilih sandeul oppa.. mianhae… kita hanya bisa berteman saja…”

“besok aku akan pergi ke Canada.. aku harap aku bisa mendapatkan kepastian yang lebih jelas darimu.. dan 1 lagi.. aku menerimamu menjadi yang ke 2… itu tidak masalah untukku. Asalkan aku bisa menjadi seseorang di bagian hatimu itu..” hanya kata-kata itu yang terus terulang di otakku.. kenapa rasanya seperti ini.. tuhan.. aku ada di tengah – tengah orang yang sedang mencintaiku.. di satu sisi aku sayang sandeul. Di satu sisi aku menyukai hyun seung. Dan kedua-duanya orang yang aku cintai.. bagaimana ini…

“annyeong haseyo…” sapaku saat masuk di kamar sandeul.

“jagiya… kemarilah…” panggil sandeul. Aku langsung berdiri di sampingnya yang sedang duduk di tempat tidur

“kau sudah baikan?”

“ne…”

“kau sudah makan?”

“ne.. kau?”

“sama.. hehehe”

“oia. Kenalin ini sahabat-sahabat aku dari smp… ini gochan… ini baro, ini cnu, dan yang sana jin yong”

“annyeong…” sapa seorang pria yang mengikat rambut setengahnya ke atas

“annyeong oppa…”

“wah.. sandeul.. ternyata dia pacarmu? Jeongmal yeoppuda…” sapa seorang berwajah imut dengan penampilan yang sepertinya adalah rapper? Molla

“gamsahamnida…” sahutku sambil membungkukkan kepalaku

“hei kalian… bisakah keluar dulu…”

“tidak usah mengusir kami untuk keluar. Toh kita juga sudah mau pulang.. iya nggak guys..” ucap jin young

“iya… bye sandeul.. semoga cepat sembuh ya…” ucap beberapa temanya secara bergantian. Setelah semua temannya pergi. Aku duduk di sampingnya.

“oppa sudah baikkan?”

“sudah…”

“kok oppa bisa masuk rumah sakit sih… oppa sakit apa?”

“katanya tipes..”

“hah? Tipes? A, b, atau c????”

“masih golongan a kok jagiya.. jangan panic gitu…”

“bagaimana tidak! Kau sakit tipes dan sekarang di rumah sakit… apakah itu tidak membuatku panic!! Kau jahat sandeul…”

“hehehe.. aku kan tidak ingin kau cemas.. bisa-bisa kau bolos sekolah lagi…”

“emang wakil osis harus membolos? Kan aku bisa izin.. dasar bodoh!!” karena ucapanku sandeul tertawa dan langsung memelukku

“terimakasih sudah menghawatirkan aku seperti ini… aku senang karena kau ada di sini.. saranghae…” ia melepaskan pelukannya dan pelan-pelan menciumku…. Hangat…

~~~~

Di bandara…

“oppa… maafkan aku.. aku mencintai sandeul…”

“tidak adakah tempatku di hatimu lagi, shin ami…”

“mianhae.. jeongmal mianhae..”

“seharusnya aku tidak masuk keadalam kehidupanmu.. kau pasti tersiksa karena cintaku… ha~ bodohnya aku..“

“heh! Ternyata kau jeruk juga ya…” teriak seorang namja yang aku kenal sambil memegang pistol yang akan dan pasti ia tembakkan.

“oppa  ~~”

“kau juga.. kenapa kau suka padanya… apa kau kira itu bagus?”

“sandeul-ssi.. kau salah paham… aku hanya mencintaimu…”

“kotjimal!!!!” mata sandeul kini lebih menyeramkan dari mata hantu. Jari telunjuknya mulai di tekan ke tombol paling vital di pistol itu. Dalam 2 detik peluru itu keluar dan mengarah ke arah hyun seung. Aku yang berdiri di samping hyun seung langsung memeluk dirinya dan peluru itu mengarah di tengah-tengah punggungku ini.

Dorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

“opppa!!!!!” teriakku yang langsung terjatuh dari kursi di samping sandeul yang sedang membaca buku.

“hei.. noe gwaenchana??” Tanya sandeul ke arahku panic.

“mimpi? Oppa.. di mana pistol itu… dimana!!”

“pistol apaan sih!! Kamu mimpi… wong oppa dari tadi baca buku.. nih nih nih…” ucapnya sambil menyodor-nyodorkan comic doraemon kea rah wajahku

“huft~~ ternyata itu mimpi… oppa… jam berapa ini?”

“5 pagi…”

“oppa tidak tidur?”

“tidur.. tapi bangun lagi.. pas mau tidur.. eh oppa kepikiran hyun seung. Jadinya oppa baca buku… biar tidak kepikiran dia..”

“oppa.. hari ini dia pergi ke Canada…”

“ommo!! Kenapa kau tidak memberitahukannya padaku? Ayo antarkan aku.. kita masih punya waktu 3 jam.. dari rumah sakit ke bandara membutuhkan waktu lama… ayo…”

“hajiman oppa…”

“hajiman? Waegeure?”

“haruskah aku mengatakannya?” batinku sambil menatap wajah sandeul.

“apa kamu punya masalah dengannya? Kau mencintainya?”

“oppa~~”

“aku tahu… kamu tidak bisa menutupi sesuatu dariku.. karena aku adalah dirimu.. dan dirimu adalah diriku.. jadi.. di antara kami siapa yang kau pilih…? Ya meskipun aku akan sedih jika sekarang kita putus…”

“oppa~~”

“so?”

“I choose you…” aku langsung memeluk sandeul dengan erat.

“arayo… sekarang kita berkemas pergi.. kajjah…”

“tapi kamu masih sakit oppa..”

“sudah tidak.. ayooo cepat.. nanti pesawatnya lepas landas…”

“ne…”

Aku langsung membantu sandeul mengambil baju di tasnya. Setelah itu aku menunggunya di luar. 12 menit kemudian kami naik mobil sandeul ke bandara.

2 jam kemudian…

“apa ia belum pergi?” Tanya sandeul

“molla… ah… itu dia.. itu dia..” aku menunjuk seseorang yang memakai kacamata hitam besar sambil menenteng koper hitam sedang “oppa!!!” teriakku.. akhirnya namja yang tadi aku tunjuk berhenti dan tersenyum ke arahku. “apa kau akan beneran pergi?” tanya ku kembali. Sekarang dia tersenyum lebih indah dari yang biasanya.

“ne…”

“hyung!!” panggil sandeul. Mereka langsung berpelukan dan berbicara tidak jelas karena mereka 2 meter dari ku. Akhirnya hyun seung melihat ke arahkku. Sedangkan sandeul mengangguk sekali sambil tersenyum

“umh~” gugup.. aku hanya menelan lidah. Bagaimana ini… “oppa.. mianhae.. ini bukan pemaksaan atau apapun.. sa..r..anghae… hajiman.. aku mencintaimu yang sebagai oppa ku saja. Aku tidak ingin membuatmu kedua maupun ke tiga. Karena hanya sandeullah yang aku cintai.. mianhae…” ucapku sambil menunduk. Tidak lama kemudian sepasang kaki berdiri di depanku. Segera aku mengangkat wajahku ke atas. Kini hyun seung memeluk dan mengusap punggungku. Hangat…

“gwaenchana.. sekarang aku lega karena sudah ku katakan isi hatimu dan begitu juga kamu..”

“oppa.. berjanjilah.. jika kau pulang dari canada. Datanglah bersama yeoja chingumu yang berambut pirang dan hidung yang mancung…”

“baiklah..  oppa akan berjanji.. tapi oppa tidak tahu harus kapan pulangnya.. tapi secepatnya oppa akan kembali bersama orang yang oppa cintai…”

“ne.. ne ne ne oppa!!!!” aku pun membalas pelukkannya dengan erat. Dan melihat ke arah sandeul yang tersenyum meriah ke arahkku sambil menganggkat jempolnya.

“nah… dari pada oppa telat… oppa harus pergi. Jaga diri baik-baik ya…” kata hyun seung sambil melepas pelukkannya. Aku pun berjalan ke arah sandeul

“hyung! Jaga dirimu di sana…”

“ne.. kau juga.. dan jangan lupa jaga teddy Barbie ku ini..”

“siap!!!”

“bagus-bagus.. aku harus pergi.. semoga kita berjumpa lagi…” hyun seung menepuk pundak sandeul beberapa kali dan pergi sambil melambaikan tangan ke arahku.

“ha~~ bye oppa…” sahutku sambil memegang tangan kiri sandeul. Tapi tidak sampai 3 detik. Hpnya bergetar terus. Ia pun mengangkatnya “nugu-sseo?”

“eomma-ni… chakkam..” aku langsung melepaskan pegangan tanganku “yeoboseyo?”

“maaf tuan muda.. nyonya ingin bicara dengan anda…”

“ada apa?”

“nyonya kritis.. tapi dia tetap ingin bicara dengan tuan muda…”

“apa! Berikan tlp padanya…”

“ne…”

“hallo sayang…”

“eomma…”

“datanglah ke jepang… eomma sudah tidak kuat lagi… hanya tinggal kamu 1-1nya yang mengurusi urusan perusahan ini.. eomma mohon…”

“apa? Aku barus kelas 2 eomma.. tidakkah realistis sedikit? Aku harus putus sekolah dan mengurusi urusan kantor?”

“kau pintar.. kau bisa homeschooling di sini.. hanya untuk beberapa tahun…”

“tahun? Eomma…” sandeul melihatku dengan tatapan seduh.. “arasseo.. mungkin kalau masih ada waktu malam ini aku akan terbang ke sana… atau besok.. ne… jaga diri eomma… annyeong…” ia menutup flip hpnya. Dan langsung memelukku. “shin mi~a..”

“waeyo oppa???”

~~~~

Malam harinya.. di perjalanan menuju bandara, kembali..

“apa kau bisa berjanji padaku?” tanya sandeul yang terus memegang tanganku dengan erat

“berjanji apa?”

“aku akan bergi untuk beberapa tahun ini. Apa bisa kau menungguku untuk tidak bersama orang lain?”

“tahun?”

“ne… ha~~ pasti berat bagimu kan? Arasseo.. kalau kau mau. Setelah aku masuk ke dalam pesawat. Kita break…”

“kenapa harus begitu? Aku berjanji… aku akan menunggumu…”

“benarkah? Aku tidak percaya..”

“aku berjanji!! Dan percayalah padaku! Aku ini selalu tepati janji!!” kataku keras

“ne… aku tahu.. terimakasih shin mi… kau wanita nomor 2 di hatiku!” sandeul langsung memelukku aku hanya bisa membiarkannya saja.

Setelah sampai. Sandeul menyuruhku untuk tidak keluar dari mobil. Dia ingin aku untuk di mobil dan tidak mengantarkannya ke dalam. Karena dia takut dia akan susah untuk pergi. Tapi, karena aku tidak tahan. “oppa!!!” teriakku sambil berlari ke arahnya dan langsung mengecup bibirnya. “jangan lirik wanita cantik di sana! Itu adalah pengikat. Jika kamu membangkan. Maka kau akan mati.. arasseo…”

“ne.. aku berjanji.. kau juga ya…” sandeul memelukku sambil mengacak-acak rambutku. Setelah itu aku hanya melihat punggung bagusnya yang telah menghilang karena dia sudah jauh. Akhirnya aku masuk ke mobil dan membuka flip hp yang wallpaper kami berdua.. pasti aku akan sangat merindukannya. Sandeul.. saranghae…

*shin mi pov end*

~~~

6 tahun kemudian…

“ya! Shin ami~a!!! apa kau masih ingin tidur terus!!” teriak oppanya shin dong ho

“ya oppa! Ini masih terlalu pagi…”

“ne.. terlalu pagi untuk sekarang yang sudah jam 8.. apa kau mau bolos lagi… kau berniat jadi dokter atau tidak sih!”

“aigo!!! Apa tadi yang kau bilang? Jam 8???”

“ne!!!”

“kyyaa aku terlambatttttt… minggir – minggir…” shin ami langsung pergi kekamar mandinya. 1 jam kemudian dia keluar dari kamarnya dengan pakaian yang super rapi “oppa.. hari ini hari apa??”

“minggu.. hihihi…”

“apa??? Minggu!!! Ya babo ya!! Kau bangunkan aku dengan teriakkan 8 oktaf sekarang kau bilang hari ini hari minggu!! Pantas saja perasaanku tidak enak dari tadi. Ternyata hari minggu! He! Kau kan tau kalau aku libur! Kau ini… ih!!!” shin mi langsung memukul kepala oppanya dengan sendok yang ada di depannya.

“hehehe.. sekarang ini untukkmu” memberi sebuah kunci

“ini kunci apaan?”

“nanti kau lihat saja di depan… oia.. ini baju untukmu.. di bawa ya. Siapa tahu kau memerlukannya. Dan sekarang tunggulah aku di taman.. kau mengerti!”

“bu..buat apaan?”

“sudah sana pergi… kalau tidak pergi oppa ambil lagi nih kunci…”

“nih ambil aja… aku tidak akan pergi..”

“ya sudah…” shin dong ho clingak clinguk dan melihat seorang pelayan lewat “tolong masukan mobil baru itu ke garasi. Karena hari ini tuan putri tidak akan pergi. Oia 1 lagi, nanti sore antarkan mobil itu kembali ke took karena tuan putri tidak menyukainya.. arasseo!”

“baik tuan…” pelayan itu langsung mengambil kunci mobil yang di berikan dong ho.

“eh? Mobil baru?”

“ne.. wae?~”

“aku akan pergi!!!”shin ami langsung ngebirit pergi ke arah pelayan itu dan langsung merampas kunci mobil baru itu.

“ommo!!!!!! Marsedes pink!!! *bener kagak tulisannya?* kyaaaaaaaa aku dapat mobil baru…!!!” teriak ami sambil mencium-cium mobilnya.. sedangkan dong ho tersenyum lebar dari flavon rumah.

~~~~

Setelah sampai di taman. Shin ami langsung turun dan bersandar di pintu mobilnya.
“apa sih yang harus aku tunggu darinya!!! Huh!!!” 25 menit kemudian seorang anak kecil datang sambil membawa kotak merah kecil.

“nuna.. “

“ne?”

“ini untukmu…”

“ini apa? Dari kamu?”

“bukan… ini dari seseorang yang berada di sana…” ucap namja kecil itu sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk di kursi taman

“oh gitu..  goemawo…”

“ne…”

“eh chakkaman.. nuna punya coklat untukmu.. ini…”

“gamsahamnida nuna…” namja kecil itu membungkuk dan langsung pergi. Sedangkan shin ami membuka kotak merah kecil itu

“ommo!! Kalung??? Tapi dari siapa??” shin ami pergi ke arah namja yang di tunjuk bocah lelaki itu. Semakin ia mendekat. Semakin ia bertanya siapa orang itu. “hei.. kau… siapa ya? Kau yang memberi ini padaku? Kau salah orang…” kata shin ami. Karena mendengar suara ami. Ia mengangkat wajahnya dan tersenyum megah ke arah ami

“apa kau mengingatku?” tanya namja itu sambil berdiri di hadapan ami

“sandeul??”

“taraaa.. I’m back…” kata sandeul sambil membuka tangannya lebar-lebar

“sandeul?? Sandeul? Sandeul?? Kyaaaaaaaa!!!!!!!!!! Kenapa pulang lama sekali!!!” teriak shin ami sambil memukul-mukul pundak sandeul. “jeongmal bogoshipunde!!”

“hahaha… mianhae.. aku banyak urusan di sana… mianhae…” sandeul melepaskan pukulan shin ami dan langsung memelukknya. “na do.. bogoshipoyo.. naege yeoppo…” sandeul mengangkat wajah ami dan langsung menciumnya. Sedangkan shin ami berusaha jinjit agar bisa menyamai tinggi sandeul. Setelah berciuman sandeul memegang kedua tangan shin ami. “mau ku pakaikan kalung barumu?”

“jadi kau yang membelinya? Hei! Sudah ku bilang simpan uangmu untuk pernikahan kita…”

“aku sudah menyimpannya. Dan sekarang bisa saja kita mengambilnya… berikan kalung itu untukku…”

“ini..”

“nah… berbaliklah…” shin ami berbalik. Setelah itu sandeul memakaikan kalung yang ada di tangannya.

“aku bukan orang yang romantis. Tapi dengan kalung ini. Maukah kau menikah dengan ku?” kata sandeul setelah memakaikan kalung dan kembali memegang tangan shin ami

“kau bercanda?”

“ani.. aku beneran…”

“ne… ne.. ne!!! aku mau!!!!!” teriak shin ami kembali sambil langsungmemeluk

“goemawo jagiya… bagaimana hari ini kita ke pantai? Sepertinya hari ini cuaca sangat bersahabat!”

“ne.. kajjah.. kita pergi naik mobil ku. Kau yang menyetir.. kajjah…”

“ne.. ne…”

Setelah sampai di pantai. Sandeul mengendong ami di depannya dan langsung menceburkan ami ke air.
“hei! Kau curang!”

“hahaha.. ayo tangkap aku!” teriak sandeul sambil berlari

“hei hei.. tunggu aku! Aku tidak pandai berlari.. sandeul!!!!!!” karena teriakannya tidak di gubris. Ami langsung melemparkan sepatu haknya dan berhasil menderat di kepala sandeul. Sandeul pun pingsan di bibir pantai “sandeul… sandeul… gwaenchana? Sandeul!!! Kau mendengarku??? Sandeul… mianhae…”

“hahaha…” sandeul membuka matanya dan tertawa sekeras-kerasnya. “kena tipu lagi… hahah”

“kau ini…”

“apa? Aku kenapa??? Hei aku punya cara baru…” sandeul menarik leher ami dan menidurkannya di pasir setelah itu dia mencium ami yang terus meronta-ronta karenanya. Hohohoho..

Ampir aja yadong jalan. Hahahaha.. gimana? Baguskah? Mianhae… aku nggak punya ide gara-gara kotaku lagi rusuh.. tapi semoga bisa di nikmati ya ffnya. Hehehe.. atas perhatiannya. Terimakasih!!

dan maaf ya kalo ff reqnya kurang bagus.. hehehehe

BAGAIMANA??????? RCL PLEASE.. JANGAN JADI SILENT READER LOHHHHHHHHH OKEEEEE

Entry filed under: B1A4, Boyband, FanFiction, Fantasy, FF Request, Friendship, Genre, Indonesia, Language, Life, One Shoot, PG, Rating, Romance, Type. Tags: .

When Regret Comes Over Season 2 – Part 4 Can’t Love You Now

3 Comments Add your own

  • 1. Mieyonn - 신아미  |  September 13, 2011 at 6:55 AM

    huaa~~
    author-ssi~~~ gomapseumnidaaa~~~ gamsahamnidaaa~~~~~ saranghamnidaaaaaa~~~~~~
    akakakakaka, hayooo, otak aku udah mulai ngeyadong nih pagi-pagi, XDDDD
    FF nya DAEBAK!!!! JJANG!!!!
    aku suka!!! bangettttt!!! bangetttt!!!

    Reply
  • 2. princessmelody  |  September 13, 2011 at 1:27 PM

    hayooo kok ngeyaadong… XP

    hhahaha… terimakasih kembali udah req dan baca trus bilang daebak.. hihihihihi

    Reply
  • 3. eca  |  September 9, 2012 at 10:20 AM

    ff nya bagus kok thor~~ sandeul oppa~~ aku suka ff nya..!! ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Selamat datang di Miss Fanfiction, dunianya para Fanfiction Loverz...
Sekedar informasi kalau blog ini di buat pada tanggal 29 July 2011 dan di buat khusus untuk para kalian yang punya hobi nulis FF ataupun suka baca FF.

Blog Stats

  • 513,074 hits

Day by Day

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

❖ Folder ❖

Recent Posts

Affiliation

Kodak Loverz Indo Boyfriend Indonesia Shawol - ELF Indo Breathe Park Jiyeon FanFiction Korean Fanfiction Indo Korean Indo Zone : Life Love happiness 501Island 우리 Dream World Indonesia Fanfiction Kpop Quinnie’s Rainbow yoonfany Shivia_Khea World Komunitas Pecinta Korea SMTown Lovers Indonesia

Join Us on Facebook

Don’t be a Plagiarism…;)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 184 other followers


%d bloggers like this: